Ansatsu Kyoushitsu © Matsui Yuusei

Sunset in My Purple

Manami membereskan gelas dan piring bekas cemilan mereka. Karma sudah pulang dari tadi. Manami pergi ke dapur untuk membuat makan malam. Ini sudah jam setengah 6, tetapi kedua orang tua dan Mbak Rara belum juga sampai ke rumah. Manami tersadar bahwa ternyata dari tadi dia hanya berduaan dengan Karma. Betapa malunya dia, mengingat hubungan mereka diawal tidak terlalu baik. Ya tapi sebenarnya Manami juga merasakan bahwa sebenarnya Karma bukanlah orang yang jahat. Manami tersenyum dengan tulus.

"Aku pulang" suara Kirara menggema di dalam rumah. Dia melepaskan sepatu dan menaruhnya di rak. "Uwahh asik Manami sudah mulai masak" sahut Kirara yang melihat Manami di dapur.

"Lagian Mbak Rara belum pulang-pulang. Kemana aja sih emangnya? Trus bantuin aku masak dong" gerutu Manami.

"Hmm aku habis belajar bareng Tera sama Ito. Kasian kan mereka kalau nilainya jelek juga. Iya-iya, aku ke kamar dulu deh bentar. Jangan ngambek gitu dong!"

"Kan sekarang harusnya giliran Mbak Rara!"

"Heheheh, iya bentar"

Suasana sore menjelang malam itupun terasa sangat menyenangkan bagi Manami. Mbak Rara membicarakan bagaimana mereka belajar bareng tadi, seperti biasa ramai dan tidak jelas.

"Ohh iya Manami, tadi Karma abis dari sini?" Kirara menanyakan hal tersebut karena memang dia tadi bertemu Karma dan menyapanya. Karma juga bilang dia habis belajar bareng sama Manami. Dia menanyakan hal ini lagi hanya untuk pembuka pertanyaan sebenarnya.

"Iya, kami habis belajar bareng matematika tadi" ucap Manami sambil menaruh wajan diatas kompor untuk menghangatkan makanan yang ada di dalam kulkas.

"Berarti kamu berduaan dong disini? Astaga Manami! Kamu udah mulai berani ya~" pancing Mbak Rara menggoda adiknya itu. Senang melihat wajah Manami bersemu merah sekarang.

"Bu-Bukan begitu Mbak. Jangan goda aku dong hmm" Manami langsung teringat momen saat dia menghabiskan waktu bersama dengan Karma tadi.

"Jadi… hubungan kamu sama Karma apa Manami?" Kirara bertanya tentang hal yang mengganggu pikirannya selama ini. "Waktu itu dia juga sempet pegang-pegang tangan kamu kan ya? Dia nganterin pas kamu pingsan juga" lanjut Kirara sambil menaruh piring diatas meja makan.

"Cuma temen kok Mbak. Beneran!" jawab Manami. "Tapi aku tidak tahu kenapa aku mikirin dia terus, kayak aku penasaran kenapa dia marahan sama temennya, kenapa dia sikapnya gak baik sama kak Asano, kenapa dia tiba-tiba baik sama aku" Manami melamun menatap wajah itu.

'Ahh nih bocah kayaknya udah mulai suka sama adiknya Asano' pikir Kirara singkat. "Terus, sukanya sama Asano atau adiknya Asano nih?" goda Kirara lagi.

"Apaan sih Mbak Rara gitu terus. Hmm dasar!" ucap Manami ngambek lalu meninggalkan Kirara yang hanya menertawakan sikap kanak-kanak Manami.

"Mbak juga jangan jadi temen terus sama Bang Tera!" teriak Manami dari dalam kamarnya.

"Dia beneran marah…"

.

.

.

-Minggu UTS-

Pagi ini Manami berangkat dengan Mbak Rara, Bang Ito dan Bang Tera. Hari yang cerah untuk hari pertama UTS mereka. Entah kenapa Manami terlihat gugup, dia juga merasa takut jikalau persiapannya kali ini kurang. Bagaimanapun juga Manami ingin membanggakan kedua orangtuanya, tidak ingin menjadi ekor di kelas. Lalu terlebih lagi dia pasti akan diejek oleh makhluk astral itu. Manami membayangkannya saja sudah tidak mau.

"Santai saja Manami, gagal di UTS tidak akan membuatmu mati" ucap Itona yang menyadari sikap aneh Manami.

