Halo Semuanya! Masih ama saya? Kayaxnya gx ada deh...

Maaf sudah tidak pernah muncul hampir setengah tahun ini!? Mau gimana lagi dah dapet writer block nih! Benar2 gx dapet Ide! Tapi terlintas ide dalam benak saya jadi saya buat deh!

Terima Kasih atas reviewnya! Saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi jadi mari kita mulai!

More Than Friend

Chapter 9

Diclaimer: Hiro Mashima

Happy Reading

Natsu POV

Aku terkejut mendengar perkataan Lucy. Aku masih terdiam sejenak. Tanggal 7 Juli...tanggal 7 bulan 7 dan tahun...

.

.

Igneel

Jadi hari ini adalah hari saat Igneel pergi meninggalku. Uhk! Mengigatnya saja membuatku pusing. Ditambah lagi aku tadi bermimpi menemukan Igneel.

Aduuuh! Kenapa sih pada hari Kemenangan Guild kami harus pertepatan dengan hari kelam itu!?

Siiiaaaaaaaaaal!

Aku benar-benar merasa tidak bersemangat! Ku remas-remas rambutku dan merebah tubuhku ke kasur.

.

.

.

Sebenarnya kau sekarang ada dimana?

Apa kau baik-baik saja?

Kenapa kau pergi waktu itu?

Aku sangat ingin bertemu lagi denganmu?

.

.

Tou~san

Lucy POV

Natsu kenapa?

Dia merebah tubuhnya dan menutupi mukanya dengan tangannya. Aku bingung melihat Natsu seperti itu. Aku masih memperhatikannya. "Hey Natsu! Kau kenapa? Tingkahmu seperti orang yang telat bayar sewa rumah?"tanyaku.

Dia menurunkan tangannya dari wajahnya dan menatapku sayu. "Bukankah orang yang selalu telat bayar sewa rumah itu kau?" tanyanya. "Kenapa balik nanya? Aku cuma tanya kamu bertingkah seperti ini?" kataku kesal.

"Aku cuma tanya juga! Bukankah orang yang selalu telat bayar sewa rumah itu kau?"

"Malah nanya lagi! Jawab dulu pertanyaanku!"

"Tidak mau!" kata Natsu menyilangkan tangannya sambil mengembungkan pipinya. "Kau ini kenapa sih?" kata Lucy mulai kesal dengan tingkah Natsu. "Natsu! Kalau ada masalah, tinggal ceritakan kepadaku!".

"Tetap tidak mau!" cetus Natsu menutup wajah dengan selimut. Lucy mulai naik darah "Ya sudah! Aku pergi!" Lucy pun melangkah menuju pintu. "Eh..! Tunggu Lucy!" kata Natsu buru-buru keluar dari selimut.

"Apa lagi?" tanya Lucy kesal dipermainkan Natsu dari tadi. "Kumohon tinggal sebentar lagi, tidak orang yang bisa aku ajak disini...Maaf atas tingkah laku ku tadi.." ucap Natsu sedikit menunduk sambil memandang dengan wajah menyesal dan mata Puppy Eyes nya.

"Ukh..! Mata itu lagi..!" batin Lucy. Lucy pun menghela nafas dan berjalan mendekati Natsu dan duduk di sampingnya "Baiklah, aku akan tinggal menemanimu tapi dengan 1 syarat..".

Natsu pun memandangi Lucy bingung "Apa itu?.." tanya Natsu. "Kau harus janji untuk menuruti apa saja yang kukatakan, mengerti?" Natsu berpikir sejenak dan berkata "Baiklah! Deal?" Natsu menyodorkan tangannya ke arah Lucy. "Tidak mau!" kata Lucy memalingkan wajahnya sambil menyilangkan tangan.

Sekerang Natsu yang bingung dan bertanya pada Lucy "Hey, bukannya kau yang membuat persetujuannya! Kenapa sekarang kau yang menolaknya?". Lucy mulai angkat bicara "Bukannya menolak tapi...".

"Tapi apa?.."

"Aku tidak suka jabat tangan .." kata Lucy sambil mengembungkan pipinya. "Jadi kau maunya apa?" tanya Natsu.

"Pinky swear.." ucap Lucy mengangkat jari kelingkingnya. "Ya ampun, Luce, umurmu berapa sih?" tanya Natsu heran. Tidak biasanya Lucy bertingkah kekanak-kanakan seperti ini, biasanya Natsu yang bertingkah seperti ini.

