Main Cast
• Byun Baekhyun
• Park Chanyeol
Other Cast
• Find it yourself
Gendre : Romance, Fluff, Comedy (a little bit).
Rating : Tentuin sendiri
DISCLAIMER : STORY BELONG TO AUTHOR, CAST SEUTUHNYA MILIK SM !
DON'T BE SIDERS !
WARNING : TYPO MENGHANTUI ANDA XD ! BAHASA CAMPUR SARI (?)
•
•
•
•
•
IT'S YAOI FICTION
•
•
•
- CHANBAEK STORY -
•
•
•
DON'T LIKE DON'T READ
STORY BELONG TO AUTHOR !
•
•
•
- HAPPY READING -
BAEKCHANNIE PRESENT
•
•
•
•
•
"PAPARAZZI IN LOVE"
Flashback On
"Yeobseo?"
"..."
"Eh, malam ini? Aku ada pemotretan. Memangnya kenapa oppa?"
"..."
"Hmm.. aku tidak tahu selesai jam berapa. Tapi nanti akan kuusahakan datang."
"..."
"Aniya oppa, gwenchana. Aku akan tetap datang, jadi jam berapa kita ketemuan?"
"..."
"Arraseo.. baiklah oppa sampai jumpa nanti malam."
Sulli mematikan sambungannya dengan sebuah senyuman tipis. Ya, yang barusan menelponnya adalah Chanyeol yang tak lain adalah namjachingunya. Dan malam ini Chanyeol mengajaknya bertemu di salah satu cafe yang biasa dikunjungi mereka. Tentu saja Sulli merasa sangat senang dengan ajakan Chanyeol, mengingat beberapa waktu belakangan mereka jarang bertemu gara-gara kesibukan masing-masing. Dan tentu saja, ia harus tampil cantik malam ini.
"Sulli-ah, cepat kesini.. kita harus melakukan pemotretan lagi." panggil Lay dan membuat Sulli langsung menolehkan kepalanya.
"Ne oppa."
.
.
.
Sudah 20 menit lamanya Chanyeol menunggu Sulli di cafe yang dijanjikan.. ia menyesap cappuccino miliknya sambil sesekali ia mencoba menghubungi Sulli. Sekitar setengah jam berikutnya terlihat seorang yeoja berambut sebahu memasuki cafe dengan nafas yang tersengal-sengal, iapun mengedarkan kepalanya mencari keberadaan Chanyeol. Chanyeol yang melihatnya hanya mengangkat tangannya dan akhirnya yeoja itu menghampiri Chanyeol dengan senyuman tipisnya.
"Mianhe aku terlambat." ujar Sulli sambil mengatur nafasnya.
Chanyeol hanya tersenyum kecil lalu menyodorkan lemon tea yang belum lama ini ia pesan.
"Gomawo."
Setelah berhasil mengatur nafasnya Sulli akhirnya menatap Chanyeol sambil tersenyum kecil.
"Tumben oppa mengajakku kemari malam-malam begini. Ada apa?"
Chanyeol hanya menggeleng kecil namun dengan raut wajah yang sulit dibaca "Sebaiknya hubungan kita sampai disini saja." ujar Chanyeol tanpa basa-basi terlebih dahulu.
Tubuh Sulli sontak menegang seketika, namun tak lama kemudian ia terkekeh kecil "Oppa bicara apa? Bercandamu tidak lucu."
"Aku serius. Aku ingin kita putus sekarang."
"Ta-tapi kenapa oppa? Apa salahku?" tanya Sulli dengan nada suara yang terdengar bergetar.
Chanyeol meraih tangan Sulli dan menggenggam tangannya "Kau tak punya salah apa-apa, justru oppa yang merasa kalau selama ini oppa tak bisa membahagiakanmu. Mianhe Jinri, kau pantas mendapat yang lebih baik dari oppa."
"Aku tidak mau oppa.. aku bahagia denganmu. Aku mencintaimu oppa, jebal jangan tinggalkan aku." mohon Sulli dengan air mata yang mulai menetes.
"Mianhe Jinri, ini yang terbaik untuk kita. Oppa menyukai orang lain.. mianhe." ujar Chanyeol dengan wajah menyesalnya.
Sulli tersenyum kecut "Pasti itu Baekhee eonnie. Oppa mencintainya kan?"
Chanyeol tercengang kaget mendengar penuturan Sulli, sedangkan yeoja yang satunya tersenyum paksa namun dengan air mata yang masih mengalir di kedua matanya.
"Aku tahu oppa, aku sudah mengenalmu selama bertahun-tahun. Aku tidak buta oppa, aku bisa melihat dari sorot matamu."
