Chapter 9


"SIWON!"

Ucap ku sambil berteriak saat membuka pintu itu. Tapi betapa terkejut nya aku saat melihat orang yang ku sayangi... ku puja... yang selalu menghiasi mimpi ku... orang yang kucintai... terbujur kaku di lantai hanya dengan mengenakan baju tipis yang memperlihat kan dada nya yang berotot dan celana jeans yang tidak terlalu ketat. Dan di samping Siwon berjejer orang-orang berjubah hitam yang sering ku lihat dalam mimpi ku.

Aku tidak salah lihat kan? Itu bukan Siwon kan? Yang sedang terbujur kaku itu... bukan Siwon kan?! Aku belum terlambat... ku mohon... ku mohon aku belum terlambat... belum... belum... BELUM! Aku belum terlambat! Aku langsung berlari menuju Siwon yang langsung di hadang oleh orang-orang berjubah hitam itu.

"SIWON!"

.

.

.

Wrap My Arms

.

.

.

Aku semakin memberontak saat orang-orang berjubah hitam ini menarik ku menjauh dari Siwon yang tidak dapat ku mengerti keadaan nya. Kenapa dia terbujur kaku di lantai yang dingin ini dan lagi sambil memejamkan mata nya. Apakah dia sudah... tiada? Aku menggeleng cepat memikirkan kalau Siwon sudah tiada. Itu tidak boleh terjadi.

"Lepaskan! Apa kalian tidak dengar? Lepaskan!"

Sekali lagi aku mencoba memberontak tapi tetap saja kekuatan ku kalah di banding dengan orang-orang berjubah hitam ini. Ku kepalkan tangan ku dan memukul salah satu pipi orang yang memegangi ku ini.

BUGHHHHHH

Aku memukul orang itu sampai-sampai orang itu terhempas ke belakang dan menabrak tembok. Seketika aku langsung menatap ke arah tangan ku yang baru saja memukul orang itu. Kekuatan ku... kenapa bisa jadi sekuat ini?

Karena ada kesempatan untuk mendekati Siwon, aku langsung saja berlari menuju Siwon dan mendudukan diri ku untuk melihat wajah nya yang sedang terpejam itu. Perlahan ku angkat wajah nya dan menidurkan nya di pangkuan ku. Aku membetulkan poni Siwon yang sedikit berantakan itu. Mata ku terasa panas kembali.

"Apa... aku terlambat?"

Ucap ku dan terasa satu bening kristal meluncur turun dari mata ku. Ku peluk tubuh tak bernyawa ini erat, tak ingin melepas nya. Ku lihat salah satu orang berjubah itu mendatangi ku dan ikut berjongkok di depan ku. Dia pun membuka tudung nya dan memperlihat kan wajah nya yang pucat dan rambut nya yang di cat putih.

"Sangat terlambat."

Ucap orang itu dengan suara nya yang lumayan lembut tapi juga terasa sedikit kasar. Aku sedikit bingung melihat orang di depan ku ini. Dia itu namja atau yeoja? Muka nya terlihat seperti yeoja tapi gaya nya benar-benar seperti namja.

"Apa ada sesuatu yang dapat ku lakukan agar dapat membuat nya hidup kembali?" tanya ku dengan wajah yang di penuhi air mata.

"Ada. Jika kau menyadari sesuatu di dalam diri mu yang dapat kau pindahkan."

Aku mengernyit bingung mendengar penuturan orang ini. Sesuatu yang dapat ku pindahkan? Tunggu... kalau tidak salahkan separuh diri Siwon ada dalam diriku. Apa mungkin aku harus memindahkan separuh diri nya kembali? Tapi bagaimana cara nya?

Kemudian aku melirik ke arah wajah Siwon dalam pangkuan ku. Otak ku tidak mau bekerja sama dengan ku. Tanpa suruhan dari otak ku, aku meminilasir jarak di antara aku dan Siwon. Aku semakin mendekatkan wajah ku dan Siwon sampai akhir nya...

CUP

Aku mencium bibir nya pelan dan lembut. Lama terdiam sambil terus mencium bibir nya, akhir nya aku mulai memberanikan diri ku untuk sedikit melumat bibir nya kemudian aku membuka bibir nya dan mencoba mengirimkan separuh diri nya kembali. Aku terus saja dalam posisi ini, aku tak merasakan apapun dalam diri ku mengalir menuju tubuh Siwon sampai akhirnya orang yang tadi mengajak ku bicara memegang punggung ku dan... terasa sesuatu mengalir keluar dari tubuh ku. Aku memejamkan mata ku merasakan sensai aneh yang mengalir ini. Sekitar 5 menit aku melakukan ini dan akhirnya orang itu menarik tubuh ku menjauh dari Siwon.

"Hahhhh... hahhhh..."

Aku menarik pasokan oksigen sebanyak-banyak nya setelah berhasil menjauh dari Siwon. Aku langsung membuka mata ku dan melihat Siwon yang masih terbujur kaku di lantai. Aku ingin menghampiri nya lagi tapi orang ini menarik tangan ku. Aku langsung menatap orang ini tapi dia malah menggeleng pelan.

