Chapter 8 : Blue Rain
Seoul, 2008
Rumah itu cukup besar. Dan indah karena keberadaan taman bunga mini di halaman depannya.
Di balik pintu pagar yang juga terbuat dari jalinan tanaman rambat, berdiri seorang namja remaja yang memandang ke arah rumah dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Namja dalam balutan seragam Junior High School itu sudah berdiri di sana sejak satu jam yang lalu, namun tidak berniat masuk sama sekali. Entah apa yang ada di pikirannya. Takut? Cemas?
Pintu utama rumah itu berayun membuka. Sesosok yeoja cantik keluar. Yeoja itu berjalan menuju pagar hendak keluar rumah. Dan terkejut melihat kehadiran si namja remaja.
"Kyunie? Sejak kapan di situ? Kenapa tidak masuk?" ucap si yeoja.
Namja yang dipanggil 'Kyunie' tadi menatap yeoja yang menyapanya dengan sorot mata sedih. "Benar noona akan pergi?" tanyanya pelan.
Si yeoja terdiam sesaat lalu tersenyum. "Ne, noona akan pergi," jawabnya. "Tapi tenang saja, noona akan kembali. Meskipun waktunya belum bisa ditentukan."
'Kyunie' langsung merasa tidak semangat. Dia tidak suka ini. Dia tidak ingin noona-nya pergi.
"Saranghae, noona…" ucap 'Kyunie' akhirnya setelah berdiam diri.
Si yeoja mengembangkan senyumnya. "Nado saranghae, Kyunie chagi~"
'Kyunie' cemberut. "Aku serius, noona…"
Si yeoja tertawa. "Noona juga serius, chagi…"
"Sepertinya noona tidak mengerti. Baiklah, aku ganti kata-katanya. Maukah noona menikah denganku nanti?"
.
.
.
.
.
The Punishment
Fanfiction
Genre : Drama, Fantasy
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Park Jungsoo (Leeteuk), Kim Jongwoon (Yesung), Tan Hankyung, Kim Heechul
Cameo : Lee Hyukjae, Kim Jaejoong, Jung Yunho, Cho Ahra
슈퍼 주니어 © SM Entertainment
The Punishment © 한천리 (Angela Han)
Rate : T
Disclaimer : All casts is not mine, but the story is mine.
Warning : Genderswitch (GS), AU (Alternate Universe), Typo (s), EYD tidak baku, Out of Character (OOC)
NO PLAGIARISM!
NO BASH PAIR!
NO FAN WAR!
DON'T LIKE DON'T READ
~Enjoy reading and hope you like it~
.
.
.
.
.
Note : Cho Kyuhyun 19 tahun; Lee Sungmin 19 tahun; Kim Jaejoong 22 tahun; Jung Yunho 21 tahun; Kim Heechul 30 tahun; Tan Hankyung 31 tahun
.
.
.
.
.
Seoul, 2013
"Singkirkan kepalamu, Eunhyuk-ah, aku tidak bisa melihatnya…" desis Heechul.
Eunhyuk melancarkan protes. "Mau disingkirkan kemana lagi, noona? Aku sudah benar-benar menyingkir~"
"Yak! Tapi aku masih kesulitan melihatnya~ menyingkirlah sedikit lagi~" rengek Heechul.
"Aku bersumpah demi abu harabeoji-ku kalau aku tidak bisa menyingkir lagi, noona. Aku bahkan sudah tidak bisa bergerak lagi~"
"Jangan ribut…" Sungmin ikut mendesis. "Kita bisa ketahuan kalau begini terus…"
Ada yang bingung dengan apa yang dilakukan Eunhyuk, Heechul dan Sungmin?
Tidak perlu bingung. Mereka sedang mengintip 'sesuatu'.
"Ya Tuhan, dia cantik sekali…" ucap Eunhyuk penuh kekaguman.
"Kalau aegya adalah yeoja, aku ingin aegya nanti secantik dirinya…" doa Heechul sembari mengusap-usap perutnya.
"Aku mau minta tanda tangan dan berfoto dengannya…" cetus Sungmin.
"EHEM!" suara deheman mengejutkan ketiga makhluk yang sedang mengintip tadi.
"Aigo, Hannie… mengagetkanku saja…" Heechul mengelus dadanya.
"Mengintip itu tidak baik, chagi…" tegur Hankyung.
Eunhyuk dan Sungmin langsung kabur dan kembali ke tugas masing-masing, tidak ingin dimarahi Sang Bos yang sekarang sedang menasehati si istri :P.
Lalu, apa atau siapa yang mereka intip sebenarnya? Mari kita lihat.
"Kapan noona kembali?" Kyuhyun bertanya dengan gugup pada yeoja yang duduk di hadapannya. Saat ini Kyuhyun dan 'tamunya' sedang berada di dapur rumah Hanchul (bukan dapur restoran). 'Tamunya' ini sangat spesial, jadi Kyuhyun butuh tempat yang sedikit privasi.
"Beberapa hari yang lalu. Setelah mengurus ini itu noona langsung mencari Kyunie…" si yeoja tersenyum manis.
Kyuhyun langsung blushing. Namja itu tambah gugup meski tidak bisa dipungkiri kalau hatinya merasa berbunga-bunga.
"Wae, waeyo?"