"Mianhe Jinri, aku benar-benar tak bermaksud untuk melakukan ini padamu."
Sulli langsung menggelengkan kepalanya dan mulai menghapus air matanya "Gwenchana oppa.. aku takkan marah padamu, aku mengerti. Justru aku yang minta maaf karena sudah menjadi penghalang diantara kalian.. Ia pantas untukmu oppa, walaupun aku baru mengenalnya tapi aku yakin dia pasti bisa membahagiakanmu."
Chanyeol mengelus pipi mulus yeoja tersebut dan mengapus air mata yang mulai mengalir sedangkan salah satu tangannya masih memegang tangan Sulli "Mianhe sudah membuatmu kecewa seperti ini."
"Gwenc—Hiks.." satu isakan berhasil lolos, Sulli langsung menundukkan wajahnya dengan bahu bergetar, ia berusaha meredam suaranya.
Chanyeol menatap sendu yeoja dihadapannya, iapun berdiri lalu memeluk yeoja tersebut dan tak lama kemudian ia merasakan remasan yang cukup kuat di kemejanya.. Chanyeol tetap diam sambil mengelus surai halus Sulli, bagaimanapun juga ia tak tega jika harus membuat Sulli seperti ini.. ia menyayangi Sulli namun rasa sayangnya tak lebih dari perasaan seorang sahabat.
Tak lama kemudian Sulli melepaskan pelukannya dan menatap Chanyeol dengan mata sembab, ia tersenyum paksa "Aku harus pergi oppa, aku baru ingat kalau aku ada urusan. Gomawo untuk selama ini, aku menyayangimu."
Chanyeol akhirnya mendekatkan bibirnya di kening Sulli dan mengecupnya lalu ia kembali menatap wajah yeoja itu "Mianhe."
Sulli mengangguk mengiyakan lalu dengan berat ia berbalik meninggalkan cafe itu dengan hati yang terasa sesak.
Ia sama sekali tak marah dengan keputusan Chanyeol, ia tahu selama setahun ini Chanyeol sama sekali tak mencintainya namun karena keegoisannya ia tetap berusaha untuk membuat Chanyeol menyukainya, ia melakukan berbagai cara agar Chanyeol melihatnya.. Namun seiring berjalannya waktu ia mulai menyerah, terlebih lagi begitu Chanyeol mengenalkan Baekhyun kepadanya membuatnya semakin yakin bahwa ia tak mungkin bisa memiliki Chanyeol seutuhnya.. ia terlalu lelah untuk mengharapkan sesuatu yang jelas-jelas tak bisa ia miliki.
.
Flashback OFF
.
Author POV
"Jadilah kekasihku."
Chanyeol mengucapkannya dengan mantap namun dengan nada lembut dan juga tenang, ia menatap dalam kedua manik mata Baekhyun. Sementara Baekhyun ia merasakan jantungnya yang semakin berdetak kencang seolah-olah ia dapat mendengarnya sendiri.. hanya keheningan yang terjadi diantara mereka sebelum akhirnya Baekhyun melepas kedua tangan Chanyeol dari pipinya dan berjalan masuk tanpa mengeluarkan sepatah katapun, ia terus saja berjalan masuk tanpa menoleh kebelakang.
Ia tak yakin apakah malam ini ia bisa tidur atau tidak, ternyata hal yang selama ini ia takutkan akhirnya terjadi.. Chanyeol mencintainya dan mengira bahwa ia adalah perempuan. Dan ia juga tak bisa menyangkal bahwa perasaannya terhadap Chanyeol akan menjadi seperti ini. Ia benar-benar bingung saat ini, apa yang harus ia lakukan.
Keesokan harinya...
TOK
TOK
TOK
"Baekhyun hyung.. Baekhyun hyung cepat buka pintunya!" Jongin mengetuk pintu kamar Baekhyun dengan keras dan tidak sabaran.
"Hyung cepat bangun.. ada sesuatu yang penting, yang harus kau tahu.. hyung!"
TOK
TOK
TOK
Baekhyun melenguh dan mendesah kesal, tidurnya jadi terganggu gara-gara Jongin.. Iapun bangun dari kasurnya dan berjalan mendekati pintu kamar sebelum akhirnya ia membukanya.
"Apa?" tanya Baekhyun kesal.
Jongin langsung menyerahkan koran hari ini kepada Baekhyun "Coba baca ini hyung. Ini gawat."
Dengan malas Baekhyun membaca halaman yang ditunjukan oleh Jongin dan beberapa detik kemudian ia langsung membelalakkan matanya terkejut membaca berita yang tertera di koran tersebut.
