Summary: Naruto adalah anak yang selalu dianiaya dan disakiti karena kyuubi yang disegel dalam tubuhnya. saat keadaan semakin kejam tak terkendali, seorang pria datang menolong. akankah pria ini membuat hidup Naruto berubah?
Warning: OC, tapi bukan kayak Gary Stu; juga ada penampilan karakter yang jarang bakal tampil atau sekali pakai (emang barang, bisa sekali pakai…), good Kyuubi, FemKyuubi and GoodParentKyuubi.
Oh iya, di fic ini naruto lebih tua 1 tahun dari rookie 9 lainnya.
Hai semua~
Saya berterima kasih ama semua yang udah baca fic saya. Thank you so much!!! (lebai mode on)
Anyway, back to story….
Baka Tantei Seishiro Amane present…
ANOTHER LIFE CHANCE
CHAPTER 9: INSIDE HIS MIND
Sebelumnya…
"Ma-maaf... Ka-kami menanyakan hal ya-yang buruk ya?" Tanya Hinata. Ranmaru menggeleng.
"Tak apa. Dia hanya menyalahkan dirinya sendiri... Padahal, hal itu memang tak bisa dihindari..." Kata-katanya membuat mereka terdiam.
"Hmm... Kalau dijelaskan disini pun, mereka tak akan mengerti..." Yami berpikir. Kemudian, dia teringat sesuatu lalu berkata. "Kalian mau tahu apa yang terjadi? Kalian juga mungkin bisa bertemu Naruto dan Kyuubi yang disegel padanya..."
Semua mengangguk. "Baiklah... Ranmaru, jaga tubuh mereka selama mereka 'masuk'." Dia memerintah Ranmaru. Ranmaru mengangguk.
"Anu... Anda mau mengajak kami kemana?" Tanya Hinata, dia terlihat khawatir. Yami tersenyum, menepuk bahu Hinata.
"Kita akan masuk ke dalam kepala Naruto."
Yami sedang merapal mantra yang rumit. Semua orang berdiri disekitar lingkaran formasi segel yang ditulis Ranmaru. "Bagaimana cara kerja jutsu ini?" Tanya Sarutobi. Dia tertarik dengan jutsu itu.
"Mirip dengan teknik klan Yamanaka, sebenarnya. Bedanya, kita memasuki pikiran seseorang yang hidup." Kata Randou, menjelaskan. Sarutobi mengangguk-angguk.
Yami telah selesai membaca mantra. "Ranmaru, tolong kau urus sisanya," katanya. Ranmaru mengangguk. "Teknik rubah!!! Soul Vision technique!!!!!!" rangakian simbol tersebut mulai beterbangan. Mata semua orang mulai tertutup. Saat sinar disekitar lingkaran itu lenyap, ketujuh orang tersebut terlihat tertidur.
Ranmaru segera mendudukkan semua orang dikursinya. Dia pun membersihkan sisa jurus dengan jentikkan jari. Kemudian, dia membuka ruang hampa. Dari ruang hampa tersebut, dia mengeluarkan sake dan kue. Dia kemudian duduk di jendela ruangan itu. "Aku tahu kau mengawasi dari luar. Masuklah, ada sake buatan Yokoo."
Sesosok figur muncul dari pintu. Dia adalah Kakashi Hatake. Namun, kali ini dia tidak menggunakan seragam ANBU, melainkan baju Joonin standar. Dia berjalan menuju Ranmaru. "Jadi... Mereka akan mengunjungi Naruto?" Katanya, sambil menerima botol sake dari Ranmaru.
"Yah... Begitulah kira-kira. Kau sendir tidak ikut?" Tanya Ranmaru. Kakashi mengambil buku favoritnya dan mulai membaca.
"Harus ada setidaknya dua orang untuk menjelaskan apa yang terjadi... Lagipula, mereka percaya kata-kataku." Jawab Kakashi sambil membalik halaman.
Ranmaru tertawa. "Mungkin kau benar... Ngomong-ngomong, topengmu menarik juga... Apa rahasia yang membuatmu dapat memasukkan makanan dan minuman ke mulutmu tanpa membuka topengmu itu?" Tanya Ranmaru. Mereka berdua pun terlibat dalam pembicaraan serius.
