Sakura tidak bisa berfikir lagi ketika Sasuke semakin membawanya menuju surga kenikmatan dengan melumat bibir Sakura dengan ganas. Ciuman Sasuke berpindah ke leher Sakura dan membuka handuk yang melilit tubuh Sakura, membuat Sasuke melihat pemandangan paling menakjubkan di hadapannya.

"Kamu sungguh indah Sakura." Sasuke mencium leher Sakura dengan lembut.

"Aaaahhh..."

.

Sasori sendiri berjalan mondar-mandir di rumahnya. Dia khawatir karena Sakura tidak pulang malam ini, apalagi ponsel adiknya itu tidak aktif. Dia hanya bisa berharap jika tidak terjadi sesuatu yang buruk pada adiknya itu.

.

.

Revenge

.

.

.

Sasuke Uchiha, Sakura Haruno

.

.

.

Masashi Kishimoto

.

.

.

©Aomine Sakura

.

.

.

(Jika tidak menyukai dengan cerita yang dibuat oleh Author atau adegan di dalamnya. Silahkan tekan tombol back. Author sudah memperingati sebelumnya. Bagi yang tidak suka Mature, bisa melompati bagian awalnya saja, dosa di tanggung sendiri.)

DLDR! Dilarang keras untuk COPAS atau PLAGIAT dalam bentuk APAPUN!

Selamat membaca!

oOo Revenge oOo

Sasuke tidak bisa menahan dirinya untuk menghisap leher Sakura dan membuat banyak kissmark disana. Sakura sendiri hanya bisa mengangkat lehernya ketika rasa nikmat mulai menyergap, membuat Sasuke semakin bersemangat menciumi leher Sakura.

"Ughh.. Sasuke-kunhh.."

"Kita belum ke intinya Sakura, tapi kamu membuat adik kecilku semakin membesar," bisik Sasuke.

"Kyaaaaahhhh!"

Sakura tidak bisa menahan desahannya ketika Sasuke meremas payudaranya dengan kencang. Payudaranya memang tidak besar, tetapi mampu memuaskan lelaki manapun. Mampu mengundang lelaki manapun untuk meremas dan menghisapnya dengan kencang. Termasuk Sasuke yang meremas dan memilin putingnya, bahkan mulut pemuda itu sudah beralih untuk menghisapnya dengan kencang.

"Sasuke-kunh.. ohh.." Sakura mengangkat punggungnya keatas, membuat payudaranya membusung dengan indah.

Lidah Sasuke menjilat puting payudara Sakura, mengemutnya sebelum menghisapnya dengan kencang. Membuat sang empunya berteriak kenikmatan. Baru kali ini Sakura merasakan kenikmatan tiada tara ini. Tangan Sasuke tidak tinggal diam, tangannya dia gunakan untung meremas payudara Sakura.

"Katakan Sakura, apa kamu menyukainya?" tanya Sasuke menatap Sakura.

Sakura tidak bisa menjawab pertanyaan Sasuke, dia terlalu fokus pada kenikmatan yang diberikan Sasuke pada kedua payudaranya. Bahkan tangan kiri pemuda itu sudah mengusap dengan lembut paha dalam Sakura sebelum masuk ke dalam daerah terlarang milik setiap gadis.

Jari tengah milik Sasuke memasuki Vagina Sakura yang begitu sempit dan rapat. Jarinya mulai maju mundur di dalam Vagina Sakura. Ugghh.. baru jarinya saja sudah nikmat, apalagi jika penisnya yang masuk ke dalam liang sempit milik Sakura itu.

"Sa-Sasukeehh.. jangaaahhh.." meski Sakura menolak, tubuhnya tidak berkompromi dengan apa yang dikatakannya. Pinggulnya bahkan bergerak seirama dengan gerakan jari Sasuke yang memberinya kepuasan duniawi.

"Tidaakk.. ohh.." Sakura merasakan orgasmenya mulai datang. Dadanya semakin membusung keatas, membuat Sasuke kembali meraup puting payudara menggiurkan itu.

