Warning! Don't like don't read and don't judge me. I know my fanfic not prefect:)
Please enjoy~
Chanyeol sedari tadi tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang. Matanya terlihat gelisah, melihat kanan dan kiri, mebalikkan badannya kekanan dan kekiri. Sesekali ia juga menutupi wajahnya dengan selimut, siapa tau ia bisa terlelap, tapi tetap saja ia tidak bisa tertidur.
Bukan merasa takut karena berada di kamar sendirian yang besar ini. Hanya, ia merasa ada yang kurang malam ini, ya, Chanyeol kali ini merasa belum terbiasa dengan tidak adanya kehadiran Kris di sampingnya disaat malam hari.
Oh Chanyeol kau harus mulai terbiasa, bagaimana jika Kris memang benar meninggalkanmu? Eh?! Ani.
Ia mulai mendudukan dirinya di kasur menatap kasur yang berada di sebelah kiri. Chanyeol ingin memeriksa keadaan Kris yang mungkin sudah tertidur di sofa ruang tengah. Kesana bukan Chanyeol ingin meminta maaf pada Kris, hell no! Chanyeol disini tidak salah apapun terkecuali masalah dengan Jaehyun.
Salahkan saja Kris yang sudah tidak peka dengan mimik wajah Chanyeol yang sudah berkode/? Bertanda cemburu, bersama Kris memang harus menjelaskan secara gambling agar Kris mengerti dan paham *sama aja/?
Akhirnya, Chanyeol turun dari kasurnya sambil membawa selimut untuk Kris yang sedang kedinginan diluar kamar.
Menuruni tangga dengan pelan agar tidak menimbulkan suara yang mungkin dapat membuat tidur penghuni rumah ini terusik. Chanyeol hampir sampai di ruang tengah, ia mendengar suara denganjelas suara keyboard yang sedang ditekan sama halnya dengan pekerjaan Chanyeol yang terkadang memerlukan bantuan computer atau laptop.
Dan benar saja disitu terdapat Kris yang tengah sibuk dengan laptopnya ditambah dengan kertas-kertas yang berserakan di sebelah Kris. Tercium aroma kopi yang masuk keadalam lubang hidung Chanyeol, akhir-akhir ini Chanyeol juga sudah mengingatkan Kris agar tidak meminum kopi dulu, dan yah.. sekarang Kris tengah menikmati kopi hangatnya sambil bekerja.
Belum menyadari jika Chanyeol berada disini, Kris masih menatap laptopnya sambil melirik kertas di tangannya. Chanyeol melihat bagaimana kerennya ia memiliki pasangan hidup seperti Kris. Tapi, Chanyeol benci jika Kris sudah gila bekerja jika sedang stress.
"Kris…" Tanpa ragu, Chanyeol memanggil Kris dengan lembut
Seakan tidak ada apa-apa Kris sama sekali tidak terkejut ataupun heran mengapa Chanyeol bisa ada disini. Kris masih fokus dengan apa yang ia kerjakan saat ini "Hm.."
Chanyeol menghela nafasnya dan menaruh selimut di samping Kris. Kris yang melihat itu, terdiam sebentar, ia menghentikan kegiatan mengetiknya seolah ia bertanya, ini apa?
"Uhmm.. aku hanya ingin memberimu selimut… Eumm, jika kau kedinginan pakailah ini…." Chanyeol terdiam sebentar sambil memainkan jarinya gugup "… maaf membuatmu tidak nyaman"
Kris pun masih terdiam mendengar perkataan Chanyeol itu, Kris yakin masih ada kata-kata yang ingin disampaikan Chanyeol padanya.
"… dan selamat malam. Mimpi indah" Chanyeol pun beranjak dari tempat ia berdiri, segera berlari ke atas dan menutupi wajahnya di balik selimut. Mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal sehabis berlari.
Pikiran Chanyeol mulai melayang kemana-mana, mungkin Kris masih marah dengan Chanyeol dan mungkin selimut yang Chanyeol berikan padanya tidak akan diapakai. Pikiran Chanyeol sekarang tertuju pada negative think.
DRTT….DRRRTT….
