I F**KED YOUR BOYFRIEND (INDONESIAN)
by Becklypark
DISCLAIMER
Story Belongs to Chanyeoboo and the original story is here
www wattpad com/167017442
(spasi diganti titik)
.
WARNING
Smut, MPREG! = Male Pregnancy, Cheating, abuse/dubcon, slight noncon
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, and Others
.
THE NEXT DAY
.
"Baekhyun, apa-apaan yang kau lakukan di sana? Siapa lelaki itu?! Bukankah kau baru saja bergandengan tangan dengan Sehun pagi ini?!"
"Ibu, A-aku... aku bisa menjelaskan! I-itu tidak seperti yang terlihat, yah... seperti itu, tapi..."
For Fuck's sake, bagaimana seharusnya Ia menjelaskan akan semua hal ini lagi?
Kemudian kesadaran menghantam Baekhyun. Ia mengutuk dirinya sendiri saat Ia menghadapi kenyataan bahwa Ia masih melilit disekitar Chanyeol. Sambil melompat turun darinya kemudian untuk berbicara dengan ibunya sebagaimana mestinya, Chanyeol bergerak dengan cepat.
Lelaki berambut hitam itu berbalik menghadap wanita yang berada di depan mereka dan membungkuk sembilan puluh derajat. "Aku Park Chanyeol. Maafkan aku kita bertemu dengan cara seperti ini, Nona Byun," kemudian Ia mendongak menghadapi wanita itu "Tidak seharusnya aku mengantarnya hingga sampai ke depan pintu. Hanya saja, aku sangat ingin untuk memastikan bahwa Ia sampai di rumah dengan selamat"
Baekhyun seketika merona akan perkataan Chanyeol. Sangat mengejutkan bagaimana bisa si Raksasa menjadi begitu sopan. Ia tak yakin, apakah perkataan yang penuh akan perhatian milik si Raksasa itu benar. "Aku sungguh meminta maaf untuk pemandangan yang memalukan... yang Anda hadapi," lanjut yang lebih tinggi.
Pandangan Nona Byun sulit untuk dibaca. Ia menatap Chanyeol dengan lembut, tanpa reaksi.
Matanya akhirnya menuju Baekhyun. Pasangan nakal yang berada di depannya terlihat kacau. Rambut mereka berdiri keberbagai arah dan jangan lupakan wajah memerah mereka serta bibir yang membengkak.
"Bu... aku..."
"Apakah kau dan Sehun putus? Aku yakin kalian masih bersama pagi ini. Aku tak percaya kau tipe orang yang dengan mudahnya melemparkan dirimu pada lelaki lain setelah baru saja putus-"
"Kami masih bersama."
Mulutnya seketika menganga akan jawaban anak lelakinya. "A-Apa... Kau berselingkuh?!" Ia mengerutkan dahinya dan beralih menatap Chanyeol. "Lelaki ini yang membuatmu sungguh-sungguh berselingkuh dari kekasihmu? Dari seseorang seperti Sehun? Jesus Christ, Baekhyun! Tidakkah hubunganmu itu tidak berarti apa-apa bagimu!?"
"Bu! Please! Aku tahu ini salah. Aku tahu. Aku masih mencintai Sehun. Aku masih mencintainya, hanya saja..."
Chanyeol tahu sebaiknya Ia pergi sekarang. Ibunya Baekhyun sepertinya menyukai Sehun. Ia bisa merasakan bahwa ibunya sangat amat kecewa akan perilaku Baekhyun.
Baekhyun menatap lelaki yang berada di sampingnya. Mata penuh ketakutan dan hopeless miliknya meyakinkan dirinya agar pergi sekarang juga untuk kebaikan.
"Maafkan aku," si Raksasa berkata dengan tenang, "Seharusnya aku tidak mengincarnya. Ini bukan kesalahannya. Akulah orang yang mendalanginya untuk melakukan semua hal... yang tidak pantas denganku," Ia membungkuk sekali lagi, memberikan Baekhyun tatapan terakhir sebelum Ia berjalan menuju arah yang berlainan, meninggalkan dua Byun itu.
Mereka tidak saling berbincang malam itu.
.
.
.
Sebuah hari yang baru, hari yang seharusnya seperti hari lainnya. Tapi perasaan asing dalam diri Baekhyun meyakinkan ini bukanlah hari-harinya yang seperti biasa.
Baekhyun mendekati gerbang sekolah dengan perlahan. Biasanya kekasihnya akan menjemputnya dan mereka akan berjalan bersama ke sekolah, tapi hari ini si pirang mengirimnya pesan bahwa Ia ingin berbelanja ke toko roti untuk ibunya.