"Ougghhhhh!" Sakura mengeluarkan cairan orgasmenya yang sangat banyak dan membuat jari tengah Sasuke basah dengan cairan cintanya.

Sakura memejamkan matanya saking lemasnya. Ini baru orgasmenya yang pertama dan tubuhnya sudah terasa lemas sekali. Sasuke melepaskan celananya dan juga celana dalamnya. Penisnya yang besar dan berotot menegang dan siap mengobrak-abrik liang surgawi milik gadis itu.

Sakura membuka matanya ketika Sasuke menindihinya, bahkan dia bisa merasakan sesuatu yang besar menggesek-gesek vaginanya.

"Ugh.. Sasuke-kunh.." Sasuke meracau tidak jelas ketika Sasuke menggosok-gosokan penisnya di depan vagina basah miliknya.

"Kau menyukainya?" bisik Sasuke dengan sensual.

"Ini nikmat.. berikan aku lagi, Sasuke-kun.." Sakura tersenyum kearah Sasuke.

"Hn, akan aku tunjukan yang namanya surga dunia, Sakura."

Sakura memejamkan matanya ketika penis Sasuke mulai memasuki vaginanya, sesekali dia meringis karena merasakan sakit. Ini pertama kali untuknya dan tubuhnya terasa dicabik-cabik karenanya.

Gadis berambut emerald itu berteriak ketika Sasuke berhasil menembus selaput daranya dan memasukan semua penis milik pemuda itu ke dalam vaginanya. Sasuke sendiri memejamkan matanya ketika merasakan bagaimana rasanya berada di dalam vagina milik Sakura, benar-benar sempit dan rapat. Dari semua wanita yang pernah dia tiduri, Sakura adalah yang paling nikmat.

"Ssshh.. sempit sekali.." Sasuke tidak bisa menahan dirinya untuk segera memaju mundurkan penisnya.

"Sasuke-kunnhh.. Sasuke-kunnhhh.." Sakura mendesah kenikmatan ketika vaginanya di pompa dengan hebat oleh Sasuke. Dia bisa merasakan penis besar, panjang dan berotot milik Sasuke menumbuk-numbuk vagina miliknya.

"Ssshh.." Sasuke mendesis penuh kenikmatan dan memaju mundurkan penisnya semakin cepat. Ini benar-benar nikmat, vagina perawan Sakura memang yang terbaik.

Sakura tidak bisa menahan lebih lama lagi puncak kenikmatan yang dia terima, sebentar lagi. Sebentar lagi dunia putih akan menyambutnya.

"Ouuhhhhh! Sasuke-kun!" Sakura sampai melengkungkan tubuhnya ketika orgasmenya datang.

Orgasmenya tidak berhenti begitu saja, Sasuke masih menyodok-nyodok penisnya dan membuat orgasme datang bertubi-tubi. Sasuke sendiri tidak bisa menghentikan sodokannya, karena vagina Sakura yang semakin basah dan licin meremas kejantannya dengan erat.

Sasuke memejamkan matanya dan semakin hebat menggerakan pinggulnya. Pinggulnya maju mundur dengan cepat menyodok vagina Sakura. Saat dirasakannya orgasmenya datang Sasuke menyodokan penisnya semakin dalam dan menyemburkan spermanya ke dalam rahim Sakura.

.

.

"Ssshh.. Sakuraahh.."

Sakura tersenyum dan memaju-mundurkan vaginanya diatas perut telanjang Sasuke. Adik kecil milik pemuda itu semakin terbangun akibat rangsangan yang diberikan Sakura pada tubuhnya. Tangan gadis itu mengusap perut Sasuke sebelum mengusap dada pemuda itu dengan lembut.

"Aku begitu membenci Shion." Sakura mengusap dada Sasuke yang terdapat luka bekas peluru yang pernah ditembakan Shion dalam tragedi penculikannya.

Sasuke mengangkat satu alisnya.

"Hn?"

"Luka ini, membuatku teringat dengan gadis menyebalkan itu." Sakura menundukan badannya dan mencium bekas luka itu dengan lembut.

"Sakuraa.. jangan menggodaku, cepat masukan penisku ke dalam vagina rapat dan basah milikmu."

