AUTHOR : LEE EUN SAN

TITLE : I THINK I'M IN LOVE

GENRE : ROMANCE, DRAMA

LENGTH : CHAPTERED (?)

MAIN CAST :

*KIM JONGIN / KAI

*DO KYUNGSOO / DO

*AND THE OTHERS….

DISCLAIMERS

Semua tokoh yang main disini bukan punya aku, aku Cuma pinjem nama-nama mereka aja. selebihnya mereka milik diri mereka sendiri, keluarga dan tuhan YME.

Olla semuanya,,, apa kabar? Mian aku lama ngilang...

sesuai janji aku ama fanoy, aku lanjutin cerita ini sebagai hadiah buat dia.

tetep semangat ya, saeng dan ini janji eon buat kamu.

happy reading...! (^^)

Jongin menoleh dan mendapati seorang pemuda asing yang lebih tinggi darinya sedang berdiri sambil menatapnya. "I found you!" katanya senang.

Keningnya mengerut bingung. "apa maksudnya?"

"hai, miss. He's here. Your partner is here." Katanya pada entah siap jongin tak tahu.

Mata jongin membulat saat melihat orang yang dipanggil itu adalah kyungsoo, istrinya.

"hhhh! Mati saja kau kim jongin!

.

.

.

Jongin cemas bukan main. Wajahnya tak ubahnya seorang pencuri yang ketahuan oleh pemilik rumah. Wajahnya menegang dan beberapa bulir keringat menetes dipelipisnya.

"astaga tuhan! Kumohon bantulah aku!" doanya dalam hati.

Dia melihat sosok kyungsoo makin mendekat padanya. Gadis mungil yang menyandang perdikat sebagai istrinya itu berjalan santai menuju kearahnya.

"eung.. hi!" sapa kyungsoo kaku.

Jongin balas tersenyum tak kalah cangung. "hh..hai.." katanya.

"you have the same number like mine, don't you?" Tanya kyungsoo ragu.

"eung.. i..i'm not really sure. What is your number by the way.." kata jongin berusaha senormal mungkin.

"eehhmm,, my number is 13, and you?" jawab kyungsoo.

Jongin melihat sekilas kertas yang ada di tangannya. "astaga, ini pasti bercanda." Batinya saat ia melihat kertas yang dipengangnya menunjukkan angka yang persis sama.

Jongin tertawa aneh. "haha.. kita punya nomer yang sama." Jawabnya dengan bahasa korea.

Kyungsoo sedikit terkejut saat melihat jongin menggunakan bahasa korea. "eh? Kau bisa bahasa korea? Apa kau orang korea?" tanyannya.

"eum,, begitulah."

"wah.. benarkah? Kebetulan sekali kalau begitu. Ahh,, akhirnya aku mendapat teman orang korea juga." Kyungsoo terlihat begitu lega. Wajahnya berseri dan jongin suka itu.

"hehheeh,, aku juga senang bisa bertemu denganmu, nona…" jongin sengaja menggantung kalimatnya.

"kyungsoo," potong kyungsoo.

"eh? Kyungsoo?" kata jongin sambil melihat kyungsoo yang mengangguk pelan.

"hanya kyungsoo?" pancingnya lagi.

Kening kyungsoo mengkerut

"ah,, maksudku apa margamu, bukankah semua orang korea memiliki marga di depan namaya." Jawab jongin santai.

Mendengar pertanyaan jongin membuat wajah kyungsoo berubah. "ah, itu. Eum,, aku seorang kim." Jawab kyungsoo.

Dalam hati jongin ingin berteriak senang karena kyungsoo memakai nama keluarganya. "ah,, kim kyungsoo nama yang cantik, sepertimu.." goda jongin.

Kyungsoo mencebikkan bibir tebalnya lucu. "tsskk,, dasar perayu.." decihnya

Jongin terkekeh melihat tingkah kyungsoo.

"oh iya, aku lupa. Siapa namamu?"

"aku?" jawab jongin bodoh.

Kyungsoo memutar matanya bosan. "tentu saja? Siapa lagi kalau bukan kau tuan,, hhaiih.."

"eum,,namaku ya.. itu.. namaku.."

Kyungsoo memandang jongin heran. "kau ini kenapa? menyebutkan namamu sendiri saja begitu sulit eoh?" keluhnya

"namaku,, kai." Jawab jongin akhirnya.

