LOVE
.
.
GS KyuMin
.
Saat ini Sungmin sedang berusaha menenangkan dirinya di atap perusahaan. Ia sedang berpikir keras bagaimana bisa ia terhanyut dengan cumbuan seorang Cho Kyuhyun.
Tidak dapat ia ingkari jika hatinya masih menyimpan perasaan istimewa untuk Kyuhyun. Hanya saja, ia menyadari jika hatinya sudah tidak di perlukan lagi. Apapun keinginannya, tidak bisa terjadi. Dan tidak akan pernah.
Matanya masih menerawang jauh kedepan. Menyusuri awan-awan putih yang bergulung abstrak, diatas langit yang begitu biru. Sesekali terdengar ia menghela nafas frustasi. Entah sudah berapa kali ia melakukan itu. Saat ia baru saja akan membalikkan tubuhnya hendak kembali bekerja, ia merasakan getaran pada ponselnya. Tangannya merogoh kedalam saku blazer pinknya yang membuat kulit putihnya semakin terlihat bersinar.
From Kyuhyun
Kembalilah sayang. Bantu aku menyelesaikan dokumen-dokumen sialan ini
Ia sedikit meringis membaca kata "sayang" untuknya. Ia tahu, Kyuhyun melakukan ini hanya untuk membuatnya terperangkap didalam ruangan yang penuh dengan memori erotis itu.
" huuuft.. Apa yang harus aku lakukan? " tanya Sungmin pada dirinya sendiri. Walau ia terlihat frustasi, kakinya tetap melangkah pergi.
.
.
.
.
Di tempat Siwon, terlihat jika saat ini ia sangat sibuk. Waktu yang diberikan ibunya adalah satu minggu untuk pertunangan mereka dan dalam waktu kurang dari sebulan akan pernikahannya dengan Sungmin. Karena itu ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum mengambil cuti untuk menikmati bulan madunya nanti bersama Sungmin.
Deg
Tiba-tiba hatinya merasakan keraguan. Bagaimana bisa ia menjalani sebuah hubungan pernikahan dengan seseorang yang selama ini ia anggap sebagai adik kecilnya. Orang selama ini ia jaga sejak kecil.
Huft. Ia benar-benar tidak bisa membayangkan acara bulan madu macam apa nantinya yang akan terjadi.
Lamunannya sedikit tersentak saat ia mendengar langkah kaki mengetuk lantai ruangannya.
" maaf tuan. Saya sudah mengetuk pintu tadi. Tapi sepertinya tuan tidak mendengarnya " ucap Kibum.
" oh iya. Maaf. Hemh... Baiklah. Ada apa?"
" tuan Masato dari Jepang memberitahukan jika besok ia tidak bisa datang sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan "
" kenapa? Apa yang terjadi? " sela Siwon. Ia hanya ingin membuat Kibum segera pergi dari ruangannya. Hatinya merasa sesak. Seolah ingin memiliki wanita yang sempat mengkhianatinya dulu.
" istri dari Tuan Masato mengalami demam tinggi karena kehamilannya. Karena itu, beliau meminta waktu meeting diundur beberapa hari "
Sejenak Siwon terdiam dan berpikir. Ia merasa sepertinya pergi ke Jepang bukanlah ide yang buruk. Disana ia bisa sedikit menenangkan dirinya dari tekanan sang oemma.
" hubungi tuan Masato dan katakan aku yang akan berkunjung kesana. Dan siapkan satu tiket untukku malam ini. Kau sudah boleh pergi "
Kibum sedikit tersentak dengan nada dingin Siwon padanya. " satu? Satu tiket? ... Apakah saya tidak ... "
Belum sempat Kibum menyelesaikan kalimatnua, dengan cepat Siwon menyelanya lagi, " tidak. Kali ini aku ingin pergi sendiri. Kembalilah, lanjutkan tugasmu " usir Siwon lagi.
Mata Kibum terlihat berkaca-kaca menahan rasa sesak didadanya. Iapun segera berbalik. Tapi, saat tangannya meraih handle pintu, ia menghentikannya sejenak,
"seperti apa yang selalu tuan katakan untuk selalu bersikap profesional, saya rasa, kali ini anda menggunakan hati anda untuk menghindari saya" setelah mengucapkannya, dengan cepat Kibum segera melesat pergi. Meninggalkan Siwon yang menatapnya sendu.