Sakura tersenyum dan sedikit memundurkan tubuhnya, membuat pantatnya yang sekal dan padat itu menggesek penis Sasuke.

"Ssshh.." Sakura memejamkan matanya ketika penis Sasuke berhasil memasuki vaginanya. Dia bisa merasakan seberapa dalam penis. Penis Sasuke memang benar-benar besar dan memenuhi vaginanya.

Sasuke memejamkan matanya ketika Sakura menaik-turunkan tubuhnya. Tangan besarnya meraup payudara Sakura dan meremasnya dengan kencang.

"Sasuke-kunnhh.. Sasuke-kunnhh.." Sakura meracau tidak jelas.

"Lebih cepat, Sakura."

Sakura mempercepat gerakan pinggulnya. Dan lima menit kemudian, Sakura ambruk di atas tubuh Sasuke. Dia tidak bisa menaik turunkan tubuhnya lagi, dia sudah tidak kuat lagi. Dalam hati dia mengakui jika Sasuke benar-benar perkasa.

Sasuke membalik keadaan dan menyodok-nyodok vagina Sakura hingga membuat kekasihnya itu menjerit-jerit keenakan.

.

.

"Ssshh.. lagihh.."

Sasuke semakin menyodokan penisnya. Ini sudah hampir jam empat pagi dan mereka sudah berganti gaya menjadi doggy Style. Pemuda itu tidak akan pernah puas dengan vagina rapat milik Sakura.

"Kau menyukai ini bukan?" bisik Sasuke sembari memilin puting Sakura dengan lembut.

Sakura sudah tidak bisa menjawab pertanyaan Sasuke. Yang ada di otaknya kini hanyalah kenikmatan yang diterimanya.

"Sasuke-kunh!"

Sakura ambruk ketika orgasmenya datang, namun lelaki di belakangnya itu masih setia menyodok-nyodok vaginanya.

oOo Revenge oOo

Sakura membuka matanya yang terasa berat ketika cahaya matahari masuk ke dalam kamar yang ditempatinya. Mengerjapkan matanya, Sakura mencoba bangkit dari posisi tidurnya. Tubuhnya terasa sakit dan nyeri di bagian kewanitaannya. Tentu saja, sebelum dia kehilangan kesadarannya, dia masih bisa merasakan Sasuke meremas payudaranya dan kembali memasukan kejantanan tahan lama pemuda itu ke dalam vaginanya.

Melirik sebelahnya, dia tidak menemukan Sasuke di sebelahnya. Menarik nafas panjang, dia sudah menduga jika Sasuke pasti akan meninggalkannya setelah dia terbangun. Tangannya mengambil ponsel touchscreen miliknya dan ratusan pesan serta telepon masuk dari kakaknya langsung memenuhi pemberitahuan ponselnya.

Sasori masih mondar-mandir di kamarnya langsung mengambil ponselnya. Akhirnya adiknya itu menelponnya juga.

"Sakura?! Kamu kemana saja! Kenapa kamu tidak pulang semalaman?!" Sasori langsung mendamprat adiknya itu.

Sakura menarik nafas panjang di seberang telepon.

"Aku membantu temanku untuk menyelesaikan tugas kerjanya. Aku lupa mengabari nii-chan karena baterai ponselku habis." Sakura mencoba memberi alasan.

"Kalau begitu segeralah pulang, Sakura."

"Aku akan pulang sehabis makan malam, nii-chan. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku begitu saja."

Sasori menarik nafas panjang dan mendudukan dirinya di pinggir ranjangnya.

"Baiklah, pulanglah sebelum jam makan malam."

"Baik, nii-chan."

Sasori meletakan ponselnya. Dia tenang karena adiknya baik-baik saja.

Sakura meletakan ponselnya dan mengambil kemeja Sasuke tanpa perlu memakai celana dalam. Toh, Sasuke tidak mungkin ada di rumah ini. Bajingan brengsek seperti Sasuke pasti akan langsung meninggalkan wanita yang sudah puas dia tiduri.