Kepala Naruto.
Mereka semua terbangun beberapa saat setelah jutsu itu berhasil mengirim mereka ke dalam kesadaran Naruto. Hinata mengerjapkan matanya beberapa kali. Saat matanya telah fokus, dia memandang sekeliling. Mereka sedang berada di sebuah ruangan besar dengan dekorasi seadanya. Mereka sendiri ada di kursi-kursi di meja besar di tengah ruangan itu.
"Ini... Di dalam pikiran Naruto?" Tanya Hinata pada Randou, yang sedang menyalakan lilin-lilin besar.
Tamamo mendekati Randou. Dengan sekali hembusan api dari mulutnya, ketiga lilin besar itu menyala. Dia memandang sekeliling. "Mungkin... lebih tepatnya, di salah satu ruangan dalam pikiran Naruto. Mungkin di areal ujung... soalnya tempat ini hanya berisi beberapa hal yang tidak penting." Kata Randou menjawab pertanyaan Hinata.
Hinata mengangguk. Dia segera mendekati ayahnya dan Hiruzen, yang terlihat sedang bingung. Dia menenangkan ayahnya, sambil menceritakan yang dikatakan oleh randou. Shibi dan shino mendekati Randou, bertanya padanya. "Jadi... Dimana Naruto yang akan kita temui ini?"
Randou meletakkan lilin-lilin besar itu dalam tempat-tempat lilin. Dia menyerahkan satu pada Shibi. "Dia ada ditempat lain. Kita aka segera menemuinya. Ini untuk penerangan, karena di sepanjang lorong penerangannya hampir tak ada." Dia segera menuju ke arah Hinata berada, menyerahkan satu lilin pada Hiashi, satu lagi kepada Hiruzen.
"Kalian tidak butuh lilin untuk penerangan?" Tanya Hiruzen. Dia menyadari bahwa hanya Randou dan Tamamo tidak memegang lilin.
"Tak apa. Kami punya sumber cahaya sendiri." Tepat setelah Randou berbicara, seberkas cahaya muncul. Tamamo memegang api yang menyala di telapak tangannya. Semua terkejut, bukan karena Tamamo memegang api, tapi lebih karena penampilan Tamamo.
Tamamo masih mengenakan yukata yang sama, namun saat ini dia tidak lagi menyembunyikan ekor dan telinganya. Sembilan ekor berwarna merah kecokelatan melambai tenang, sedangkan telinganya berdiri tegak karena mendengar suara mereka yang menahan napas. "Ada apa? Kok tiba-tiba menahan napas?" Tanyanya bingung.
Randou memandang mereka, lalu memandang Tamamo. Dia kemudian menepuk kepalanya. "Oh!!!!! Kalian baru kali ini melihat wujudnya dengan ekornya, ya?" Tamamo langsung tersenyum masam mendengarnya.
"Akh... Selalu saja begitu. Aku ini Yokoo, sudah jelas memiliki ekor dan telinga rubah..." katanya kesal. Telinganya menegang karena kesal. Randou hanya angkat bahu.
Hinata menyadari ada seseorang yang hilang. "Mana Yami-san?" Tanya Hinata.
Randou menghela napas. "Dia bilang, dia pergi terlebih dahulu. Sepertinya dia ingin berisitirahat sejenak. Dia sudah lama tidak mengambil alih kesadaran Naruto, juga sudah lama tidak menggerakkan tubuh padat." Kata-kata Randou menarik perhatian Hiashi.
"Apa maksudmu dengan 'sudah lama tidak menggerakkan tubuh padat'? Memangnya dia tidak memiliki tubuh?" Tanya Hiashi.
Tamamo menjawabnya. "Dia itu sebenarnya adalah anggota klan yang paling tua saat ini. Karena pertapaan yang lama, dia jadi memiliki tubuh semi padat. Tubuhnya, bisa dibilang tidak ada lagi, namun dia menciptakan tubuh pengganti yang terbuat dari udara dan air." Hiashi mengangguk-angguk.