"Masih tanya kenapa? Tentu saja karena noona merindukanmu, chagi~" si yeoja tertawa.
Wajah Kyuhyun bertambah merah. Perkataan 'noona-nya' itu sukses membuatnya melayang sampai ke langit ketujuh.
"Tapi noona nekat sekali. Artis tenar macam noona berkeliaran di kampusku sendirian. Bagaimana kalau penyamaran noona terbongkar?" Kyuhyun mulai cerewet.
Tunggu. Artis tenar? Apakah… Yup, kalian benar. Kim Jaejoong.
Pulang kuliah, Kyuhyun mendapat kabar dari Minho tentang kedatangan Jaejoong. Karena harus segera berangkat kerja, Kyuhyun akhirnya membawa serta Jaejoong bersamanya. Heechul langsung heboh saat mengetahui Kyuhyun datang bersama aktris cantik setenar Kim Jaejoong.
Sebenarnya bukan hanya Heechul. Sungmin dan Eunhyuk yang kebetulan lewat juga ikutan heboh. Sebelum kehebohan menjadi semakin besar, Hankyung pun mengamankan Jaejoong ke dapur rumahnya. Kepada HanChul dan EunMin, Kyuhyun memperkenalkan Jaejoong sebagai noona 'mantan' sebelah rumah.
A little explain…
Mereka bertetangga sampai Jaejoong memutuskan untuk berkarir di Jepang lima tahun lalu. Jaejoong pindah ke sebelah rumah keluarga Cho saat usianya sepuluh tahun dan Kyuhyun baru berumur tujuh tahun saat itu. Jaejoong yang merupakan anak tunggal sangat senang bisa bersahabat dengan Ahra yang seusia dengannya. Dan keberadaan Kyuhyun membuat Jaejoong sangat bahagia karena yeoja itu merasa memiliki dongsaeng.
Mereka bertiga sangat dekat dan saling menyayangi. Ketika sudah menjadi artis pun Jaejoong tidak pernah melupakan Ahra dan Kyuhyun. Mereka tetap melakukan kontak meskipun sangat jarang akibat kesibukan Jaejoong sebagai artis.
Okay, now back to story…
Jaejoong terkikik kecil. "Mau bagaimana lagi? Junsu selalu bilang nanti, jadi noona kabur saja…"
"Astaga…" Kyuhyun menatap noona-nya tidak percaya. Noona-nya ini benar-benar tidak memikirkan keselamatan dirinya.
"Penyamaran noona sempurna. Minho saja tidak sadar kalau noona ada di dekatnya, hihihi…" lanjut Jaejoong geli kemudian menyeruput minuman yang disajikan Hankyung. Di antara teman Kyuhyun dari masa Senior High School hingga college, hanya Choi Minho yang mengetahui tentang Jaejoong.
"Bagaimana kabar ahjussi dan ahjumma? Mereka juga ikut kembali ke sini?"
Jaejoong menggeleng. "Appa dan eomma sepertinya lebih betah tinggal di Jepang. Tapi noona lebih betah di sini, jadi memaksa kembali ke Korea. Toh, pendidikan noona di Jepang juga sudah selesai."
Kyuhyun mengangguk-angguk mengerti.
"Noona tinggal di mana?"
"Noona membeli rumah di daerah xxx…"
Hening. Jaejoong kembali menyeruput minumannya.
Kyuhyun mencuri-curi pandang ke arah Jaejoong. Lidahnya ingin mengucapkan sesuatu tapi entah kenapa rasanya sulit sekali.
"Ehm, noona… tentang pertanyaanku lima ta―"
"AH!" Jaejoong menjerit tertahan secara tiba-tiba, membuat Kyuhyun terlonjak kaget.
"A, ada apa, noona?" tanya Kyuhyun terkejut.
"Noona baru sadar. Aigoo… kenapa wajahmu jerawatan? Sejak kapan?"
Kyuhyun mendengus sebal. Namja itu diam saja. Jadi karena jerawat Jaejoong heboh begitu?
"Karena alergi, eonni~" kepala Sungmin tiba-tiba menyembul dari balik pintu lalu langsung menghilang secepat kilat. Jaejoong hanya bengong melihat kepala Sungmin yang tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang.
Rupanya setelah Hankyung selesai menasehati Heechul, trio (Heechul, Sungmin, Eunhyuk) itu kembali melanjutkan aksi mereka (read : mengintip dan menguping). Perkataan Hankyung tentang 'mengintip tidak baik' hanya dianggap angin lalu oleh Heechul -_-
Lagi-lagi Kyuhyun mendengus. "Di sini kurang nyaman, noona. Kita pindah tempat saja," usul Kyuhyun.
Jaejoong yang sudah sadar dari bengongnya tertawa kecil. Kyuhyun memiliki teman-teman yang unik, pikirnya.
"Kebetulan noona juga ada janji dengan seseorang di suatu tempat. Kita lanjutkan pembicaraan di sana. Bagaimana?" sahut Jaejoong.
"Ide bagus. Aku akan minta izin dulu dengan Hankyung hyung…"
Kyuhyun beranjak meninggalkan Jaejoong untuk menemui Hankyung. Hankyung mengizinkan tapi jangan lebih dari dua jam. Bila lewat, honor dipotong.
