I Want to be Maou: Rise a Saint Templar baru punya Saya
Author:Tessar Wahyudi
Rating: T
Banyak Typo dan kadang ngawur tapi semoga bisa menghibur.
Chapter 9 rasa bersalah seorang adik
Pagi itu Ikki sedang dalam keadaan termenung, dia memainkan pena yang ada disela jarinya lalu mengetuk ngetukannya di meja dan menghasilkan bunyi..
"Baiklah anak-anak kita belajar materi sejarah tentang jaman sengoku, yang terjadi sekitar tahun 1598 bla bla bla." jelas Sensei.
Guru menjelaskan tentang sejarah yang pernah terjadi di jepang. Sebenarnya itu amat menggelikan bagi Ikki bukannya meremehkan tapi saat dia berumur 8 tahun, ayah angkatnya selalu mengingatkan untuk belajar tentang sejarah seluruh negara.
Metode pengajarannya lain daripada yang lain, ayah angkatnya mengajar dengan lembut dan perhatian bahkan dengan metode pengajaran seperti itu. Membuatnya selalu bisa mengingat apa yang dia ajarkan dan tak pernah lupa.
"Ikki!"
"Ikki!"
"Kurogane Ikki!"
Ikki terhentak manakala namanya dipanggil matanya tertuju pada sumber suara, yang tak lain adalah guru yang mengajar sejarah.
"Ha'i sensei," jawab Ikki
Guru itu menggerakan pelipis dan menekuk wajahnya, ketika Ikki hanya menjawab seperti itu lalu dia membuka suaranya.
"Aku tahu pelajaran sejarah adalah hal yang paling membosankan," tapi setidaknya perhatikan diriku.
Ikki memasang wajah cengoh atas ucapan guru tersebut, melihat ekspresi demikian membuat guru itu makin geram.
"Sekarang jika kau mengerti coba sebutkan pemimpin jepang pada masa sengoku? Dan sebutkan prajurit yang ada dibawah pimpinannya?," gertak sang sensei
Mendapati pertanyaan dari sensei tersebut tak membuat dia ketakutan, malah Ikki memasang senyum kecil dan menatap sang sensei.
"Sensei jika aku berhasil menjawabnya maka ijinkan, aku tenggelam dengan pikiranku karena aku sedang banyak pikiran." pinta Ikki.
Mendapati pernyataan itu yang diajukan bukannya jawaban, membuat guru itu geram bukan kepalang tapi dia juga tersenyum dalam hati.
"Baik akan kuijinkan tapi bila kau tidak bisa menjawabnya maka, kau akan kusuruh membersihkan wc setiap kali pelajaranku berlangsung." jawab sang Sensei.
Seluruh murid paling benci bila disuruh membersihkan wc bukannya mereka takut kotor atau jorok, tapi jumlah wc disekolah ini bisa dibilang sangat banyak jadi wajar saja wajah para siswa itu menegang.
"Cih! jika begitu aku lebih memilih membersihkan wc saja," jawab Ikki spontan
"Eh!," itu reaksi Para siswa atas ucapan ikki
"Sudah cepat jawab dengar nasibmu ditentukan oleh jawabanmu karena itu-"
"Nobunaga Oda adalah pemimpin jepang pada masa sengoku dibawah pimpinanya rakyat jepang diberi kedisiplinan yang keras dan kepatuhan yang absolut. Pada masanya rakyat tidak diberi kebebasan berpolitik dan berada pada doktrin seluruh perintah kaisar adalah kehendak dewa jadi harus dipatuhi, dan karena hal demikianlah dia mampu mengatur rakyat agar menuruti keinginannya. Serta dibawah pemerintahannya dibentuk pasukan khusus yang gagah berani, tak takut mati, rela berkorban dan setia pada Kaisar itulah yang dinamakan Samurai. Pada Zaman pemerintahannya jepang berada pada masa kejayaannya. " Jelas Ikki dengan gamblang.
Belum sempat guru itu melanjutkan kata katanya Ikki sudah menjawab dengan gamblang dan jelas, bahkan ke topik yang tidak dia tanyakan sehingga membuatnya membuka rahang lebar dan mata melebar.
Semua siswa juga menatap tak percaya dengan jawaban Ikki yang terkesan bukan seperti jawaban, tapi sedang bersyair namun isinya tidak keluar dari pertanyaan Guru tersebut.
"Nah sensei itulah apa yang kau tanyakan sekarang bisakah aku tenggelam dalam fikiranku sekarang," tanya Ikki setelah menjawab pertanyaan yang diajukan guru tersebut.
Menggoyangkan kepala ke kanan dan kekiri untuk mengumpulkan fokus dia hanya bisa menggerutu kesal, dengan jawaban yang diberikan Ikki dan dengan desahan pasrah dia menjawab.