"Ayo, kita segera menemui Naruto," Kata Randou. Mereka mengikutinya keluar. Mata mereka bertemu dengan lorong panjang yang nyaris gelap. Selain cahaya lilin mereka, satu-satunya sumber cahaya lain adalah seberkas cahaya temaram dari jendela yang tertutup tirai. Hinata bermaksud membuka jendela itu, namun dicegah oleh Randou.
Hinata menanyakan kenapa dia tidak boleh membuka tirai itu, Randou hanya menjawab "Kalau kau melihatnya, kau akan berharap segera pergi dari sini." Hinata pun mengangguk. Mereka melanjutkan perjalanan dalam diam. Saat mereka telah berjalan kira-kira selama lima menit, ada seekor rubah kecil mendekat. Dia meloncat ke telapak tangan Tamamo dan berubah menjadi origami. Tamamo membukanya.
"Kita ke tempat Yami dulu. Dia bilang dia ingin ikut. Sepertinya, dia sudah cukup beristirahat... Dasar, orang tua itu..." Kata Tamamo sambil melambaikan kertas itu. Rupanya, itu adalah pesan yang dikirim Yami. Randou menginstruksikan mereka menuju sebuah pintu besar, dengan pegangan dari emas.
Randou mengetuk pintu itu. Tak beberapa lama, pintu itu terbuka. Mereka tepana melihat apa yang ada di dalamnya. Di balik pintu itu terdapat sebuah perpustakaan raksasa. Terdapat rak-rak setinggi aula klan Hyuuga, yang merupakan aula terbesar di Konoha. Dan jika dilihat dari jumlah raknya, buku yang terdapat disana mungkin saja mencapai puluhan ribu.
Hinata mendekati salah satu rak buku. Dia menagmbil salah satu buku dan kaget melihat juduknya. Disitu tertulis 'SEJARAH PEPERANGAN NINJA SEBELUM NEGARA ELEMENTAL TERBENTUK'. Yang dia tahu, hanya segelintir orang yang tahu tentang masa itu, dan semuanya hanya samar-samar saja.
Shino pun terkejut saat ikut mengambil salah satu buku. Buku yang diambilnya berjudul 'KLAN ABURAME, SEJARAH, ANGGOTA DAN KEMAMPUAN, JILID 1'. Dia segera memperlihatkan buku itu pada ayahnya, Shibi. Shibi dan Hiashi terkejut melihatnya.
"Menikamati kunjungan kalian?" sebuah suara membuat mereka tersadar. Seorang lelaki, berumur sekitar 20 tahun turun dari lantai 2 ruangan itu. Namun, yang membuat mereka terkejut melihatnya bukan itu. Lelaki itu berambut pirang keemasan. Dan kalau dilihat dari rupa dan bentuk wajahnya, dia terlihat seperti berhubungan darah dengan Naruto, walau matanya memiliki warna berbeda.
Bukannya biru, matanya berwarna ungu. Namun, seperti layaknya mata Naruto, matanya seakan bersinar, seakan mata mereka dapat bercahaya dalam kegelapan. Mereka hanya dapat terdiam. "Ka-kakak Na-Naruto-kun?" Hinata berkata. Lelaki itu tertawa saat mendengar perkataan Hinata. Dia mendekati keempat orang itu.
"Ini aku, Yami. Selamat datang di perpustakaan pribadiku..." Kata Yami. "Semua yang ada disini berasal dari informanku, lalu kutulis dalam bentuk buku-buku. Inilah para pengumpul informasiku." Dia menunjuk origami yang bertumpuk di sebuah meja.
"Tunggu dulu, kau Yami yang tadi berbicara dengan kami? Kenapa suaramu tidak terasa memiliki hawa siluman? Dan untuk apa kau mengumpulkan informasi tentang kami?" Tanya Hiashi. Shibi pun mengangguk, ingin tahu apa yang terjadi.
