A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


Chapter 9 : Festival Olahraga bagian 2

"Temari?"

Akhirnya Shikamaru berhasil mengucapkan nama gadis yang tengah tersenyum di hadapannya ini.

Gadis itu tersenyum kian lebar lalu mengangguk. "Ku kira kamu tidak akan mengingatku Shika.." Kata Temari.

Ino mengutuk Temari dalam hatinya. 'Mana mungkin dia melupakanmu?!' Batin Ino.

Ino memandang kesal ke arah Temari. Lagi-lagi orang yang paling ia ingin singkirkan malah datang kembali.

Shikamaru menggeleng. "Mana mungkin aku lupa?" Kata Shika. Senyum dan kepercayaan diri Temari kian meningkat dengan penuturan Shikamaru tadi dan Ino pun semakin kesal. 'Cih, harusnya kamu jangan membuatnya besar kepala Shika..' Batin Ino.

Temari terkekeh. "Bagaimana kabarmu Shika?" Tanya Temari dengan senyuman manis di wajahnya.

"Baik, bagaimana denganmu?" Kata Shikamaru.

Mengetahui keberadaannya tidak di anggap, Ino ingin melangkah pergi bersama Sakura tapi sayangnya langkahnya terhenti saat Temari memanggilnya.

"Dia Yamanaka Ino kan?" Tanya Temari.

"..."

Sakura memandangi wajah Ino dengan heran. Sedari tadi belum ada respon yang Ino berikan atas panggilan dari Temari.

"Ino, dia memanggilmu.." Bisik Sakura.

Ino terlonjak kaget. Ino berusaha memasang senyuman manis. "Iya, apa kabar Temari?" Tanya Ino.

Temari tersenyum. "Aku baik, bagaimana dengan mu Ino?" Kata Temari.

"Seperti yang terlihat, aku sangat baik.." Kata Ino.

"Ya, ku lihat begitu tapi ku harap cukup untuk memenuhi janji 1 tahun yang lalu, benarkan Shika?" Tanya Temari dan kini sedang menatap laki-laki yang berdiri di samping Sasuke.

Shika mengernyit bingung. Janji? 1 tahun yang lalu? "Apa maksudmu?" Tanya Shika. Untuk saat ini Shikamaru lebih memilih pura-pura bodoh saja. Menjadi jenius malah akan membuat masalah baru.

"Kamu lupa? Ya sudah, akan ku buat kalian mengingatnya perlahan-lahan.." Senyum Temari. Entah kenapa Sakura tidak menyukai senyuman Temari itu dan begitu pun Sasuke, meskipun Sasuke sering tersenyum misterius tapi kali ini pangeran kita juga tidak suka dengan senyuman Temari itu.

"Aku benci melihat senyuman itu pig.." Bisik Sakura dan Ino mengangguk setuju. "Apalagi aku forehead.." Lirih Ino.

"Akhh, kamu Akatsuna Sakura ya?" Kata Temari dan baru menyadari kehadiran Sakura setelah sekian lama.

Temari berjalan selangkah mendekati Sakura lalu senyumannya kian lebar. "Kamu lebih manis dari yang sering aku dengar.." Kata Temari.

Sakura melangkah mundur. Entah kenapa, dia tidak ingin (enggan) untuk dekat-dekat dengan seorang gadis yang membuat sahabatnya terlihat sedih. Memang Ino belum mengatakan apapun dan sedari tadi Ino tersenyum, tapi Sakura tau kalau sebenarnya Ino terlihat cemas, takut dan sedih. Bukan sahabat kan kalau tidak tau hal sekecil itu?

"Hmm.. Begitulah.." Senyum Sakura.

Temari terkekeh. "Tenang saja, aku tidak akan memakanmu. Tidak usah takut.." Kata Temari.

Sakura tersenyum canggung.

"Aku tidak mungkin melukaimu jika di sana ada seseorang yang sudah siap menerkamku.." Tambah Temari dan menunjuk Sasuke dengan dagunya.

"Maksudmu aku?" Kata Sasuke tersinggung.

"Siapa lagi? Aku tidak melanggar peraturan bodohmu Uchiha-san.." Kata Temari.

"Hn.."

"Sebenarnya ada urusan apa kamu kemari? To the point saja.." Kata Ino. Gadis Yamanaka ini tidak suka akan keberadaan Temari yang berlama-lama.

