Annyeong~ :3 … senang melihatku lagi ? *reader: geleng-geleng*
Oke. Oke. Aku pergi aja kalo gitu. *reader angkat pedang samurai golok ma linggis (?)*
Baiklah baiklah, author menyerah. Kali ini author akan mengungkap berbagai misteri *kan genrenya misteri ya, yyu~* yang terdapat dalam ff ini. Author yakin sebenernya readers semua udah pada berspekulasi masing-masing dan mungkin beberapa dari readers punya pemikiran sama kaya author. Tapi ya.. author Cuma pengen menjabarkan maksud dan tujuan serta isi konkret ff butut ini *eeaaa~*
Ini part khusus flashback. Menceritakan bagian-bagian tak terceritakan(?) dari part #2 sampai part #8. Semoga di part selanjutnya ff ini akan berakhir dengan bahagia untuk KyuMin. Aminn.
.
.
Jeng jeeeng~~
.
Something Weird About Flower
Part #9
-Flashback begin-
Tuuutt.. tuuut…
"Yeoboseoyoo..?" jawab seseorang diseberang sana.
"ah.. ini aku, Kyuhyun. Bisakah kita bertemu"
"…"
"ya, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." Jawabku.
"…"
"Ne. kamsahamnida.. aku berhutang padamu."
"Miann. Aku harus pergi kesuatu tempat, kapan-kapan kau harus undang aku minum teh lagi ya, Donghae.." kata Hyukie sambil berjalan menjauhi Donghae.
'Hyukie.. pergi kearah yang sama dengan Kyuhyun..' batin Donghae.
Kyuhyun meletakkan karangan bunga pemberian Donghae di depan sebuah batu. Batu besar yang menjadi tanda kehilangan seseorang untuk selama-lamanya. Ia menatap nanar kearah batu itu.
"Apa kau melihatnya.. Siwon-hyung?" bisiknya memulai monolog.
"Aku sudah mencaritau semuanya. Ia benar-benar kembali. Itu benar-benar Lee Sungmin, hyung!" lanjutnya antara terkikik senang tapi menahan kepedihan yang mendalam.
"Tidak apa kan kalau aku yang menjaganya? Aku berjanji menjaganya untukmu. " Kyuhyun berjongkok dengan lutut kirinya sebagai tumpuan di tanah. Ia mengusap batu itu.
"Tapi aku bingung harus bagaimana memulainya. Maksudku, aku akan dianggap aneh kalau tiba-tiba bilang padanya kalau aku akan menjaganya. Bahkan kami belum berkenalan secara resmi." Kyuhyun menertawai diri sendiri. *iiiih~* *duprakkkk. Author digulingkan*
"Kulihat Hyukie cukup dekat dengan Sungmin. Setelah ini aku akan menemui Hyukie dan meminta bantuannya. Hyung, masih ingat bocah ribut bernama Hyukie itu kan? Ya. Dia gadis ribut yang dulu sangat dekat dengan Donghae. Ah! Dan ini bunga darinya. Aku harap kau suka, hyung. Mawar putih. Kesukaanmu. Indah sekali. Sama seperti Sungmin.." lanjutnya. Tak lama ia beranjak pergi.
Setelah Kyuhyun tak terlihat. Seseorang mendekat. Sama seperti Kyuhyun sebelumnya. Ia juga menatap nanar batu dihadapannya.
"Ya! Lama tak bertemu." Ia juga bermonolog.
"Cih. Bocah itu memberimu mawar putih?" diambilnya karangan bunga yang Kyuhyun simpan lalu meletakkannya lagi dengan asal.
"Kalau begitu aku juga akan memberimu bunga." Ia meletakkan setangkai mawar di depan batu itu. Setangkai mawar hitam. Hanya setangkai.
"Tapi sayangnya itu bunga kesukaanku. Haha." Ia tertawa hambar.
"Apa bocah itu bilang sesuatu tentang Sungmin? Hahh.. mestinya aku sudah merebut Sungmin saat dia belum kembali ke Korea. Aku terlalu santai.." Ia menengadah ke langit. Memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket yang ia pakai.
"Dulu .." Ia kembali menatap batu dihadapannya. "Kau yang menghalangiku dengan Sungmin. Tapi aku rela karena kau bagian dari hidupku. Tapi aku tidak akan tinggal diam dengan bocah itu.." ujarnya terdengar kesal. Ia berbalik mengeluarkan tangannya dari saku jaket dan memakai tudung(?) jaketnya lantas berjalan menjauh dari makam itu. Ya. Makam itu. Makam Siwon. Makam kakak laki-laki Kyuhyun yang juga merupakan saudara kembarnya.
