a KaiSoo Drabble Fanfiction
KaiSoo's #VLOG
With Kim Jongin(Boy)xDo Kyungsoo(Girl) as main cast
Semua cerita dibawah adalah murni karyaku. Hanya ada beberapa dialog yang aku ambil dari Vlog nya kak Arief Muhammad. Sisanya, murni hasil pemikiranku. JADI, DIMOHON UNTUK TIDAK MELAKUKAN TINTAKAN PLAGIARISME DAN GAUSAH BACA KALO GA SUKA! MENDING CLOSE DAN CARI CERITA LAIN, OKE?
Genre : Romance, fluff, and other.
GenderSwitch(GS)
DLDR!
RnR Please?
.
.
Happy Reading!
.
.
.
#VLOG7 : Kalah Taruhan
"Ni, buruan! Udah mulai!"
"Kan aku bilang jangan di mulai dulu! Kamu gimana sih?"
"Udah terlanjur. Ayo buruan."
"Ntar dulu, ini Jiwon nya gimana?"
"Yaudah bawa sini aja."
Vlog 7 start!
"Buset, buluk amat muka gue." Ujar Kyungsoo saat melihat wajahnya sendiri di screen kamera yang menghadap ke arahnya.
"Ya ampun. Kenapa belepotan gini muka nya?" tanya Kyungsoo pada Jongin yang baru datang entah dari mana sambil menggendong Jiwon. FYI, saat ini mereka sedang berada di rumah milik kakak lelaki Kyungsoo, Chanyeol.
"Makanya kan aku bilang jangan di mulai dulu tadi. Jiwon belum selesai makan juga." Omel Jongin lalu memberikan Jiwon ke pangkuan Kyungsoo. Sementara batita itu tersenyum imut saat sang aunty mengecup pipi tembamnya.
"Ambilin tisu basah." Titah Kyungsoo. Jongin dengan kesal melengos pergi entah kemana demi mengambil tisu basah. Sementara di kamera terlihat Kyungsoo yang sibuk mencubit serta mencium pipi gembil Jiwon.
Tak lama kemudian, Jongin muncul kembali dengan satu bungkus tisu basah di tangan. Pria itu lalu duduk tepat di samping Kyungsoo lalu menghela nafas panjang. Kyungsoo yang melihatnya lantas bertanya. "Kamu kenapa?"
"Kesel gue. Ini #TeamNini pada kemana? Kenapa kita bisa kalah? Mana tantangan nya gak masuk akal semua." Kelakar Jongin sambil melihat ke arah kamera dengan tampang kesal. Kyungsoo yang sedang sibuk membersihkan wajah Jiwon tertawa.
"Yaudah sih ya. Udah kalah mau di gimanain lagi? Nasi udah jadi bubur." Ujar Kyungsoo.
"Yaudah buruan. Jangan yang aneh-aneh make up nya!"
"Lagian kamu kan udah biasa make up. Kenapa heboh banget mau aku make up-in." Kyungsoo sekarang sibuk mengobrak-abrik alat make up nya.
"Karena aku tahu make up kamu pasti yang aneh-aneh." Jawab Jongin. Kyungsoo mendongak. Jiwon yang berada di pangkuan nya juga sibuk mengobrak-abrik alat make up Kyungsoo.
"Kok aneh sih? Berarti selama ini muka aku aneh dong?" tanya Kyungsoo sewot. Tak terima make up nya di bilang aneh. Jongin memasang tampang jengah. "Ya gak gitu juga maksud nya." Jongin mencoba membela diri.
"Trus apa?"
Tak ingin memperpanjang keributan yang tak penting, Jongin menyela. "Udah ah. Buruan!"
"Slayer nya mana?" tanya Kyungsoo. Jongin mengerut kan dahi.
"Untuk apa lagi slayer?"
"Ya untuk nutupin mata aku lah.."
"Ngapain ditutupin segala? Eh, perjanjian nya gaada pake tutup mata segala ya." Cerocos Jongin.
"Ya kan biar seru. Kalo aku gak tutup mata hasil nya pasti bagus ntar." Kelakar Kyungsoo kemudian. Jongin memasang wajah kesal.
"Ambilin dong slayernya!"
"Ogah! Ambil sendiri! Orang penjanjiannya gaada pake tutup mata. Kenapa jadi berubah?"
"Kalo gak di tutup gak seru dong, Niiii.."
"Tapi kan di perjanjian nya gaada pake tutup mata segala."
"Chan!" teriak Kyungsoo memanggil sang kakak. Namun tak ada sautan.
"Oppa!" teriaknya lagi. Kali ini terdengar sahutan walau samar-samar.
"Apa sih?"