"SEORANG AKTOR MUDA PARK CHANYEOL MENGENCANI SEORANG WANITA YANG BELAKANGAN DISEBUT-SEBUT SEBAGAI ORANG KETIGA DALAM HUBUNGANNYA DAN SULLI."
Yang dibawahnya ikut tertera foto saat mereka sedang jalan berdua dengan Chanyeol yang merangkulnya dan foto mereka berciuman semalam, sontak Baekhyun merasakan angin dingin menerpa tengkuknya dan jantungnya berdegup cepat karena kaget. Baekhyun menatap Jongin syok.
"Darimana kau dapat berita ini?"
"Berita ini sudah menyebar sejak semalam. Dari kemarin aku mencoba menghubungimu tapi kau sama sekali tak bisa dihubungi."
Baekhyun kembali menatap koran yang dipegangnya lalu mengacak rambutnya.
"Aish, bagaimana ini?!"
"Hyung, apa berita itu benar? Kau dan Chanyeol berpacaran?" tanya Jongin penasaran.
"Tidak, ini semua salah paham kami sama sekali tidak pacaran." elak Baekhyun dengan wajah frustasinya.
"Lalu kenapa kalian bisa sampai berciuman begitu? Apa dia menyatakan perasaannya padamu?"
Baekhyun terdiam, ia kembali mengingat ucapan Chanyeol semalam.
"Tidak. I.. itu hanya akting. Iya, ciuman itu hanya akting.. kami hanya latihan untuk pentas drama bulan depan."
Jongin menatap Baekhyun tak percaya, namun akhirnya ia mengangguk kecil.
"Baguslah. Tapi sebaiknya kay segera mengaku hyung, sebelum hubungan kalian semakin jauh."
"Se-Semakin jauh apanya?! Kami hanya berteman, tidak lebih." Baekhyun kembali mengelak, namun saking gugupnya ia sampai salah mengartikan maksud ucapan Jongin.
Jongin langsung mengernyit bingung "Iya, maksudku sebelum pertemanan kalian semakin jauh.. sebelum Chanyeol terlanjur mempercayaimu."
"Ah.. ne.." Baekhyun mengangguk canggung sambi menyengir malu.
"Maksudmu hubungan semakin jauh itu apa? Pacaran?"
"Aniya.. aniya, lupakan saja. Hehehe."
Bersamaan dengan itu ponsel Baekhyun bergetar, ternyata yang menghubunginya adalah Tao dan akhirnya Baekhyun langsung menjawab panggilan tersebut.
"Ne?"
"Apa kau sudah baca berita hari ini?" tanya Tao di seberang sana.
"Sudah."
"Bisa kau datang kemari sekarang? Ada yang ingin kubicarakan denganmu."
"Baiklah aku akan segera kesana." jawab Baekhyun sambil mengakhiri panggilannya.
"Siapa?" tanya Jongin.
"Tao, dia memintaku datang ke kantornya sekarang."
"Oh, mau kuantar kesana?" tawarnya dan Baekhyun langsung tersenyum sambil mengangguk kecil.
.
.
.
Sementara itu Chanyeol baru saja sampai, ia langsung menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Tao yang sedang menopang kepalanya sambil menatap layar laptop. Akhirnya iapun mengalihkan pandangannya kearah Chanyeol lalu membalikkan laptopnya.
"Lihat ini." ujarnya dengan suara yang terdengar sedikit frustasi.
Chanyeol menurut lalu membaca artikel yang memuat berita tentangnya sambil menopang dagu.
"Bahkan kali ini reaksi mereka lebih parah dibanding gosipmu dengan Jinri dan Kyungsoo waktu itu." jelas Tao.
"Wah daebak. Bahkan ada yang sampai berharap kalau aku dan Baekhee benar-benar pacaran." ujar Chanyeol sehingga langsung membuat Tao mendeathglarenya.
"Ya! Kenapa kau malah tersenyum senang seperti itu?! Apa kau pikir gosip yang menimpamu ini bukanlah hal yang serius?!"
Chanyeol langsung menyengir "Ani, hanya saja aku tak menyangka respon mereka akan seperti ini."
"Jadi kalian benar-benar pacaran?"
"Kita tunggu saja Baekhee, kami akan menjelaskannya bersama-sama."
"Lalu bagaimana dengan Jinri? Apa kau sudah menghubunginya dan menjelaskan berita ini padanya?" tanya Tao sambil menopang dagunya.
"Kami sudah putus sejak minggu lalu." jawab Chanyeol tanpa mengalihkan pandannya dari layar laptop.