Siwon merasa jika ia merasa harus melakukan ini. Tanpa diketahui Sungmin maupun sang Oemma, sebenarnya Siwon menjalin hubungan kembali bersama Kibum dalam waktu yang cukup lama. Satu setengah tahun. Tapi mereka berpisah sudah hampir satu tahun yang lalu. Saat memutuskan kembali bersama Kibum, Ia berpikir mungkin ia bisa membujuk oemmanya. Karena saat itu, ia tahu jika Sungmin tidak mencintainya. Tapi, tekanan sang oemma, ditambah pernyataan cinta dari Sungmin membuatnya benar-benar menyerah. Ia tahu, jika ia terlihat kejam. Mengingat bagaimana janjinya dulu pada Kibum untuk memperjuangkannya.
" maafkan aku kibum-ah " lirih Siwon. Karena sepertinya, kali ini ialah yang mengkhianati Kibum.
.
.
.
.
.
" bagaimana dengan makan malam? " ajak Kyuhyun.
Yah sedari tadi kerjanya hanya mengganggu pekerjaan Sungmin. Sedari tadi ia membujuk Sungmin untuk mau pergi bersamanya. Hanya saja Sungmin sama sekali tidak mempedulikannya.
Cup
Dengan secepat kilat Kyuhyun mencium sudut bibir Sungmin hingga membuat Sungmin terlonjak kaget.
" apa yang kau lakukan?! "
" salah sendiri kau mengacuhkanku sayang "
Mendengar jawaban Kyuhyun, hati Sungmin merasa sesak. Ia tidak bisa membiarkan ini. Ini salah. Dan ia tidak harus menyakiti Kyuhyun lebih lama. Ia harus mengatakan sebenarnya.
" Kyu, aku ingin mengatakan sesuatu " lirih Sungmin. Kepalanya menunduk kebawah. Jari-jarinya saling bertaut gelisah dengan gerakan tak menentu.
Tiba-tiba ditengah kegelisahannya, Sungmin merasakan sebuah tangan yang menggenggam tangannya hangat.
" apa yang ingin kau katakan dear?" suara Kyuhyun terdengar lembut ditelinga Sungmin, membuat Sungmin mendongakkan kepalanya. Mata foxynya menatap langsung kearah obsidian milik Kyuhyun.
" a-a-aku... s-sebenarnya aku dan s-si... " belum sempat Sungmin menyelesaikan kata-katanya, dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Sungmin hingga membuatnya berdiri.
" sudah waktunya makan siang. Ayo, kita makan diluar " ucap Kyuhyun cepat sambil menarik tangan Sungmin. Ia tahu apa yang akan dikatakan Sungmin.
Itu pasti tentang pertunangannya. Dan tentu saja Kyuhyun tak ingin mendengarnya.
" t-tapi Kyu, a-aku "
" sudah aku katakan jika sekarang saatnya makan siang dan aku kelaparan sayang " potong Kyuhyun lagi sambil menarik Sungmin kedalam lift.
" ah, tapi ada hal penting yang harus aku katakan "
" saat ini yang paling penting adalah makan. Apa kau tidak bisa mendengar cacing-cacing diperutku berlomba saling berteriak?"
Ting
Pintu lift terbuka. Dengan langkah cepat Kyuhyun menarik Sungmin menuju lobby perusahaan. Beberapa pasang mata memperhatikan CEO mereka yang sebelumnya tidak pernah terlihat bersama seorang gadis kecuali Eunhyuk. Tapi mereka semua tahu jika Eunhyuk adalah kekasih CEO kedua mereka yaitu Lee Donghae.
Tanpa mempedulikan banyaknya mata yang melihat kearahnya, Kyuhyun berjalan sedikit lebih cepat menuju keluar. Sebelumnya, Kyuhyun sudah mengirim pesan pada sopirnya untuk membawa mobilnya didepan lobby.
Sret
Dengan sekuat tenaga Sungmin menarik tangan Kyuhyun untuk berhenti.
" ada apa denganmu?! Berhentilah dan dengarkan aku. Aku akan ber... "
Tiba-tiba sebuah suara menginterupsi keduanya.
" sungmin? "
Suara itu membuat Kyuhyun dan Sungmin memalingkan wajah mereka bersamaan. Dan hal selanjutnya yang terjadi adalah, keterkejutan ketiganya.
" kau? ... Kyuhyun?" terlihat jelas keterkejutan Siwon diwajahnya.