Si brunet tak dapat berjalan dengan baik. Ia tanpa sadar menggerakkan pantatnya dan sedikit tertatih, walaupun Ia sudah berusaha dengan keras untuk bersikap biasa. Bagaimanapun, Ia akan membuat berbagai alasan jika ada yang melihatnya.
Ia melihat si pirang menunggu di gerbang sekolah, si pirang yang tentu saja membuatnya merasa takut untuk mendekatinya setelah apa yang terjadi pada hari sebelumnya. Hari ini sungguh menyiksa. Semuanya adalah sebuah penyiksaan bagi si lelaki pendek, tak lupa juga akan nyeri di pantatnya.
Kendati Baekhyun yang dipenuhi oleh hickey dalam jumlah cukup banyak. Chanyeol benar-benar tidak memberinya kemudahan sama sekali. Sangatlah sulit untuk menyembunyikan tanda gelap yang besar menggunakan make-up. Ia berharap tidak ada yang mengomentari hal itu.
Sambil berjalan menuju gerbang, pandangannya bertemu dengan kekasihnya, yang terlihat tengah menunggunya, semakin jelas dan jelas. Juga ketakutannya bertambah semakin besar dan besar.
"Baekkie!" Sehun menghampirinya, memberikan sebuah senyuman khasnya dan si brunet mungil seketika merasa bersalah. Ia merasa bersalah sekali telah menyelingkuhi lelaki yang tak pernah melakukan hal jahat sekalipun. Baekhyun mendongak kepada lelaki itu, membalas senyumannya dengan canggung. Ia begitu jelas dan Ia tahu bahwa Ia harus berhenti untuk menghindari berbagai pertanyaan. Maka Ia menjinjitkan kakinya, melingkari lengannya di sekitar kekasihnya dan memberinya sebuah kecupan sebagai sebuah salam.
"Hey~ Aku merindukanmu" kata lelaki yang lebih pendek.
Sehun tersenyum kemudian dan mengecup bibirnya sekali lagi. Untuknya, semuanya baik-baik saja dan memabukkan. Seperti hari-hari biasanya. Dia tidak menyadari yang lebih dulu terus memejamkan matanya.
Untuk Baekhyun, semuanya terasa begitu dipaksakan mesra. Tak ada lagi yang sama. Setiap ciuman terasa seperti tengah mencium Chanyeol. Setiap sentuhan terasa seperti sentuhan si Raksasa.
Dia kemudian memutuskan untuk membuka matanya, bertemu dengan bola mata cokelat yang memandang lurus tepat pada matanya.
Dan Ia kembali mengingat bahwa lelaki inilah yang pernah membuatnya jatuh cinta.
Lelaki inilah yang masih Ia cintai, walaupun sekarang Ia berkhianat.
Well, bagaimana bisa Ia baru saja kehilangan keperjakaanya bukan dengan kekasihnya melainkan dengan lelaki lain yang tidak terlalu Ia kenal?
Ia mengeratkan genggamannya pada tangan Sehun sambil memasuki sekolah, sebelum bergegas menuju kelasnya, Sehun tidak mempertanyakan perihal kemarin, yang mana membuat Baekhyun senang akan hal juga tidak bertanya kenapa Baekhyun berjalan dengan cara yang berbeda tak menyadari akan tanda-tanda yang berada di perpotongan lehernya.
Ketika Ia memasuki kelas, Ia menemukan Chanyeol tengah duduk di bangku yang berada di sampingnya. Chanyeol menyadari Baekhyun berjalan dengan lucu saat Ia tengah menuju tempat duduknya, membuat yang lebih tinggi menyeringai akan hal itu. Baekhyun mengalihkan setiap kontak pada lelaki lain. Ia tidak dapat mengendalikan dirinya untuk menatap Chanyeol, tidak setelah apa yang telah terjadi kemarin.
Mereka tertangkap oleh ibunya yang mana itu sangat memalukan bagi Baekhyun.
.
.
.
"Apa? Kau menyetubuhi si Byun?!"
Kris, yang semula tengah memainkan handphonenya ketika Chanyeol mengatakan padanya tentang sex yang luar biasa kemarin, seketika menghentikan seluruh pergerakan yang Ia lakukan.
Kris dan Chanyeol adalah sahabat baik karena ikatan keluarga mereka. Sebenarnya kris lah yang meyakinkan si player untuk pindah ke sekolahan mereka ini.
Ia menatap Chanyeol,benar-benar terkejut oleh apa yang lelaki itu baru saja katakan padanya. "Terus apa?" Chanyeol tahu bahwa Baekhyun sangatlah di damba-dambakan, tapi untuknya lelaki itu terasa sangat mudah untuk ditiduri.
