Nae Lovely Namja

Summary :

Lee Seokmin seorang flower-boy tingkat sekolah, sedang gencar-gencarnya membuat pikiran dan perasaan Hong Jisoo berantakan bak perubahan iklim ekstrim yang menimpa Indonesia. Kadang penuh akan perasaan aneh yang memabukkan dan kadang perasaan itu hilang entah kemana. Bagaimanakah cara seorang Hong jisoo menghadapi bencana tersebut?

Cast :

Lee Seokmin / DoKyeom

Hong Jisoo / Joshua

Other Member Seventeen

Warning :

Ratting T+++++++++++++

Boys Love / Yaoi / Gay / Homo

Komedi Garing / Romance Picisan

Typo bertebaran / Bahasa Labil / Pengarang Males

.

ENJOY PLEASE~

.

.

.

MOHON DO'A RESTU.

Kalimat itu tertera diatas sebuah kertas tebal sejenis karton. Itu sebuah kartu undangan pernikahan.

Lee seokmin mengalihkan pandangannya dari kartu undangan itu kepada jun yang tengah duduk dihadapannya. Raut wajah seokmin menunjukkan kalau dirinya butuh penjelasan dari jun.

"Gue harap lu dateng ke pesta pernikahan kami, min" Jun tersenyum sambil menggenggam tangan seseorang disebelahnya, xu minghao.

Minghao pun turut memberikan senyuman tulusnya kepada seokmin, "Jangan lupa bawa kado ya, ge" minghao mengerling ke arah seokmin.

Seokmin tidak menyahut. Seokmin yang biasanya selalu membalas perkataan lawan bicaranya, kini hanya diam menahan rasa sakit dan amarah didada.

'Jadi sampai disini episode seokmin mengejar cinta junhui?'

.

.

Cahaya remang-remang dan instrument elektromusic, memang sudah menjadi ciri khan sebuah klub malam. Walaupun bukanya dari pagi hari, tetap saja disebut klub malam.

Suasana didalam area klub terasa sangat panas dan basah(?).

"Diki, mau sampe kapan lu nangisin itu kertas?" vernon muncul dan menyentuh pundak seokmin. "Lepasin aja kawan. Lu kan udah tau resiko penantian lu selama ini"

Seokmin mendangak ke vernon, wajahnya basah dengan air mata, "Tapi gue ga nyangka bisa secepet ini, non. Perasaan baru kemaren gue naik ke kelas 12. Tapi mereka udah nikah aja." .vernon kasih tisu ke seokmin. "Kenapa mesti buru-buru coba? Apa si minghao udah hamil?!"

Plak!

Vernon mukul pundak seokmin dengan harapan dapat menbuat kawannyaa sadar. "Lu tuh sadar ga sih kalau lu sendiri itu udah nikah?!"

Seokmin mengok dengan cepat ke arah vernon. "Demi apa non? Demi apa gue udah nikah juga?!" air mata seokmin sudah berhenti.

Vernon nunjukin sebuah foto dalam layar telepon genggam-nya. "Ini kita waktu di pesta pernikahan lu, diki"

Seokmin ngeliatin baik-baik foto itu. Disana 4 orang,tapi hanya wajah seokmin dan vernon yang terlihat di penglihatan seokmin "Itu yang disebelah gue siapa?"

"Gue"

Plak!

"Maksud gue yang jadi istri gue!"

"Lah? Lu sama istri sendiri ga ngenalin." vernon geleng-geleng "Mending lu pulang sono ke rumah lu. Kasian istri sama anak-anak lu udah nungguin dirumah"

"GUE UDAH PUNYA ANAK?!"

.

.

Seokmin masuk perlahan kedalam rumahnya. Dia ngerasa banyak perubahan. Dekorasi rumahnya ga semewah biasanya. Sekarang dekorasinya lebih kepada tempat penitipan anak.

"Apa mamah udah ga nafsu lagi sama barang-barang mewah?"

Tak!

Ruang keluarga yang tadinya redup, sekarang sudah terang benderang.

Seokmin sedikit memejamkan matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya yang lebih terang.

Setelah pandangannya menajam, dapat dia lihat seorang anak kecil setinggi pinggangnya berjalan kearahnya dengan mengenakan piyama yang kebesaran bercorak wortel . Dia laki-laki.