*ehem. Bingung? Oke. Jadi author memutuskan bahwa Siwon dan Kibum adalah saudara kembar. (padahal di part#2 disebut Kibum itu temannya Siwon. Sungguh author tidak konsisten *gwahaha~*). Disini Kibum-nya Cuma nama. Maksudnya, namja yang barusan pergi itu namanya Kibum, tapi wajahnya adalah wajah Siwon. Maksa ya? Biarin ddeh ya~ kagok (baca: tanggung)*
.
.
Kibum. Cho Kibum. Ia memutuskan mengikuti kyuhyun setelah mengunjungi saudara kembarnya. *Loh ? mestinya Kyuhyun udah jauh dong dari situ | author: Emang. Tapi Kibum punya cara sendiri biar gampang nemuin keberadaan Kyuhyun | caranya? | author: Cuma Kibum, Tuhan dan author yang boleh tau. Oke? | … *
Terlihat Kyuhyun sedang mengobrol bersama seorang yeoja sambil minum kopi si sebuah kedai kopi *halahh*. Kibum duduk di meja dekat Kyuhyun dan yeoja itu. Ia duduk membelakangi Kyuhyun. Ia mencoba mencuri dengar percakapan dua manusia dibelakangnya.
"Jadi .. apa yang sebenarnya ingin kau tanyakan?" yeoja itu bertanya tu de poin.
"Aku lihat kau dekat dengan seseorang bernama Lee Sungmin.." jawab Kyuhyun.
"Astaga~. Kau mengajakku kemari hanya untuk menanyakan itu? Aku kan pernah bilang padamu. Apa kau sebegitunya ingin kukenalkan pada Sungmin?" yeoja itu menyandarkan tubuhnya.
"Tidak. Bukan seperti itu. Justru sebaliknya. Aku ingin mendekatinya sendiri. Dan aku minta bantuanmu untuk tidak menceritakan apa-apa tentangku. Bersikaplah kita tidak terlalu dekat. Tapi kumohon jangan tersinggung. Aku punya alasan sendiri. Tapi aku tidak akan memberitaukannya padamu.." jelas Kyuhyun panjang.
"Heee? " yeoja itu menaikkan alisnya, bingung. "Baiklah. Aku tidak akan menanyakan apa-apa padamu. Dan aku tidak akan berkata apa-apa tentangmu pada Sungmin. Mengingat ini pertama kalinya kau meminta bantuanku secara terhomat.. Hm hm.." yeoja itu mengangguk-angguk.
"Hhhh.." Kyuhyun mendengus dan memutar matanya, kesal. "Kau itu menyebalkan. Kau dan Donghae memang cocok. Kenapa kalian tidak kembali bersama saja, Hyukie?" Kyuhyun bicara sambil beranjak dari duduknya. Menaruh beberapa lembar uang di mejanya lalu pergi begitu saja meninggalkan Hyukie yang terdiam karena pertanyaan dan ppernyataan Kyuhyun barusan.
"Apa-apaan dia ? Hhh.. dia bahkan lebih menyebalkan dariku.." Hyukie menggerutu pada cangkir kopi dihadapannya. Ia tidak menyadari kini seseorang sudah menduduki kursi dihadapannya. Ia menatap namja itu sepersekian detik. Sepersekian detik ia terdiam. Berpikir. Mencoba menerjemahkan apa yang dilihat matanya sendiri.
"Annyeong." Namja itu menyapa sambil tersenyum. "Kau masih ingat aku? " tanyanya pada Hyukie yang kini mengeluarkan ekspresi shock. Matanya melebar. Ia mendekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya. Mencoba menahan untuk tidak berteriak.
"Jangan berekspresi seperti itu. Aku tau apa yang kau pikirkan. Tapi sayang, aku bukan hantunya Siwon. Aku Kibum. Kembaran Siwon.." namja itu menginterupsi Hyukie. Ia mengulurkan tangannya pada Hyukie, mengajaknya berjabat tangan.
"Eh? Kembar?" Hyukie menurunkan tangannya. Ekspresinya berubah dari shock menjadi bingung. Ia menjabat tangan kibum dengan ragu. Ia benar-benar berpikir namja di hadapannya adalah hantunya Siwon.