"Apa? Bagaimana bisa kalian putus? Siapa yang minta putus?!" tanya Tao dengan wajah terkejut.
"Aku. Lagipula aku merasa kalau aku itu tak sanggup membahagiakannya." jawab Chanyeol dengan santainya.
"Lalu siapa saja yang tau?"
"Tidak ada."
"Bagus, setidaknya saat ini kita punya alasan yang bagus untuk masalahmu dengan Baekhee."
"Maksudmu?"
Tao langsung tersenyum kecil "Lihat saja nanti. Aku sudah punya rencana yang bagus untuk kalian berdua."
.
.
.
"Aish, dasar keras kepala." rutuk Baekhyun sambil me-reject panggilan dari Luhan dan Jongdae.
"Kenapa hyung?" tanya Jongin sambil mengalihkan pandangannya.
"Jongdae dan Luhan hyung. Dari tadi mereka terus saja menelponku."
"Yasudah diangkat saja."
"Tidak. Aku yakin saat ini mereka sedang menyusun rencana baru, makanya mereka menelponku untuk menyuruhku ke kantor dan membahas masalah Chanyeol. Ck, aku tidak mau menambah masalah." ujar Baekhyun sambil menggelengkan kepalanya.
Jongin langsung tertawa lalu kembali menoleh kearah Baekhyun.
"Ya hyung! Bagaimana kalau nanti Luhan hyung malah menyuruh kalian untuk mencari tahu tentang siapa sosok yeoja yang ada di foto itu. Bukannya itu bagus, kau tak perlu lagi bersusah payah mencari tahu?!"
Baekhyun langsung mencibir "Bagus apanya, yang ada nanti malah identitasku ketahuan. Lebih baik aku dimarahi habis-habisan gara-gara menentang ide mereka daripada mereka tahu siapa sebenarnya Baekhee itu."
"Dasar kalian bertiga sama saja. Sama-sama terobsesi dengan Chanyeol." tukas Jongin sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya.
"Yak jangan samakan aku dengan mereka. Aku sama sekali tidak terobsesi dengan Chanyeol!"
"Masa? Lalu soal kenekatanmu menyamar di kampusnya itu apa? Bukannya itu sama saja dengan kau terobsesi dengannya?" ejek Jongin.
Baekhyun langsung menyubit pinggang Jongin kesal "Ck, tidak. Aku melakukannya karena tuntutan pekerjaan."
"Masa?"
"Ck, sudahlah kalau kau tidak percaya."
Jongin langsung terkekeh lalu mengangguk dengan ekspresi jahilnya.
Hanya butuh waktu 30 menit bagi mereka untuk tiba di kantor Tao. Kedua lelaki yang memiliki perbedaan kulit yang kontras itu akhirnya sama-sama masuk kedalam. Pada awalnya Baekhyun sempat menyuruh Jongin pulang, namun namja tan itu bersikeras ingin menemaninya dan akhirnya Baekhyun memilih untuk mengalah namun dengan syarat ia tak boleh ikut masuk kedalam ruangan Tao.
"Berdoa saja, semoga Tao tak akan menyuruh kalian melakukan pembohongan publik yang aneh-aneh." ujar Jongin sebelum Baekhyun masuk kedalam ruangan.
Baekhyun membuka pintu tersebut lalu melesakkan kepalanya kedalam, secara perlahan ia masuk lalu berdehem kecil.
"Mianhe aku sudah membuat kalian menunggu." tukas Baekhyun sambil tersenyum menyengir yang langsung membuat Chanyeol dan Tao beralih menatapnya.
Dan saat itu juga wajah Baekhyun langsung bersemu ketika beradu pandang dengan Chanyeol, seolah mengerti Tao berdehem pelan untuk mencairkan suasana yang mendadak berubah canggung.
"Noona, ayo duduk." ajak Tao sambil tersenyum.
Baekhyun menurut lalu duduk di samping Chanyeol setelah sebelumnya ia sedikit menggeser kursinya sedikit menjauh dari kursi Chanyeol.
"Nah, karena noona sudah datang.. bagaimana kalau kita langsung saja ke intinya?!" tukas Tao dan kali ini wajahnya berubah sedikit serius.
Ia memandang kedua orang tersebut secara bergantian sebelum akhirnya menunjukan artikel tadi kepada mereka dan membuat kedua orang itu semakin salah tingkah. Padahal tadi saat Chanyeol melihat foto tersebut ia tak secanggung ini, tapi kenapa sekarang ketika Baekhyun datang.. untuk melihat foto itu saja rasanya ia tak sanggup.