Chanyeol melihat notifikasi handphonenya, disitu ada terdapat pesan dimana nomor itu tidak ada didalam kontak Chanyeol. Karena penasaran Chanyeol membuka notif itu dan membuka lalu membaca pesan itu.
Matanya dengan cepat membaca tulisan dari atas kebawah tak lama, matanya membulat sempurna membaca pesan tersebut.
Sangking seriusnya dengan pesan yang ia baca, Chanyeol tidak menyadari ada seseorang yang diam-diam masuk kedalam kamar. Chanyeol terkejut lagi setelah merasakan adanya seseorang yangmenaiki kasurnya, siapa lagi kalau bukan Kris.
Kris mengambil dan menyimpan handphone Chanyeol dari belakang lalu menarik tangan Chanyeol agar tidur dan juga menutupi badan mereka dengan selimut. Kris memeluknya dari belakang mengeratkan lengannya di pinggang Chanyeol. Oh my god, jantung Chanyeol kali ini seakan ingin meledak.
"Chanyeol-ah mian…" Bisik Kris di telinga Chanyeol. Seketika telinga Chanyeol berubah menjadi warna merah, Kris pun menyentuh telinga Chanyeol yang membuat pemiliknya sedikit mendesah/?
"aah.. Kris, andweh.." Chanyeol mengarahkan kepalanya kebawah bermaksud menghindar dari sentuhan Kris
Kris hanya tersenyum mendengar Chanyeol begitu. Keheningan pun terjadi, Chanyeol yang berniat ingin tidur menjadi susah tidur karena ada Kris yang memeluknya dari belakang seperti tahun lalu. Jantung berdetak sangat cepat ditambah dengan Kris masih memainkan bagian atas atau kepala Chanyeol.
"Kris… tidurlah, besok kau kerja" Suruh Chanyeol, padahal itu hanya alasannya saja agar bisa mengatur detak jantungnya kembali
"Aniya… aku akan menunggumu tidur…" Kata Kris pelan. Chanyeol sebenarnya bingung dengan sikap Kris. Tadi ia marah padanya lalu ingin tidur di sofa dan kali ini? Tiba-tiba Kris masuk kamar langsung menarik tangannya menyuruh Chanyeol untuk tidur.
Chanyeol mengigit bibirnya sambil menatap sekitarnya dengan gelisah, ia terngiang-ngiang dengan pesan yang baru didapatnya tadi. Sebenarnya Chanyeol ingin berbicara pada Kris tentang ini.. Tapi, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan permasalahan ini.
Biarkan Chanyeol merasakan bagaimana ia dipeluk lagi oleh sang pangeran . Hahaha…
Dan pada akhirnya mata Chanyeol tidak dapat menahan kantuk lagi dan tertidur sementara Kris sibuk menyibak rambut cokelat Chanyeol yang sedikit menutup mata Chanyeol. Kris pun mengecup pipi dan mata Chanyeol.
"Mianhae… Jaljayo… Anae-ya…"
-Want To Be PERFECT-
Kris Wu as ex-member(s) EXO
Maybe many typo and slightly using the formal language
"Hyunggg…. Doyoungie hyunggg~~"
"Nghh… mwoya?"
"Irrrrreoonnnaaa ppalli!"
"Hoammm… Eunghhhh…"
Doyoung mengusap-ngusap matanya yang baru saja setengahnya terbuka. Ia masih berkedip-kedip membiasakan cahaya yang masuk kedalam bola matanya yang indah itu. Doyoung melihat Jaehyun yang sudah rapih memakai baju seragam sekolahnya.
"Wae?"
"Huh? Waeyo?"
"Ani… mengapa sudah memakai baju seragam?"
Bukannya malah menjawab Jaehyun malah mencodongkan kepalanya ke arah Doyoung, dengan tingkah seperti itu Doyoung memiringkan kepalanya bingung "Mwoya?"
"Hyunggg… gantikan plester ini, tadi basah saat aku mandi" Manja Jaehyun pada Doyoung
Doyoung turun dari tempat tidurny lalu berjalan sempoyongan menuju kamar mandi "Minta appa… Aku ingin mandi"
BRAK!
