Title : secret love
Cast : Do Kyung soo, Kim eun hee (oc)
Author : white2doh

"Kenapa kau disini?" Tanya sehun. "Dan .. kau menangis?"

"Aku.. ingin mencari udara segar. Dan aku tidak menangis."

"Begitukah?" Sehun duduk di sebelah eun hee. "Bagaimana keadaanmu? Kapan kau sadar?"

"Aku baik-baik saja. Tidak lama."

"Kau bisa jujur padaku. Tentang perasaanmu pada hyung."

"Apa?" Eun hee menoleh pada sehun yang ada di sebelahnya.

"Kenapa kau.. melakukan itu? Memotong nadi tanganmu."

Eun hee menghela napas sejenak. "Ibu kyungsoo menemuiku."

"Bibi?" Tanya sehun. Eun hee mengangguk.

"Dia memperingatiku untuk menjauhi kyungsoo. Dia menyebutku murahan dengan asal usul yang tidak jelas."

"Asal usul tidak jelas?"

"Ibu kyungsoo mengira aku anak orang miskin dan orang tuaku sudah meninggal. Dan dia takut aku akan menghancurkan kyungsoo."

"Orangtuamu sudah meninggal?"

Eun hee menggeleng. "Tidak. Mereka ada di jepang."

"Berarti orang tuamu tidak miskin."

"Memang tidak. Aku bahkan tidak pernah cerita tentang orangtuaku pada kyungsoo."

"Kenapa?"

"Bukan apa-apa."

"Lalu, kau akan menjauhi kyungsoo hyung?"

Eun hee menoleh pada sehun. "Aku sendiri tidak tahu."

"Aku memang tidak tahu apa-apa tentang kalian. Kau, kyungsoo hyung dan jongin. Tapi tolonglah pikirkan baik2 untuk kalian bertiga. Aku tahu salah seorang akan tersakiti." Kata sehun. Eun hee hanya menunduk. "Dan juga.. jika kau sudah berusaha untuk bersama kyungsoo hyung, jangan sia2kan usaha kalian untuk bersatu. Jangan hanya karena ibu kyungsoo hyung tidak menyetujui hubungan kalian sehingga kau bisa menyerah secepat ini."

"Tapi.."

"Sudahlah.. kupikir mereka sedang panik mencarimu. Ayo kembali ke kamarmu." Sehun bangkit dari duduknya lalu menjulurkan tangannya pada eun hee bermaksud untuk membantu eun hee berdiri.

Eun hee menerima uluran tangan sehun dan berdiri meskipun hampir terjatuh sehun masih bisa menahannya. "Lihat, kondisimu masih belum stabil."

"I-iya~" namun eun hee jatuh kembali ke pelukan sehun karena dia kehilangan kesadaran.

"Eun hee? Kim eun hee?!" Panggil jongin. Meskipun banyak yang memperhatikannya dan mengejarnya, dia tidak peduli dan tetap mencari2 eun hee.

"Hyung!"

Jongin menoleh ke arah suara. Ya. Sehun sedang menggendong tubuh eun hee. Jongin langsung menghampirinya dan mengambil alih tubuh eun hee dari sehun.

"Biarkan saja." Kata sehun menolak. Jongin pun langsung mengajak sehun untuk kembali ke kamar eun hee serta memanggil dokter.

Brak!

Pintu kamar eun hee terbuka. Sehun dan jongin langsung meletakkan tubuh eun hee ke ranjangnya dan membiarkan dokter memeriksa tubuh eun hee.

"Kenapa dia?" Tanya kyungsoo. Jongin langsung menarik kyungsoo dan mendorong nya ke dinding. "Pengecut. Pecundang."

"Hyung!" Sehun berusaha melerai keduanya. "Kalian tidak lihat? Eun hee sedang sakit."

Jongin melepaskan kyungsoo. Dan menatap eun hee yang sedang terbaring lemah.

Kyungsol duduk dikursi samping ranjang eun hee. Menatap eun hee yang masih enggan melihatnya.

"maafkan aku. aku terlalu bodoh."

Kata kyungsoo lirih. "Aku mencintaimu. Bahkan, jika aku harus melepaskan segalanya. Aku rela."

"Melepas semuanya? Harta? Keluarga? Fans? Demi aku? Kau bodoh."

