Disclaimer :ceritanya punya saya,cast punya Tuhan,SMentertaiment,dan orang tua mereka,khusus taoris punya saya #plak #digebuk taoris shipper

Main Cast : TaoRis

Other Cast : KaiSoo, BaekYeol,SiBum,HunHan, ETC

Summary : masih ingatkah kau saat pertama kali kita bertemu? Tanpa saling mengenal tetapi ingin mengetahui satu sama lainnya

Chapter : 8 of ?

Genre : Romance,humor, Hurt/comfort

Warning : Yaoi / sounen-ai, pertukaran marga , Mpreg..

Rated : M (suatu saat bisa berubah-ubah)

Note : Tolong yang sudah membaca FF ini berikan reviewnya ya, itu yang menjadi penyemangat saya selama ini, review saja walau itu sangat pendek, kalau bisa sih yang panjang… please don't be silent readers… dan jangan ada yang menjiplak? Plagiat FF ini, hargailah hasil orang lain, terima kasih atas waktunya.

Add Facebook Author ya, di sana bakal di upload foto cast di ff ini,lengkap profile real mereka, kalian boleh komen-komen di sana.. gomawo sebelumnya

Igo nama facebooknya : Ji young choi (" www .facebook jiyoung .choi. 313371") di hapus tanda kutip nya dan beberapa spasi…

Balasan review:

paprikapumpkin : ne…kkkk~ mian ne, kyu jadi uke, karena author tidak suka dia couplean dengan Sungmin, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Nurfadillah : kkkk~ lain kali akan di buat lebih panjang ne, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

bang3424 : banyak cast? Tentu, saya author sejuta idol, masih banyak cameo dan cast lainnya, dengan Kyu? Belum tentu, bias saja dengan Onew… melahirkan? Baca saja sendiri ne.. gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

ajib4ff : Daesung hanya cameo kok… Eden gak suka sama Tao loh.. semua sudah terjawab di sini kan? Gomawo doanya.. gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

URuRuBaek : sudah di lanjutkan, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

dr22oktaviani1 : dia ngak diapa-apain kok, saingan kris? Entahlah, saksikan saja ceritanya ne, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

zhe : iya, di post ulang karena ada kesalahan, orang ketiga? Bias jadi…gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Shin SungGi : kkkk~ ne, Changmin sungguh2 good man… jinki bergabung ke group Snsdnya Exo (read: Tao,Baekhyun, Kibum, Luhan, Kyungsoo), makin banyak akan makin seru…gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

YoonAndi : author sih tidak tega dengan Changmin… yang panjang? Kapan-kapan ne, author sedang tidak enak badan.. mian minggu kemarin gak updated, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

PandaPandaTaoris : mian, author juga maunya seperti itu namun, apa boleh buat, Changmin juga punya jalan hidupnya sendiri.. gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

AfriiaWF :semua bias di atur, author akan buat kris menangis darah, jangan emosi dong, daebak? Gomawo…#hug tight# , gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Jijiyoyo: tenang ini ff taoris kok, pasti banyak kok taorisnya, kemarin kan special chap jadi taorisnya sedikit karena special chap itu focus kepada cerita teman Tao…gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Yui the devil : keguguran? Baca saja ne, pasti ketemu jawabannya.. mian telat updated, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Guest1: kkkk~ nanti Changmin ketemu jodoh sendiri kok…gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Woles : kkk~ ne… dan pemenang cinta kyungsoo adalah… baca sendiri (?),gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Guest : iya, jungmin emang daebak..kenapa dengan eden? Kkkk~,gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

taoris shipperrr : sudah tidak sabar ne? kalau sudah tidak sabar,boleh naked sekarang kok (?), eden orang ke tiga? Author juga gak tau sih, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Devia Exost: jaejoong itu pacar yunho, lagi pila jaejoongitu hyungnya kibum dan baekhyun, changmin dengan seseorang nantinya…gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Nuna : kkkk~ gomawo atas pujiannya, mian kyungsoo sudah punya jongin.. gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

.

.

.

.

.

.

This Must be Love (사랑인걸요) :

Tao dan yang lain sekarang sedang sibuk memandang ke dalam sebuah ruangan yang dindingnya terbuat dari kaca, di sana terdapat banyak kotak-kotak kaca yang di atur dengan teratur, kalian tau ruangan apa ini? Nah kalian benar… ini adalah ruangan bayi… Tiga malaikat kecil terlihat tidur dengan pulas di ruang khusus incubator. Lebih tepatnya di tiga incubator yang terletak paling dekat dengan kaca ruangan tersebut, yang membuat mereka memandang kagum pada tiga malaikat tersebut. Eh.. tunggu sebentar… siapa tiga malaikat kecil yang mengemaskan itu? Jangan bilang… oh my god… itu anak Kyungsoo? Yang benar saja…

Semua berawal dari pendarahan yang di alami Kyungsoo, penyebabnya adalah stress berat yang Kyungsoo alami, tentu kalian sudah tau kan, jika seorang yang sedang mengandung itu tak boleh mengalami strees berat yang berlebihan, karena itu bisa menyebabkan keguguran. Untung saja usia kandungan Kyungsoo sekarang ini menginjak tujuh bulan, jadi bayi tersebut bisa di selamatkan dengan kelahiran premature.. kalian tau? Kyungsoo bahkan langsung melahirkan tiga bayi sekaligus, bisa bayangkan? Sepertinya "sejata" Jongin sangat hebat, bisa langsung menembak tiga sasaran secara jitu.

Mau berkenalan dengan malaikat-malaikat kecil itu tidak..? baiklah.. simak baik-baik ne. anak pertama, terlahir dengan kondisi yang sangat sehat, berjenis kelamin yeoja, memiliki tubuh yang paling kecil dari pada dua bayi lain nya. Bayi ke dua terlahir tujuh menit setelah bayi pertama, ia merupakan bayi namja yang sehat. dan bayi yang terakir, terlahir lima menit setelah bayi kedua, sama seperti bayi kedua, dia merupakan bayi namja yang sangat sehat.

Kalian mau tau kejadian lucu sebelum Kyungsoo melahirkan? Tepatnya saat dokter bertanya siapa keluarga Kyungsoo yang akan bertanggung jawab atas operasi ini, dengan serentak Jongin dan Changmin berkata bahwa merekalah yang bertanggung jawab, saat di Tanya siapa mereka, lagi-lagi mereka mengatakan hal yang sama, mereka mengatakan bahwa mereka adalah suami dari Kyungsoo dan itu berhasil membuat dokter yang menangani Kyungsoo bingung setengah mati, bukan hanya dokter. Perawat yang sedang bertugas di bagian administrasi juga di buat bingung oleh Changmin dan Jongin.. di awali dengan mereka yang mengaku sebagai suami Kyungsoo, di lanjutkan dengan perdebatan yang mempermasalahkan siapa yang harus membayar biaya atas Kyungsoo, masalah ini bisa di atasi oleh perawat tersebut, dengan menyuruh Jongin membayar setengah dan Changmin membayar setegah nya lagi. dan masalah terakhir dengan perdebatan yang mempermasalahkan nama siapa yang harus di cantumkan di kolom "Orang yang bertanggung jawab" atas Kyungsoo .

Oh… jangan lupakan kejadian yang terjadi di ruang bersalin, Changmin dan Jongin di minta Kyungsoo untuk menemaninya selama proses melahirkan, Kyungsoo mengengam erat tangan Changmin, Changmin sendiri berdiri di sebelah kiri, sedangkan Jongin disebelah kanannya, sama hal nya dengan Changmin, Jongin juga mengengam erat tangan Kyungsoo. Suasana saat bersalin sangatlah ricuh, Kyungsoo berteriak seperti orang yang kerasukan sebelum operasi di lakukan, ia merasa panic dan sakit yang bercampur aduk dan berevolusi menjadi sebuah rasa yang susah di katakan. Setelah di bius… barulah Kyungsoo tenang, ia tak sadarkan diri, dan operasi pun dimulai.

Jongin gugur di tahap awal, ia pingsaan saat melihat dokter bedah membelah perut Kyungsoo, ternyata namja berkulit gelap itu phobia terhadap darah yang terlewat banyak. Berbeda dengan Jongin, Changmin malah gugur di akhir acara, ia pingsan saat mengetahui bahwa Kyungsoo melahirkan tiga bayi sekaligus. Awalnya, saat bayi pertama lahir, Changmin dengan bahagianya berteriak seperti orang gila, ia benar-benar bahagia. Namun ia langsung merasa tidak enak badan saat di katakan dokter bahwa akan ada bayi kedua yang akan lahir, Changmin mulai diam dan tak bergerak sedikit pun dari tempatnya, wajahnya bahkan sangat pucat. Dan saat dokter mengatakan bahwa akan ada anak ketiga yang lahir, Changmin langsung muntah-muntah dan berakhir dengan dirinya yang tak sadarkan diri, entah karena apa.

Beda halnya dengan Tao dan teman-temannya yang sedang terkagum-kagum dengan pesona tiga malaikat yang sedang tertidur di dalam incubator. Di sebuah kamar rawat VVIP. Changmin, Kyungsoo dan Jongin sedang duduk dan saling berpandangan. Kyungsoo baru sadar tiga puluh menit lalu, begitu ia sadar, ia langsung mencari Jongin dan Changmin , ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.

"Eum… Jadi.. Hyung sudah tau kan? Mereka itu adalah anak-anak Hyung… mian selama ini sudah diam dan merahasiakan ini dari Hyung" Ucap Kyungsoo dengan suara yang begitu lemah.. ia habis menangis..

"Anniyo, Gwaenchanayo.. aku sudah sangat bersyukur bisa mengetahui ini, maka dari itu… Hyung akan bertanggung jawab Soo" Jongin tersenyum dengan lembutnya, ia sangat bahagia saat ini, Kyungsoo.. orang yang sangat ia cintai sudah memberikan dia tiga malaikat kecil yang sehat. Namun Kyungsoo menunduk mendengar kata-kata itu.

