"Hah... Hah... Hah... T-tempat apa ini? Gang kecil? Daerah... club? Pabboya Hyukjae! Eottokhae? Aku tidak tau jalan-jalan club seperti ini!"
.
"Sedang apa manis?"
.
"Aku ingin tau bagaimana reaksi Donghae melihat yeojachingu-nya sudah seperti ini hahaha."
Eunhyuk tak peduli dengan kata-kata mereka. Yang ia inginkan sekarang adalah, keluar dari sini. Terbebas. Ia tidak ingin menyerah sampai disini. Ia tidak mau dirinya dikotori lebih jauh. Ia muak. Ia benci ini. Setidaknya, ia mau 'berhubungan' berlandaskan cinta, dan tak melanggar hukum, dimana ia sudah resmi hidup berumah tangga.
"Se-seseorang! Hiks T-tolong! Hae! Hiks Siapapun! Hae! To-Eumph!"
Habislah sudah.
Ia merasa tak punya harapan, begitu salah satu dari namja itu membungkam bibirnya, dengan bibir mereka sendiri. Apa yang bisa ia lakukan sekarang? Tubuhnya yang lemas ditahan, sementara ia tak bisa berteriak. Ia hanya bisa pasrah. Ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan. Ia hanya bisa berharap Donghae datang menyelamatkannya. Disaat seperti ini, hanya Donghae-lah yang berada dalam pikirannya. Ia benar-benar sangat berharap, Donghae-lah yang menjadi penyelamatnya...
.
.
.
.
Searching for a Pure Love
By: CLA
Rated: T+
Genre: Romance, Friendship,
School life, club life(?), etc
Disclaimer: seluruh cast disini
milik Tuhan dan mereka sendiri
Cast: Super Junior 13 + 2, Nari. Possible for another cast
Warning: OOC, GS, EYD, Typos(possible), Bahasa Kasar(possible), a bit rape scene, dll
NB: sebelumnya, maaf kalo ceritanya ngelantur, karena dibuat dalam kondisi drop kemarin dan tidak diedit. Mian juga bagi bias dari kedua orang antagonis ini. Ini hanya FF teman-teman ;) Terakhir, mian kalau tidak seru...
.
.
.
"Aish! Jinjja! Kemana Hyukkie pergi? Bagaimana kalau ia hilang nanti? Dia kan tidak tau daerah sini sudah jauh tidak aman! Bagaimana kalau dia-"
"Tolong!"
Donghae membeku di tempatnya. Suara itu... Hyukkie kah? Meskipun kecil, ia bisa mendengarnya. Donghae mencoba untuk mendengarnya lebih jelas, sambil mendengarkan darimana suara itu berasal. Donghae menggunakan ingatannya tentang suara tadi, untuk mengetahui kearah mana ia harus berjalan.
"Diamlah bitch! Donghae juga sudah sering melakukannya kan?"
Mata Donghae terbelalak. Suara itu terdengar semakin jelas, menandakan ia sudah semakin mendekati sumber suara. Donghae yang merasa suara itu sangatlah familiar, apalagi mendengar namanya yang disebut, murka.
"SHIT! Siapa itu? Apa yang mereka lakukan?"
Donghae segera berlari, kemanapun, tak peduli dengan beberapa orang yang ia tabrak. Tapi pernahkah kalian berfikir, kalau suasana sedang ramai, mengapa tidak ada dari mereka yang mendengar suara teriakan itu? Oh ayolah, tau kan kalian tempat ini tempat yang seperti apa? Mereka -warga disini- menganggap ini semua sudah biasa.
"Se-seseorang! Hiks T-tolong! Hae! Hiks Siapapun! Hae! To-Eumph!"
Suara itu, kembali terdengar. Membuat Donghae yakin, itu adalah HyukjaeNYA. Jika sesuatu terjadi kepadanya, tak akan ia ampuni dirinya sendiri, dan siapapun yang melakukannya.
