Naruto: The Legend of Ninja
Author : Kazune Uzumaki
Disclaimer : Punyanya Masashi Kishimoto, cuma minjem doang...
Genre : Adventure & Friendship
Pair : tar juga tahu...
Warning : gaje, typo, maybe ooc, strong!naru, good!naru, smart!naru, life!MinaKushi, jinchuuriki!Menma
Summary : Uzumaki Naruto, seorang anak yang tak dianggap oleh keluarganya dan penduduk desa, menyimpan kekuatan besar dalam dirinya, berusaha untuk menjadi kuat untuk melindungi orang yang berharga baginya dan mendamaikan dunia. Akankah dia bisa melakukannya?
Chapter 8
Krik... Krik... Krik...
Di dalam sebuah kamar apartemen terlihat sang tokoh utama kita (Waktunya saya skip satu minggu setelah misi dan Naruto sudah keluar dari RS) sedang berbaring di atas kasurnya. 'Satu tim dengan mereka ya... Tapi hanya untuk misi ini kan? Ku pikir tidak masalah. Lagipula kenapa Shizune-sensei harus pergi?'
Flashback
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki seseorang yang memiliki surai merah jabrik dengan mata blue shaphire mengenakan jaket berwarna oranye dengan warna hitam di bagian lengan, bahu dan resletingnya, memakai celana berwarna hitam dan sepatu ninja. Dia adalah tokoh utama fic ini, Naruto. 'Kenapa harus sekarang sih... Padahal aku baru mau tidur setelah latihan dengan Shikaku-san.' Batinnya.
Saat ini dia berjalan menuju kantor Hokage dengan tampang yang kurang meyakinkan, lelah dan malas bercampur menjadi satu di wajah jel-maksudku di wajah 'sok' tampannya itu. Sampai di depan pintu kantor Hokage Naruto menghela nafasnya sejenak. Dia tahu kenapa dia dipanggil Hokage. Pasti mengenai sang Sensei, Shizune yang akan pergi keluar Konoha bersama cucu Shodaime Hokage, Tsunade Senju.
Tok
Tok
Tok
Naruto mengetuk pintu itu dan menunggu kata "Masuk." Dan masuklah Naruto ke ruangan 'indah' khusus para Hokage. Setelah membuka pintu, tirlihat teman-teman satu angkatannya bersama Jhounin-Sensei mereka masing-masing.
"Baik, karena semua sudah berkumpul maka aku akan menjelaskan maksud dari pemanggilan kalian semua. Yang pertama, Shizune akan mendampingi Tsunade-Hime keluar desa untuk beberapa waktu. Yang kedu-"
"Memangnya kenapa kalau orang yang bernama Shizune itu keluar desa?" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Kiba memotong ucapan sang Yondaime Hokage.
"Shizune adalah Jhounin-Sensei tim 11, dengan kata lain tim dari Naruto, Karin, dan Sai..."
"Jadi sudah seharusnya Hokage-sama memanggil kita untuk membahas masalah penempatan anggota tim 11 ini." Ucapan sang Hokage kembali dipotong oleh sang mantan murid, Kakashi Hatake.
'Kenapa ucapanku selalu dipotong... Oh, Kami-sama apa salah hambamu yang gagah dan berani ini' Batin Minato frustasi.
"Seperti yang di ucapkan Kakashi, hal yang kedua adalah bagaimana menempatkan ketiga murid Shizune dalam melaksanakan misi. Tim 11, saat kalian akan melaksanakan misi, kalian akan diikutkan dalam misi tim lain. Dan karena tim yang belum melaksanakan misi untuk minggu ini adalah tim 7, 8, dan 10, maka aku akan menempatkan kalian di 3 tim yang berbeda. Naruto-kun, kau akan masuk ke tim 7 untuk melaksanakan misi minggu ini. Karin, kau akan masuk ke tim 8. Dan Sai, kau masuk ke tim 10. Mengerti?" Jelas sang Hokage yang dibalas anggukan oleh orang-orang yang bersangkutan.
Doong
'Hancur sudah peranku sebagai Hokage... Mereka seperti tidak menganggapku...' Batin Minato yang pundung. Poor you Minato...
