.: Author : DragonPhoenix96

.: Cast : Kris Wu Yifan,Park Chanyeol [ KrisYeol ]

.: Genre : Romance

.: Disclaimer :.

Para Uke Milik Seme(?) dan Mereka milik keluarga mereka masing masing dan Tuhan, Author hanya punya Alur Cerita FF ini yang yah…*silahkan nilai sendiri*

.: Warning :.

Typo yang mungkin bisa terjadi,mungkin ada yang sedikit OOC tanpa Author sadari, ,BoyXBoy, OneShot *push-up dance*, Drabble abal, Don't Like Don't Read

.

Don't be Silent Reader juseyo! :'(

*nangis meluk Chanyeol* *di bakar Kris*.

.

.

.

.

.

.

"Ada kemungkinan bisa menjadi thypus Kris….biarkan Chanyeol istirahat dulu…."

"Ah…begitu ya…",Kris menghela nafasnya panjang—seharusnya ia tidak terlalu lama diluar tadi tapi yah apa boleh…mereka terjebak hujan dan Kris kira jika ia dan Chanyeol tetap nekad menembus hujan sekalipun memakai pelindung sepertinya tetap sama saja.

"Kris…."

"Ya jie…",balas Kris pelan.

"Ah tak apa…aku pulang dulu arraseo…ah ya kalau Chanyeol demam lebih dari tiga hari telpon aku…oke…"

"Ne jie….Xiexie…"

Kris kembali ke dalam kamar dan duduk di samping Chanyeol yang tengah tertidur dengan dahi yang tertempel oleh plester demam saat ini—setelah ia mengantarkan jiejie-nya sampai gerbang Kost-nya dan Chanyeol.

"Chanyeol-ah mianhae…",gumam Kris pelan."Sweet dream…and get well soon…"

Chanyeol tak tahu sudah berapa lama ia tertidur tadi—matanya terbuka menatap langit langit kamar. Badannya benar benar lemas sesampainya mereka di kamar mereka berdua tadi dan tentu yang terakhir dia ingat adalah Kris yang menyuruhnya istirahat dan kemudian menelpon seseorang yang ia duga adalah Jessica Wu—kakak perempuan Kris yang ia tahu memang seorang dokter umum yang memang sudah praktek. Ah,badannya memang benar benar sedang payah akhir akhir ini…mungkin saja ini puncaknya…

Chanyeol terduduk ditempat tidur lalu memeluk sebuah boneka Rillakkuma yang tadi tergeletak di antara bantal miliknya dan bantal Kris,Ia tersenyum mengingat bagaimana ia dan Kris mendapatkan boneka itu dari stand permainan pada saat mereka merayakan Anniversary hubungan mereka beberapa hari yang lalu. Ketika mereka berdua berhasil mendapatkan 45 point dan Ia langsung memilih boneka yang kini ada di genggamannya—Rillakkuma yang tengah memegang sebuah naga berwarna hijau.

Ia melirik ke arah meja belajar Kris dan mendapati kekasihnya tengah mengerjakan sesuatu sembar menyumpal telinganya dengan headset yang tersambung dengan smartphone milik namja itu. Chanyeol bangun dengan perlahan dan mendekati Kris.

GRAB

Kris yang kaget langsung menoleh dan melepas salah satu headset-nya. "Chagi…kau tak istirahat hng ? atau kau sudah baikkan baby…"

"Unnhh…ani…masih sedikit pusing..",jawab Chanyeol pelan—sembari memeluk boneka Rillakkuma dan Kris semakin erat,"Aku hanya ingin mengerjakan tiket masuk praktikum ku saja…"

"Sudah ku kerjakan… tiket praktikum mikrobiologi kan ?",kata Kris

"Ah,kalau begitu kerjaan bagianku yang buat makalah saja…"

"Sudah kulanjutkan yang kau buat chan dan juga sudah langsung ku kirim ke Baekhyun…"

"Ya sudah aku mau mengerjakan laporan anatomiku kalau begitu…"

"Sudah ku print-kan….kau tinggal menyalin isinya dari laporanku…

Chanyeol terdiam—Kris mengelus rambut namja itu perlahan,"Ah…arraseo….mianhae Kris….aku merepotkanmu ya…"

Kris tak menjawab apapun—ia justru menarik Chanyeol dan mendudukkannya di kursi meja belajar Chanyeol yang berada di samping Kris. Ia lalu tersenyum tipis dan mengusak pelan rambut Chanyeol yang sudah agak lebih panjang seleher—yang baru Kris sadari—dan tentu saja membuat pipi namja yang bermarga Park itu bersemu merah.

"Kau tak perlu merasa begitu Chan….yang penting dirimu cukup istirahat saja…arraseo…",kata Kris lagi. Chanyeol hanya mengangguk pelan.

"Kajja….kita tidur…."

"E—Eh….sudah selesai ?",Tanya Chanyeol bingung.