"Papih" anak kecil itu menarik-narik celana bahan seokmin. "Papih, gendong" kemudian ia merentangkan tangannya keatas.

Seokmin dengan ragu-ragu mengangkat anak itu dalam gendongannya. "Ma.. Mau kemana?"

Anak kecil itu menguap "Bobo" ujarnya sambil menunjuk ke lantai dua.

Seokmin pun bergegas menaiki tangga.

Dalam menaiki setiap anak tangga, seokmin memperhatikan intens anak laki-laki dalam gendongannya itu. 'Wajahnya familiar. Apa ini mirip sama gue waktu kecil?'

Tanpa disadari, kakinya menuntun mereka didepan pintu kamarnya. Seokmin kurang yakin juga, karena pintu yang seharusnya penuh dengan stiker naruto. Sekarang malah penuh dengan tulisan 'Lee Jimin' dengan berbagai font dan ukuran.

Isi kamarnya pun berbeda jauh dengan kamar seokmin.

Seokmin menidurkan anak itu dikasurnya. Anak itu sudah tertidur saat perjalanan menuju kamarnya. Seokmin merasa kan sebuah kesenangan saat tangannya mengusap rambut hitam anaknya. Apa sekarang seokmin sudah mengakui anak laki-laki itu?

Seokmin ragu. Dia menarik tangannya. Menatap sekitar. Menebak, kemana perginya kamar miliknya.

Ia melangkah keluar dari kamar itu. Lagi-lagi dibawah kesadarannya, ia dituntun kesebuah ruangan yang tidak ditutup pintunya.

.

Di dalamnya ia melihat seseorang tengah tertidur memunggunginya.

Perlahan seokmin mendekati sosok itu 'Ini istri gue?'

Tubuhnya otomatis naik ke ranjang dan berbaring disamping orang itu.

Untuk beberapa menit, seokmin hanya menatap langit-langit kamar.

Dia penasaran dengan rupa sosok disebelahnya. 'Apakah dia cantik? Atau tampan? Muda? Atau tua? Hidup? Atau mati?' seokmin benar-benar penasan.

Seokmin menyentuh pundak orang itu. Seokmin baru sadar kalau bahu orang itu tidak ditutupi kain pakaian. 'Dia telanjang?!' .seokmin mengangkat kepalanya agar dapat melihat wajah itu. 'GOSH?!' Cahaya bulat sangat membantunya untuk melihat wajah itu dan mengenali kalau itu adalah hong jisoo yang tengah tertidur pulas.

Seokmin merasa familiar dengan pemandangan ini. Melihat jisoo tertidur dan mendapati perasaan akan manisnya raut wajah jisoo. Tangan seokmin mengelus pipi jisoo. Melakukan hal yang ingin dia lakukan dulu. 'Halus.'

Tiba-tiba saja jisoo menengok ke arah wajah seokmin dan membuka matanya. Wajah mereka bertemu, hampir bersentuhan.

Seokmin yang merasa gerogi, refleks menjauhkan wajahnya.

Tapi jisoo justru memeluk seokmin. Meletakkan wajahnya diatas dada seokmin yang sudah tidak tertutupin kain. Seokmin pun heran, kemana perginya baju tadi?

.

Menunggu satu menit, seokmin baru berani untuk meletakan tangannya dipunggung mulus jisoo. 'Familiar lagi'

Seokmin teringat kejadian bersama jisoo disebuah kolam renang. Persis seperti ini dan berakhir karena sebuah lagu yang dimainkan hoshi dan kekasihnya. Lagu itu...

LETS GO!

'Tidaaaak!'

Byur!

Seokmin merasa kalau dirinya terhisap kasur. Sendiri. Tanpa jisoo.

'Dasar nasib fanboy. Disaat menuju maut pun gue masih single'

.

.

.

"Tidaaak!"

Plak!

"Bangun, lee seokmin!"

Plak! Plak! Plak!

"Aduuuh! Sakit maah!" amuk seokmin sambil mengelus jidatnya yang memerah karena elusan sayang(?) dari mamah lee.

Plak!

"Makannya."

Plak!

"Buruan bangun!"

"Auh!" seokmin bangun dari tidurnya. "Iya iya mah. Jangan mukulin aku terus dong" protes seokmin sambil gosok-gosok jidatnya yang masih perih.

