Hyuna POV
Gelap
Gelap dan hanya kegelapan yang aku lihat
Apakah aku sudah mati?
Tapi….. kenapa rasa sakit ini seakan enggan menghampiri tubuhku? Bukankah tadi tubuhku terhempas jauh?
Kubuka mataku perlahan
"Syukurlah, terima kasih Tuhan aku masih hidup" ujarku dalam hati
Ku edarkan pandanganku ke sekelilingku
Seakan waktu terhenti, mataku membulat tak percaya
Disana, di tengah jalan. Di tengah kerumunan banyak orang aku tak jelas melihatnya tapi aku bisa merasakannya, firasatku…
Tubuh yang tak asing bagiku, tengah tertidur berselimutkan air sewarna mawar
Darah
Melindunginya
.
.
"Chaerin?" Kurasakan pandanganku kembali menggelap setelahnya
.
.
.
You're Not My Father! (Last) Chapter 9
Author : Arinrum
Genre : Family, Angst
Main Cast :
Xi Luhan
Wu Yifan/Kris
Oh Chaerin (OC) as Oh Family 1st Daughter
Oh Hyuna (OC) as Oh Family 2nd Daughter
Side Cast (Cameo) :
Oh Sehun
Kim Joonmyun/Suho
Other SM Family
Warning : Genderswitch! DeathChara! Typo bertebaran, Don't Like Don't Read also Don't Bash, hargai saya sebagai Author
Pair : BrokenHunHan! KrisHan
Tambahan : Italic means mereka berbicara dalam hati (batin) atau saat menelepon dank arena ini chapter terakhir saya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari chapter sebelumnya, yah mungkin chapter ini akan berisi time and place switch yang banyak lalu juga agak terkesan pendek mungkin malah jadi seperti teaser (?). So, enjoy reading~~
Just to hold you close to me. Just to hear you talk. Just to take a walk with you. Would be enough. To make me see. That I like you enough. To do stuff. That I would never do. Unless it was for you. I'd pick flowers for you. There's no-one else who. I'd do these things for. Never done them before. Feels so strange. Try to rearrange. My feelings for you. Guess it must be true. I (probably) love you... I never claimed to be brilliant, but I can't change what I know.
I swallow my pride and secretly grow. I need none of the things that people work for. Although they are nice to have around, I need something more.What that something is I have yet to find out.Until then I will quietly accomplish my goals without any doubt. Everyday something happens that hurts me deeper inside.A struggle each time to go on or runaway and hide.So many things in this world that don't make senseand closer to home on the same side of the fence
.
.
.
Luhan tak henti hentinya mengutuk mobil di depannya. Matanya masih kentara sekali basah oleh air mata yang sejak tadi belum diusapnya
"Kris cepatlah! Oh Tuhan Chaerinku…" Gumam Luhan seraya menatap gelisah jalanan
Selang beberapa menit saat seseorang dari pihak rumah sakit menelponnya bahwa Oh Chaerin mengalami kecelakaan, tabrak lari lebih tepatnya, Luhan menjatuhkan handphonenya dan menangis histeris
"Sabar sayang, aku juga sama paniknya denganmu, aku tak menyangka ini semua bisa terjadi, semua salahku" ujar Kris menanggapi gumaman Luhan
Dalam diam, Luhan bagai tak mendengar perkataan suaminya. ia memejamkan matanya, memikirkan kesalahannya beberapa jam lalu yang menyebabkan kejadian ini terjadi
"Chaerinku…"
Cairan sebening embun pagi kembali menetes dari pipi mulus yeoja cantik itu
.
.
"UMMA!"
Lorong ICU rumah sakit ternama Seoul yang semula tenang kini kembali menjadi saksi atas jeritan pilu menangisi orang terkasih
Oh Hyuna kembali menangis sejadinya ketika sang umma menghampirinya
"Bagaimana keadaan putriku Joonmyun?" Tanya Kris pada seorang dokter
Joonmyun teman SMA Kris dulu melirik Luhan dan Hyuna yang berada di sampingnya
"Bisa ikut aku ke ruanganku Kris? Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan, rasanya tak enak membicarakannya disini" ujar Jonnmyun
"Baiklah"
.