"Haah...baiklah terserah kau saja," jawabnya dengan bahu menurun kehilangan wibawa.
Para murid yang melihatnya sedikit mengernyitkan kening dengan kondisi guru tersebut. Yah memang mereka merasa kasihan tapi disisi lain mereka baru tahu kalau kurogane Ikki, cukup mengerti dengan sejarah jepang padahal dia baru dua tahun disini.
"Terima kasih sensei atas izinnya," jawab Ikki sambil kembali terbenam dalam perbincangan, yang dulu dilakukan oleh ki Semar.
Flash back
Ikki duduk diatas kasur dan di depan berdiri dua sosok, yang sangat dihormati danghyang di Tanah Jawa yaitu Ki Semar dan Ki Togog.
"Jadi apa kau berhasil menemukan sesuatu, yang bisa membuat ketiga gunung berapi itu terpicu untuk meledak bersamaan?," tanya Ki Semar mengawali percakapan.
Ikki menggelengkan kepala atas pertanyaan itu karena sepanjang dia menyelidiki sejarah pulau jawa, tak satupun petunjuk yang mengarah ke hal tersebut.
"Maafkan aku Ki Semar aku masih belum bisa menemukan, apa yang kita khawatirkan kemungkinan musuh menyimpannya di suatu tempat yang tidak kita sadari sepenuhnya," jawab Ikki sambil menundukkan kepala karena tidak menemukan kejelasan atas masalah satu ini.
"Jangan fikirkan itu Kurogane! Mengalahkan Gandasura dan menghentikan ketiga gunung itu untuk meletus saja, sudah merupakan bantuan besar aku berterima kasih padamu," jawab Ki Semar mencoba menghibur Ikki.
"Itu benar! meskipun ada kemungkinan kejadian ini akan berulang kembali, setidaknya kami tahu siapa orang yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut," tambah Ki Togog .
Hal yang mengganggu Ikki adalah mengapa mereka mau memusnahkan pulau Jawa ini, pasti mereka punya alasan tapi Ikki tidak ambil pusing selagi masih ada yang selamat dia cukup bersyukur kemudian Ikki teringat akan sesuatu.
"Ano Ki Semar! Apa yang terjadi dengan Yumna? Bagaimana dia bisa sembuh?," tanya Ikki.
Pasalnya saat itu dia melihat sendiri bagaimana Yumna tak berdaya di depan matanya, dan Yudhi tiba tiba lepas kendali setelah kejadian itu. Ki Semar menarik sudut bibirnya mendengar pertanyaan yang diajukan Ikki.
"Hahaa jadi kau bertanya tentang itu baiklah akan kujawab! Yudhi dan Yumna sebenarnya sekarat waktu itu, aku kemudian meminjam mustika milik Hyang Manikmaya untuk menyelamatkan mereka berdua," jawab Ki Semar dengan wajah cerah.
'Hyang manikmaya siapa lagi dia,' batin Ikki
Seperti mengetahui apa yang dipikirkan Ikki Ki semar meneruskan.
"Dia adalah adikku paling bungsu, yang bertahta di atas kahyangan Joringsalaka," jawabnya tegas.
"Eh Kahyangan ya apa itu sejenis surga Ki Semar," tanya Ikki penasaran karena menurut yang dia baca kahyangan, mirip dengan surga dalam beberapa mitologi.
Mendapati pertanyaan tersebut Ki Semar menggeleng, dan menatap mata Ikki lekat.
"Kahyangan adalah tempat para Batara berada sedang surga itu menurut kepercayaan kami, ada di alam kelanggengan yang tidak bisa dijelaskan dan di umpamakan." jawab Ki Semar.
'Oh jadi mereka juga punya kepercayaan, bahwa ada alam yang lain selain alam ini ya,' Pikir Ikki
Melihat Ikki yang melamun Ki semar langsung mengeluarkan sesuatu, melihat apa yang dikeluarkan Ki Semar, Ikki tidak bisa menahan keingintahuannya.
"Ki Semar apa yang kau keluarkan ini?" Tanya Ikki
"Hm ini adalah ramuan dari negeri ini," jawab ki semar
Benda yang diberikan Ki semar menyerupai sebuah potion, yang ada di game online dengan warna merah, biru, dan hijau.
Lalu ki semar menunjuk satu persatu sambil menjelaskan.
"Yang berwarna merah ini untuk menyembuhkan luka dan memulihkan stamina, yang biru untuk membuat seorang wanita hamil apapun kondisinya meskipun dia seorang mandul pun jika meminum obat ini dia pasti akan hamil dan melahirkan. Sedangkan yang hijau untuk ... Dan gunakan hanya pada saat keadaan darurat saja Ikki. Semua ini kuserahkan padamu sebagai balas budi karena telah membantu kami," jelas Ki Semar.
