Annyeong readers...
Saya balik lagi nih, semoga aja pada masih mau baca ff tijel saya hoho ... XD
Jangan lupa review yaa , buat yang baru berkujung follow sama favorite yaaa.
Maaf kalo tijel huhuuhu :'(
/.
.
.
.
.
.
.
Baca FF Yaoi saya juga yaaa
s/11604275/1/Hiuku-Luhan-Saranghae
.
.
.
.
.
Mau review sama follow sama favorite nya
.
.
.
.
.
.
Maaf typo yaa
.
.
.
.
.
.
No Bash
.
.
.
Don't Like Don't Read
.
.
.
.
.
.
Enjoy..
.
.
.
.
Laf({})
.
.
.
.
.
Chapter 9
Kai masih menunggu Kyungsoo di taman itu. Taman tempat mereka berjanji bertemu.
"Kai..." suara itu mengintrupsi membuat sang pemilik menoleh .
"Kau sudah datang" dia mencoba mengembangkan senyum terbaiknya.
"Aish.. aku pasti membuat mu menunggu lama ya, maafkan aku ne"
"Ah , tidak apa-apa. Kau datang 1000 tahun lagi pun akan kutunggu"
BLUSH!
Kyungsoo yakin pipinya semerah tomat saat ini.
"Ka-kau berlebihan Kai"
"Aku serius. Contohnya sekarang, kau sangat cantik saat ini"
Kyungsoo menatap Kai dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Kau tau Kai, sebenarnya kau bisa membuat para gadis tergila-gila" kata – kata itu keluar dari mulut nya dengan senyum dan sedikit seringai.
"Apa maksudnya?" Kai yang tak mengerti hanya menaikan salah satu alisnya.
"Sudah , ikut aku ." Kyungsoo menarik tangan kai dan membawa nya ke suatu tempat.
.
.
.
.
.
Luhan terbangun . Secercap cahaya berhasil menembus kelopak mata indah itu.
Saat pandangannya mulai jelas , hanya satu sosok yang ia lihat. Sosok dengan wajah yang tegas. Sosok dengan rahang yang kuat . Sosok yang saat ini terpejam santai membuat karisma nya terlihat jelas di mata Luhan.
Luhan sangat mencintai sosok ini. Bahkan kesuciaannya pun dia serahkan untuk sosok ini. Sosok yang merubah dunia sepi Luhan menjadi dunia yang berwarna dan indah.
Luhan terlonjak saat tiba-tiba kedua mata itu terbuka dengan bulatnya.
"Ada apa Chagiya..? " Bahkan suaranya saja berhasil membuat hati luhan terkapar.
"Ah.. aniyaa. Tidak apa-apa sehunnie..."
"Apa kau menyesal lu? Apa kau marah atas perlakuan ku?"
Luhan hanya terdiam. Dia menggigit bibir bawahnya sambil menundukkan kepalanya dari pandangan itu.
"Lu..aku mohon jawab aku"
"A..aku...aku tidak tau .." Suara nya sudah mulai bergetar, dia berusaha keras menahan bulir bulir itu jatuh dari kelopak matanya.
Sehun megusap wajahnya. Dia sangat tidak tega melihat luhan. Dia seperti habis memperkosa nya dan bukan bercinta dengannya.
"Lu..tatap mataku" Sehun mengangkat dagu luhan agar mata mereka benar-benar bertemu
"Kau percaya pada ku kan?"
Luhan mengangguk ragu dengan beberapa air yang turun dari matanya .
"Kalau kau percaya padaku , kau tidak perlu takut. Apa ada kebohongan dimata ku heum?"
Luhan menatap mana Sehun lekat-lekat dan menggeleng.
"Itu karena aku benar – benar sayang padamu lu. Yang tadi kita lakukan adalah bercinta dan bukan nya sex. Aku melaukan itu karena aku mencintaimu bukan karena napsu semata. Aku akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu nanti. Sekarang hapus air matamu. Aku mau mandi setelah itu kita jalan bersama. Nampaknya malam ini para bintang ingin kita melihat mereka hihihi." Sehun berusaha menghibur Luhan yang sangat lugu itu. Dia berjalan ke kamar mandi tanpa menggunakan apa-apa dan luhan hanya bisa memejamkan matanya sampai Sehun kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau mau apa bawa aku kesini?"
"Sudahlah. Tunggu dan perhatikan"
Kyungsoo melenggang pergi menemui pemilik salon tempat mereka berdua sekarang. Pemilik salon itu mengangguk seakan mengerti maksud dari omongan kyungsoo.
Kai dibawa oleh anak buah nya , mereka menyeretnya karena Kai sempat tidak mau .
(1 Jam Kemudian)
Tap..
Tap..
Tap..
Langkah kaki itu semakin terdengar dekat. Pria dengan jeans panjang dan kaos abu abu yang ia kenakan mengalihkan pandangan Kyungsoo. Entah apa yang dia lihat, tapi yang jelas majalah yang ia pegang terjatuh dari pegangan tangan lembutnya.
"K..K..Kai?" Kyungsoo bertanya kikuk. Dia seperti melihat malaikat jatuh dari langit.
"Apa ini terlihat aneh?" Kai terus saja memeriksa penampilannya yang membuat Kyungsoo tergagap gagap untuk bicara.
"Kau benar – benar Kai? Kai Jongie-ya?" Kyungsoo masih memastikan sambil meraba – raba wajah Kai.
"Tentu saja ini aku bodoh . Apa aku terlihat aneh?"