"Huh, masih kecil tenaga sudah besar"
[de, kamu juga masih kecil T^T]
Jaehyun menatap kesal Doyoung yang kini berada di kamar mandi, ia pun segera mengambil kotak obat yang berada di dalam lemarinya. Ia ingin diobati oleh appanya, sekali-sekali ia juga ingin bermanja pada appanya.
.
Sedikit kesusahan, Jaehyun akhirnya berhasil memegang kenop pintu kamar Kris dan Chanyeol. Disitu terdapat sang appa yang baru saja terbangun dan di sampingnya terdapat sang eomma yang sedang tertidur pulas di bawah selimut yang hangat itu.
Kris yang mendengar suara pintu yang terbuka lantas sedikit melirik kearah pintu, dengan mata yang masih mengantuk Kris merenggangkan otot-ototnya yang lemas akibat tertidur. Tak lama seorang anak kecil datang menghampiri Kris.
Jaehyun menyodorkan kotak obat ke arah Kris, lalu menaiki kasur yang lumayan tinggi bagi Jaehyun. Kris membulak-balikan(?) kotak obat tersebut, dipikirannya apa anaknya ini sakit atau terluka?
Ah! Kris melihat ada sebuah perban yang menempel di jidat Jaehyun, matanya yang asalnya mengantuk menjadi membulat seketika "Ya, Jaehyun, ada apa dengan jidatmu hm?" Kris menyetuh pipi tembam Jaehyun dengan sayang
"Ini bekas Jaehyun terjatuh dari kasur appa… appayoo" Ucap Jaehyun dengan nada yang di sendu-sendukan
"Aigoo, hati-hati Jaehyun-ah…, lalu ini untuk apa?" Tanya Kris sambil menyodorkan kotak obat pada Jaehyun
Muka sendu yang di tunjukkan Jaehyun tadi sekarang menghilang setelah mendengar appanya bertanya "Appa… perban Jae yang sekarang sudah basah… tolong gantikan dengan yang baru ne?" Wajahnya kini tergantikan dengan wajah merajuk dan aegyo
"Arraseo…"
"Yeheyyy" Girang Jaehyun sambil menduduki bokongnya dipaha sang appa
Kris memulai acara(?) mengganti luka di kening Jaehyun. Ia meringis kesakitan saat Kris mengambil kassa lama yg ada di jidat Jaehyun yang agak menempel dengan lukanya, sehingga membuat Jaehyun merasa perih dan sakit.
Tapi, Kris tidak mempedulikan itu, karena ia ingin anaknya kuat menahan sakit. Oh sadisnya.
"Eunghh…" Terdengar suara lenguhan dari tubuh namja cantik di sebelah Kris, sambil menaikan tangannya. Terlihat dari badannya yang sedikit bergetar, yang pasti sudah ditebak namja itu sedang merenggangkan otot-ototnya. Chanyeol mendudukan dirinya dan mengerjapkan matanya berkali-kali dengan lucu, Jaehyun yang melihat ummanya terbangun langsung menyembunyikan dirinya di balik badan kekar Kris
"Appaa…." Cicit Jaehyun
"Waeyo?" Kris heran melihat anaknya seketika mimic wajahnya berubah menjadi takut
"Ah, pagi Kris… pagi Jaehyun-ah" Senyum Chanyeol sehabis merenggangkan otot-otonya, setelah disapa oleh ummanya dengan cepat Jaehyun turun dari pangkuan appanya dan pergi menuju ruangannya. Chanyeol yang melihat itu hanya melongo dan mengerjapkan matanya 2 kali
Kris yang melihat itu memiringkan kepalanya dan menunjuk pintu kamar mereka berdua, yang mungkin bisa diartikan dengan 'lihat itu'. Kris pun turun dari kasurnya dan menuju kamar mandi meninggalkan Chanyeol sendirian di atas kasur yang empuk itu.
'eh tidak biasanya aku bangun pagi'
"Ahhh, aku baru menyadarinya….."
