Semakin dekat dengan chap terakhir. Maaf karena update begitu lama. Terimakasih untuk yang sudah setia menanti cerita ini. Maaf kalau alurnya semakin nggak karu-karuan. Dan maaf karena sudah membuat Hongwon dan Mark berpisah begitu lama. Semoga tak mengecewakan dan selamat menikmati

Maaf kalau terlalu OOc dan juga buat typo yang ada dimaana-mana. Semua Chara dalam cerita ini bukan milik saya, mereka milik keluarga, agensi, dan Tuhan.

If You Don't Like Just Go Away. I Dedicated this for the reader especially you all HongMark Lovers

The Chara not mine but they belong to themself, parents, agent, and God. This Stories Belong to me Byun14/Yui

.

.

Yui

.

Present

.

.

...

.

.

HongMark / YoungMark

Yang Hongwon / Lee Minhyung

YoungB / Mark Lee

BB

.

.

Percayalah bahwa cinta yang akan membawamu kembali. Meski begitu banyak hal yang akan menghalangi kisah kita, semua itu hanya sementara. Kau bilang akan selalu menjaga cintamu padaku bukan? Maka mungkin kali ini aku akan menagihnya padamu. Karena kau sudah membawa cintaku bersamamu

.

.

Tubuh lelah itu kini terlempar ke atas ranjangnya. Dia akui kalau tubuhnya benar-benar merasa lelah. Namun, apa yang baru saja dialaminya beberapa saat tadi membuat rasa lelahnya sedikit tersamarkan. Hatinya terasa sedikit lebih lega karena hari ini. Senyuman itu terkembang saat matanya menatap sosok di ponselnya. Dia sungguh merindukan sosok tersebut.

"Setidaknya mungkin malam ini aku akan bisa tidur lebih lelap dari biasanya" gumam Hongwon dengan senyum yang terkembang di bibirnya

"Meski hanya untuk beberapa jam" lanjutnya setelah sadar hari sudah hampir pagi.

.

Pagi sudah datang dan matahari sudah mulai meninggi. Namun gundukan dalam selimut itu masih terlelap mengarungi dunia mimipinya. Tapi tidak selamanya mimpi indah selalu membuatmu terlelap karena akan ada saja hal yang mengacaukan mimpi tersebut. Sebuah tarikan kuat membuat sosok yang masih bergelung itu langsung mengerang karena tidurnya terusik.

"Hongwon ini sudah siang!" tubuh Hongwon menggeliat saat mendengar teriakan dari sang eomma

"5 menit lagi saja eomma" pinta Hongwon dengan suaranya yang berat

"Kau mau membolos sekolah?" tanya Nyonya Yang terdengar seperti ancaman

"Cepat bangun sebelum eom—" lanjut nyonya Yang saat sang putra tak menyahut

"Baiklah" sergah Hongwon dan segera bangun lalu menuju kamar mandi meski dengan mata yang terasa berat untuk dibuka.

.

Hongwon tengah bersiap dengan seragamnya setelah selesai membersihkan diri. Dia melirik ponselnya dan entah kenapa dia begitu ingin tersenyum saat ini. Setidaknya pekerjaannya sudah selesai semalam dan dia tak perlu memikirkannya terlau jauh. Sekarang dia ingin memikirkan bagaimana akhir pekan nanti dirinya bisa memperbaiki hubungannya dengan Mark. Dan untuk hari ini dia ingin melaluinya dengan cepat. Setidaknya dia merasa harapan akan selalu ada untuk orang yang terus berusaha dan saat jalan itu dibuka maka usaha yang dilakukan harus lebih keras lagi. Dia yakin beberapa hari kedepan sampai akhir pekan tiba moodnya bisa sedikit membaik.


Pagi menyapa dan Mark yang mendengar alarm ponselnya berbunyi segera meraihnya. Dia mendudukkan diri dengan masih memejamkan matanya yang mengantuk. Karena matanya masih berat untuk dibuka Mark kembali menidurkan tubuhnya dan mulai membuka ponselnya. Matanya berkedip menyesuaikan dengan pencahayaan ponsel. Namun, sesaat kemudian dia mengernyitkan keningnya ketika melihat ranjang Yuta yang kosong. Dia segera bangun lagi dan melihat Jaehyun masih bergelung di dalam selimutnya.