"Aku ingin tanya. Apa betul kalian berdua pacaran?" tanyanya sambil menatap kedua orang itu secara bergantian.
"Aniya. Kami sama sekali tidak pacaran!" elak Baekhyun dan Chanyeol sambil melambaikan tangannya.
"Lalu kenapa kalian bisa sampau berciuman seperti itu? Kalian sedang tidak mabuk kan?"
"Mwo? Tidak! Kami sama sekali tidak mabuk." elak Baekhyun.
"Lalu kenapa kalian sampai berciuman seperti itu? Apa kalian sadar kalau Chanyeol itu seorang artis dan itu artinya kalian harus bisa menjaga sikap, apalagi melakukan hal seperti itu di tempat umum."
"I.. itu.. karena kami..."
"Itu hanya akting. Waktu itu kami sedang melakukan sedikit latihan untuk drama musikal bulan depan." potong Baekhyun dengan lancarnya.
Chanyeol langsung menoleh terkejut bercampur bingung, sedangkan Tao ia langsung mengangkat alis kanannya.
"Drama musikal?" tanya Tao.
"Iya, kebetulan kami berdua terpilih jadi pemeran utamanya. Jadi kami melakukan sedikit latihan agar disaat pentas nanti kami tidak terlalu canggung. Benarkan Chanyeol?"
Baekhyun menoleh kearah Chanyeol sambil tersenyum paksa menyuruh lelaki jangkung itu untuk mengiyakan ucapannya. Seolah mengerti akhirnya dengan cepat Chanyeol langsung menoleh kearah Tao sambil tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
"Betul sekali, itu hanya akting saja.. hahaha.."
Dan demi apapun Chanyeol langsung merutuki dirinya karena tawanya diakhir ucapannya tadi benar-benar aneh dan terkesan dipaksakan.
"Kenapa aku sama sekali tidak tahu soal drama musikal ini?"
Baekhyun langsung melirik kearah Chanyeol, menyuruhnya untuk menjawab.
"Oh itu.. aku lupa bilang. Mianhe."
Seolah tak percaya, Tao tetap menunjukan ekspresi curiganya dan ini berhasil membuat Chanyeol dan Baekhyun semakin gugup.
"Apa benar itu semua hanya akting?"
Sontak kedua orang itu langsung mengangguk cepat secara bersamaan.
"Baiklah. Aku bisa saja percaya pada kalian, tapi masalahnya masyarakat luar belum tentu percaya dengan apa yang kalian katakan."
"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Chanyeol.
Tao berdehem pelan lalu menatap kedua orang itu secara bergantian "Aku ingin kalian berpura-pura menjadi sepasang kekasih."
"APA?!" tukas Baekhyun secara tiba-tiba dengan mata membelalak sehingga membuat Tao dan Chanyeol terlonjak kaget.
"Shireo. Aku tidak mau?!" tolak Baekhyun mentah-mentah.
"Kau harus mau noona. Ini satu-satunya cara agar mereka tak beranggapan yang aneh-aneh pada kalian."
"Tetap saja aku tidak mau. Ini bukannya menyelesaikan masalah, tapi malah menambah masalah." Baekhyun langsung melipat tangannya di depan dada sambil menggeleng.
"Memangnya kau punya cara lain?" tanya Tao sambil mengernyitkan dahinya.
"Kita cari sama-sama. Pokoknya aku tidak setuju kalau kami harus pura-pura pacaran. Tidak!" tolak Baekhyun dengan tegas sehingga membuat Tao dan Chanyeol langsung berpandangan dan menghela nafas.
"Ini hanya untuk sementara Baekhee, hanya sampai sebulan." Chanyeol angkat bicara sambil menatap Baekhyun.
"Andwe.. pokoknya aku menolak. Aku tidak mau!"
Kedua namja itu tak menyerah untuk membujuk Baekhyun, namun lelaki imut itu tetap saja bersikeras menolaknya. Ia tak ingin kebohongan yang dilakukannya akan semakin memperumit keadaan.
"Hhhh... baiklah, kita akan coba cari cara lain." tukas Tao sambil mengangguk menyerah dan Baekhyun langsung mengangguk kecil.
"Dan besok aku minta sebaiknya kalian jaga sikap dan jaga jarak. Jangan membuat orang lain semakin percaya dengan gosip itu. Arraseo?" pesan Tao yang hanya dijawab dengan sebuah anggukan dari Chanyeol dan Baekhyun.
"Baiklah kalian boleh pulang."
Dan akhirnya kedua orang itupun keluar. Diluar mereka bertemu dengan Jongin yang ternyata tengah berbicara dengan Kyungsoo.