"Kau mengatakan padaku, yang baru saja menjalani hari ketiga di sekolah ini, telah menyetubuhi lelaki tak tersentuh itu? Anak yang sebenarnya sangat tidak mungkin untuk ditiduri? Kau baru saja mendapat pengalaman impian dari hampir seluruh siswa di sekolah ini," Kris sedikit mendorong Chanyeol pada pundaknya. "Dude, even I want to fuck him!"
Chanyeol menyeringai akan perkataan Kris. Itu membuat harga diri dan egonya meningkat. "Aku tidak pernah berpikir bahwa Ia akan membuka pantatnya untuk lelaki lain selain kekasihnya. berarti selama ini Ia merupakan seorang jalang penyelingkuh."
"Itu kali pertamanya. Tapi Ia tetap terlihat sangat menggairahkan—"
Kris terkejut tehadap lelaki yang lainnya itu "No way! Dia masih perjaka?! Kekasihnya itu benar-benar sangat bodoh,"
"Itulah yang kukatakan padanya juga,"
"Jadi bagaimana dia?"
Chanyeol meneguk minumannya, memutari pandangannya pada cafeteria, menyeringai ketika tatapannya bertemu dengan si Byun. "Amazing. Sebenarnya itu merupakan pengalaman bercinta paling hebat yang pernah kurasakan."
"Aku iri, dude. Kau benar-benar lelaki beruntung. Ingin berbagi? Mungkin kau bisa meyakinkannya kepada kelas tiga—"
"Diam, Kris, kau tahu aku tidak suka berbagi."
Baekhyun mendongak, menyadari seseorang tengah menatapinya. Ia dengan segera menegang ketika Ia bersitatap dengan mata Chanyeol, mendapati tatapan sedikit penuh napsu, yang mana membuatnya seketika mengingat apa yang terjadi kemarin.
Dia merasa dirinya kembali tertarik. Sedikit memalukan bagaimana Ia memanas dan bernapsu hanya dengan melihat Chanyeol.
Dan tak butuh waktu lama untuknya membaca pikiran yang lainnya.
"Se-Sehun, aku lupa kalau aku harus berbicara dengan salah seorang guru saat waktu istirahat makan siang. Aku harus pergi, s-sampai jumpa, oke?" Ia bangkit dari tempat duduknya, menunggu dengan tak sabaran jawaban darinya terlebih dahulu, jadi dia bisa pergi.
"Baiklah, kembalilah saat kau sudah selelasi, sweety,"
Baekhyun berjalan keluar dari ruang makan siang dengan cepat. Chanyeol memperhatikan pasangan itu, perlahan bangkit dari tempat duduknya. Kris memperhatikan kejadian tersebut, memahami kejadian itu dengan jelas. "Jangan menungguku. Aku akan pergi untuk memuaskan hasrat seseorang," Chanyeol tak mampu untuk tidak menyeringai sepanjang waktu, sadar akan kenyataan bahwa Ia baru saja mendapatkan semua kebutuhan Baekhyun lagi.
Ia meninggalkan Kris yang tengah menganga dengan sedikit rasa iri, mengikuti Baekhyun menuju sebuah ruang penyimpanan kosong. Setelah menutup pintu, Chanyeol tak bisa lagi menunggu. Ia menarik lelaki pendek itu dengan tiba-tiba dan mempertemukan bibir mereka dengan kasar, lupa untuk mengunci pintu.
"Aku merindukanmu, aku merindukan penis besarmu berada di dalamku," Baekhyun melenguh dalam sebuah ciuman basah. Chanyeol seketika menyeringai akan kata-kata milik yang lainnya.
Di sinilah mereka kembali, tenggelam dalam napsu, dalam dunia milik mereka.
Dan Chanyeol menghapus Sehun dari pikiran Baekhyun lagi.
.
TBC
.
(a/n:) ini hari minggu dan aku sebenarnya berniat belajar untuk ulangan matematikaku but yeah
have this chapter instead OTL
ah dan komentar-komentarlah alasan utamaku untuk tetap mengupdate ini, itu menunjukkan padaku bahwa orang-orang sebenarnya tertarik pada ff ini. Thank you! Love~
.
Original Story
I F**ked Your Boyfriend by Chanyeoboo
www wattpad com/user/chanyeoboo
(ganti spasi dengn titik)
Copyright © 2015 chanyeoboo
All Rights Reserved
.
P.s. maaf baru bisa kembali trans lagi karena baru selesai ujian ;; maaf membuat kalian menunggu ;; 2 chapter... enough or nah?