"Hyung" panggil Mark berusaha membangunkan Jaehyun

"Ada apa?" tanya Jaehyun dengan suara serak khas orang bangun tidur tanpa membuka matanya

"Apa Yuta hyung tak pulang?" tanya Mark yang hanya dibalas gumaman asal oleh Jaehyun yang masih ingin tidur

"Hyung!" seru Mark jengkel

"Lihat saja di kamar Taeyong hyung mungkin dia disana" ujar Jaehyun asal membuat Mark dengan sebal meninggalkan kamar dan mencari keberadaan Yuta.

.

Mark menyeret kakinya menuju dapur terlebih dahulu karena dia merasa haus. Dia mengamati dorm yang masih lengang karena dia yakin yang lain masih terlelap di ranjang masing-masing. Mark membawa gelas minumnya menuju ruang tengah untuk menonton televisi sekalian mengecek apa Yuta disana atau tidak. Mungkin ini masih terlalu pagi tapi Mark sungguh tak menyangka akan di suguhi pemandangan seperti ini.

"Ohh pagi Mark" sapa Taeyong dengan keadaan benar-benar berantakan dan tengah menindih sosok yang sedari tadi dicarinya.

"Mengyingkir dari tubuhku bodoh" umpat Yuta sebal pada ulah Taeyong. Mark masih diam memperhatikan Yuta tengah membenahi kerah piayamanya yang meolorot sambil menatap tajam pada Taeyong.

"Mark apa yang kau lakukan disini?" sebuah pertanyaan yang dilontarkan Taeil membuat Mark tersadar dan segera berbalik kembali ke dapur. Dia menggelengkan kepalanya saat otaknya membayangkan apa yang akan atau mungkin sudah dilakukan oleh Taeyong dan Yuta.

"Yak! Lee 'mesum' Taeyong jauhkan tanganmu dariku!" seru Yuta dengan keras yang diyakini Mark mampu membangunkan semua penghuni dorm

"Apa yang kalian lakukan eoh?" tanya Ten yang keluar dari kamar karena terganggu teriakan kerasa Yuta

"Iya membuat ribut dipagi hari saja" sambung Doyoung kemudian

"Abaikan mereka lebih baik kalian siap-siap ke sekolah" ujar Johnny yang tak lupa memberikan death glare pada Taeyong yang hanya cuek saja

"Kau mau kemana Yuta?" tanya Taeyong yang melihat Yuta menyeret selimutnya untuk pergi ke kamar

"Lee Taeyong" desis Johnny membuat Taeyong yang masih menghalangi Yuta untuk pergi melepaskan tanganya dari piyama Yuta.

"Kau tak melihat apa-apa kan tadi pagi?" tanya Taeil pada Mark yang langsung menggelengkan kepalanya

"Bagus kalau begitu, mereka memang tak pernah tau tempat" ujar Taeil sambil mendecak dan menggelengkan kepalanya

.

Mark memilih segera membersihkan diri dan bersiap ke sekolah. Mata Mark melirik Yuta yang kembali memejamkan matanya dan Jaehyun yang masih terlelap. Dia mendekati ranjang Yuta dan mencubit pipi hyungnya itu.

"Astaga Taeyong jauhkan tanganmu dariku" Mark terkikik mendengar nama Taeyong yang disebut oleh Yuta. Namun, sesaat kemudian kikian itu terhenti karena Yuta membuka matanya.

"Astaga apa yang kau lakukan?" tanya Yuta terkaget saat menemukan Mark dan bukan Taeyong

"Tak ada" jawab Mark sambil tersenyum lebar menggoda hyungnya

"Jangan berbohong" elak Yuta tak percaya dan menyipitkan matanya pada Mark

"Tak apa Yuta hyung lucu, aku tak menyangka kau dan Taeyong hyung sudah begitu jauh" ujar Mark sambil tersenyum jahil

"Apa maskdumu begitu jauh?" sahut Jaehyun yang terbangun karena kikikan Mark yang cukup keras tadi.