Jaejoong yang sekarang sedang sendirian langsung diserbu oleh Heechul, Sungmin dan Eunhyuk. Mereka bertiga berebut meminta tanda tangan dan foto bersama. Jaejoong meladeni semuanya dengan sabar dan penuh senyum.
Ketika tiba saatnya Jaejoong harus pergi dengan Kyuhyun, kepergiannya diantar oleh tiga fans-nya yang heboh. Mereka mengantar hingga ke pintu belakang dan terus melambaikan tangan sampai sosok KyuJae menghilang.
Setelah euforia berakhir, Heechul langsung menyadarkan dua pegawainya untuk kembali bekerja. EunMin langsung ngibrit melihat tatapan Heechul yang mematikan.
Hohoho, sepertinya mereka lupa kalau mood wanita hamil bisa berubah-ubah dengan seenak jidat Yoochun (?). Dan Heechul sedang berubah ke dalam mood evil :P
.
.
.
.
.
"Permisi, ingin pesan apa?" tanya seorang waitress dengan notes kecil dan pulpen di tangan.
"Dua vanilla latte dan satu cheesecake," jawab Kyuhyun.
Sang waitress segera mencatat pesanan Kyuhyun kemudian berlalu setelah sebelumnya berkata, "Harap menunggu sebentar. Pesanan akan segera siap."
Sekarang ini Kyuhyun dan Jaejoong sedang berada di salah satu kafe. Jaejoong kembali mengenakan penyamarannya. Bersama dengan Kyuhyun yang wajahnya kurang menarik karena jerawat, mereka yakin tidak akan menjadi pusat perhatian. Aman.
"Kau masih ingat dengan minuman dan makanan favorit noona, Kyunie?" Jaejoong tersenyum senang.
Kyuhyun balas tersenyum.
"Tentu saja masih ingat, noona. Mana mungkin aku lupa…" sahut Kyuhyun. '… dengan hal-hal yang disukai oleh yeoja yang kucintai,' lanjutnya dalam hati.
Kyuhyun dan Jaejoong lalu mengobrol ringan sambil menunggu pesanan mereka datang. Ketika pesanan datang, Jaejoong langsung mencicipi cheesecake favoritnya.
"Ini enak sekali~" ucap Jaejoong senang dengan mata berbinar. Wajahnya tampak bahagia sekali.
Kyuhyun yang sedang meminum vanilla latte miliknya langsung tersedak. Pemandangan wajah Jaejoong yang bersinar bahagia membuat jantungnya berdegup kencang. Jika bisa, Kyuhyun ingin terus menyaksikannya. Kyuhyun ingin terus bersama Jaejoong. Dalam ikatan pernikahan…
Ah, memikirkan pernikahan membuat wajah Kyuhyun panas.
"Kyunie, gwaenchana?" tanya Jaejoong sedikit khawatir melihat Kyuhyun tersedak. Ditambah lagi sekarang wajahnya memerah. Apa Kyuhyun sakit? Atau apa?
Kyuhyun mengangguk malu sambil membersihkan mulutnya dengan tissue. "Gwaenchana, noona…"
Pembicaraan ringan kembali berlanjut. Di sela-sela kunyahannya Jaejoong berkata, "Noona dan Ahra akan jalan-jalan besok. Mau ikut?"
"Ahra noona sudah tahu tentang kepulangan noona? Kenapa tidak memberitahuku? Jahat sekali…" rajuk Kyuhyun.
Jaejoong cepat-cepat menggeleng. "Tidak. Ahra juga baru tahu hari ini. Dan langsung membuat jadwal untuk jalan-jalan. Jadi, mau ikut tidak?"
Kyuhyun berpikir sejenak. Besok hari Minggu, waktu yang pas untuk jalan-jalan. Tapi bagaimana dengan pekerjaannya?
Sama seperti hari lainnya, hari Minggu pun Kyuhyun dan Sungmin cuma bekerja setengah hari. Kalau ia memilih jalan-jalan dan tidak masuk kerja, Kyuhyun khawatir honor gabungannya dengan Sungmin tidak bisa mencukupi jumlah yang ditentukan, apalagi kalau mengingat sudah banyaknya potongan akibat kesalahannya dan Sungmin yang merusak properti restoran (piring pecah dan sebagainya).
Tapi ini kesempatan langka. Setelah ini mungkin Jaejoong tidak akan sempat lagi jalan-jalan karena kesibukannya. Jangankan jalan-jalan, keluar rumah pun mungkin akan sulit karena banyaknya paparazzi. Akan selalu ada wartawan dimana-mana.
Mana yang harus dipilihnya?
Ck, Cho Kyuhyun, ingatlah satu hal. Cinta butuh pengorbanan. Sudah mengerti sekarang?
Kyuhyun tersenyum tipis. Tampaknya namja pucat itu sudah menemukan solusinya.
Sudah diputuskan, Kyuhyun akan ikut jalan-jalan. No matter what happen. Ia juga sempat memikirkan sebuah misi untuk acara jalan-jalannya dengan Jaejoong besok.
"Aku ikut, noona."
.
.
.
.
.
"Dudududu~ lalalalala~" Sungmin berdendang riang. Pertemuannya yang tak terduga dengan Jaejoong membuat Sungmin sangat gembira. Lihatlah, yeoja itu bahkan membersihkan meja dapur sambil menari kecil.