Kris mengangguk—menggenggam tangan Chanyeol dan kemudian menarik-nya. Chanyeol yang masih bersemu merah hanya mengikuti kekasihnya tersebut."Baru saja tadi…yah,walaupun belum semua nya sih…"

"A—Ah…kalau gitu lanjutkan saja…tak apa…maafkan aku….",kata Chanyeol cepat.

"Kau minta maaf untuk apa huh? Tinggal sedikit ini…paling besok terkejar…tenang saja…"

"Unnn…a—aku…ah ta—tak apa…."

Kris hanya tersenyum tipis. Tiba tiba,ia menarik dagu Chanyeol dan mengecup serta sedikit melumat bibir Chanyeol. Yang dicium hanya memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya ke leher Kris,boneka Rillakkuma milik Chanyeol terjatuh ke atas lantai keramik kamar KrisYeol.

Kris mendekap erat badan hangat Chanyeol sementara lumatannya pada bibir Chanyeol kini telah berubah hanya menjadi kecupan ringan. Perlakuan Kris membuat Chanyeol merasa sedikit nyaman walaupun mungkin saja badannnya memang sedang tidak nyaman saat ini. Entahlah seandainya ia bisa menghentikan waktu, ia ingin menghentikan waktu demi menikmati moment moment seperti ini lebih lama bersama namja ini.

"Kajja…Istirahat nde…",kata Kris sembari mengelus pelan plester demam yang masih tertempel manis di dahi Chanyeol.

"Unnhhh….a—aku mau mandi dulu…"

"Kalau begitu…ayo mandi bareng…."

CTAK

"Tak mau…enak saja….dasar angry bird mesum…"

Kris hanya tertawa pelan—namun di dalam hatinya entah kenapa muncul suatu perasaan yakin kalau Chanyeol sudah membaik.'Mungkin Chanyeol hanya demam karena kurang istirahat…ah semoga saja…'

.

.

.

.

.

Yah,perasaan Kris memang terbukti saat ini. Chanyeol sudah seperti Chanyeol yang dulu ia tahu,setidaknya dalam hal nafsu makannya. Ia ingat kemarin sudah seharian Chaneol sama sekali tidak bernafsu sedikitpun untuk makan dan hanya minum jus jeruk saja. Tapi kali ini tampaknya nafsu makan kekasihnya kembali seperti semula walaupun Kris harus tetap menjaga dan tahu apa yang Chanyeol makan.

"Kau tak mau makan Kris ?",Tanya Chanyeol yang heran yang heran melihat Kris hanya mengamatinya makan sejak tadi.

"Tak apa apa…aku hanya ingin mengamatimu saat makan…",jawab Kris,"kau manis…."

BLUSH

Chanyeol benar benar merona saat ini dan malah memainkan sumpitnya di makanan yang ia beli, ia terlalu gugup untuk melanjutkan makannya saat ini entah mengapa.

"Da—Dasar gombal…",kata Chanyeol sembari kembali melanjutkan makannya agar semburat merah diwajahnya tidak semakin menjadi jadi—Kris yang melihat tingkah Chanyeol hanya tertawa pelan.

"Cepat habiskan Chanyeol-ah…kita masih ada praktikum nanti…"

"Aish…Arra….Arra…..toh sekarang juga masih bagian shift pertama kan ? masih banyak waktu Kris…kita kan shift kedua…"

"Ya…Ya…setidaknya sisakan waktu untuk belajar pre-test sayang…"

.

.

"Huwaaaaa….kenapa harus pengamatan jam enam soreeee~~",keluh Kris saat setelah praktikum selesai.

"Daripada jam setengah tujuh pagi…kau kan susah di bangunkan Kris…bahkan oleh kekasihmu sendiri…",Balas Baekhyun. Chanyeol dan Chen hanya tertawa pelan.

"Yak…aku kan hanya sesekali saja…bukannya kamu yang hampir tiap hari telat.."

"Ta-Tapi kalau untuk praktikum bisa kupaksakan kok…",balas Baekhyun lagi tak mau kalah.

Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat mereka berdua."Chan.."

"Hnn…"

Kris memeluk pinggang Chanyeol dengan sebelah tangannya setelah ia menjauh dari namja cerewet bernama Byun Baekhun tadi.

"Sudah membaik?",bisik Kris pelan. Chanyeol membalas menatap Kris sembari tersenyum.

"Iya…aku tak apa apa…"

"Maaf….mungkin ini gara gara aku sering pulang malam jadi..—"

CHU~

Chanyeol mengecup cepat bibir Kris—mencoba menenangkan pikiran Kris yang terus khawatir dengan keadaannya. Seulas senyuman tipis merekah dari bibir Chanyeol.

"Aku juga salah Kris…",kata Chanyeol," Aku tidak menjaga makanku dengan benar…karena itulah aku juga minta maaf chagi…"

"Ya…Get a Room please…"

"Siapa suruh ngedengerin…",balas Kris

"Makanya kau cari Seme atau yeoja saja sekalian byunbaek…",tambah Chen

"Kau juga sama Kim Chen pabo…."