"Tadi pagbmm" Yuta dengan cepat bangun dan menutup mulut Mark sebelum anak itu mengatakan yang tidak-tidak pada Jaehyun

"Tak ada apa-apa yang terjadi" sergah Yuta dengan cengirannya yang malah membuat Jaehyun menatap curiga padanya

"Kalau tak terjadi apa-apa Yuta hyung pasti tidak akan menghentikan Mark" balas Jaehyun menunjukkan ekspresi tak percaya

"Sudahlah, hanya Taeyong dan tingkat mesumnya" ucap Yuta akhirnya dan melepaskan tangannya dari Mark yang masih diam

"Mark kau tak bersiap untuk sekolah?" tanya Jaehyun yang melihat Mark masih diam

"Ah hyung benar" jawab Mark segera menyelesaikan acara bersiapnya. Yuta dan Jaehyun saling menatap satu sama lain lalu menganggukkan kepalanya sebelum saling tersenyum.


Katakanlah waktu berjalan dengan begitu cepat. Akhir pekan kini telah tiba. Hanya menunggu hari ini berlalu maka rencana yang sudah disusun untuk membuat Hongwon dan Mark bisa memperbaiki hubungan akan datang. Yongjun, Hamin, Soorin, Byeongho, Yunho dan Jaemin juga dibantu dengan beberapa anak-anak HSR sudah mempersiapkan tempat yang akan mereka gunakan untuk reunion nanti. Disana terlihat ada McGree, Gyuhyun, Wonwoo dan lainnya.

Yongjun melirik Hamin yang terlihat sibuk dengan ponselnya sedari tadi mendecak sebal. Dengan sengaja dirinya menarik ponsel Hamin membuat sang pemilik melayangkan protes tak terima. Yongjun berkacak pinggang menatap sok galak pada Hamin yang hanya menghela napas dan memutar bola matanya malas. Soorin yang mengawasi sedari tadi hanya bisa tersenyum penuh arti melihat adegan itu. Sementara itu Byeongho dan Yunho sudah saling berbisik satu sama lain.

"Aku akan memegang ponselmu sementara karena sedari tadi kau hanya sibuk bermain ponsel saja" ujar Yongjun sambil berkacak pinggang di hadapan Hamin yang hanya memutar bola matanya

"Apa kau cemburu karena aku lebih sibuk dengan ponsel daripada dirimu?" tanya Hamin sambil tersenyum miring yang menyebalkan

"Ya!" mata Yongjun melebar setelah satu kata itu terlontar. Dia mulai gelisah apalagi saat melihat seringai menyebalkan dari Hamin,

"Tentu saja aku cemburu, aku dan yang lain sibuk bekerja sedang kau hanya bermain ponsel" ujar Yongjun kemudian dengan lancar yang sukses menghilangkan senyum Hamin dalam sekejap. Ada perasaan aneh yang menjalari hati Yongjun saat melihat raut Hamin baru saja. Dia masih terdiam sampai dering ponselnya berbunyi membuatnya mengalihkan pandangannya dari punggung Hamin. Yongjun segera menjauh dari rekan-rekannya dan mengangkat panggilan tersebut.

"Kau hanya akan bertemu dengan teman-temanmu bukan untuk berkencan" ujar Yongjun memutar bola matanya

"Aku tak bisa, aku sedang sibuk" tolak Yongjun lalu segera mematikan sambungan teleponnya. Dia kembali memasuki ruangan dan matanya beredar untuk menemukan keberadaan Hamin. Langkah Yongjun terhenti saat melihat Hamin yang tengah bercanda dengan Lee Jieun dan juga dengan beberapa anak yang lain. Tanpa disadarinya Yongjun tengah mengepalaka tangannya.

"Aku rasa ac diruangan sedang dimatikan" ujar Byeongho secara tiba-tiba sengaja untuk menarik perhatian anak-anak yang lain

"Iya rasanya begitu panas" sahut Yunho yang juga melakukan gesture kepanasan dengan mengipaskan tangannya. Hal yang dilakukan oleh Yunho dan Byeongho menarik perhatian anak-anak lainnya. Kedua manik itu saling beradu untuk sepersekian detik hingga akhirnya Yongjun memutuskannya. Dia meraih tangan Yunho dan memberikan sebuah ponsel padanya lalu berteriak kalau dia ada urusan sejenak.