Ikki terperangah dengan semua potion yang di keluarkan dan dijelaskan Ki semar, terutama yang hijau menurut perkiraannya yang hijau itu seperti merupakan berkah dari dewa. Mengingat itu hanya bisa digunakan saat darurat membuat Ikki sedikit paham, karena berkah para dewa tidak sembarangan diberikan.
"Eh! semua ini untukku," tanya Ikki
"Iya Ikki karena kau telah membantu kami ingatlah gunakan dengan bijak, karena satu potion hanya bisa digunakan 1 kali jadi pastikan kau tidak menggunakannya jika tidak terdesak," jelas dan saran Ki semar.
Flasback end
Ting Tong
Bel istirahat berbunyi dan murid murid semua beranjak dari tempatnya duduk untuk pergi kekanting mengisi perutnya yang lapar sedangkan Ikki mengambil bento dan hendakpergi ke atap sekplah seperti yang dulu dulu dia lakukan.
Syut
Sebuah tangan menghalangi langkahnya dan itu adalah Motohama.
"Jangan pernah berpikir kau bisa pergi semudah itu Ikki," gumamnya.
Wajahnya menyaratkan ingin menanyakan sesuatu dan Ikki langsung membalas.
"Oi waktu istirahat sekolah ini sebentar jadi jangan buang waktuku dong." sanggah Ikki.
"Temme! Setelah kau pulang liburan kau malah tidak membeli hadiah untuk kami," teriak Matsuda sembil menunjuk Ikki
Ikki sedikit mengernyitkan dahi pasalnya memang 2 hari yang lalu dia baru liburan, tapi daripada disebut liburan itu pantas untuk menyebutnya misi menyelamatkan sebuah pulau.
"Ha'i Ha'i ini untuk kalian," ucapnya
Ikki mengeluarkan sebuah pena yang terbuat dari bambu dengan ukiran candi borobudur di pena tersebut
"Hanya itu yang bisa kubelikan untuk kalian karena kurang persiapan, lain kali aku liburan pasti akan kuberikan yang lebih baik," Ucap Ikki sambil menyerahkan benda tersebut kepada keduanya.
"Wah Ikki kau memang yang terbaik," jawab Motohama setlah mengerima hadiahnya
"Ikki adalah teman terbaik," tambah Matsuda
'Ah kedua orang ini kadang tingkahnya menyebalkan, tapi kenapa aku juga merasa senang bergaul dengan mereka ya,' batin Ikki
Lalu setelah melihat Motohama dan Matsuda senang dengan pemberiannya dia pun membuka suara.
"Baiklah karena sudah selesai aku akan pergi mekan siang di atap sekolah," seru Ikki.
"Hm!" jawab keduanya bersamaan sambil mengangguk.
Ikki lalu melenggang pergi dari mereka berdua, dan berjalan menuju tempat biasa dia menghabiskan makan yaitu atap sekolah.
Cklek
Ikki membuka pintu dan pemandangan atap sekolah yang biasa dia lihat tersaji, Ikki sudah hampir 2 tahun di sekolah ini dan entah kenapa sama seperti berteman dengan Trio Mesum. Tempat ini juga sama selain dibawah pohon dekat lapangan olahraga saat musim semi yang membuatnya nyaman, tapi biasanya Ikki menghabiskan sebagian waktu istirahatnya di atap sekolah ini.
"Hah hanya tempat inilah yang membuat aku tetap betah berada di sekolah ini, kalau tak ada tempat ini entah apa aku bisa bertahan atau tidak," Ucapnya.
Bagi Ikki ini adalah tempat yang sangat nyaman dan mempunyai kenangan tersendiri walu tidak banyak. Disinilah dia menenggelamkan pikirannya untuk mengenang masa masa kedekatannya dengan ayah tercintanya.
Cklek
Pintu dibuka dan ternyata adalah Lis yang langsung, menunjukkan wajah gembira sambil menerjang kearah Ikki.
"Onichan! onichan! ternyata uwaah..." teriaknya sambil berlari dan meraih Ikki.
Karena pergerakan Lis yang tidak disadari membuat Ikki terdorong kebelakang, dan jatuh terlentang dengan Lis yang ada diatasnya
"Itte Lis jangan sembarang menerjangku," protes Ikki sambil meringis akibat benturan kecil di belakang tubuhnya.
Tapi Lis yang ada diatas Ikki mengoyangkan kepalanya, dengan wajah tersenyum tanpa dosa.