"Ambilin slayer, dong!"
"Ck. Dimana?"
"Di ruang tv."
Sedetik kemudian tak terdengar sautan apa-apa dari Chanyeol. Hanya terdengar suara derap langkah kaki seseorang yang semakin mendekat. Dan benar saja, selang beberapa detik setelahnya, Chanyeol muncul dengan sebuah slayer hitam di tangan kanan nya.
"Pada mau ngapain sih?" tanya Chanyeol setelah slayer telah berpindah ke tangan Kyungsoo.
"Mau buat tutorial make up." Jawab Kyungsoo. Ia sedang sibuk memasang slayer ke mata nya. Jongin sendiri sedari tadi diam dengan tampang suram nya.
"Lagian lo mau aja di make up-in Kyungsoo, Jong." Sahut Chanyeol pada Jongin yang menghela nafas panjang.
"Ya mau gimana lagi. Orang banyak yang milih dia daripada gue."
"Heran, ada aja yang mau pilih dia. Gaada bagus-bagus nya juga."
Kyungsoo mendesis sinis ke arah Chanyeol yang sudah sibuk tertawa diikuti Jongin kemudian.
"Jiwon sama daddy ya? Uncle sama aunty mau perang." Ujar Chanyeol pada sang anak yang masih duduk anteng di pangkuan Kyungsoo.
"Enak aja perang." Sahut Kyungsoo.
Seolah mengerti keadaan, Jiwon mengangkat kedua tangan mungilnya, minta di gendong oleh sang ayah. Chanyeol lantas mengambil alih Jiwon ke gendongan nya. Sebelum melangkah pergi, Chanyeol menepuk bahu Jongin sekali.
"Good luck, bro!"
"Hm." Dehem Jongin singkat. Ia masih gondok karna harus menerima kekalahan.
"Udah siap?" Tanya Kyungsoo sambil sibuk merapikan slayer yang menutupi mata bulatnya.
"Banyak nanya. Udah buruan." Ketus Jongin.
"Oke! Jadi, yang pertama, kita pake foundation dulu." Tangan Kyungsoo meraba-raba kearah kiri nya. Tempat di mana semua alat make up nya berada. Ia sibuk memilah mana yang menurut nya barang yang sedang ia butuhkan. Foundation.
"Nah ini foundation nya." Ujar Kyungsoo saat satu buah tube kecil ada di tangannya. Ia menunjukkan tube itu ke arah kamera. Dan benar, itu foundation. Ia membuka tutup dari tube tersebut lalu mengeluarkan sedikit isinya ke punggung tangannya.
"Kuas aku mana ya?" Tanya nya entah pada siapa. Jongin hanya diam memperhatikan. Tampang nya benar-benar pasrah.
"Ni, tolong dong cariin kuas nya."
"Cari sendiri."
"Jahat!"
"Siapa suruh pake slayer segala? Repot sendiri kan?" walau begitu, Jongin mengambil satu kuas kecil lalu memberikannya pada Kyungsoo. Gadis itu menerima nya sambil tersenyum senang.
"Muka kamu mana?" tangan Kyungsoo meraba-raba kedepan, mencari letak wajah Jongin. Dengan perlahan Jongin mendekatkan wajahnya ke arah Kyungsoo. Saat tangannya menyentuh wajah Jongin, Kyungsoo lantas mengambil sedikit foundation yang berada di punggung tangannya menggunakan kuas lalu mulai ia oleskan ke wajah Jongin.
"Jangan tebel-tebel ya." Pesan Jongin.
"Iya."
Selang beberapa menit, Kyungsoo selesai memoleskan foundation pada wajah Jongin.
"Mau pake bedak gak, Ni?"
"Gak usah pake bedak." Jawab Jongin. Kyungsoo lantas meraba-raba lagi. Mencari barang selanjutnya.
"Oke. Sekarang kita pake alis." Kyungsoo memegang dua benda berbentuk seperti pensil di tangannya. Namun ia ragu, yang mana pensil alis dan yang mana eye liner.
"Ni, liatin, pensil alis nya yang mana?" Kyungsoo mengangkat kedua benda tersebut ke hadapan Jongin.
"Mana tulisannya sih?"
"Ada di depannya."
"Gaada."
"Ih ada. Baca yang bener dong!"
"Protes muluk sih. Dibuka aja coba slayer nya. Kan repot kalo gini, Kyung."
"Enggak. Udah buruan liatin yang mana pensil alis nya."
Jongin mengerutkan dahi nya sambil membaca tulisan-tulisan yang ada di benda berbentuk seperti pensil itu.
"Yang di tangan kanan kamu." Ujar Jongin kemudian. Kyungsoo lantas meletakkan eye liner yang berarti berada di tangan kirinya ke atas paha nya.