"Aneh? Kau sungguh tampan , sungguh. Aku sampai tidak percaya Kai yang hitam dan cupu itu bisa menjadi Kai yang menawan seperti ini."
"Jadi kau suka penampilan ku?"
Sangat..sangat..suka" Kyungsoo bahkan mengancungkan kedua jempol nya untuk Kai.
"Kau jadi pergi tidak?"
"Tentu saja. Wah aku akan pamer pada dunia kalau seorang Kyungsoo sedang menggandeng pria tampan. Kajja!" Kyungsoo menarik tangan Kai semangat keluar dari salon itu.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau sudah selesai lu?" suara itu terdengar hangat saat Luhan baru saja memasuki ruang makan.
"Duduk dan makanlah! Aku sudah buatkan sarapan ini untuk mu" lanjutnya
"Baik Sehunna.." Dia duduk dengan manis dan menyantap makanan nya ditemani sepasang mata yang tak henti-hentinya memeperhatikannya.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu sehunna?"
"Aku masih tidak mengerti sampai sekarang. Sihir apa yang kau gunakan? Kenapa aku begitu tergila-gila padamu. Kenapa kau membuatku seperti orang gila?"
"Kau berlebihan sehun..." gadis itu tersenyum centil yang membuat pria di depannya seperti ingin memakannya.
Drt...Drt...
"Maaf sehunna, aku mau angkat telepon dulu"
Sehun hanya mengangguk pasrah. Jujur dia kesal karena ada orang yang mengganggu waktunya dengan luhan.
.
.
.
".
.
.
"Yeoboseyo.. ne.."
"..."
"Mwo? Ji..jinjja? "
"..."
"Aku akan kesana sekarang. Aku mohon tunggu aku."
.
.
"Ada apa lu? " Sehun bingung melihat wajah luhan yang mulai panik. Apa yang terjadi? Siapa yang tadi menelponnya?
"Aku ingin ke rumah sakit dulu hun, aku..aku mungkin tidak akan kembali untuk waktu yang lama"
"Apa? Kau bilang apa tadi?" hatinya mulai tak sabar. Gejolak amarah sudah mengulut perasaannya.
"Aeri sakit, dia butuh aku. Dia kritis dan belum sadar , aku harus menemaninya "
"Lalu bagaimana dengan ku? Aku juga membutuhkan mu lu. Tidak , aku sama sekali tidak akan mengizinkan mu. Tetap lah disini."
"Aku mohon mengerti lah"
"KAU YANG TIDAK MENGERTI AKU" Sehun membentak luhan tepat di wajah nya membuat gadis ini tertegun kaget. Apa ini sehun yang dia kenal?
Tetesan air bening itu mulai jatuh dari kelopak matanya. Seberapa keras pun dia menahannya isakan itu tetap lolos dari mulut luhan.
"Hiks...apa ini ..hiks..kau yang sebenarnya?hiks..hiks.."
Sehun jadi merasa bersalah melihat luhan . Dia hanya emosi tadi. Dia tidak bermaksud membentak apalahi membuat luhan menangis. Sungguh dia merutuki dirinya sendiri karena membentak orang yang ia cintai.
"Lu..aku .. aku minta maaf" Sehun menggandeng Luhan dan mencoba menjelaskan. Namun Luhan malah menepak tangannya dan menatap tajam mata tajam Luhan yang sama sekali belum pernah Sehun lihat.
"Lepaskan aku! " Ucapnya tegas.
"Lu.." lirih Sehun
"Kau tidak tau betapa pentingnya aeri di hidupku. Dia sudah seperti adik ku. Dia satu satu nya orang yang aku anggap sebagai keluarga ku begitu juga sebalikya. Kau hanya mementingkan dirimu tanpa melihat sekitarmu. Kau Oh Sehun yang egois yang selalu saja harus dapat apa yang kau mau. "
"Tidak lu, aku tidak bermaksud untuk.." Sehun jadi bingung sendiri ingin mengatakan apa pada gadis yang saat ini menatap nya tegas.
"Dari semua pepatah korea , ada satu untuk mu. Jadilah di posisi ku. Kau tidak pernah merasakan duka anak panti seperti ku. Itulah kenapa kau selalu ambisius untuk mendapatkan sesuatu. Cobalah lihat sekitar mu. Aku rasa lebih baik aku malah tidak usah balik kesini lagi. Aku Xi Luhan hari ini mengudurkan diri sebagai pengajar adikmu itu. Kau tidak perlu membayar ku. Terima kasih dan permisi.."
Luhan menghentakan kakinya yakin meninggalkan istana mewah itu. Dia benar-benar ergi tanpa menoleh ke belakang lagi.
"Ah sial..." batin Sehun.
Dia memencet beberapa papan tombol di ponsel nya lalu menelpon seseorang.
"Yeoboseyo hyung, bisa bantu aku?"
"..."
"Ne , tunggu aku ditempat biasa.."
Plip
Dan panggilan itu pun berakhir.
Sehun segera menaiki mobilnya dan tancap gas ke tempat yang ia tuju.
.
.
.
.
.
Fiuh.. akhirnya bisa next chapter juga. Maaf ya chapter nya pendek . Mulai sekarang mungkin hanya akan sepanjang ini karena udah mulai sibuk banget menjelang cup sekolah. Insya Allah nanti setelah Cup akan aku panjangin lagi..
Makasih ya buat yang udah dateng. Jangan lupa follow, favorite dan review yaa..
Baca ff yaoi aku juga ya
s/11604275/1/Hiuku-Luhan-Saranghae
jangan lupa review di sana juga. Follow dan fovorite juga. Ditunggu lho.. wkwkwk
LafLaf({})