"Nah, sekarang aku akan membagikan misi kepada kalian. Untuk tim 7..." "Ano... Hokage-sama, boleh kami mengambil misi besok?" Tanya Naruto dan dibalas anggukan oleh Ino, Kiba, Shino, Karin, Shikamaru, Chouji, dan Sai. Mendengar penuturan dari Naruto, Minato memandang ke arah mereka bingung.
"Memangnya kalian kenapa?"
"Latihan strategi dengan Tou/kaa-san kami." Ucap Ino, Kiba, Shino, Shikamaru, dan Chouji kompak.
"Latihan strategi? Me-"
"Lebih tepatnya adu strategi dengan kami." Seketika semua menoleh ke sumber suara.
'Tou/kaa-san?' Batin Shino, Ino, Chouji, Shikamaru, dan Kiba melihat siapa yang masuk ruangan.
"Sebenarnya tadi pagi kami hanya ingin mengetahui bagaimana perkembangan anak-anak kami. Tapi Shikaku bilang kalau kekuatan anak-anak kami akan keluar jika kami mengetes mereka dalam adu strategi. Dan yah... kami kalah dengan mereka." Mendengar penjelasan dari Inoichi membuat seluruh Jhounin-sensei dan duo Hokage(Minato dan Hiruzen) kaget dan membatin 'Yang benar saja!? Mereka kalah melawan anak-anak ini?'
'Adu strategi?'
'Apa Shikamaru yang mengatur strateginya? Hebat juga, mungkin dia bisa jadi Chuunin tahun ini.'
'Sepertinya lulusan tahun ini akan menjadi lulusan akademi terbaik sepanjang sejarah konoha. Baru Gennin saja sudah bisa mengalahkan para pemimpin klan, bagaimana kalu mereka sudah jadi Chuunin atau Jounin? Satu desa bisa dikalahkan mungkin.'
Skip Time
Hokage monument
Tim 7 (saya cuman mau nulis perkenalan dari tim 7, tim yang lainnya saya males jelasinnya. Hemat tenaga bro...)
Siang harinya, setelah penjelasan tentang adu strategi yang dilakukan oleh tim Naruto dengan tim Shikaku di kator Hokage. Seluruh tim Genin pergi ke tempat yang berbeda, misalnya tim 7 yang pergi ke Monumen Wajah Hokage.
"Nah, sekarang silahkan perkenalkan diri kalian." Ucap Jounin-sensei tim 7, Kakashi Hatake (penampilan seperti canon) sambil menutup buku dengan sampul berwarna oranye.
"Ano... sumimasen sensei, bukankah kita sudah berkenalan?" Tanya satu satunya perempuan yang ada di tim itu, Sakura Haruno (penampilan canon)
"Yah... bagaimana ya? Kita kedatangan anggota baru jadi sensei rasa kita harus menyambutnya dengan perkenalan terlebih dahulu... Nah, dimulai dari-"
"SENSEI DULU" Teriak Sakura dan Menma memotong ucapan Kakashi.
"Yare yare, baiklah. Sensei akan memperkenalkan diri sensei terlebih dahulu. Namaku Kakashi Hatake, yang kusukai adalah hal yang tidak kusukai, hobiku kalian belum cukup umur untuk mengetahuinya, dan cita-citaku... belum terpikirkan. Sekarang giliranmu, Sakura."
'Sensei yang aneh' Batin Naruto setelah mendengar perkenalan dari Kakashi. Lalu Kakashi kembali mengambil buku yang tadi ia baca dan membuka halaman yang ia baca sebelum menutup buku dan melanjutkan kegiatan 'sakralnya'.
"Ha'i. Perkenalkan, namaku Sakura Haruno, yang kusukai adalah dunia medis, yang tidak kusukai adalah perang yang menimbulkan banyak korban jiwa, hobiku adalah mempeajari tentang tanaman obat, dan cita-citaku menjadi seorang medic-nin yang dapat diandalkan." Perkenalan dari Sakura sukses membuat teman satu timnya terkejut. Terkejut? Ya, perkenalan Sakura kali ini sangat berbeda dengan saat pertama kali. Dulu dia hanya seorang fans girl Sasuke, tetapi sekarang dia memiliki tekad. Sangat berbeda sekali bukan?