"Ya, aku juga malas harus berbasa-basi, langsung saja.." Kata Temari.

Dengan senyuman menantang dan rasa percaya diri gadis berkuncir empat itu mengatakannya. Membuat Ino dan Shika langsung menengang. Setelah mengatakan itu dan tersenyum sinis, Temari langsung pergi.

Sakura langsung mendekati Ino dan memeluk sahabatnya itu. "Ada apa Ino? Kenapa ketakutan?" Tanya Sakura. Ino menggeleng tapi tubuhnya masih gemetaran.

"Hei, tuan malas, kamu kenapa?" Tanya Sasuke. Rupanya Uchiha bungsu ini khawatir juga dengan ekspresi bengong Shika.

Shika menggeleng lalu menghampiri Ino. "Biar aku yang menjaganya.." Kata Shika dan memeluk Ino.

Sakura mengangguk, membiarkan Shikamaru menenangkan Ino. Sasuke langsung merangkul kekasihnya menjauh, Sasuke memang tidak tau apa yang sedang terjadi tapi yang pasti, sekarang ini Shikamaru dan Ino butuh waktu untuk berdua.

Di sisi lain, Naruto menatap Hinata dengan wajah cemas. Kata dokter yang menjaga UKS, Hinata baik-baik saja, tapi hal itu tidak membantu sama sekali. Malah membuat Naruto khawatir, jika Hinata baik-baik saja, kenapa gadis itu bisa pingsan.

Neji yang duduk di sisi lain dari ranjang Hinata hanya bisa membuang nafas. Neji hapal betul tingkah dan kelakuan Hinata dan jika kelakuan Hinata seperti ini berarti ...

"Nnggg.."

Naruto mendongkak dan langsung melihat Hinata. "Hinata, kamu baik-baik saja?" Tanya Naruto.

Blush

Hinata blushing tingkat akut. Di tatap oleh Naruto dari jarak sedekat ini membuat dadanya sesak. Matanya hendak menutup lagi tapi rasa hangat yang menjalar di pipinya membuatnya melotot kaget.

"Jangan tutup matamu.." Kata Naruto dan memengangi pipi Hinata.

"Na-Naruto.. Aku ba-baik, tidak u-usah khawatir.." Gugup Hinata.

Naruto masih kekeh memengangi pipi Hinata. "Aku tidak percaya, wajahmu saja merah sekali. Pasti ada yang salah. Biar di periksa.." Kata Naruto.

Neji pun angkat bicara. "Sudah Naruto dia baik-baik saja, tidak usah khawatir.." Kata Neji.

"Tapi.."

"Aku baik-baik saja Na-Naruto.." Kata Hinata memotong kalimat Naruto.

Naruto menghela nafas. Lalu memberikan cengirang khasnya. "Syukurlah. Kamu membuatku khawatir saja Hinata.." Kata Naruto dan mengelus pipi Hinata.

Blush

"Waaa.. Oi..oi.. Astaga, Hinata kenapa kamu menutup mata? Oi.. Hinata.. Neji, bagaimana ini?" Panik Naruto.

Neji menghela nafas dan mengangkat bahu. Naruto masih panik dan heboh sendiri. Mata lavendernya melihat ke arah Hinata yang tertidur dengan wajah merah tingkat akut, lalu dia tersenyum tipis. 'Anda menyukainya?' Batin Neji.

.

.

Jam istirahat pun tiba. Sakura berjalan menuju lantai 2 seorang diri. Jika kalian tanya ke mana sosok Ino, tanyakanlah pada Shikamaru yang entah bagaimana juga menghilang dan alhasil Sakura harus datang seorang diri. Biasanya Sasuke atau Naruto yang akan menemani gadis manis itu bukan? Tapi untuk saat ini, Sasuke sendiri juga harus datang ke pertemuan osis sedangkan Naruto sedang bersama Lee mengurus lomba dodge ball.

Sreg

Sakura mundur beberapa langkah saat beberapa seniornya keluar dari ruang kelas yang bertuliskan 11B, senior perempuan berhenti di hadapan Sakura lalu menatap Sakura lama.

Sakura yang risih di tatap intens seperti itu mulai gugup. "Kenapa melihatku seperti itu?" Tanya Sakura.

"..."