"Lagian kamu ini. Sekarang kan hari sekolah. Bisa-bisanya jam segini masih tidur. Untung mamah udah pulang. Coba kalau engga ada mamah. Bisa ga sekolah kamu" cerah mamah lee sambil bawa baju kotor seokmin keluar.

Seokmin ngacak-ngacak rambutnya sendiri "Mah, aku tuh cape. Kemaren abis jagain dino"

"Bo'ong, mah!"

Seokmin nengok kesumber suara. Ada dino lagi berdiri disamping kasur seokmin sambil megang handycam "Lu ngapain, din?"

"Ngerjain tugas dokumenter tentang fauna mamalia di korea, hyung" sahut dino santai.

Seokmin nunjuk handycam yang dipegang dino "Lagi ngerekam?"

Dino ngelirik layar handycamnya. Abis itu dia nyengir ke seokmin "Iya"

Bruk!

"MAMAA~ Handycamnya dirusakin sama seokmin hyung!"

"?!" seokmin kaget atas perbuatannya, dia khilaf. Dia terlalu emosi sampe ngelempar guling bersarung hinata ke dino.

"LEE SEOKMIIIN!"

Dino keluar kamar seokmin sambil melet-melet.

Seokmin sendiri cuman bisa lempar-lempar bantal kepintu kamarnya yang udah ketutup.

.

.

Udah dua bulan lebih seokmin di kelas 12. Tapi baru hari ini dia ngerasain yang namanya gugup masuk kelas sendiri. Biasanya sih kalau yang kayak begini terasanya pas hari pertama masuk SMA . Tapi seokmin ngerasain lagi hari ini.

Apalagi pas dia masuk kelas dan didalamnya cuman ada hong jisoo. Dia masih kebayang adegan ranjangnya sama jisoo /Padahal cuman begituan doang/.

Semua ini salah jam tangan mamah lee yang masih dalam pengaturan waktu luar negeri. Pagi-pagi udah bikin mamah lee jeri-jerit. Ditambah handycamnya yang rusak sama seokmin tadi.

Akibatnya hari ini seokmin dihukum jalan kaki kesekolah. Ga dianterin supir, ga diizinin bawa sepedah. Cuman dikasih kartu bis, yang saldonya kosong. Dan parahnya lagi, handphone seokmin tiba-tiba ilang. Seokmin punya felling itu kerjaan si dino.

Dijalan tadi seokmin mau nagis, kalo ga inget dia lagi jalan beriringan sama anak-anak tk. Bisa-bisa nanti tk sebelah heboh gosip tentang 'Penemuan abang SMA yang lagi mewek lantaran ga laku-laku'. Anak kecil itu kan fantasinya tinggi, jadi gosip tsb ga imposible buat tersebar.

.

Seokmin gugup parah pas udah duduk dibangkunya yang sebelahan sama jisoo. Padahal ini bukan pertama kalinya dia dideket jisoo. Dan jisoo juga cuman duduk, tidurin kepala di atas meja sambil dengerin lagu dari mp3 playernya. Dan jisoo pun lagi merem. Tapi ngadepnya ke seokmin.

Hal ini malah bikin seokmin keinget sama mimpinya semalam. 'Kenapa bisa kebetulan banget sih?!'

Sambil nunggu temen-temennya dateng, seokmin duduk tegap sambil ngeliatin papan tulis yang bersih. 'Iyalah, siapa dulu yang kemaren piket?' /emang siapa?/ 'Ga tau. Kan gue nanya' /Lah? Dasar kuda korea/. Sesekali seokmin ngelirik jisoo yang masih diposisinya. Sampe seokmin mikir gini, 'Ini anak, dateng pagi-pagi. Jangan-jangan nasibnya sama kayak gue?' seokmin pun kepo.

"Jisoo..." panggil seokmin.

"..." jisoo masih diposisinya.

'Kurang kenceng. Dia kan lagi pake headseat' "Hong Jisoo!"

"..." jisoo tetep ga gerak.

"Dia mati ya?! Budek banget sih" dumel seokmin.

"?!" jisoo langsung melek dan bangun dari tidurnya. "Eh?" jisoo celingak-celinguk.