"Kyung." panggil Chanyeol setengah terkejut.
Kyungsoo dan Jongin langsung menoleh.
"Yeol, kau sudah selesai berbicara dengan Tao?" tanya Kyungsoo sambil mendongak.
Chanyeol hanya mengangguk kecil, lalu Kyungsoo mengalihkan pandangannya menatap Baekhyun.
"Kau pasti Baekhee." tebaknya sambil tersenyum ramah.
"Eh? Kenapa kau tahu namaku?" tanya Baekhyun terkejut.
"Chanyeol banyak cerita tentangmu. Ah, aku Kyungsoo sahabat Chanyeol." terang Kyungsoo sambil tersenyum manis.
Dan Jongin berani bersumpah, senyuman Kyungsoo barusan benar-benar cantik dan menggemaskan. Tunggu! Sepertinya Jongin sedang berhalusinasi, bagaimana bisa Kyungsoo yang biasanya memasang ekspresi jutek dan galak dihadapannya ternyata memiliki senyuman semanis ini?! Baiklah sebaiknya kita tinggalkan saja Jongin yang tengah asik dengan dunianya sendiri.
Ponsel Baekhyun kembali bergetar dan kali ini bukan sebuah panggilan namun sebuah sms yang berasal dari Luhan.
From : Luhan hyung
Ya Byun Baekhyun cepat datang ke kantor sekarang atau aku akan menyeretmu secara paksa!
"Aish dasar pemaksa." rutuk Baekhyun sambil memasukan kembali ponselnya kedalam saku.
"Siapa?" tanya Chanyeol.
"Bukan siapa-siapa. Aku harus pergi, ada urusan lain yang harus ku selesaikan."
Kyungsoo dan Chanyeol langsung mengangguk mengiyakan. Baekhyun tersenyum kecil lalu memegang lengan Jongin.
"Kalau begitu kami pergi dulu."
Baekhyun berniat akan mendorong Jongin mengajaknya pergi namun tubuh lelaki tan itu masih terpaku di tempatnya.
"Yak Jongin kita harus pergi sekarang." ajak Baekhyun, namun hasilnya sama saja. Akhirnya mereka bertiga beralih menatap Jongin dan mendapati ia yang ternyata tengah asik memandang Kyungsoo, seketika itu juga tatapan Jongin bertemu dengan Kyungsoo.
"Kyeopta." ujarnya sambil tersenyum sehingga membuat Chanyeol dan Baekhyun tertegun dan langsung bertatapan heran.
Baekhyun langsung memutar bola matanya malas sebelum akhirnya mendorong tubuh Jongin untuk segera pergi.
"Ya! Ayo pergi, kita tak boleh terlambat."
Baekhyun dan Jongin akhirnya pergi ke kantor tempat Baekhyun bekerja, setelah sebelumnya ia sempat mengbah penampilannya kembali seperti semula. Kali ini hanya Baekhyun seorang yang masuk kedalam kantornya sedangkan Jongin, lelaki tan itu berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.
Hal pertama yang ia dapati adalah Jongdae yang langsung merangkul Baekhyun dan menyeretnya masuk kedalam ruangan Luhan.
"Dia sudah datang." tukas Jongdae sambil menutup pintu ruangan Luhan.
Baekhyun langsung mengernyitkan dahinya heran dengan sikap Luhan dan Jongdae yang aneh. Ia mencium sesuatu yang tidak beres disini.
Luhan dan Jongdae berdiri menghampiri Baekhyun dengan tangan yang dilipat dengan ekspresi yang sulit ditebak.
"Waeyo? Kalian berdua kenapa?" tanya Baekhyun takut-takut, ia mulai membayangkan hal yang tidak-tidak.
"Orang yang ada di foto itu pasti kau kan?" tanya Luhan dengan ekspresi menyelidik.
Sontak jantung Baekhyun langsung berdetak cepat, rasa gugup dan takut mulai menyerang dirinya.
"Foto apa?" tanya Baekhyun, berpura-pura tak mengerti maksud ucapan Luhan.
"Foto Chanyeol yang bersama seorang yeoja. Orang itu pasti kau kan Baekhyun?!"
"M-Mwo? Aniya. Kalian jangan gila mana mungkin yeoja yang ada di foto itu adalah aku." elak Baekhyun sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Kau tak usah berbohong. Kami sudah tahu soal penyamaranmu." Jongdae angkat bicara.
"Apa-apaan ini? Aku sama tak mengerti apa maksud kalian?!"