"Apa anak itu baik-baik saja?" tanya Byeongho pada Yunho yang hanya mengangkat bahunya.

"Kurasa dia tidak sedang baik-baik saja" ucap Soorin juga menatap punggung Yongjun yang menuju pintu keluar

"Maksudmu?" tanya Hamin yang tak mengerti

"Bahkan dia memberikan ponselnya pada Yunho" ujar Jaemin seraya menunjukkan ponsel Yongjun tadi.

"Aku akan mencarinya" ucap Hamin dan segera meraih ponsel Yongjun

"Kita tak perlu ikut campur juga kan kali ini?" tanya Byeongho menatap Soorin yang hanya tersenyum padanya.

"Kurasa memang tidak perlu" sahut Seonjae yang sudah berdiri merangkul pundak Jaemin.

"Mungkin memang kita tak perlu ikut capur urusan mereka, tapi setidaknya hindarkan dirimu ikut campur hubungan orang" ujar Yunho yang kemudian menarik Jaemin mendekat padanya dan menatap tajam pada Seonjae yang hanya tersenyum padanya.

.

Yongjun berjalan dengan cepat berusaha mengahapuskan bayangan tawa Hamin bersama gadis Lee tadi. Dia tahu Hamin memang orang yang mudah untuk mendapatkan teman baru tapi, entah kenapa dia merasa ada gelayar aneh di hatinya. Dia ingin marah, dia tak terima melihatnya tersenyum bahkan tertawa seperti tadi bersama gadis tadi. Dia meraih ponsel di sakunya hendak menghubungi Hongwon yang tadi mencarinya. Dia hendak membuka kuncinya dan matanya melebar saat menyadari kalau ponsel yang dibawanya bukan miliknya.

"Sial" umpat Yongjun dengan keras. Dia segera berbalik dan betapa terkejutnya ia saat kepalanya langsung berhadapan dengan bahu tegap seseorang. Reflek dia segera mundur ke belakang dan mendongakan kepalanya. Matanya melebar menemukan Hamin sudah berdiri di sana.

"Apa kau mencari ini?" tanya Hamin seraya menyodorkan ponsel milik Yongjun. Dengan sebal Yongjun segera meraih ponselnya tapi, gerakan Hamin lebih cepat dan segera menaikkan tangannya.

"Mana ponselku dulu" pinta Hamin dan dengan dengusan Yongjun menyerahkan ponselnya,

"Anak baik" ujar Hamin seraya mengusak rambut Yongjun yang hanya diam. Yongjun yang semakin merasakan hal aneh di tubuhnya segera berbalik hendak meninggalka Hamin.

"Kau mau kemana?" tanya Hamin menahan lengan Yongjun

"Itu bukan urusanmu" jawab Yongjun dengan ketus

"Begitukah?" tanya Hamin dengan senyum yang terlihat aneh di mata Yongjun

"Ya!" jawab Yongjun dengan cepat lalu menarik lengannya dan segera menjauh. Dia berusaha mengabaikan tatapan Hamin yang jadi meredup mendengarkan jawabannya barusan. Dia benci berurusan dengan yang namanya cinta atau segala macam yang berhubungan dengannya.

"Mungkin memang tidak akan pernah bisa" gumam Hamin dengan senyum kecut akhirnya memilih pergi entah kemana yang jelas dia juga tak kembai ke teman-temannya. Dia seolah tau hanya ada satu orang yang sudah mencuri hati Yongjun karena anak itu sampai mau melakukan semua ini demi membantunya. Hamin hanya bisa menghela napas kasar berusaha menghilangkan banyangan yang sudah dilihatnya semalam, karena itu benar-benar mengganggunya.


Johnny menatap malas Jaehyun yang sedari tadi sibuk terus dengan ponselnya. Kalau dia perhatikan sejak mereka meninggalkan ruang latihan sampai di tempat siaran anak ini terusa saja bergelut dengan ponselnya. Mata Jaehyun melebar saat dengan sengaja Johnny meraih ponselnya. Dia menatap tajam Johnny yang sudah menantang balik. Jaehyun menunjukkan jurusnya dalam merajuk dengan menekuk wajahnya dan memanyunkan bibirnya.