"?!" rasanya seokmin mau kopral dari lantai tiga ke rumahnya.

Jisoo kaget pas tau cuman ada seokmin dikelas "Tadi lu ngomong?" tanya jisoo sambil lepasin headseatnya. Dalam hati jisoo udah deg-degan, soalnya yang dia denger itu kata-kata kasar buat keluar dari mulut cem-ceman.

Seokmin geleng-geleng panik. "Engga! Penunggu kelas tuh"

"Oh, syukurdeh" gumam jisoo. Jujur untuk sekarang hal itu ga lebih serem dari perkiraan jisoo. Btw, jisoo percaya hantu. Tapi dia ga pernah mau peduli buat hal-hal kayak gitu, karena dia takut.

Tapi seokmin denger 'Dasar ogeb'

"Tumben pagi-pagi lu udah duduk manis disini?" tanya jisoo. Seokmin tersipu /jadi seokmin ganti posisi ke uke? #Plak/. "Biasanya mejeng dulu di koridor ade kelas sama temen-temen lu" lanjut jisoo sambil buka sandi hpnya.

Seokmin ngederp "Gue bukan cabe-cabe-an woy. Kalo temen gue yang laen sih ga jamin"

Jisoo ketawa. Seokmin kembali merona. 'Kenapa suara tawa jisoo bisa bikin gue deg-degan ya?. Apa dia makhluk astral?'

"Terus lu udah ada disini karena lagi marahan sama temen-temen lu?" /btw, jisoo sok akrab banget. Lupa dia kalo kemaren abis histeris gara-gara disentuh seokmin #Kras/. Sebenernya jisoo itu lagi nyoba buat pedekate secara langsung. Tapi dia masih punya malu dan takut kelepasan fanboying. Jadi dia selingin sambil mainin hpnya. Padahal cuman ngasih makan hewan peliharaan virtualnya yang bernama pao sampe pao obesitas.

Seokmin ngegeleng "Ga. Ini semua gara-gara mamah gue yang salah liat jam"

Jari jisoo sempet berhenti sebentar "Lah? Sama"

Seokmin natap jisoo *_* 'Jodoh?!'.

.

.

Selama jam istirahat, hoshi ngerasa ada yang ga beres sama seokmin. Dari keluar kelas sampe makanan seokmin abis dibabat temen-temennya pun si seokmin cuman bengong kayak orang ga punya otak 'Emang sejak kapan seokmin punya?'. Biarpun perut hoshi udah kenyang sama jajanan seokmin, hoshi merasa ga enak ngeliat seokmin begitu.

Seharusnya, seokmin itu begitu keluar kelas langsung balapan lari sama hoshi sampe kantin. Ga ada taruhan, cuman pengen aja balapan lari sampe kantin. Pas hoshi ambil makanannya, seokmin itu harusnya keluarin jurus taekwondo amatirannya. Dan yang paling penting adalah seokmin ngerecokin JunHao couple yang lagi mesra-mesraan itu.

"Ge, bagi baksonya dong" minghao colek-colek jun yang lagi asik niupin bakso disendoknya.

Langsung saja bakso yang sudah ditiup-tiup itu jun suapi ke minghao.

Minghao dengan hati makan bakso itu, "Enak. Lima lagi dong, ge"

Jun ngitunin baksonya "Lah? Kalo kamu makan lima. Gege minum kuahnya doang dong?"

"Oh gitu, sekarang gege udah berani pelit sama aku? Gimana nanti kalo kita udah nikah? Nanti aku ga dinafkahi lagi"

Jun skatmati "Ga gitu juga, hao."

Minghao tetep cemberut.

Jun geser mangkok baksonya ke minghao "Nih buat kamu aja. Biar kamu cepet gede" 'dan cepet dewasa'.

Minghao berbinar. Rencana nabung buat ganti tongkat pramuka tetangganya yang patah dipake wushu, lancar. Minghao yang lagi ngunyah bakso, ga sengaja liat jun yang lesuh 'Kasian juga si gege'. "Ge"

Jun nengok dengan lesu "Kenapa?" dan sesendok bakso ada di depan mulut jun. Jun ngeliatin minghao yang udah ngasih kode mangap-mangap. Jun pun makan bakso itu dengan senyuman lebar khusus buat dek minghao. "Kamu manis banget sih dek"

Minghao cuman senyum sambil kembali niupin bakso yang panas.