"Jangan berputar-putar seperti itu. Postur tubuhmu tidak menunjang, nanti jatuh…" sebuah suara merusak kesenangan Sungmin.
Sungmin menatap si pemilik suara dengan tampang bosan. "Kenapa kau selalu menghancurkan kesenanganku, Cho jelek? Ah, sudahlah. Aku sedang malas bertengkar denganmu. Oh, bagaimana Jae eonni?" Sungmin langsung sumringah saat membicarakan Jaejoong.
"Bagaimana apanya?" tanya Kyuhyun bingung.
"Aish, kau ini. Maksudku, apa Jae eonni akan kemari lagi nanti?"
Kyuhyun mengangkat bahu. "Mana aku tahu."
Sungmin merengut. Yeoja itu kembali melanjutkan mengelap meja dapur.
"Hei, Lee Sungmin," panggil Kyuhyun kemudian.
"Apa?" sahut Sungmin tanpa menoleh.
"Aku ingin membicarakan sesuatu. Mengenai Jae noona…"
Sungmin langsung menoleh. "Bicara apa?" tanyanya antusias.
Kyuhyun pun menjelaskan keinginannya pada Sungmin. Setelah selesai, Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata memicing.
"Kau ingin aku bekerja seharian besok untuk menggantikan bagianmu?" tanya Sungmin memastikan.
"Begitulah," jawab Kyuhyun enteng.
PLETAK! Kepalan tangan Sungmin melayang ke kepala Kyuhyun. Yeoja itu menggeplak kepala Kyuhyun tanpa ampun.
"YA! Kenapa memukulku?" Kyuhyun mengusap-usap kepalanya yang kembali jadi korban keganasan Sungmin.
Itu memang pantas kau dapatkan Cho Kyuhyun -_-. Cinta memang butuh pengorbanan. Tapi bukan pengorbanan orang lain. Pengorbanan itu harus berasal dari dirimu sendiri.
"Masih bertanya kenapa? Namja macam apa yang menyuruh yeoja bekerja keras menggantikan bagiannya sementara dia sendiri bersenang-senang di luar sana?" ucap Sungmin berapi-api.
"Lalu aku harus bagaimana? Tidak masuk kerja? Waktu kita tidak banyak lagi…"
Sungmin menghela napas. Benarkah namja ini dulu menjadi favorit para yeoja? Kenapa yeoja-yeoja itu bisa menyukai namja bodoh?
"Begini saja, Cho Kyuhyun. Kau bisa bekerja sejak resto buka lalu pamit pergi untuk jalan-jalan selama beberapa jam, kemudian kembali lagi ke sini. Mudah, kan?"
"Kenapa aku harus kembali lagi ke sini?" protes Kyuhyun.
"Besok hari Minggu, jumlah pelanggan meningkat dua kali lipat bahkan lebih. Tenaga kita sangat dibutuhkan besok."
Kyuhyun tersadar. Itu benar. Hari Minggu merupakan hari yang paling sibuk di D&C Resto. Mau tak mau Kyuhyun harus menerima usul Sungmin.
"Baiklah, aku mengerti…"
.
.
.
.
.
Ahra memasuki kamar Kyuhyun. Tampak olehnya sang dongsaeng sedang bersiap-siap berangkat kerja.
(Baik keluarga Kyuhyun maupun Sungmin sudah tahu perihal putra putri mereka yang mengambil kerja part time dengan alasan ingin belajar mandiri. Keluarga masing-masing mengijinkan selama tidak mengganggu kesehatan dan pendidikan keduanya).
"Noona tidak bisa ikut," ucap Ahra lesu.
"Waeyo?" tanya Kyuhyun.
"Biasa. E-mail tentang pekerjaan kantor yang harus segera noona selesaikan untuk besok…" jawab Ahra.
Kyuhyun berusaha menghibur noonanya. "Jangan sedih, noona. Nanti aku akan minta Jae noona membelikan oleh-oleh untuk noona," hibur Kyuhyun.
Ahra hanya tersenyum.
Saat Kyuhyun hendak pergi, Ahra sempat menahan kepergian dongsaengnya itu dan bertanya, "Apa kau kuat, Kyu?"
Kyuhyun menatap Ahra sambil tersenyum. "Jangan khawatir, noona. Aku masih kuat bekerja setelah jalan-jalan nanti. Sudah ya, noona. Aku pergi dulu…"
Ahra menatap sosok Kyuhyun yang perlahan menghilang dari pandangannya dengan raut wajah sedikit khawatir. Yeoja manis itu mengingat percakapan via teleponnya dengan Jaejoong tadi malam.
Flashback on
"Ahra-ya, aku harus bagaimana?" tanya Jaejoong bingung saat memulai sesi percakapan via teleponnya dengan Ahra.
"Waeyo, Joongie?" sahut Ahra.
Terdengar Jaejoong yang menghela napas berat. "Kyuhyun ternyata masih mengingat pertanyaannya lima tahun yang lalu…"
Ahra terkesiap. "Jinjja? Kukira dia hanya bercanda saat dulu mengatakan padaku bahwa ia menyukaimu, Joongie…"
"Aku juga begitu. Kupikir dia hanya bergurau saat itu. Dan kalau pun Kyunie benar-benar suka padaku paling hanya cinta monyet biasa dan akan lupa seiring berjalannya waktu…"
Hening.