"Berhenti merajuk kalau tak mau aku cium sekarang" ancam Johnny yang sukses membuat Jaehyun mendengus sebal dan berhenti memanyunkan bibirnya

"Kalau begitu kembalikan ponselku" balas Jaehyun seraya menadahkan tangannya

"Kau sedari tadi sudah menduakan aku dengan ponselmu" ujar Johnny mengeluarkan keluhannya

"Itu hanya perasaan hyung saja" balas Jaehyun memutar bola matanya malas setelah

"Itu bukan hanya perasaan tapi kenyataan" ucap Johnny dengan mendramatisir dimata Jaehyun

"Aish, hyung kembalikan~~" rengek Jaehyun pada Johnny yang malah menyeringai jahil. Johnny tersenyum seraya menunjuk pipinya isyarat meminta ciuman. Jaehyun yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas.

Cup

Mata Jaehyun melebar karena terkejut sementara Johnny malah tersenyum senang akhirnya bisa mengerjai kekasihnya ini. Terkadang Jaehyun terlalu pintar untuk bisa dikerjai makanya dia merasa senang bisa menjahilinya. Johnny mengaduh sambil mengusap lengannya yang baru saja dipukul oleh Jaehyun. Dia hanya tersenyum melihat Jaehyun yang menggerutu sambil membuka ponselnya lagi.

"Memang kau sedang bertukar pesan dengan siapa sih?" tanya Johnny dengan tidak punya malu memeluk Jaehyun dari belakang.

"Hyung lepaskan, nanti banyak yang lihat" ucap Jaehyun mengabaikan pertanyaan Johnny dan sibuk meronta agar Johnny melepaskan pelukkannya

"Kau ini pelit sekali" ucap Johnny dengan lesu setelah melepas pelukkannya pada Jaehyun yang kini kembali sibuk dengan ponselnya

"Hyung masih ingat perjanjian yang sudah kita buat bukan" dengusan sebal keluar dari bibir Johnny mendengar pertanyaan retoris dari Jaehyun

"Apa salahnya kalau kita berhenti backstreet Jae?" tanya Johnny kini menatap pada Jaehyun

"Aku belum siap" jawab Jaehyun tanpa menatap Johnny

"Kenapa?" tanya Johnny lagi sukses membuat Jaehyun menghetikna kesibukannya sejenak dari ponsel untuk menatapnya

"Pokoknya aku belum siap" jawab Jaehyun menatap sebal pada Johnny yang bagi Johnny hal itu terlihat begitu menggemaskan.

"Berhenti selingkuh dariku" ujar Johnny membuat Jaehyun menatapnya malas

"Lihatlah aku hanya bermain game bersama Yuta hyung, aku tidak selingkuh, lagipula aku bisa dibunuh Taeyong hyung kalau berani merebut miliknya" ujar Jaehyun dengan panjangnya

"Dia memang milik Taeyong" lirih Johnny membuat Jaehyun langsung menatap Johnny dengan mata melebar. Dalam hati dia merutuki dirinya sendiri karena sudah membahas status hubungan Yuta dan Taeyong.

"Taeyong beruntung mendapatkan Yuta" ucap Johnny kemudian dengan tersenyum kecut

"Hyung tak bisa marah pada meraka" sahut Jaehyun sambil tersenyum lebar berusaha memberikan hiburan pada Johnny. Dia tahu Johnny tak mungkin marah pada Taeyong yang sudah dianggapnya seperti adik, namun ada alasan berbeda kenapa dia tak bisa marah dengan Yuta

"Bukan itu, hanya saja kenapa Taeyong dari dulu tak pernah bercerita apa-apa padaku?" heran Johnny membuat Jaehyun juga menatapnya

"Memang hyung juga cerita tentang kita?" tanya Jaehyun akhirnya

"Menurutmu?"

"Jadi Tae hyung sudah tahu" ucap Jaehyun menatap tak percaya pada Johnny

"Aku hanya bilang tertarik padamu" balas Johnny membuat senyum Jaehyun terkembang meski tak begitu lebar

"Baguslah kalau begitu" ujar Jaehyun kemudian

"Maksudmu?" heran Johnny

"Tak ada" balas Jaehyun sambil tersenyum lebar pada Johnny lalu meletakkan ponselnya guna merayu Johnny supaya dia tak marah atau bertanya macam-macam lagi.