"Untuk yang pertama: ya, aku Yami, seperti yang kubilang tadi. Kedua: suaraku terdengar seperti bukan siluman yang menyamar... Aku, lewat pembenahan jutsu penyamaran Yokoo, juga lewat pertapaan khusus, berhasil meneyembunyikannya. Walau kadang aku lupa melakukannya. Yang ketiga: aku melakukannya karena itu hobiku. Tenang saja. Satu-satunya yang pernah melihat ini hanya kalian dan Naruto." kata Yami.
"Ma-maaf, Yami-san... Bagaimana caranya bisa mengumpulakn informasi dengan detil seperti ini? Kata Shino-san, buku tentang klannya pun sangat mendetil..." Tanya Hinata. Yami langsung bersemangat mendengarnya.
"Ini," Katanya, sambil mengambil satu origami berbentuk rubah itu. "Adalah semacam shikigami. Saat aku melakukan segel tertentu, aku dapat merubahnya menjadi rubah kecil maupun wujud-wujud lainnya. Mereka akan langsung berpindah ke tempat yang kutuju, mengamati, lalu kembali. Saat berubah menjadi kertas lagi, di dalalmnya sudah ada tulisan."
"Maaf, Yami-sama. Tapi waktu kita tak banyak," Kata Randou mengingatkan Yami. Yami yang teringat segera bergegas naik. Saat kembali, dia sudah mengenakan pakaian ala peneliti, dengan tas besar di tangannya. "Untuk apa semua itu, Tuan?" Tanya Randou.
"Aku diminta Naruto tadi. Sepertinya, dia mencoba menyembuhkan dia lagi. Sekaligus, aku ingin mempelajari beberapa elemen benda itu, soalnya sampel pertamanya menguap beberapa jam setelah diambil…" Kata Yami. Randou mengangguk-angguk.
Mereka pun segera bergegas meninggalkan ruangan itu.
Setelah berjalan cukup lama, sekitar 30 menit, mereka akhirnya sampai di depan sebuah pintu yang ukurannya tiga kali lipat pintu ruangan Yami. Terdapat simbol segel yang kompleks di pintu itu. Hiashi dan Shibi mengenali itu sebagai segel Kyuubi di perut Naruto.
Mereka memasuki ruangan itu, atau bisa dibilang dimensi itu. Karena, saat mereka membuka pintu itu, mereka memasuki sebuah padang rumput luas. Bahkan, saat pintu yang mereka lewati tertutup, merek menyadari tak ada bangunan maupun dinding di belakang pintu itu.
Mereka mengikuti Randou, melewati padang rumput luas tersebut. Mereka memandang di kejauhan, terlihat replika dari Konoha, namun terlihat lebih kuno, karena ada beberapa bangunan yang saat ini sudah tidak ada. Beberapa orang yang mereka kenal pun terlihat lebih muda.
Yami yang melihat mereka yang kebingungan pun angkat suara. "Tempat ini adalah impian. Dengan kata lain, imajinasi Naruto tentang sesuatu yang diinginkanya." kata Yami.
"Dia menginginkan Konoha tempo dulu?" tanya Hiashi. Yami tertawa mendengarnya.
"Bukan... Konoha saat Itulah yang dia ingat... Yang dia inginkan adalah, Konoha yang memeperlakukannya seperti Manusia." Kata-kata Yami membuat mereka terdiam. Mereka melanjutkan perjalanan mereka dalam diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Mereka sampai di sebuah rumah di tepi hutan. Rumah itu sebesar kediaman Hyuuga. Mereka memasuki rumah besar itu. Mereka menuju sebuah ruangan besar, seperti sebuah aula. Disana, akhirnya mereka menemui Naruto. Dia sedang tertidur di lantai, di depan sebuah kristal es besar. Namun yang menarik perhatian mereka adalah yang ada di dalamnya.
Di dalamnya, ada sesosok wanita tertidur. Dia mengenakan kimono merah menyala, yang senada dengan warna rambutnya. Dia terlihat seperti malaikat atau dewi, kalau ekor dan telinga rubahnya tidak terlihat. "Siapa yang ada di dalam es itu, Yami-san?" Tanya Hinata, karena hanya dia lah yang mampu berkata. Yang lainnya hanya dapat terdiam, mengagumi wanita tersebut.