"Ck, sudahlah Baekhyun kau jangan berpura-pura tak mengerti. Kau mungkin bisa menipu orang lain, tapi kami tidak. Sudah lama kami curiga kalau Baekhee itu adalah kau dan ternyata kecurigaan kami memang benar." sambung Luhan dengan tatapan tajamnya.
Baekhyun memandang gugup kedua orang dihadapannya. Ia benar-benar tak bisa mengelak lagi, Luhan dan Jongdae benar-benar hebat dalam hal seperti ini. Akhirnya Baekhyun menghela nafas berat, lebih baik ia mengaku sekarang.
"Baiklah, kalian benar. Orang yang ada di foto itu adalah aku." jawab Baekhyun pasrah.
Kedua orang itu langsung tertegun dan saling bertatapan sebelum akhirnya mereka menarik Baekhyun untuk duduk.
"Jadi itu memang benar?" tanya Luhan tak percaya dan hanya dijawab oleh anggukan kecil dari Baekhyun.
"Jadi yeoja yang kulihat di toilet waktu itu, ternyata memang kau?!" sambung Jongdae dan lagi-lagi hanya dijawab oleh sebuah anggukan.
"Wow daebak, kau memang sudah gila!" tukas Jongdae yang langsung dihadiahi tatapan sinis dari Baekhyun.
"Ya! Memangnya siapa yang duluan mengajakku taruhan hah?! Kalau bukan ide bodohmu itu aku tak mungkin terjebak dengan keadaan seperti ini!" tukas Baekhyun dengan nada kesalnya.
"Kenapa aku?! Aku tak pernah menyuruhmu untuk menyamar, itu kemauanmu sendiri jadi jangan salahkan aku."
"Tunggu dulu, apa maksudnya ini? Taruhan? Apa maksud kalian?" tanya Luhan bingung sambil menatap Baekhyun dan Jongdae secara bergantian.
Kedua lelaki yang ditanya itupun hanya bisa saling melirik sebelum akhirnya Baekhyun memutuskan untuk menjelaskannya pada Luhan.
"Jadi si muka dinosaurus ini mengajakku taruhan, siapa yang lebih dulu menyerahkan bukti hubungan Chanyeol, Sulli dan Kyungsoo padamu artinya dia menang, sedangkan yang kalah ia harus menyerahkan gaji sebulannya dan bersedia dijadikan pesuruh selama 2 bulan." jelas Baekhyun dengan nada menyindir sambil menatap sinis orang yang ada di sebelahnya.
"Yak siapa yang kau bilang muka dinosaurus hah?! protes Jongdae sambil mendeathglare Baekhyun.
"Kalian ini ada-ada saja. Sejak kapan urusan perkerjaan dijadikan bahan taruhan huh?!"
"Hehe mian hyung, aku melakukannya hanya untuk memanas-manasi Baekhyun saja."
Baekhyun langsung memelototi lelaki yang ada di sebelahnya dan langsung memukul kepala Jongdae dengan buku yang berasal dari meja Luhan.
"Yak sialan! Jadi kau hanya ingin mengerjaiku hah!" bentak Baekhyun setengah emosi.
"Sshhh.. sudah-sudah, kalian berdua jangan bertengkar. Kita tak perlu membahas hal itu, yang terpenting sekarang adalah aku ingin tanya sudah berapa lama Baekhyun menyamar?"
"Hampir dua bulan." jawab Baekhyun.
"Lalu apa Chanyeol pernah mencurigaimu?"
"Kurasa tidak."
"Wow, hebat! Tak kusangka penyamaranmu akan bertahan selama itu." sindir Jongdae, nampaknya ia masih kesal gara-gara habis dipukul Baekhyun tadi.
Baekhyun kembali memelototi Jongdae sedangkan Luhan, ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua dongsaengnya.
"Baiklah Baekhyun. Lalu bagaimana bisa kau dan Chanyeol berciuman? Apa kalian pacaran?" tanya Luhan.
'Ya Tuhan, dari sekian banyak pertanyaan kenapa aku harus disodori pertanyaan mengenai ciuman itu?! Hhhh.. bagaimana bisa aku melupakan kejadian semalam kalau begini terus caranya' –keluh Baekhyun dalam hati sambil menghela nafasnya berat-
"Baek?" panggil Luhan sehingga membuat Baekhyun kembali menatapnya.
"Itu hanya akting hyung, kami melakukan sedikit latihan karena kami berdua terpilih menjadi tokoh utama dalam drama kesenian kampus."
Lagi-lagi Baekhyun berbohong, seharian ini entah sudah berapa kali ia berbohong demi menutupi kejadian yang sebenarnya, lagipula ia tak punya waktu untuk memilkirkan alasan yang lain.