"H-Hyung… Gomawo karena Hyung sudah mau bertanggung jawab atas ini semua. Tapi Soo benar-benar minta maaf.. Soo akan menikah dengan Changmin Hyung sebentar lagi, jadi Hyung tak perlu repot-repot bertanggung jawab" Ucap Kyungsoo dengan nada yang begitu lemah. Jongin menatap Changmin dengan pandangan lemahnya. Sepertinya ia merasa sakit mendengar perkataan Kyungsoo barusan.

"Apakah tak ada kesempatan bagi Hyung , Soo? Hyung tau Hyung sudah menjadi orang yang sangat kejam karena telah meninggalkan mu begitu saja, padahal Hyung sudah meniduri mu" Jongin merasa sangat menyesal, ia berbicara dengan tersendat-sendat, suara lemah dan wajah yang sangat pucat, begitulah kondisi Jongin saat ini. Changmin masih diam, ia hanya memandang Jongin dan Kyungsoo secara bergantian.

"Anniyo Hyung… Jeongmal mianhae.. Soo mencintai Changmin Hyung sekarang ini, Soo benar-benar berbahagia dengannya.." Dusta Kyungsoo, ia sedang berusaha meyakinkan Jongin bahwa ia sudah berbahagia saat ini, dia juga sedang menahan air matanya yang ingin mengalir dengan derasnya, sebenarnya berat baginya untuk berbohong seperti ini, namun bisa bagaimana lagi? Ia merasa tak enak hati dengan Changmin, Cukup selama ini rasanya ia menyiksa orang yang sangat mencintainya itu dengan sepenuh hati.

Keheningan menyelimuti ruangan itu. Keduanya diam. Baik Jongin maupun Kyungsoo diam tanpa kata. Changmin pun ikut diam, ia masih menatap Kyungsoo dan Jongin yang seperti orang bodoh. Saat ini Jongin kehabisan kata, memang benar adanya.. masih jelas terlihat dengan kedua matanya sendiri bahwa selama ini Kyungsoo terlihat sangat bahagia bersama-sama dengan Changmin. Sedangkan Kyungsoo diam karena hatinya terlalu sakit untuk berkata, ia sangat ingin berkata pada Jongin bahwa ia ingin menikah dengan Jongin, namun ia tak ingin menyakiti hati Changmin yang begitu baik padanya selama ini.

Changmin berdiri dari tempatnya, ia mulai berjalan kemudian duduk di sisi ranjang rawat Kyungsoo, Changmin memeluk Kyungsoo, membawa tubuh mungil Kyungsoo dalam pelukan hangat nya. Dan kalian tau? Jongin sangat iri melihat itu, rasa cemburu di hatinya membuat matanya berkaca-kaca, ia benar-benar merasa ingin menangis detik ini juga.

"Ahjussi.. kemarilah, mendekatlah kemari…" Ucap Changmin tiba-tiba, Jongin hanya menuruti perkataan Changmin, walau hatinya begitu sakit saat ini.

Tau kah kalian apa yang di lakukan Changmin setelah Jongin mendekat? Namja namsan itu menarik tangan Jongin dan meletaknya di atas tangan Kyungsoo, menyuruh Jongin untuk mengengam erat tangan tersebut. Kyungsoo dan Jongin begitu terkejut dengan perbuatan Changmin tersebut.

"Kalian berdua benar-benar babo.." Changmin tersenyum sambil menatap hangat pada Jongin dan Kyungsoo, Kyungsoo dan Jongin mulai menatap aneh padanya.

"Kalian tau? Kalian benar-benar masih saling mencintai" Masih diam, Kyungsoo dan Jongin masih setia mendengar kata-kata Changmin.

"Soo… sampai kapan kau mau seperti ini eoh? berhenti berbohong pada Hyung, terutama pada hati mu… kau takut menyakiti hati ku eoh? Nan jeongmal gwaenchana... bukankan dengan membohongi diri mu sendiri akan memperumit permasalahan eoh? Apa perlu ku katakan pada Ahjussi babo ini.. bahwa kau sering memimpikannya.. bahkan kau juga hampir setiap hari menangis.. karena terus mengingatnya" mendengar itu Jongin langsung menatap Kyungsoo, ia ingin mencari kebenaran dari kata-kata Changmin. Changmin mulai menatap Jongin.

"Dan Kau Ahjussi.. Ku katakan pada mu… Aku ini masih muda, kekuatan ku masih sangat besar, aku masih sanggup membunuh orang dan bermalam beberapa tahun di penjara. Kali ini aku berbicara sebagai seorang pria.. aku memberi kesempatan pada mu. Aku ingin kau menjaga orang yang sangat ku cintai ini, aku tak ingin kau menyakitinya, jagalah ia layaknya berlian yang lebih mahal dari pada nyawa mu sendiri" Changmin mulai melepas pelukannya pada Kyungsoo. Kali ini Jongin yang membawa Kyungsoo dalam pelukannya, ia memeluk erat tubuh mungil Kyungsoo yang sudah kembali ke ukuran semulanya. Namun Kyungsoo masih diam, ia terus menatap Changmin yang tersenyum hangat padanya.

"Soo… mulai saat ini Hyung akan menjadi Hyung mu, Hyung yang akan selalu ada di sisi mu, Hyung yang akan menyanyangi dan selalu menjaga mu, datang pada ku jika Si Ahjussi itu menyakiti mu, maka aku akan membunuhnya dan membawa kepalanya kehadapan mu, Kkkk~… berbahagialah.. demi ku dan demi kebahagiaan hidup mu. Kau sangat pantas bahagia.. sungguh" Changmin kembali tersenyum, seyumannya sungguh-sungguh tulus. Kyungsoo dapat melihat dengan jelas bahwa Changmin memang benar-benar tulus merelakan ia bersama-sama dengan Jongin. melihat itu, air matanya langsung mengalir, ia membalas pelukan Jongin.

"Saranghae.. Jeongmal saranghae… jangan tinggalkan Soo sendiri lagi Hyung.. Hiks.. jebal" Kyungsoo menangis dalam pelukan Jongin.. pelukan ini.. terasa sangat hangat… sama seperti pelukan Changmin..

"Jeongmal mianhae... Hyung akan menjaga mu, Hyung tak akan meninggalkan mu lagi, Yakso.. Uljimayo" Changmin tersenyum, senyuman hangat.. itu sungguh tulus dari dalam hatinya, ia merasa bahagia melihat Kyungsoo bahagia.

"Ya..! Ahjussi.. jangan memeluk dongsaeng ku seperti itu, jika mau memeluknya, kau harus menikahinya dulu, kalau perlu sekarang juga…" Ucap Changmin sambil melepas pelukan Jongin, ia langsung memeluk Kyungsoo, pelukan posesif seorang Hyung terhadap Dongsaeng nya. Mendengar itu Jongin langsung mengambil ponselnya.

"Aku sampai lupa, tunggu ne… aku akan segera menyuruh pendeta datang ke sini" Jongin langsung gelagapan, ia lupa apa yang harus ia lakukan, ia sangat bahagia sehingga lupa semuanya, bahkan ia lupa bagaimana nasib Yuri sekarang. dia baru menyadari semua sekarang, selama ini ia hanya mencintai Kyungsoo, semua rasanya pada Yuri hanyalah rasa kasihan dan sedikit rasa nya yang tersisa karena tak dapat melupakan Yuri, hanya itu.. tak lebih.

Minhyuk dan Minhyun berlari dengan cepat… mereka menyerobot kerumunan tempat dimana Tao dan teman-teman nya melihat bayi-bayi mungil Kyungsoo. Sesampainya di sana mereka menyinjit-nyinjit. Sepertinya berusaha melihat bayi-bayi itu juga. Melihat gelagat mereka yang lucu, semua yang ada di situ pun tertawa. Chanyeol yang merasa kasihan pun akhirnya mengendong Minhyun, mendudukan namja manis itu di bahunya.

"Ya..! Hyun curang.. Eumm apa tidak ada yang mau mengendong Hyuk eoh? Hyuk juga mau lihat ke dalam" Ucap Minhyuk kesal. Mendengar itu Tao pun mendekat pada Minhyuk, menduduki dirinya agar ia bisa bertatapan langsung dengan Minhyuk..

"Mau di gendong ya? Mau Hyung gendong eoh? Tapi ada syaratnya.. Hyuk harus mencium Hyung dulu.. otte? Ayo… cium di sini" Tao mulai mengoda Minhyuk, Tao menunjuk-nunjuk pipinya, menyuruh Minhyuk untuk menciumnya. Minhyuk mengembungkan pipinya lucu, ia juga melipat kedua tangannya di dada.

"Hyung sangat percaya diri eoh? Hyung itu bukan Type Hyuk tau.. Eummm ada yang mau mewakili Hyuk untuk mencium Tao Hyung?" mendengar itu Kris dan Suho segera mengejar Tao untuk di cium…

"Omo.. Kya… Hush…hush.. menjauhlah… Kya…" Tao berteriak pelan sambil bersembunyi di belakang Baekhyun dan Jinki. Eden yang tak tertarik dengan adegan kejar mengejar itu pun langsung mendekat ke Minhyuk dan mengendong anak itu.

"Ya.. sudah mulai nakal Eoh? Aishhh" Lay menjewer kuping Suho.. membuat Suho mengaduh, ia membawa Suho duduk bersamanya.

"Aishhh Chagiya, dia itu dongsaeng kandung ku, apa salahnya jika aku menciumnya" Ucap Suho sambil mengelus- elus telinganya yang merasa berdenyut. Lay hanya diam, ia tak berniat menanggapi pernyataan Suho barusan.

Baekhyun dan Jinki menatap Kris yang sangat berniat menciumi Tao, layaknya seorang serigala yang kelaparan. Merasa ia di perhatikan dengan tatapan aneh, ia langsung berdehem, memasang wajah cool nya dan kembali menjauh, berjalan menuju tempat semula nya.

"Berhenti menatap ku seperti itu, aku hanya bercanda" Ucap Kris sebelum berlalu.