Sekali lagi kening kyungsoo mengkerut "kai?" ulangnya.

Jongin mengangguk. "uhum,, ada yang aneh?" Tanya jongin balik.

Kyungsoo menggeleng pelan. "aniyo.. hanya saja nama itu terdengar seperti bukan nama orang korea." Jawabnya jujur.

"ah,, iya. Itu nama pangilanku saat aku di jepang. Aku menyukainya jadi aku lebih suka dipanggil kai mulai saat itu." Jawab jongin asal. Padahal dia juga tak tahu kenapa dia bisa menyebut nama kai untuk dirinya.

"ahh,, jadi begitu. Baiklah.. kalau begitu, senang berkenalan denganmu kai-ssi." Kata kyungsoo sambil membungkukkan badannya sedikit.

Jongin balas membungkuk sekilas. "ne,,, senang berkenalan denganmu nona kim-ssi."

.

.

.

setelah acara perkenalan singkat nan kaku awalnya, kini keduanya mulai terlihat nyaman. diluar dugaan kyungsoo ternyata pemuda bernama kai itu sangat pandai menari.

"waahh.. kau hebat kai-ssi.'' pujinya sambil bertepuk tangan heboh.

jongin menggusak rambut belakangnya sambil tersenyum kikuk. "ah.. kau hanya terlalu memujiku kyungsoo-ssi. aku asal-asalan tadi." balas jongin sambil menahan senyumnya.

sungguh jika bisa jongin menggambarkan apa yang ia rasakan di hatinya sekarang maka kata bahagia tidaklah cukup. melihat istri yang dicintainya menatapnya penuh kekaguman dan pemujaan seolah mampu menggantikan segala hal terindah yang ada di dunia jongin selama ini.

kyungsoo tampak memberenggut tak setuju. "apa yang kau sebut asal-asaln eoh. gerakanmu tadi nyaris sempurna kai-ssi. aku bahkan belum sanggup menghafal gerakan yang tadi instruktur ajarkan. tapi lihatlah kau sudah hmpir mengusainya dalam sekejap. waahhh kau jjang! daebak!" pujinya lagi

jongin sekali lagi menggulum senyumnya. "benarkah? aku senang jika kau menyukainya."

lalu keduanya kembali berlatih sesuai tuntunan instruktur mereka.

dua jam waktu latihan terasa bagai dua menit bagi jongin. dia sudah mendengar instrukturnya mengucapkan salam perpisahan sebelum benar-benar mengakhiri sesi latihan pertama mereka hari ini.

"hari ini sungguh menyenagkan,kai-ssi. benarkan?" tanya kyungsoo

jongin mengangguk. "ya,, apa lagi aku mendapat partner menari sepertimu." godanya.

kyungsoo mencebikkan bibir seksinya "tsskk,, kurangilah kebiasaanmu merayuku tuan. aku bukan gadis yang bisa kau rayu, asal kau tahu."

jongin menatap kyungsoo. "eoh? benarkah? apa yang membuatmu tidak available, nona?" katanya sarkastik

kyungsoo tergelak mendengar komentar kai tentangnya. "yah pokoknya jangan coba merayuku saja. aku bukan dalam masa bisa menjalin kedekatan dengan lawan jenis lebih dari sekedar teman." jawabnya kalem.

jongin mengaguk paham. "ah.. kau sudah punya pacar ya?" selanya lagi

"tsskk,, kau mau tau sekali eoh. sudahlah tak usah membahasnya lebih jauh. sampai jumpa minggu depan kai-ssi." kata kyungsoo lalu melenggang pergi meninggalkan jongin yang masih setia memandangi punggung kyungsoo yang semakin menjauh.

"sekali lagi kau membuatku makin mencintaimu, sayang.." batinya.

jongin sedang jauh dalam khayalannya saat ia merasakan sebuah tepukan di bahunya. jongin menoleh dan mendapati sam instrukturnya tersenyum ramah padanya

"hai, bro! i saw your dance and it was georgeous..! are you sure you are an amateur?"

jongin tersenyum tipis "yes, i am. dance is just has a small part for my intention." jawabnya

"have you ever dance before?" tanyanya lagi

jongin mengangguk "yeah,, i think i learnd dance when i was in junior high school."

"waah.. well i think you have talentd in dancing brother. ok i wish you will improve your dance skill here, ok! katamya cerah.