"18 tahun...memangnya kenapa? Ada masalah?" Natsu menghela nafas "Itulah masalahnya! Kau terlalu dewasa untuk melakukan Pinky Swear bahkan anak berumur 7 tahun pun tidak melakukannya".

"Jadi kau tidak mau melakukannya? Ya sudah...Aku pergi" kata Lucy bersiap untuk pergi walaupun sebenarnya dia tidak punya niat sama sekali untuk pergi. Entah kenapa Lucy meresa senang dapat bercanda dengan Natsu seperti saat ini apalagi hanya berdua.

"Oke! Oke! Nona rambut pirang...Pingky Swear?" kata Natsu mengangkat jari kelingkingnya. Lucy pun tersenyum penuh kemenangan dan buru-buru mengaitkan jari kelingkingnya dengan Natsu.

"Pingky Swear" ucap Lucy tersenyum sangat manis dengan kelingking masih terkait dengan Natsu. Natsu hanya bisa ngeblushing karena nya.

"Nah...karena kita sudah sepakat satu sama lain. Jadi sekarang.." Natsu menatap Lucy heran "Sekarang apa?" tanyanya. "Kau harus mengatakan kenapa kau bertingkah aneh tadi!" suruh Lucy.

"Mmmmm...kalau yang itu rasanya aku tidak bisa.." ucap Natsu ragu-ragu.

"Tapi bukannya kau sudah sepakat untuk menuruti semua apa kataku?"

"Iya memang! Tapi.."

"Kau juga sudah melakukan Pingky Swear denganku.."

"Kau benar! Hanya saja.."

"Aku pikir Natsu takkan pernah bohong padaku.."

"Itu..."

"Natsu ingkar janji padaku..." kata Lucy sambil mengeluarkan air mata (palsu) nya.

"Demi Mavis...Lucy! Ayolah! Jangan menangis hanya karena hal seperti itu..!" kata Natsu kepanikan menenangkan Lucy. Bahkan semua Guild Fairy Tail tahu bahwa air mata Lucy itu adalah air mata buaya. Namun cuma Natsu yang tidak mengetahuinya. Dia terlalu tidak peka untuk menyadarinya.

"Tapi kau ingkar-" "Baik! Aku akan ceritakan!" kata Natsu memotong perkataan Lucy. "Benarkah..?" tanya Lucy menatap Natsu. "Iya! Akan ku ceritakan tapi hapus dulu air matamu! Kau tahu kan bahwa aku tidak tahan melihatmu kau menangis?".

Lucy pun menghapus air mata (buaya) nya dan nyengir "Baiklah!". Natsu hanya bisa sweatdrop "Ya ampun...aku tahu bahwa kau dari dulu itu memang aneh tapi sejak kapan sih kau jadi lebih aneh seperti ini, Luce?" tanya Natsu bingung.

"Sejak aku menyadari bahwa aku menyukaimu" pikir Lucy sambil senyum-senyum sendiri. Natsu mulai ketakutan dengan tingkah Lucy.

"Ayo katakan sekarang kenapa kau tadi itu!" suruh Lucy yang entah kenapa tertarik dengan hal yang seperti itu. "Oke! Tapi sebelum itu boleh tidak aku meminta sesuatu darimu?" tanya Natsu dengan wajah sedikit blushing.

"M-memangnya a-apa yang kau minta" tanya Lucy gugup karena melihat wajah Natsu yang rada memerah itu. "Sebenarnya tidak terlalu penting tapi...".

"Jangan-jangan dia menanyakan aku untuk jadi kekasihnya atau dia ingin menciumku!? Aduh gimana nih! Aku jadi deg-degan nih" pikirnya.

Mulut Natsu mulai berbicara lagi dan di setiap pergerakan bibir Natsu membuat jantung Lucy memompa darah lebih cepat. Wajahnya pun memerah dan terasa terbakar.

"Bisa tidak kau..."

DEG
.

DEG
.

DEG

.

DEG

.

"...melepaskan kelingkingmu dariku" kata Natsu melihat jari mereka yang masih terkait dan tidak lepas sama sekali dari tadi.

"Eh eh...Maaf soal itu" Lucy pun melepaskan jari kelingkingnya. Wajahnya masih merah walau pun sedikit kecewa karena hal yang diinginkan Natsu tidak seperti bayangannya.