.
"Kritis. Dia kehabisan banyak darah. Benturan yang dialaminya cukup parah karena langsung mengenai kepala dan daerah sekitar paru – parunya. Ini yang menyebabkan ia terlihat susah bernafas, paru parunya mengalami lebam yang bisa jadi serius kalau tak segera ditangani. Beruntung orang – orang yang melihatnya langsung membawanya kemari"
Kris temenung melihat hasil laporan yang diberikan oleh Joonmyun, suaranya tercekat
"Tapi ia bisa sembuh kan? Chaerin tak akan kenapa kenapa kan Joonmyun?" Tanya Kris dengan nada pelan, penuh pengharapan
"Jika dia bisa melewati masa kritisnya mungkin dia bisa hidup tapi kemungkinan untuk hidup seperti dulu sangat kecil"
"Maksudmu?"
"Karena benturan di otaknya seperti yang kubilang tadi, cukup serius, dia bisa mengalami….
Amnesia total
.
.
Kris berjalan gontai menuju ruang ICU dimana Chaerin dirawat, hatinya tak henti hentinya menjeritkan perasaan bimbang. Bagaimana ia memberitahu istrinya?
Kembali diacak acaknya surai pirang di kepalanya. Mengerang frustasi
"Am..Amnesia….To….Total?" Kris menatap Joonmyun tak percaya
"Kau bercanda Joonmyun"
"Tidak, apa pernah aku bercanda denganmu Wu Yifan?"
"Katakan ini hanya leluconmu.."
"Kami para medis sudah mengupayakan yang terbaik untuk anakmu Yifan"
"Harapan hidupnya antara ada dan tiada"
"Saat ini yang bisa kau lakukan hanya berdoa kepada Tuhan. Semoga keajaiban terjadi"
Bagaimana jika Luhan tahu akan hal ini?
.
.
Pip…Pip…Pip…
Suara alat medis yang terpasang pada tubuh kembarannya masih setia pada tempatnya
"Halo Chaerin, bagaimana keadaanmu?"
Tubuh itu masih diam, tak bergerak barang se senti pun
"Tadi aku mendapat nilai seratus saat ujian Fisika, ah soalnya luar biasa sulit tapi aku berusaha keras mengerjakannya! Lihat ini! Kau pasti iri!"
Bahkan mata itu masih tertutup, enggan membuka
Tes..
"Teman – teman merindukanmu… semua merindukanmu"
Hyuna terisak
"Hei lihat twin, biolamu kuputuskan senarnya, ayo bangun dan marahi aku"
Seakan tak menerima realita, ia terus menggumamkan namanya
"Twin? Kau dengar aku? Hahaha kau pasti sedang berpura pura tidur"
Luhan tak sanggup melihatnya melalui kaca yang menjadi pembatasnya melihat dua putrinya
Hatinya tak kuat melihat Hyuna terus menerus berbicara kepada Chaerin yang seolah olah akan membalasnya
Perlahan kakinya mengarah pada ranjang dimana putrid pertama tertidur pulas
"Umma merindukanmu, sayang…"
.
.
Izinkan aku kembali sebentar saja
.
.
Jari itu berpindah
Mata yang semula tertutup kembali terbuka seperti sedia kala. Mengerjap
"Waktumu hanya sebentar"
Bisikan itu dengan lancarnya mengalir bagai angin di telinganya
"Terima kasih atas waktumu ini Tuhan"
Oh Chaerin sadar sepenuhnya kembali pada dunianya tempat dimana ia dilahirkan
.
.
"DOKTER! SUSTER!"