"yeah thank," balas jongin

.

.

jongin harus setengah berlari menyusuri lorong apartementnya saat ia sadar jam sudah menunjukan angka 7. ini jam wajibnya sampai rumah. dengan sedikit terengah dia mencoba membuka kunci rumahnya.

"piipp.." bunyi pintu terbuka membuat nafasnya semakin teratur. sambil seskali menghembuskan nafanya gugup jongin masuk kedalam rumahnya.

"aku pulang.." katanya lalu melepas sepatunya dan berganti sandal rumah berwarna hitam.

"selamat datang.." suara lembut kyungsoo menyentakkan jongin.

ia mendongak dan mendapati istrinya menyambut kepulangannya. kalian ingat menyambutnya.

jongin melongo sejenak. ia sungguh dibuat terkejut sekarang. ini benar kyungsoo kan? gadis yang dinikahinya setengah tahun yang lalu? oh jika benar pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.

kyungsoo mengernyit "wae?" kata kyungsoo lagi

jongin menggeleng bodoh "aniyo, aku hanya sedikit...err.. terkejut mungkin?" jawabnya

"oh.. baiklah.. mulai sekarang aku akan berusaha menyambutmu seperti ini." jawabnya masih dengan senyum cantik di bibir seksinya.

demi tuhan jongin masih ingat benar bagaimana rasa manis bibir itu di bibirnya. lembut,lumer dan penuh pesona.

"eoh,, emm.. baiklah, terdengar menarik. tapi kenapa?"

kyungsoo mengendikan bahunya ringan, "eobseo, hanya ini yang bisa kau lakukan untukmu. kau sudah telalu banyak memberiku. jadi kurasa sudah saatnya aku memberikanmu sesuatu. yaahh. mungkin dengan begini aku bisa sedikit merasa lebih baik." katanya panjang

jongin hanya mengedipkan matanya bingung . "eoh.. baiklah.. lakukan apa yang kau suka. soo -ya.." jawab jongin sambil tersenyum.

melihat senyum jongin kali ini entah kenapa ada getaran aneh dalam hati kyungsoo. "aku kenapa?" tanyanya bingung.

"eemm. baiklah...sebaiknya kau mandi, aku sedang memasak makan malam." kata kyungsoo mencoba mengalihkan pikirannya kembali.

"eum,, baiklah nyonya.!"seru jongin lucu lalu melangkah menuju kamarnya.

saat jongin menghilang kyungsoo meraba jatungnya yang tiba-tiba menghangat. "ada apa ini?"

tak berapa lama keduanya sudah duduk manis di meja makan minimalis mereka.

"apa ada yang istimewa?" pancing jongin

kyungsoo tersenyum cerah lalu mengangguk antusias. "eung..." jawabnya.

"melihat reaksimu kurasa kau melewati hari ini dengan penuh suka cita. apa kelas menarimu itu penyebabnya?" kata jongin lagi.

lagi-lagi kyungsoo mengangguk. "uhum..kau tahu jongin, aku rasa aku akan menambahkan menari pada daftar hal yang aku sukai mulai saat ini." katanya dengan semangat berkorbar di matanya.

"wooow.. kau terlihat penuh semangat nyonya kim."

"tentu saja, jongin-ah. menari itu sungguh menyenagkan. kapan-kapan kau harus mencobanya."sahut kyungsoo.

"dia bahkan tak menolak aku memanggilnya nyonya kim," batin jongin senang.

"well,, kurasa menari bukan passion ku. aku lebih suka bergelung dengan file-file menumpuk dimejaku yang seolah memanggiku untuk segera menyelesaikannya." katanya sambil menyuapkan sesendok lagi nasi dan sup kimchi pedas kesukaannya.

"yeah,, baiklah mister sok sibuk,, aku tak bisa memaksamu untuk itu." lalu keduanya melanjutkan acara makan mereka sambil sesekali bercanda.

.

.

tanpa terasa hari berlalu begitu cepat, tak terasa sudah hampir satu bulan jongin menjalankan peran gandanya menjadi si tampan dan memepesona kai di waktu siang dan menjadi kim jongin si tuan sibuk di malam harinya. kehidupan dua alam itu ia lalui tanpa mengeluh sedikitpun. bahkan dia cenderung menikmatinya. namun kali ini jongin harus sedikit kepayahan mengatasi rutinitasnya. ada sebuah rapat penting yang harus ia hadiri sedangkan sedari tadi kyungsoo sudah merecokinya dengan panggilan-panggila telpon.