Seniornya yang berambut merah panjang dengan gaya aneh (menurut Sakura) masih tetap menatap Sakura dalam diam.

"Karin, kamu melupakan kaca matamu.."

"Akh, terimakasih.."

Gadis berambut merah itu pun memakai kaca matanya dan kembali melihat Sakura. "Akh, pantas saja wajahmu terlihat familiar.."

Sakura mengernyit bingung. "Dia susah melihat tanpa batuan kaca mata.." Kata laki-laki di sebelah gadis berambut merah itu.

"Apa tadi dia menatapmu dengan mata menyeramkan?" Goda laki-laki itu dan mendapat tonjokan dari gadis merah itu.

"Berisik kau Suigetsu, pergi sana.."

Laki-laki itu tertawa dan berjalan menjauh. "Maaf Karin, tidak usah semarah itu.."

"Ano.. Maaf, aku ada urusan di dalam.." Kata Sakura. Dia sudah tidak betah kalau harus berhadapan dengan gadis merah yang bernama Karin ini.

Karin memberikan jalan untuk Sakura agar gadis merah muda itu bisa masuk ke dalam ruang kelas 11B. Mata emerald Sakura melihat sosok Gaara bersama beberapa teman-temannya. Oh, baiklah Sakura baru sadar kalau dia satu-satunya junior di dalam kelas ini.

Gaara yang menydari kehadiran Sakura langsung menghampiri gadis itu. "Sakura, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Gaara.

Sakura menoleh, hendak menjawab tapi bibirnya kaku susah untuk di gerakkan.

"Kan ada pertemuan untuk membahas lari estafet.."

"Iya Gaara, pemainnya kan gabungan dari 11B dan 10B.."

Gaara mengangguk mengerti. "Pasti kamu lupa kan Gaara?"

Gaara mendecih, menatap teman-temannya tajam dan hanya di balas tawaan oleh teman-temannya itu.

"Sudahlah, kita percepat saja.." Kata seorang gadis yang muncul dari balik gerombolan anak-anak yang sedang tertawa.

Seorang gadis dengan rambut kuning yang mencolok berjalan mendekati Sakura. Rambutnya di kuncir satu dan gadis itu berjalan dengan anggun nan gemulai.

Gaara mengangguk setuju. "Sakura, duduk dulu.." Kata Gaara.

Sakura mengangguk lalu memilih duduk sendirian di bangku depan barisan tengah-tengah.

"Hah? Juniornya hanya kamu?" Tanya gadis kuning itu.

Sakura menggeleng. "Teman saya, sedang ada urusan. Tidak bisa hadir.." Bohong Sakura. Tentu saja. Alasan yang sebenarnya kan Ino hilang di culik Shika.

Gadis itu mengangguk mengerti. "Baiklah, namaku adalah Naruko, Ini Karin, itu Gaara, lalu Kimimaro dan yang itu pasti kamu kenal.."

Sakura menoleh dan mengikuti arah yang di tunjuk oleh Naruto. Terlihat seorang laki-laki tengah tersenyum lembut ke arahnya. Sakura tersenyum lalu mengangguk "Juugo.."

"Hai Sakura, mana Sasuke?" Tanya Juugo.

"Sudahlah, nanti saja kalian ngobrolnya.." Kata Naruko.

"Ya, lanjutkan kapten.." Kata Juugo.

Naruko memutar bola matanya dan kembali melanjutkan penjelasannya. "Karena perwakilan dari kelas kamu hanya 2 orang, berarti perwakilan dari kelas kami 3 orang.." Kata Naruko.

"Lalu siapa saja? Aku tidak mau ikut lomba yang berkeringat.." Kata Karin.

"Kalau tidak mau berkeringat, jangan ikut lomba.." Kata Kimimaro.

"Memang aku tidak mau ikut lomba.." Kata Karin.

Naruko mendecih kesal melihat Kimimaro dan Karin yang tidak bisa akur sama sekali. "Sudahlah yang menjadi wakil Aku, Gaara dan Kimimaro.." Kata Naruko.

Karin tersenyum puas. "Selamat berjuang tuan.." Kata Karin.

Kimimaro hanya diam saja tidak memberikan respon pada perkataan Karin dan hal ini membuat Karin kesal.

"Naruko-san, di mana kita latihan dan kapan mulainya?" Tanya Sakura.