Donghae terhenti di depan gang yang gelap, begitu melihat bayangan yang bergerak-gerak aneh dan samar, disertai suara-suara yang tertahan. Janggal. Itulah yang ada dipikirannya. Gelapnya malam, apalagi gang itu tidak memiliki penerangan, membuatnya agak kesulitan untuk melihat ada berapa, siapa, dan sedang apa orang yang berada disana. Tapi Donghae semakin yakin, teriakan itu berasal dari gang ini.
Tak mau ceroboh, atau tiba-tiba salah mengenali orang, Donghae sedikit bersembunyi di balik tembok dan mengintip ke dalam, sambil mulai membiasakan matanya. Begitu matanya sudah terbiasa akan kegelapan, ia membelalakkan matanya, lalu mendecih kesal, dan tanpa pikir panjang langsung menendang salah satu dari namja itu, yang spontan, namja satunya lagi melepas Eunhyuk.
BUAGH
DUKKK
"Argh! Shit!"
Eunhyuk yang tadinya memejamkan mata pasrah, membuka matanya perlahan begitu merasakan pergerakannya yang tiba-tiba saja terbebas dan menoleh kearah suara, yang sepertinya pernah ia dengar. Bukan sepertinya. Ia memang sangat mengenali suara itu.
Donghae
Namja yang sangat ia tunggu-tunggu untuk menolongnya, namja yang selalu ada saat ia susah, namja yang selalu membuatnya tak bisa berpaling, kini terbaring di aspal, dengan posisi terlungkup. Eunhyuk yakin, kepala Donghae terbentur keras tadi. Terbukti karena pelipisnya yang sekarang berhiaskan darah yang mengalir.
"H-Hae? HAE!"
Eunhyuk mati-matian menggerakkan tubuhnya yang lemas, untuk menggapai Donghae yang kini terbaring di aspal. Sakit. Melihat orang yang kau cintai dan sayangi terluka hanya untukmu, itu sakit. Eunhyuk merasakan ada yang mengganjal di hatinya. Rasanya lebih baik tak ada yang menolongnya, dibandingkan orang yang paling ia cintailah yang menolongnya. Lebih baik ia mati atau kotor daripada orang yang ia cintai itu menderita hanya untuknya. Eunhyuk akhirnya mengerti, mengapa Sora eonni menyuruhnya pergi saat itu. Ia mengerti.
"Itu balasan karena telah menendang duluan. Jangan sok menjadi pahlawan bocah. Kemana kekuatanmu saat menghajar kami dulu? Ah, pasti karena cewek ini ya? Bro, kau tak apa kan?"
"Tak apa. Hei. Sepertinya acara ini semakin seru karena ada orang yang bersangkutan." ucap namja itu menyeringai, sambil berjalan kearah Eunhyuk, menjambak rambutnya, memaksanya berdiri, membuat Eunhyuk merintih kesakitan. Namja itu membanting tubuh Eunhyuk ke tembok, lalu menahan tangan kanan Eunhyuk dan membekap mulutnya, sementara tangan kanannya ditahan oleh namja yang tadi menendang Donghae hingga terjatuh.
"Hei, boy. Yeojachingu-mu sangat manis." ujar namja yang ada di sebelah kiri Eunhyuk, menjilat, dan melumat telinganya.
Donghae berusaha berdiri, sambil memegangi kepalanya yang tadi terbentur keras. Sakit di kepalanya benar-benar menghalanginya berdiri dengan baik dan benar, sehingga ia agak terhuyung. "Lepaskan Minho! Taecyeon! Dasar brengsek! Begini cara kalian balas dendam? Menggunakan yeojachingu-ku? Pecundang!"
"Well, kenapa kau tak melepaskannya sendiri? Anak inilah yang datang kesini duluan. Dan sangat kebetulan, anak yang populer karena kemanisannya, yeojachingu seorang Lee Donghae." ujar Minho menyeringai, namja yang di sebelah kiri Eunhyuk itu. "Lagipula, kesempatan itu sangat sayang untuk dilewatkan. Iya kan manis?" lanjutnya, meraba-raba tubuh Eunhyuk yang terbuka.