"Eeee...Lucy, wajahmu merah! Kau sakit ya?" tanya Natsu dengan wajah sedikit khawatir dan super incounent. "Tidak apa-apa kok! Nah, ayo katakan sekarang!".

Natsu pun menghela nafas panjang "Kau tadi bilang kalau hari ini tanggal 7 July kan?". Lucy mengangguk "Iya! Memangnya kenapa?". "Sebenarnya kau sudah pasti tau ada apa saat tanggal 7 bulan 7 kan?".

"Tentu saja tidak, Natsu! Seingatku tidak ada sesuatu yang terjadi saat tanggal itu kecuali-" perkataan Lucy berhenti sejenak dan tiba-tiba teringat sesuatu "...Nagamu meninggalkanmu..".

"Tepat sekali...!" ucap Natsu lesu sambil berbaring di tempat tidur. Lucy menatapnya sayu dan Natsu mulai berbicara "Yah, itulah yang membuat seperti ini. Kenapa harus dunia menempatkan hari itu pada saat kita memenangkan Daibato Enbu?".

"Memikirkannya saja membuatku lesu dan entah kenapa aku teringat pada saat bersama dengan Igneel, perasaan waktu itu benar-benar terasa...menyenangkan..".

Natsu memejamkan mata dan mulai tersenyum "Tertawa...berburu...kejar-kejaran...melihat berbagai macam makanan...berlatih ilmu sihir...aku benar-benar merindukan saat-saat itu.." Lucy hanya menatap Natsu sedih.

Namun senyuman tulus Natsu pun memudar.

"Tapi...semua kenangan itu hilang pada saat itu...tanggal 7 bulan 7 tahun x777 yang bertepatan hari ini...entah dimana dia sekarang...aku hanya ingin bertemu dengannya lagi...dengan Tou~san..".

"Natsu..."

Lucy POV

Astaga! Aku menyesal! Aku mengutuk diriku sendiri! Kenapa aku tidak ingat kalau hari ini adalah saat Igneel meninggalkan Natsu!? Aku tidak sadar kalau aku memberitahunya kalau hari tanggal 7 July dan sudah pasti dia teringat dengan ayahnya! Ditambah lagi, aku memaksanya untuk mengatakannya. Dia pasti tambah sedih! Aku benar-benar bodoh!.

"Natsu..." panggilku pelan.

"Mm..." balasnya menatapku. "Maafkan aku...a-aku benar-benar tidak sadar kalau aku...aku benar-benar minta maaf" Natsu hanya tersenyum simpul padaku.

"Tidak apa-apa...aku tahu kau tidak sengaja". Ukh! Sial! Aku tidak saat seperti ini! Saat dimana Natsu bukan Natsu yang kukenal. Natsu yang biasanya ceria, suka berkelahi, bersemangat, lucu, agresift, manis dan lugu tidak seperti sekarang yang cuma diam, lesu dan sedih.

Tanggal 7 july ya? Kenapa sih memang harus bertepatan hari ini! Itu kan hari yang kelam dalam hidup Natsu!. Siaaal!.

.

.

.

.

.

Tunggu! 7 July? Rasanya ada sesuatu dengan hari it? Bukankah hari itu dimana saat...

.

.

.

.

"Lucy? Kenapa diam?" tanya Natsu.

"Ma...ma.."

*TBC*

Wah..! Akhirnya selesai deh Chappy 9! Maaf ya kalau chapter ini banyak gajenya. Habis saat Hikaru buat chapter lagi gk terlalu semangat!.

Untuk Chapter 10 masih menunggu! Jadi tetap stia ya dengan fic yang satu ini!

Ini dia balasan untuk yang review chappy 8:

Hakuryuu Dreyar: Ini sudah Update! Maaf ya lama! Namun sabar laginya untuk chapter 10! Keep Reading!

Guest: Gomen! Tapi lebih banyak readers yang ingin pair Nalu, sekali gomen!

sykisan: Sama dengan saya! Dan sekarang FT Movie dan Ova 4 sudah muncul! Full Nalu ya? Kayaknya chapter ini juga! Keep Reading!

bjtatihowo: Bj~san lapar? Ayo ikut ama saya makan prekedel disini! Tambah rama tambah enak!

Terima Kasih karena mau meninggal satu kata di fic ini dan terima kasih juga buat readers yang sudah baca fic ini! Arigatou!

Chappy 10 sedang menanti jadi sabar ya!

RnR