Author : Tampaknya Tobi akan menjadi lawan nih. Semoga selamat semua dan gak ada yang tepar.
Warning : T rate, chara death, cerita yang agak complex (saia akan usahakan dengan bahasa yang ringan), abstrak.
Pairing : Hint.
Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto.
Neverland
Chapter 8
(Hide and Seek!)
.
.
"Sekarang kita kemana?" tanya Neji yang sepertinya udah gak sabaran pengen cepat-cepat melaksanakan misi.
"Pertama ke kota Niffelheim, temui Obito" ucap Joker memberi tahu misi pertama mereka.
"Apa? Ke kota Niffelheim? Yang benar saja! Kota itu jauh sekali dari sini!" protes Ten-Ten dengan wajah tidak percaya, misi pertama saja mereka sudah harus pergi ke tempat yang jauh.
"Kalau kau mau tetap disini tidak apa-apa" balas Joker yang kemudian langsung berjalan pergi meninggalkan Elf Village.
"Iya-iya, gue ikut!" meski dengan berdecak kesal Ten-Ten terpaksa mengikuti Joker, begitu juga dengan yang lainnya. Rombongan itu pergi meninggalkan Elf Village.
"Ke Niffelheim Rei? Tapi buat apa? Bukannya mereka ada di Elf Village?" tanya Naruto dengan bingung ketika Rei mengatakan mereka harus ke Niffelheim.
"Emangnya lo gak ngerti juga? Saat ini pasti udah kepecah dua kubu. Kubu merah dan kubu biru. Dan gue yakin, kubu Joker saat ini sedang melakukan perjalanan buat melaksanakan misi pertama mereka" jelas Rei supaya Naruto mengerti. Naruto sih cuma manggut-manggut aja, gak tau dia itu ngerti apa asal manggut doang.
"Terus?" tanyanya lagi masih dengan tampang dodolnya.
"Misi pertama Joker itu ada di Niffelheim!" jawab Rei yang lama-lama emosi.
"Kok elo bisa tau?" Naruto masih setia untuk bertanya.
"Gue pernah baca di guide tentang misi Joker. Dan mungkin ada sebagian pemain juga yang udah tau. Udah deh, jangan banyak bacot! Ayo jalan!" balas Rei yang males lama-lama jelasin ke Naruto yang masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Dengan cepat dia menyeret Naruto untuk jalan. Kiba, Magica dan Fuego hanya mengikuti dari belakang.
~o0o~
.
.
"Baru kali ini gue merasa beruntung terdampar di Halloween town sebelumnya" celetuk Kiba yang kini tengah berdiri di depan sebuah kota bernama Niffelheim.
"Sama, gue juga" balas Naruto ikutan mengangguk.
"Terus kenapa masih pada diem aja?" tanya Magica sambil muter kedua bola matanya yang berwarna violet itu.
"Siapa yang diem aja? Ayo maju, Nar!" kata Kiba malah narik lengan baju Naruto plus ngedorong cowok berambut jabrik itu supaya jalan duluan.
"Apaan sih lo! Elo dulu lah yang maju!" gantian Naruto yang dorong-dorong Kiba.
"Kok gue sih jadinya yang didorong? Nah, elo aja deh maju, Rei. Tadi yang paling semangat ke sini kan, elo!" kali ini giliran Rei yang kena dorong sama Kiba.
"Kalian pengecut semua!" samber Magica yang kesel karena dari tadi mereka gak maju-maju, malah saling dorong-dorongan. Akhirnya cewek itu maju duluan sama Fuego.
"Payah lo, Nar! Masa kalah sama cewek!" Kiba mencibir Naruto sambil mengekor di belakang Magica.
"Apaan? Lo juga kali!" samber Naruto gak mau kalah, tapi ikutan juga ngekor udah persis kayak kereta api mereka jalannya.
.
"Oi, Rei. Kita mau kemana sih ini?" tanya Naruto yang udah serem aja sama suasana kota. Maklum, kota Niffelheim merupakan kota berhantu dan sangat sepi. Ditambah lagi dengan kabut yang menyelimuti kota, membuat bulu kuduk merinding saja.
"Cari Obito" balas Rei yang terus saja melangkahkan kakinya dengan cepat.
Mereka menelusuri jalan berkabut di kota itu, hingga akhirnya mereka tiba disebuah persimpangan jalan dari kota itu. Rei menghentikan langkah kakinya membuat Naruto dan yang lainnya juga ikut berhenti.