Diluar dugaan, Eunhyuk menggigit tangan namja kanannya, Taecyeon, membuatnya reflek melepaskan pegangan(?) dan bekapannya. Donghae yang merasa ada kesempatan, menendang Minho hingga kepalanya membentur sudut tembok buntu, lalu menarik Eunhyuk ke dalam pelukannya sementara kakinya yang terbebas digunakan untuk menendang Taecyeon hingga terjatuh.
Donghae segera melepas jaketnya dan memakaikannya untuk menutupi bagian tubuh Eunhyuk yang terekspos, lalu mengamankan(?) Eunhyuk. Ia lalu berjalan kearah Minho, namun kakinya tertahan oleh Taecyeon. Tanpa pikir panjang, Donghae menginjak perutnya, membuat Taecyeon menyemburkan darah. Donghae yang merasa peluangnya sangat sempit, berjalan ke sudut tembok buntu itu, dimana Minho terpental dan terbentur. Ia membalik paksa Minho yang sedang memegangi kepalanya, lalu menarik kedua tangan Minho, sementara kakinya menginjak punggung Minho dan...
KRETEK
"ARGH! AAAKHH"
Donghae tersenyum puas. Satu orang terselesaikan. Saat ia berbalik, ia melihat Taecyeon yang kembali mendekati Eunhyuk, sementara Eunhyuk hanya memejamkan matanya erat karena ketakutan. Sebelum Taecyeon sempat menyentuh Eunhyuk, Donghae menarik sebelah tangannya, lalu mematahkannya. Membuatnya menjerit kesakitan.
"Jangan mendekati yeojachingu-ku" ucap Donghae datar, lalu menyeret Taecyeon ke tempat ia mematahkan kedua tangan Minho tadi.
Donghae yang berjalan membelakangi Taecyeon, karena menyeretnya, tiba-tiba merasakan kakinya ditarik, hingga ia terjatuh. Begitu Donghae membuka mata, Taecyeon sudah menduduki perutnya diatasnya.
"Kali ini, aku tak akan kalah olehmu Lee Donghae! Setelah kau membuat yeojachingu-ku yang begitu kusayangi putus denganku, kau kira aku akan memaafkanmu semudah itu?" ujar Taecyeon dengan nafas tersengal-sengal, lalu menghantamkan tinjuan ke pipi kanan Donghae, berkali-kali.
Donghae segera membalik posisi mereka, begitu Taecyeon lengah, lalu membalikkan tinjuan yang diberikan Taecyeon kepadanya tadi. "Sudah berapa kali kubilang, dia yang mendekatiku brengsek! Kau kira aku mau dekat dengannya? Aku mati-matian menghindarinya! Tanyakan pada Yesung kalau masih tak percaya!"
Eunhyuk memberanikan diri membuka matanya, begitu mendengar apa yang dibicarakan mereka. Betapa terkejutnya ia, karena Donghae kembali terbaring di bawah, dan Taecyeon menduduki perutnya. Sekilas, posisinya terlihat sama seperti tadi. Tapi, kali ini Taecyeon melayangkan pisau, kearah Donghae. Sementara Donghae masih memejamkan matanya menahan sakit karena kepalanya yang terbentur berkali-kali. Reflek, Eunhyuk menjerit sambil menutup matanya, takut akan apa yang ia lihat.
"HAEEEE! AWASSS!"
Donghae segera membuka matanya begitu mendengarkan peringatan, tapi sialnya, pisau itu sudah terlebih dahulu menancap ke daerah salah satu dari organ vitalnya. Donghae menjerit kesakitan.
"Hahaha. Kali ini aku menang Lee Donghae, selamat menikmati hidup."
Taecyeon kembali akan melayangkan pisaunya, tapi sayangnya, Donghae membalik posisi mereka, dengan sisa kekuatan yang ada, jauh lebih cepat daripada pergerakan Taecyeon. Kini Taecyeon lah yang dibawah.
Donghae berkali-kali melayangkan tinjuan ke wajah Taecyeon, membuatnya agak sulit untuk bergerak, lalu setelahnya mengambil pisau yang dipegang Taecyeon, lalu membuangnya. Kali ini, Donghae kembali melayangkan tinjuannya, berharap Taecyeon tak sadarkan diri setelahnya.