"Bercanda katanya, jelas-jelas wajahnya terlihat mesum tadi" Ucap Baekhyun menyindir.

"Hyung… kata Halmeoni, Hyun sudah punya Dongsaeng baru, yang mana Dongsaeng Hyun?" Tanya Minhyun polos entah pada siapa, yang jelas pertanyaan itu bisa di jawab oleh siapa pun yang mendengarnya.

"Itu Dongsaeng ku Hyun… bukan Dongsaeng mu" Ucap Minhyuk tiba-tiba, Minhyun menatap Hyung nya dengan tatapan tajam, Minhyuk pun menatap tajam pada Minhyun.

"Hei… hei… jangan bertengkar, kalian mau tau yang mana Dongsaeng baru kalian eoh?" Tanya Baekhyun yang mencoba meleraikan Minhyun dan Minhyuk. Si kembar hanya mengangguk dengan antusia, namun sesekali mereka masih terlihat saling memandang dengan tatapan tajam mereka, sepertinya mereka tak rela berbagi Dongsaeng.

"Baiklah… perhatikan baik-baik ne, Dongsaeng Hyun itu, yang itu, sangat Kyeomi kan?" Tanya Baekhyun pada Minhyun, Minhyun terlihat memandang lekat Dongsaengnya dengan wajah yang terkagum-kagum, menurutnya, Dongsaengnya itu sangat imut.

"Itu Dongsaeng Hyuk…! Buka Dongsaeng Hyun…!" Minhyuk yang tak terima mulai marah-marah. Minhyun hanya menatap Minhyuk dengan mata berkaca-kaca, ia ingin menangis sepertinya.

"Anniyo Hyuk, itu Dongsaeng nya Hyun, Dongsaeng nya Hyuk itu yang di sebelahnya…" Ucap Baekhyun sekali lagi untuk menyenangkan hati Minhyuk dan Minhyun.

"Dongsaeng nya kenapa bisa ada dua? Jangan-jangan mereka monster" Tanya Hyuk lagi.

"Kkkk~… Dongsaeng kalian itu kembar, bahkan yang tidur di incubator, di sebelah Dongsaeng nya Hyun itu juga Dongsaeng kalian, mereka kembar tiga" Jelas Baekhyun. Si kembar hanya mengangguk pelan, sebenarnya mereka tak mengerti apa yang di bicarakan Baekhyun. Namun karena sibuk dengan Dongsaeng baru mereka, mereka tak ambil pusing dengan perkataan Baekhyun.

"Hai semuanya…" Seorang namja Berwajah cantik berjalan mendekati Baekhyun dan yang lain, Di belakang namja cantik itu, seorang namja tampan yang tinggi dan tegap mengikuti nya. Semua yang ada di situ menatap Shock pada namja cantik yang sudah ada di hadapan mereka.

"Kenapa menatap ku seperti itu eoh?" Tanya si namja cantik tadi sambil tersenyum hangat.

"J-Jongin Ahjussi mengapa jadi…" Kris terbata-bata.. bahkan ia tak bisa melanjutkan kata-katanya.

"Omo.. Ini mengerikan.. apa itu… kenapa kulitnya tiba-tiba memutih?" Tanya Chanyeol, ia masih lekat menatap namja cantik tadi, yang mendengar komentar-komentar tadi tertawa pelan.

"Kkkk~ kalian semua sangat lucu, perkenal… Choi Taemin imnida, Aku kembaran dari Jongin… apakah kami begitu mirip eoh? Sehingga kalian tak bisa membedakannya" mendengar penjelasan Taemin –kembaran Jongin- semuanya hanya mengangguk paham, Baekhyun yang sudah mengetahui sedari awal hanya diam.

"Mwo? Jongin Ahjussi kembar? Pantas saja Anak nya kembar…" Tao angkat bicara setelah lama diam.

"Ku kira Jongin ahjussi "sang penembak" jitu… ternyata ini terjadi karena Gen yang di turunkan pada nya" Canda Kris setelah Tao berkomentar, semua yang mendengar itu ikut tertawa.

"Pantas saja.. sangat berbeda… di mulai dari wajah yang cantik, kulit yang putih dan tubuh yang indah" kali ini Chanyeol yang berkomentar, Baekhyun menatap Chanyeol dengan malu-malu, ia masih sangat-sangat Canggung bila harus bertemu, bertatapan, berbicara, berdekatan dan melakukan hal lain bersama-sama dengan Chanyeol, itu semua bermula dari kejadian di kantin waktu itu.

"Oh… aku hampir lupa, perkenalkan, ini suami ku, namanya Choi Minho, dia sangat tampan kan Kkkk~" Taemin tertawa setelah menperkenalkan suaminya, sedangkan Minho –suami Taemin- hanya tersenyum hangat kepada semua yang melihatnya.

Tak lama setelkah itu, Jungmin –Eomma Jongin- mendekati kerumunan Tao dan yang lain, yang saat ini ada di depan ruangan Khusus incubator.

"Annyeong semuanya, bisakah kalian masuk ke dalam ruangan rawat Kyungsoo? Ia menyuruh kalian untuk berkumpul di ruangan nya" Ucap Jungmin dengan senyum ceria di wajahnya, dan bersamaan dengan itu, mereka semua langsung bergegas menuju ruang rawat Kyungsoo, Bahkan Minhyun dan Minhyuk ngambek karena di paksa ikut ke kamar Kyungsoo, mereka masih betah menatap Dongsaeng mereka.

Semuanya pun tiba di dalam ruangan Kyungsoo dan betapa terkejutnya mereka saat melihat seorang pendeta sudah berdiri di samping ranjang Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum lembut kearah orang-orang yang masuk dengan wajah yang terkejut. Minhyuk dan Minhyun langsung naik ke atas tempat tidur ketika masuk ke ruangan itu dan langsung saja memeluk "Eomma" mereka dengan hati-hati.

"Apa ini? Kenapa ada pendeta di sini?" Tanya Baekhyun.

"Eumm itulah yang ingin Soo sampaikan pada kalian.. sebenarnya Soo akan menikah sekarang, Soo ingin kalian menjadi saksi pernikahan kami, walau ini tak di lakukan dengan pesta" Jelas Kyungsoo sambil bersemu di sertai raut yang kata-kata "menikah" dari Kyungsoo semua langsung tersenyum melihat Changmin, namun detik selanjutnya mereka menatap Jongin dengan tatapan prihatin.

"Kkkk~ jangan menatap seperti itu, Soo akan menikah dengan Jongin Ahjussi bukan dengan ku" Changmin angkat bicara setelah melihat keanehan yang terjadi pada teman-temannya.

"Mwo…?!" Semua yang ada di ruangan itu –kecuali Jungmin, Minho, Taemin, Changmin , Kyungsoo dan Jongin- menjerit histeris secara bersamaan. Kyungsoo tersenyum melihat ekspresi semua teman-temannya.

"Ne.. kalian tak salah dengar, Putra ku yang tampan itu akan segera menikah, dia akan bertanggung jawab atas perbuatannya pada Kyungsoo" Ucap Jungmin memperjelas. Mendengar itu mereka hanya mengangguk. sekarang mereka merasa kasihan pada Changmin.

"Eumm bisa kita mulai sekarang?" Tanya Jongin.. ia sudah tak sabar. Ia ingin segera menikahi orang yang selama ini sangat ia cintai. Mendengar perkataan Jongin, semua yang awalnya berdiri secara tak beraturan segera mengatur formasi, mereka berdiri dengan rapi di hadapan ranjang Kyungsoo. Begitu juga dengan Changmin, ia bangkit dari tempat duduknya dan bergabung bersama yang lain nya.

Sang pendeta pun mengandengkan tangan Kyungsoo dan Jongin, Semua yang ada di situ hanya menatap dengan gugup, bukan hanya Kyungsoo, semua yang ada di ruangan itu ikut gugup.

"Baiklah… saya mulai.. Mr. Kim Jongin, bersediakah anda, menjadi pendamping dari saudara Kim Kyungsoo dalam keadaan Suka mau pun duka, berjanji akan menghapus semua bebannya dan tetap bersamanya hingga Kematian memisahkan kalian" Ucap pendeta tersebut sambil memandang Jongin, Semua ikut memandang Jongin.

"Yes, I Do" Jongin menjawab janji nya tanpa ragu sedikit pun, Semua yang melihat mulai tersenyum bahagia.

Pintu ruang rawat Kyungsoo terbuka. Terlihat Mr. Kim, Mrs. Kim dan Soo Hyun –Keluarga Kyungsoo- masuk dengan hati-hati.

"Maaf kami terlambat.." Ucap Mr. Kim Yonghwa –Appa Kyungsoo- sambil membungkuk kan badan nya hormat. Di ikuti Mrs. Kim Minhyuk dan Soohyun yang ikut membungkuk.

"Senang bisa melihat kalian di sini, mian sudah menghubungi kalian secara mendadak seperti ini" Ucap Jungmin yang sudah berdiri di samping Mrs. Kim Minhyuk. Setelah semua nya sunyi Sang pendeta mulai melanjutkan kata-katanya.

"Baiklah Saudara Kim Kyungsoo, bersedia kah anda menerima Mr. Kim Jongin sebagai Suami anda, menemaninya di kala suka maupun duka, melahirkan anak-anaknya dan menjadi pengurus dirinya, hingga ajal memisahkan kalian?" Ucap Sang Pendeta melanjutkan kata-katanya yang sempat terhenti tadi, karena kedatangan Keluarga Kyungsoo..

"Yes, I do" Janji itu meluncur dengan mudahnya dari bibir Kyungsoo, setelah itu, semua nya mulai bertepuk tangan. Terlihat tersenyum, memandang Kyungsoo lekat.

"Mulai detik ini, Kalian Resmi menjadi Suami dan Istri, semoga kebahagiaan memberkati kehidupan kalian" bersamaan dengan perkataan pendeta itu ,suasana haru mulai menyelimuti ruangan itu. Jungmin, Minhyuk dan para Uke menitikan air mata haru mereka. Sedangkan para Seme berusaha menenangkan Uke mereka.