"Itu dia Obito" kata Rei sambil menunjuk sosok seorang anak berambut hitam jabrik tengah berdiri di bawah tiang lampu jalanan. Tampak anak itu seperti menggunakan penutup mata dibagian mata kanannya.
"Ayo kesana!" kata Magica yang berjalan lebih dulu menghampiri Obito.
"Halo, apa kamu Obito?" sapa Magica dengan ramah pada anak itu.
"Iya aku Obito" kata anak itu menjawab dengan wajah yang datar.
"Obito, apa kau tahu sesuatu tentang Joker?" tanya Rei langsung pada anak itu. Sesaat sosok Obito menatap Rei dengan wajah datar tapi kemudian anak itu tersenyum.
"Akan kuberitahu sebuah rahasia kalau kau menemaniku bermain" balas Obito dengan senyuman lebar dan mata yang berbinar.
"Baiklah kami akan menemanimu bermain" balas Rei tanpa pikir panjang lagi langsung menerima permintaan Obito.
"Yay!" Obito langsung melompat girang "Kalian harus menemukan dan menangkapku, kalau berhasil akan kuberitahu rahasia. Ingat kalian harus berhasil sebelum pagi tiba!" kata Obito yang dengan cepat berlari keluar dari persimpangan.
"H-hey!" Kiba terkejut dengan lari anak itu yang begitu cepat.
"Tunggu apa lagi, ayo cepat kejar!" kata Rei yang kemudian berlari kearah larinya Obito. Disusul dengan Naruto, Kiba dan Magica serta Fuego di belakangnya.
Notice : Hide and seek Opened.
.
"Sepertinya ada orang lain yang sedang menjalani misi pertama" kata Shikamaru sambil memperhatikan tulisan yang lewat di atas kepala mereka semua.
"Siapapun dia, itu artinya kita tidak perlu susah payah untuk mengambil misi pertama di kota Niffelheim" balas Hery merasa lega, itu artinya mereka tidak harus jauh-jauh pergi ke kota berhantu itu.
"Kalau begitu tujuan kita beralih ke Queen Heart Castle dan Toy's City. Kita akan bagi dua tim" kata Joker mengusulkan pada para pemain.
"Apa yang harus kami lakukan di tempat itu?" tanya Takashiwa Lee yang rupanya dia ikut bergabung ke pihak Joker.
"Ke Queen Heart Castle kalian harus menemukan red jewel yang ada di istana itu. Lalu Toy's City cari seorang pembuat topeng bernama Tobi" balas Joker menjelaskan masing-masing misi.
"Yang cari red jewel jangan banyak-banyak, cukup lima orang saja!" kata Shikamaru mengingatkan. Dia khawatir kalau mereka terpisah dalam jumlah yang besar.
"Kalau gitu aku akan pergi kesana!" kata salah seorang pemain berambut pirang dengan model rambut dikuncir dua, mata kuningnya memancarkan semangat yang tinggi.
"Gue juga ikut!" samber Reika yang langsung diketok sama Hery.
"Elo ikut gue!" katanya sambil mengacuhkan wajah partnernya yang kini tengah memasang wajah masam.
"Gue ikut kesana!" kata Ten-Ten yang sepertinya tertarik untuk pergi ke istana itu.
"Aku juga! Soalnya aku hapal dengan tempat itu, jadi kupikir akan bisa sedikit membantu" kata Cho yang mengatakan dia cukup hapal dengan ruangan-ruangan yang ada di istana itu.
"Gue juga ikut" kata Nyx yang ternyata memilih untuk ikut bersama rombongan pencari red jewel.
"Aku juga akan ikut bersama kalian" kata Temari yang ternyata juga berada diantara tengah-tengah mereka. Sosok gadis ini memang tidak terlihat karena terlalu banyaknya pemain.
"Temari!" Shikamaru kaget melihat kehadiran Temari, mendadak wajahnya sedikit memerah saat gadis itu menatapnya.
"Yang akan pergi menuju Queen Heart Castle, segera bergabung denganku" kata Temari memberi komando. Dengan sigap, Cho, Nyx, Ten-Ten dan Yumiko bergabung bersama Temari.
"Setelah keluar dari hutan ini, kita segera menuju Queen Heart Castle" sambung Temari yang kemudian memimpin jalan di depan bersama dengan Sakura, Joker dan Shikamaru.
"Argh! Anak itu larinya kemana sih? Kenapa cepat sekali hilangnya!" gerutu Naruto yang udah stress lari sana-sini tapi gak ketemu-ketemu.
"Jangan bicara terus Naruto, fokus kejar!" kata Rei yang berlari paling depan bersama dengan Kiba.