'Hmm... sepertinya dia sangatberguna untuk membantu kelompok kami. Dan kelompok kami juga baru ada dua anggota. Dan medic-nin? Oh, ayolah... kami pasti sangat membutuhkannya dalam tujuuan kami.' Batin Naruto yang menganalisis kemampuan dari temannya itu.
"Giliraanmu, Sasuke."
"Hn. Sasuke Uchiha, kesukaanku adalah berlatih, yang tidak kusukai adalah penghianat, hobiku kalian tidak perlu mengetahuinya, dan cita-cita bukan, lebih tepatnya ambisiku adalah dalang dari pembantaian klanku." Perkenalan yang sangat dingin dari Sasuke.
'Dia memiliki tujuan yang kuat. Tapi, apa yang akan dia lakukan jika mengetahui dalang dari pembantaian itu?' Analisa Naruto (Lagi).
"Menma."
"Namaku Menma Namikaze, yang kusukai adalah Yakisoba, yang tidak kusukai adalah hantu (mengucapkannya dengan wajah yang pucat), hobiku berlatih Rasengan, dan cita-citaku menjadi seorang Hokage." Ucap Menma dengan semangat masa muda.
'Menjadikan berlatih jutsu hobi? Maniak jutsu.' Batin Naruto
"Terakhir, Naruto."
"Ha'i. Nama saya Naruto Uzumaki, yang saya sukai adalah Ramen buatan paman Teuchi, yang tidak saya sukai adalah kebencian, hobi saya membaca buku di perpustakaan Konoha, dan cita-cita saya adalah menjadi Hokage yang diakui oleh penduduk desa serta mewujudkan impian dari seorang penulus novel kesukaan saya."
"Impian penulis novel?" Tanya Sakura yang merasa bingung dengan kalimat yang dilontarkan Naruto.
"Ha'i, impiannya adalah untuk mendamaikan dunia ini dengan menghapuskan rantai kebencian. Dunia dimana tidak ada pertempuran dan dendam. Dunia dimana manusia saling menerti satu sama lain." Balas Naruto.
"Kalau boleh tahu, siapa penulis novel itu, Naruto-kun?" Tanya Kakashi yang tertarik dengan ucapan Naruto tadi.
"Jiraya-sama" Jawabnya. 'Jiraya-sama? Setahuku dia hanya menulis novel yang begituan. Ternyata dia juga bisa menulis novel yang mebuat seseorang memiliki jalan pikiran yang sama. Yare yare, murid baruku ternyata pintar juga.' Batin Kakashi.
"Lalu, apa judul novelnya?" Tanya Sakura lagi.
"Entahlah, karena saya hanya menemukannya terjatuh saat pertama kali bertemu dengannya. Itupun hanya sebagiannya, kemungkinan novelnya belum jadi." Jawab Naruto.
"Souka. Nah, kalau begitu sensei akan menutup kegiatan kita hari ini. Dan untuk besok, kalian harus berkumpul di Training Ground 7 pukul 5 pagi." Setelah mengatakan hal itu, Kakashi menghilang dalam kepulan asap.
Pooft
"Mattaku, tak kusangka kita akan menlakukannya lagi. Ini seperti de javu saja." Ucap Menma malas.
"Lagi? Jadi kalian sudah pernah?" Tanya Naruto menyeringitkan alisnya.
"Ya begitulah... Kalau begitu, aku pulang dulu." Ucap Sasuke menanggapi pertanyaan Naruto.
"Yah... Sepertinya saya juga harus pulang. Baiklah, saya duluan, Sakura-san, Menma-Sama." Ucap Naruto sambil melompat meninggalkan dua anggota tim 7. Terlihat raut tidak nyaman dari wajah Menma. 'Sebegitu bencikah kau pada kami, Otouto?'
Flashback off
"Gaahh... Kenapa hidupku jadi semakin aneh..." Gerutu Naruto sambil mengacak-acak rambut merahnya. "Hah... Apa boleh buat, ini sudah jadi keputusan dari Yondaime-sama. Yosh, saatnya untuk tidur. Oyasuminasai" Kalimat terakhir dari Naruto sebelum menutup mata dan tidur.
Dari luar, terlihat siluet yang sedang mengamati apartemen atau lebih tepatnya jendela apartemen Naruto. Siluet tadi tersenyum melihat Naruto sudah tertidur. 'Oyasumi, Naruto.' Ucap orang itu sebelum meninggalkan atap yang dia gunakan untuk mengamati apartemen Naruto.
