I LOVE YOU, HYUNG
.
©Hyunnie
.
Cast :
Kim Jongin, Oh Sehoon, Park Chanyeol
Cameo :
EXO, Lee Donghae, Cho Kyuhyun
Rated : T
Warning!
Typo(s), bad plot, bored, OoC, Common
Disclaimer :
All Cast belong to God and themselves. I just own this plot story.
DONT BE PLAGIATOR!
.
DONT COPY!
.
DONT BE SILENT READER!
.
"Talking"
"Thingking"
.
Eonjoy for Reading!
.
BRAKK
BUGG
"Hyung, hentikanlah"
"BAGAIMANA BISA AKU― ARGHH!?"
Chanyeol mengacak rambutnya kasar dan menariknya hingga urat di tangannya terlihat, menyandarkan punggungnya pada dinding di belakangnya.
Sehun yang duduk di sebrang sana, tidak jauh beda dengan keadaan Chanyeol.
Tubuh yang kini di penuhi lebam, luka dan darah mereka hiraukan bahkan keadaan rumah yang berantakan, belum lagi puing-puing rumah akibat ledakan 'kecil' memenuhi ruangan ini tak mereka indahkan.
Yang ada di pikiran keduanya hanya satu nama, 'Kim Jongin'
BUGG
Entah bagaimana caranya, kini Chanyeol telah berdiri, mencengkram kerah baju Kris dengan tatapan marah dan menyuduktannya di dinding.
"Kau― jika bukan karena KAU, Jongin akan disini bersama kami. Jika bukan karena KAU, namja brengsek Myungsoo itu tidak akan datang kesini dan menghancurkan semua. Pegang ucapanku KIM YI FAN, AKU, KIM CHANYEOL AKAN MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI JIKA SESUATU TERJADI PADA ADIK KECILKU!? Dan mulai sekarang kau dan kalian semua― bukanlah saudaraku"
BRUKK
Ia menjatuhkan Kris begitu saja, air mata untuk pertama kali di lihat oleh -bukan lagi- saudaranya ia hiraukan, rasa sakit dan kebencian melingkupinya saat ini, atau mungkin― selamanya.
Sehun bangun dari duduknya, Chen dan Lay sudah was-was pada Sehun yang terlihat begitu menyedihkan berjalan kearah Kris yang masih duduk.
BUGG
"YAKK, APA-APAAN KAU?!"
Kyungsoo memekik begitu Sehun memukul rahang Kris keras dan menarik rambutnya, menghadapkan kepala itu pada tembok, sedikit menekannya cukup kuat.
"Aku, bukan seperti Chanyeol yang hanya mengucapkan semuanya melalui kata-kata. Aku akan memastikan kepala ini akan putus, dari badanmu jika sampai aku lihat Jongin-KU helai rambutnya terlepas satu saja.
Sehun melepas cengkraman pada rambut pirang itu dan berjalan keluar dengan Chanyeol di belakangnya.
"Kau tak apa?"
Suho menyentuh pundak Kris yang bergetar, untuk pertama kalinya kakak mereka yang tak pernah menitikkan airmata, selalu berusaha kuat dihadapan mereka menangis, bahkan terlihat menyedihkan.
"Apa yang sudah kulakukan? Apa yang sudah kuperbuat pada orang yang selalu kuanggap lebih buruk dari kotoran adalah adikku yang berhati mulia? Mengapa hiks... Selama ini, kedua tangan ini melakukan kejahatan hiks...? Mengapa kita mengetahui semuanya ketika hiks... Dia tak ada disini? Waeyo Suho-ah? Adikku yang malang, adikku yang selalu tersiksa hiks... Adikku, bahkan aku tak pantas memanggilnya adik maupun menyebut namanya hiks..."
Suho segera memeluk Kris, berusaha membuat kakaknya itu merasa tenang.
Ia juga menangis, bukan karena melihat keadaan Kris yang sekarang tapi― karena ucapannya.
Ucapan yang membuat ia merasa menyesal, ucapan yang membuat ia merasa bersalah, ucapan―
―yang bahkan lebih buruk dari kematian.
Apakah ia pantas menjadi seorang kakak?
Apakah permintaan kedua orang tuanya untuk memberi kasih sayang, menjaga, melindungi dan selalu ada bersama saudaranya sudah ia tepati seperti yang ia pikirkan?
Namun sekarang ia tau, dia adalah seorang kakak yang gagal, seorang anak yang tak bisa memenuhi permintaan kecil orang tuanya karena seorang adik mereka―
―tak diperlakukan dengan layak sebagaimana halnya seorang keluarga, saudara.
"Aku juga bersalah Hyung, jangan menyalahkan dirimu. Kita semua salah, salah Hyung hiks..."
_Flashback_
"Aku― akan ikut denganmu, tapi jangan hiks... Sentuh mereka sedikitpun"
"ANDWAE JO― ARGHH!?"
Chanyeol berteriak memilukan, Jongin yang mendengarkannya hanya bisa memejamkan mata dan menangis.
Sehun yang masih kuat untuk menopang tubuhnya masih berkelahi, berusaha mempertahankan miliknya, Jonginnya.
Hingga salah seorang dari mereka memelintir dan menginjak punggungnya hingga suara sesuatu yang patah terdengar.
"SHIT, Jongin uhukk― aku akan melindungimu Baby. Jangan pergi bersama orang brengsek itu"
BUGG
"S-Sehunnie, hiks..."
Jongin memeluk Sehun yang terduduk akibat pukulan Hoya yang begitu keras pada kepalanya.