Tapi hari ini junhao couple lagi merdeka banget. 15 menit acara suap-suapan mereka berjalan lancar tanpa gangguan dari seokmin dan kawan-kawan. Wajar sih anteng, orang biangnya aja lagi galau.

Fyi, cuman junhao couple yang berani mesra-mesraan didepan rombongan ini. Padahal masih ada Soonhoon sama meanie couple. Tapi si wonwoo sama woozi itu ga pernah tahan kalau udah diledek sama kelompok ini. Padahal woozi udah pernah ngamuk diawal-awal soonhoon jadian. Tapi tetep aja digangguin. /emang harusnya pake dukun dari indonesia #PLAKK/

.

.

Pulang sekolah,

Tin! Tin!

"Duluan ya geee!" teriak minghao.

Jun yang duduk disebelah minghao pun ikut melambai dari dalam mobilnya.

Seokmin sama hoshi bales dadah. Yang lain kemana?

Mingyu nganterin wonwoo pulang dulu. Abis itu dia bakal gabung sama Vernon and seungchul ekskul basket, sekalin seleksi buat calon pengurus ekskul.

Hoshi nyenggol seokmin yang lemes banget. "Tumben lu ga teriak-teriak gaje"

"Lagi ga nafsu, cui" saut seokmin sambil jalan ke gerbang sekolah.

"..."

.

"Bahaya nih kalau dia ditinggal sendirian" hoshi ngeluarin hpnya.

'Beb, maaf ya hari ini aku ga nganterin kamu dulu.'

'Yaudah, tapi selingkuhnya jangan mesra-mesra ya' Woozi lee.

Hoshi cekikikan liat balesan bebebnya 'Ok beb *kiss*'

.

Ciiit!

Seokmin negok ke hoshi yang berhentiin sepedahnya didepannya.

"Ngapain lu?" tanya seokmin, mukanya lemes tapi nanyanya kayak orang ngajak tawuran.

"Elu yang ngapain jalan sendirian? Ga setia kawan banget sih" omel hoshi. Seokmin ga nyaut lagi. "Buruan naek! Hari ini gue single"

Seokmin pun ngikutin kata hoshi.

.

Udah hampir sampe rumah seokmin dan hoshi belum sedikit pun denger suara seokmin.

"Kenapa?"

Seokmin kaget "?! Apa?" nadanya tsundere banget.

"Kenapa ga cerita ke gua kalo lu ada masalah?"

Seokmin mikir dulu.

"Abis gue binggung, mau cerita kayak gimana?"

"Cerita sambil gue teraktir es kelapa mau?"

Seokmin mikir lagi.

"Terserah"

"Lagaan pake mikir-mikir dulu lu. Biasanya juga ga tau diri"

Seokmin jambak rambut hoshi.

"Lepas woy! Itu depan turunan!" jerit hoshi.

"Bodo"

.

Disebrang jalan,

"Mah, ada akrobat sepedah!" seru seorang anak laki-laki sambil nunjuk-nunjuk sepedah hoshi yang ngetrek diturunan.

"Ade, jangan nunjuk-nunjuk. Nanti mereka nyamperin. Mamah lagi ga bawa uang receh"

.

.

Suasana warung yang hoshi pilih bener-bener mendukung gseokmin buat curhat. Karena tempatnya yang sepi dan luas.

"Silahkan" kata hoshi sambil nyeruput es kelapanya.

Seokmin ragu, tapi tetep buka mulut."Gue rasa, gue lagi jatuh cinta. lagi"

Hoshi mandangin seokmin.

"Kenapa?" seokmin sedikit heran liat hoshi yang kayak pelaku hipnotis motor.

Hoshi gosok-gosok dagunya "Apa karena lu dari clan kuda makannya cara jatuh cinta lu beda sama orang-orang?"

" " derp seokmin.

Hoshi cengengesan "Sama siapa emangnya?"

"Jisoo"

"Jisoo? Sejak kapan lu jadi suka sama cewe?"

"Jangan bilang lu ngebayangin park jisoo junior gue di padus" . Hoshi nyengir. Seokmin mendecak "Dia cowo"

"Hong jisoo? Yang lemot itu?"