"Kau tidak ingat padaku? Yaa memang aku Cuma tinggal sebentar bersama Siwon dan Kyuhyun. Karena beberapa alasan aku berpisah dengan mereka dan tinggal dengan pamanku di luar negeri.." jelasnya sambil senyum mengenang masa lalu. "Dulu kau sangat cengeng.." lanjutnya.
"aaAAAH~ kau bocah jahil itu? Astaga. Aku hampir lupa kalau Siwon-oppa punya saudara kembar. Sudah lama sekali ya ? " Hyukie mulai memahami situasi.
"Ahaha.. Sudah kuduga kau akan mengingatnya." Kibum tertawa.
"Dan sangat kebetulan kita bertemu disini. Kau sedikit terlambat. Kyuhyun baru saja pergi. Dia pasti akan senang melihatmu. Kibum-ssi."
"Benarkah? Kukira juga seperti itu. Ahaha." Kibum kembali tertawa mendengar kalimat ironinya sendiri. "Tapi aku kembali bukan untuk bocah itu atau yang lain." Lanjutnya, ia mengeluarkan dompetnya, mengambil selembar photo yang ia dapat secara diam-diam tanpa sepengetahuan si empunya. "Aku kembali untuk dia. Aku tau kau mengenalnya." Kibum menyerahkan photo itu pada Hyukie.
"Eh.. Bukannya ini Sungmin.." Hyukie heran kenapa Kibum punya photo Sungmin. 'Apa mereka saling kenal?' batin Hyukie.
"Aku ingin kau membantuku untuk memberikan ini pada Sungmin." Ia mengeluarkan setangkai bunga dari dalam jaketnya. Setangkai bunga mawar yang tipis yang diawetkan yang biasa dipakai untuk hiasan buku. Jangan Tanya itu mawar apa. Pastinya itu mawar hitam.
"Eh ? apa itu? Kenapa hitam? Kau tidak memberi Sungmin mawar merah? Dan kenapa bunga kering seperti itu.." Hyukie memandangi bunga dihadapannya.
"Aku ingin kau menyimpan ini dalam tas milik Sungmin tanpa sepengetahuannya." Jawab Kibum, sebenarnya tidak menjawab pertanyaan Hyukie yang manapun.
"Kenapa ? kenapa kau tidak memberikannya sendiri.. kenap-" omongan Hyukie terputus ketika mengalihkan pandangan matanya dari bunga kering itu ke mata Kibum. Mata itu menatapnya. Mengancam.
GLEKK.
Hyukie merasa badannya membatu. Ia merasa tatapan itu membunuhnya seketika. Bukan karena terpesona Karena ketampanan kembaran Siwon itu. Tapi benar-benar terbunuh oleh aura yang menyeruak dari lawan bicaranya.
"Kau tidak perlu tau apa yang akan dan ingin ku lakukan. Lakukan saja apa yang ku katakan. Kecuali kau memilih mati membatu seperti itu." Kibum kemudian memutus kontak mata dengan Hyukie. Membuat yeoja didepannya itu menghembuskan napas terakhirnya *plakk*. Ralat. Membuat yeoja dihadapannya itu menghembuskan napas lega.
"Dan jangan beritau siapapun kalau aku menemuimu. Arra?" Kibum bangkit meninggalkan Hyukie yang kembali schok.
'Aneh. Apa itu tadi..' batin Hyukie semakin bingung.
.
.
.
"Hm.. apa kau suka bunga Sungmin-ah?" Tanya Hyukie membuat Sungmin kaget dan bingung.
"Ehm. Aku suka bunga. Wae?" jawab Sungmin.
"ayo kita ke tempat yang banyak bunga.. Kajja! " Hyukie menarik tangan Sungmin dan mempercepat jalan mereka.
-Hyukie POV-
Setelah Kibum pergi aku seperti orang mati *kaya pernah ngerasaain mati aja. ckck*. Aku tidak bisa merasakan apapun. Ada yang salah dengan kembaran Siwon itu. Untungnya aku tidak benar-benar mati membatu.
Kutatap mawar kering yang ditinggalkan Kibum. Bunganya cukup kecil. Kuambil dan ku masukkan kedalam tasku. Entah apa yang membuatku menyimpan bunga itu lalu mengambil ponselku lalu mengirim pesan singkat pada Sungmin.
To Sungmin:
Sungmin-ah, apa kau sedang dirumah? Aku bosan. Ayo kita pergi jalan-jalan. Kau belum berkeliling daerah sini kan? Yayaya … ^^
Tak lama aku mendapat balasan Sungmin yang mau ikut jalan-jalan denganku.