"Tidak Onichan! Lis akan selalu menerjang Onichan karena itu adalah kesenangan Lis," jawabnya.
"Hah terserah tapi cepat bangun tubuhmu itu berat kau-"
Splak
Belum sempat Ikki melanjutkan sebuah tangan mendarat mulus di pipinya dan membuatnya meringis kecil kemudian dia menatap Lis dan meneguk ludahnya
"Onichan apakah aku mengganggumu," suara Lis bak seorang yang akan menambahkan derita, jika dijawab dengan salah.
"Ahahah tidak kok tubuhmu ringan seringan kapas, apalagi kalau kau cepat pindah dari tubuhku," jawab Ikki polos.
Wajah Lis lalu mengencang dan matanya menyala setelah menerima jawaban Ikki, dia lalu mengayunkan tangannya sambil berteriak.
"Eerrrgghhh onnichan no bakaaaa!"
Splak!
I"t-ite Kenapa kau memukulku Lis."
Ikki menggosok wajahnya yang sudah diberi cap lima jari oleh Lis, sedangkan sang pelaku malah membuang muka sambil mengulum bekal yang ada didepannya.
"Hm! itu karena onichan bilang aku berat kau tahu, aku bahkan sudah diet untuk mengurangi berat badanku tahu," jawab Lis cepat.
'Heh! diet kah tapi tubuhnya tambah berat saja,' batin ikki
"Oh iya onichan setelah pulang nanti Kaichou ingin mengadakan rapat membahas sesuatu." seru Lis
Ikki memanggu dagu dengan tangannya menerima informasi dari Lis.
"Kira-kira apa yang akan dibahas ya? Apa ini juga hal penting," ucap Ikki
Lis tiba-tiba bangkit dan menepuk belakang roknya yang kotor karena debu.
"Ya itu benar. kalau begitu segitu saja untuk hari ini, sudah waktunya masuk."
"Ah!"
Setelah mengatakan itu Lis berlari meninggalkan Ikki yang menatap horor bento buatan Kaichou, karena isinya sudah habis padahal dia belum menjamahnya satu pun.
"Tunggu Lis! kau menghabisi bentoku." Teriak Ikki sambil tangannya diangkat
"Eheheh gomenne onichan aku kelaparan jadi terima kasih makanannya," jawabnya sambil tersenyum dan berlari.
Pelipis Ikki berkedut karena kelakuan dari Lis yang sudah menghabiskan makan siangnya, padahal dia belum mengisi perutnya sama sekali.
"Ini makan saja separuh milikku yang belum habis," seru seseorang
Saat Ikki menoleh ke sumber suara dia melihat Fukku Kaichou Tsubaki, sedang makan sebuah roti lapis sambil memandang sekolah.
Entah berapa kali dia melihat Tsubaki senpai seperti itu Ikki merasa ini seperti de ja vu, karena perasaan dan emosi yang ditimbulkan saat memandang Tsubaki senpai dari sisi samping. Terasa sama seperti saat dia berjalan bersama ke sekolah waktu itu.
Pipi Ikki bersemu saat mengingat kejadian itu mana mungkin Dia lupa karena kejadian waktu itulah, untuk pertama kalinya dia sadar mengapa seluruh Pria di sekolah ini menginginkan hati Tsubaki senpai. Dan sekarang dia ada disampingnya sambil memakan bento dan memandang sekolah.
"Ikki apa kau mendengarku...kenapa...kau... memandangiku seperti itu," tanya Tsubaki dengan gugup dan sedikit semu merah.
"Eh! Ahaha gomenasai aku malah melamun sebenarnya aku teringat sesuatu, tapi tenang saja aku baik baik saja," jawab Ikki spontan sambil menggaruk belakang kepalanya dengan gigi yang melebar.
Mendapat respon seperti itu membuat Tsubaki meremas tangannya, karena menahan sesuatu lalu mulutnya terbuka.
"Ano...memangnya apa...yang Kurogane-kun pikirkan?," tanya Tsubaki dengan hati hati.
Pertanyaan yang diajukan Tsubaki dengan tiba-tiba, membuat mata Ikki melebar dan sungging bibirnya gemetar karean gugup.
"Eeh! itu...itu...sebenarnya...itu...," jawab gugup Ikki.
Ting tong
Belum sempat Ikki menjelaskan kepada Tsubaki bell sekolah sudah berbunyi, menandakan waktunya masuk buru-buru Ikki berkata.
"Ahaha sudah waktunya masuk gomenne, mungkin lain kali akan kuceritakan," jawab Ikki dengan lancar tanpa khawatir
'Syukurlah bel sekolah berbunyi tepat waktu,' batin Ikki
"Heheh tidak apa apa masih banyak waktu buat kita," respon Tsubaki atas jawaban Ikki, sambil wajahnya tersenyum dan tangan yang mengepal.