"Sini muka kamu. Deket-deket." Titah Kyungsoo. Jongin menurut. Ia mendekatkan wajahnya lagi sehingga Kyungsoo mudah mencari letak alis mata nya.
"Harus banget pake alis? Alis aku kan udah tebel, Kyung."
"Apaan. Orang tepi-tepi nya botak juga alis kamu." Ucap Kyungsoo sambil meraba-raba alis Jongin. Ia mulai memakaikan pensil alis ke alis Jongin yang sebenarnya sudah lumayan tebal. Jongin tertawa kecil saat Kyungsoo memakaikan pensil tersebut tidak pas di garis alis mata nya.
"Alis aku tinggi banget ampe ke atas." Singgung Jongin saat melihat Kyungsoo semakin amburadul memakaikan pensil alis ke alis mata nya.
Kyungsoo berhenti. Ia meraba-raba lagi alis mata Jongin. Memastikan ia tidak salah tempat. "Ini bener alis kamu kan?" Tanya nya. Jongin mengangguk. "Iya." Dahi Kyungsoo mengernyit.
"Trus kenapa kamu bilang alis nya sampe ke atas?"
"Gapapa. Udah lanjut lagi buruan." Jawab Jongin. Kyungsoo melanjutkan lagi pekerjaannya. Selesai dengan yang kiri, ia pindah ke alis sebelah kanan. Berbeda dengan yang sebelah kiri, alis sebelah kanan terlihat sedikit lebih rapi. Ingat, sedikit. Jongin bahkan tersenyum lebar saat melihat Kyungsoo memakaikan pensil alis melewati garis ujung alis mata nya.
"Selesai. Sekarang, kita pake eye liner. Mana tadi ya eye liner nya?" Kyungsoo meraba paha sebelah kirinya, tempat di mana tadi ia meletakkan eye liner nya.
"Ini adalah tahap paling berbahaya. Buat kalian yang nonton di rumah, mohon untuk tidak ditiru." Ucap Kyungsoo sambil membuka tutup eye liner. Jongin menaikkan satu alisnya saat melihat ujung eye liner yang begitu lancip.
"Tutup mata kamu. Jangan di buka ya, ntar kecolok."
"Yang ini gabisa dibuka aja dulu slayer nya? Bahaya nih. Bisa buta ntar mata gue kecolok begituan."
"Makanya mata nya di tutup, sayang. Ntar kecolok, repot."
"Hhh.." Jongin menghela nafas. Ia menahan nafasnya saat Kyungsoo mulai membuat satu garis lurus di kelopak matanya. Ia tersenyum geli saat melihat di layar kamera eye liner itu sudah hampir mencapai pelipisnya. Tiba-tiba muncul niat jahilnya untuk mengerjai Kyungsoo.
Maka, saat eye liner itu pindah ke mata sebelah kiri nya, Jongin tiba-tiba menjerit.
"Aw!"
Kyungsoo yang sedang melakukan pekerjaan nya mendadak panik. Apa baru saja ia menusuk mata Jongin menggunakan eye liner?
"Kenapa kenapa? Kecolok ya, Ni?" Tanya Kyungsoo panik sekaligus khawatir. Namun Jongin malah tertawa. Membuat Kyungsoo mendengus kesal.
"Gak lucu! Kalo kecolok beneran gimana?"
"Enggak kok enggak. Yaudah lanjut."
Kyungsoo selesai berkutat dengan eye liner. Jongin tak dapat menahan tawa nya saat ia melihat ke layar kamera.
"Kenapa?" Tanya Kyungsoo. Tak ada jawaban. Jongin malah sibuk tertawa.
"Ih, kenapa sih?"
"Gapapa." Jawab Jongin. Bukan tanpa sebab ia tertawa. Pasalnya, Kyungsoo memakaikan eye liner pada mata sebelah kiri Jongin sampai ke tengah pelipisnya. Akibatnya, mata Jongin yang sebelah kiri semakin terlihat sipit. Berbeda dengan eye liner pada mata sebelah kanan. Mata Jongin jadi sipit sebelah.
"Maskara mana ya." Kyungsoo sibuk meraba-raba lagi. Mencari maskara nya.
"Nah ini. Muka kamu mana, Ni?" Kyungsoo meraba-raba kedepan. Mencari wajah Jongin. Namun dengan jahil Jongin malah menjauhkan wajah nya. Tangan Kyungsoo malah menyentuh dada bidang nya. Tahu ia dikerjai, dengan kesal ia memukul dada Jongin.
"Aduh!"
