BoBoiBoy dan seluruh karakter yang terlibat di dalamnya itu milik Animonsta Studios! Saya hanya meminjam mereka dalam pembuatan fanfiksi ini.

Warning: Alternative Universe, BL, OOCness, possible typo(s), DLDR.

Prompt 9: Musisi

.

.

||.||.||.||

.

.

"Kenapa kau menjadi seorang musisi dan menyukaiku, Boboiboy?"

Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang pemuda berhelaikan hitam kebiruan yang mencuat kepada pemuda berhelaikan hitam pendek setelah semua hadirin yang telah menyaksikan penampilan luar biasa dari musisi terkenal dalam negerinya itu.

"Lagu bisa mengungkapkan perasaan yang tak tersampaikan, disitulah letak alasan kenapa aku ingin menjadi seorang musisi, karena aku ingin menciptakan sebuah musik yang bisa mewakili perasaanku kepadamu, Fang …" ucapnya, pemuda bermanik cokelat cermelang yang mengenakan kemeja lengan tanggung itu menatap orang di depannya yakin, kemudian dia tersenyum. "Tak peduli seberapa banyak pun kau menolakku, aku akan terus menciptakan sebuah lagu yang akan kau dengar, hingga perasaanku itu sampai padamu dan kau tahu betapa menderitanya diriku menahan semua ini."

Fang menunduk, berusaha agar manik hitamnya tidak bertemu dengan manik cokelat itu. "Jangan memaksa, lupakan saja aku," ujarnya dengan nada serak.

"Kalau aku bisa …" Boboiboy pun menundukkan kepalanya juga, semua apa yang dirasakannya kini telah melanda hatinya dan bercampur menjadi satu. "Kalau aku bisa aku sudah melupakanmu sejak dari awal kita bertemu."

Mereka berdua kini terhanyut dalam diam, tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya. Mereka berdua kini hanya bisa berargumen sendiri dalam benak mereka, merasa tidak enak satu sama lain. Seberkas film mulai menampak dalam benak mereka, memunculkan bagaimana awal cerita di mana mereka pertama kali bertemu.

Pertama kali Fang bertemu dengan Boboiboy saat mereka masih duduk di bangku sekolah dasar, saat itu Fang melihat Boboiboy tengah duduk termenung di dekat hilir sungai dengan sebuah alat musik kecil yang memiliki lekukan di bagian tengahnya. Fang memberanikan diri untuk mendekatinya dan sedikit menghibur Boboiboy. Sejak saat itu mereka semakin akrab, dan juga menimbulkan jejak cinta dalam hati mereka.

Hingga saat ini jejak itu masih ada dalam hati mereka, hanya saja mereka tidak ada yang mau mengungkapkannya. Sehingga terjadinya penyesalan yang mendalam, terutama untuk sang musisi itu. Kini Fang telah ditunangkan oleh seorang gadis berketurunan asli setara dengannya, dan dirinya sendiri pun telah ditunangkan oleh gadis yang sudah lama mengincarnya semenjak masih sekolah dasar.

Pemuda berkacamata itu mulai mencoba untuk kembali menatap pemuda itu. "Salahku, ya?"

"Tidak, jangan menyalahlan dirimu, ini bukan salah siapa-siapa." Boboiboy mulai mengembangkan senyumnya, menyembunyikan kesedihannya lewat senyum hampa. Sang musisi itu mulai membalikkan tubuhnya memunggungi pemuda yang merupakan cinta pertamanya itu. "Kita akan bertemu lagi, secara tak sengaja di suatu tempat, di suatu dimensi waktu yang berbeda. Sampai saat itu tiba mungkin aku tidak akan mengubah perasaanku, jika Tuhan mengizinkan kita untuk hidup bersama …"

Perlahan pemuda berhelai hitam pendek itu mulai berjalan meninggalkan Fang sendiri yang mulai menjatuhkan bulir kristal dari sela matanya yang tak sanggup ia bendung lagi. Fang menangis dalam diam. "Ya, kita akan bertemu lagi …"

"Jika kita bertemu lagi nanti, aku akan membuat lagu khusus kupersembahkan untukmu, di mana lagu itu akan hanya menceritakan tentang kita berdua saja."

Suara Boboiboy mulai samar-samar, namun Fang masih dapat mendengar jelas apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Itu semakin membuat bulir kristal mengalir deras dari sela matanya, ia berusaha untuk tidak meledakkan tangisnya. Ia mulai meringkukkan tubuhnya, membenamkan wajahnya, menyembunyikan bulir-bulir kristal yang semakin banyak menuruni wajahnya.