"Tapi kalian pacaran?" tanya Jongdae, ia kembali terbayang malam dimana ia datang ke acara Kris dan melihat seberapa dekatnya Chanyeol dengan seorang yeoja yang baru kali itu ia lihat –walaupun saat itu ia belum sadar kalau yeoja itu adalah Baekhyun- , walaupun ia baru melihatnya namun ia bisa merasakan ada sesuatu yang beda diantara mereka.
"Tidak! Kami itu sama sekali tidak pacaran, kami hanya sebatas teman!" elak Baekhyun.
"Masa?" tanya Luhan dan Jongdae secara bersamaan, keduannya sama-sama melengkungkan bibirnya kebawah dengan tatapan tidak percaya.
"Terserah kalian mau percaya atau tidak." jawab Baekhyun malas, seharian ini ia benar-benar capek berurusan dengan hal yang sama.
Luhan akhirnya berdehem kecil lalu menepuk pundak Baekhyun "Baiklah, untuk saat ini kami percaya."
"Ah hyung, aku boleh minta tolong?" tukas Baekhyun tiba-tiba yang hanya dijawab oleh anggukan dari Luhan.
"Soal penyamaranku, aku minta tolong dirahasiakan. Jangan katakan hal ini pada siapapun, boleh ya?" mohon Baekhyun dengan ekspresi berharap.
"Memangnya kenapa?"
"Aku hanya tak ingin menambah masalah dan memperumit keadaan, jadi kalau boleh kalian berdua tolong rahasiakan hal ini."
Luhan nampak menimbang-nimbang ucapan Baekhyun barusan sebelum akhirnya ia mengacak pelan rambut Baekhyun.
"Tentu saja, kami akan menuruti kemauanmu. Lagipula mana mungkin kami setega itu, kami juga tak ingin semakin mempersulit posisimu." tukas Luhan sambil tersenyum kecil.
"Gomawo hyung." Baekhyun langsung memeluk Luhan saking senangnya.
"Ya.. ya! Jangan lupakan aku, aku juga tak akan membocorkan penyamaranmu." tukas Jongdae dengan nada cemburu sehingga membuat Baekhyun melepaskan pelukannya lalu beralih memeluk Jongdae.
Keesokan harinya Baekhyun berangkat ke kampus bersama Jongin dan hal pertama yang didapati olehnya adalah beberapa mahasiswa yang menatapnya ataupun saling berbisik setiap kali ia lewat, wajar saja jika hal seperti ini terjadi, mengingat hampir seluruh mahasiswi di kampus ini adalah penggemar Chanyeol.
Baekhyun hendak berbelok menuju toilet namun diujung jalan ia melihat Chanyeol yang tengah berjalan bersama Sehun. Ia sempat terpaku di tempat, hingga Chanyeol menyadari kehadirannya dan tersenyum kearahnya sambil melambaikan tangan.
Terlalu bodoh dan menarik perhatian memang, tapi lelaki jangkung itu tak peduli. Sontak Baekhyun langsung berbalik memilih untuk berjalan memutar, meninggalkan Chanyeol yang tengah menatapnya kebingungan.
"Anak itu kenapa? Kenapa ia langsung pergi begitu?" tanyanya sambil mengernyitkan dahi.
"Itu karena kau memanggilnya dengan cara seperti itu, tentu saja dia malu dan memilih menghindar." jawab Sehun datar.
"Apa salahnya? Laipula bukankah itu hal yang wajar?"
"Iya hal yang wajar sebelum kau menciumnya dan memintanya menjadi kekasihmu."
"Yak jangan keras-keras!" Chanyeol langsung membekap mulut Sehun.
Lelaki albino itu langsung menepis tangan Chanyeol lalu menyampirkan tasnya di pundak kanan.
"Tapi apa kau benar-benar menyukainya?" tanya Sehun mencoba mamastikan.
"Tentu saja, aku tak pernah seyakin ini sebelumnya." jawab Chanyeol.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? Bukankah kemarin malam ia langsung masuk begitu saja tanpa mengatakan apapun?"
Chanyeol menghela nafasnya sejenak "Mungkin saat ini aku harus menunda niatku.. aku tahu, ini bukan hal yang mudah baginya apalagi ia hanya seorang gadis biasa pasti ia tidak terbiasa menghadapi masalah seperti ini. Aku tak ingin membuat pikirannya semakin terbebani."
"Aigoo kau perhatian sekali hyung."
a/n ; ini belum TBC ya, masih lanjut ke bagian b.. tapi kalau boleh jangan lupa tinggalin review hehehe ^^