"Lalu jawaban apa yang akan kau berikan seandainya Kyunie kembali bertanya soal itu?" tanya Ahra akhirnya.
Jaejoong kembali menghela napas. "Kau tahu dengan jelas bagaimana perasaanku padanya, Ahra-ya…"
Ahra tersenyum, yang tentu saja tidak bisa dilihat oleh Jaejoong. "Aku bisa memahaminya. Aku hanya berharap uri dongsaeng mau mengerti…"
Flashback off
"Kau memang harus kuat, Kyu…" lirih Ahra. "Harus kuat…"
.
.
.
.
.
Kyuhyun menyimpan seragam waiter-nya di loker khusus karyawan dengan terburu-buru. Hari sudah menunjukkan pukul 12 lewat, ia hampir terlambat memenuhi janjinya dengan Jaejoong.
Pelanggan yang datang ke D&C Resto benar-benar membludak. Orderan nyaris tak pernah berhenti. Kyuhyun terus bolak balik dapur-meja tamu seperti orang gila. Dan sekarang ketika orderan mulai mereda namja itu segera cabut sebelum tertahan oleh hal lain lagi.
Kyuhyun benar-benar berterima kasih atas sikap pengertian Hankyung. Namja Cina itu tetap mengijinkannya pergi meskipun keadaan restoran sedang sibuk-sibuknya.
Kyuhyun menutup pintu loker dan terkejut melihat Sungmin yang sudah ada di sebelahnya. "Astaga! Kau mengagetkanku!" Kyuhyun mengelus dadanya. "Apa yang kau lakukan di sini?"
Sungmin yang baru saja datang mengernyit dan memandang Kyuhyun dengan tatapan aneh. "Halo? Apa kau lupa kalau loker kita bersebelahan?"
Kyuhyun menepuk jidatnya. Sepertinya kegugupan pra meeting Jaejoong membuatnya jadi pelupa.
"Mianhae, aku sedang terburu-buru dan sangat gugup…" ucap Kyuhyun sambil mengunci lokernya.
Sungmin hanya mengangkat bahu tak peduli. Yeoja itu sedang bersiap-siap memulai jam kerjanya hari ini.
"Aku akan usahakan kembali sebelum jam setengah lima. Aku pergi dulu…"
Sungmin melambaikan tangan sekilas, "Hati-hati di jalan~ sampaikan salamku pada Jae eonni~"
.
.
.
.
.
Kyuhyun tampak mencari-cari seseorang di tengah keramaian. Sebuah lambaian tangan akhirnya membuat Kyuhyun dapat menemukan orang yang dicarinya.
"Noona sudah menunggu lama? Mianhae aku sedikit terlambat…" sesal Kyuhyun.
"Gwaenchana, noona belum lama di sini…" Jaejoong menenangkan sambil memperbaiki atribut penyamarannya.
"Ahra noona tidak bisa ikut, ada pekerjaan mendadak yang harus segera diselesaikannya…"
"Araseo… Ahra sudah menghubungi noona tadi pagi…"
Kyuhyun berdehem berusaha menghilangkan kegugupannya. "Jadi, kita akan kemana dan melakukan apa, noona?"
Jaejoong tersenyum geli melihat dongsaengnya yang tampak kaku dan terlihat sekali gugupnya. Yeoja itu lantas menggandeng lengan Kyuhyun dan berkata dengan senyum yang memukau, "Kita akan belanja dan makan sepuasnya! Let's go!"
Dan Kyuhyun pun hanya bisa pasrah saat Jaejoong membawanya ke sana kemari. Memasuki setiap toko yang dilewati, menghampiri setiap gerai, mencicipi semua makanan yang ditawarkan, and many more. Jaejoong juga tidak lupa membelikan oleh-oleh untuk Ahra, Kyuhyun serta Mr dan Mrs. Cho.
Kurang lebih 2 jam kemudian Kyuhyun dan Jaejoong memasuki kafe dan beruntung karena bisa menempati meja di sudut yang agak privasi. Selagi Jaejoong menata belanjaannya, Kyuhyun memilih menu. Tentu saja yang diprioritaskan adalah menu-menu favorit Jaejoong.
"Kau merasa senang hari ini, Kyunie?" tanya Jaejoong sambil menyendok makanannya.
Kyuhyun mengangguk. "Bagaimana dengan noona sendiri?" tanyanya balik.
"Neomu haengbokhaeyo, saengie~" jawab Jaejoong riang.
Kyuhyun sedikit tidak suka mendengar Jaejoong menyebut dirinya 'saengie'. Kyuhyun tidak mau terus menerus dipandang Jaejoong sebagai seorang adik. Dia ingin lebih. Kyuhyun ingin Jaejoong melihatnya sebagai seorang lelaki.
"Apa noona sedang menunggu seseorang?" Kyuhyun akhirnya memberanikan diri bertanya karena penasaran dengan tingkah Jaejoong yang terus melihat jam di pergelangan tangannya. Wajah noona-nya itu juga tampak sedikit gelisah.
"Ah, ne… noona ingin memperkenalkan Kyunie pada seseorang…" jawab Jaejoong.