Wu YiFan
X
Park Chanyeol
Kini Doyoung dan Jaehyun telah duduk manis di kursi yang berada di ruang makan, mereka sedang melahap roti yang ada di depannya sambil menggerak-gerakan kaki mungilnya yang tiㅡbelum bisa menyentuh lantai dan tidak sedikit juga remahan roti yang jatuh saat digigit mereka berdua. Sedangkan Kris yang ada di hadapan mereka berdua hanya tersenyum lucu melihat tingkah kedua anak kembarnya jika sedang makan, sesekali juga Kris melihat kearah kamar yang ditempati Kris dan Chanyeol.
Munculah Chanyeol dengan wajah ngantuknya, sepertinya nyawa Chanyeol belum terkumpul semua. Chanyeol saat ini memakai cardigan sepanjang bawah lutut, celana panjang kantor, memakai kemeja berwarna baby blue serta membawa file dan juga tas kerja yang ia jinjing ditangan kanannya. Sehingga ia terlihat seperti namja tampan yang akan pergi ke kantor, bukan seperti seorang umma. (yaiyalah)
Kris yang melihat dandanan Chanyeol yang seperti itu mengangakat sebelah alisnya, heran. Mengapa Chanyeol berpakaian seperti itu, tidak biasanya.
Jaehyun yang melihat eommanya datang langsung menghentikan acara makannya lalu menundukkan kepalanya takut, Doyoung yang melihat adiknya seperti itu hanya melirik sekilas lalu melanjutkan kegiatan memakan roti yang ada ditangannya.
Bukannya bergabung dengan anaknya Chanyeol malah menuju dapur dan mengambil sebuah kaleng kopi yang berada di dalam kulkas. Chanyeol membuka kaleng itu lalu meminumnya dengan ganas, Kris yang melihat Chanyeol meminum kopi 3 hari berturut-turut hanya diam saja.
"Ya, Chanyeol-ya. Kau jangan meminum kopi dingin di pagi hari" Sahut Kris
Tetapi, sekarang Kris sepertinya ingin mengingatkan istri tersayangnya itu.
"Wae? Aku ingin meminumnya agar malam hari aku tidak mengantuk" Jawab Chanyeol sambil mengelap bibirnya dari air kopi yang sedikit membasahi bibir pinknya
"Tidak baik untuk kesahatanmu, sebaiknya kau meminum air mineral dan duduklah disini untuk makan bersama" Perintahnya
"Aniya, gomawo Kris. Tetapi aku ingin makan diluar, aku tidak mau menganggu acara makan kalian. Jja, aku duluan"
"Ya! Ya! Chanyeol-ah!ㅡ
BLAM!
Aish!" Kris mengacak-acakkan rambutnya kesal. Akhir-akhir ini mood Chanyeol selalu saja berubah dengan cepat seperti ibu-ibu hamil, oh! Apakah Chanyeol hamil? Tentu tidak, Kris dan Chanyeol saja belum melakukan 'itu' untuk bulan bulan ini ㅋㅋㅋㅋ
Mworago?
Sedari tadi Jaehyun hanya berdiam diri di dalam kelas, ditemani oleh teman satu gengnya. Mereka bertiga duduk melingkari meja Jaehyun sambil menatap bingung Jaehyun yang sedang mengeriyitkan alisnya sebelah.
Yugyeom yang kebetulan berada di tengah-tengah diantara mereka bertiga langsung membuka suaranya "Ya chingudeul, kita sampai kapan menatap Jaehyun?"
Hanbin yang berada di sebelah kanan Yugyeom hanya mengangkat bahunya dan mentoel pipi gembul Jaehyun "Molla. Jaehyun-ah, kau kenapa… Jaehyun-ah…"
Ren yang melihat tingkah laku Yugyeom dan Hanbin hanya berdecak malas "Dasar pabbo"
"Hmmm, sebenarnya aku ingin meminta maaf pada ummaku" Ucap Jaehyun yang mulai membuka suaranya
"Waeyo? Aku tak pernah melihat ummamu Jaehyun-ah! Apakah dia cantik? Baik? Apa dia galak, seperti ummaku?" Tanya Yugyeom
"Ah! Nado! Kita tak pernah melihat ummamu, ayo ajak main kita Jaehyun-ah" Tambah Hanbin
Ren yang berada di tengah-tengah antara Hanbin dan Yugyeom hanya menopang wajahnya dengan kedua tangan mungilnya "Kalau begitu, seperti apa ummamu itu ?"