Namun, Sakura harus membuang jauh-jauh pikiran buruknya tentang pemuda itu. Karena nyatanya, dia melihat Sasuke sedang memasakan sarapan dan menuangkan susu diatas meja. Pemuda itu terlihat begitu gagah dengan kemeja yang melekat di tubuhnya dan juga apron yang dikenakannya.

Sakura tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat Sasuke yang begitu fokus dengan masakannya. Saat pemuda itu menoleh, Sasuke tidak bisa menahan senyum tipisnya.

"Ohayou." Sakura menghampiri Sasuke dan mencium bibir pemuda itu dengan lembut.

"Kau begitu seksi, Sakura." Sasuke berbisik di sela ciuman mereka.

"Hmm.. sepertinya aku harus mandi." Sakura membalikan badannya dan mengedipkan satu matanya kearah Sasuke. Pandangan Sasuke terfokus pada pantat Sakura yang bergoyang-goyang itu.

Sebelum menutup pintu kamar mandi, Sakura tersenyum menggoda kearah Sasuke.

"Kalau kamu mau, kamu bisa bergabung denganku."

Sasuke mengusap selangkangannya saat hal-hal kotor mulai merasuki otaknya. Membuka pintu kamar mandi, Sasuke kemudian menutup pintunya setelah sebelumnya menguncinya. Morning seks di bawah shower sepertinya bukan hal yang buruk.

.

.

Sakura turun dari mobil lamborghini Sasuke dan berjalan beriringan dengan pemuda itu. Sebelum berangkat ke kantor, dia meminta Sasuke untuk membelikannya sepatu flat shoes. Kewanitaannya terasa sakit dan berdenyut, jadi dia memutuskan untuk memakai flat shoes dari pada menggenakan high hells.

Memasuki ruang rapat, Sakura bisa memandang Gaara yang menatap kearah mereka berdua dengan keheranan. Untung saja Sakura mengenakan sebuah kemeja berkerah tinggi, setidaknya mampu menutupi bekas kissmark yang diberikan Sasuke pada tubuhnya.

"Maaf menunggu lama, Sabaku-san." Sasuke mendudukan dirinya di kursinya, "Mari kita mulai rapatnya."

.

Sakura menarik nafas panjang ketika Sasuke berjalan keluar ruangan untuk mengangkat telepon. Emeraldnya menatap Gaara yang duduk di hadapannya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Sakura, katakan apa yang terjadi padamu? Kalian.. terlihat begitu mesra." Meski tidak ingin, Gaara akhirnya mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.

"Tidak ada yang terjadi, memang apa yang terjadi?" Sakura memandang Gaara dengan tenang.

Jade Gaara memicing ketika melihat bekas kemerah-merahan di leher Sakura.

"Kalian.. melakukan seks?"

Menyadari kissmark yang diberikan Sasuke terlihat, Sakura sedikit menaikan kerahnya.

"Memang apa urusanmu?"

"Ini seperti bukan dirimu, Sakura." Gaara menatap Sakura dengan dalam, "Kamu bukan tipe orang yang mau melakukan seks, apalagi kita pernah berpacaran dan membuatku mengenalmu. Kamu tidak mungkin melakukan seks dengannya jika kamu tidak mencintainya. Bukankah komitmenmu, tidak ada seks sebelum pernikahan dan seks hanya untuk diberikan kepada orang yang kamu cintai?"

Sakura terdiam. Kata-kata Gaara benar-benar menohok hatinya.

"Apakah kamu mencintainya, Sakura?" Gaara bertanya dengan ragu-ragu.

"Aku tidak mungkin mencintainya, Gaara." Sakura ganti memandang Gaara, "Dia telah menghamili kakakku dan membuat kakakku bunuh diri karena dia meninggalkan Karin-nee. Aku tidak mungkin mencintainya, jangan bercanda."

"Lalu, kenapa kamu mau melakukan seks dengannya?"

Sakura terdiam. Sasuke masuk ke dalam ruang rapat dan duduk di sebelah Sakura. Gadis bermata emerald itu bersikap tenang, seolah tidak ada yang terjadi antara dirinya dan Gaara.

.

.