Yah, orang itu adalah Siwon. Niatnya memberi kejutan kekasihnya untuk makan siang bersama, tetapi ia malah merasa terkejut dengan adanya Kyuhyun, cinta pertama Sungmin.
" o-oppa... a-aku " Sungmin merasa seperti seorang kekasih yang terlihat berselingkuh.
" hai Choi Siwon " sapa Kyuhyun. Tangannya masih menggenggam tangan Sungmin. Dan hal itu terlihat jelas dimata Siwon.
" a-aku harus pergi " putus Sungmin. Dengan sekuat tenaga, ia menghentakkan tangan Kyuhyun yang genggamannya sedikit melemah.
Dengan sedikit berlari, ia memeluk lengan kekar Siwon dan menariknya.
" o-oppa, ayo. Kita pergi " ucap Sungmin mencoba mengalihkan pandangan Siwon yang menatap tajam ke arah Kyuhyun.
" aku lapaaaar oppa " bujuk Sungmin lagi dengan nada suara lebih manja dan menarik lengan Siwon lagi.
Mata Kyuhyun yang tadinya fokus kearah Siwon, mulai teralihkan melihat Sungmin bergelayut manja dilengan Siwon.
" baiklah " setelah cukup lama terdiam, Siwon menjawabnya datar. Ia membalas genggaman tangan Sungmin dilengannya dan berbalik meninggalkan Kyuhyun yang mengepalkan tangan dikedua sisinya.
Didalam mobil Siwon terasa sangat hening. Baik Sungmin maupun Siwon sama-sama terdiam. Hanya saja, Sungmin terlihat lebih gelisah. Sedari tadi, jari-jarinya saling bertaut. Matanya berkali-kali melirik kearah Siwon yang masih terlihat fokus menyetir.
" o-oppa a-aku... "
" kita sudah sampai. Makanan Jepang kesukaanmu " potong Siwon cepat. Ia segera keluar dari mobil dan berputar membukakan pintu untuk Sungmin yang berwajah muram.
Mereka berjalan memasuki restoran masakan jepang yang bangunannya seperti bangunan rumah jepang kuno. Terlihat damai dan tenang. Ditambah dengan para pelayan yang memakai kimono tersenyum ramah kearah mereka.
" untuk berapa orang tuan?" tanya pelayan itu sambil membungkukkan tubuhnya.
" dua "
" baik. Silahkan disebelah sini tuan dan nona "
Merekapun berjalan dan duduk berhadapan membuat Sungmin merasa semakin tegang. Salah seorang pelayan yang berbeda, mendatangi mereka dan menanyakan pesanan apa yang mereka pesan.
" apa yang ingin kau makan? " tanya Siwon tanpa melihat kearah Sungmin. Ia terlihat sibuk membaca buku menu ditangannya. Hal itu membuat Sungmin meremas tangannya. Rasanya ia ingin menangis melihat orang ia sayangi terlihat mengacuhkannya. Sebenarnya ia ingin menjelaskan semuanya, tapi dengan keberadaan pelayan di meja mereka membuat ia menahan dirinya.
" sungmin-ah, apa yang ingin kau makan? " tanya Siwon untuk kedua kalinya. Tapi kali ini Siwon mendongkkan kepalanya. Ini dikarenakan ia sama sekali tidak mendengar suara Sungmin.
Sungmin yang akhirnya melihat Siwon menatapnya, membuat ia menggigit bibirnya menahan tangis. Dan Siwon tahu itu. Siwon maupun Sungmin adalah dua saudara yang sangat dekat dulunya. Walau mereka bukan saudara kandung, rasa sayang
terhadap satu sama lain sangat besar.
" baiklah, karena kulihat kau makan hanya sedikit tadi pagi, bagaimana dengan omurice? " tawar Siwon. Tangannya terulur menggenggam tangan sungmin sambil tersenyum, memamerkan kedua lesung pipit dikedua pipinya.
Melihat anggukan Sungmin, Siwon tersenyum manis, " satu omurice, satu takoyaki dan dua jus jeruk " ucap Siwon pada pelayan itu sambil menyerahkan buku menu kepadanya.
" baiklah. Ada yang ingin kau jelaskan sayang?"
" o-oppa ini tidak seperti yang kau pikirkan "
" memang apa yang aku pikirkan? Sudahlah. Kita akan membicarakan nanti dirumah. Aku akan menjemputmu nanti. Sekarang mari kita menikmati makan siang kita " sesaat setelah mengucapkannya, pelayan datang membawa pesanan mereka. Dengan lahap, Siwon memakan takoyakinya dengan semangat. Berbanding terbalik dengan Sungmin yang enggan memakan makan siangnya. Walau hal itu tidak lama, karena selanjutnya, Siwon mengambil alih piringnya dan menyuapinya dengan telaten.