Kyuhyun diam saja dan kembali melanjutkan makannya. Diam-diam Kyuhyun sedikit panik. Akan ada orang lain yang datang. Itu artinya jika Kyuhyun ingin mengutarakan sesuatu maka sekaranglah saatnya.
"Noona…"
"Ne?"
"Aku ingin tahu jawaban noona tentang pertanyaanku lima ta―"
"AH! Itu dia orangnya! Dia sudah datang!" seru Jaejoong, lagi-lagi memotong perkataan Kyuhyun. Kyuhyun merasa agak aneh dengan reaksi Jaejoong yang menurutnya sedikit berlebihan ketika menyambut 'seseorang' itu. Dan sejujurnya, Jaejoong juga merasa kalau reaksinya memang agak berlebihan.
Kyuhyun kemudian mengikuti arah pandang Jaejoong. Tampak seorang namja tinggi atletis dan tampan berjalan menghampiri meja mereka.
Jaejoong berdiri menyambut kedatangan si namja tampan. Kyuhyun langsung merasa sedikit… terancam?
"Kenapa lama sekali?" protes Jaejoong.
"Mianhae, Boo… tadi ada sedikit urusan…" jelas si namja tampan.
'Boo? Panggilan macam apa itu?' cibir Kyuhyun dalam hati. Sepertinya uri Kyuhyunie cemburu :P
"Sudah, tidak apa-apa. Ah, kenalkan ini Cho Kyuhyun…" Jaejoong memperkenalkan Kyuhyun pada si namja tampan. "Dan Kyunie, ini Jung Yunho, namjachingu noona…"
Dua kata terakhir yang diucapkan Jaejoong membuat Kyuhyun membatu. Perasaan yang tidak bisa Kyuhyun deskripsikan perlahan menjalar di hatinya.
Yunho tersenyum lalu mengulurkan tangannya ke hadapan Kyuhyun. Kyuhyun baru balas menjabat tangan Yunho setelah disadarkan oleh Jaejoong dari keterbatuannya (?).
Beberapa menit selanjutnya dihabiskan Kyuhyun dalam diam. Ia hanya sesekali merespon pembicaraan YunJae. Hingga akhirnya Kyuhyun merasa tidak tahan lagi. Ini benar-benar menyakitkan. Rasanya bahkan jauh lebih sakit daripada ketika dirinya dihina akibat jerawat yang merajalela di wajahnya. Kyuhyun harus segera pergi dari tempat itu.
"Noona, hyung… aku harus kembali ke tempat kerjaku…" ucap Kyuhyun.
"Sekarang? Tunggulah sebentar lagi, Kyunie…" bujuk Jaejoong.
Kyuhyun menggeleng. "Mianhae, noona, aku benar-benar harus pergi sekarang. Terima kasih atas jalan-jalannya, aku sangat menikmatinya. Annyeong…" Kyuhyun berdiri dan membungkukkan badannya lalu segera pergi meninggalkan kafe.
Setelah siluet Kyuhyun menghilang dari pandangannya, raut wajah Jaejoong berubah sendu. Yeoja itu lalu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
"Aku sudah menyakitinya, Yun… aku benar-benar menyakitinya…" ucap Jaejoong pelan sambil menggeleng sedih.
Yunho mengelus punggung Jaejoong lembut, berusaha menenangkan yeoja yang sudah merebut hatinya itu. "Ini memang harus kita lakukan sebelum Kyuhyun merasa tersakiti lebih jauh…"
Ya, Yunho sedikit banyak tahu tentang Kyuhyun karena Jaejoong selalu bercerita padanya mengenai dongsaeng kesayangannya itu.
Sebenarnya Jaejoong tidak menanggapi serius pertanyaan dan pernyataan cinta dari Kyuhyun lima tahun yang lalu. Seperti yang sudah dikatakannya pada Ahra, Jaejoong menganggap itu semua hanya perasaan suka sementara yang dialami remaja dan hanya cinta monyet biasa.
Tapi Jaejoong jadi sedikit khawatir karena Kyuhyun ternyata serius dengan ucapannya lima tahun lalu. Bayangkan, lima tahun sudah berlalu tapi Kyuhyun masih menunggu jawaban dari Jaejoong.
Langsung mengalihkan pembicaraan adalah cara yang dilakukan Jaejoong setiap kali Kyuhyun mulai menyinggung soal 'itu'. Jaejoong tidak sanggup kalau harus memberikan jawaban secara langsung kepada Kyuhyun.
Atas dasar itulah rencana dadakan ini tercipta. Dengan memperkenalkan Yunho, secara tidak langsung Jaejoong sudah memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan Kyuhyun lima tahun lalu.
Sungguh, Jaejoong tidak pernah mengira kalau kepulangannya ke Korea mungkin saja bisa menghancurkan hubungan baiknya dengan Kyuhyun. Namun baik Kyuhyun maupun Jaejoong tidak ada yang salah.
Cinta tidak mengenal usia. Siapa yang bisa menolak perasaan cinta yang timbul di hati? Selama tidak menyangkut hubungan darah, perasaan itu sah-sah saja.
Akan tetapi semua kembali pada takdir. Kyuhyun dan Jaejoong tidak berjodoh sebagai pasangan. Itu saja.
Jaejoong menghela napas dalam, kegiatan yang belakangan sering dilakukannya. "Kau benar, Yun… aku tidak mungkin bisa menjalin hubungan dengan orang yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri…"
.