Sakura tersenyum dan memasukan sebuah dokumen ke dalam tasnya. Sasuke sedang menemui seorang koleganya dan dia ini merupakan kesempatannya. Dokumen ini yang akan membuat Sasuke hancur, dia akan membuat pemuda itu menyesal.

"Aku sudah tidak sabar melihatmu hancur, Sasuke."

.

Sasuke melajukan mobilnya di jalanan malam Tokyo. Meski belum memasuki jam makan malam, tetapi perutnya sudah terasa lapar. Onyxnya melirik Sakura yang sedang memainkan ponselnya.

"Hn, bagaimana jika kita mampir ke apartemenku?" Sasuke tersenyum tipis.

"Hmm.." Sakura memandang Sasuke, "Aku tidak bisa."

Sasuke bisa merasakan sebuah kekecewaan karena penolakan Sakura.

"Hn?"

"Nii-chan memintaku untuk pulang sebelum makan malam." Sakura tersenyum, "Semalam kita sudah saling berbagi kehangatan. Biarkan aku pulang ke rumah, Sasuke-kun."

Memutar balik mobilnya, Sasuke melajukan mobilnya menuju rumah Sakura.

"Baiklah. Aku akan mengantarkanmu pulang."

.

"Tadaima, nii-chan!"

Sasori menarik nafas lega ketika mendengar suara adiknya. Bangkit dari duduknya, Sasori segera menghampiri Sakura yang sedang melepas sepatunya.

"Okaerinasai, Sakura."

Melihat kakaknya tersenyum, Sakura segera memeluk kakaknya itu dengan erat. Sasori sedikit mengangkat alisnya melihat Sakura yang berubah menjadi manja, namun dia membalas pelukan adiknya itu.

"Apa yang terjadi padamu, Sakura? Kenapa kamu menjadi menja seperti ini?"

Sakura tidak bisa menahan air matanya yang tumpah dan menghapusnya begitu saja.

"Tidak ada apa-apa nii-chan." Sakura tersenyum, "Oh ya, hari ini nii-chan masak apa? Aku sudah lapar."

Sasori tersenyum dan membelai rambut Sakura dengan lembut.

"Aku masak kare kesukaanmu. Ayo kita makan."

Sakura duduk di kursi makan dan memandang kare kesukaannya telah terhidang di meja makan. Dengan lahap, Sakura segera memakan kare buatan kakaknya itu.

"Umm.. Kare buatan nii-chan memang yang paling enak." Sakura berujar dengan banyak kuah kare di mulutnya.

"Makanlah dengan benar, Sakura." Sasori mengusap sudut bibir Sakura yang dipenuhi kuah kare.

Sejenak, Sakura merasakan kehangatan di dalam hatinya. Terbayang dalam ingatannya ketika kedua orang tuanya dan kakak perempuannya masih hidup.

.

"Nii-chan! Nee-chan tidak mau menyuapiku!"

"Hahaha.. lihatlah wajahmu yang menyebalkan itu, Sakura."

Sakura menggembungkan pipinya ketika kakak perempuannya itu malah menertawakannya.

"Mou! Karin-nee menyebalkan!"

"Makan sendiri, Sakura." Sasori mengacak rambut adiknya dengan lembut.

Sakura masih dengan pipinya yang digembungkan menyantap kare buatan kakaknya. Emeraldnya memandang Sasori dan Karin yang tersenyum ke arahnya.

.

"Sakura, kenapa kamu menangis?"

Sakura buru-buru menghapus air matanya yang membasahi emeraldnya yang indah itu.

"Aku hanya teringat nee-chan saja." Sakura mengibaskan tangannya, "Sudahlah nii-chan, itu bukan masalah yang berat."

Sasori menarik nafas panjang dan menggenggam tangan adiknya dengan lembut.

"Sudah seharusnya kamu tahu apa yang terjadi pada keluarga kita, Sakura."

Sakura memandang kakaknya dengan pandangan tidak mengerti.

"Apa maksud nii-chan?"