Yami menghela napas. "Dia Hotarubi. Ibu dari Tamamo, juga pemegang gelar Kyuubi generasi sebelumnya. Dia adalah Kyuubi yang disegel dalam tubuh Naruto." Semua orang terdiam, kini shock.
"Jadi, kalian sudah sampai kemari?" Kata seseorang di belakang mereka. Mereka menengok, melihat orang yang berbicara pada mereka. Mereka segera mengenali oran itu. Dia adalah Hiruzen. Dia membawa sebuah bantal dan selimut. Dia berjalan melewati mereka, menyelimuti dan menaruh bantal di kepala Naruto.
"Bagi Naruto... Hotarubi adalah pengganti ibu baginya. Begitu pula bagi Hotarubi, Naruto sudah seperti anak baginya. Karena itu mereka sangat dekat," Kata Hiruzen, seraya mengambil teh dari nampan besar disebelahnya. "Silakan duduk. Ini teh buatanku." katanya menunjuk bantal duduk dan nampan besar berisi teh.
Mereka segera duduk dan menerima teh. Hiruzen mulai bercerita lagi. "Aku sudah mendengarnya dari Naruto. Rupanya, dia diangkat anak oleh Hotarubi, tak lama setelah mereka memulai perjalanan dengan Randou-san. Dia mengajari semua yang dia dapat ajarkan pada Naruto, diluar pengajaran teknik Shinobi yang dilakukan oleh Randou.
Dia memberikan segala yang dia ketahui. Jurus, pengetahuan, strategi, sikap, masih banyak lagi. Karena itulah, Naruto saat ini memiliki pengetahuan setara joonin level atas, mungkin lebih." Kata Hiruzen.
"Bagaimana dia bisa memakai jurus yang digunakan oleh Yokoo?" Tanya Shibi.
Yami menjawab hal itu. "Saat seseorang diangkat menjadi bagian dari keluarga Yokoo, secara otomatis dia menjadi bagian dari klan Yokoo. Agar mereka yang diangkat bisa masuk ke dalam lapisan pelinndung tempat kami, mereka memerlukan tubuh Yokoo.
Ada ritual khusus, yang mengkopi tubuh leluhur mereka, lalu memasukkannya ke dalam tubuh orang yang akan menjadi bagian klan. Ritual Penyatuan Raga, namanya. Digunakan hanya lima kali selama klan kami berdiri.... jurus yang paling tidak pasti efek sampingnya."
Tamamo tiba-tiba mengerang kesal begitu mendengar hal itu. "Kenapa, Tamamo-san?" Tanya Hinata. Dia akan menjawab, tetapi Yami memotongnya.
"Dia merasa kesal, karena untuk pertama kalinya dia melakukan suatu jurus yang menghasilkan efek samping. Dialah yang melakukan ritual itu. Dan efek sampingnya adalah aku." katanya santai, seakan apa yang dia katakan hanyalah sesuatu yang tak penting.
"tolong jelaskan, tuan... Mereka tidak mengerti." kata Randou. Yami pun menjelaskan.
"Seperti kataku tadi, ritual itu seharusnya hanya mengkopi dari tubuh leluhur Yokoo. Aku ini, bisa dibilang sudah mati, semenjak aku berubah menjadi sosok semi permanen. Saat ritual itu berlangsung, secara acak mereka akan memilih satu Yokoo yang telah mati, mengkopi tubuhnya lalu menyatukan kpian tersebut pada orang yang menerima ritual itu.
Namun, karena kurangnya penelitian dan penegtahuan tentang ritual ini, banyak terjadi kekeliruan yang membuat terjadinya efek samping," Saat dia mengatakan ini, Tamamo mulai menegrutkan alisnya. Dia menggumamkan sesuatu seperti 'kejadian paling memalukan'. "Tenanglah, Tamamo. Kembali ke cerita tadi, kekeliruan itu juga terjadi pada Tamamo yang melakukan ritual.
Dia, entah salah urutan segel atau posisi tempat pelaku dan penerima, malah menarik aku dan seluruh dimensi ciptaanku, beserta kopian tubuhku ke dalam Naruto. Akhirnya, aku ikut terperangkap disini, dalam tubuh Naruto." katanya, sambil menyelesaikan ceritanya.