"Yang bener dong, Ni. Mau cepat selesai gak?" Tanya nya galak. Jongin mengalah.
"Iya, iya."
"Liat ke bawah." Titah Kyungsoo sambil meraba bulu mata Jongin. Ia mulai memakaikan maskara tersebut ke bulu mata Jongin.
"Liat ke atas." Titah nya lagi. Kali ini ia memakaikan maskara ke bulu mata bagian bawah. Ia melakukannya juga pada mata sebelah kiri Jongin. Selesai berkutat dengan maskara, ia diam sebentar.
"Udah?" Tanya Jongin.
"Bentar dulu. Ada yang kurang satu."
"Apa?"
"Ah! Lipstick!"
"Dih, ogah! Kenapa pake lipstick segala sih?"
"Berisik deh. Biasanya kamu juga pake lipstick kan?" Tanya Kyungsoo sambil sibuk mencari di mana lipstick nya.
"Eh, itu tuh lip balm. Bukan lipstick."
"Yakan sama aja."
"Ya beda lah. Lip balm mana ada warna."
"Kan sejenis. Di bibir juga pake nya. Sini buruan deketan."
"Gamau ah. Gausah pake lipstick dong, sayang.." bujuk Jongin.
"Dikit aja, Ni. Abis itu udahan."
"Ck!" decak Jongin kesal. Dengan tampang suram, ia mendekatkan wajah nya kea rah Kyungsoo. Makin suram saat sadar Kyungsoo memakaikan lipstick di bibir nya sembarangan. Akibatnya, lipstick itu keluar dari garis bibirnya. Berantakan. Kacau balau.
"Selesai!" sorak Kyungsoo gembira. Meletakkan lipstick nya sejenak, ia lalu membuka slayer yang sejak tadi menutup matanya. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah muram Jongin yang sudah selesai ia make up. Tawa Kyungsoo meledak melihat hasil make up nya.
"Hahahaha.."
"Enak banget lo ngetawain gue."
"Tuh kan, apa aku bilang. Gak jelek-jelek amat tauk hasilnya."
"Gak jelek kata lo? Heh, nih liat nih ya." Jongin mengambil kamera lalu mendekatkan kamera ke arah eye liner yang Kyungsoo pakaikan sampai ke pertengahan pelipisnya.
"Lo semua liat ya. Orang kampung dari mana pake eye liner ampe jauh banget ke pelipis?"
Tawa Kyungsoo kembali meledak. Ia tak percaya melihat hasil make up nya ternyata amat sangat berantakan jika dengan mata tertutup. Kamera Jongin arahkan pada alis nya yang tadi ia bilang tinggi.
"Ini lagi nih." Ia tertawa sebentar.
"Mana pula ada alis ampe tinggi begini letaknya." Kyungsoo masih sibuk tertawa. Suara gadis itu bahkan tak lagi terdengar karna ia tak dapat menahan tawanya. Ia sampai memegangi perutnya.
"Ngaco emang. Udah di bilang kan dari awal gausah pake slayer. Gini nih jadinya."
"Bagus tauk!" kelakar Kyungsoo di sela tawa nya.
"Bagus apaan? Lo gak liat bibir gue udah kek Kendall Jenner? Tebel bat, ya Tuhan.." Kyungsoo kembali tertawa. Bahkan kali ini gadis itu sampai menitikan air mata nya karna ia tertawa begitu lepas.
"Udah ya. Habis ini gak ada lagi acara make up pake ditutupin segala matanya. Gak lagi." Ujar Jongin.
"Tapi kamu cantik, Ni. Coba liat matanya. Sipit sebelah. Eksotis."
"Eksotis pala lo! Udah ah. Mau gue hapus dulu make up nya."
Saat Jongin ingin mengarahkan telapak tangannya ke arah lensa kamera dengan maksud mengakhiri vlog nya kali ini, tiba-tiba suara Jiwon terdengar.
"Daddy, badut! Badut!"
Tawa Kyungsoo yang tadi sudah mereda kembali meledak. Sudah jelas siapa yang di sebut badut oleh Jiwon. Siapa lagi jika bukan Jongin?
"Puas lo semua?"
.
.
.
.
.
TBC
Gimana? Udah? Puas?
Iya tau ff ini udah nganggur dari kapan tau. Maaf ya, baru bisa apdet sekarang. Writer block menyerang ku teman-teman T.T sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga ini sedikit mengobati rasa kecewa kalian *halahapasih*. Aku kabulin deh nih permintaan nya pada minta Jongin di make up-in ama ksoo. Udah kan ya. Hutang ku lunas.
Sampai berjumpa di chapter selanjutnya!
Masih mau ninggalin review kan?
Annyeong!
-24-04-2017-