"Tapi bang, ini UTS pertamaku di SMA"

"Hahaha, slow aja. Kalau jelek kan masih ada UAS" timpal Terasaka.

"Hmm. Benar itu. Ayok kita semangat Manami" ucap Kirara sambil tersenyum kepada Manami.

Perasaan Manami setidaknya menjadi lebih ringan karena ucapan mereka bertiga. Manami berpisah lalu berjalan sendiri menuju kelasnya. Kebanyakan teman-teman Manami yang lain sudah datang. Mereka datang lebih awal agar tidak telat dan kekurangan waktu pengerjaan soal ujian. Manami juga begitu.

Namun, setelah Manami mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kelas, tidak terlihat sosok makhluk astral berambut merah itu. Manami duduk dibangkunya yang ada di belakang. Pengaturan tempat duduk ujian berdasarkan no urut absen, dimulai dari depan.

Bapak guru pengawas sudah masuk dan bel sudah berbunyi. Manami penasaran kenapa Karma belum juga datang ke kelas.

"Ssstt, Kayano. Kamu tau Karma kemana?. Dia belum datang sampai sekarang" ucap Manami setengah berbisik kepada Kayano yang ada disebrang kanannya.

"Jangan khawatir Manami, Karma memang sudah kebiasaan datang setelah bel saat ujian. Heheh" ucap Kayano sambil tersenyum lebar. Dia senang mengetahui bahwa ternyata Manami khawatir pada Karma.

"Enak ya jadi orang pintar" gumam Manami sambil menatap pintu kelas.

.

.

.

Manami membereskan barang-barangnya setelah ujian berakhir. Setelah selesai membereskan matanya mencari sosok berambut merah yang duduk di paling depan. Dia sudah tidak ada dibangkunya. Manami bergegas keluar ruangan kelas untuk mencari Karma. Sebenarnya dari kemarin ada yang ingin dia bicarakan dengan cowo itu.

Manami melihatnya sudah ada di gerbang sekolah. Manami berlari sekuat tenaga untuk menghampirinya. Dia malu kalau harus berteriak saat banyak orang seperti ini.

"Ka-Karma tunggu!" ucap Manami sambil menarik baju bagian belakang Karma.

"Ohh, Manami. Gimana ujian sastra dan sejarahnya?" tanya Karma. Sekarang mereka berjalan berdua dengan santai.

"Aku bisa!. Mbak Rara udah ngajarin aku yang terbaik. Hehe" ucap Manami sambil tersenyum lebar. Pikiran Manami langsung menolak kenapa dia bersikap seperti itu di depan Karma. Manami merasakan ada yang aneh dengan perasaannya sendiri. Dia jadi lupa dengan tujuannya.

"Karma, sebenarnya aku ingin mengajakmu makan kue kesukaanmu. Sebagai janjiku karena kamu mau ngajarin matematika waktu itu" lanjut Manami kembali ke tujuan awal.

Langkah Karma terdiam. Dia menatap Manami dengan tatapan yang sulit diartikan, dan juga sepi.

"Kamu ingin membalas budi kan?" tanya Karma.

Manami hanya menggangguk, bingung dengan tatapan Karma yang sangat dingin siang ini.

"Aku sudah tidak ingin makan kue, gimana kalau Manami ikut aku, Kak Asano sama Kak Rio nanti jalan-jalan ke taman bermain habis UTS nanti?" lanjut Karma.

"Apakah aku tidak akan mengganggu kalian?" tanya Manami dengan raut muka yang masih menyiratkan kebingungan.

"Tidak, aku memang sengaja melakukannya" jawab Karma tersenyum tipis.

"Baiklah, dengan senang hati aku akan ikut" Manami tidak tahu kenapa dia akan sesenang ini bahwa tahu akan menghabiskan waktu untuk bersama Karma, Kak Asano dan Kak Rio. Sepertinya Manami sudah benar-benar menerima mereka dengan tulus.

Bersambung…


Astaga saya mengabaikan ff ini hampir 3 tahun. T_T

sebenarnya saya kangen juga dengan interaksi mereka disini, namun banyak hal yang terjadi di tahun-tahun yang lalu. saya jadi lupa sama mereka yang serialnya sudah tamat ini. T_T

saya meminta maaf sebesar-besarnya.

tetapi saya akan melanjutkan cerita ini, entah masih ada yang menunggunya atau tidak.

Terima kasih telah membaca.

Sampai jumpa^^