Seokmin nge-deatglare hoshi.

Hoshi cengengesan lagi. "Cie marah". Seokmin merajuk. "Berarti lu udah bisa move on dari jun?"

"Ga yakin. Soalnya..."

Seokmin pun menceritakan mimpinya kepada hoshi.

.

"Intinya lu suka sama jisoo gara-gara mimpi itu?".

"Kayaknya" Seokmin ngangguk.

Hoshi mikir.

"Jadi gimana, pak?"

"Lu lepas jun ke minghao. Terus lu dapetin si jisoo. Itu pun kalo jisoo mau sama lu"

"Emangnya gue kurang apah?" kata seokmin sambil ngeliatin badannya dari dada sampe bawah.

"Banyak ogeb. Lagian jisoo itu sukanya sama cewe"

Seokmin kaget "Tau dari mana lu?!"

"Soalnya waktu kelas 2, si jisoo sering banget ngomongin soal girl grup twais sama efex"

"Ngomongin belom tentu suka kan? Bisa jadi dia lagi ngomongin kejelekan mereka" sergah seokmin. Dalam hati panik. 'Alamat cinta tak terbalaskan lagi'

"Sebentar" hoshi ngotak-ngatik hpnya. Seokmin nungguin sambil nyedot es kelapanya. "Nih!" kata hoshi sambil nunjukin kontak bbm jisoo yang pasang foto momo twice.

"Tahan dulu, cui"

"..."

Tangan hoshi pegel. "Lu ngapain sih? Naksir juga sama cewe ini?"

Seokmin nyengir "Gue lagi ngafalin pin bbm jisoo"

"Yeeh dasar kuda lumping" hoshi narik hpnya. "Mending lu langusung invite. Dari pada kayak tadi. Tangan gue sampe pegel. Belom tentu lu apal"

Seokmin mendecak "Hp gue ilang, cui"

"Masa? Lah tadi pagi yang kirim bc horor dari nomor lu, siapa? "

"Emang apaan isi bcnya?"

"Anda telah membaca ijab kabul menikah dengan -" /saya terlalu takut untuk mengetiknya XD/

"... dino"

.

.

.

"AMPUN, HYUUUUNG!" jeritan dino terdengar sampai keluar rumah keluarga lee.

Rupanya dipagi buta, dino sudah berendam di kolam lele peliharaan papah lee. Dan dalang dibalik semua ini adalah seokmin lee.

Semua bermula dari kemarin malam. Tiba-tiba papah lee ada panggilan mengurus pekerjaannya di luar kota. Mamah lee pun ga mau ketinggalan buat nemenin suaminya. Mumpung anak-anaknya udah pada gede. /gede badan doang #Plak/. Seokmin selaku anak pertama pun kembali diberikan kekuasaan penuh atas rumah beserta isinya. Beserta lee chan.

Jadilah dipagi buta yang cerah, seokmin melancarkan segala upaya untuk membuat adik satu-satunya itu kapok berbuat usil kepada sang kakak.

"Janji ga bakalan berani ngelawan gue lagi?" ancam seokmin sambil pegang hp dino yang terancam jatuh menyusul majikannya.

Dino manggut-manggut imut. Persis anak anjing.

Seokmin luluh "Sini naik" dan masuk kedalam rumah.

Dino pun keluar dari kolam lele dengan tertatih-tatih /dramatis banget XD/.

"Nih pake" titah seokmin sambil ngulurin anduk kering dan bersih ke dino.

Dino nutupin badannya. Karena sebelum nyebur tadi baju dino udah lepas dari badannya. Ga tau kapan lepasnya. 'Kalo ada rekaman cctv. Bakalan gue aduin ke komnas HAM'

"Bilang apa?"

Dino natap seokmin "Apa?"

Seokmin nepok jidat "Say thankyu, dino"

"Thankyu dino"

Seokmin ngederp "Lu ini belajar bader dari mana sih, din?"

"Menurut hyung?"

"Pasti dari si hoshi"

Dino jalan kekamarnya "Ngapain mesti sama hoshi hyung? Kalo yang deket ada"

"..."

"Ingin ku berkata kasar" gumam seokmin sambil melototin dino.

.

.