Mereka terdiam mendengar cerita itu. Perhatian mereka terlihkan saat Yami berdiri. Dia seakan mencari sesuatu. "Apa yang anda cari, Yami-san?" Tanya Hiruzen. Yami mengambil sesuatu dari dekat tempat Naruto tertidur. "Oh... Anda mengambil benda itu..." Kata Hiruzen. Dia mengangguk, lalu memasukkan benda seperti tabung sterilisasi itu ke dalam sebuah kotak, lalu memasukkannnya ke dalam tas.
"Tadinya aku bermaksud menelitinya sekarang, tapi kupikir nanti saja." Jawabnya. Yang lain, kecuali Shibi, bingung apa yang mereka maksudkan.
Shibi akhrinya angkat bicara. "Itu... Ada hubungannya dengan penyebab kenapa Kyuubi terkurung di dalam es kan?" Semua kaget mendengar hal itu, kecuali Yami, Hiruzen, Tamamo dan Randou yang sekarang menyeringai.
"Memang sesuai dengan hal yang diharapkan dari klan Aburame. Selalu tenang dan dapat mengetahui yang terdalam dari yang terdalam." Kata Yami kagum. Hiruzen tersenyum bangga akan hal itu. Randou sendiri hanya memberi pandangan 'memang-seharusnya-begitu'.
"Ya... Ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu... Saat itu, ada beberapa shinobi yang berusaha menangkap Naruto. Kami melawannya dengan seluruh kekuatan kami. Kami berhasil dengan sukses, walau mereka menggunakan teknik terlarang, seperti menyatukan diri dengan mayat siluman atau berubah secara permanen jadi monster.
Namun, sebelum mati, pemimpin mereka melemparkan sebuah bom asap beracun pada kami. Rupanya dia bermaksud membunuh kami kalau mereka tidak berhasil. Bom asap beracun itu ternyata terbuat dari selembar bulu Sokou No Yonbi(1), dan mulai merusak alam sekitarnya. Bagi kami dan Randou sendiri, itu bukanlah masalah... Tapi tidak bagi Naruto.
Dia segera teracuni oleh racun itu. Sialnya, sekali racun itu masuk, sangat sulit mengeluarkannya. Dan lagi, penyebaran racun itu sangat cepat. Bahkan dengan pengetahuan kami sekalipun, sangat sulit mengeluarkan racun sambil menyembuhkan orang. Apalagi, racun tersebut belum diketahui penawarnya. Jadi, Hotarubi melakukan teknik khusus klan kami, Imortality Transfer, dia memindahkan kekebalannya terhadap racun itu kepada Naruto.
Dia pun segera ambruk karena teracuni. Di saat terakhir, Naruto melakukan tindakan pencegahan yang berada diluar perkiraan seorangpun. Dia membekukan racun itu, beserta tubuh Hotarubi. Di suhu minus 780 derajat celcius, bahkan tubuh seekor Yokoo pun akan berubah menjadi kristal es." Kata Yami, dia mendekati Hotarubi.
"Jutsu yang hebat sekali... Apa Naruto yang melakukan ini?" Tanya Hiashi Hyuuga, terkagum-kagum. Semua orang tidak menyadari bahwa Naruto sudah terbangun. Mereka terlalu memperhatikan sosok Hotarubi yang membeku dalam es.
"Itu jutsu ciptaanku. Namanya, Belenggu Es Abadi. Versi biasanya, akan membuat tubuh target terbelenggu. Semakin kita berusaha, belenggunya semakin erat mengikat. Perlahan, tubuh target akan membeku sampai berubah jadi kristal es," Kata Naruto, mengalihkan perhatian mereka.
Dia melanjutkan, "Namun, yang ada di sana adalah versi keduanya. Belenggu Es Abadi Versi 2: The Snow Queen Capturing technique. Alih-alih belenggu, yang muncul adalah sepasang kristal es. Saat menyentuh tubuh target, kristal itu akan membekukan udara sekitarnya. Mengurung dan mengirim tubuh target dalam tidur abadi. Selama terkurung disana, waktunya terhenti, sehingga orang yang terkurung terpenjara dalam tidur abadi."