Seperti Choi Minho contohnya, ia memeluk istrinya dari belakang dan Taemin –istrinya- menyandarkan kepalanya pada dagu sang suami. Beda halnya dengan Minho, Kim Hyun Joong –Appa Jongin- yang entah sejak kapan sudah ada di sana, ia merangkul Jungmin –istrinya- dan mengusap-usap lembut lengan istrinya, Jungmin pun menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Orang tua Kyungsoo juga melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh orang tua nya Jongin.

Hal yang sama terjadi pada remaja-remaja di ruangan itu. Di mulai dari Suho yang memeluk erat Lay dari belakang, Suho mengistirahatkan kepalanya di bahu Lay. Kemudian Chanyeol yang tiba-tiba membawa Baekhyun ke dalam pelukannya. Changmin yang mulai mengusap pelan kepala Jinki, Changmin merasa kasihan melihat Jinki yang menangis dalam diam. Melihat itu semua Kris mulai menatap Tao, ia juga ingin menenangkan Tao, maka dari itu ia mendekati Tao dan ingin memeluk Tao, namun…

"Tak perlu memeluk Ku Hyung… hiks hiks.." Ucap Tao yang entah dari mana bisa menyadari pergerakan Kris. Kris yang awalnya mau memeluk berpura-pura memukul-mukul udara kosong di atas Tao.

"Siapa yang mau memeluk eoh? Aku ingin memukuli nyamuk-nyamuk nakal ini, omo… banyak sekali nyamuknya" Kris berakting, suaranya di buat sewibawa mungkin, ia tak ingin tertangkap basah sedang malu saat ini. Eden Diam, ia hanya menatap ke kiri dan ke kanan, ia bingung harus melakukan apa. Soohyun dan Siwon pun begitu. Mereka hanya diam dan sesekali melihat ponsel mereka.

Tao… namja manis itu sedang memulihkan rasa lelah pada tubuhnya. sekarang ini ia sedang berendam dalam bathtub yang di isi penuh dengan Air susu, memanjakan tubuh itu kan perlu. Music classic mengalun dengan indah memenuhi kamar mandi yang sangat luas itu. Tao menatap langit-langit kamar mandi itu, ia tersenyum berulang kali. Ia masih ingat kejadian tadi sore saat di rumah sakit. Tepatnya saat semua berebutan bunga yang di lempar oleh Kyungsoo. Bunga itu tanpa berdosanya jatuh ke pangkuan Eden yang sedang duduk, ia telalu malas untuk merebut bunga tersebut. Namun apa? Bunga itu memilihnya… itu berarti.. Eden akan segera menikah..

Padahal dia dan teman-temannya sudah susah payah mencoba menangkap bunga tersebut, terutama Baekhyun, ia sangat bersemangat dan bertekat mendapatkan Bunga tersebut, namun tekat dan semangatnya tak membawakan hasil.

Setelah merasa cukup bersih, Tao mulai berdiri, membilas tubuhnya di Shower Box, dan memakai Bathrobe nya. Setelah itu ia berjalan dengan tenang menuju tempat tidurnya, ia memilih untuk segera tidur… tampa menganti baju terlebih dahulu, tubuhnya butuh istrahat… lagi pula esok adalah hari senin, itu berarti esok akan menjadi hari yang sangat melelahkan.

Hari senin… hari yang melelahkan bagi semua orang.. hari ini seluruh penghuni CJY High School merasa kebosanan yang berlebihan, entah mengapa, yang jelas mereka malas melakukan apapun, kebanyakan murid memilih tidur saat pelajaran, ada juga yang memilih untuk duduk dan makan di kantin. Lagi-lagi para Guru dan Staf nya melakukan sebuah rapat, entahlah… akhir-akhir ini murid jadi jarang belajar. tapi tenang, Sekolah ini akan tetap unggul, semua murid di sini memiliki IQ di atas rata-rata, mereka bahkan bisa mendapatkan nilai bagus, walau tak belajar selama sebulan.

Tiba-tiba.. di tengah suasana yang membosan itu, Bell tanda berakhirnya rapat berbunyi, dan itu memakswa semua orang kembali kekelasnya, yang tadinya tidur juga terpaksa harus menegakkan kembali tubuh mereka, karena pelajaran akan segera di mulai.

Ji Seonsaengnim berjalan dengan tenang di koridor yang sudah sepi, sepertinya semua murid sudah kembali ke kelas masing-masing. Ji Seonsaengnim pun masuk ke dalam kelasnya. Terlihat semua murid-muridnya sudah duduk dengan tenang di kursinya masing-masing, Ji Seonsaengnim pun tersenyum dan mulai menyapa murid-murid tercintanya itu.

"Annyeong semua.. bagaimana waktu istrahat singkat kalian tadi? Apa kalian tidur dengan nyenyak?" Tanya Ji Seonsaengnim basa basi. Semua muridnya hanya diam. dengan wajah datar semua murid memandang Ji Seonsangnim dalam diam. Ji Seonsaengnim mulai mengaruk kepalanya dan tersenyum singkat.

"Kalian sedang tidak mood eoh? Jika memang begitu, kita tidak usah melanjutkan pelajaran saja, lagi pula ada sesuatu yang ingin saya katakan pada kalian" Kata Ji Seonsaengnim seadanya. Mendengar itu Baekhyun sang ketua kelas mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"Ne… ada apa Baekhyun?"

"Hyung.. apakah yang akan Hyung katakan itu sesuatu yang menarik? Jika tidak… bisakah kami izin untuk tidur saja, kami benar-benar lelah" ucap Baekhyun apa ada nya, semua yang mendengar perkataan Baekhyun, langsung ikut menyerukan kata-kata "Ne" yang mengartikan bahwa mereka setuju dengan perkataan Baekhyun tadi.

"Anniyo.. kalian pasti akan kehilangan rasa mengantuk kalian setelah mendengar apa yang akan Saya katakan" Ucap Seonsaengnim muda itu sambil tersenyum, senyumannya sulit di artikan.

"Baiklah langsung saja ne… tadi kami para guru dan seluruh staf melakukan rapat tentang acara-acara yang akan di selengarakan saat Perayaan ulang tahun sekolah yang akan kita laksanakan hari senin mendatang. Sangat banyak ide-ide yang di ajukan dalam rapat tersebut, sehingga semua peserta rapat merasa kesusahan menentukan acara apa yang akan dilaksanakan, maka dari itu, kepala sekolah memutuskan akan melakukan semua acara sekaligus. Semua kelas akan mempersembahkan hal-hal yang berbeda, kalian tau apa hasil undian untuk kelas kita?" Tanya Ji Seonsaengnim pada semua murid nya.

"Dance modern?"

"Special Sport?"

"Material Art?"

"Tarian tradisional?"

"Drama musical?"

Jawaban demi jawaban di lontarkan para murid pada Ji Seonsaengnim, Seonsaengnim muda itu hanya tersenyum dan berulang kali mengelengkan kepala. Tak ada satupun jawaban dari muridnya yang benar.

"Sudah… sudah… Hyung akan beri tau saja.. kalian benar-benar ingin tau eoh?"

"Ne…!" Jawab para murid itu semangat… seperti biasa, murid-murid CJY sangat suka jika sudah menyangkut pesta atau perayaan. Itu artinya mereka bisa bersenang-senang sesuka hati mereka.

"Baiklah jika kalian memaksa, namun berjanjilah tidak akan terkejut saat mendengar ini ne, Hyung sudah berusaha mengambil undian yang terbaik, namun hasilnya siapa yang tau" Semua murid masih diam, mereka masih setia menunggu kelanjutan dari kata-kata Seonsaengnim tampan itu.

"Baiklah.. hasil menunjukan…. Bahwa kelas kita.. akan menyajikan … kita boleh menunjukan apa pun sesuka kita. baik dance, menyanyi, drama dan hal-hal lainnya namun wajib ..." Ucap Ji Seonsaengnim panjang lebar, ia menatap murid-muridnya, menunggu reaksi dari semuanya.

"MWOYA…!" Semua murid berteriak histeris, bahkan nada bicara mereka hampir melebihi delapan octave. Jika bisa… semua benda bermaterial dasar kaca akan retak dan hancur berkeping-keping jika mereka meninggikan sedikit lagi nada bicara mereka.

Sore ini, seperti biasanya. Tao dan yang lain berkunjung ke rumah sakit, mereka ingin melihat tiga malaikat kecil Jongin dan Kyungsoo yang sangat mengemaskan. Namun agak sedikit berbeda… Tao, Luhan, Jinki dan Baekhyun yang biasanya ceria dan semangat memperhatikan tiga malaikat kecil yang mengemaskan itu, sekarang mereka berubah sedikit lebih diam dan tak bersemangat.

"Kalian kenapa Eoh?" Tanya Kyungsoo yang sedang mengendong Kim Jieun, anak pertama mereka yang berjenis kelamin wanita. Sedari tadi Kyungsoo terus memperhatikan teman-temannya itu. Mereka tampak begitu lemas, sepertinya mereka sedang menanggung beban yang begitu berat.

"Kami harus berbuat apa Soo, Ji Seonsaengnim menyuruh kami menampilkan sebuah Dance modern yang Menarik dan Fresh" Ucap Baekhyun lemas.

"Lalu? Apa yang salah dengan itu, bukannya bagus, itu berarti kalian hanya perlu bernyanyi dan menarik kan? Soo rasa itu tidak sesulit drama musical ataupun phantomim" mendengar itu Baekhyun dan Luhan menghembuskan nafas panjang, sedangkan Tao dan Jinki hanya diam.

"Tidak sesimple itu Soo.. Soo tau kan kami tak bisa bernyanyi dan menari, bagaimana jika performancenya nanti berantakan? Itu akan sangat memalukan. Hanya Soo satu-satunya member Group kita yang mengambil Ekskul Vocal, namun sekarang apa? Soo sedang di rawat.. dan Soo harus tau, acara Sekolah kita di buka untuk umum, jadi akan ramai pengunjungnya, bisa saja murid dari sekolah lain ikut menonton" Omel Luhan panjang lebar sambil mengerucutkan bibir nya lucu.