:::Naruto : The Legend of Ninja:::
Keesokan hari
Terlihat mentari pagi mulai menampakan sinarnya, embun pagi yang lumayan tebal menemani pagi indah dari desa Konoha. Dengan ditemani nyayian dari burung-burung liar, Naruto menggunakan waktu menunggu teman-temannya dengan pemanasan ringan untuk sekedar merenggangkan tubuhnya sebelum melakukan tes.
"Konoyaro, mereka lama sekali. Awas saja kalau sampai aku disuruh untuk melawan mereka, aku akan menghajarnya sampai babak belur..." Yah... sebenarnya sudah satu jam Naruto menunggu Tim 7, namun karena semua Gennin dari tim ini (kecuali Naruto) sudah mengetahui sifat dari Kakashi mereka juga mengikuti kebiasaan sang sensei.
Skip Time
Setelah menunggu selama hampir tiga jam, ketiga Gennin tim 7 telah tiba. "Oy, Naruto-san." Teriak satu-satunya gadis di tim ini, Sakura Haruno. Sambil melambaikan tangan dan wajah yang cerah, Sakura berlari mendekati Naruto yang sedang berlari mengelilingi Training Ground.
Twitch
Mendengar teriakan dari Sakura, Naruto mengehntikan aktivitasnya dan menoleh ke arah Sakura dengan perempatan yang lumayan besar di dahinya.
"Oy, teme... KENAPA KALIAN BARU DATANG HAH?! KALIAN PIKIR INI JAM BERAPA?!" Maki Naruto pada ketiga Gennin itu dengan wajah yang sangat emosi. Bagaimana tidak emosi? Dia sudah menyempatkan diri untuk berangkat jam empat tapi malah harus menunggu selama hampir tiga jam? Yang benar saja...
"A-ahaha, sumimasen. Ini karena Kakashi-sensei sering telat, jadi kami kebiasaan telat." Ucap Menma dengan wajah yang agak ketakutan.
'HEEE?! SEORANG SENSEI DATANG TERLAMBAT? Awas saja, akan kukalahkan mereka. Dan akan kuubah kebiasaan mereka. Pasti.' Batin Naruto.
Pooft
"Yo minna. Maaf sensei terlambat lagi. Tadi sensei ber-"
Buagh
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Kakashi harus menerima pukulan di perutnya. Melihat siapa pemukul itu membuat Menma marah dan mencengkram kerah jaket Naruto dengan tangan kirinya.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAKASHI-SENSEI HAH?!" Teriak Menma tidak terima.
"Itu adalah imbalan yang pas untuk seorang sensei yang berani terlambat." Balas Naruto datar.
"Grrr... Kau..." lalu Menma mengepalkan tangan kanannya dan siap mendaratkan sebuah pukulan di wajah Naruto. Namun sebelum mendaratkan pukulannya, sebuah tangan menghentikan pukulan itu. Melihat siapa yang berani menghalangi pukulannya membuat Menma terbelalak karena kakashi 'lah yang menghentikan laju dari tangannya itu.
"Se-sensei." Kakasi tersenyum dialik masker yang menutupi hampir seluruh wajahnya itu. Kemudian tatapannya beralih pada Naruto yang kerah jaketnya masih dicengkram Naruto.
"Ma ma, tidak usah setegang ini. Kita hanya akan melakukan tes saja. Jadi tidak perlu ada pertikaian seperti ini. Dan Naruto, aku selaku sensei minta maaf karena keterlambatanku... Menma, lepaskan cengkramanmu itu dan minta maaf." Ucap Kakashi lembut.
Mendengar ucapan dari sang sensei membuat Menma mau tidak mau harus melepaskan cengkramannya sedetik kemudian kata maaf keluar dari bibir Menma yang sebenarnya enggan untuk mengatakannya. Sedangkan Sasuke dan Sakura hanya dapat memperhatikan kejadian tersebut tanpa harus melakukan sesuatu hal yang berarti.
"Baiklah, sekarang aku akan melakukan tes pada kalian berempat. Kalian harus merebut ini." Kata Kakashi menggantung sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
Klinting klinting
Keluarlah tiga lonceng dari saku celana Kakashi. "Kalian harus merebut lonceng ini dariku. Dan ingat, serang aku dengan niat membunuh. Kalian mengerti?" Lanjutnya.