"Kita lihat dulu saja."

Aku kembali menatap Siwon yang masih terdiam. Lama aku menunggu sampai akhirnya... dapat ku lihat jari-jari Siwon yang mulai bergerak. Jantung ku berdetak semakin kencang karena menyaksikan nya. Siwon... dia kembali!

Lalu Siwon pun dengan keadaan yang masih lemas mengusahakan tubuh nya agar bisa duduk. Setelah dengan susah payah dia akhirnya bisa duduk dan dengan perlahan membuka mata nya. Aku menatap mata nya yang sekarang akhir nya terbuka. Mata yang selama ini membuat ku terhipnotis akhirnya kembali bersinar.

"Siwon!"

Ucap ku girang ingin menghampiri nya tapi tubuh ku malah di angkat oleh orang ini dan orang ini mengunci segala pergerakan ku.

"Kau kira kau mau kemana?" ucap orang ini sambil terus mengunci pergerakan ku.

"Lepaskan dia Amber."

Ucap Siwon. Aku melirik ke arah nya yang akhirnya sudah berdiri, dia berniat untuk mendekati kami.

"Apakah dia... Cho Kyuhyun yang sering kau bicarakan?" ucap Amber sambil membalikan tubuh ku sehingga berhadapan dengan nya. "Jadi dia yang kau berikan hadiah spesial itu ya? Mental Shield."

"A... apa itu?" tanya ku bingung saat Amber kemudian mengambil tangan kanan ku dan memperhatikan nya dengan detail seperti tangan kanan ku ini adalah sebuah karya yang sangat indah.

"Mental Shield adalah kekuatan yang berasal dari keinginan bawah sadarmu untuk melindungi pikiranmu di atas segalanya, dan selama kau berpegang pada keinginan itu, itu membuat perisai yang sangat sulit untuk di tembus" ucap Amber menjelaskan. "Tapi kau pasti tau kan Siwon..." ucap Amber menggantung dan menatap Siwon. "Kalau hal ini tidak boleh di lakukan jadi terpaksa..." Amber pun mendekatkan wajah nya dengan tengkuk ku "dia harus di bunuh".

Ku dengar Siwon menggeram kesal dan berniat untuk menerjang Amber tapi usaha nya sia-sia, saat Siwon sedang melompat ke arah Amber.. orang berjubah hitam yang lain menghalangi Siwon kemudian dia menghempaskan tubuh Siwon kembali ke lantai dan menginjakan kaki nya di atas dada Siwon sehingga dia tidak dapat bergerak.

"Siwon!" teriak ku saat melihat Siwon yang tidak berdaya.

"Kau harus di bun-"

"HENTIKAN!"

Semua orang langsung melihat ke arah sumber suara itu ternyata... dia Donghae yang sedang terengah-engah berhenti di depan pintu masuk. Donghae berjalan kecil menuju ke arah ku dan kemudian dia menarik ku kasar dari Amber dan menyuruh ku untuk bersembunyi di belakang tubuh nya.

"Apa yang Donghae hyung lakukan di sini?" tanya ku bingung setelah bersembunyi di belakang tubuh nya.

"Akan ku jelaskan sesuatu pada Amber jadi tenanglah" ucap Donghae berniat menenangkan ku tapi aku tidak tenang karena melihat Siwon yang masih tidak bisa bergerak karena kaki orang berjubah hitam itu masih menahan Siwon. "Bisakah kau melepaskan nya!" ucap Donghae berteriak sambil melihat ke arah orang berjubah hitam itu. Akhirnya orang berjubah hitam itu pun tidak menghalangi Siwon lagi dan Siwon pun kembali berdiri kemudian menghampiri kami berdua.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Siwon sama seperti ku melihat Donghae yang berada di sini.

"Apa kau ingin dia terbunuh di sini?" tanya Donghae sambil melirik ke arah ku sebentar.

"Tentu saja tidak" jawab Siwon cepat sambil menggenggam tangan ku.

"Kalau begitu biarkan aku menjelaskan nya pada Amber" ucap Donghae kemudian berjalan mendekati Amber yang masih terdiam menatap ku.

"Kau tidak bisa mengambil nya dia sudah jadi kewajiban dari klan Volturi sekarang" ucap Amber saat melihat Donghae yang mendekati nya.

"Kenapa kau menginginkan nya?" tanya Donghae.

"Aku tertarik terhadap kekebalan nya... karena itu adalah kewajiban kami untuk membuang nya" ucap Amber sambil menatap ku sinis.

"Lebih baik kau melihat ini dulu..." ucap Donghae kemudian memegang pundak Amber.

Amber dan Donghae pun memejamkan mata nya. Ku rasa Donghae menampilak sesuatu kepada Amber yang tidak dapat ku lihat. Mungkin salah satu keistimewaan dari kekuatan vampire Donghae. Lama mereka terpejam sampai akhirnya Donghae pun menarik tangan nya kembali dan membuka mata nya.