.
.
.
.
.
Ditempat lain, Kyuhyun terlihat hanya duduk diam dikursi kebesarannya. Matanya menerawang jauh saat Sungmin bergelayut manja dilengan Siwon. Tangannya terkepal erat hingga membuat buku jarinya memutih.
" kenapa harus Siwon?!... " lirihnya.
Kenangan masa lalu yang masih teringat jelas di ingatannya. Rasa bersalah yang menyeruak didadanya karena telah melakukan hal buruk pada Siwon tanpa tahu kebenaran yang terjadi pada kakak tersayangnya.
Entah, sudah berapa lama ia bergelung dengan pemikirannya hingga ia tidak menyadari jika saat ini Sungmin sudah memasuki ruangannya sambil membawa beberapa dokumen yang harus diperiksa Kyuhyun.
" tuan, ini dokumen yang harus diperiksa "
Mendengar suara Sungmin, Kyuhyun menatapnya tajam.
" apa kau tidak tahu sopan santun hingga kau masuk keruanganku tanpa mengetuk pintu?!" suara Kyuhyun terdengar sangat menyeramkan, begitu dingin dan tajam. Dan hal itu sontak membuat hati Sungmin terluka.
" kenapa kau tidak menjawab?! " kali ini suara Kyuhyun terdengar seperti membentak, membuat Sungmin terlonjak.
" m-maaf tuan. T-tapi saya s-sudah mengetuknya ta... "
" cepat letakkan dokumen itu dan keluarlah. Lanjutkan pekerjaanmu " potong Kyuhyun dingin tanpa menatap kearah Sungmin.
Dengan cepat Sungmin meletakkan dokumen itu diatas meja Kyuhyun dan segera berbalik keluar dari ruangan Kyuhyun. Air matanya sudah tidak dapat dibendung lagi. Sesampainya diluar, Sungmin berlari kearah toilet dan menangis disana hingga membuat hidungnya memerah.
.
.
.
.
Ditempat Siwon, ia terlihat berpikir keras mengetahui keberadaan Kyuhyun yang selama ini menghilang. Seulas senyum tipis tercipta. Apakah ini artinya ia masih punya kesempatan untuk menghindari pernikahannya bersama Sungmin? Jauh didalam hatinya, ia sangat berharap jika Sungmin masih mencintai Kyuhyun. Dengan begitu, semuanya akan lebih mudah.
Tebece
.
Cywelf : uda nih ^^
Girls in awesome world ; maksud km? Wattpad km da km hpus?
PaboGirl iya. Makasiiiih y. Ini da update. Mf mzh konflik
Guest : kibum da mncul dkit2 ini. Hehehe. Chap ne mg memuaskan y.
ayu aidenkyu joyer : ok sip chagi ^^
nuralrasyid km jg komen d wattpad ya? adh mkzh bgt y. Chap 10 bntr lg slsai.
misslah : siiiip
joy iya. Q lnjut dzni. Mkzh y ^^
azly iyaaps. D real life ato d ff ttp hrz berjuang si kyu. N pzt indah pd waktuny.
cho kyumin137 ini lnjut wlw g kilat ^^
nanayukeroo y deee g jd pndh lapak ^^
nurindaKyumin : iya. Km yg d wattpad. Chap 10 mzh dlm proses
abilhikmah mkzh y cz bc d wattpad ma ffn jg. Perasaan km da komen jg de d wattpad
orange girls : iya. Kykny ni ff agk pnjg de. Tp mg se g lbh dr destiny. Cz smp chap ne mzh rumit. Ah mg simin bz ngeluarin perasaanny masing2 scptny. Hhahaha pzt da mkir kotor y km.
PumpkinEvil137 hahaha protes. Lum wktny NC tw. Iya. Kyu raja mesum. Iya. Q ushain update dzni.
hanna : g jd kok. Cz kmrn yg review dkit bgt jd g smangat
siscomel12 : ok sip de d ffn ^^ 4ratu kyuhae wah mkzh bru nemu lgsg komen. Smw nebak gt. Ok sip
.
Makasih atas semangat dan komennya. Love u all. Maaf jika kalau ada typo...
Terima kasih banyak