"Sudah kubilang aku sangat bodoh." Kyungsoo menarik napas panjang. "Maka itu, ijinkan aku memilikimu."

Eun hee menggeleng lemah. "Aku sudah menjadi milikmu. Meskipun kau meninggalkanku, aku akan tetap menjadi milikmu."

"Kau kira aku bodoh? Meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi milikku?"

"Tapi.." eun hee berbalik untuk melihat kyungsoo.

"Sudahlah. Jangan terlalu hiraukan ibuku. Jalani hidupmu. Akan kupastikan dia tidak akan mengganggu hidupmu." Kyungsoo kemudian langsung keluar dari kamar eun hee.

Tok tok!

"Tuan Kyungsoo?" Sapa pembantu rumah keluarga Do.

"Apa ada ibu dirumah?"

"Dia ada di kebun belakang,tuan."

"Terimakasih." Kyungsoo langsung melesat ke kebun belakang dan menemukan ibunya sedang merangkai beberapa tangkai bunga.

"Kau datang?" Kata hyosun sambil menggunting beberapa ujung tangkai bunga tanpa mengalihkan perhatiannya.

"Ibu, bisakah kau-"

"Duduklah dulu." Hyosun meletakkan gunting dan tangkai bunga itu kemeja.

Kyungsoo pun duduk. "Ahjumma, bawakah teh untuk kyungsoo." Pinta hyosun pada pembantunya.

"Ibu bisakah kau-"

"Merelakan kau bersama gadis itu? Tidak." Potong hyosun cepat kemudian melanjutkan proses merangkai bunganya.

"Ibu, kau mengatakan apa pada eun hee hari itu?"

"Hari itu?"

"Hari dimana eun hee melakukan percobaan bunuh diri."

"Ap-apa? Bunuh diri?" Gunting yang berada di tangan hyosun hampir terjatuh kekakinya jika kyungsoo dengan sigap menangkap gunting itu.

"Apa yang ibu katakan padanya?"

Keadaan eun hee perlahan membaik, dan dia hari ini diperbolehkan untuk pulang. Eun hee pulang dengan diantar oleh kyungsoo, sehun, luhan, baekhyun, chanyeol serta joonmyeon. Tidak terlihat jongin ada disana.

"Dimana jongin?" Tanya Eun hee.

"Jongin? Hyung.. kau tahu dimana dia?" Tanya sehun pada Luhan.

"Aku tidak tahu." Luhan mengangkat bahunya. "Pulang kerumah ibunya, mungkin."
Eun hee mengangguk2 kecil. Sementara kyungsoo hanya terdiam.

'Dimana anak itu?'

"Jongin?" Panggil seorang gadis pada pria yang terbaring di sebelahnya.

"Kim jongin." Panggil gadis itu sekali lagi. Kali ini Jongin bangkit duduk membelakanginya.

"Aku mau mandi." Jongin hendak beranjak namun sepasang tangan melingkar di perutnya yang berotot.

"Aku merindukanmu."

Jongin tidak bereaksi apapun.

"Terimakasih telah kembali padaku." Ucap gadis itu lagi.

Jongin berbalik untuk melihat gadis yang ada di belakangnya.

"Maafkan aku." Lirihnya.

"Tidak apa2." Jawab gadis itu sambil tersenyum kecil.

"Soojung-ah…" air mata jongin jatuh.

"Kau kenapa?"

Kepala jongin jatuh di pundak soojung dan terisak disana.

"Terimakasih, telah mengantarku." Kata Eun Hee ketika dia telah sampai di apartemennya.

"Ini rumahmu? Kenapa kau tidak pindah saja? Sepertinya disini mengerikan." Kata Baekhyun. Luhan menyikut pelan perutnya.

"Tidak apa-apa. Disini cukup aman." Kata eun hee.

"Baiklah. Kami pulang dulu." Pamit Luhan. Kemudian dia, sehun, baekhyun serta chanyeol menghilang dari pintu rumah eun hee.

"Pulanglah." Kata eun hee pada kyungsoo yang sedang membereskan beberapa barang-barangnya.

"Apa?"

"Pulanglah. Aku tidak membutuhkanmu lagi."

"Sudah kubilang hentikan, kim Eun hee."

"Aku mau tidur." Eun hee beranjak ketempat tidurnya.