.
.
Aku sudah menunggu Sungmin cukup lama. Aku mulai kesal. Bukan karena menunggu Sungmin. Tapi Karena aku tau Kibum mengikutiku. Mungkin ingin memastika aku melakukan apa yang dia katakan.
Lalu sungmin datang. Kulihat dia membawa tas cukup besar untuk di bawa jalan-jalan. Tapi ya itu bagus kan. Akan jadi mudah untukku menyisipkan bunga aneh Kibum didalamnya..
"Hm.. apa kau suka bunga Sungmin-ah?" Tanya Hyukie membuat Sungmin kaget dan bingung.
"Ehm. Aku suka bunga. Wae?" jawab Sungmin.
"ayo kita ke tempat yang banyak bunga.. Kajja! " Hyukie menarik tangan Sungmin dan mempercepat jalan mereka.
Tanpa Sungmin sadari aku memasukkan sesuatu dalam tasnya.
.
.
Esoknya aku melihat Sungmin melamun. Entah mengapa aku merasa bersalah padanya. Padahal aku tidak melakukakan tindakan criminal apapun.
"Sungmin-ah. Apa yang sedang kau pikirkan ?"
"hem? Ah. Anio.. aku hanya sedang melamun." Jawabnya. Lalu kembali diam.
"Apa yang kau lamunkan?" tanyaku penasaran.
"Hyukie-ah.." panggilnya. Aku sudah siap memperhatikan. "Aku bermimpi aneh semalam.
"Apa yang kau mimpikan?" tanyaku lagi.
"aku bermimpi seorang namja menghampiriku dan memberikan bunga mawar putih kepadaku. Aku merasa seperti mengenal namja itu meski aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tapi aku tidak tau siapa dia.." jelas Sungmin.
"Hm.. mungkin dia itu cinta sejatimu." Celetukku.
Aku mencoba berpositif thinking. Mungkin itu Cuma kebetulan. Tidak mungkin ada sangkut pautnya dengan bunga dari Kibum, lagi pula Sungmin bilang mawar putih yang ada dimimpinya, jelas bukan bunga dari Kibum. Astaga! Apa Kibum seorang penyihir ? ya ampun.. Aku mulai gila.
Dan besok-besoknya aku selalu tau kalau Kibum selalu mengikuti Sungmin. Bahkan saat aku mengajak Sungmin ke tempat Donghae. Donghae cerita kalau bunganya dibeli seseorang tanpa serah terima uang secara resmi. Dan aku yakin orang itu adalah Kibum.
*readers: ohh~ bukan kyuhyun? Kirain Kyuhyun. ckck* *author mengumbar senyum-senyum kelicikan*
Aku mendengar cerita Donghae tentang ia yang melihat seseorang yang mirip Siwon-ssi di daerah nya, yang juga daerah rumahku dan tentu saja rumah Sungmin. Aku tau itu pasti Kibum. Tapi apa Donghae tidak ingat soal kembarannya Kibum? Ah. Dia belum sempat bertemu Kibum Karena keburu pindah. Donghae hanya mengenal Siwon dan Kyuhyun saja waktu itu.
Aku khawatir kalau Donghae menceritakan apa yang ia lihat pada Kyuhyun. Mengingat Kibum melarangku memberitau siapapun tentang 'kemunculan'nya yang tiba-tiba.
-Hyukie POV end-
Singkatnya.. yang selama ini mengikuti Sungmin itu bukan Kyuhyun. Tapi Kibum. Kecuali saat Kyuhyun menabrak Sungmin dalam perjalannya pulang dari tempat Donghae, Kyuhyun secara alami menabrak(?) Sungmin. Tanpa instruksi ataupun scenario dari siapapun. Namun, justru karena kejadian itu membuat Kyuhyun mendapat ilham tentang bagaimana dia mendekati Sungmin secara natural. Tapi itu tak berlangsung lama ketika Kyuhyun mendengar pembicaraan Hyukie, Sungmin dan Henry tentang sepupu Henry yang ingin dikenalkan dengan Sungmin.
Kyuhyun mengawasi pertemuan Sungmin dan sepupu Henry itu. Ia sedikit lega melihat Sungmin yang mendapat kesan negative karena Zhoumi, sepupu Henry itu, datang terlambat. Tapi setelah Henry pergi, kelihatannya Sungmin mulai terlihat nyaman dengan lawan bicaranya itu. Itu membuat Kyuhyun tanpa berpikir panjang merubah niatnya.