"benarkah kau akan meninggalkan rapat ini jongin-ah? kau yakin?" tanya sehun yang sedang duduk santai di depan jongin.

jongin mnegerang kesal. "demi tuhan singkirkan wajah menyebalkanmu itu oh sehun! jika kau hanya ingin membuatku semakin pusing kusarankan kau angkat kaki.." ketusnya.

bukanya marah sehun justru tergelak puas. oh ayolah melihat sahabatnya yang terkenal dingin dan teratur berubah menjadi pribadi sembrono dan awut-awutan adalah kesenangan tersendiri untuknya.

"calm down Mr. Kim." jawab sehun kalem

jongin memandang sehun sengit. "santai kepalamu!" semburnya sambil mencoba menandatangani berkas-berkas yang berhasil ia baca.

sehun semakin tergelak. "ahahha,, kau terliat kacau dude!"

jongin hanya mendengus. " go to hell oh sehun!" umpatnya jengkel.

sehun mengatur nafanya yang tersengal akibat terlalu heboh tertawa."sini biar aku saja yang urus masalah ini. kau pergi saja sana." katanya sambil merapikan berkas-berkas ang tadi jongin sebar di mejanya.

mata jongin melebar. "benarkah? kau akan menanganinya tuan oh?" taya jongin

sehun hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan. "eoh.."

jongin memekik senang. "oh sehun kau yang terbaik!"

"yaeh.. i'am.." jawab sehun datar seperti biasa.

jongin segera melihat arlojinya sekali lagi. "demi tuhan kenapa hari ini jam cepat sekali eoh?" keluhnyua kesal.

"bukan jam yang seharusnya kau salahkan bodoh! tapi kelambatanmu dalam menangani masalah. tsskk,, dari mana asalnya orang bodoh sepertimu ini kkamjong!" sungut sehun

jongin mencebiiakn bibirnya kearah sehun. "apapun katamu oh! aku tak bisa lebih lama lagi disni . aku harus pergi sekarang!" kata jongin lalu meraih jasnya dan setengah berlari menuju pintu.

"kau tak bisa terus seperti ini jongin ah. akan tiba saatnya kau harus membuatnya memilih." seru sehun.

langkah jongin terhenti. ia tahu benar ke arah mana omongan sehun. ya, dia tahu tapi dia belum siap kehilangan semua momen bahagianya bersama kyungsoo. tidak sekarang.

"arrata." jawabnya datar lalu melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

.

.

.

kyungsoo menghentakkan kakinya kesal. sudah hampir satu jam ia menunggu kai namun tak sedikitpun ia melihat batang hidung pemuda yang menjadi partenr dancenya itu sekarang.

"hhiishh! awas kalau kau datang! habis kau hitam!" rutuk kyungsoo kesal.

"puuk.."

"hosh..hosh..hosh.. kyungsoo,,ahh,, hosh,. hosh.." jongin berusaha mengatur nafasnya yang tersengal.

"yak! neo! jeongmal! kau tau sudah berapa lama aku menungumu disni eoh?"

"hosh,, hosh.. arrayo. mianhe.. tadi ada hal yang harus aku selesaikan."

"tsskk,, kau menyebalkan,"

"aku tahu, sekali lagi maafkan aku, ne. ah,, sebagai permintaan maaf aku akan mentraktirmu es krim, bagaimana?" rayu jongin.

"tssk,, kau fikir aku anak kecil. ahh sudahlah ayo masuk."

kyungsoo mendahului jongin masuk kedalam gedung tempat mereka biasa menari. hari ini adalah kelas bebas. jadi banyak murid lain yang berkeliaran didalam gedung sambil berlatih.

"kau sudah dapat lagu untuk kita kai-ah?" kata kyungsoo

"eung,, ada tapi aku butuh saranmu. ini couple dance. jadi kurasa aku juga butuh pendapatmu." jawab jongin.

kyungsoo mengangguk. "baiklah, mari kita coba."

keduanya memasuki salah satu ruangan kelas yang kosong. "aku akan ganti baju sebentar, kau mulailah pemanasan lebih dulu,eoh." kata kyungsoo.

jongin mengangguk. "eoh,,"

jongin melepas jaketnya lalu mengambil sebuah ipod dang menghubungkannya dengan sound system. dia mencari lagu yang sudah ia persiapkan sebelumya.