'Kuso! kenapa bell sekolah harus berbunyi tepat, sebelum kurogane-kun menjelaskan apa yang dia pikirkan sih,' batin Tsubaki sambil mengeraskan kepalan tangannya.
Keduanya beranjak dari tempat tersebut untuk masuk ke kelas masing-masing, dan tak lupa Ikki mengisi perutnya yang kosong dengan separuh bento dari Tsubaki.
Waktu berjalan cepat dan kini semua siswa sudah bersiap untuk pulang tak terkecuali Ikki, karena sekarang mendekati liburan musim panas jadi banyak kegiatan yang akan dilaluinya.
Ketika Ikki melangkahkan kaki untuk pulang, sebuah tangan meraih pundaknya sehingga membuatnya berhenti.
"Ikki bagaimana kalau pulang dengan kami saja, dengar sesuatu yang menarik sudah kami dapatkan hehe," seru Matsuda dengan menekan kacamatanya.
"Benar Ikki! Hari ini kita berempat akan berpesta benarkan Issei," sahut Motohama sambil melirik ke Issei.
Sedangkan Issei hanya tertawa canggung mendapati pernyataan dari Motohama, lalu buru-buru Issei mengatupkan kedua tangannya.
"Gomen hari ini aku sedang sibuk, Buchou memintaku untuk segera pergi ke ruang klub setelah pulang sekolah," Jawab cepat Issei.
"Sedangkan aku diperintah Kaichou untuk segera pergi ke ruang Osis, karena menyangkut masalah penting soal festival musim panas," sambar Ikki.
Ikki dan Issei mengangguk bersamaan dan segera melenggang pergi, meninggalkan tempatnya lalu Kedua orang itu menggertakan gigi.
"Terkutuklah kalian berdua!," teriak keduanya.
Ketika Ikki dan Issei berjalan ke arah tujuan masing masing, dan melalui di jalan yang sama suasana canggung terjadi Ikki memulai percakapan.
"Yo Issei bagaimana keadaan kota akhir akhir ini," tanya Ikki
Issei tersenyum dan menggaruk belakang kepalanya menanggapi pertanyaan Ikki.
"Ya semua tampak baik baik saja, oh ya ngomong ngomong bagaimana liburannya Ikki," respon dan tanya Issei pada Ikki.
Ikki menghembuskan nafas berat saat mendengar pertanyaan yang sama dengan Motohama dan Matsuda.
"Sebenarnya liburannya berjalan lancar, hanya ada sedikit gangguan kecil sehingga membuat kami cukup kerepotan," jelas Ikki.
"Oh souka lalu apa yang terjadi disana?," tanya Issei kembali.
"Hm kami kelompok Osis memecahkan teka teki di negeri itu, aku tidak percaya negeri itu memiliki teka teki yang banyak," jawab Ikki kembali.
"Oh! Ikki apa kau sedang memikirkan sesuatu yang berat," tanya Issei kali ini suaranya terkesan khawatir.
Ikki sedikit terkejut dengan pertanyaan Issei, dia tentu paham Issei adalah satu satunya teman yang paling peka diantara ketiga orang idiot. Bahkan Ikki berani bertaruh karena kebaikan hatinyalah mungkin, yang membuat Rias tertarik selain Sacred gear miliknya.
"Neh kenapa kau menanyakan hal tersebut, apa aku terlihat bingung Issei,' jawab Ikki mencoba mengalihkan.
Issei hanya tertawa kecil sambil meletakan tangan di lehernya .
"Haha gomen jika itu mengganggumu, tapi Ikki jika kau butuh saran dan bantuan. Jangan pernah sungkan membicarakannya denganku oke.," serunya dengan jempol yang diacungkan, sambil dia memutar tubuhnya ke arah lain.
"Baiklah aku duluan yah!," tambah Issei sambil tangannya melambai.
"Hm salam untuk yang lainnya," jawab Ikki
Issei mengangguk atas perkataan Ikki barusan, lalu dia pergi ke ruang klub penelitian ilmu gaib.
'Issei dibalik sifat idiotmu ternyata kau memiliki sifat hangat juga ya,' batin ikki dan tanpa disadari seulas senyum kecil terlukis di bibirnya.
'Aku senang sudah mengenalmu,' tambahnya.
Ikki bergegas ke ruang Osis dan langsung membuka pintu.
Cklek
"Tadaima!," seru Ikki
"Okaeri. Ikki /senpai/ kurogane-kun," jawab mereka semua dengan panggilan berbeda untuk Ikki.
Bennia langsung berdiri dan maju ke depan wajah Ikki yang baru tiba.