Teriakan bahagia Luhan mungkin dapat terdengar sampai ke lobi depan diiringi oleh tangis dan perkataan syukur untuk Tuhan oleh Hyuna
Kris dengan tanggap segera mencari Joonmyun, doanya tak sia sia, keajaiban dating menghampiri keluarganya
"Terima kasih Tuhan…." Gumamnya penuh rasa bahagia
Setidaknya…
.
.
"Umma…Hyuna…"
Nada itu terdengar lemah
"Ya sayang? Kau butuh sesuatu? Minum? Hyuna ambilkan apapun untuk Chaerin!" Luhan menggenggam erat tangan kurus Chaerin seakan tak mau kehilangannya lagi
"Tidak, aku tak butuh apapun hhhh.."
Deru nafasnya seperti terdapat batasan
"Aku ingin meminta maaf pada semua"
Ah.. kata itu..
"Kenapa kau berbicara seperti itu sayang? Kau bahkan tak memiliki salah setitik pun"
Chaerin tersenyum mendengarnya
"Boleh aku meminta sesuatu?"
"Katakan, apapun untukmu Chaerin" genggaman Luhan semakin erat. Yeoja itu mulai merasa aneh
"Aku ingin melihat kalian semua tersenyum tanpa ada air mata dihapanku sekarang"
.
.
Luhan mati matian menahan air mata yang sedari tadi ingin jatuh melewati pipinya. Begitu juga dengan Kris dan Hyuna
"Haahh.. senang melihat kalian begitu, perasaanku jadi tenang dan damai"
Ketiganya hening tak ada yang bersuara
"Paman Kris ah tidak Appa.. setidaknya walaupun hanya satu kali aku ingin menghargaimu sebagai kepala keluarga dengan memanggilmu appa… terima kasih atas semuanya, maafkan sikapku selama ini. Jaga umma dan Hyuna dengan baik"
Kris hanya mengangguk tak dapat berkata apa apa selain bergumam dalam hati
"Hyuna, twin… maaf kali ini aku tak bisa lagi berdebat denganmu, memarahimu bahkan memukulmu. Maafkan aku, teruslah belajar, capai cita citamu, kau ingin menjadi desainer seperti umma kan? Semangatlah. Aku menitipkan separuh harapanku padamu, mendekatlah.."
Setelah bisikan itu Hyuna tak dapat lagi menahan air matanya
"Dasar cengeng…" Chaerin tertawa kecil, perlahan ia menatap wanita di sampingnya yang sedang menatapnya dengan sendu. Umma nya..
"Umma… umma kumohon jangan menangis"
Luhan gagal. Ia menangis di hadapan Chaerin, putrid pertamanya
"Maafkan segala kesalahanku, selama ini aku bukan anak yang dapat membuatmu selalu tersenyum, membuatmu bangga dan sifatku ini tak selembut Hyuna yang mirip dengan umma"
Itu tak benar, kau anakkku, kau kebanggaanku Chaerin…
"Aku hanya memohon satu hal kepadamu. Jadilah umma yang seperti dulu. Selalu tersenyum walaupun kini aku tak lagi bisa melihat senyummu"
Chaerin memejamkan matanya sejenak
"Ah sepertinya appa sudah menjemputku"
Luhan terbelalak
"Tidak! Jangan berbicara ngawur Oh Chaerin! Kau akan tetap disini! Bersama orang orang yang menyayangimu!"
Kris segera menelpon Joonmyun. Perasaannya kacau
Chaerin mengukir senyuman dan setitik air mata
"Aku mencintai kalian semua.. Terima kasih"
.
.
Dan mata itu terpejam untuk selamanya
Tertidur dalam kedamaian
Meninggalkan sejuta kenangan dalam dirinya
.
.