"Jadi begitu..." ucap Amber sambil membuka mata nya. "Ternyata dia akan menjadi salah satu dari kalian di masa depan nanti" ucap Amber dan mengalihkan perhatian mata nya pada ku.

Aku pun menatap Amber intens. Berusaha memproses kata yang baru di ucap nya.

"Ternyata dia akan menjadi salah satu dari kalian di masa depan nanti"

Di masa depan nanti aku akan menjadi salah satu dari kalian? ... Maksud nya jangan-jangan...

"Tunggu... apakah maksud mu di masa depan nanti aku akan menjadi seorang vampire?" tanya ku dan melepaskan genggaman tangan ku dengan Siwon.

"Kau telah di pilih seseorang" jawab Amber singkat.

Tiba-tiba saja kata-kata Leeteuk hyung terlintas di benak ku.

"Kenapa harus kau yang di pilihnya Kyu"

Ucapan Leeteuk hyung saat pertama kali aku bertemu dengan Taemin, di saat Siwon menyelamatkan ku dan dimana Siwon memberitahu ku segala nya tentang vampire. Jadi itu yang di maksud Leeteuk hyung... aku yang telah terpilih akan menjadi vampire. Seseorang telah memilih ku apa mungkin... Siwon telah memilih ku?

Aku langsung mengalihkan pandangan ku menuju wajah Siwon yang mengeras. Entah kenapa wajah nya jadi mengeras seperti itu. Aku menunduk melihat ke arah tangan nya kemudian menautkan jari-jari kami. Jika Siwon yang memilih ku...

"Aku tidak keberatan" ucap ku sambil memejamkan mata ku. "Jika suatu saat nanti aku jadi vampire... itu tidak masalah asalkan... dia yang mengubah ku" ucap ku kemudian membuka mata ku kembali sambil melihat ke arah Siwon. Ternyata dia sedang menatap ku dengan tatapan tidak percaya tapi aku malah membalas nya dengan senyuman yang hangat dan akhirnya dia juga balas tersenyum. Senyuman yang sudah lama ku rindukan.

"Cih... terserah kalian saja. Aku muak melihat kalian semua para klan Olympic Coven! Cepat pergi dari hadapan ku sebelum aku mengubah keputusan ku untuk melepas anak itu!" ucap Amber sambil membanting kursi yang berada di samping nya. Mata nya pun sudah berubah menjadi berwarna merah seperti nya hubungan kedua klan vampire ini benar-benar tidak baik.

"Lebih baik kita segera keluar Kyu. Kau pasti ingin tau bagaimana keadaan teman mu bukan?" ucap Donghae sambil menuntun kami berdua keluar dari ruangan itu. Aku berhenti sebentar untuk mengambil napas dan kemudian...

"CHANGMIN!" teriak ku sambil berlari ke arah Changmin yang sedang tergeletak di lantai dengan banyak sekali lumuran darah di sekitar nya. Aku langsung mendudukan diri ku di samping seseorang yang sedang mengobati Changmin. "Apa dia baik-baik saja?" tanya ku sambil mengangkat kepala Changmin ke atas pangkuan ku.

"Aku juga tidak tau. Dia terluka terlalu banyak" ucap Eunhyuk sambil memperlihat luka-luka Changmin. Aku sedikit ngilu melihat tubuh Changmin yang tidak terbalut baju lagi dan menampakan bekas luka cakaran yang banyak sekali dan masalah nya... darah nya masih mengalir!

"Apakah kau berhasil?" tanya Changmin susah payah dan dari mulut nya pun banyak sekali mengeluarkan darah.

"Jangan dulu banyak bicara bodoh! Kau bisa mati!" ucap ku sambil terisak dan tangis ku pun pecah. Aku terlalu banyak membuat Changmin menderita! Setelah aku menolak cinta nya, sekarang aku juga telah membuat nya sekarat! "Af... hiks... maaf... hiks..." ucap ku terbata-bata sambil memegangi mulut ku yang terus saja terisak.

"Ssss... jangan menangis..." ucap Changmin dan membelai pipi ku lembut. Ku lihat Siwon menghampiri kami kemudian dia pun mendudukan diri nya di samping ku. Dengan lembut Siwon mengangkat kepala Changmin dan kembali menidurkan kepala Changmin di lantai. Aku menatap Siwon bingung.

"Aku akan mengobati nya" ucap Siwon seperti mengerti arti dari tatapan ku.

Kemudian Siwon menyilangkan kedua tangan nya di atas dada kiri Changmin yang telanjang tanpa baju. Siwon menghela nafas sebentar sebelum akhirnya dari kedua tangan Siwon memancar sebuah sinar putih yang sangat terang. Ku lihat perlahan bekas cakaran di sekujur tubuh Changmin mulai menghilang dan lenyap di gantikan dengan kulit nya yang halus seperti kulit seorang bayi. Mungkin salah satu kekuatan vampire Siwon yaitu bisa menghilangkan luka contoh nya dulu luka cakaran Yoona yang hilang setelah Siwon mencium pipi ku.