"Kkkk… jangan khawatir.. Soo mau kok mengajari kalian menyanyi, Soo yakin kalian akan menjadi penyanyi yang hebat" Mendengar itu Tao dan yang lainya sedikit merasa lega, benar.. Kyungsoo itu sangat berbakat dalam menyanyi, bahkan ia pernah mewakili sekolah mereka bertanding di tingkat nasional dan berhasil keluar sebagai juara pertama.

"Tapi…Kita masih punya masalah" Ucap Jinki tiba-tiba.. Semua mulai menatap namja manis yang memiliki sifat sangat tenang dan feminim itu.

"Masalah apa Ki-nie..?" Tanya Baekhyun penasaran.

"Eummm bukan kah kita juga harus Dance? Siapa yang akan mengajari kita Dance eoh?" Ucap Jinki gelisah.

"Aishhh benar juga… bahkan waktu kita untuk berlatih kurang dari seminggu… apakah kita bisa berlatih tanpa pelatih eoh?" Ucap Tao yang mulai Frustasi

"Han-ie.. bukan kah kamu pandai dance eoh? Kenapa tidak latih saja mereka" Tanya Kyungsoo yang sekarang sibuk dengan anak Keduanya yang di beri nama Kim Myungsoo..

"Anniyo Soo, han-ie tak bisa mengajari orang lain… itu begitu sulit, Han-ie bukan Lay Sunbae yang begitu hebat dance" Jelas Luhan menyesal. Dan suasana di ruangan itu kembali abu-abu, terasa hampa dan sepi.

"Ah… kenapa tak terpikir dari tadi, kenapa kita tak minta ajarkan saja dengan Lay Hyung? dia pasti mau mengajari kita dance" Ucap Baekhyun yang menyadari hal itu setelah penjelasan dari Luhan tadi.

"Ne… benar juga.. Lay Hyung pasti senang jika harus ke rumah setiap hari" Ucap Tao dengan senyuman cerah nya. Ia tau betul… bahwa Lay sangat senang datang kerumahnya. Hanya untuk melihat kekasihnya yang dingin dan tak peka itu, bahkan setelah berpacaran, mereka tak pernah berkencan. Maka dari itu, jalan satu-satunya cara agar dapat sering bertemu adalah mendatangi rumah Kediaman keluarga Choi. Lebih tepatnya, berpura-pura ingin bertemu dengan Tao.

"Arraseo…berarti semua masalah sudah teratasi… soal kostum, Jinki saja yang siapkan ne, kita tentukan setelah memilih lagu nanti, otte?" Ucap Jinki ceria…

"Ne… setuju" Ucap semuanya –kecuali Kyungsoo- secara bersamaan, dan kalian tau, sepertinya mereka terlalu bersemangat sehingga lupa bahwa mereka sudah bebicara dengan nyaringnya. Membuat Tiga malaikat yang tertidur pulas terbangun dan menangis.. melihat itu Tao mulai mengendong Kim Wonho –anak bungsu Kyungsoo dan Jongin- yang kebetulan berada di dekatnya. Luhan dan Jinki mencoba menenangkan Myungsoo, dan Kyungsoo berusaha menenangkan Jieun, sedangkan Baekhyun hanya diam, karena semua orang sudah tau bahwa Baekhyun tak begitu suka berhadapan dengan anak kecil yang cengeng… padahal dia sendiri adalah anak yang cengeng.

Hari ini, tepatnya di waktu senggang di mana para Murid CJY sudah pulang ke rumah masing-masing. Di sebuah ruangan besar terlihat Tao, Baekhyun, Jinki dan Luhan dan beberapa orang lainnya sedang duduk dengan manis, di depan mereka sudah berdiri Lay, sepertinya Lay sedang menentukan posisi-posisi yang pantas di sandang setiap member Group yang akan di beri nama Sweet Harmony itu.

"Baiklah, dengarkan baik-baik ne, kita di sini akan berkerja sama dalam membantu Tao dan yang lain untuk menyiapkan Acara untuk peringatan Ulang Tahunnya sekolah kita. Maka dari itu kita akan menentukan posisi kalian di Group ini" Lay terus menjelaskan, semua memerhatikan dengan seksama.

"Baiklah..untuk yang pertama, posisi yang di kategorikan kedalam Vocal… terdiri dari Main Vocalist, Lead Vocalist, dan Vocal biasa…. Menurut hasil penilaian Kyungsoo kalian semua sangat layak untuk menjadi Main Vocalist, namun, kita harus menentukan sesuai dengan peraturan yang ada, agar Group ini terlihat menarik, kalian mengerti?"

"Ne…" Jawab Tao, Luhan, Baekhyun dan Jinki secara serentak.

"Baiklah, menurut apa yang sudah kami tentukan, Yang akan menjadi Main Vocalist di Group ini adalah…. Tao dan Jinki.. Chukhahae" Ucap Lay sambil bertepuk tangan, semua juga ikut bertepuk tangan setelah itu.

"Lalu selanjutnya.. Lead Vocalist… yang terpilih adalah Baekhyun, sedangkan Vocal Biasa adalah Luhan" Ucap Lay selanjutnya, semua yang mendengar terkejut. Mereka tau betul bahwa suara Luhan sangat-sangat bagus, biarlah… toh yang memilih menjadi Vocal biasa Luhan sendiri, karena ia ingin part yang paling sedikit, jadi dia tak perlu tampil terlalu mencolok.

"Tapi ada masalah.. menurut Konsep Group dan lagu yang di pilih, seharusnya salah satu member di Group ini ada yang berposisi sebagai Rapper… namun siapa yang bersedia menjadi Rapper eoh?" Tanya Lay panjang lebar. Semua saling berpandangan, tak ada yang bergerak.

"Hei… ayolah.. jangan begitu… sekarang cepat putuskan siapa yang mau menjadi Rapper? Jika tetap diam, Kami akan menentukan secara asal, dan mau tak mau orang tersebut harus menerima dua posisi sekaligus" Ucap Lay menjelaskan. mendengar itu Tao , Luhan , Jinki dan Baekhyun saling bertukar pandang, mereka sungguh binggung sekarang, Melakukan Rap itu kan tidak mudah… benar tidak?

"Eummm Boleh Tao mencoba? Tapi siapa yang akan mengajari Tao eoh?" Tanya Tao mencoba memberanikan dirinya. Mendengar itu Lay hanya tersenyum.

"Itu bukan masalah… kalian tidak tau ya, Kris, Chanyeol dan Eden itu sangat mahir soal Rap dan Hip Hop, Kris dengan Rap English nya, Chanyeol dengan Rap Korea nya, dan Eden yang bisa Rap dengan tujuh bahasa…" mendengar itu Tao mulai menatap Kris. Kris juga menatapnya dan tersenyum, namun Tao langsung mengalihkan pandangan nya pada Eden, dan itu berhasil membuat Kris berdehem sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.

"Baiklah… kalian berempat, kemari… aku akan membisik kan pada kalian, apa yang akan kalian tampilkan nanti" Ucap Lay, mendengar itu semuanya mendekati Lay, dan Lay membisikan rencana nya pada Tao , Luhan, Baekhyun dan Jinki. Dan mereka sangat terkejut dengan rencana Lay.

"H-hyung… apa itu tidak terlalu dewasa? Itu telihat begitu erotis" Ucap Tao yang mulai menelan ludahnya.

"Ne.. benar Hyung, itu terlalu erotis.." Timpal Baekhyun tak terima, Luhan dan Jinki hanya diam, karena mereka tau, percuma saja rasanya jika mau melawan para Sunbae mereka itu.

"Sudah… jangan banyak Protes.. Kajja… Semuanya berlatih… Ayo semuanya… semangat!" Ucap Lay semangat, dan bersamaan dengan itu latihan yang berat di mulai.

Jinki… dia sangat susah dalam dance, gerakan dance nya sebenarnya tak buruk, namun dia sangat ceroboh. Ia dengan mudahnya akan tergelincir dan terjatuh. Beda keadaannya jika sedang berlatih vocal bersama Kyungsoo, semua orang bisa di buat terdiam dengan suara nya yang lembut dan sedikit serak. Bahkan tadi Chanyeol sampai terdiam dan mulutnya mengangah lebar sangking terpukau nya. Para malaikat kecil Kyungsoo juga tidak terbangun dari tidurnya, itu berarti suara Jinki enak untuk di dengarkan.

Baekhyun… sejauh ini anak ini berlatih dengan cukup baik… dia mudah menguasai gerakan dance nya, dan soal vocal jangan di tanya lagi, dia memang terlahir dengan suara emas yang bisa membuat orang jatuh cinta padanya.

Luhan… namja manis satu ini begitu memukau ketika mengerakan tubuh nya, gerakan dance yang ia lakukan begitu sempurna. Namun yang mengejutkan.. suaranya juga begitu memukau, semua yakin jika ia mengikuti casting pencarian bakat ia akan langsung di terima.. tampang yang ada di atas rata-rata, suara indah dan pandai dance, sempurnakan?

Dan inilah yang paling Utama, Tao… Dia sangat baik di bidang Vocal… suaranya sangat manis dan terdengar imut, saat dance juga tak begitu buruk. Gerakan-gerakan dance yang ia lakukan bisa ia kuasai dengan waktu yang singkat. Nah… sekarang waktu nya Tao untuk berlatih Skill Rap nya. Mau lihat? Baiklah.. kajja kita intip saja.

"Bukan seperti itu Tao.. aishh seperti ini dengarkan baik baik, ehem.."