"Hah.. hah... Ini... untuk... telah... hah... menyentuh Hyukkieku..."
BUAGH
Dan setelahnya, Taecyeon kehilangan kesadarannya. Donghae cukup tau diri untuk tak membunuh orang. Bisa-bisa namanya dihapus dari kartu keluarga oleh appanya.
Donghae berjalan kearah Eunhyuk dengan tertatih, sambil memegangi luka yang diukir oleh Taecyeon tadi. Cukup dalam, tapi peduli amat jika ia kehabisan darah. Yang penting, ia ingin memastikan keadaan Eunhyuk terlebih dahulu.
Donghae berjongkok, menyetarakan tingginya dengan Eunhyuk. Ia melepaskan tangannya dari luka tusukan tadi lalu menarik tangan Eunhyuk, pelan, agar Eunhyuk tidak menutupi wajahnya lagi. Sebelum Eunhyuk sempat membuka matanya, ia keburu menjerit.
"Jangan! Jangan sentuh aku! Hae! Hae kau dimana? Tolong aku sekarang!"
Tak kuat dengan apa yang dilihatnya, Donghae segera memeluk Eunhyuk, meski Eunhyuk meronta minta dilepaskan, lalu mengelus kepalanya pelan, menenangkannya. Donghae agak sedikit meringis perih, begitu tubuh Eunhyuk secara tak sengaja menekan lukanya, yang Donghae rasa membuat darah yang mengalir menjadi semakin banyak. Eunhyuk yang menyadari bahwa ia menyentuh entah apa itu, yang pastinya ia ketahui cairan, masih tak membuka matanya, takut-takut bukan Donghae-lah yang memeluknya.
"Ini aku Hyukkie, ini aku. Mereka berdua sudah tak sadarkan diri. Buka matamu. Lihat aku. Ini Donghae, Lee Donghae atau Aiden, namjachingu-mu."
Eunhyuk menggeleng keras, tak mau membuka matanya. Ia takut. Meskipun ia tau, suara yang baru saja di dengarnya adalah milik Donghae, tapi tetap saja ia takut. Mana tau, ternyata kedua namja brengsek tadi bisa menirukan suara Donghae. #astaga
Donghae melonggarkan pelukannya, lalu menopang dagu Eunhyuk, agar lebih memudahkannya bertatap mata.
"Hyukkie, lihatlah. Ini aku. Buka matamu." perintah Donghae tegas. Perlahan, Eunhyuk membuka matanya takut-takut. Ia memerhatikan wajah Donghae seksama, lalu setelah yakin itu Donghae, ia mengelus wajah kekasihnya yang penuh lebam.
"H-hae? Benar-benar... Donghae? T-tapi ke-kenapa bisa begini...?"
Donghae tersenyum, lalu meraba wajah Eunhyuk, persis seperti apa yang tadi Eunhyuk lakukan kepadanya. "Kau juga, kenapa wajahmu jadi seperti ini?"
Kembali Eunhyuk teringat kejadian barusan, membuat tubuhnya gemetar dan air matanya kembali menetes. Ia dorong Donghae, lalu ia bersandar kepada tembok.
"A-aku... kotor Hae."
Donghae mengernyitkan alisnya. Kotor? Kapan? Eunhyuk ngerti apa yang ia sendiri katakan tidak sih?
"Kotor? Memangnya mereka sudah... 'begitu-begitu'...?" tanya Donghae dengan suara yang semakin memelan, dan tangan yang seakan membentuk tanda kutip. Sedikit mendramatisir keadaan. Ia tau, ia datang tepat waktu, sebelum Eunhyuk diperlakukan lebih jauh tadinya.
Eunhyuk menggeleng. Donghae menyubit pipi Eunhyuk gemas, membuat Eunhyuk mengoceh. Yeojachingu-nya ini sebenarnya polos kan? Ia tidak mengerti maksud 'kotor', tapi ia sudah mengatakan dirinya 'kotor'.