"Dia sudah lebih baik sekarang" ucap Siwon sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Changmin dan memapah Changmin menuju suatu tempat. Aku, Donghae dan Eunhyuk hanya mengekor di belakang.

Ternyata Siwon hanya membaca Changmin ke belakang gedung ini, tempat dimana Siwon memarkirkan mobil nya. Siwon kemudian memasukan Changmin ke bagian belakang kursi. Aku langsung masuk ke dalam, ke samping Changmin. Di ikuti Donghae yang duduk di kursi pengemudi.

"Tunggu... lalu siapa yang akan membawa motor nya Changmin?" tanya ku bingung sambil menyenderkan kepala Changmin di bahu kiri ku.

"Eunhyuk yang akan membawa nya" jawab Donghae sambil menghidupkan mesin mobil Siwon. Di ikuti dengan Siwon yang duduk di samping Donghae.

Aku melirik sebentar ke arah Eunhyuk yang menjalankan motor Changmin ke jalanan. Aku kembali mengalihkan pandangan ku pada Changmin yang sedang tertidur pulas di bahu ku. Aku sedikit tersenyum melihat wajah polos nya yang sedang tertidur seperti ini walaupun aku merasakan tatapan cemburu dari seseorang. Kalian pasti tau siapa.

"Maaf telah merepotkan mu, Changmin" ucap ku menyesal sambil mencium kening Changmin lembut dan aku makin merasakan hawa cemburu di dalam mobil ini.

.

.

.

"Kyu... hey bangun..."

Ucap seseorang sambil mengguncangkan tubuh ku pelan. Karena merasa terganggu aku pun membuka mata ku. Ternyata aku ketiduran dan sudah malam. Aku langsung melihat Siwon berada di samping ku dengan pintu mobil yang terbuka.

"Kita sudah sampai."

"Eh?" ucap ku bingung dan langsung melirik ke luar mobil ternyata kami sudah sampai di rumah ku.

"Lebih baik kau keluar. Donghae akan mengantarkan Changmin pulang" ucap Siwon sambil menarik tangan ku pelan agar keluar dari mobil.

Aku menjauhkan tangan Siwon pelan agar aku bisa membuat posisi tidur Changmin lebih enak. Tak ku sangka ternyata Changmin masih tertidur. Setelah menyamankan posisi tidur Changmin, aku langsung keluar dari mobil itu dan menatap Donghae sebentar. Memberikan isyarat kalau dia harus membawa Changmin selamat sampai rumah nya. Donghae pun mengangguk karena mengerti arti dari tatapan ku lalu dia pun menjalankan mobil nya kembali.

"Kyuhyuna!"

Teriak seseorang dari dalam rumah saat aku dan Siwon membuka pintu rumah ku. Ternyata Leeteuk hyung sudah turun membawa sesuatu di tangan nya di ikuti Kangin di belakang nya.

"Kau berhasil Kyu?! Ya ampun aku sungguh tidak percaya kau ada di sini lagi Siwon!" ucap Leeteuk hyung kelewat gembira sambil memberikan Siwon sebuah baju santai berwarna abu-abu kepada Siwon.

"Aku juga tidak percaya" ucap Siwon tersenyum lembut sambil mengambil baju itu dari Leeteuk hyung. Dan ternyata Siwon juga berniat memakai baju nya di sini.

"He..hey! Setidaknya jangan ganti baju di sini!" ucap ku memalingkan wajah ku dari Siwon yang baru saja hampir membuka baju tipis nya. Wajah ku benar-benar sudah seperti kepiting rebus sekarang.

"Lebih baik kau ganti baju di atas Siwon seperti nya sebentar lagi ada yang akan meledak kalau kau ganti baju di sini" ucap Kangin menggoda ku dan dengan cekatan aku langsung mengambil vas bunga yang berada di samping ku. "Hanya bercanda hehehe..." ucap Kangin gelagapan karena hampir saja aku melempar vas bunga itu tepat di wajah nya.

"Ayo hyung ganti baju nya di kamar ku saja..." ucap ku sambil menarik Siwon ke atas.

"Jangan lakukan hal yang aneh-aneh ya Kyu!" ucap Kangin menggoda lagi dan lagi-lagi hampir saja aku akan menghempaskan vas bunga itu ke wajah nya.

"Hyung ganti nya di kamar mandi saja ya?" tanya Siwon saat kami sudah berada di kamar ku. Aku mengangguk pelan sambil membuka jendela kamar ku.

Aku langsung mendudukan diri ku di atas kursi ku setelah berhasil membuka jendela kamar ini. CKLEK. Terdengar pintu kamar mandi ku terbuka dan menampakan sesosok namja yang telah membuat ku gila akhir-akhir ini.

"Kau tau hyung... selama kau menghilang aku selalu di sini menunggu sampai kau kembali lagi tapi nyata nya kau terlalu lama datang" ucap ku sambil menaikan kedua kaki ku lalu memeluk nya. "Kau membuat ku gila" lanjut ku.