"Ah Gosujin sama kemari! kemari! Aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu," ucapnya sambil menarik lengan Ikki.
"Ah! Bennia mau apa kau?" Tanya Ikki.
Melihat itu Lis langsung menarik lengan satunya dan merengek.
"Ini adalah onichanku dan tidak ada yang boleh menariknya selain aku!"
Bennia menajamkan matanya dan menggertakan giginya, serta mengeratkan pegangan pada tangan Ikki membuat Ikki meringis.
'It-ite lenganku', batin Ikki
"Tunggu dulu Lis! Bukankah kau seharusnya puas sudah bersamanya sepanjang hari," protes Bennia dengan menarik lengan Ikki keras.
"Yadda aku masih belum puas," teriak Lis dengan menarik lengan Ikki lebih keras.
Sedangkan yang ditarik oleh mereka menahan rasa sesak, karena genggaman mereka berdua padanya.
"Tunggu! Kalau kalian menarikku lebih keras tubuhku akan terbelah," rengek Ikki.
Mata Lis dan Bennia sekali lagi beradu pandang, terasa seperti ada aliran listrik beradu dari tatapan itu lalu.
"Ngeeh Hm!," geram keduanya.
Mereka melepaskan lengan Ikki dengan kasar sambil membuang muka, membuat Ikki jatuh dengan nafas mendesah. Tapi saji mendatangi Ikki, dan langsung menggoyangkan tubuh Ikki dengan mata kesal.
"Kusoooo! Kenapa kau selalu jadi rebutan para gadis osis," teriak Saji sambil terus menggoyangkan tubuh Ikki.
"Haaaah Saji hentikan," melas ikki karena dirinya sudah tidak kuat.
Lalu saji menghentikannya dan Ikki langsung tersungkur dengan mata memutih, dan diatas kepalanya bintang berpurar.
"Onichan/Ikki/Senpai/korogane-kun!," teriak mereka.
Setelah Ikki agak siuman Sona Kaichou lalu membuka suara.
"Lis dan Bennia kuharap kejadian ini tidak terulang lagi, terutama kau Lis cobalah untuk tidak selalu merepotkan Ikki," ucap sona datar.
Mata Lis langsung melebar dan dia menggigit bibirnya mendengar perkataan dari Kaichou, memang dia akui bahwa dia selalu merepotkan Ikki tapi itu dilakukan untuk menarik perhatian dari Ikki.
"Sikapmu sudah terlalu berlebihan jangan jadikan statusmu sebagai sepupunya, lantas kau bisa berbuat seenaknya dengar kurogane juga punya-"
Sebelum Sona menyelesaikan ucapannya Lis menggigigt bibirnya, dan menjawab dengan mata tertutup poni.
"Yah Onichan juga punya orang yang harus dilayani dan dipatuhi yaitu kau bukan... Aku bukanlah dirimu yang tampak anggun...dan juga bukan Tsubaki senpai yang menawan...atau seperti yang lainnya."
Lis berhenti menjeda kalimatnya semua mata memandang kearahnya. Lalu mata mereka melebar karena pipinya sudah dibasahi air mata.
"Yang kuinginkan hanya perhatian dari Onichanku saja tidak lebih!," teriaknya sambil berlari pergi secepat yang dia bisa.
"Lis!" Teriak mereka mencoba mengejar.
Sedangakan Sona mematung tak percaya jika ucapannya barusan membuat salah satu keluarganya menangis. Lalu Ikki menggertakan giginya dan menatap Sona.
"Sona kaichou kenapa anda berkata seperti itu kepada Lis," tanya Ikki.
"Tapi Ikki, Dia itu-"
Belum selesai Sona menyanggah, Ikki sudah bersuara.
"Bagiku dia sudah kuanggap adik dan juga aku tidak pernah merasa direpotkan sama sekali, memang menjengkelkan di kerjai olehnya tapi kalau kau tahu apa yang sudah dilalui olehnya sebelum direinkarnasi maka..."
Ikki menjeda kaimatnya lalu menggertakan gigi dan mengepalkan tangan dengan kuat, Sona dan Tsubaki yang menunggu jawaban sambil menahan nafas.
"Kalian pasti tidak akan tega berkata seperti itu padanya," kalimat itu yang diucapkan Ikki sebelum dia berlari mengejar Lis.
Mata Sona dan Tsubaki melebar dengan jawaban Ikki, lalu keduanya mengikuti dibelakang Ikki untuk menyusul Lis.
Tempat Lis
"Hah hah aku tidak akan menemui oni-chan lagi...aku tidak mau merepotkan Onichan lagi...aku akan pergi sejauh mungkin dari onichan," ucap Lis sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya.