"Berarti kau masih belum kotor, Hyukkie-ah. Kalau kau merasa 'kotor', aku masih mau menampungmu kok." canda Donghae, dengan senyum yang sangat dipaksakan karena menahan sakit. Ia mencoba untuk mengingat apapun yang sedang terjadi sekarang ini. Seperti contohnya, Eunhyuk yang wajahnya memerah, dan masih tidak menyadari dengan darah yang sedari tadi mewarnai kaos Donghae. Mungkin saja ia hanya dapat melihat ini semua untuk terakhir kalinya kan?
"Kita... pulang yuk? Biarkan mereka semua terkapar disini."
Eunhyuk terlihat mengangguk. Donghae kemudian berdiri dengan hati-hati, lalu membantu Eunhyuk untuk berdiri juga. "Mau kugendong?" tawarnya. Eunhyuk menggeleng. "A-aku bisa jalan sendiri..."
"Tapi kau hanya menggunakan jaketku sekarang. Kalau kugendong, mungkin akan lebih tak terlihat."
Eunhyuk kembali menggeleng, tak mau merepotkan. Ia berpikir, Donghae pasti juga kesakitan dan lelah setelah bertarung tadi. "J-jaketnya besar... kok... cukup..."
Donghae hanya bisa tersenyum. Ia tak mau memaksakan kehendak orang lain, jadi ia turuti saja apa kata Eunhyuk. Baru mereka ingin berjalan, rasa sakit yang tadi terlupakan, kini kembali menyerangnya. Badannya jadi terasa lemas. Mungkin karena efek darah yang mengalir begitu banyak. Ia rasa, ia sudah tak kuat.
BRUK
Donghae terjatuh, menimbulkan bunyi yang sangat keras, membuat Eunhyuk panik seketika. Dan saat itu jugalah, ia baru menyadari kaos Donghae yang sudah benar-benar basah dan merah karena darah. Telat sih memang, habisnya sedari tadi Eunhyuk tidak memerhatikan darah yang sangat mencolok di kaos putih Donghae itu. Mungkin setelah ini ia harus pergi menemui dokter spesialis mata.
"H-hae? Omo! Hae! Darahnya banyak sekali! K-kenapa kau tidak memberitahuku Hae? Kau menyembunyikannya? J-jangan membuatku panik ah!" ucap Eunhyuk, sambil kembali memposisikan dirinya duduk, lalu menarik Donghae untuk bersandar kepadanya.
Ingin sekali Donghae mengatakan, 'Sedari tadi aku tak menutupinya. Kau saja yang tak melihat.' tapi Donghae rasa, berkata seperti ini sangatlah tidak tepat. Jadilah, ia mengeluarkan kalimat, yang cukup membuat orang panik.
"Aku... mengantuk... Hyukkie-ya. Mataku berat. Kurasa aku akan tidur sebentar."
Eunhyuk yang menangkap sinyal-sinyal tidak beres, membelalakkan matanya. Biasanya, menurut komik dan film yang ia lihat, jika orang yang terluka parah mengatakan 'tidur sebentar', ia akan tertidur selamanya.
"ANDWAE! Kau tidak boleh tidur! A-aku akan mencari bantuan. Tapi, tolong... jangan tidur dulu! Atau kita putus!" ancamnya, lalu mencari-cari nomor yang ia kenal di handphone Donghae.
Donghae agak sedikit mengernyitkan alisnya. "P-putus...? Bukankah... kita... sudah pu..tus...?"
Eunhyuk menggeleng cepat. "Aku tak bilang kita putus. Aku tak mengucapkannya. Jangan langsung mengambil kesimpulan."
Donghae tersenyum mendengar penjelasan Eunhyuk. Setidaknya, jika ia tertidur dan tak bisa bangun pun, ia lega karena Eunhyuk masih melanjutkan hubungan dengannya. Ah, ia merasa matanya semakin berat sekarang.
"Saranghae, Lee Hyukjae..." ucapnya, sebelum akhirnya matanya terpejam dengan seulas senyuman.
Eunhyuk membeku begitu Donghae memejamkan matanya. Pikirannya terus melayang ke komik-komik yang pernah ia baca. Donghae tidur atau...