Naruko tersenyum puas mendengar pertanyaan Sakura. "Karena festival olahraga di adakan hari sabtu dan minggu, kita latihan setiap hari.." Kata Naruko.

"Kapan?" Tanya Juugo.

Naruko tersenyum kian lebar. "Mulai dari sekarang. Kita langsung ke lapangan.." Kata Naruko.

Juugo membelalakan matanya. "Naruko, sekarang jam 11 siang, matahari lagi terik. Kamu tidak takut hitam?" Tanya Juugo.

Kimimaro mendecih. "Dia bukan perempuan Juugo, jangan lupakan itu.." Kata Kimimaro.

"Diam kau, sudah cepat kita langsung ke lapangan.." Kata Naruko.

Sakura menenguk ludahnya susah payah. Sekarang latihan? Oh yang benar saja Kami-sama. Untuk saat ini Sakura benar-benar berharap ada Sasuke dan berharap mendengar perintah larangan dari bungsu Uchiha itu.

Gaara yang menyadari Sakura masih diam saja. Langsung berbalik dan menarik tangan Sakura. "Matahari tidak seburuk itu.." Kata Gaara.

Sakura kembali ke alam nyata dan memandang Gaara heran. "Tidak seburuk itu? Maksudnya ada kebaikan selain bisa membuat kepala pusing, pingsan dan kulit hitam?" Kata Sakura.

Gaara tersenyum tipis sekali. "Pendapatmu akan berubah.." Kata Gaara.

Sakura mengernyit bingung. "Tidak akan berubah dan kenapa Sabaku-san yakin sekali pendapatku akan berubah?" Tanya Sakura.

Gaara hanya diam dan menatap lurus ke depan. Sakura menghela nafas. Semua laki-laki pasti selalu begitu. Kenapa hanya diam saja dan menatap lurus ke jalanan?

.

.

Ino menatap minumannya tanpa selera sama sekali. Pandangannya kosong. Memikirkan sesuatu yang akan terjadi ke depan. Kini dia tau apa yang di maksud dengan ujian cinta dari peramal itu, ujian cinta yang akan di hadapinya adalah kembalinya cinta pertama Shikamaru.

Ino tau, sangat tau malah kalau Shikamaru sangat mencintai Temari dan menyayangi gadis berkuncir empat itu. Shika berpacaran dengan Temari dari kelas 6 sd lalu mereka putus saat Temari lulus SMP. Mereka putus tanpa sebab yang jelas dan saat itu tanpa membuang kesempatan, Ino berusaha membuat Shika menyukainya.

Semua di lakukannya walaupun Shikamaru selalu menganggapnya merepotkan, memarahinya dengan kata-kata tegas dan dingin, tidak pernah bersikap lembut padanya, tidak ada senyuman hangat dan kata-kata romantis. Ino tidak mengeluh sama sekali, dia percaya kalau apa yang dia lakukan tidak sia-sia dan terbukti mereka pacaran sekarang, baru 6 bulan tapi Ino sangat bahagia walaupun tidak bisa di samakan dengan hubungan Sakura dan Sasuke yang sudah terjalin 2 tahun.

"Shika.." Ino akhirnya membuka suara.

Shikamaru yang sedari tadi diam dan menatap Ino hanya menangkat sebelah alisnya.

Ino membuang nafas lalu mengambil nafas, berusaha menenangkan dirinya. Berusaha mencari kekuatan untuk mengatakan kalimat ini.

Mata aqumarie Ino langsung menatap Shikamaru. Memandangi pemuda yang sudah ia cintai selama 5 tahun. "Apa kamu mencintaiku?" Tanya Ino.

Shikamaru diam. Jujur saja, dia kaget dengan pertanyaan Ino ini. Rasa kagetnya perlahan berubah menjadi tatapan datar dan dingin yang menusuk hati Ino.

"Bagaimana menurutmu?" Tanya Shika dengan nada yang tegas dan dingin.

Ino tersenyum miris. 'Beginikah? Hah? Apa aku harus menyerah sekarang?' Batin Ino.

"Aku mencintai Temari sejak bertemu dengannya di sd, saat aku duduk di bangku kelas 3 sd. Dia mengangumkan, cantik, baik, dewasa dan aku sangat menyukai sosoknya yang seperti itu.." Kata Shikamaru.

Ino diam. Tentu saja dia tau sosok sempurna Temari yang mengambarkan wanita idaman Shikamaru yang amat jauh darinya.