"APAAAA... LONCENG LAGI... Apa tidak ada yang lain lagi sensei? Aku tidak mau diikat lagi..." Teriak Menma yang tidak terima dengan apa yang akan mereka lakukan hari ini. Yah, kalau kalian merasa tidak asing tentu saja. Ini adalah latihan pertama mereka setelah lulus dari akademi. Lalu sekarang harus melakukannya lagi? Mungkin kalau belum diikat tidak apa-apa, tapi lain halnya dengan Menma yang pernah diikat.
"Ano... Sumimasen, sensei. Bolehkah saya menggantikan anda sebagai pembawa lonceng itu? Mungkin agak aneh bagi anda, tapi jika sensei ingin mengulang masa lalu sensei bisa ikut menyerang saya." Semua yang mendengar ucapan Naruto terkejut. Bagaimana tidak terkejut? Seorang Gennin menantang tiga Gennin dan seorang Jhounnin mantan ANBU? Hal yang di luar dugaan.
"Kalau boleh tahu, kenapa kau meminta hal itu?" Tanya Kakashi. "Hah... Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang tidak harus dijawab. Tapi baiklah, akan saya beri tahu. Alasannya adalah..." Naruto menggantung ucapannya, sementara tim 7 penasaran dengan alasan naruto menantang mereka.
"KARENA KALIAN TERLAMBAT HAMPIR TIGA JAM!" Teriak Naruto dan kini terlihat wajahnya sangat kesal dengan banyak perempatan yang terdapat di kepalanya. "Dan juga mengajari kalian sesuatu yang berharga." Ucapnya tersenyum dengan aura hitam di belakangnya ditambah sebuah topeng Hannya.
'Se-seram juga dia kalau marah...' Batin tim 7 yang ketakutan dan berkeringat dingin.
"Ba-baiklah, kita mulai saja latihannya. Nah, ini loncengnya Naruto. Kau bisa memulainya kapan saja kau mau." Ucap Kakashi sambil memberikan tiga buah lonceng kepada Naruto.
"Ha'i, arigatou sensei."
"Yosh... Pelajaran dari Naruto-sensei akan dimulai dari... SEKARANG."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Naruto membuat sebuah segel tangan. "Tajuu Kage Bunshin no Jutsu"
Naruto mulai menyerang tim 7 dengan para Bunshinnya, sedikit senyum terlihat diwajahnya mengetahui tim 7 tidak selemah yang dia pikirkan. Namun, tanpa sepengetahuan dari Tim 7 Naruto berlari menjauh dengan melewati Bunshinnya ke arah hutan.
'Yosh, saatnya mengamati.' Batinnya. Pandangannya kini dia arahkan pada Menma yang melawan Bunshin dengan jutsu yang sama dan dua senjata yang wajib dimiliki oleh Shinobi, Kunai dan Shuriken. Tak banyak yang berkurang, namun sedikit membantu. 'Menggunakan Bunshin ya... Jadi dia petarung jarang dekat.' Lanjut Naruto dalam hati.
Pandangan Naruto kini beralih pada Sakura. Sakura terlihat sangat kuwalahan melawan Bunshin-Bunshin Naruto, hanya dengan bermodalkan dua Kunai Sakura berusaha melawan sekuat tenaga. 'Petarung jarank dekat lagi? Apa tidak ada yang lain?' Dan sebuah kesalahan besar yang dibuat Naruto. "DASAR BUNSHIN SIALAAAAN..." Teriak Sakura. Sakurapun melompat menjauh dari kerumunan Bunshin yang berjumlah ratusan itu. Mengembalikan kedua kunainya ke kantong dan mengepalkan tinjunya, Sakura berlari ke arah kerumunan itu lagi. "SHANAROOO..."
Buagh blaaar
Satu bunshin terlempar dan menghantam pohon. 'Sepertinya ada monster di tim ini' Kata Naruto dalam hati sambil menelan ludahnya kasar. 'Mirip dengan Tsunade-sama.' Lanjutnya dalam hati.