Tak ingin berpikiran negatif terlebih dahulu, Eunhyuk mencoba membangunkan Donghae dengan berbagai cara. Mulai dari membisikkan namanya lembut, membangunkannya dengan lagu, sampai menampar pipinya. Tapi tetap saja, Donghae tak kunjung bangun, membuat Eunhyuk mengalirkan air matanya semakin deras.
"Ah... eottokhae? Kenapa tak juga bangun? Apa yang harus kulakukan? Hae? Jangan bercanda dong. Tidak lucu tau. Hiks Hae? Hae? Bangun! Kubilang bangun pabbo! Hiks. Seseorang, tolong! Tolong kami! TOLONG! SESEORANG TERLUKA! SIAPAPUN TOLONG! AAAAAAHH!"
.
.
.
TBC
.
.
.
Author's Territory:
Mian nggak ada preview next chapnya. Abis buru-buru sih u,u
Pendek ya? Kalo panjang, nanti kepanjangan...
Chap kemarin sadis ya? Sengaja, biar asik xD #plak# Oke, bercanda. Sebenernya masa lalu hyuk pengennya dibuat ringan, tapi takutnya keringanan jadi ditambahin ._.v
Dan side story... nanti ya, tunggu ini selesai xD nanti bakal diadain vote buat couple mana yang bakal dibuat duluan, selain haehyuk tentunya :D
SSungMine: sebenernya CLA dari kemarin bingung Jay yang dimaksud situ siapa ._.a Ketebak banget ya? Haha. Udah sembuh :D makasih :D side story belakangan ya, ntar ada vote-nya~ ini udah lanjut, gomawo reviewnya ^^
nanna: nggak dong, nggak pernah. Padahal dendamnya simpel banget loh yah -_- ampe dibesarin gitu masalahnya haha. Udah sembuh, makasih :D gomawo reviewnya ^^
indri: udah di warn loh, genre-nya T+. Karena ini bukan psikopat, berarti rada yadong ;) gomawo reviewnya :D
chocolate: chap ini malah lebih pendek *dilempar setrika* mian mengecewakan... kalo gak nanti CLA bingung mau cut ceritanya dimana QAQ gomawo reviewnya :D
myfishychovy: iya, tuh hae luka, meski kecil tapi agak fatal... udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D
love haehyuk: nggak, kena tusuk *lebih parah* udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D
minmi arakida: chap depan mulai gak ngeri kok :D udah tuh, yang innocent hyukkie udah lanjut ^^ ini udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D
nvyptr: musuh yang cuma numpang eksis haha. Udah apdet nih :D gomawo reviewnya :D
raerimchoi: biasanya baca pair siapa? Gapapa kok, yang penting sudah bersedia mereview :D udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D
anchofishy: pasti nolongin lah, kalo nggak Hae udah ku lempar sandal haha. Dendam kecil-kecilan doang sih, tapi karena musuhnya temperamen yah... gitu deh haha. Gomawo reviewnya :D
nanalee: bukan alat sih, kebetulan aja nemu hyuk... side storynya nanti ya :D udah sembuh nih, jadi bisa lanjut. Makasih. Gomawo reviewnya :D
Lee Eun Jae: CLA sendiri gak tega baca ulang chapternya QAQ udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D
AyalisseHan0730: yang panjang itu bukannya sctv ya? *sotoy* udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D
Lee Eun In: udah ketauan kan, hae napa? Hehe. Udah lanjut ^^ Gomawo reviewnya :D
nurul. p. putri: pasti dijahatin dong, masa tiba-tiba hae diajak mandi bola *ngawur* huwaaaa gara-gara chappie kemarin CLA dituding jahat! #lebaylu#oke# Gomawo reviewnya :D
viiaRyeosom: mungkin pas kejar-kejaran sama hyuk, hae kesandung kucing? *loh?* iya, sampe-sampe yang ngetik cerita gak berani baca ulang #jderr# gomawo reviewnya :D
Thanks bagi yang fav, follow, review, visitors maupun readers!
See you~