"Aniya….aku sudah PDKT kok…",balas Chen santai.

"Jinjja…dengan siapa ?",tanya Chanyeol yang mewakili rasa terkejut teman satu geng-nya ( termasuk kekasihnya) itu.

"Ada deh…",jawab Chen"Bukan anak fakultas kita sih tapi masih dalam kampus yang sama kok…"

"Wah,berarti tinggal kau saja Baek…",ledek Kris

Baekhyun hanya meng-glare Kris dengan tajam. "Hei,Chen kapan kapan kita double date bagaimana ?",kata Kris mengalihkan dirinya dari tatapan Baekhyun.

"Haha…kurasa boleh….menarik tapi nanti ya kalau PDKT ku sukses…"

"Awas saja kalau kau tidak sukses..",tambah Baekhyun.

Chen menghiraukan kata kata Baekhyun dan malah melanjutkan perkataannya,"Nanti kurasa mengajak Baekhyun juga tak apa-apa Kris…kasihan kan sendirian…."

"Bilang saja kau mau menyuruhku menjadi obat nyamuk…huh….kalian berdua menyebalkan…",kata Baekhyun sembari meng-glare namja berwajah kotak itu. Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat kedua temannya itu.

.

.

.

.

.

"Chan…"

"Hnn…"

"aku mau keluar…kau mau titip apa ?"

"Unn…apa ya….",kata Chanyeol sembari mencoba memikirkan apa yang ia mau saat ini,"Unnhh…Apa saja…terserah saja deh…"

"Aku justru bingung kalau kau berkata begitu Chan…"

Chanyeol menghentikan pekerjaannya dan menghela nafasnya sembari berpikir. "Arra….Cappuchino Bubble Tea dan Takoyaki nde…"

"Kau baru sembuh dan malah meminta Bubble tea eoh ?"

Chanyeol menatapnya balik,"Kemarin marin…..siapa yang meminta Ice Cappuchino Latte di saat sakit ?"

SKAK MAT

"Ah yang waktu itu ya…."

"Yup…memangnya kapan lagi huh ?",kata Chanyeol sembari menahan tawa melihat reaksi Kris. Kris hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Kris menghela nafas-nya panjang," Baiklah…."

"Yaaayyy….gomapta Krissie…"

"Tapi ada syaratnya…",tambah Kris.

"Apa ?",Tanya Chanyeol dengan tatapan polos yang membuat Kris gemas melihatnya.

"Poppo…."

"Eh ?"

Kris menatap Chanyeol dengan penuh arti,"Jangan jangan pura pura tak mendengar,Wu Chanyeol…."

"Me—Mendengar apa ?"

Tanpa basa basi Kris langsung menarik dagu Chanyeol dan Mengecup serta melumat Bibir namja itu. Chanyeol yang awalnya terkejut secara spontan memejamkan matanya—pasrah—menikmati lumatan bibir Kris. Yah,sepertinya ini malah melebihi poppo bukan ?

Entah sudah berapa lama Kris dan Chanyeol melakukannya. Yang pasti, posisi Kris kini sudah menimpa Chanyeol dan dengan bibirnya yang masih bertautan dengan kekasihnya itu. Tangan Chanyeol meremas kaos yang Kris kenakan. Tautan mereka terlepas pada saat keduanya membutuhkan asupan oksigen.

Mata Chanyeol saling bertatapan dengan mata Kris. Deru nafas mereka berdua—berlomba mencari oksigen sebanyak banyaknya dan suara jarum jam yang terus berdetik menjadi latar mereka berdua. Kris tersenyum tipis dan Chanyeol bersemu merah di pipinya.

"Mesum….",kata Chanyeol yang memecah keheningan kamar itu,"Dasar…Angry Bird….Mesum…"

Kris tertawa pelan,"Tapi kau tampak menikmati-nya baby…."

"Itu lebih dari poppo…pabo…."

"Aku tahu…"

BUGH

Chanyeol menghaantam wajah Kris dengan bantal yang ada didekatnya tadi.

"Aww…."

"Itu untuk kemesumanmu Wu Yifan….",kata Chanyeol dengan nada jahil.

"kau mau ku hukum karena memukul wajah tampanku ini baby…"

"Yak…mulai lagi….",kata Chanyeol,"Aku lapar Kris…cepat belikan takoyaki…"

Chanyeol mendorong Kris dari atas tubuhnya. Kris hanya tertawa.

"Apa ?"

Kris melangkahkan kakinya ke pintu kamar mereka,"Kau itu kalau sudah lapar seperti yeoja saja ya…"

"Yak Kris….Sialan…."

Kris tertawa dan menutup pintu. Chanyeol menggelengkan kepala-nya pelan.

.

.

.

.

The End

(Or Maybe Not ? )

.

.

.

.

.