Di kelas, Seokmin duduk dibangkunya dengan damai. Sambil menunggu seseorang. Seokmin mengingat schedule untuk hari ini yang udah dia susun semalem dengan referensi dari berbagai blog biro jodoh.

"Ntar pulang langsung ke ruang mading ya, jis"

"Ok, han"

'Itu dia' seokmin ngeliatin jisoo yang baru masuk. Dari pintu sampe duduk disampingnya, mata seokmin ga lepas dari jisoo. 'Kalo udah jatuh cinta gini, ngeliat jisoo itu kayak ngeliat pangeran kayangan'

"?!" jisoo sendiri kaget begitu nengok kesamping, mata jisoo sama seokmin ketemu. Jisoo sempet ngehindar karena malu. /jisoo yang dulu udah kembali XD #Plak/

Muka seokmin juga udah merah. Dia senyum sambil nutupin mulutnya. 'Kenapa sekarang selalu berasa gelinya ya?'

.

Dapetin kontak sosmednya jisoo.

'Dimulai dari bbm'

"Eh, Jisoo!"

Jisoo yang lagi ngeisengin wonwoo morning chat sama mingyu, langsung negok ke seokmin.

"Bagi pin bbm lu"

"Hah? Bukannya kemaren lu udah gue invite? Dan lu accep"

'Masa?!' seokmin langusung ngecek hpnya. 'Sialan, privasi gue dibobol dino'. Seokmin nyengir ke jisoo. "Kalo instagram punya?"

"Punya, tapi gue lupa idnya. Gue liat dulu ya"

Seokmin nganguk pas jisoo udah ngeluarin hpnya.

.

Cek orientasi seksualnya(?) jisoo.

Pas jisoo udah buka aplikasi instagramnya, seokmin tiba-tiba mepet ke jisoo.

"?!" jisoo negok ke seokmin. Jantung jisoo udah mompa kenceng banget, berasa lagi naik angkot yang lagi ugal-ugalan.

Seokmin pun bales negok ke jisoo.

Karena pundak mereka yang udah nempel, jadi pas tatap-tatapan begini tuh wajah mereka dekeet banget. 'Cium, tidak? Cium, tidak? Njir! Inget tempat lee seokmin!' seokmin negok lagi ke layar hp jisoo. Disana dia liat foto momo twice bejejer dipostingan akhir. "Lu suka sama momo twice?"

Jisoo yang masih tersadar, ikutan natap hpnya sambil ngangguk. Seokmin ga ngeliat ke jisoo, tapi dia tau. Karena terasa lewat bahu mereka yang mepet.

"Eum.. Lu suka sama wandi ga?"

"Gue cinta produk korea"

'Untung gue buatan korea' "Suka boy grup dong?"

"Iya"

"Suka Suju?"

"Banget"

'30 persen'

.

Penentu posisi.

"Suka siwon atau ryeowook?"

Jisoo mikir. 'Pertanyaan yang sulit' "Gue suka ryeowook"

'Seme?! Bahaya nih'

"Tapi gue lebih cinta sama siwon oppa" lanjut jisoo OOC.

'Puja kerang ajaib! /'

.

Tipe idel.

"Kenapa lu suka sama siwon?"

"Min, lu bukan dari tim acara 'kena deh' kan?" tiba-tiba wonwoo nimbrung setelah selesai chat pagi sama mingyu.

"Kalo iya,kenapa? Lu mau crossdressing jadi seulgi?"

"Tanyain gue juga dong" /wonwoo ooc setelah kena gombalan pagi dari mingyu XD/

"Ogah" seokmin balik negok ke jisoo yang sempet terlupakan /akhirnya seokmin sadar T_T/. "Jadi kenapa, jisoo?"

"Tinggi, ganteng, lucu"

"Lucu yang bagaimana nih?"

"Hah?" jisoo heran. 'Emang lucu itu ada sub-grupnya?'

"Lucu yang imut?atau lucu yang lawak?"

"Lawak"

'90 persen menuju jadian'

/jadi seokmin sadar kalo dirinya lawak?!/

.

.

"Han, masa gue ngerasa kalau seokmin juga suka sama gue" - jisoo.

.

.

.

Tbc.

Disaat begini, saya lupa mau ngetik apa...

Semua udah tersampaikan di chap sebelumnya...

Jadi...

-I LOVE ME-