# Girls' bring the boys out

I wanna dance right now

We can show 'em how the girls get down

Yes we go for more than zero

Number one everyone should know

Check this out

All the boys all the boys want my heart

Better know how to rock and don't stop

Oh Gee

We make you so hot

Girls' Generation we won't stop

(Lyric from Girls' Generation – The Boys : Yuri, Yoona, Hyoyeon and Sooyoung Part Rap )

Kris menyanyikan rap part dari sebuah girl group yang dia sukai, mendengar itu Tao ikut mencoba bagian yang sama dengan apa yang Kris praktikan tadi, dan Tao berhasil dengan baik.

"Ya.. apa-apaan itu? Jenis Rap seperti itu sangat tidak keren, sangat lemah.. Tao jangan lakukan seperti itu, Arra? Eumm tunggu ya aku akan memikirkan cara Rap yang tepat untuk mu" Ucap Chanyeol panjang lebar.

"Aha..! aku tau.. dengarkan Tao, jika kau melakukan Rap seperti ini kau akan sangat keren, bahkan kau akan jadi uke terkeren yang pernah ada.." Ucap Chanyeol yang sudah bersiap-siap mempraktirkan cara Rap yang tepat untuk Tao.

# Sarangi tteonana bwa

I baram tago jeo meolli naragana bwa oh, oh

Modeun ge byeonhana bwa

Neodo nacheoreom ireoke tto byeonhana bwa

Geuraedo na apado huryeonhada

I gibun jochado nan jigeum beogeopda buranhan deut baraboneun

Ttereul sseuneun ai gachi geudae nunmuri doraseoneun nae eokkaereul

Chamneunda

Ibyeoreun daljiman nan

Gwaenchanha apeujiman geudae geurimja aneseo bareul ppae

Uri banjido ppae

(Lyric from B1A4 – Tried to walk : Baro part Rap)

"Otte? Kerenkan? Itu cocok untuk mu, aku hebatkan?" Tao diam, dia masih terbengong-bengong dengan praktik yang di lakukan oleh Chanyeol tadi, dia terlihat seperti Kereta api listrik yang melaju sangat cepat, yang hampir tak terlihat. Namun beda nya cara Rap Chanyeol tadi itu bukan hampir tak terlihat, namun hampir tak terdengar…

Melihat Tao yang terdiam sambil menatap Chanyeol layaknya seorang anak kecil kehilangan ibunya di suatu pusat perbelanjaan, Kris jadi iba.

"Ya.. ! kau lihat dobi.. apa efek samping dari Rap mu, Tao jadi anak autis seperti itu" Kris menyalahkan Chanyeol dan berakhir dengan pertengkaran mulut antar dua sahabat itu. Mereka memang suka begitu, kalau sudah menyangkut soal Rap dan Rapper, masalah yang awalnya kecil bisa jadi besar.

"Kris kau tak tau eoh? dia itu sedang terpesona pada ku, bukan terkena autis" bela Chanyeol dengan bangganya.

"Orang yang mau menemui ajalnya saja bisa tau, kalau Tao terkena autis karena cara mu melakukan Rap tadi, lihatlah Tao, dia termenung, wajahnya sangat tragis, lihat… dia bahkan tak akan sakit jika aku cubit, perhatikan…" Kris mulai menarik pipi Tao, dan benar saja… Tao tidak menjerit kesakitan atau pun semacamnya, Tao masih diam dan memandang Chanyeol. Melihat itu Chanyeol menggaruk pipi.. dan setelah itu peperangan mulut langsung terjadi… peperangan yang sangat panjang.

"Sudah bisa dasarnya kan?" Tiba-tiba Eden yang hanya diam sedari tadi memegang bahu Tao, dan itu membuat Tao kembali ke dunia nyata.

"Akhh… appo~" Tao memegangi pipinya yang terasa sakit, Eden hanya menatapnya aneh. Kenapa efek dari tarikan pada pipinya baru terasa sekarang, begitu lah kurang lebih yang ada di pikiran Eden saat ini.

"Waeyo Hyung?" Tanya Tao pada Eden yang mengejutkan nya.

"Sudah bisa dasar Rap kan? Eum begini… jika kau ingin sukses melakukan Rap, kau harus tenang, konsentrasi penuh dan lafalkan lyric nya senyaman mungkin, itu akan lebih baik, Perlu contoh?" Tanya Eden, Tao memandang lekat Eden. Namja ini.. kenapa sangat berbeda? Saat ini dia terlihat sangat bijaksana, beda dengan kejahilannya saat pertama kali bertemu, belum lagi sifat pendiamnya selama ini saat mereka –Group Kris dan Tao- berkumpul dan bercanda bersama. Eden ini memang benar-benar sosok yang susah di tebak.

"Eh? S-sudah Hyung… contoh? eummm boleh…" Ucap Tao gugup, ia tak tau mengapa dia jadi sangat gugup.

"Eummm sebaiknya Tao saja yang langsung Praktikan, nanti Hyung akan menjelaskan jika masih ada yang kurang,Otte? Cobalah dari Lyric sebuah group yang Tao sukai, itu akan memudahkan kita berkonsentrasi" jelas Eden, ia menatap lekat wajah Tao. Tao hanya mengangguk kecil dan mencoba untuk tenang. Ia pejamkan kedua mata nya dan mengatur deru nafas nya. Setelah itu kembali ia membuka matanya dan…

[Tao] Na kkamjjak, Men bungiya…

Geu sarameun naemin nachi gung geum hadae

Wanjeon mame deureo

Mot igin cheok boyeojwo do gwaenchaneulkka?

[Eden] Oh! Jeoldaero andwaeji! [Tao] Geuchi? Geuchi?

Uri jikil geon jiki ja! [Tao] Majji! Majji!

Geuyae mameul madu gachil ttae kkaji

Igeon ieoldaero ijeo beoriji mallago!

(Lyric from Girls' Generation – I Got a Boy : Yoona and Hyoyeon Part Rap)

Tanpa sadar Eden ikut melakukan Rap, mengiringi Tao. Tao tersenyum cerah, benar kata Eden. Melakukan Rap dengan cara begitu akan lebih gampang dan menyenangkan.

"Kkkk~ Hyung menyukai Girls' Generation juga eoh? Mengapa bisa mengetahui lagu itu?" Tanya Tao bersemangat, ia tak berhenti menatap lekat wajah Eden. Eden terlihat berpikir sebentar.

"Eummm tentu, mereka sangat berbakat, siapa yang tak kenal mereka" mendengar itu Tao hanya menganggukan kepalanya sambil berkata 'ooohhh'.

"Arraseo, sekarang sudah bisakan? Sering-seringlah berlatih ne" Ucap Een sambil mengacak pelan rambut Tao kemudian berlalu pergi dari hadapan Tao. Dan tanpa Eden sadari, Panda kecil kita sedang bersemu.. Oh ayolah Tao… kau kenapa Eoh..?

Sudah enam hari berlalu, itu berarti waktu yang tersisa untuk mereka latihan hanya tinggal hari ini saja, sebelum melakukan Gladi Resik . Sebenarnya mereka sudah bisa menguasai gerakan dance dan vocalnya, namun mereka masih mau mengasahnya supaya terlihat seperti berlian nanti di hadapan semua orang.

Saat ini mereka semua sedang focus kepada Dance, Lay sudah berdiri di hadapan mereka, Lay melakukan dance dan mereka mengikutinya di belakang, gerakan mereka sangat kompak… benar-benar sangat sempurna. Dan kalian Tau apa? Eden, Changmin, Kris dan Chanyeol bersedia membantu mereka saat mereka tampil nanti, itu berarti Sweet Harmony akan berkolaborasi bersama Wolf 88 –Group Kris-.

Sekarang ini mereka sedang istrahat, latihan dance hari ini sudah berakhir, berikutnya hanya tinggal latihan Rap, dan itu hanya untuk Tao. Baekhyun, Luhan, Jinki, dan yang lainnya sudah bergegas meninggalkan aula sekolah yang selama ini mereka gunakan untuk latihan setelah jam sekolah berakhir. Tinggal lah Tao, Kris dan Eden.

Pasti kalian bertanya, Kemana Chanyeol? Iya kan? Jawabannya sangat simple, Si Namsan itu memaksa Baekhyun untuk pulang bersamanya, hari

ini kencan pertama mereka, mereka akan berjalan-jalan… bagaimana pun mereka kan sudah menjadi sepasang kekasih, walau tanpa di sengaja, tapi tetap saja, Chanyeol menganggap mereka sudah berpacaran. Baiklah dari pada pusing memikirkan Chanyeol sebaiknya kita lihat kembali Tao, Kris dan Eden.

Eden terlihat sedang duduk di sebuah kursi panjang yang ada di sudut aula, tubuhnya penuh dengan keringat, deru nafasnhya juga tak beraturan, ia masih merasa kelelahan setelah latihan dance tadi. Sebotol minuman berenergi menemani Eden yang kelelahan, sekali dua kali ia meneguk minuman itu dalam tenang.

Tao terlihat masih berlatih ulang gerakan dancenya, ia ingin menyempurnakan gerakannya. Sedangkan Kris.. namja tiang yang sudah mengubah tatanan rambutnya menjadi lebih pendek dan di cat menjadi hitam pekat itu sedang asik memandangi Sang pujaan hatinya. Di kedua genggaman tangannya terdapat dua minuman, sepertinya ia ingin memberikan minuman itu pada Tao. Lama ia memandangi Tao, namun namja itu tak kunjung menyudahi aksinya.

Setelah lama menunggu akhirnya Tao menyudahi latihannya, ia berjalan menuju tas nya, mengambil sebuah handuk kecil dan menyapu lembut keringat yang ada di wajahnya. Kris pun mendekati Tao dengan senyum yang sangat cerah …

"Tao-nie… igo.. minumlah… lelahkah?" Tanya Kris sambil menyerahkan sebotol minuman yang ia gengam tadi, Tao menatap nya ..

"Anniyo… Tak perlu, minumlah.. Tao tak haus" Kata Tao sambil melihat ke setiap sudut ruangan, ia mencari Eden. Kris memandangi Tao, ia bingung pada Tao, apa yang sedang Tao cari? Setelah Tao menemukan di mana Eden, dia mulai meninggalkan Kris yang masih kebinggungan di tempatnya. Kris terus memandang Tao yang meninggalkannya sendirian.