Kini pandangannya ia alihkan ke arah Sasuke. 'Mari kita lihat keturunan Uchiha yang satu ini.' Batinnya sambil menyeringai. Sasuke melompat ke atas sambil merangkai beberapa segel tangan dengan agak cepat. "Katon : Gokakyuu no Jutsu" Setelah mengucapkan nama Jutsunya, Sasuke menyemburkan api yang cukup besar dan berhasil menghilangkan sebagian besar bunshin. 'Akhirnya ada juga yang memiliki serangan selain jarak dekat. Sekarang tinggal Kakashi-Sensei.' Pandangannya kini mencari sosok Kakashi. Namun yang dicari tidak ada. 'Kemana perginya sensei pemalas itu.'
"Mencariku?" Ucap Kakashi diiringi sebuat kepalan tinju ke wajah Naruto.
Naruto dengan refleksnya menghindari serangan tersebut dengan melompat turun dari pohon, Naruto mundur sambil melempar beberapa kunai kearah Kakashi, salah satu kunai tersebut berhasil mengenainya, senyum sumringah diwajahnya memudar sewaktu tubuh Kakashi berubah menjadi sebuah bongkahan kayu,
"Cih." Ia sangat kesal mengetahui itu bukanlah tubuh Kakashi yang asli.
"Apa yang kau lakukan disana tadi eh Naruto" ucap Kakashi dari arah belakang Naruto. Naruto yang tarkejut hanya menoleh ke belakang dan mendapati Kakashi yang tersenyum menutup kedua matanya, bersamaan dengan sebuah 'Jutsu pamungkas' yaitu jurus Derita 1000 tahun. Naruto pun terpental jauh dari hutan.
Bersamaan Naruto terjatuh, Naruto yang di lawan ketiga murid Kakashipun menghilang,. Sasuke dan Menma yang mengetahui semua itu hanya bunshin merasa kesal. Sedangkan Sakura tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil senbuah lonceng dari gengaman Naruto yang masih dalam keadaan tengkurap menungging. Menma pun ikut mengambil lonceng yang tersisa dari tangan Naruto sedangkan Sasuke hanya memasang wajah jengkel, dan tak menyangka bahwa dirinyalah yang harus menggantikan Menma terikat disebuah batang kayu.
"Yatta, aku mendapatkannya" ujar Sakura kegirangan, Menmapun tidak kalah menampakkan wajah senangnya. Sudah dapat di tebak wajah kesal Sasuke yang tidak mendapatkan sebuah lonceng dari tangan Naruto. sebenarnya salah Sasuke dendiri tidak mau mengambil kesempatan tersebut untuk mengambilnya, karena ia sibuk mengamati apa yang barusan terjadi. Ia merasa tidak terima.
"Kalian curang." Ujar Naruto sembari menegakkan badannya. "-kalian mengambil lonceng itu saat saya sedang di posisi nista itu." Lanjutnya membuang muka.
"Salahmu sendiri Naruto, mengunakan cara curang untuk mengelabuhi kami, untung Kakashi-sensei dapat mengalahkanmu." Sewot Sakura.
"Sudah, kalian silahkan nikmati makan siang kalian, dan berhubung Sasuke-kun tidak mendapatkan lonceng, ikatlah dia di tiang kayu."
"YOKAI." Teriak Menma sambil Hormat pada Kakashi dan melakukan apa yang Kakashi katakan tadi denga penuh 'perasaan'.
"Berhubung Sasuke-kun sedang diikat, silahkan menikmati bentou kalian." Ujar kakashi kepada Naruto dan Sakura.
Another Place
Di bukit Monumen Hokage, terlihat seorang kakek-kakek yang sedang berdiri di atas pahatan wajahnya dengan cerutu di sela-sela antara jari telunjuk dan jari tengahnya. Dia adalah Hokage yang mendapat julukan The Profesor, Sandaime Hokage, Hiruzen Sarutobi.
"Jadi, ada apa kau mengajakku bertemu di sini... Danzou." Ujarnya sambil melirik arah belakang. Terlihat seorang pria yang terlihat seumuran dengan Hiruzen dengan perban Yang menutupi mata kiri dan dahinya, serta sebuah tongkat (Maklum... Aki-aki). Dialah sang Shinobi bayangan Konoha, Danzou Shimura, teman satu angkatan dan satu perguruan dengan Hiruzen.