Mark menatap bosan gurunya yang tengah menjelaskan di depan kelas. Entah kenapa dia merasa bosan saja. Pikirannya sudah melayang pada acara esok hari. Dia tengah memikirkan bagaimana cara bisa lari dari Johnny dan juga member lain kecuali Yuta dan Taeyong. Dia juga memikirkan apa yang harus dia katakan pada Hongwon besok. Dia mulai merasa kepalanya menjadi pening karena memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi. Dia tak bisa membayangkan betapan kecewanya teman-temannya kalau dia sampai tak bisa lolos ijin dari Johnny besok. Mark mulai menelungkupkan kepalanya di meja dan mengabaikan sang guru.

"Kenapa jadi begini" keluhnya pelan merasa semakin pusing saja.

Jam istirahat datang dan Mark memilih menuju kantin karena merasa bosan di kelas. Matanya beredar mencari keberadaan adik-adiknya tapi nihil membuat dirinya duduk di bangku teman kelasnya. Awalanya semua masih baik-baik saja sampai telingnya mendengar bisik-bisik dari para gadis yang terlalu keras. Dia meremas sumpit yang dipakainya saking jengkelnya membuat beberapa temannya menatap aneh padanya. Mark meletakkan peralatan makannya dan segera pergi karena selera makannya sudah rusak.

"Sialan bagaimana bisa mereka menyebarkan rumor murahan seperti itu" ujar Mark menatap sebal pantulannya di cermin sekolah. Baru kali ini dia merasa begitu sebal dengan makhluk yang disebut perempuan dan ingin merematnya.

"Berkencan dengan gadis Moon itu? dia hanya bermimpi bisa mendapatkan Hongwon hyung" decih Mark sebal dan menendang tong sampah di dalam toilet.


Emosi Mark menjadi tak stabil bahkan sampai dia pulang dan sampai di tempat latihan. Sejak pulang sekolah tadi wajahnya terus ditekuk membuat para member dream kembali tak berani mendekatinya. Hal itu tentu saja menarik perhatian para member NCT yang lain. Taeil yang menjadi paling tua mendekati adiknya yang masih menekuk wajahnya itu.

"Ada masalah?" tanya Taeil yang kini mendudukkan diri di sebelah Mark yang hanya diam menatap kosong

"Hanya merasa lelah" jawab Mark sekenanya saja

"Apa kau sedang sakit?" tanya Taeil lagi

"Kalau aku sakit aku tidak akan ada di sini sekarang hyung" balas Mark dengan mendengus membuat Taeil hanya bisa menatap tak percaya adik penurutnya ini

"Biar aku saja yang bicara padanya" ujar Taeyong mencegah Taeil yang hendak mengejar Mark. Beberapa member saling tatap tak mengerti dan khawatir. Namun, Yuta berhasil mengalihkan perhatian mereka dan membuat suasana sedikit membaik.

"Jangan diambil hati ya hyung" ujar Yuta pada Taeil yang hanya bisa menghela napas. Dia kadang berpikir kenapa dia begitu sulit mengatur member muda NCT meski dia memiliki usia yang lebih matang. Kadang hal itu sampai membuatnya menyesal lahir lebih dulu dari Taeyong atau Johnny yang lebih ditakuti oleh para member daripada dirinya.

.

"Mark" panggil Taeyong yang masih mengikuti Mark. Lengan Mark ditarik Taeyong membuat yang lebih muda akhirnya berbalik dan menekuk wajahnya.

"kita cari sesuatu yang bisa mendinginkan emosimu" lanjut Taeyong dengan segera menarik Mark untuk ikut dengannya.

Mark diam menatap minumannya dan mengaduk-aduknya sedari tadi. Dia mendiamkan Taeyong karena memang dia sedang malas membuka suara. Beberapa kali dia menghela napas berat yang tanpa disadarinya membuat Taeyong menahan kekehannya. Mark mengalihkan pandangannya pada Taeyong yang terlihat tengan berusaha menahan tawanya.