Langit Seoul tak secerah saat kemarin mereka dilahirkan
Atau saat mereka bercengkerama seperti biasa
Berhiaskan canda tawa serta dilingkupi kebahagiaan
Luhan merapatkan mantel tebalnya, menatap kosong nisan yang mengukir nama indah putrinya
Rest. In. Peace
Oh Chaerin
31st January – 6th March
Air mata yang mongering sangat kontra dengan wajah cantiknya
Kris merangkul erat dua wanita yang tampak tegar namun rapuh di dalamnya
Tak berapa lama langit menunjukkan tanda tanda akan mengeluarkan air matanya
Mendung, semendung hati mereka semua yang saat ini berada di pemakaman
Ya, pemakaman putri pertama keluarga Oh. Nisannya tepat disamping makam kepala kekuarga atau ayahnya. Oh Sehun
"Luhan, Hyuna, ayo kembali" ujar Kris halus
"Tidak.. Chaerinku sendirian, disini dingin Kris, pasti Chaerin akan kedinginan" ujar Luhan terisak
"Aku ingin menemaninya" lanjut Luhan
Hyuna menyeka air matanya
"Chaerin benci jika umma seperti ini!" Tiba tiba Hyuna berujar tegas
"Hujan, ayo kembali umma. Kau bisa sakit. Nanti aku bisa dimarahi Chaerin jika ia tahu aku tak bisa menjaga umma. Aku mohon"
Dengan sedikit paksaan, akhirnya Luhan meninggalkan pemakaman tempat peristirahatan terakhir suami serta anaknya
"Selamat tinggal Chaerin… Kami akan selalu menyayangimu.."
.
.
"Twin, harapan yang aku titipkan padamu hanya sederhana. Jika nanti akan ada anggota keluarga baru di rumah kita bawalah ke tempat peristirahatanku, aku ingin mengenalnya. Jaga umma baik baik dan jangan lupakan aku. aku melihat kalian bersama appa"
.
.
THE END
Cuap Cuap Sejenak
Ah~~ indahnya~ akhirnya saya memiliki greget(?) untuk melanjutkan FF ini hingga tamat! Selamat selamat! #gakngerasaluudahbikinorangnaikdarahdariberabadaba d
Mian kalau jelek FFnya, terima kasih bagi yang sudah sudi membaca dan mereview! SAYA CINTA KALIAN SEMUA! #pelukciumterhangat #hoeks
Oh iya, saya ingin menyampaikan sesuatu. Berhubung saya masih punya waktu luang sebelum ujian akhir…
Adakah yang sudi menggambarkan saya Fanart tentang Oh Twin? Atau lengkap dengan Oh family sekalian? Atau karakter tunggal? Terserah anda sekalian ohohoho
Fanart bisa dikirim melalui :
Twitter : Arinrum
Atau bisa invite saya : 75C6140D
Semoga berkenan ^^ #bigsmile
Dan bagi yang mau dan Fanartnya sudah saya terima, saya akan membuatkan Drabble tentang Oh family dengan Charanya OC kalian ^^ dan jangan lupa menyebutkan nama OC kalian lengkap dengan penjelasannya atau boleh juga sekalian peran seperti apa yang kalian mau, mungkin contohnya jadi teman dekat Oh Twin ^^
Ayo ayo kirim sebanyak banyaknya #lukirapaan #mohonabaikan
Big Thanks to : SaranghaeHunHan, Lathifa, yurichu, Littlekid Hyuni, lilac, R407, KyuMinnie1372, kyu's anae, lytaimoet812, RaDisZa, tyararahayuni, Phindi little Panda, tyararahayuni, meilinaputri79, 0312luLuEXOticS, vyndanika, Shin Min Hwa, Ocha CloudSomnia, guest , Riris407 , vkey , Jenn2797, Zanitha Reviana, lisna, Zanitha Iviana, Keisha Azalia, Rin Kim CMKLUT , chenma , Kadera , welcumbaek, Elftic, shade , salyasone, AiMichoYeoja, sehunnaa , my twin Hyuna aka Nabila dan semua yang sudah fave, follow, silent readers tercinta dan juga yang akan membuatkan saya Fanart nantinya #plakz ^^ terima kasih, berkat kalian FF ini bisa selesai hingga seperti ini #deepbow
Sampai jumpa di lain cerita~
Annyeong ^^