"Hati-hati, jangan sampai terpencar! Kabut disini sangat tebal!" timpal Magica mengingatkan supaya mereka waspada.
"Kabut sialan ini menghalangi pandangan mata saja!" omel Kiba yang kesal karena pandangannya terhalang oleh kabut.
"Jangan berhenti Kiba, ayo terus lari!" kata Naruto yang kemudian berlari mendahului Kiba yang berhenti.
"Iya-iya sabar sedikit kenapa! Mata gue nih kelilipan!" balas Kiba yang masih berhenti sambil mengucek-ngucek sebelah matanya yang kelilipan.
"Obito, tunggu!" Rei berlari berbelok arah ketika dilihatnya sosok Obito berbelok kesalah satu gang. Naruto dan Magica serta Fuego dengan cepat menyusul.
"Ah, sial. Kabut ini benar-benar menyusahkan!" Kiba masih menggerutu sampai pada akhirnya dia menyadari kalau Naruto dan yang lainnya sudah tidak ada.
"Lho? Yang lain pada kemana? Naruto! Rei! Magica!" Kiba akhirnya berjalan dengan pelan sambil sesekali meneriaki nama teman-temannya.
~o0o~
.
.
"Baiklah, kita berpisah jalan disini. Kalian hati-hati ya" kata Sakura yang mengantar Temari serta lainnya sampai ke depan Queen Heart Castle.
"Terimakasih. Kalian juga hati-hati!" balas Temari mengangguk cepat.
"Ingat, kalian harus segera masuk ke dalam kalau misi red jewel sudah terlihat" kata Joker mengingatkan agar Temari dan yang lain tidak salah langkah.
"Kami mengerti, jadi tenang saja!" timpal Cho yang tampaknya sangat bersemangat sekali.
"Serahkan saja pada kami! Kalian pergi saja" balas Ten-Ten sambil mengepalkan tangannya.
"Kami pergi dulu!" kata Sakura dan yang lain. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan kembali.
.
"Naruto! Rei! Magica!" Kiba masih tampak berjalan bingung, sesekali dia berusaha mengendus keberadaan teman-temannya.
"Itu … Obito tunggu!" Kiba mengejar sosok yang sekelebat melewatinya dan berbelok kesalah satu tempat.
"Rei, berhenti dulu oi!" kata Naruto yang sepertinya baru menyadari tidak ada Kiba di belakangnya.
"Kenapa berhenti?" tanya Rei yang napasnya udah setengah-setengah.
"Kiba … Kiba kagak ada!" balas Naruto sambil nunjuk-nunjuk belakang.
"Aduh, disaat kayak gini, itu anak sempet-sempetnya ngilang lagi!" gerutu Rei rada keki, pasalnya dikit lagi Obito mau kekejar.
"Mau gimana lagi? Kasihan si Kiba kalau sampe nyasar lalu dtelen hantu gimana?" Naruto malah jadi parno sendiri bayangin temennya diculik sama hantu.
"Biar gue aja deh yang kejar Obito, tanggung nih soalnya! Lo sama Magica cari Kiba, dan kalau berhasil ketemu tunggu gue ditempat pertama kita ketemu Obito, oke!" kata Rei pada Naruto.
"Oke, ayo Magica! Fuego!" Naruto berbalik arah sambil berlari bersama Magica dan Fuego.
'Gue harus cepet tangkep Obito sebelum pagi!' batin Rei yang terus memacu larinya sambil tetap fokus mencari-cari sosok Obito.
"Hah … Hah … " tampak Hinata mulai berjalan dengan pelan, napasnya sudah tidak kuat.
"Hinata, kau tidak apa-apa?" tanya Neji dengan cemas melihat sepupu perempuannya berwajah sangat pucat.
"A-aku tidak apa-apa, Neji … A-ayo kita lanjutkan lagi ja-jalannya" balas Hinata yang sepertinya sedang berusaha menguatkan dirinya sendiri.
"Jangan dipaksakan kalau memang tidak kuat Hinata" balas Neji yang tidak ingin sampai terjadi apa-apa pada Hinata, maklum gadis ini fisiknya memang tidak terlalu kuat, selain itu Hinata memang memiliki penyakit asma.
"Joker, apa tidak sebaiknya kita semua istirahat dulu? Kurasa yang lainnya juga pasti lelah" kata Sakura yang sepertinya merasa kasihan melihat Hinata.
"Tapi misi ini harus dilaksanakan secara beruntun tidak boleh menunggu" balas Joker yang sepertinya benar-benar tidak bisa mengerti kondisi saat ini.