.
.
.
.
Sungmin melirik jam dinding di ruang loker. Pukul lima lewat tiga belas menit.
'Kemana namja itu? Kenapa belum kembali juga?' batin Sungmin. Entah kenapa yeoja itu sedikit kepikiran dengan Kyuhyun, namja yang selalu menjadi lawan bertengkarnya.
Sungmin kemudian mengeluarkan ponsel miliknya dan men-dial nomor Kyuhyun. Terdengar suara ringtone di dalam ruangan itu. Sungmin mencari asal suara. Ternyata berasal dari loker milik Kyuhyun.
Sungmin memutus koneksi kemudian kembali mengulangi panggilan beberapa saat kemudian. Terdengar nada yang sama dari dalam loker Kyuhyun. Kyuhyun tidak membawa ponselnya.
Sungmin menggerutu tidak jelas. Suara gelegar petir membuat Sungmin menghentikan gerutuannya. Hujan deras mulai mengguyur Seoul. Sungmin semakin gelisah.
'Aku akan menunggu sebentar lagi…'
.
.
.
.
.
Kyuhyun berjalan tanpa arah dan tujuan. Ia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah.
Kyuhyun bahkan tidak tahu dirinya saat ini berada dalam keadaan sadar atau tidak. Yang jelas, pikirannya blank. Beberapa kali ia menerima umpatan kekesalan dari orang-orang yang tidak sengaja ditabraknya.
Ketika hujan mulai turun dan mengguyur tubuhnya, Kyuhyun berhenti melangkah. Namja itu memilih untuk duduk di kursi kayu yang tersedia dan berdiam diri, mengabaikan tatapan aneh orang-orang yang berlarian mencari tempat berteduh.
Kyuhyun berharap air hujan bisa menyapu bersih rasa sakit yang sedang menggerogoti hatinya. Tidak lama kemudian Kyuhyun tersenyum kecil.
'Sekarang aku baru tahu kenapa cinta bisa membuat seseorang mengakhiri hidupnya…'
.
.
.
.
.
Cukup. Sungmin sudah tidak tahan lagi.
Waktu sudah menunjukkan jam setengah enam sore. Dan sampai sekarang Kyuhyun masih belum kembali.
Sungmin juga tidak tahu kenapa ia begitu mengkhawatirkan keadaan Kyuhyun. Namja itu bukan anak kecil lagi yang bisa tersesat di jalan atau apa, kan?
Tapi entahlah. Yang jelas hati Sungmin merasa tidak tenang.
Dengan cepat Sungmin melepas apronnya. Setelah berpamitan pada Hankyung dan Heechul, Sungmin segera menerobos hujan dengan berbekal sebuah payung.
Sungmin akan mencari Kyuhyun.
.
.
.
.
.
Kyuhyun benar-benar membiarkan dirinya berada di bawah siraman air hujan.
Tubuhnya gemetaran menahan dingin. Bibirnya pun sudah membiru.
Tapi rasa sakit itu masih ada. Dan Kyuhyun tidak akan beranjak sampai rasa sakitnya hilang.
.
.
.
.
.
"Di mana? Di mana?" ucap Sungmin lirih.
Yeoja itu terus melangkah di bawah derasnya hujan. Payung yang dipakainya beberapa kali hampir terlepas karena terpaan angin yang cukup kencang.
"Kemana aku harus mencarinya?" Sungmin kembali bermonolog.
Sejujurnya Sungmin tidak tahu harus mencari Kyuhyun kemana tapi ia tidak membiarkan kakinya berhenti melangkah. Time is money.
'Tempat awal pertemuan…'
Sungmin berhenti melangkah. Suara yang sepertinya ia kenali melintas masuk ke pendengarannya.
"Tempat awal pertemuan?" Sungmin tampak berpikir.
Ingatan yang muncul kembali membuat Sungmin mempercepat langkah menuju tempat yang dimaksud. Yeoja itu bahkan berlari sekarang.
Dan di sanalah Kyuhyun. Duduk sendirian di kursi kayu di taman kota, tempat pertemuan pertamanya dengan Sungmin. Hujan masih setia mengguyur tubuhnya.
Sungmin berlarian mendekati Kyuhyun dan langsung memayunginya, berusaha berbagi meskipun payung itu tidak terlalu besar untuk bisa melindungi tubuh keduanya dari hujan.
"Pabo! Apa yang kau lakukan?" Sungmin terengah-engah. "Kenapa membiarkan tubuhmu kehujanan seperti ini?"
Kyuhyun mendongak dan mendapati wajah Sungmin yang menatapnya khawatir. "Sungmin?"
"Ne, ini aku. Ayo, kita kembali ke resto―"
Ucapan Sungmin terputus. Yeoja itu berjengit karena pergelangan tangannya disentuh oleh jari-jari Kyuhyun yang sedingin batu es. Kyuhyun seolah menahan Sungmin pergi.
"Sebentar… temani aku di sini sebentar lagi…" pinta Kyuhyun.
"Tapi―"
"Jebal…"
Sungmin menutup mulutnya. Sorot mata Kyuhyun yang memancarkan kesedihan itu membuatnya bungkam.
Suara isakan yang terdengar di tengah derasnya hujan membuat Sungmin kembali fokus pada Kyuhyun. Kyuhyun menangis? Sebenarnya apa yang telah terjadi?