Lalu aku merasakan tangan kekar yang memeluk ku dari belakang yang membuat jantung ku lagi-lagi mau keluar. Sudah lama seperti nya aku tidak merasakan perasaan ini lagi. Aku langsung memegang tangan kekar ini erat tak berniat ingin melepas nya karena mungkin saja jika aku lepaskan aku tidak dapat merasakan nya lagi.

"Maaf telah membuat mu menunggu... Miss Cho" ucap Siwon sambil menenggelamkan kepala nya di ceruk leher ku. Rasa nya geli sekaligus hangat. Betapa aku merindukan panggilan itu. "Apa boleh aku menginap di sini?"

"E...eh tentu saja tapi kenapa tiba-tiba sekali?" tanya ku gugup saat nafas hangat nya menerpa tengkuk ku.

"Eum entahlah... hanya saja aku sedang rindu seseorang" ucap Siwon menggoda ku kemudian dia memegang kaki ku dan menggendong ku ala Bridal Style menuju tempat tidur ku.

Sitting here trying figure it out

Just what I should sing to you

So many things going through my head

Dengan lembut dia menidurkan ku di atas ranjang ku, kemudian dia juga ikut berbaring di samping ku. Siwon langsung mengambil selimut dan memakaikan nya sebatas dada kami. Lalu dia memeluk ku kembali dan menenggelamkan wajah nya di tengkuk ku. Lagi-lagi perut ku terasa berisi ribuan kupu-kupu yang sedang berterbangan.

"Nyanyi kan aku sebuah lagu, Miss Cho."

"La...lagu?" tanya ku gugup. Hey lagipula siapa yang gugup jika kau sedang tidur di kamar mu dengan seseorang yang kau cintai- tapi dia belum menjadi pacar mu- dan lagi sambil memeluk mu.

"Iya, Miss Cho."

"Eu... eum... tapi suara ku jelek" ucap ku sedikit malu.

But all I can see is you

Never been quite good at this

You know I tried so hard

"Tidak apa-apa Miss Cho... menurut ku suara mu adalah suara paling merdu yang pernah ku dengar" ucap Siwon dan makin mempererat pelukan nya.

"Aish kau ini hyung! Kau mau saja ya memeluk seseorang yang bahkan belum mandi! Aku mau mandi dulu!" ucap ku sambil merona dan memaksa Siwon untuk melepaskan pelukan nya. Sebenar nya dia tidak rela untuk melepaskan pelukan nya tapi akhirnya dia lepaskan juga. Dan langsung saja aku berlalu menuju kamar mandi.

.

.

.

You fall asleep watching Will and Grace

And you wake up in my arms

Don't go

.

.

.

Ah segar nya sehabis mandi! Setelah kurasa tubuh ku sudah kering, aku langsung keluar kamar mandi dan melihat kalau Siwon sudah tidak berada di tempat tidur lagi. Kemana ya dia? Tak mau pikir panjang, aku langsung mengambil baju santai berwarna biru dan celana pendek. Lalu setelah memakai nya, aku langsung berjalan ke bawah dan melihat Siwon yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.

"Sudah selesai mandi nya?" tanya Siwon saat melihat ku datang menghampiri nya.

"Sudah" jawab ku sambil menempatkan diri ku di samping Siwon. Ku lihat Leeteuk hyung datang menghampiri kami sambil membawa sebuah nampan yang berisi sepiring cookies dan dua gelas teh hangat.

"Ini cemilan untuk kalian berdua hoammmm... aku mau tidur duluan oke" ucap Leeteuk hyung sambil menguap lebar. "Selamat malam!"

"Malam hyung!" balas ku sambil mengambil salah satu dari banyak nya cookies yang Leeteuk hyung buat.

Tapi dengan cekatan Siwon langsung mengambil cookies itu dari tangan ku dan menempatkan nya di mulut nya. Lalu aneh nya.. tangan nya menunjuk-nunjuk cookies yang ada di gigitan nya itu. Tunggu apa maksud nya? Apa jangan-jangan dia menyuruh ku untuk mengambil nya? Karena tidak mengerti tangan kanan ku langsung terangkat untuk mengambil cookies itu tapi Siwon malah menggelengkan kepala nya.

Tangan Siwon langsung terangkat menuju belakang kepala ku, kemudian dia menarik kepala ku mendekati wajah nya dan tinggal beberapa senti lagi wajah kami benar-benar akan bersentuhan jika tidak dihalangi cookies ini. Ku lihat Siwon memejamkan mata nya. Ku rasa dia menyuruh ku mengambil cookies dari nya dengan bibir ku sendiri. Ini terlalu awkward!

Karena tidak mau awkward moment ini berkepanjangan langsung saja aku memejamkan mata ku dan membuka mulut ku, berniat ingin menggigit cookies yang ada di gigitan Siwon. Ku rasa cookies itu sudah ada di mulut ku jadi aku langsung saja menggigit nya. Setengah cookies masuk ke mulut ku dan mulut Siwon, dan setengah nya lagi berceceran di sofa. Aku benar-benar sangat merona karena saat aku membuka mata ternyata Siwon sedang menyeringai di depan wajah ku.