"Saat kamu berumur empat belas tahun, orang tua kita meninggal karena kecelakaan bukan? Itu semua di sebabkan karena keluarga Uchiha." Sasori menarik nafas panjang, "Keluarga Uchiha berhasil membuat harga saham perusahaan kita menurun dan akhirnya bangkrut. Saat itu ayah dan ibu frustasi karena semua harta kita disita. Lalu, mereka akhirnya memutuskan untuk bunuh diri."

Emerald Sakura terbelalak terkejut.

"Jadi, maksud nii-chan ayah dan ibu... tidak meninggal dalam kecelakaan?"

"Menurut kepolisian yang menangani kasus kecelakaan ayah dan ibu. Tidak ada kerusakan dalam mobil mereka, tidak ada yang menyebabkan ayah dan ibu masuk ke dalam jurang, semuanya murni kecelakaan karena kebangkrutan perusahaan Haruno Corp."

Sakura tidak bisa menahan air matanya. Uchiha. Lagi-lagi semua yang terjadi padanya karena Uchiha. Keluarga pemuda itu yang membuatnya kehilangan semua orang-orang yang di sayanginya.

"Tapi, Itachi tidak seburuk yang lainnya." Sasori tersenyum, "Dia memberikanku posisi di sebuah cafe. Gaji yang diberikan Itachi sangat besar, dia adalah sahabat terbaikku meski dia dari klan Uchiha."

Sakura tidak bisa menahan air matanya. Ini merupakan pukulan yang berat untuknya.

"Aku mau istirahat, nii-chan."

oOo Revenge oOo

Sasuke tidak bisa menahan kegelisahannya. Ini sudah pukul delapan pagi dan kekasihnya itu belum menampakan batang hidungnya. Telepon darinya tidak diangkat dan smsnya tidak di balas. Rasa khawatir mulai menyergapi hatinya, dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada kekasihnya itu.

.

Sasori yang baru saja keluar dari rumahnya untuk berangkat kerja menaikan satu alisnya ketika melihat sebuah mobil berhenti tepat di pekarangan rumahnya. Dilihatnya seorang pemuda dengan setelan jas keluar dari mobil dan berjalan kearahnya.

"Selamat pagi, Sasori-nii." Sasuke membungkukan badannya dengan sopan.

"Masuklah, Sasuke." Sasori membuka pintu rumahnya dan duduk di sofa ruang tamunya.

"Kemana Sakura? Kenapa dia tidak masuk kerja?" tanya Sasuke tanpa basa-basi.

"Sakura sedang demam." Sasori menarik nafas panjang, "Dia baru saja tidur setelah aku memberikannya obat. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian, untung saja kamu datang tepat waktu."

Sasuke menganggukan kepalanya.

"Hn, aku yang akan menjaganya."

Sasori bangkit dari duduknya dan menepuk bahu Sasuke dengan lembut.

"Aku menitipkan Sakura padamu."

.

.

Sasuke melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar setelah Sasori pergi. Untung saja kakak kekasihnya itu memberitahu letak kamar Sakura. Membuka pintunya dengan pelan, dia menemukan Sakura tidur dengan tenang. Selimut yang tebal menutupi tubuhnya, membuat tubuh mungil gadis itu menjadi lebih hangat.

"Hn." Sasuke membelai rambut Sakura dengan lembut. Menyingkirkan helaian merah muda yang menutupi wajah gadis itu dengan pelan.

"Ngghh.." Sakura sedikit membuka matanya, merasa tidurnya terusik.

"Tidurlah lagi, Sakura." Sasuke tersenyum tipis.

"Sasuke-kun, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Sakura dengan suara yang parau.

"Hn. Tidurlah lagi, kamu pasti kelelahan." Sasuke membelai rambut Sakura dengan lembut.

"Jangan tinggalkan aku, Sasuke-kun." Sakura memejamkan matanya sembari menggenggam tangan Sasuke dengan erat.

"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Sakura."

.

Sasuke memandang Sakura yang makan dengan lahap. Kekasihnya itu begitu kelaparan hingga memakan bubur buatannya dengan lahap.

"Makan pelan-pelan, Sakura." Sasuke mengusap rambut Sakura dengan pelan, "Kamu bisa beristirahat selama tiga hari untuk memulihkan kondisi tubuhmu."