"Berbeda dengan dirimu, kamu cerewet, sok tau, serampangan, gampang emosian dan juga manja seperti anak kecil, menurutmu apa aku menyukaimu?" Tanya Shikamaru.

Ino menunduk lalu mengeleng lemah. "Mana mungkin kamu menyukai sosok seperti ku?" Kata Ino dengan nada pelan dan lirih.

"Tepat.."

Bagai di tusuk oleh ribuan pisau, dada Ino terasa sakit dan sesak. Isakan kecil mulai keluar dari bibir seorang Yamanaka Ino. Perlahan dia angkat kepalanya dan menatap Shikamaru dengan berlinangan air mata.

"Ya, memang benar, aku egois tidak bijaksana seperti Temari, aku manja tidak mandiri seperti Temari, aku serampangan tidak cekatan seperti Temari, aku berbeda dengan Temari karena aku bukan dia, aku Yamanaka Ino.." Kata Ino masih berlinangan air mata.

Shikamaru masih diam, mendengarkan perkataan Ino yang menurutnya belum selesai.

Ino menghapus air matanya asal, lalu menatap Shikamaru tajam. "Aku memang bukan tipemu tapi aku, di sini, rasanya berdebar di dekatmu, di sini, selalu ingin ada di dekatmu, ingin membuatmu selalu tersenyum dan bahagia walaupun aku bukan seorang Temari tapi aku mencintaimu melebih dia.." Teriak Ino. Membuat beberapa siswa-siswi yang ada di kantin menoleh ke arah mereka.

Shikamaru tersenyum lalu berjalan menuju tempat, dimana Ino duduk. "Kamu bodoh sekali tidak.."

"Aku tau, aku bukan Temari. Aku tidak sebanding dengannya. Aku tau itu dan berhenti membandingkan aku dengannya Shika.. Hiks.. Tidak bisakah kamu membalas perasaanku?" Lirih Ino.

Yang Ino mau hanya satu, Shikamaru bisa membalas perasaannya. Tidak harus berlaku overprotektif seperti Sasuke, tidak harus menunjukkan rasa cintanya seperti Naruto. Ino hanya ingin Shikamaru bisa melihatnya, hanya ingin itu. Apa susah sekali?

Shikamaru tersenyum, jemarinya dengan lembut menghapus air mata di pipi Ino lalu merapihkan poni Ino yang acak-acakan.

"Kamu benar, kamu memang beda dengan Temari. Kamu ceroboh, serampangan, manja, kekanakan, jelek dan ya kamu bodoh.." Kata Shikamaru.

"Cukup.."

"Tapi justru itulah, karena seluruh sifatmu yang bertolak belakang seperti Temari membuat aku semaki menyukaimu, membuat aku selalu memperhatikanmu dan membuat hati ini entah sejak kapan di isi oleh sosokmu.." Senyum Shika.

Ino menangis. Lalu di peluknya Shikamaru dengan erat. Shikamaru membalas pelukan Ino, tangannya dengan lembut mengelus punggung Ino, berusaha menenangkan kekasihnya itu.

"Aku mencintamu Shika.." Kata Ino.

"Aku lebih mencintamu Ino.." Kata Shikamaru.

Ino tersenyum lalu di ciumnya bibir Shikamaru. Membuat pria itu merona hebat. "A-apa yang kamu lakukan Ino.." Kata Shikamaru dan menoleh ke kanan dan ke kiri. Panik, tentu saja.

Ino tersenyum kian lebar. "Hanya berusaha jujur dan terbuka. Mulai sekarang, kita harus lebih jujur dan terbuka Shika.." Kata Ino.

"Merepotkan tapi ya, harus begitu untuk menghindari kesalah pahaman.." Kata Shikamaru dan tersenyum lembut ke arah Ino.

Ino tersenyum kian lebar. Walaupun di awali dengan pertengkaran dan air mata tapi hari ini ia sungguh bahagia. Bisa mendengar pernyataan dari Shikamaru yang membalas perasaannya dan juga sisi lembut Shikamaru. Dia benar-benar bahagia. Ino tidak sabar untuk menceritakannya pada Sakura.

Mata Ino melebar begitu mengingat nama Sakura. Di lihatnya jam besar yang ada di kantin, astaga sudah jam 12.00 siang. Berarti dia sudah telat 2 jam.