"Aku ingin kau mengembalikan tim 11." Jawab Danzou singkat.
"Huuft... Maaf Danzou. Kalau itu sudah menjadi keputusan Minato, Aku tidak bisa mengubahnya." Balas Hiruzen sambil berbalik dan berjalan mendekat ke arah Danzou.
"Apakah kau mengkhawatirkan dia?" Tanya Hiruzen.
"Ya, Kau pasti sudah tahu apa alasannya." Jawab Danzou sambil melangkah pergi meninggalkan Sang Mantan Hokage itu. 'Karena dia adalah bawahanku yang spesial.' Lanjutnya salam hati.
Back to Naruto Place
Saat ini Naruto cs sudah selesai memakan bekalnya (kecuali Kakashi dan Sasuke). Naruto mendekat ke arah Sasuke sambil membawa kotak bentou dan menyodorkannya kepada Sasuke. "Makanlah, Aku sudah kenyang." Ucap Naruto.
"Lalu... Bagaimana caraku memakannya? Kau tahu sendiri bukan, Aku saat ini sedang diikat." Balas Sasuke yangmengalikan pandangannya ke arah lain. "Lagipula, kau tadi menghabiskan bentou milikmu, jadi kemungkinan itu hanya tempatnya saja." Lanjtnya.
"Kheh... Memangnya aku seburuk itu?" Kata Naruto Sambil membukakan tutup bentou itu, terlihat isi bentou itu masih penuh tidah berkurang sedikitpun. "Ba-bagaima bisa... Bukankah tadi kau menghabiskan bentoumu?" Tanya Sakura dari sebelah kanan Naruto.
"Kalau itu sih... Aku mendapatkannya dari sini." Ucap Naruto sambil mengangkat sebuah ransel. "ITU MILIKKU BAKA!" Teriak Sasuke dengan wajah yang menjadi besar dan matanya hanya berwarna putih.
'Aku tidak menyangka kalau Sasuke bisa senista ini.' Batin Mereka.
"Biasa aja kali... Dan Sakura, bisa kau suapi Sasuke?" Dan kata Narutopun Langsung direspon oleh Sakura. Sakura langsung saja menyahut bentou yang ada di tangan Naruto dan menyuapi Sasuke. "Sasuke-kun... Aaa.." Dan direspon juga oleh Sasuke dengan wajah yang memerah malu.
"Kalian serasi sekali. Seperti sepasang kekasih saja." Goda Kakashi sambil tersenyum dibalik masker miliknya.
"U-urusai." Ucap sasuke yang kesal lalu mengalihkan pandanganya ke arah kanan. 'Awas kau Naruto.' Batin Sasuke yang memberi Glare pada Naruto. Namun Naruto seolah tak terpengaruh dengan Glare itu dan malah memberikan senyum seolah mengatakan 'Nikmati saja Sasuke, jarang-jarang ada perempuan yang menyuapimu seperti ini.'
Dan tak terasa, acara 'suap' itupun sudah selesai. Dan kini Naruto melihat jam weker yang menunjukan 11.46 yang membuat wajahnya pucat pasi. "Sensei, bolehkah saya pulang sekarang?" Tanya Naruto halus.
"Yah... Karena latihan hari ini juga sudah selesai, kalian boleh pulang." Ucap Kakashi.
"Yosh. Arigatou Sensei." Setelah berterima kasih pada sang sensei, Naruto langsung mengambil kunai dari kantongnya dan melemparkan ke arah Sasuke. "APA YANG KAU LAKUKAN NARUTO.." Teriak Sakura yang sudah histeris sambil mengguncang-guncangkan badan Naruto.
"Te-tenanglah, aku hanya ingin memutuskan tali yang mengikat Sasuke."
"Ehh?"
Dan Narutopun kembali melihat ke arah weker itu dan terlihat waktu sudah menunjukan pukul 11.50
"GYAA... Kita terlambat Sasuke..."
"Hn." Terlihat Naruto dan Sasuke yang pergi dengan terburu-buru. Yah, begitulah akhir percakapan mereka.
Skip Time
Di gerbang rumah Shikamaru, kini berkumpul beberapa anak dan seorang pria dewasa. Terlihat dua orang sedang berlari menuju ke arah mereka dengan wajah yang kecapaian.