"Hyung.. sedang apa? Omo… boleh bagi minuman nya eoh? Tao sangat kehausan" Tiba-tiba Tao menyerobot duduk di samping Eden, ia juga mengambil botol minuman Eden, padahal Eden sedang minum dengan tenang. Eden hanya diam.. terkejut memang, tapi ia bisa buat apa? Eden pun mengeserkan tubuhnya agar Tao bisa duduk. Eden membuka bajunya karena kepanasan dan berkeringat, ia gerah.. dan itu berhasil membuat Tao mengipas-ngipas wajahnya yang terasa panas… kedua pipinya merona. Tentu saja ia merasa kepanasan, lihatlah… tubuh putih Eden yang tegap itu sungguh sempurna. Delapan kotak yang ada di perutnya, dan jangan lupakan keringat yang membuat tubuh itu terlihat sexy. Eden menatap Tao sekarang.

"Tao… berlatih dengan Kris dulu ne, Hyung ingin latihan ekstra untuk dance kelas kami, Hyung sangat payah kalau soal dance, arraseo" jelas Eden, setelah itu Eden mulai berjalan ke tengah aula dan beraksi dengan gerakan-gerakan yang energic, omo… itu begitu seksi…

"Mau berlatih sekarang?" Kris sudah duduk di samping Tao sekarang, ia membuka botol minumannya dengan kasar dan meneguknya secara cepat. Tao menatap aneh Kris beberapa saat, namun setelah itu ia tak ambil pusing, ia pun mulai menatap botol minuman yang ada di tangannya dan seketika wajahnya berubah merah. Kalian tau apa yang di fikirkannya? Dia berfikir bahwa ia akan mencium bibir Eden sebentar lagi. Orang-orang pernah berkata bahwa meminum sesuatu yang sudah di minum oleh orang lain sama saja seperti berciuman, namun secara tidak langsung, begitulah yang ia pikirkan saat ini.

Dengan senyum yang begitu cerah Tao mulai mendekatkan bibirnya dengan botol minuman tersebut, perlahan meminum isinya… pipinya memerah..

"Omo… ini sangat manis" Ucap Tao sambil memegang pipinya yang memerah. Ia mengira bahwa yang membuat minuman ini menjadi lebih manis adalah bibir Eden. padahal jelas-jelas tertulis di botol minuman itu , bahwa minuman itu " Strawberry flavor" tentu saja rasanya manis. Melihat itu Kris mengengam erat botol minuman yang sudah habis ia minum tadi hingga botol itu remuk. Kris lantas berdiri dari tempat duduknya.

"Hari ini, kau latihan dengan Eden saja ne, aku merasa tak enak badan" ucap Kris sambil memasukan barang-barangnya ke dalam tas, namun Tao tak merespon kata-kata Kris, ia masih sibuk dengan urusannya sendiri. Melihat itu Kris berdecak kecil dan langsung pergi dari tempatnya, dia sangat kesal, dia juga sangat cemburu. Kenapa Eden selalu saja mendapatkan lebih? Perhatian.. kepintaran, bakat, dan tampang.. yang jelas Kris sungguh membenci Eden.. Kris terus berjalan, dia sengaja menabrak bahu Eden ketika ia melewati Eden yang sedang asik berlatih.

"Kris… mau ke mana?" Tanya Eden yang saat ini memegangi bahunya yang terasa sakit karena tubrukan Kris yang cukup kuat tadi, Kris hanya diam, dia terus berjalan meninggalkan Eden dan Tao.

"Hyung… Gwaenchana?" Tanya Tao mendekati Eden, Eden hanya tersenyum seadanya..

"Gwaenchana, ini tidak terasa sakit lagi kok, ada apa dengan Kris?" Tanya Eden yang masih binggung dengan sikap sepupunya itu.

"Eum? Entahlah Hyung, tadi dia sibuk dengan dunia nya sendiri , jadi Tao tidak tau kenapa dia begitu" Jawab Tao seadanya, padahal Tao adalah satu-satunya orang yang sedang sibuk dengan fantasinya sendiri tadi, tapi.. kenapa dia malah menyalahkan Kris. Mendengar jawaban dari Tao, Eden hanya mengangguk.

"Eummm Tao apa latihannya masih mau di lanjutkan? Kebetulan Hyung sudah selesai latihan dance nya" Tanya Eden.

"Eummm terserah Hyung saja…" Ucap Tao dengan malu-malu. Dia terlihat seperti seorang yeoja remaja yang sedang jatuh cinta.

"Arraseo… kita pulang saja ne… lagi pula selama ini Hyung perhatikan, kamu sudah cukup baik dalam Rap, jadi tak perlu khawatir gagal, arraseo?" Tao hanya menganggukan kepalanya lucu, melihat itu Eden mengacak rambut Tao dan berjalan menuju bangku di mana tas nya berada, ia ingin bersiap-siap sebelum meninggalkan ruangan luas itu.

Saat ini Tao berjalan pelan, di sampingnya ada Eden yang ikut berjalan dengan tenang. Saat ini mereka terpaksa pulang dengan berjalan kaki, Kris yang membawa mobil malah meninggalkan mereka tadi, sedangkan Eden, mobilnya sedang di service, ya terpaksalah mereka jalan kaki sekarang. bukan nya mereka tak mampu untuk naik taxi, ini semua karena Tao, dia mengajak Eden jalan kaki, katanya suasana malam kota seoul itu sangat indah, begitulah alasannya dan lebih parahnya lagi, Eden mau-mau saja di ajak berjalan, dasar mereka berdua…

"Hyung… bagaimana menurut mu kota Seoul? Indahkah? Merasa betahkah di sini?" Tanya Tao sambil berjalan dengan tenang, ia memandang ke langit yang entah mengapa begitu indah malam ini. Sedangkan Eden memandang lurus jalan di depannya.

"Eumm… nyaman… hanya itu, Hyung betah di sini… Hyung rasa Hyung tak akan kembali ke Canada , Hyung ingin memimpin perusahaannya Appa Hyung yang ada di sini.. dan menetap selamanya di sini" Ucap Eden menjelaskan. Tao hanya mengangguk kecil, menandakan ia mengerti pada perkataan Eden.

"Lalu… bagaimana nasib kekasih Hyung yang ada di Canada? Dia pasti merasa sedih jika Hyung tak kembali" Ucap Tao mencoba mengalihkan pembicaraan, ia ingin tau apakah Eden itu punya kekasih atau tidak.

"Kekasih? Anniyo.. Hyung tak memiliki kekasih, menjalin hubungan special dengan seseorang saja tidak pernah.." Jelas Eden seadanya, mendengar itu Tao merona.. ia sungguh bahagia.. dia menyukai Eden.. dan orang yang ia sukai tidak memiliki kekasih, bahkan tak pernah menjalin hubungan special dengan orang lain sama sekali, bukan kah itu menarik?

"Eh? Wae? Padahal Hyung sangat tampan, kenapa tak pernah menjalin hubungan pada siapa pun? Apa Hyung tak pernah tertarik pada siapa pun? Kan banyak Yeoja dan Namja cantik yang mau dengan Hyung" Ucap Tao berusaha menggali lebih banyak lagi informasi tentang Eden, mumpung mereka hanya berdua sekarang.

"Entahlah… Hyung tak pernah menjalani sebuah hubungan karena takut mengakhirinya, bukan kah perpisahan itu sesuatu yang menyakitkan? Hyung tak ingin menyakiti siapa pun?" Ucap Eden masih tetap dengan pandangan lurus ke depan.

"Kenapa tidak mencoba, tak ada salahnya kan? Tidak semua hubungan akan berakhir dengan perpisahan kan? Lagipula, bukankah semua orang dipertemukan untuk berpisah pada akhirnya?" Kata Tao yang kini sudah menatap lekat pada Eden, Eden hanya diam.. sepertinya ia tak akan menanggapi lagi perkataan Tao, ya beginilah Eden, ia sangat suka berdiam diri, namun jika sedang kumat-kumatnya, ia bisa menjadi seorang yang humoris. itulah yang Tao sukai darinya, dia namja yang begitu misterius , dan sering berubah-ubah.

Melihat tak ada reaksi dari Eden, Tao pun mulai menatap jauh lurus ke arah depan nya. Omo… malam ini sangat dingin eoh? Lihatlah Tao yang mulai mengosok-gosok kedua tangan nya, berusaha mencari kehangatan. Eden memandang Tao.

"Kedinginan eoh?" Tanya Eden setelah melihat Tao yang mengosok-gosok kedua tangannya, Tao hanya menganggukan kepalanya pelan.

"Sedikit.." Mendengar itu Eden menghentikan langkahnya, ia memutar badan Tao, agar Tao menatapnya. Setelah berpapasan Eden mulai menatap Tao, dan itu berhasil membuat Tao memanas, pipinya memerah.

"Wajah mu sedikit membiru" Ucap Eden masih menatap Tao lekat. Eden Pun mulai menggenggam tangan kiri Tao dan memasukan tangan mereka ke dalam saku jaket Eden. Tangan satunya lagi Eden gunakan untuk mengangkat tangan kanan Tao yang masih kedinginan, mengarakan tangan Tao menujuk mulutnya, setelah cukup dekat, Eden mulai menghembus nafasnya pada tangan Tao, berusaha menyalurkan kehangatan pada Tao. Semua yang berlalu lalang terus memandangi sepasang remaja yang terlihat sangat romantic itu. Kebanyakan dari mereka yang memandang merasa iri pada Tao dan Eden.

"E-eumm H-hyung… banyak yang memandangi… Tao sudah merasa cukup hangat kok, tak perlu kawatir lagi" Ucao Tao yang sudah merasa risih dengan tatapan orang-orang, mendengar perkataan Tao tadi Eden mulai mengeluarkan tangan Tao dari saku jaketnya. Sekarang kedua tangan Tao dia arahkan kearah pipinya, menempelkan kedua tangan mulus itu pada pipinya, memastikan Tao sudah lebih baik sekarang.