"Hiks... Jebal, lepaskan aku ne hiks...? Nanti― Aku kembali"
Jongin yang tengah mengelus surai Sehun perlahan, membuat namja di pelukkannya menangis.
"Tapi―"
"Myung, aku tau kau membawa mereka bertiga. Bebaskan mereka, dan aku akan ikut bersamamu"
Myungsoo tersenyum culas melihat Chanyeol dan Sehun menatapnya tajam berlelehan airmata.
Kris dan yang lain lebih memilih diam melihat keadaan Sehun dan Chanyeol yang terlihat menyedihkan dengan luka dimana-mana, sedangkan mereka? Hanya menonton tanpa ada melakukan apa-apa.
"Tentu saja sayangku. Sebaiknya kita pergi sekarang. Pesawat menunggu"
Myungsoo mengulurkan tangannya ke arah Jongin, sedangkan namja manis itu mengangguk.
"Biarkan aku melihat mereka berti―"
BRUKK
Xiumin, Luhan dan Baekhyun di hempaskan ke lantai begitu saja.
"H-Hyung?"
Jongin mengulas senyum meski rasa khawatir terlihat di wajahnya melihat kondisi ketiganya mengenaskan.
"J-Jongin-ah, jangan ikut dengan mereka uhukk―"
Baekhyun terbatuk, memegang perutnya yang terasa nyeri namun karena ucapannya itu―
BUGG
―satu pukulan yang ia dapat.
"Yakk... Apa-apaan kau?"
Kris berlari dan memeluk Baekhyun, begitu pula yang lain melihat keadaan Xiumin dan Luhan.
"Kajja, aku sudah menepati janji kan?"
Jongin mengangguk kecil, ia melepas pelukan bersusah payah karena Sehun enggan melepasnya.
"Hiks... Jebal, andwae Baby. Gajima, eo?"
Jongin menggeleng, ia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Myungsoo.
"Jangan, Jongin-ah. Hiks... Jika kau melakukan ini untuk kami, sebaiknya jangan hiks... Apa kau membenci kami? Apa kau marah hiks... Pada kami hingga memilih pergi bersama namja brengsek itu? Aku hiksー"
"Aniya, Luhan ge. Aku tak pernah sekalipun membenci ataupun marah pada saudaraku sendiri. Aku harus melakukannya meski tak ingin"
Jongin menyamai dirinya dengan Luhan yang memegang kaki kanannya erat.
"Aku pergi, jaga diri kalian baik-baik"
"KENAPA KAU BERKATA SEAKAN-AKAN KITA AKAN BERPISAH LAMA? Hiks..."
Chanyeol memekik, menatap Jongin tajam dengan mata yang terus mengalirkan krystal bening itu tanpa henti.
"Kajja, kita pergi"
Jongin berjalan menuju seorang namja cantik, yang terus berdiri di sebelah Myungsoo.
"Bodoh, kau bodoh Kris. Kalian semua juga bodoh hiks... Mengapa kau membiarkan adikmu di bawa mereka hiks..?"
Xiumin memukul dada Kris berulang kali, Chanyeol dan Sehun hanya terpaku melihat Jongin sudah tak ada dalam pengelihatan mereka.
"Ge, ada apa denganmu? Anak ituー"
PLAKK
Seluruh pasang mata melihat kearah Xiumin yang menampar pipi Lay keras, untuk pertama kali namja berpipi bakpao itu melayangkan pukulan.
"Dia adikmu, Yixing. Jangan pernah memanggilnya anak ini, anak itu karena dia adalah saudara kita"
PUKK
Chanyeol melempar map coklat itu ke hadapan Kris.
"Xiumin-ssi, Luhan-ssi, Baekhyun-ssi, sebaiknya kalian ikut dengan kami kerumah sakit"
Ketiga orang yang namanya disebut berusaha bangun, menyentak tangan saudara mereka yang berusaha membantu dan melangkahkan kakinya ke arah Donghae yang memanggil namanya.
"Sebaiknya kita pergi, Chanyeol, Sehun?"
Sehun hanya menggeleng lemah, memeluk boneka teddy bear berwarna coklat milik Jongin erat.
"Baiklah, kalau begitu"
Setelah hening untuk sementara, Chanyeol membuka suaranya dengan nada lirih.
"Sebaiknya kalian baca apa yang ada di map itu. Jika sikap kalian tak berubah, kalian bukanlah manusia"
_Flashback End_
DRRTT
Sehun yang tengah menjernihkan otaknya untuk berpikir, meraba handphone miliknya yang bergetar di saku celananya.
'Devil Calling'
Melihat nama yang tertera dilayar, ia memutuskan menggeser dan mendekatkan di telinganya.
"Yeobー"
"..."
PRANGG
"H-Hyung, Jongin hiks... Kita harus kerumah sakit"
Chanyeol yang mendengar nama adiknya di sebut, menatap Sehun bingung yang entah keberapa kali harus menangis hari ini namun kali ini disertai kepanikan.
"Jongin hiks... Dia kecelakaan saat menuju bandara hyung, hiks... kita harus cepat, jeball hiks.."
"M-MWO!?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC or END/?
Oke, Hyun mengaku salah #pundung
Chapter ini terlalu pendek dan aneh.
Hyun bikinnya ngebut, pen end disini tapi otak lagi buntu, maaf -_-
daaaann, Hyun punya kabar gembira, sesuai jumlah member EXO -dan selalu begitu-, Chapter 12 ff ini END :3
So, setelah ini Hyun akan fokus ke ff My Little Brother dan The Grief Lasts Winter, setelah itu Hyun hiatus dipertengahan cerita kedua ff itu Hahahaha :v
Thank for you review,
Mind to Review again? min 315, sip?