"Baiklah jika itu yang kau mau." Kyungsoo mengejar eun hee hingga sekarang dia menindih badan Eun hee. "Kupastikan kau tidak akan tidur semalaman."

"Lepaskan aku." Eun hee bergerak tidak nyaman.

Kyungsoo tetap menahan tangan eun hee. "Bisakah kau tetap bertahan?"

"Lepaskan aku, Do kyung soo!"

"Tidak akan! Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu."

Eun hee dapat merasakan napas kyungsoo dipipinya. Panas.

Eun hee menampar pipi kyungsoo. Namun itu tidak membuat kyungsoo berhenti namun semakin berulah.

Eun hee terbangun dari tidurnya. Mendapati tempat tidurnya yang acak-acakan serta beberapa pakaian yang berserakan di lantai.

Lelaki itu tidak ada disebelahnya.

"Dimana dia?" Gumam eun hee. Dia melilitkan selimut putihnya di badannya. Kemudian berjalan ke arah kamar mandi.

Kosong.

Dapur.

Kosong.

Ruang tamu.

Kosong.

Mata eun hee tertuju pada sebuah kertas di meja kemudian mengambilnya.

'Maafkan aku, aku tidak pernah bisa mengontrol akal sehatku ketika bersama denganmu. -kyungsoo.'

Eun hee meletakkan kembali kertas itu.

Bip bip!

Ponsel eun hee berbunyi. Eun hee berjalan ke arah meja samping tempat tidurnya.

Dari : Ibu
Nak, ibu dan ayah akan tiba di korea pukul 5 sore. Tolong jemput kami.

"Ibu dan ayah pulang ke korea?!"

"Ada apa, bu?" Kata kyungsoo pada ibunya ketika ia baru datang.

"Kau datang? Kukira kau tidak akan kesini."

"Langsung saja. Ada apa?"

"Aku ingin kau ikut ayah dan ibu makan malam bersama teman lama kami. Besok malam."

"Apa? Makan malam? Aku tidak bisa."

"Gadis itu lagi? Bisakah kau luangkan waktumu untuk kami? Hanya sebentar."

"Akan kupikirkan." Kyungsoo berdiri dari kursinya. "Aku masih ada urusan. Aku kembali ke kantorku."

"Ibu! Ayah!" Eun hee menghampiri kedua orangtuanya.

"Eun Hee-ya." Panggil ibunya lembut sambil memeluk anaknya tersebut.

"Kenapa kalian pulang secara mendadak?" Tanya eun hee.

Ayah dan ibunya berpandangan sejenak. "Kami punya sesuatu untukmu."

"Apa itu?"

"Kau akan tahu nanti. Ayo kita pulang."

Eun hee menatap rumah lamanya. Sebenarnya eun hee dari kecil tinggal disini, namun sejak sma dia memutuskan untuk memiliki apartemen kecil tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Eun hee juga mengambil beberapa pakaiannya. Sepertinya dia akan lama tinggal di rumah lamanya ini.

Eun hee pov

Dari : manajer Park
Kau punya acara besok. Kuharap kau bisa datang.'

Sebuah acara? Baiklah. Sepertinya fisikku sudah lumayan cukup kuat untuk beraktifitas kembali sambil menunggu debut menyanyiku.

Author pov.

"Kim eun hee? Kau bisa?"

Eun hee mengangguk pasti. "Fisikku sudah lumayan kuat. Tapi.. apa media tahu aku mengalami percobaan bunuh diri?"

"Tidak. Mereka tidak tahu. Kau tenang saja."

Dering ponselnya yang dari tadi terus2an berbunyi, membuat eun hee kesal dan langsung melepas baterai ponselnya.

Eun hee kembali fokus ke cermin yang ada didepannya. Sambil memperhatikan bagaimana wajahnya dirias.

Kyungsoo gelisah dan terus menatap ponselnya. Berharap gadis itu menjawab telponnya, namun nihil. Tidak ada jawaban.

"Gadis bodoh.. kau kemana?" desah kyungsoo

"Kyungsoo-ah.." panggil Luhan. Kyungsoo menoleh.

"Ada apa?"

"Lihat ini." Luhan menyerahkan selembar kertas. "Guest hari ini… Kim Eun Hee?"

To be continued