"Cookies nya enak ya" ucap Siwon sambil mengedipkan sebelah mata nya berniat menggoda ku dan pasti nya itu berhasil membuat wajah ku kembali merona.

"Humphhhh..."

Aku hanya menggeram kesal sambil mengerucutkan bibir ku ke depan yang malahan mendapatkan cubitan kasih sayang dari Siwon. Aku langsung mengambil teh hangat itu dan meneguk nya cepat. Siwon juga kembali memfokuskan menonton film di televisi lagi.

"Film apa hyung?" tanya ku sambil mengalihkan pandangan ku ke layar kaca televisi.

"Entahlah. Tadi judul nya kalau tidak salah Will And Grace" jawab Siwon sambil mengambil cookies yang lain dan memakan nya.

"Pasti genre romantis" ucap ku malas. Aku sungguh tidak suka film-film yang bergenre romantis itu... memuakkan! Aku lebih suka film bergenre horror dan adventure! Lebih memacu adrenalin.

"Seperti nya" ucap Siwon dan mengambil gelas teh hangat yang lain lalu meminum nya.

Aku mengambil cookies yang lain saat Siwon mengembalikan gelas itu ke meja nya dan... ternyata teh nya sudah habis. Wow... cepat sekali. Mungkin karena dia makhluk eum... berhawa dingin? Ah entahlah aku menyebut nya apa. Tiba-tiba saja aku merasakan kepala seseorang tertidur di bahu kiri ku membuat ku hampir saja tersedak saat akan memakan cookies ini.

I wrap my arms around you,

I wrap my arms around you,

And I will run 'till I've found you

I wrap my arms around you

Aku langsung melihat ke samping. Ternyata Siwon sudah jatuh tertidur seperti nya dia kelelahan terlihat dari wajah nya. Aku membetulkan poni nya membuat wajah damai nya saat tidur dapat terlihat dengan sempurna oleh ku. Wajah nya benar-benar dapat membuat hati ku sejuk. Aku jadi memikirkan... kapan saat nya nanti Siwon akan mengubah ku jadi vampire. Apakah besok? Lusa? Atau hari ini? Terserahlah, aku serahkan waktu nya pada dia.

Mata ku pun lama kelamaan mulai terasa berat. Kantuk mulai menguasai ku. Aku kembali menatap ke arah Siwon. Aku mencium pipi nya sekilas lalu memeluk tubuh Siwon agar dia tidak kedinginan tapi mau di bagaimana kan lagi... suhu tubuh nya sangatlah dingin karena dia ini seorang vampire jadi bukan nya menghangatkan aku malah merasa kedinginan. Hahaha... lucu sekali. Aku pun memejamkan mata ku. Semoga besok ada hari indah yang menanti ku.

OoO

"Ssss... jangan berisik Kangin!"

Ku dengar seseorang berteriak-teriak di depan ku saat ini. Karena merasa terganggu aku pun membuka mata ku dan...

JPRET

Ternyata dua vampire yang menyebalkan- sebenar nya hanya satu menurut ku- ternyata baru saja memotretku saat aku... sedang tertidur dengan Siwon.

"Ya...YAH! Apa yang baru saja kalian lakukan?" teriak ku panik dan ternyata aku juga membangunkan Siwon dari tidur nya.

"Eung... ada apa?" tanya Siwon polos masih setengah sadar dari tidur nya.

"Tidak ada apa-apa kok hehehe..." ucap Leeteuk hyung sambil terkikik geli bersama dengan Kangin di belakang nya. Mereka lalu menjauhi kami sambil melihat-lihat foto kami yang berada di kamera nya Leeteuk hyung.

"Eh.. TUNG-"

"Sebenar nya ada apa?" tanya Siwon sambil memegang tangan ku dan membuat ku duduk di sofa kembali padahal tadi aku berniat ingin menyusul pasangan vampire itu.

"Mereka baru saja memfoto kita hyung!" ucap ku sambil mendecak kesal dan mempoutkan bibir ku. Ku harap mereka tidak menyebarluaskan foto itu.

"Tidak apa-apa lagipula foto mu pasti imut" ucap Siwon sambil mencubit kedua pipi ku gemas.

"Jangan menggodaku!" ucap ku lantang dan berjalan menuju ke kamar ku. Aku mau ganti baju dan mandi tapi tiba-tiba saja... sebuah ide terlintas di otakku. Ide yang menurut ku sangat gila dan benar-benar aneh apalagi untuk seorang namja seperti ku tapi kurasa ide gila ku yang satu ini harus di coba.

.

.

.

I try to make a life for us,

Maybe with this guitar

The first time I ever sing to you

.

.

.