"Aku tidak apa-apa Sakura!" samber Hinata yang kemudian berjalan dengan agak cepat mendahului Sakura, namun Hinata tidak bisa memungkiri kondisinya saat ini. Dia benar-benar sangat lelah, akhirnya hal yang ditakutkan terjadi. Hinata jatuh pingsan.
"Hinata!" hampir semua orang berteriak panik saat melihat gadis itu terjatuh.
"Kalian pergi sajalah dulu, kami akan menyusul nanti" kata Neji yang tengah menyanggah Hinata.
"Kalo gitu, gue sama Reika juga nemenin Neji sama Hinata. Bahaya kalau mereka berdua doang" kata Hery yang bersimpatik pada Hinata.
"Lagipula gue tau kok jalan ke Toy's City, jadi bisa bantu mereka nanti" timpal Reika.
"Kami pasti menyusul kalau keadaan Hinata sudah membaik, jadi pergilah" balas Hery yang kini tengah berdiri disebelah Neji.
"Kami pergi dulu" akhirnya Sakura dan yang lain terpaksa meninggalkan Hinata bersama Neji, Reika dan Hery.
"Kalian berdua, terimakasih" ucap Neji kepada Hery dan Reika.
"Sudahlah, jangan sungkan! Kita harus saling bahu-membahu disini!" balas hery sambil menepuk bahu Neji.
"Tertangkap kau!" teriak Kiba girang sambil menangkap sosok yang dia pikir Obito.
"Ki-Kiba-sempai! HUWAAAAAAA, UNTUNG KETEMU SEMPAI!" ternyata yang ditangkap Kiba bukanlah Obito melainkan Konohamaru yang kini sedang nangis sambil jerit-jerit gak jelas.
"Konohamaru? Sssst! Jangan nangis dong! Cep, cep, cep!" Kiba yang kaget langsung berusaha diemin Konohamaru sambil nepuk-nepuk kepala anak itu dengan penuh kasih sayang (?).
"Tapi aku seneng ketemu sama Kiba-sempai! Itu artinya aku gak sendirian, hehehehe" kata Konohamaru yang wajahnya langsung berubah sumringah dengan seketika.
.
"Tapi Kiba-sempai, mana yang lainnya? Apa Kiba-sempai juga sedang tersesat disini?" tanya Konohamaru menebak-nebak yang kini sedang ikut berjalan bersama Kiba.
"Enak saja kalau bicara! Gue ini kagak nyasar! Gue justru cari Naruto yang nyasar!" balas Kiba membela diri dengan jurus kibulan.
"Oh, kirain Kiba-sempai nyasar!" balas Konohamaru percaya aja sama kibulan Kiba. Gak lama muncul Naruto sama Magica dan Fuego.
"KIBA!" dari kejauhan Naruto sudah berteriak dengan kencang, di belakangnya mengekor dua orang lainnya.
"Kiba, syukurlah kami menemukanmu juga!" ucap Magica yang kini sudah berada tepat di depan Kiba.
"Menemukan? Hooo … Jadi Kiba-sempai emang beneran nyasar ya?" kata Konohamaru sambil melirik curiga pada Kiba.
"Heh, diam kau anak kecil!" kata Kiba sambil merangkul leher Konohamaru dengan tangannya.
"Waaaaa, sakit Kiba-sempai! Lepaskan aku!" teriak Konohamaru sambil berusaha melepaskan rangkulan tangan Kiba dilehernya.
"Eh iya, mana Rei?" tanya Kiba yang baru menyadari Rei tidak ada bersama Naruto.
"Dia pergi mengejar Obito!" balas Naruto dengan cepat.
"Kita juga harus segera membantunya sebelum pagi!" timpal Magica yang malah jadi sedikit panik.
"Satu jam lagi pagi, kita harus segera bergegas. Ayo pergi!" Mereka semua segera berlari menyusul Obito.
~o0o~
.
"Tunggu aku Obito!" teriak Rei yang kini melompat untuk menangkap anak itu, namun usahanya gagal. Obito dengan cepat menghindar dan berlari lagi.
'Cepat benar larinya … Andai aku bisa … Eh, tunggu dulu, bukankah dalam peraturan di game boleh saja menggunakan skill saat misi! Kenapa gak dari tadi sih gue ingetnya!' batin Rei yang sepertinya dia memiliki akal untuk menangkap Obito.
"Speed Up!" Rei menggunakan salah satu skill boost kecepatan dan segera berlari kencang mengejar Obito.
ZYUUUUUUUNG!
Rei lari dengan cepat melewati Naruto, Kiba, Magica, Konohamaru juga Fuego. Kelima orang itu berhenti seketika begitu Rei lewat.