Jaehyun yang bingung dengan semua pertanyaan berturut-turut dari ketiga sahabatnya ini hanya memandang mereka bingung "Aku pusing dengan kalian. Kalian semua memberiku pertanyaan seperti soo seongsaenim. Kalau kalian ingin tau bagaimana ummaku kalian akan aku ajㅡ"
"Aniya. Umma kami selalu sibuk bekerja dan selalu pulang malam" Doyoung memotong pembicaraan Jaehyun, Doyoung yang duduk di belakang Jaehyun mencampuri omongan Jaehyun dan kawan-kawan.
"Ya hyung! Umma sela- hmmppfffttthh" Doyoung menutup mulut kembaraanya dengan tangan kanannya, "Jangan dengarkan Jaehyun, eomma kita sangat sibuk" Kata Doyoung final, lalu ia kembali duduk ke tempat asalnya
Mereka bertiga plus Jaehyun hanya menatap Doyoung dengan tatapan bingungnya dan beberapa detik kemudian menganggukan kepalanya mengerti, Doyoung yang merasa ditatap terus oleh teman-teman Jaehyun langsung membuang mukanya ke samping jendela kelas.
"Ah… Geurae…. Ummamu pasti sibuk Jaehyun-ah, sama seperti ummaku! Ummaku selalu berangkat pagi dan pulang sore. Tetapi setelah pulang sore umm… ummaku memasakan makanan untukku dan appa!" Cerita Yugyeom dengan nada senangnya
"Geundae!" Semuanya melirik pada Hanbin "Ummaku selalu pulang malam dan tidak memasakan makanannya untukku. Aku dan appa selalu membeli makanan jadi…."
Doyoung yang sedikit mendengar cerita Hanbin perlahan menarik perhatian pada cerita Hanbin. Ia pun menajamkan telinganya untuk mendengar cerita Hanbin
"Mengapa ummamu tidak pernah memasak?" Tanya Yugyeom
"Karena kata appaku, umma akhir-akhir ini sibuk dan sering kelelahan jadi ia tak pernah memasak untuk kita berdua. Padahal umma jago memasak"
'tetapi umma tak jago memasak'
"Tetapi aku mengerti mengapa ummaku sibuk, appaku juga sama. Terkadang aku hanya sendi- ani berdua dengan puppy" Kata Hanbin tersenyum pada semuanya
"ooohh begitu…."semuanya seranya membulatkan mulutnya min Jaehyun, Jaehyun hanya menundukan kepalanya sama halnya dengan Doyoung. Jaehyun teringat dengan kejadian kemarin disaat ia dibentak oleh ummanya, ya mungkin ummanya sangat lelah dengan pekerjaanya sehingga ia merasa membentak Jaehyun secara tidak sengaja. Pikirnya..
Berbeda dengan Doyoung, ia memikirkan bahwa selama ini ia selalu melakukan hal yang sangat tidak menyenangkan pada ummanya. Mulai dari menatapnya malas sampai ia berbicara mengapa ia tidak menikah dengan Jessica (ch.6) tetapi Doyoung tidak memikirkannya dan langsung mengeluarkandan menulis-menulis random.
"Jaehyun-ah!" Jaehyun membuyarkan lamunannya saat namanya diteriaki oleh kawan-kawannya
"Wae?"
"Kepalamu… mengapa ditutupi kapas?" Tanya Ren yang sedaritadi hanya diam
"Ah igeo…" Jaehyun memegan kepalanya tidak lebih tepatnya keningnya "Aku terjatuh di tempat tidur saat aku tidur hehehe" Kata Jaehyun tertawa sambil menampilkan gigi rapihnya
Dan pada akhirnya bel masuk kelas berbunyi menandakan semua murid akan memasuki kelas. Yugyeom, Ren dan Hanbin lalu kembali ke tempat duduknya masing masing.