Tempat Ikki
"Lis! Lis!Lis!," teriak Saji, Reya, dan anggota Osis lainnya.
"Dimana dia?" Tanya Ikki panik dibelakangnya ada Sona dan Tsubaki.
Mereka menggeleng kepala.
"Dia berlari dengan cepat dan kami kehilangan jejak," jawab Saji mewakili
Ikki lalu menggertakan giginya mendapati jawaban itu yang dia terima.
"Sial kemana kau pergi Lis," pikir Ikki sambil mengingat tempat apa yang biasa dikunjungi oleh Lis.
Tempat Lis
"Hah hah hah kurasa ini sudah jauh dari mereka," ucap Lis sambil terengah dan langsung terduduk dengan memasang wajah murung.
Lis menutupi wajahnya dengan kedua lengannya dan terisak.
"Kenapa...aku hanya ingin perhatiannya..."
Wajah Ikki yang menatap penuh perhatian kepadanya terbayang.
"kenapa...aku hanya ingin melihatnya tersenyum padaku..."
Wajah Ikki yang tersenyum tulus kepadanya terbayang, membuat hatinya sedikit menghangat lalu dia melanjutkan.
"tapi,"
Bayangan Sona kaichou dengan wajah serius menatap kearahnya dan berkata '[Sikapmu sudah terlalu berlebihan jangan jadikan statusmu sebagai sepupunya lantas kau bisa berbuat seenaknya]'
Lis terisak lebih dalam ketika mengingat frasa itu diucapkan oleh orang, yang dia hormati dan anggap kakak kedua baginya.
"Grooaarrghh," sebuah suara menggema
Sebuah suara keras mengguncnag membuat Lis melebarkan mata menatap asal suara. Itu adalah gerombolan makhluk goblin dengan ukuran setinggi 3 meter. dan jumlah mereka ada 6 Lis menggigit bibirnya merutuki nasibnya.
"Onichan!," gumamnya sambil tubuhnya gemetar, lalu dia menggoyangkan kepalanya dan menyiapkan tinjunya.
'Kali ini aku tidak akan bergantung pada Onichan, aku akan berusaha tapi.,' batinnya mantap bercampur ragu.
"Grooaaarrhh!"
Tempat Ikki
'Cikuso dimana kau Lis!,' pikir Ikki
"Lis! Lis! Lis!," teriak mereka.
Lalu Sona kaichou berbicara sambil meremas tangannya yang disedekapkan didepan dadanya.
"Semua ini salahku karena keegoisanku yang selalu merasa dia merepotkan Ikki, malah membuat Lis pergi aku-"
"Jangan salahkan dirimu Kaichou mungkin aku kurang paham apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian. Tapi satu hal kau juga jangan pernah meragukan kepercayaan kami padamu, aku yakin Lis melakukan semua itu bukan disengaja dia hanya kesepian," respon Ikki menanggapi keluhan Kaichounya.
'(Yo master! gunakan saja Sage Mode dan fokuskan ke cakra yang kau berikan pada Lis itu pasti akan berhasil,)' ucap Gamaken dari dalam pikiran Ikki.
'Kenapa lama sekali memberitahunya Gamaken,' jawab Ikki sewot.
'Apa kau bertanya padaku sebelumnya.' Sanggah Gamaken.
'Tidak! Tapi setidaknya kalau kau punya solusi bilang dari awal dong. Sudahlah terima kasih idenya,' balas Ikki dan memutus Link dengan Gamaken.
Kemudian Ikki langsung berfokus mengumpulkan cakra alam dan masuk ke dalam [Sage mode].
[Sage Mode]!"
Semuanya tentu sedikit melebarkan mata tapi itu tak membuat Ikki berhenti, Dia mulai memusatkan energinya untuk menemukan Lis.
Tempat Lis
Tubuh Lis terhempas dan membentur pohon di sekitarnya hutan
"Gaha," ringis Lis sambil memuntahkan darah.
'Onichan selalu bangkit walau dipukul bagaimana pun, bahkan saat di Indonesia dia masih bisa berdiri ketika diserang oleh monster disana karena itu,' batinnya Lis mulai berdiri lagi dengan susah payah dan mengeratkan kepalan tinjunya.
Sudah 1 goblin yang dia bunuh tersisa 5 goblin raksasa, memang mereka lemah dan gerakannya lambat. Tapi jika Lis mengabaikan serangannya, Lis hanya akan berakhir konyol.
Satu goblin maju dan Lis menyiapkan tinjunya, goblin itu membuat tanah disekitar gemetar karena pijakannya.