"Kalau hyung mau tertawa tak perlu ditahan" dengus Mark dengan sebal karena dia tau Taeyong sedari tadi menahan tawanya

"Tak apa, kau hanya terlihat menggemaskan" ujar Taeyong lalu dengan santainya mengusak rambut Mrak

"Abaikan itu, memang hyung mau bicara apa mengajakku keluar?" tanya Mark kemudian membuat Taeyong makin tersenyum saja

"Memang aku bilang mau mengajakmu bicara?" balas Taeyong kembali bertanya pada Mark yang menatap tak percaya padanya

"Lalu untuk apa kita disini sekarang?" tanya Mark dengan mendramatisir

"Aku hanya ingin menikmati milkshake tadi" jawab Taeyong dengan santainya

"Benar-benar tak berguna" dengus Mark lalu meletakkan kepalanya di meja

"Markeu" panggil Taeyong membuat Mark hanya merliriknya

"Berangkatlah besok" ujar Taeyong membuat Mark menatap tak percaya padanya. dia bahkan hanya mampu mengerjapkan matanya tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun. Dalam hati dia bersorak karena Taeyong ada di pihaknya.

"Tapi Johnny hyung dan yang lain?" tanya Mark kemudian karena masalah utamanya belum diselesaikan

"Serahkan semua pada kami" jawab Taeyong dengan santainya

"Kami?" celetuk Mark menatap penuh kebingungan pada Taeyong

"Iya kau hanya perlu tau nanti tidak sekarang" balas Taeyong

"Boleh aku berangkat sendiri?" tanya Mark kemudian dengan penuh harap

"Minta Hamin menjeputmu" balas Taeyong sedikit berat hati karena meminta Hamin menjemput Mark

"Kenapa Hamin hyung?" tanya Mark

"Untuk kebaikanmu dan Johnny hyung" jawab Taeyong dengan santainya

"Baiklah" pasrah Mark karena dia juga tak memiliki pilihan lain

"Sekarang jangan menekuk wajahmu seperti tadi" ujar Taeyong

"Kenapa?" tanya Mark heran

"Kau seperti orang yang sedang sekarat saja" jawab Taeyong dengan nada mengejek lalu mentertawakannya

"Taeyong hyung benar-benar menyebalkan" decih Mark lalu menarih milkshakenya dan meminumnya membuat keheningan sesaat di antara dirinya dam Taeyong

"Hyung boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Mrak membuka suaranya

"Kenapa hyung mau membantuku sedangkan yang lainnya—"

"Kau tau karena aku percaya baik padamu atau pada Hongwon" sela Taeyong bahkan sebelum Mark menyelesaikan pertanyaannya

"Tapi hyung belum pernah bertemu dengannya" heran Mark menatap bingung pada Taeyong yang tersenyum padanya

"Memang, tapi aku merasakannya"

"Bagaim—"

"Kita kembali dan jangan sampai aku menarik kata-kataku tadi" sela Taeyong dan segera beranjak dari kursinya lalu berjalan lebih dulu. mark yang melihatnya hanya bisa mendengus sebal padanya.


Kaki itu terus melangkah entah kemana. Sekarang ini dia sedang tak tau harus kemana dan menemui siapa. Dia ingin sendiri tapi dia juga ingin bisa berbagi ceritanya. Hatinya merasakan hal aneh. Disisi lain dia merasa ada percikan bahagia tapi di sisi lain dia juga tak mengharapkan rasa sepeti itu. Yongjun mengerang sebal dan memasang hoodienya lalu pergi entah kemana.

Mata Yongjun menatap gedung tinggi di hadapannya. Dia juga tak mengerti kenapa dia bisa sampai disini. Setelah hanya diam beberapa saat di depan gedung tersebut Yongjun memilih berbalik dan hendak pergi sampai seseoramg memanggilnya. Langkah Yongjun terhenti dan dia bisa mendengar langkah kaki yang mendekatinya.

"Jang Yongjun!" tubuh Yongjun berbalik saat orang tadi kembali memanggil namanya. Setelah menghembuskan napas berat Yongjun berbalik dan menemukan sosok yang tengah menatapnya penuh tanda tanya. Yongjun tersenyum kaku dan memberikan salam pada Mark yang masih menatapnya.