"CEPATLAH NARUTO, WAKTUNYA TINGGAL SEDIKIT LAGI!" Teriak Shikamaru.
"CEPAT WAKTU KALIAN TINGGAL LIMABELAS DETIK LAGI!" Kini giliran Kiba yang berteriak.
"JUU, KYUU, HACHI, NANA, ROKU, GO, YON, SAN, NII, ICHI."
"Gwahhh...Gara-gara Shikaku-ossan... Hahh... yang menang jadi... Hahh... ada peraturan seperti ini..." Keluh Naruto yang sudah tiduran dengan napas yang terengah-engah karena lari dari training ground ke rumah Shikamaru.
"Baguslah, tidak ada yang terlambat. Dan... kenapa kalian tidak melompati rumah saja tadi?" mendengar ucapan dari Shikaku, Sasuke merasa kalau dirinya sedang dibodohi. "Oi kuso-dobe, kau sengaja berlari agar kita telat ya..." kata Sasuke penuh selidik.
"Baka, Aku tadi terburu-buru sampai lupa menonaktifkan Fuin pengekang yang kupasang."
"Hah... sudahlah kalian, mau ikut atau tidak." Lerai Shino yang melihat tanda-tanda perkelahian(?). "Tentusaja Aku harus ikut. Aku tidak mau Shikaku-ossan lagi yang menang." Seru Naruto setelah bisa mengatur napasnya.
Skip Time (Permainannya saya skip saja, karena gak tahu cara mainnya)
Kini Naruto cs sedang berbaring di atap rumah Shikamaru sambil menatap awan di sore hari dengan tenang. Namun di tengah ketenangan itu Kiba tiba-tiba saja berteriak. "GAAHHH... Kenapa kau bisa kalah Naruto... Kau itu satu-satunya harapan kami agar kita bisa terbebas dari peraturan menyebalkan yang dibuat Shikaku-san."
"Habis mau bagaimana lagi... Kita tidak bisa menentukan masa depan bukan?" Balas Naruto malas.
"Hah... kalian ini... Ini adalah terakhir kalinya kita mengadakan turnamen ini. Kita sudah menjadi Gennin, dan pasti kita akan disibukan dengan misi." Lerai Shino (lagi).
"Ya, itu benar. Dan... Naruto, bagaimana dengan organisasi yang ingin kau bentuk?" Tanya Shikamaru yang sudah bangun dari tidur cantiknya.
"Entahlah, bahkan aku belum mendapatkan anggotanya." Jawab Naruto. "Tapi aku sudah mendapatkan calonnya." Lanjutnya sambil mengubah posisinya menjadi duduk. "Dan kenapa kalian tidak terkejut?"
"Buat apa? Kami sudah tahu kok." Jawab Chouji yang bangun dari acara tidurannya. Dan setelah itu, Kiba, Sasuke, Shikamaru dan Shino juga bangun dari acara tiduran mereka.
"Yap, dan siapa saja calon anggotanya, Naruto?" Ucap Sasuke antusias.
"Mungkin... beberapa anggota tim yang lulus tahun ini." Jawab Naruto. "Jadi, apa kalian mau ikut menjadi anggotanya?"
"Kheh... Itu tidak perlu ditanya lagi. Kami akan ikut." Ucap Kiba.
"Baiklah, Aku menerima kalian menjadi anggota. Tapi kalau hanya dari Konoha saja belum cukup. Kita juga harus merekrut anggota dari luar desa." Ujar Naruto yang kini memasang wajah antusias.
"Tenang saja, kami juga akan mencarinya." Balas Kiba dengan nada yang agak sombong.
T.B.C
HUAAA... Gomenasai minna, Author kelamaan update... yah ini karena sedang banyak kesibukan sih, ditambah ada keluarga yang meninggal dan saya yang sedang sakit (kasian).
Jadi, bagaimana chapter ini? Boring? Jelek? Yah ini juga dikerjakan sebisa mungkin. Dan tadinya mau dikasih sesuatu, tapi lebih baik saya masukan di chapter depan supaya gak kehabisan ide... saya juga mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semoga puasanya lancar.
Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian di kolom review.
Terimakasih juga buat yang udah fol dan fav fanfic saya ini.
Terakhir, see you next chapter... dah...
Uzumaki Kazune LOG OUT