Sekarang aku sudah mandi dan mengganti baju ku dengan... lihat saja nanti. Aku lalu menuruni tangga ku dengan anggun dan berjalan menuju ruang tamu. Ku lihat di sana, Siwon sedang memainkan sebuah gitar tapi Leeteuk hyung kan tidak punya gitar ah.. mungkin saja punya Kangin.

"Hem... hem..."

Ku dengar Siwon bersenandung. Entah apa yang di nyanyikan nya tapi aku sangat tertarik untuk mendengarkan nya. Aku langsung berjalan mendekati Siwon dan dia pun menyadari keberadaan ku. Dan OH! Ternyata aku mendapatkan ekspresi yang sangat hebat. Siwon langsung membulatkan mata nya dan membuka mulut nya lebar-lebar melihat ku datang dengan mengenakan... gaun berwarna biru muda yang hanya sebatas lutut ku saja. Dengan cepat dia langsung berdiri dari duduk nya dan menghampiri ku kemudian dia menyentuk kedua pipi ku dengan lembut. Mau tau dari mana aku mendapatkan gaun ini? Tidak akan pernah ku beritahu.

You never laughed so hard

You know you look so beautiful

Standing in your dress

"Kau cantik sekali" ucap Siwon sambil memandangi wajah ku lekat.

"Tidak ada namja di dunia ini yang ingin sekali di bilang cantik."

"Tapi kau memang cantik, Miss Cho! Dan selama nya bagi ku kau adalah makhluk tercantik dan terindah yang pernah ku temui" ucap Siwon kembali dan dia makin meminilasir jarak di antara wajah kami.

"Tidak ada ciuman sampai kau menjelaskan kenapa kau pergi meninggalkan ku!" ucap ku sambil berteriak karena kaget hampir di cium Siwon dan karena marah.

"Kau yang menyuruh ku bukan" jawab nya enteng.

"Tapi aku hanya bercanda! Kenapa kau menganggap nya serius?" tanya ku sambil membenarkan gaun ku.

"Kau tau Miss Cho jika seorang vampire sudah berjanji dia tidak akan mengingkari nya" jawab nya dengan polos dan aku hanya tertawa garing mendengar nya. "Kau mau memaafkan ku kan?" tanya nya dengan mata yang berbinar-binar.

"Aku akan memaafkan mu asalkan... kau nyanyikan aku sebuah lagu dengan gitar itu" ucap ku sambil menunjuk ke arah gitar yang di simpan Siwon di atas sofa.

Siwon langsung saja berjalan menuju sofa kemudian mengambil gitar nya. Siwon sedikit berdehem pelan dan sedikit bergumam mungkin untuk menyesuaikan suara nya kemudian mengecek gitar nya kembali lalu Siwon akhirnya memainkan gitar nya sambil menyanyikan sebuah lagu yang belum pernah ku dengar.

I try and show of all my moves

But you know that I don't dance,

Don't go

Aku larut dalam suara nya yang agak berat namun sangat halus saat bernyanyi seperti itu dan tanpa kusadari ternyata aku mulai menari-nari tidak jelas. Berjalan ke depan lalu mundur kembali, ke kiri dan ke kanan, lalu berputar-putar sampai kepala ku terasa pusing. Aku memang tidak pandai menari. Siwon tertawa pelan kemudian menaruh gitar nya tapi masih bernyanyi. Lalu Siwon ikut dalam tarian ku yang hanya berputar-putar saja.

Gaun ku terangkat karena putaran ku yang semakin cepat dan kencang. Karena tidak bisa menjaga keseimbangan lagi akhirnya aku pun menabrak Siwon dan kami berdua pun terduduk di sofa dengan kepala yang sangat pusing bahkan di penglihatan kami dunia serasa berputar-putar. Aku juga merasa sedikit mual. Setelah menunggu sekitar satu menit akhirnya pusing kami menghilang. Aku lalu menatap Siwon yang sedang memejamkan mata nya.

Sit back we watched our lives

You know we've had the best time

I'm so happy just lying here

Ternyata Siwon merasakan pandangan mata ku pada nya dan langsung saja dia membuka mata nya kemudian menatap ku. Tatapan cinta yang hangat dan tulus tersaji di depan mata ku. Aku memejamkan mata ku dan mulai mendekatkan wajah ku dengan wajah Siwon yang di respon baik dengan Siwon. Dia juga ikut memejamkan mata nya lalu...

CUP

Akhirnya kami berciuman. Ciuman yang dapat membuat ku mabuk. Tangan Siwon beralih menuju belakang tubuh ku dan memeluk pinggang ramping ku seakan dia tidak ingin melepaskan ciuman ini. Ku rasakan bibir ku di hisap nya pelan dan lidah Siwon menjilat bibir bagian bawah ku meminta izin memasuki mulut ku yang dengan senang hati ku ijinkan.

Aku langsung membuka mulut ku dan merasakan lidah nya sudah masuk. Lidah Siwon mengabsen deretan gigi ku lalu beralih ke lidah ku. Lidah ku dengan lidah Siwon saling mengadu dan bertarung dan kalian tau pasti siapa yang menang dalam pertarungan lidah ini.