'Tenanglah tenanglah seperti tadi, aku harus menyerangnya seperti tadi,' batin Lis
Goblin itu mengayunkan kayunya ke arah Lis, melihat serangan tersebut mengarah kepadanya dia membawa tubuhnya ke sisi kiri tubuh goblin itu. Lalu Lis langsung meninju belikat dari goblin tersebut dengan tangan kirinya
"[Ki technique Punch Golem]"
Kabum kretak
Terdengar sesuatu yang patah lalu goblin itu meraung keras dan mengayunkan tangan kananya untuk menyapu Lis, tapi itu bisa diantisipasi dengan memutar tubuhnya dan membiarkanya menebas angin. Tapi tanpa diduga goblin itu mengayunkan kayu itu lagi ke arah Lis membuat mata Lis melebar.
Tempat ikki
Saat Ikki sedang fokus menemukan titik dimana Lis berada sebuah cakra seperti benang berwarna biru terlihat menunjuk ke sebuah hutan, lalu samar-samar dia melihat Lis sedang bertarung dengan 5 goblin sekarang dia sedang hendak diserang oleh seekor goblin.
"Semuanya cepat pegangan denganku!," ucap Ikki tanpa menghilangkan fokusnya.
Mereka saling pandang satu sama lain lalu mengangguk, dan menjawab bersamaan sambil memegang pundak Ikki.
"Ha'i!," jawab mereka bersamaan
'Lis bertahanlah,' batin Ikki
Ikki menggunakan teleportasi untuk sampai di sana.
Sementara Lis sedang frustasi karena kelelahan, tak bisa dipercaya kekuatannya hanya mampu menumbangkan satu goblin saja. Lis melebarkan mata saat lengan goblin yang memegang kayu besar itu terayun kepadanya, waktu terasa lambat baginya dan dia memejamkan mata.
'Biasanya onichan akan datang menyelamatkanku dan tersenyum menenangkan,' batin Lis
"Onichan," gumamnya pasrah dengan air mata yang mengalir.
"Oooonnnniicchhhhaaaaaannn!," teriaknya
Lingkaran teleportasi muncul dibawah kakinya dan Ikki langsung menyerang tubuh goblin, yang hendak melayangkan serangan ke arah Lis dengan lengan yang menggunakan kayu..
"[Senpou: Kawazu Tataki]"
Dum Wush kabum
Tubuh goblin terhempas dengan keras, dan terseret di tanah setelah menerima pukulan Ikki.
"Grooaarrgghhh," jerit goblin itu sebelum lenyap.
"Lis kau tidak apa apa?," tanya Ikki tanpa menoleh.
Lis yang melihat Ikki berada didepannya dan mendengar suaranya mengangguk dan terisak.
Hm, jawabnya.
Matnya juga melebar kala melihat seluruh anggota Osis ada disekitarnya dan tersenyum padanya.
Yokata! Tidak usah khawatir Onichan akan buat mereka membayar, karena telah menyakitimu. Ayo semua!, ucap Ikki.
Ha'i!, jawab mereka serempak.
And cut~
Yah gomen gomen harus dicut ya,ehm untuk kalian yang merindukan author payah satu ini, saya ucapkan dengan setulus hati terima kasih banyak ya.
Ah step awal memasuki Arc Loki dimulai dengan drama, heh sebenarnya scene ini ku buat untuk ehm gomen masih rahasia chapter ke depan akan dijelaskan.
Waah sekarang aku sedikit lega dan frustasi, kenapa? Lega karena indonesia Arc kelar dan frustasi karena kesibukanku di dunia nyata makin padet. Jadi harap dimaklumi saja jika suatu saat update molor yah.
Power up! Ya jelas ini adalah ajang peningkatan kekuatan diri untuk seluruhnya, tapi gak langsung duar harap nikmati perkembangannya step by step ya.
Oke sekian dulu untuk permulaan Arc baru kita, tentang kekuatan nanti akan terungkap mengikuti alur cerita. Oke saya sebagai author mohon pamit.
Oh kelupaan tolong sarannya tentang sudut pandang kali ini, soalnya aku lagi mencoba-coba sudut pandang orang ke tiga. Kan biasanya aku pakai sudut pandang orang pertama, jadi mohon kritik dan sarannya demi kenyaman kalian semua.
Terima kasih banyak atas kesabaran kalian yang menunggu Fanfic ini update dan selalu mendukungku.
Terakhir aminkan doa ini di hati aja ya.
Ya Tuhan! Berikanlah kepada Author ini kemampuan untuk terus berkarya dengan baik dan lancar.
Oke Itu aja dulu seperti biasa bacalah terus I Want to be Maou: Rise a Saint Templar, dan ikutilah perjuangan Akuma reinkarnasi menempuh jalan berliku demi menjadi seorang Maou di masa depan.
Jaa nee