"sudah siap?" sapa kyungsoo yang sudah berganti kostum

jongin mengangguk lalu tersenyum kecil.

"eum,, aku akan menunjukan beberapa gerakan yang aku buat, kau lihatlah."kata kai aka jongin.

kyungsoo mengangguk "arrata!"

tak lama musik mengalun lembut

what would i do without your smart mouth?

drawing me in, and you kicking me out.

you've got my head spinning, no kidding i can't pin you down.

what's going on in that beautiful mind.

i'm your magical mystery ride.

and i'm so dizzy, don't know what hit me, but i'll be allright.

kyungsoo nyaris tak bisa berkedip melihat setiap gerakan lembut sarat makna yang jongin tunjukkan di depan matanya. eoh, demi tuhan dia seolah mampu merasakan setiap makna dari gerakan jongin.

my head under water and i'm breathing fine.

your crazy and i'm out of my mind

cause all of me

loves all of you

love your curves and all your edges

all your perfect imperfections

so give your all to me

i give my all to you

you're my end and my begining

even when i lose i'm winning

couse i give you all of me

and you give me all of you.

(john legend, all of me)

jongin menari dengan indah. lembut kuat dan sarat makna dalam setiap gerakannya. seolah ia hendak mengungkapkan setiap kata yang tak mampu ia ucapkan lewat bibirnya. tarian seolah mewakili segala resah dan cinta yang ia pendam untuk istrinya. dengan menari seolah sebagian beban jongin mendadak menghilang. cinta sepihak memang selalu melelahkan dan jongin telah membuktikanya.

"bagaimana?" mendadak jongin mengehentikan taraianya

kyungsoo setengah tergagap. "eoh.. eung... bagus..ah ani,, lebih dari bagus tadi itu sunguh menakjubkan kai-ah. wah,, aku bahkan tak bisa mengatakan hal yang benar sekarang. kau menari dengna indah." jawab kyungsoo jujur.

"senang mendengarnya. jadi mau ikut mencoba menari bersamaku?" jongin mengulurkan tangannya kearah kyungsoo.

meski ragu ia meraih tangan kekar itu perlahan. kali ini ada yag lain yang kyungsoo rasakan saat ia berdekatan dengan kai atau jongin. ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya namun ia tak tahu itu apa.

ia merasa nyaman dengan kai, tapi disisi lain ia juga merasa ia bersalah.

"lepaskan semua bebanmu kyungie ya.. lepaskan semua dan cobalah menari dengan hatimu. biarkan hatimu yang memilih.. bebaskan semuanya.. dan menarilah bersamaku.." kata kai lembut sambil memamerkan senyuman indah yang entah sejak kapan membuat kyungsoo terpana.

kyungsoo mengehela nafasnya berat lalu memejamkan matanya sesaat. benar kata kai. dia harus merasa bebas, dia harus lepas.

dia membuka matanya tak lama kemudian dan tersenyum. "baiklah ayo menari kai-ah..."

jongin mulai menuntun kyungsoo bersamanya. meliukan tubuh indah itu dalam dekapan lembutnya. dan sepertinya kyungsoopun menikmatinya.

keduanya menari dalam diam, hanya tatapan mata dan gerakan intens yang mewakili setiap detail kata yang ingin mereka ucapka namun mereka pendam dalam-dalam.

"kai,, apa yang harus aku lakukan padamu?"

jongin memutar tubuh kyungsoo dan mendekapnya erat. "apakah aku harus selamanhya menjadi kai baru kau akan menerimaku baby soo.." ucapnya sedih.

lagi kyungsoo menari mengikuti irama lembut. dia menutari jongin dan menari lagi. sampai akhirnya musik berhenti dengan ending kai meraih wajah kyungsoo dan menciumnya.

TBC

annyeong,,, mian reader deul,,,,

aku baru bisa muncul setelah sekian lama. sumpah demi apa gak enak juga harus hiatus lama-lama.

tapi apa boleh buat ini pilihan yang berat.

aku gak bisa janji banyak bakalan cepet update, soalanya sekarang aku sedang dalam masa sibuk. okelah, cukup cuap cuap author abalnya. semoga kalain suka dengan lanjutanya dan jangan lupa repiunya ditunggu.