Ia menghubungi Hyukie untuk datang ke caffe tempat Sungmin berada. Setelah berapa lama memperhatikan Sungmin, Kyuhyun akhirnya melakukan sesuatu yang ia pun tak menduganya sama sekali.
"Maaf. Bisa kau meninggalkan Sungmin sekarang juga?"
"Siapa kau? Kenapa tiba-tiba memintaku meninggalkan Sungmin ?" Tanya Zhoumi mulai emosi.
"Aku? Aku kekasih Sungmin. Cho Kyuhyun"
Dan ia juga mencium Sungmin saat itu. Kyuhyun memang sudah tidak bisa menahan diri. Sampai akhirnya ia mengatakan sesuatu yang membuat Sungmin bingung.
"Saranghae, Sungmin-ah. Jangan berikan hatimu pada siapapun kecuali padaku dan hyung."
Karena sudah terlanjur. Maka Kyuhyun pun mempertanggungjawabkan perkataannya yang menyebut bahwa dia adalah kekasih Sungmin. Ia mengajaknya berkencan dan menemui omma-nya. Awalnya Kyuhyun merasa khawatir Sungmin akan menghindarinya. Tapi, ternyata tidak. Kyuhyun senang *author senang ^^*.
Saat kejadian perjodohan-yang-gagal antara Sungmin dan zhoumi, dan saat Kyuhyun mulai dekat dengan Sungmin, Kibum tidak mengetahuinya karena ia harus kembali ke rumah pamannya di luar negeri itu. Pamannya sakit dan akhirnya meninggal sehingga ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya, kembali bersama omma-nya, juga Kyuhyun tentunya.
.
.
-Donghae POV-
Aku sedang bosan lalu tanpa sadar aku berjalan menjauh dari toko bunga milikku. Sampai aku sadar aku sudah cukup jauh ketika tiba-tiba kau melihat seseorang mirip sekali dengan Siwon. Tapi itu tidak mungkin. Atau aku melihat hantunya? Yang benar saja.
Aku menceritakan apa yang kulihat pada Hyukie. Kami dulu akrab satu sama lain dengan Siwon dan Kyuhyun ketika kakak adik itu datang membeli bunga sedangkan aku dan Hyukie memang teman sejak kecil. Kami bermain bersama. Waktu itu toko bunga ini masih diurus appa-ku.
Aku merasa ada yang aneh dengan tanggapan Hyukie. Dia malah bertanya apa aku menceritakan soal aku melihat 'hantu Siwon' pada Kyuhyun? Tentu saja tidak. aku tidak enak pada Kyuhyun. Tapi mengingat beberapa waktu lalu Kyuhyun akan pergi mengunjungi makam Siwon. Aku tergugah untuk memberinya hadiah kecil. Bunga kesukaan Siwon, bunga yang selalu di beli Siwon jika berkunjung ke tokoku. Dia bilang ia suka bunga itu karena orang yang dia suka memberikannya bunga itu. Hahh. Cinta memang rumit. Aku tau itu.
-Donghae POV end-
.
.
.
-Sungmin POV-
Hyukie dan Kyuhyun sama-sama mengajakku keluar akhir pekan ini. Hmm.. aku bimbang memilih ikut siapa? Pacarku atau sahabatku ya? Aku sudah cerita pada Kyuhyun soal ini. Dia bilang tidak apa-apa kalau aku memang ingin pergi dengan Hyukie *Hey.. Kyu pengertian yah sekarang, kkkk*.
Maka aku pun mengabari Hyukie bahwa aku bisa menemaninya akhir pekan ini. Aku masih belum jelas akan dibawa kemana nantinya. Tapi aku percaya pada Hyukie. Lagi pula dia bilang akan bertemu orang yang special. Mungkin kekasihnya? Atau orang special lainnya? Akhirnya aku akan tau sisi Hyukie yang tersmebunyi dariku.
Tapi jika memang akan menemui kekasihnya, kenapa harus mengajakku? Pikirku saat itu. Tapi yah.. sudahlah. Toh aku jadi penasaran siapa yang ingin ditemui Hyukie akhir pekan ini.
-Sungmin POV end-
.
.
.
-Kyuhyun POV-
Aku melihatnya masuk kekamarku sembarangan. Dasar menyebalkan. Tidak tau privasi. Bahkan kudapati dia sedang memandangi photoku bersama Sungmin. Aku tau dia pasti merencanakan sesuatu. Aku tidak boleh lengah.