…(9'-')9…
Chanyeol kini tengah menyantap makanan di hadapannya dengan sangat ganas, ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Akhir-akhir ini ia hanya meminum coffe lalu memakan makanan hanya sesuap atau 2 suap saja, mana ada orang yang akan kenyang hanya memakan sesedikit itu.
Ia tengah memakan makanan yang berada di kantin kantornya, karena makanan disitu sangat enak-enak meskipun itu hanya ramyun saja. Chanyeol ingin kembali ke tempat kerjanya namun apa yang ia lakukan disitu… membantu temannya? Dia paling malas jika sudah di suruh-suruh kesana dan kemari. Pekerjaannya sudah ia selesaikan kemarin kemarin sehingga Chanyeol memiliki waktu santai hingga atasannya memanggil ia jikalau ia memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.
Mengapa Chanyeol bisa sebebas itu? Itu karena atasannya dengan Chanyeol dulunya sunbae dan hoobae saat di SMA. Atasannya saat ini adalah hoobaenya di sama club yaitu club band, dulu Chanyeol sangat handal dalam memainkan banyak alat music hingga hoobaenya yang satu ini bernama Lee Jihoon selalu meminta diajarkan oleh Chanyeol. Chanyeol dikenal dengan kebaikan hatinya sehingga dengan senang hatinya ia mau mengajarkan Jihoon bermain piano. Begitu ceritanya sehingga ia bisa sebebas itu dan apalagi saat itu ia sangat kaget dengan atasan barunya adalah hoobaenya dulu. Malu? Tidak chanyeol tidak malu, malah ia selalu mendatangi ruangan Jihoon dan keduanya bercerita banyak hal. Saat menceritakan bahwa Chanyeol memiliki 2 anak kembar, Jihoon meringankan pekerjaan Chanyeol. Karena tidak ada yang tau mereka berdua teman dekat jadi tidak ada yang memprotesnya.
Oke kita kembali ke keadaan Chanyeol saat ini
Sambil mengunyah makanannya Chanyeol memainkan smartphonenya, disitu terlihat jika ia sedang mencari tempat belajar memasak.
Ya kali ini Chanyeol bertekad bahwa ia ingin berubah, ia ingin membuat masakan untuk keluarganya. Tak ingin keluarganya terus menerus memakan makanan fast food.
"Oh! Ini dekat dengan rumah, hanya butuh 10 menit untuk kesana. Gejyo, aku harus kesana untuk mendaftar. Ja… Chanyeol-ah, ayo membuat perubahan baru" Senyum puas Chanyeol tercetak di wajah tampannya
Dengan segera ia mengambil coat dan juga tasnya lalu pergi meninggalkan kantin kantornya dengan wajah berseri-seri
"Hm… aku mencium wangi-wangi perubahan saat ini"
Chanyeol sangat aneh jika sudah dengan mood bagus seperti ini ckckck...
TBC
Yeay! Udah chapter 9 kkk~ ada yang masih ingat dengan ff ini? Mian ya aku baru update sekarang, aku ga men-discontinue ff ini kok. Cuma ya kehidupan real aku kali ini sibuk bangettt jadinya ff ini ketumpuk sama tugas-tugas aku XD mianhae (ToT)
Makasih yang masih stay tune di ff aku, maaf ff aku masih banyak kekurangan, maaf juga kalau ada typo atau kata kata yang ga kalian mengerti terus kalau tambah aneh ceritanya maaf aja ya. Jujur ya tadi aku hampir lupa jalan cerita ini giman wkwkwk tapi akhirnya aku ingat lagi.
Maaf lagi aku ga bisa bales satu satu reviewnya, bukan sombong tapi aku lagi ngumpulin dulu. Nanti di ch. 10 aku bales review kalian. Aku seneng kalian review ff aku^^ aku jadi pengen fast update, but I can't huhuhuhu T^T . Tapi ff ini tetep lanjut walaupun ini slow update ok? oh iya kalau di ff aku ada typo, tolong kasih tau dimananya nanti biar aku benerin lagi:)
Sekian ya, terima kasih buat readernim, sidernim, dan juga newreader^^
