.

Estafet

Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki

.

Chapter 9: Grudge

Pairing: Gozaburo Kaiba x ? ? ?

Summary: Lihat saja, aku akan membalas dendam atas semua yang kau lakukan!

Warning: Jangan berharap terlalu banyak. Ahahahaha!

By: Aki Kadaoga (id: 2094039)


.

.

.

Penerangan ruangan yang minim membuat pemuda itu mengernyit, menyipitkan mata demi mengamati seisi kamar itu. Depa demi depa. Jengkal demi jengkal. Di atas tempat tidur empuk yang berukuran besar itu dia menahan sakit yang mendera tubuhnya yang basah bermandikan keringat dan tak tertutup sehelai benangpun. Kemarahan kemudian mulai menguasainya saat memikirkan apa yang telah ia alami.

Dengan tangan dan kaki yang terikat dia menyeret tubuhnya, beringsut menuju tepi ranjang. Tiap kali dia menggerakkan tubuhnya, tiap kali itu pula dia harus merasakan rasa sakit luar biasa, terutama di sekitar panggulnya. Pemuda berambut ikal itu merintih pelan, menahan diri untuk tidak berteriak . Dia menyadari adanya bahaya di ujung kamar, di dalam sebuah bilik kecil tak berjendela bernama kamar mandi. Bilik kecil dengan dinding dan pintu yang nyaris transparan itu tampak seperti kotak besar menyala. Di dalamnya berdiri sesosok pria besar, bergerak-gerak pelan entah sedang melakukan apa. Tapi jelas instingnya mengatakan kalau pria itu orang yang berbahaya.

"Pasti dia yang melakukan ini semua padaku!" geramnya.

Dengan tergesa dia menggigiti syal yang melilit pergelangan tangannya. Syal berwarna merah yang biasanya melingkari kepalanya itu kini mulai membuatnya panik karena sulit dibuka.

"Kau sudah bangun rupanya, Otogi." Sebuah suara menyentakkan kesadarannya. Pemuda bernama Otogi Ryuji itu menoleh. Entah sejak kapan pria besar itu berdiri di belakangnya, tanpa busana.

"Gozaburo kaiba...keparat kau!" Pemuda bernama Otogi itu menyambar lampu yang menyala suram di atas meja dan melemparkannya ke arah lelaki besar yang merupakan CEO Kaiba corp. yang terkenal itu. Sayang, Gozaburo mampu menangkisnya. Namun pria itu lantas tertawa.

"Ohoho..rupanya tenagamu sudah pulih," ujarnya sembari duduk di depan Otogi. Dijambaknya rambut pemuda berambut ikal itu dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya dengan lembut mengusap butiran peluh di sela-sela rambut Otogi.

"Apa yang kau lakukan padaku, orang tua? Dasar binal! Yang kau lakukan ini adalah kejahatan! Kau.." Belum selesai Otogi mengamuk, Gozaburo memasukkan telunjukknya ke dalam mulut Otogi hingga pemuda itu tersedak. Melihat itu, Gozaburo malah tertawa terkekeh-kekeh..

"Sepertinya akan lebih menarik bermain denganmu dalam kondisi kau siuman. Terlebih... mata hijaumu yang indah itu menyala dengan indah, membuatku semakin bergairah."

"Apa?!"

Tubuh Otogi lalu diseret dan didorong hingga tersungkur di atas lantai kamar mandi. Bilik kecil itu dipenuhi cahaya lilin yang dipasang di berbagai sudut. Indah...tapi menakutkan. Otogi mulai diserang kepanikan.

"Mau apa kau?!"

"Ahahaha...'mau apa' katamu?" Gozaburo membuka selangkangan Otogi dengan paksa, membuat pemuda itu memekik. "Menurutmu, aku akan melakukan apa di tempat seperti ini dengan keadaan telanjang, hah?" Sekonyong-konyong Gozaburo menyambar bibir Otogi, melumatnya hingga basah oleh dia mulai memasukkan lidahnya, memainkannya dengan liar di dalam mulut Otogi hingga pemuda itu kesulitan bernapas.