"Enghhhhh..." desah ku di sela sesi ciuman kami.

Ku rasakan kalau pasokan oksigen ku mulai menipis karena ciuman panas kami ini. Aku mendorong tubuh Siwon pelan yang akhirnya melepas ciuman kami. Aku langsung saja menghirup udara sebanyak-banyak nya yang dapat ku hirup. Peluh pun mulai mengalir.

"Kau sangat manis" ucap Siwon sambil membenarkan poni ku. "Kau tau hanya dengan berada di samping mu, aku benar-benar merasa bahagia" ucap nya lalu merengkuh ku dalam pelukan hangat nya.

"Aku juga" jawab ku sambil mempererat pelukan kami. Biarkan saja Leeteuk hyung dan Kangin mengambil foto kami lagi aku tidak peduli karena sekarang Siwon sudah ada kembali di samping ku ya... di samping ku.

I told you I would be with you

Told you I would stay with you

I'll never let you go

And and I'll never let you get away

I wrap my arms

"Jangan pernah tinggalkan aku lagi... jangan pernah kau berani meninggalkan ku lagi" ucap ku sambil mengelus rambut nya yang sangat lembut di tangan ku.

"Aku tidak akan pernah pergi lagi, Miss Cho. Aku berjanji."

Aku tersenyum mendengar jawaban nya. Kalau Siwon sudah berjanji dia tidak akan pernah mengingkari nya. Itulah yang kadang ku suka dari Siwon dan kadang ku benci. Kadang ku benci karena aku hanya bercanda tapi dia menganggap nya serius. Aku lalu melepaskan pelukan kami demi bisa memandang wajah nya yang sangat kurindukan.

Mata ku dan mata nya langsung saja bertatapan. Mata nya yang sangat indah itu mampu menghipnotis ku dan mata nya benar-benar mirip dengan... MATA CHANGMIN! Ya ampun aku bahkan belum tau bagaimana keadaan Changmin sekarang! Apakah dia baik-baik saja? Atau malah sebalik nya?

Dengan terburu-buru aku langsung berlari menuju kamar ku yang membuat Siwon bingung. Aku langsung mengganti gaun biru muda ku dengan sweater berwarna abu-abu dan memakai celana jeans. Setelah selesai mengganti baju ku, aku langsung saja berlari kebawah dan dengan cepat mengambil kunci truk ku yang seperti biasa diam manis di atas meja dekat dapur.

"Mau kemana?" tanya Siwon menghampiri ku saat aku akan membuka pintu rumah.

"Aku mau melihat keadaan Changmin dulu" ucap ku seraya keluar dari rumah. Sebelum keluar dari rumah dapat kulihat raut wajah cemburu dari nya.

Aku langsung masuk ke dalam truk merah ku dan menyalakan nya. Kemudian aku pun mengemudikan nya dengan kecepatan yang paling cepat. Tidak mungkin aku melupakan semua kebaikan Changmin pada ku bukan? Dia terlalu baik eummm... sangat baik! Aku tidak mau menjadi orang yang jahat di mata Changmin. Aku... tetap ingin menjadi spesial di mata Changmin. Mungkin ego ku terlalu tinggi tapi aku tak peduli! Changmin tunggu aku!

.

.

.

"Aku tidak akan kalah dari mu... Shim Changmin" ucap seorang namja dengan nada kesal saat melihat sebuah truk berwarna merah mulai menghilang dari pandangan mata nya. Dia merasa kalau diri nya tidak lagi menempati nomor satu di hati milik Cho Kyuhyun.

.

.

.

BERSAMBUNG


Ahaaaaa readers I'm back with chapter 9! *gangnam style

Mian lagi-lagi update nya lama soal nya saya sudah kelas 9 dan banyak sekali diberi tugas, ulangan dan pr jadi nya jarang buka laptop juga karena faktor males ngetik._.V

Lagu yang di pakai dalam chapter 9 ini adalah Wrap My Arms – yang di nyanyikan Brian McFadden.

Saya juga mau mengingatkan kalau Kyuhyun di sini itu bukan yeoja tapi dia itu NAMJA! Cuman Siwon aja yang seneng manggil dia dengan sebuat Miss jadi nya ke anggep yeoja padahal di sini Kyuhyun itu namja... N-A-M-J-A!

Saya kasih bocoran deh buat chap kedepan nya~ Nanti kaya nya Siwon dan Changmin bakal memperebutkan cinta Kyuhyun tapi seperti biasa ada masalah/konfil nya dongse kkkk... kan biar rame iya ga reader? :D

Numpang promosi sebentar._. klo mau nyuruh saya cepet update fic-fic buatan saya mention aja ke twitter saya - Gaem_Mel

Makasih ya buat readers yang sudah mau review cerita ini karena akhirnya cerita ini mendapat 350 lebih review nya! Gomawo ne readers :*

Sekian saja dari saya dan saya tunggu review nya lagi.

Big Love... SparWonKyu =))