Shikamaru memandangi Ino dengan tatapan heran. "Ada apa Ino?" Tanya Shikamaru.

"Aku lupa, tentang pertemuan dengan kaka kelas.." Kata Ino.

Shikamaru mendesah pasrah. Inilah sifat Ino, pelupa dan sifat ini sangat merepotkan untuk Shikamaru tapi karena sifat Ino yang unik dan merepotkan itulah membuat Shikamaru bisa jatuh cinta pada gadis Yamanaka itu. Sangat mencintai gadis itu.

"Merepotkan, cepat kita pergi sekarang.." Kata Shikamaru dan mengandeng Ino.

Ino mengangguk mantap lalu mulai berlari, menyeret Shikamaru secara paksa. "Iya, ayo cepat.." Seru Ino semangat.

"Oi..oi.. Ino pelan-pelan, ah merepotkan.." Kata Shikamaru. Tapi tuan malas kita ini tersenyum melihat senyuman lebar Ino. 'Kamu memang beda dengannya Ino tapi justru itulah point tambahanmu, 6 bulan bersamamu sungguh asik dan menyenangkan. Berbeda dengan 2 tahun bersama Temari, kamu membuat hariku kian berwarna dan cerah. Jadi jangan ragukan aku..' Batin Shikamaru.

"Shika, jangan tersenyum aneh begitu. Ayo cepat.." Kata Ino.

Shikamaru menguap bosan. Ya Ino selalu membuat dia mempunyai 'aktivitas' baru, walaupun 'aktivitas' baru itu sering membuat Shikamaru kerepotan dan kesal tapi kalau bersama gadis yang kamu cintai dan mencintaimu, semua hal menjadi indah dan bahagia kan Shika?

'Ino memang berbeda dari Temari, tapi karena perbedaan yang dia miliki itu, membuat aku sangat mencintainya..' - Nara Shikamaru

To be Continued

Review for next Chapter

Fuaahhh, finally chapter 9 updateeee. Semoga kalian suka ya, sepertinya di chapter ini kebanyak Shika dan Ino ya? Berarti chapter 10 nanti, giliran untuk Sakura, Sasuke dan Gaara, mungkin NaruHina akan muncul juga. Feeling author, festival olahraga ini akan jadi chapter yang panjang, mungkin di chapter 12 baru kelar -_-" semoga kalian suka dan maaf kalau tidak sesuai harapan.


Balasan review

Hanazono yuri : ini udah update dan karena liburan, chapter 10 udah hampir selesai. Semoga suka ya ^^

Milkyway99 : iya betul, kok bisa pada tau ya? Ngga seru lagi deh. Hehe, makasih udah review dan baca dan juga tebakannya yang 100% tepat benar ^^

Sonedinda : yup, benar sekali. Ini udah update kilat loh, 3 hari sekali. Makasih udah review ^^

Cheryxsasuke : wah, aku baru liat kamu lagi nih. Author seneng kalau kamu suka ceritanya dan semoga kamu suka chap ini ya ^^

Love foam : kalau ino sama sai, berarti author harus masukin sai dulu dong? *bingung* sebenarnya author masih bingung nih sama pairingnya, kita liat nanti oke? Makasih udah review ^^

Yaya uchiha : haiiiiii.. review kamu yang sebelumnya masuk kok :D. Makasih udah mau review sepanjang itu. Hehe tebakan kamu yang G&M itu bener, kalau tentang sai dan ino, author masih mikir nih. Nanti kebanyakan orang, kelar fic ini jadi tambah lama lagi, nanti takutnya ngebosenin. Oke sip, author akan buat yang terbaik dan terseru. Festival olahraga ini bakal panjang bgt loh, mungkin sampe chap 12 aja blm kelar kali ya... review kamu ngga aneh dan abal kok, malah lucu dan bikin semangat *peluk balik* semoga kamu suka chap ini ya. Walaupun kebanyakan shika ino. Next chap baru gaara sakura dan sasuke. ^^

Yup, akhirnya selesai juga. Semoga kalian suka ya dan juga untung chapter 10 udah setengah jalan kok dan mungkin kalau mood bagus, langsung di post. Karena liburan juga, bisa update lebih cepat.

Semoga kalian suka ya ^^

Review for next chapter

Sincerenly yours

Princecss7174