"Lihatlah, sekarang wajah mu memerah, apa kau sakit eoh?" Tao hanya menundukan wajahnya berusaha menyembunyikan rona di wajahnya. Tanpa di komandoi, Eden mulai menarik pelan tangan Tao, membawa namja itu berjalan menuju pinggiran Trotoar, setelah itu Eden mulai melambai-lambaikan tangannya, mengintruksi sebuah taxi untuk berhenti. Setelah taxi itu berhenti Eden membawa Tao masuk kedalamnya.

"Hyung tak ingin kau sakit, di sini akan lebih baik, kau tak ingin mengecewakan semua orangkan? Bagaimana jadinya jika kau sakit dan sweet harmony yang gagal tampil?" Ucap Eden setelah Taxi yang mereka naiki melaju dengan tenang menuju kediaman keluarga Choi.

"G-gomawo Hyung… mian sudah merepotkan" Ucap Tao sambil menundukan wajahnya, ia masih merona, malu rasanya jika Eden melihat itu. Setelah itu suasana membisu, tak ada yang berinisiatif untuk memulai berbicara, baik itu Tao maupun Eden.

Setelah beberapa menit, Taxi itu berhenti di depan gerbang sebuah rumah yang sangat besar, terlihat seperti istana. Bahkan lebih besar dari rumah President atau pejabat-pejabat penting. Yups… ini adalah Kediaman keluarga Choi.

Tao dan Eden masih diam, Tao tak berinisiatif untuk turun, sedangkan Eden mulai memandangnya sekarang.

"Waeyo?" Tanya Eden bingung dan detik itu juga bibir Tao menempel di pipi Eden, Eden terkejut namun ia tetap diam.

"G-gomawo Hyung, s-selamat malam" Tao turun dari Taxi itu, berlari dengan cepat ke depan gerbang rumahnya dan tersenyum malu-malu ke arah Eden. Eden menatap Tao dan tersenyum seadanya.

Taxi itu pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Choi menuju kediaman keluarga Wu. Eden diam, ia memegang pipinya, dia merasakan sensasi yang aneh atas perbuatan Tao tadi. Tubuhnya merasa memanas, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Dia tak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya. Ia pun tersenyum manis, senyuman yang betul-betul senyuman, senyuman yang jarang di lihat oleh orang-orang, karena selama ini Eden selalu saja tersenyum seadanya.

Senin… itu lah nama hari yang tak pernah diharapkan oleh semua orang, hari yang melelahkan dan sangat membosankan. Tapi… sepertinya senin kali ini akan menjadi senin yang menyenangkan, kalian tau kenapa? Yups… kalian benar, hari Senin ini merupakan Ulang Tahun CJY High School. Itu berarti pertunjukan yang di nanti-nanti semua orang akan di petontonkan secara langsung hari ini, banyak orang yang datang ke acara ini, mengingat bahwa acara ini untuk umum.

Kemarin, semua peserta dari acara sudah di seleksi saat gladi resik, dan semua penampilan layak tampil, begitulah kata sang juri yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru seni. Semua peserta di diamkan di sebuah ruangan yang hanya terdapat juri di dalamnya, tak ada penontonnya. Di sana para peserta boleh menampilkan apa yang sudah mereka persiapkan. Baiklah kembali ke topic utama..

Siapa yang tidak tau CJY High School? Semua orang pasti pernah mendengarnya, CJY High School itu adalah sekolah yang sangat luas dan besar, yang bersekolah di sini anak-anak dari kalangan atas semua, walaupun ada yang bersekolah berkat beasiswa, MMuridnya sungguh sangat cemerlang di segala bidang.

Sekolah ini mempunyai tiga aula, dua aula biasa yang ukurannya tidak terlalu besar dan satu Aula utama yang sungguh-sungguh sangat luas. Nah mari kita mengintik ke dua aula yang tidak terlalu besar itu, di dua aula tersebut sudah banyak orang yang membuka berbagai macam toko mini yang menyediakan bermacam ragam jajanan. Tak hanya jajanan, di sana juga ada yang menjual berbagai buku, berbagai pernak-pernik lucu, dan masih banyak hal lainnya. Namun bukan itu yang harus kita lihat saat ini. Kajja ke aula utama, aula terbesar di sekolah itu, ada beragam macam pertunjukan yang akan di sajikan, di mulai dari menyanyi solo, solo dance, cabaret, pantomime, dan hal lainnya. Acara sudah di mulai sejak enam jam yang lalu, hari sudah terik, jam sudah menunjukan pukul satu siang. Itu berarti sudah banyak acara di tampilkan untuk menghibur semua hadirin yang ada di situ.

Kalian tau, sekarang ini giliran anak-anak kelas nya Ji Seonsaengnim yang memperlihatkan kebolehan mereka. Namun author tidak memperlihatkan semuanya pada kalian. Saat ini… Dari kelas Ji Seonsaengnim, hanya tinggal dua Group saja yang belum tampil. Yaitu Group Tao dan Group segerombolan Yeoja yang bergaya sangat Tomboy. Group Tao, Baekhyun, Jinki dan Luhan mendapatkan giliran terakhir, nah yang ssekarang sedang tampil ini adalah Super Gentle G, mereka adalah sekumpulan Yeoja dengan tuxedo dan sepatu hitam mengkilat. Kalian tau apa yang mereka persembahkan pada para hadirin di sini? Kalian tidak Tau? Aishh kasihan sekali, baiklah Author akan beri tau pada kalian. Ternyata mereka menampilkan lagu sorry-sorry dari super junior, salah satu Boy Group yang terkenal di Korea. Kalian pasti sudah tau kan?

Dengan lincahnya para yeoja itu memukau para hadirin dengan tarian mereka, sepertinya mereka benar-benar sangat tomboy, lihat saja… gerakan mereka begitu gentle saat menarikan lagu sorry-sorry.

"Omo, aku benar-benar gugup.. sungguh" Ucap Baekhyun yang sudah berdiri di sisi panggung.

"Ayolah Baekkie, kita tak boleh gugup, kita harus tampil maksimal, arra? ayo semuanya kesini, kita harus salam semangat dulu" Ucap Luhan menyemangati, bagaimana pun mereka harus saling mendukung, tak ada yang boleh pesimis. Tao, Baekhyun, Luhan dan Jinki pun membentuk lingkaran, mereka semua saling berpegangan tangan.

"We are one…! We are the best…! Sweet Harmony Hwaiting…" Ucap mereka serentak, biasanya kalau sudah begini mereka akan kembali bersemangat, dan benar saja… kini semuanya kembali bersemangat.

"Eumm apa aku sudah sempurna?" Tanya Baekhyun lagi pada Tao , Luhan dan Jinki setelah selesai melakukan ritual "salam semangat" ala group mereka, semuanya mengangguk mantap, Baekhyun pun tersenyum.. bersamaan dengan itu sang MC mengumumkan bahwa penampilan terakhir dari kelas Ji Seonsaengnim akan tampil sebentar lagi, tirai pun sudah di tutup. Tao dan yang lain pun segera berlari ke belakang tirai. Lampu di panggung sudah di padamkan, suara riuh penonton sudah terdengar.

Tao, Baekhyun, Luhan dan Jinki Sudah bersiap di belakang tirai, mereka bersama-sama menghembuskan nafas panjang.

"Apapun yang terjadi, kita harus tampil maksimal, arraseo?" Ucap Tao menyemangati, Semua yang mendengar mengangguk mantap.

"Baiklah… kita mulai" Ucap Baekhyun semangat…

Satu…

Dua…

Tiga…

Tirai terbuka perlahan, lampu di panggung belum menyala. Lampu yang terletak di belakang Tao, Baekhyun, Luhan dan Jinki di nyalakan. Jika kita ada di bangku penonton dan kita melihat ke atas panggung, maka akan terlihat orang yang seperti bayangan hitam.

Tao, Luhan, Baekhyun dan Jinki yang seperti bayangan dan tak terlihat rupanya mulai berjalan perlahan menuju tengah panggung. Setelah itu Lampu di belakang mereka kembali padam, dan itu membuat semuanya kembali gelap. Suara penonton semakin ricuh, mereka penasaran dengan penampilan ini, tak satu pun dari mereka yang dapat melihat ke atas panggung saat ini, bersamaan dengan itu. Chanyeol, Changmin, Eden dan Kris berlari ke atas panggung, mereka berdiri di posisi mereka masing-masing.

Setelah siap dengan formasi mereka masing-masing, lampu di panggung pun menyala, menampakan Tao dan yang lainnya dengan formasi masing-masing. Penonton yang tadinya ricuh terdiam seketika. Dan…

To be continued….

Bagaimana cerita selanjutnya?

Apa yang akan di tampilkan Tao dan kawan kawannya?

Apa Kris bisa mendapatkan Tao kembali?

Taoris Shipper Mana Suaranya?..

Tetap ikuti cerita ini….

New Cast : Lee Ji Eun A.k.a IU As Kim Ji Eun – Jongin and Kyungsoo Daughter

Kim Myungsoo A.k.a L As Kim Myungsoo – Jongin and Kyungsoo Son

Shin Won Ho As Kim Won Ho – Jongin and Kyungsoo 2nd Son

Cameo : Choi Minho As Choi Minho – Taemin Husband

Lee Taemin As Choi Taemin – Twin brother of Jongin

Note: Mian Reader, Mian karena Author telat Updated, Beberapa waktu yang lalu Author sakit.. jadi harus istirahat total. di Chap ini gak terlalu panjang Ceritanya, Mian ne, ada yang penasaran tidak dengan cerita selanjutnya? Mungkin tidak ya? Oh iya, mian ne, jika ceritanya jelek.., mian #bow# , Sekali lagi Author minta maaf atas kesalahan-kesalahan Author , baik itu di sengaja maupun tidak.

Akhir kata Author ucapkan terima kasih, Boleh minta review nya?