Dia. Kembaran siwon-hyung, tapi dia tidak mirip sama sekali dengan Siwon-hyung. Seperti refleski dalam cermin. Serupa tapi tak sama –sifatnya maksudku-. Tapi aku tau pasti dulu Siwon-hyung sangat sayang padanya. Itu menyebalkan. Siwon-hyung kadang melupakanku dan malah asyik bermain dengannya.
Tapi aku senang saat dia memilih pindah menemani pamanku. Jauuh di negeri antah berantah *plak*. Aku bisa bermain dengan Siwon-hyung sepuasnya. Tidak ada pengganggu.
Aku ingat dulu Siwon-hyung selalu menceritakan tentang gadis yang dia sukai. Kembarannya suka mengganggunya. Tapi Siwon-hyungku itu orang baik. Dia selalu memarahi Kibum jika Kibum menjahili gadis itu. Aku tidak begitu mengenal gadis itu dan belum sekalipun bertemu dengannya. Tapi karena Siwon-hyung selalu menceritakan tentang gadis itu, rasanya aku pun ikut mengenalnya. Dan mungkin aku juga menyukai gadis yang disukai Siwon-hyungku, bahkan sebelum aku bertemu dengannya.
Terakhir, Siwon-hyung pulang sambil menangis sambil membawa karangan bunga, mawar putih. Ia bilang kalau gadis yang disukainya mungkin akan pergi sebelum ia menyatakan perasaaannya. Dan bunga yang dibawanya itu adalah kenang-kenangan dari si gadis, yang belakangan ku ketahui bernama Lee Sungmin.
-Kyuhyun POV end-
.
.
.
-Flashback END-
.
.
.
Back to present time
Akhir pekan.
Sungmin tengah bersiap pergi dengan Hyukie. Teuki-eonni sudah mulai sehat dan -tetep- memanfaatkan akhir pekannya dengan hibernasi dirumah.
"Eonni.. aku pergi ya~" Sungmin pamitan.
"Ne.. jangan lupa bawa oleh-oleh Sungmin-ah!" Teuki-eonni berpesan.
'Dia kira aku mau kemana. Hhh' batin Sungmin.
.
.
"Jadi Hyukie, sebenarnya siapa yang akan kau temui? Kenapa harus mengajakku segala? Apa ini semacam perjodohan lagi? Tapi aku sudah punya Kyuhyun…" Sungmin nyerocos ketika sampai di tempat tujuan. Sebuah caffe yang baru pertama kali itu ia datangi.
Hyukie hanya menatap Sungmin sambil tersenyum. Batinnya bimbang, apakah ia berbuat sesuatu yang benar atau justru kebalikannya.
"Ah ! itu dia datang. Disini !" Hyukie melambaikan tangan pada seseorang yang baru masuk caffe itu.
"Ah .. Maaf membuat kalian lama menunggu.." orang itu duduk lalu melepaskan topi yang dipakainya.
'Eh . rasanya aku pernah melihat orang ini' batin Sungmin saat orang yang dimaksud duduk dihadapannya dan Hyukie.
"Anyeong. Cho Kibum imnida. Senang bertemu denganmu.." Sapa orang bernama Kibum itu. Ya. Itu Kibum,
"Anyeong. Lee Sungmin imnida" Balas Sungmin sambil tersenyum. tidak berpikiran aneh-aneh. "Jadi apa ini namjacingu-mu Hyukie-ah?" Tanya Sungmin tiba-tiba melirik Hyukie.
"EH? Ani. Dia bukan namjachingu-ku.. D-dia.. dia-" Hyukie bingung mau jawab apa.
"Aku namjachingu-mu, Minnie-ah" Kibum tersenyum pada Sungmin.
"Eh?" Hyukie.
"EEH?" Sungmin.
Bersamaan berkaget ria. Meski jelas Sungmin yang lebih kaget dengan perkataan Kibum barusan.
'Apa lagi iniii… Kyuhyun yang lain?' batin Sungmin.
.
.
.
TBC
.
.
Hwahhh~ dipikir gimanapun. Ini ff masih belum jelas. Masih susah kalo mau dibikin tamat. Tapi apa daya, author udah kehabisan daya, ditambah lagi gangguan listrik disini. Ckck. Ga penting banget ya..
Yah sud. Boleh ya di review lagi. Beri author payah ini daya tambahan dengan review kalian.. :3
See you next part *dadah2 ala mis yuniverse*
WUSSSH~ *menghilang* *wah! Mejik!*