Menit berikutnya Sungmin kembali dibuat terkejut karena Kyuhyun tiba-tiba saja menarik tubuhnya mendekat serta memeluk pinggangnya. Kepala Kyuhyun menempel di perut Sungmin. Sungmin merasa sedikit kurang nyaman dengan posisi ini tapi tetap membiarkannya.
Kyuhyun masih menangis. "Aku tidak bisa bersama dengannya… aku harus merelakannya menjadi milik orang lain…" ucap Kyuhyun dengan suara bergetar menahan dingin di sela isakannya.
Kyuhyun sudah mendapat jawaban atas pertanyaannya selama ini. Kehadiran Yunho cukup untuk membuat Kyuhyun mengerti bagaimana kedudukannya di hati seorang Kim Jaejoong. Selamanya, Cho Kyuhyun adalah 'adik' dari Kim Jaejoong.
Sungmin berusaha menajamkan pendengarannya karena suara Kyuhyun beradu dengan suara hujan. Meskipun tidak yakin siapa 'nya' yang dimaksud, yeoja itu mulai mengerti dengan masalah yang menimpa Kyuhyun.
Sungmin tersenyum penuh arti. Perlahan tangannya yang bebas menyentuh kepala Kyuhyun dan mengusap surai kecoklatan yang basah oleh air hujan itu dengan lembut.
"Namja bodoh…" ucap Sungmin pelan sambil tersenyum kecil dan terus mengusap lembut rambut Kyuhyun yang basah. "Bukan hanya kau yang merasakan sakitnya patah hati di dunia ini…"
Senyum Sungmin lalu berubah getir. 'Aku juga dulu… dulu…'
.
.
.
.
.
Dari kejauhan dua sosok yang tampak tidak tersentuh air hujan meski berada di tempat terbuka mengamati adegan KyuMin.
"Cinta memang memusingkan…" ―Yesung.
"Untung di dunia malaikat tidak ada yang namanya cinta-cintaan…" ―Leeteuk.
Sementara itu di D&C Resto…
Eunhyuk tampak kewalahan meng-handle pekerjaan di restoran. 'Kyuhyun-ah… Sungminie… kalian di mana? Cepat kembali…T.T'
.
.
.
.
.
Next or Delete?
A/n : Annyeong… saya telat update lagi~ XD *ditimpuk. Yup, yeoja itu adalah Kim Jeje :D. Hihihi… Chingudeul pada khawatir dengan kemunculan Jaejoong, ya? XD. Tenang saja, saya belum ingin memisahkan KyuMin (bagaimana mau memisahkan kalau membuat mereka bersatu saja belum xp). Ayo, yang senang Kyuhyun gak jadi sama Jaejoong isi kotak review, ya~ *modus xp.
Tentang perasaan Kyu ke Ming dan Ming ke Kyu : Kyuhyun dan Sungmin itu kan pada dasarnya adalah dua manusia yang tidak saling mengenal sebelumnya. Tiba-tiba saja mereka dipertemukan dan harus kerjasama mengemban misi dari para Angels. Jadi, wajarlah kalau mereka lambat memiliki perasaan terhadap satu sama lain. Mereka sedang berusaha berteman :). Chingudeul harus bersabar, ya… :)
Tentang jerawat Kyu di mata Jae : sebenarnya Jaejoong terkejut tapi rasa terkejut itu menjadi bukan prioritas karena dikalahkan oleh rasa kangennya terhadap adik tercinta :D
Btw, Chingudeul mengerti dengan chap ini? Jujur ini chap terberat yang saya kerjakan untuk FF ini. Beberapa kali mengalami perombakan…T.T Semoga ada feel-nya…T.T
Mianhae saya lagi-lagi gak bisa balas review Chingudeul, tapi semuanya sudah saya baca :), jeongmal gamsahamnida… *bow. Mohon untuk terus mendukung saya hingga akhir… *bow again #ala aktris Kim Jaejoong XD.
Selamat datang kepada semua New Reader :). Gomawo buat semua semangat :). Gomawo buat semua yang sudah review, alert, fave :).
Big thanks to :
Park Ha Mi Heldamagnae wuhan Guest 1 ZaAra eviLKyu Zebri JOY Park Min Rin (chap 7, 8) Hehe Wihae Cho Yooae dewi. k. tubagus Sparkyu aira mayasiwonest. everlastingfriends merli. san. 7 Diamond PaboGirl reaRelf NurLarasati13 Santiyani. febby ika kyuminsss DithaKyu asdfghjkyu (chingu ada-ada aja XD) tarry24792 QQ KyuminShipper punyuk monkey Momo Koda Mi (awas ada lalat masuk, chingu XD *kissuehugback) Guest 2 Kang Shin Ah (duileh, panjang amat perjalanannya ya, chingu :D) cutevilpinkiss (chap 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 : jeongmal gamsahamnida chingu sudah menyempatkan diri review semua chap :). Sepertinya tidak akan ada couple lain) LiKyuMin Lia kms siimalind (konflik? Kita lihat nanti, ya :). Tapi cerita ini kayaknya sudah tersetting ringan saja) sudokyu rillakyuming97
Adakah yang namanya belum ditulis?
at Majesty_Michi
Last, mind to Review again?