Otogi meronta, memukul-mukulkan tangannya yang terikat ke dada Gozaburo. Namun tidak menimbulkan efek apa-apa. Nihil. Lalu ditendangnya perut tambun pria itu sekuat tenaga yang dia punya. Gozaburo pun mengaduh. Kemarahan tampak nyata terlihat di wajahnya. Dengan kasar dia mengangkat tubuh Otogi. Dalam posisi berdiri begitu, Gozaburo membalik badannya, mendorongnya hingga menempel ke dinding kamar mandi yang dingin.

"Kau..benar-benar memacu libidoku, anak muda. Tidak salah aku memilihmu menjadi mainanku.." Pria itu terkekeh seraya menjilati punggung dan leher Otogi. Diputarnya kran air di samping kanannya hingga air menyembur melalui shower dan membasahi keduanya.

"Bedebah kau! Lepaskan aku! Keparat!" Otogi kembali meronta. Namun usahanya lagi-lagi tidak membuahkan hasil. Tubuhnya dikunci sedemikian rupa hingga dia tidak bisa bergerak.

"Aah!" Otogi menjerit saat pria itu menggigit lehernya. Napas Gozaburo terasa hangat menyembur tengkuknya. Terdengar jelas, menderu-deru penuh napsu.

"Ini perkosaan, namanya! Kau...aah!"

"Sssshhh..." Gozaburo mendesis nikmat. "Perkosaan, katamu? Bagaimana kalau kau kubayar? Kau butuh uang untuk mengembangkan DDD kan?"

"Simpan saja uuurrggh.. uangmu untuk menebus dosamu!"

"Hum? Itu belum cukup? Aaaaaahhhh... umm, kalau begitu..hhhnn.. kubantu kau membalaskan dendam ayahmu pada Sugoroku Mutou, hm?"

"Aku tidak butuh bantuanmu, bedebah!"

Gozaburo sama sekali tidak menghiraukan teriakan marah Otogi. Dia sedang menikmati perbuatan laknatnya pada pemuda yang bola mata hijaunya telah membuatnya lupa diri dan tanpa ragu membuntutinya setiap hari.

Tak bisa menahan diri lagi, Gozaburo melesakkan tombak kejantanannya ke dalam dubur pemuda itu dengan cepat.

"Aaaaahh! Hhhnnnnggg...aaaaahh! Otogi menjerit kesakitan.

"Jangan ditolak, anak..uuurrrhhh...anak muda.. Uuuhh...hah hah hah... hhhnnnn..." Gozaburo mengeluarkan batang kejantanannya, lalu melesakkannya lagi dengan cepat. Begitu terus, berulang-ulang. kemudian tangannya mulai beralih dari bahu Otogi ke bagian dada, lalu bergerak pelan ke arah pinggang, kemudian sampai di kemaluan Otogi. Gozaburo mengelusnya dengan napas makin menderu hingga akhirnya tak tertahankan untuk meremasnya sekuat tenaga.

"Huwaaa...uuuhhh...AAAAAAHHHHH!" Otogi menjerit-jerit kesakitan diantara lenguhan nikmat pria yang tengah menggelinjang di belakang tubuhnya. Setetes air mata meluncur dari sudut mata Otogi.

"Lihat saja, pak tua! Aku tidak akan tinggal diam. Kau akan menerima pembalasan yang lebih kejam atas apa yang kau lakukan padaku," tekad Otogi dalam hati. "Tunggu saja!"

=== Ende ===


.

.

.

Next On...

Otogi x ? ? ?

A/N:

Hai, Kadaoga Aki desu. Gomen berjuta gomeeeeeeeen... tapa-nya kelamaan banget. Huhuhuhuhu.. Sumpah ini estafet bikin stress berkepanjangan. Gomen, gomen, gomen...

Maaf banget juga saya cari aman, ambil uke yang (lumayan) cakep. Dan...adegannya nya kurang menggelinjangkah? Banyak bolong di ceritanya? Mohon dimaklumi, ini pertama kalinya bikin fanfic yaoi, dan udah lebih dari setahun nggak nulis fiksi... *sujud*

Baiklah. Saya tidak sanggup berkata-kata lagi. Yang kena tag untuk chapter selanjutnya adalah...

...

...

Ryudou Ai.

Otomatis Widzilla jadi author untuk chapter penutup ya..

Arigatou sudah sabar menunggu..

Sayonara..

*langsung keramas*


Last standing author:

Widzilla