Sakura menganggukan kepalanya masih dengan mulut yang penuh dengan bubur. Sejenak dia sedikit melupakan dendamnya terhadap Sasuke, namun cerita sejarah keluarga Uchiha yang telah membunuh kedua orang tuanya. Membuat dendamnya semakin membara.

oOo Revenge oOo

Sakura benar-benar menghabiskan waktu yang diberikan Sasuke padanya untuk libur dengan sungguh-sungguh. Dia tidak hanya tiga hari tidak masuk kerja, melainkan dua minggu. Selama dua minggu penuh, dia gunakan untuk nonton tv, bersantai, makan sepuasnya dan tidur sepuasnya. Benar-benar surga dunia yang indah.

Tidak ayal, Sasuke sering mengunjunginya dan membawakannya banyak makanan. Bahkan beberapa kali pemuda itu menginap di rumahnya. Tentu saja tidur bersama kakaknya, tidak mungkin saat ada kakaknya dia dan Sasuke berani melakukan hal yang tidak senonoh.

Sasuke sendiri sebenarnya merasa kerepotan dengan urusan kantornya selama Sakura istirahat dirumah. Namun dia memakluminya karena mengingat Sakura masih suka mengeluh sakit kepala. Bisa-bisa penyakitnya semakin parah jika dia memaksakan kekasihnya itu untuk bekerja.

Sasori mengangkat alisnya ketika mendengar suara muntahan yang berasal dari kamar mandi. Tidak salah lagi, itu pasti suara Sakura. Sudah hampir tiga hari belakangan ini Sakura memuntahkan isi perutnya setiap pagi hari.

Disisi lain, Sakura memucat ketika melihat dua tanda garis merah di alat test kehamilan yang dia gunakan. Tadinya, dia hanya iseng-iseng mencoba alat test tersebut. Dia tidak tahu jika hasilnya akan membuatnya shock bukan main seperti ini.

"Sakura, apa kamu baik-baik saja?"

Sasori mengangkat alisnya ketika melihat Sakura keluar dari kamar mandi dengan menggigit bibirnya. Sesekali adiknya itu meremas ujung gaun malam yang dikenakannya.

"Apa yang terjadi, Sakura?" tanya Sasori.

"Aku hamil, nii-chan."

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Balasan Review :

Asiyah Firdausi : apanya yang kayak gitu?

: aku nggak tau harus bilang apa.. tapi, chap depan Sakura bakal ngejalanin rencananya :3 soalnya, emang sengaja di bikin alurnya cepet. Kalo semasa SMA rada bertele-tele soalnya

Ayuniejung : di chap terakhir bakal di kasih tau :3

Lightflower22 : hohoho...

Azizaanr : Haahahahahaha.. nanti bakal di kasih tau kenapa Sakura mau nglakuin itu ama Sasuke XD

Hyemi761 : Pertanyaannya bakal di jawab di chap depan sama chap terakhir kok :3

Cherryana24 : Nanti bakal di ceritain di chap depan..

Haruno pixi : Hahaha.. :3

Dianarndraha : Karena emang sengaja, kalo gak terlibat lebih jauh dalam hidup Sasu, dia gak akan bisa ngehancurin hidupnya Sasu :3

Hanazono Yuri : sudah..

Pinktomato : sudah..

Misa safitri13 : udah di kasih peringatan kok di sebelumnya :3

Nggak tahu ini chap greget atau nggaakkk.. tapi di chap depan Sakura bakal ngelakuin balas dendamnya, di tunggu aja ya.. kalo ada yang protes kok lama banget balas dendamnya, atau kok gak pas SMA aja? Kalo pas SMA diceritain juga, ntar jadinya bertele-tele. Ini aja termasuk udah bertele-tele :3 terlalu banyak chap ntar bikin pembaca bosen XD kalo balas dendamnya pas SMA, kok rasanya gak greget ya XD

Terimakasih untuk yang udah ngereviewww.. entah itu di PM atau di kotak Revieww.. makasih juga buat yang udah nyempetin baca XD

Sampai ketemu di chap selanjutnya!

-Aomine Sakura-