"Sempai, tadi itu apa ya?" tanya Konohamaru dengan rambut yang acak-acakan.
"Yang lari barusan itu Rei?" tanya Naruto yang kaget dengan rambut yang gak kalah berantakan dari Konohamaru. Dia lagi berlari dilorong barusan dan jadi berhenti mendadak begitu diliriknya ada seseorang dari kejauhan lari dengan membabi-buta.
"Kayaknya sih … Iya?" balas Kiba gak yakin yang rambutnya ikutan berdiri ala landak, dia juga bingung. Beruntung Magica sama Fuego larinya agak kebelakang jadi rambut mereka aman dan tentram.
Illusion Forest ...
.
.
"Sialan! Kenapa gak ada habisnya sih!" tampak Reika hampir melepaskan Katana miliknya dari genggamannya.
"Oi, Reika! Bertahanlah!" kata Hery yang berada disebelah Reika. Keduanya kini saling bahu-membahu melawan para Dark rabbit yang muncul sesaat setelah Sakura pergi meninggalkan mereka.
"Gue juga tau bawel!" omel Reika emosinya naik satu tingkat. "Dasar monster sialan! Gawat nih kalo sampe mati exp gue ilang!" Reika sempet-sempetnya nyeletuk gaje.
"Bego! Kalo mati lo bakalan ngilang dodol!" samber Neji sama Hery barengan. Reika cuma garuk-garuk kepala.
"RAGE!" seketika tubuh Reika diselimuti api berwarna biru.Rage jurus yang mampu meningkatkan kekuatan serangan, kecepatan serta pertahanan dari sang pemakai.
"Bersiaplah kalian monster-monster! Heyaaaaa!" Reika menyerang dengan brutal.
"Black Hurricane!" Hery mengeluarkan jurus area andalannya yang dapat menyerang luas.
'Kurang ajar! Meski yang sebagian sudah kuhilangkan, tapi yang lainnya terus berdatangan. Sebenarnya ada berapa jumlah mereka!' batin Hery yang sepertinya sudah kewalahan dari tadi mengeluarkan jurus dalam jumlah yang besar dan banyak.
"Oi, Hery! Lo gak apa-apa?" tanya Reika yang sedang bertarung digaris depan.
"Gue gak apa-apa, mending lo fokus!" jawab Hery berusaha menyembunyikan kalau dia sudah mencapai batas limit.
"Ceh, dasar menyebalkan! Pergi sana!" teriak Reika sambil menebas monster itu satu-persatu.
'Kalau begini terus, kami bisa kalah! Andai ada serangan area lainnya … Neji sedang fokus melindungi Hinata, sedangkan Reika sama sekali tak bisa diandalkan dalam hal sihir' Hery terus memikirkan solusi cara untuk memusnahkan Dark Rabbit yang jumlahnya terus saja bertambah meskipun sebagiannya sudah berhasil dia musnahkan.
'Sudahlah, mau dipikir bagaimanapun percuma' batin Hery sudah pasrah, dia kembali mengeluarkan jurus Black Hurricane.
"Black … Sial! Tenaga gue abis!" kata Hery yang merutuki diri sendiri kenapa disaat seperti ini tenaganya malah habis.
"Time Stop!" seketika monster yang ada disana berhenti dan tidak bergerak sama sekali.
"Dark Rain Shoots!" jurus efek area dengan menggunakan ratusan anak panah yang berwarna hitam, bagi yang terkena anak panah ini, tubuhnya akan terbakar menghitam dan menghilang.
"Kalian berdua ternyata selamat!" kata Neji yang mengenali dua sosok yang membantu mereka.
Disisi lain Rei berhasil menangkap Obito.
"KENA! YESSS!" Rei berteriak girang setelah berhasil menangkap Obito.
Tak lama kabut di kota itu menghilang dan pagi datang menjelang.
Notice : Hide and seek complete.
"HOREEEEE!" teriak hampir seluruh pemain dengan senang begitu dilihatnya misi pertama selesai.
Siapa kedua orang itu? Dan bagaimana dengan Quest yang sedang dijalani Naruto dan kawan-kawan?.
TBC …
Author : Maap kalau banyak typos (lagi gak begitu konsen). Jangan ragu buat kirimin ide, saran dan kritik nya teman. Dan sesuai janji saia harap fic ini bisa berjalan berdampingan menemani teman-teman yang puasa (bagi yang menjalankan), hope you like this chapter, enjoy it and ...
.
.
HAPPY READ ^_^V.