Dia menghela napas, mendekati Hotarubi. Matanya memandang penuh kasih sayang. "Naruto-kun, kamu tidak apa-apa?" Hinata bertanya, dia mendekati Naruto. Tangannya memegang pundak Naruto.
Naruto menengok. Dia tersenyum, memegang tangan Hinata. "Aku tak apa-apa Hinata-chan... Butuh lebih dari ini untuk membuatku kehilangan semangat. Terima kasih, Hinata-chan." Dia tertawa kecil. Hinata bersemu merah karena dipanggil Hinata-chan, tapi dia tersenyum.
Hiashi kembali harus menahan diri untuk tidak mengahajar Naruto. Bagaimanapun juga, Hinatalah yang memegangnya terlebih dahulu. Shibi dan Hiruzen hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah pemimpin klan Hyuuga tersebut.
Setelah berbicara beberapa saat, mereka memutuskan untuk kembali ke alam nyata. Kali ini, Naruto yang mengikuti mereka. Rupanya, proses pemurnian chakra hitam Hisakata telah selesai. Mereka kembali dengan menaiki rubah kertas Yami.
Gedung Hokage.
Saat mereka kembali, Ranmaru dan Kakashi sedang minum-minum sambil mengobrol. Randou segera memerintahkan Kakashi untuk menyisir sekitar Konoha, sebagai hukuman. Ranmaru sendiri, hanya tertawa dan berubah menjadi rubah kecil yang biasa bersama Naruto.
Hinata berkata pada Naruto sebelum pulang bersama ayahnya. "Besok, kamu masuk ke akademi kan?" Naruto tertawa mendengar pertanyaan itu. Dia menepuk pundak Hinata.
"Tenang saja... Aku akan masuk. Lagipula, ujian kelulusan akan dimulai lima hari lagi. Mana mungkin aku tidak masuk?" Katanya. Hinata mengangguk. Dia pun melambai sebelum pergi bersama Hiashi.
Tamamo segera menarik Randou pergi, tak lama setelah Shino dan Shibi juga pamit pergi. Hiruzen dan Naruto memandang mereka sambil menyeringai. Hiruzen berkata pada Naruto. "Jadi, bagaimana dengan Hisakata? Sekarang dia bisa menjadi Shinobi, kan?" Naruto mengangguk.
"Ya. Aku akan melatihnya, dalam teknik ninja dan penegndalian kekuatan khususnya. Aku akan mulai mengajarinya mulai besok." Kata Naruto. Hiruzen mengangguk-angguk. Dia segera mengeluarkan selembar kertas dan menulisinya.
"Aku akan memasukkannya ke dalam akademi juga. Kuharap, kau mau membantunya membiasakan diri dengan kehidupannya yang baru, Naruto." Naruto mengangguk. Dia pun segera pergi dari ruangan Hokage. Hiruzen melepas topi Hokagenya. Dia memandang ke arah monumen Hokage.
'Minato... Anakmu benar-benar mewarisi tekad dan semangatmu. Kuharap, dia menjadi cahaya pelinding Konoha ini.' Dia menghembuskan asap rokok dari mulutnya, lalu mengerjakan beberapa laporan lagi sebelum menyudahi pekerjaan hari ini. Beberapa ANBU menemaninya dalam persembunyian, saat dia kembali.
Mereka terlalu terfokus pada keselamatan Hokage mereka, tidak menyadari ada sesosok pria sedang memperhatikan mereka. Dia menggeram pelan. "Hokage... Anda mau saja ditipu monster rubah itu. Lihatlah, aku akan menyadarkanmu, betapa berbahayanya dia. Dan anda pun akan menjadikanku pahlawan desa ini... Hihihihi..."
Dia segera melompat pergi dari tempat itu.
Apa yang akan terjadi pada Naruto?
Tunggu episode selanjutnya ya...
Hint: episode selanjutnya akan ada pertarungan. Tunggu aja!!!!
Baka Tantei Seshiro Amane sign out.