"Siapa Mark?" tanya Taeyong yang membuat perhatian Yongjun teralihkan pada Taeyong

"Boleh aku berbicara padanya sebentar?" tanya Mark pada Taeyong yang mengisyaratkan bahwa Yongjun adalah anggota HSR

"Baiklah, jangan lama-lama kita harus kembali berlatih" balas Taeyong lalu meninggalkan Mark dan Yongjun

.

Mark menatap Yongjun yang masih diam sejak 4 menit mereka duduk di salah satu meja kafetaria SM. Sejujurnya Mark cukup kaget saat melihat Yongjun yang berdiri di depan gedung SM. Dan yang membuat Mark semakin bingung adalah sejak tadi Yongjun hanya diam saja.

"Mark-ssi" panggil Yongjun sambil mengaduk-aduk minumannya. Sejujurnya dia tak pahan mengapa dia bisa datang kesini. Beruntung dia bertemu dengan Mark coba kalau tidak pasti dia dikiran orang aneh

"Nde?" sahut Mark menatapnya bingung, karena dia juga merasa ada yang aneh dengan Yongjun yang tiba-tiba ada di depan gedung SM sendirian

"Aku tak tau harus bicara apa" ujar Yongjun dengan polosnya membuat Mark menatapnya aneh. Dari awal Mark melihat dan tau Yongjun dia merasa ada yang aneh dengan anak ini. Masih lekat diingatannya bagaimana sikap Yongjun di restoran beberawa waktu lalu. Kemudian hari ini dia melihat sisi lain Yongjun yang tak pernah diduganya.

"Lalu bagaimana kau bisa sampai di gedung SM?" tanya Mark kemudian

"Entahlah aku hanya berjalan–jalan saja tadi dan sadar-sadar aku sudah di depan gedung" jawab Yongjun tanpa menatap Mark sedikitpun

"Yongjun-ssi apa kau sedang sakit?" tanya Mark berusaha untuk tidak menyinggung perasaan Yongjun. Mark sendiri tak begitu dekat dengannya dan yang dekat dengannya adalah Hongwon. Dia takut salah bicara, lagi pula Yongjun memang terlihat sedang tidak dalam keadaan baik

"Entahlah aku hanya merasa aneh" jawab Yongjun dengan nada tak takin membuat Mark mengernyitkan keningnya

"Aneh?" tanya Mark memastikan dia tak salah dengar. Baginya Yongjun aneh dan sekarang dia merasakan kalau dirinya aneh membuat Mark jadi khawatir saja

"Disini" tunjuk Yongjun pada dadanya

"Kau punya sakit jantung?" tanya Mark dengan bodohnya

"Tidak dan entahlah, sebaiknya aku pulang kau kan butuh latihan" jawab Yongjun sambil menggeleng.

"Yongjun-ssi kau benar tak apa? Aku menjadi khawatir" ujar Mark dengan jujur

"Hehehe tak apa dan jangan lupa besok untuk datang ya" balas Yongjun yang kini memberikan cengiran kaku padanya

"Baiklah istirahatlah yang cukup dan sampai ketemu besok" ucap Mark dengan sopan membalas senyum Yongjun. Dia hanya menatap kepergian Yongjun lalu berusaha meyakinkkan dirinya kalau besok pasti berjalan dengan lancar.

.

.

.

.

.

.

.

.

Okay aku tau ceritanya semakin tidak menarik dan semakin tak jelas. Terima kasih banyak untuk yang selalu menunggu dan sudah meninggalkan jejak. Maaf tidak pernah membalas satu persatu coment kalian. Tapi sungguh percayalah coment kalian selalu dibaca.

Big Thanks To : Yeseul Nam, Na Iqbaal, wakaTaeYu, Beside of You, Lee9900, jungkalista, leenatasha, NOREN UHUY, Tabifangirl, BlueBerry Jung, Min Milly, nacoco, xoxojung00, anisamanoban, nrlyukkeuri96, BunnyDy, kiyo, chittaphon27, Oxeye, Zxxd11, babu keluarga lee, wafertango, swagchiken, Park RinHyun-Uchiha, Miss xk, KUKI,

.

Lovely peace Byun14/Yui