DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.
Catatan Author: Sekarang, kita berada di chapter 9!
Disini, saya juga mau sedikit mengingatkan kalau saya belum tahu terlalu banyak tentang episode-episode terakhir Ojamajo Doremi Dokkan, jadi mungkin ada yang sedikit menyimpang dari cerita aslinya (maklum, ini hanya sekedar fic belaka).
Aiko's Life
.
Chapter 9 – Finally, a Perfect Family
'Akhirnya, otouchan dan okaachan rujuk kembali... dan ojiichan juga merestui hubungan mereka sekarang...'
Aiko tersenyum memikirkan apa yang terjadi sekarang: ayah dan ibunya telah akur kembali.
Setelah ayah dan ibunya menikah lagi beberapa hari yang lalu, ibu Aiko memang sempat pindah ke Misora untuk sementara waktu, tapi mereka berencana akan sama-sama pindah kembali ke Osaka setelah Aiko menerima ijazahnya di upacara kelulusan dari SD Misora. Tak hanya itu. Disana, mereka juga akan tinggal bersama dengan kakek Aiko yang telah menyetujui hubungan antara ibu dan ayah Aiko.
'Semuanya akan kembali seperti semula. Aku akan kembali ke Osaka dan tinggal disana bersama dengan keluargaku yang telah utuh kembali... Onpu-chan dan Momo-chan juga akan pindah dari kota Misora...'
'... dan lagi-lagi, hanya akan ada Doremi-chan dan Hazuki-chan yang akan tetap tinggal di kota ini...'
Aiko menghela napas, mengingat saat-saat dimana pertama kali ia menginjakkan kakinya di kota yang sudah ia tinggali selama empat tahun ini. Kota dimana ia memiliki sahabat-sahabat terbaiknya disini.
'Sebentar lagi, aku akan berpisah dengan mereka...' pikirnya, 'Aku berharap, ini tidak akan menjadi masalah untuk kami menjalin persahabatan. Dimanapun mereka berada, aku akan selalu menganggap mereka sebagai sahabat terbaikku...'
'Karena dimanapun kami berada, kami tetap sama-sama berada di bawah naungan langit yang sama.'
Aiko menatap lembaran-lembaran partitur yang tergeletak diatas meja belajarnya. Itu adalah lembaran partitur dari lagu terbarunya yang ia mainkan bersama dengan Doremi, Hazuki, Onpu dan Momoko di klub musik.
'FRIENDS...' Aiko memikirkan judul lagu tersebut, 'Lagu ini memang cocok sekali untuk kami...'
"Aiko."
Aiko terkejut mendengar namanya dipanggil. Ternyata sang ibu memanggilnya dari pintu kamarnya.
Aiko menoleh ke arah ibunya yang berdiri di depan pintu, "Ah, okaachan, donai shita?"
"Tidak apa-apa, Aiko," jawab sang ibu, "Kau belum tidur? Besok kan kau harus datang ke sekolah pagi-pagi di upacara kelulusanmu."
"Aku tahu, okaachan, hanya saja... aku sedang memikirkan sahabat-sahabat terbaikku disini."
"Doremi-chan-tachi?"
Aiko mengangguk, "Sebentar lagi, kami akan berpisah-pisah, dan kuharap... itu tidak menjadi halangan bagi kami untuk terus bersahabat sampai tua nanti..."
"Kelihatannya, mereka semua sangat berarti buatmu."
"Atari mae ya, okaachan. Mereka selalu berada di sisiku saat aku butuh pertolongan mereka. Kami benar-benar jadi seperti saudara."
Aiko dan ibunya terus berbicara sampai akhirnya ibu Aiko menyarankan agar gadis berambut biru itu segera tidur, supaya keesokan paginya tidak terlambat datang ke sekolah.
.
Keesokan harinya...
Bagi Aiko, semuanya berjalan dengan lancar. Ia bangun pagi, lalu berangkat ke sekolah dengan senang hati. Di kelasnya, kelas 6-2, dia juga bertemu dengan semua teman-teman sekelasnya, termasuk Hazuki dan Onpu yang juga lulusan dari kelas 6-2 seperti dirinya...
Tapi saat mereka bergabung dengan teman-teman seangkatan mereka, para lulusan dari kelas 6-1, Aiko menyadari bahwa ada yang salah di hari itu...
Doremi tidak datang...
Hazuki, Aiko dan Onpu menanyakan soal ketidak hadiran Doremi kepada Momoko dan Hana-chan – yang selama setahun ini menyamar menjadi anak kelas 6 SD dan juga menjadi murid kelas 6-1 bersama Doremi dan Momoko – tapi ternyata, mereka juga tidak tahu apa yang menyebabkan Doremi tidak datang ke sekolah hari itu.
Mereka terus bertanya-tanya, sampai akhirnya Majorika datang dan menghentikan waktu, juga memberitahu Hazuki, Aiko, Onpu, Momoko dan Hana-chan bahwa Doremi sedang berada di Maho-dou dan mengurung dirinya disana. Atas izin dari Yuki-sensei yang ternyata adalah Jou-sama, mereka lalu menyusul Doremi ke Maho-dou.
Di dalam Maho-dou, Doremi membayangkan kalau upacara kelulusan akan berlangsung tanpanya. Ia merasa bahwa itu lebih baik daripada ia disana, tapi kemudian tahu kalau para sahabatnya akan pergi meninggalkannya sendiri.
Saat itulah Aiko, Hazuki, Onpu, Momoko dan Hana-chan tiba di Maho-dou dan mulai meyakinkan Doremi agar ia mau keluar dari Maho-dou.
'Doremi-chan, ada apa denganmu?' pikir Aiko, 'Kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau malah menganggap bahwa kami ingin meninggalkanmu sendiri? Kenapa kau malah merasa dibenci oleh kami semua? Harusnya kau tahu bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Kau yang terbaik diantara kami semua. Kami sangat menyayangimu.'
'Andai saja ojiichan bisa kami bawa kemari... aku tidak akan pindah dari kota ini...'
Aiko menghela napas sementara yang lain masih terus berusaha untuk membujuk Doremi. Gadis tomboy itu menengok ke jalan di depan Maho-dou, yang ternyata sudah dipenuhi oleh teman-teman seangkatannya di SD Misora. Mereka semua menyusul ke Maho-dou.
Aiko terkejut saat kemudian ia mendengar bahwa Hana-chan ingin menggunakan sihirnya saat itu.
'Gawat! Mereka tidak boleh tahu kalau Hana-chan adalah seorang penyihir!' pikir Aiko yang kemudian mendorong Hana-chan yang sudah memegang kristal sihirnya sampai jatuh.
Dan akhirnya, mereka semua tahu bahwa semua orang mengkhawatirkan Doremi. Semua teman seangkatan mereka, tanpa terkecuali satupun.
Mereka semua berusaha supaya Doremi mau keluar, dan terus meyakinkannya kalau mereka tidak membencinya. Secara bergantian, mereka mengutarakan semua kenangan manis mereka bersama Doremi.
"Doremi-chan, kau telah banyak menolongku dalam berbagai hal. Berkat bantuanmu, sekarang keluargaku kembali utuh. Kau adalah yang terbaik dari semuanya," kata Aiko, "Hanya kau yang bisa mengerti perasaanku yang sebenarnya."
"Ai-chan..."
"Doremi-chan, kalau aku tidak mengenalmu, aku pasti masih jadi seorang idola yang tidak peduli dengan penggemarnya. Aku pasti tidak akan bisa memahami perasaan para penggemarku sendiri," ujar Onpu, "Kau juga membuatku mengerti arti sahabat yang sesungguhnya."
"Onpu-chan..."
"Doremi-chan, kalau tidak ada kau, aku akan membenci Jepang," ujar Momoko, "Sejujurnya, dulu aku tak ingin pindah kemari, tapi karena ada kau, semuanya berubah. Aku merasa beruntung pindah kemari dan memiliki sahabat yang baik sepertimu. Kau sahabat terdekatku disini... Thank you, Doremi-chan."
"Momo-chan..."
"Doremi-chan, kalau kau masih tidak mau keluar dari sana, aku juga tidak akan ikut upacara kelulusan," ujar Hazuki yang kemudian duduk bersimpuh disana, "Aku hanya ingin bersamamu disini."
"Hazuki-chan, jangan lakukan itu," sahut Doremi, masih tetap berada di dalam Maho-dou, "Kau tidak perlu melakukannya."
Hana-chan lalu menyodorkan kristal barunya, "Baik, Hana-chan akan membongkar rahasia Hana-chan didepan yang lainnya kalau Doremi nggak mau keluar juga!"
"H-hana-chan, jangan!" seru Doremi yang kemudian berlari ke pintu depan Maho-dou yang tadi pegangannya diikatnya dengan kuat. Ia berusaha keras untuk membuka ikatan itu, mencoba mencegah Hana-chan agar ia tidak menggunakan kekuatan sihirnya di depan orang banyak.
Diluar, Hana-chan terus saja mengucapkan mantranya secara perlahan, seperti sengaja diperlambat, "Pororin... Pyuarin... Hanahana... pi..."
Doremi tak tahan lagi, dan akhirnya berhasil membuka pintu itu dengan cara merusak pegangan pintunya. Ia akhirnya keluar dari sana.
Tapi pada akhirnya, ia tahu kalau Hana-chan tidak bersungguh-sungguh ingin menggunakan sihir disana. Di depan pintu yang terbuka itu, Hana-chan menyambut Doremi dengan sebuah pelukan hangat.
Setelah kejadian itu, semua terjadi sesuai rencana. Beberapa hari setelah Momoko kembali ke Amerika, Aiko bersama kedua orangtuanya kembali ke Osaka untuk tinggal disana bersama kakek Aiko.
'Minna...' pikirnya, 'Aku janji, suatu hari nanti, kita pasti akan bertemu lagi...'
Catatan Author: Yey! Akhirnya... walaupun waktu saya terbatas, saya masih bisa update fic ini tepat waktu, hehehe...
Rencananya sih, saya akan mengupdate fic ini lagi minggu depan, bukan dua minggu lagi seperti biasanya. (tapi kalau mau tahu kepastiannya, sudah bisa diketahui nanti, hari rabu. Ditunggu saja ya? ^^)
Then, it's time to RnR! ^^
