Damn it!

Summary :

"Ini bukan kisah tragis selayaknya Romeo & Juliet, bukan juga kisah romantis selayaknya Putri salju dan Pangerannya. Ini hanyalah kisah Tom & Jerry versi romansa." It's Daejae fanfictian/Yoo Youngjae/Jung Daehyun/Daejae/BAP/YAOI/SAM/RnR Juseyooo;).

Cast:

Yoo Youngjae

Jung Daehyun

Others :

Kim Himchan ( as Youngjae's Brother), Im Jaebum, Moon Jongup

Chaptered

T

/Romance/Humor/little angst/

Cerita ini asli milik SAM dan Anni Jung!

Author :

Anni Jung

-Jika ada kesamaan jalannya cerita, mungkin itu hanyalah kebetulan semata(?)-

Typo mungkin bertebaran,,,

You Happy, I'm Happy too(?)

.

Daejae

.

Happy Reading….

Chapter 9

Last Chapter

"Jadi kau Daehyun yang kecil itu? wahhhh sekarang kau sudah tumbuh dewasa menjadi pemuda tampan ya." Ujar Tuan Yoo antusias.

"Ayah mengenalnya?" Youngjae menatap sang Ayah dan Daehyun secara bergantian, berharap salah satu dari mereka ada yang berbaik hati memberi penjelasan kepadanya.

"Aku bahkan juga mengenalnya." Sahut Jaebum disela-sela acara makannya.

"Kau juga?" Tanya Youngjae bingung, pemuda berpipi chubby itu menatap Jaebum menuntut penjelasan. Jaebum yang merasa dikuliti secara tak langsung itu menaruh sendok dan garpunya, manik mata coklatnya menatap Youngjae jengah.

"Oh ayolahhh percuma kau dikaruniai otak jenius jika tidak berfungsi sama sekali. Paman tidak perlu repot-repot memberi tahunya, biar dia cari tahu sendiri."

"Hahahah saran yang bagus Im Jaebum." Ujar Tuan Yoo dibarengi gelak tawa, membuat Youngajae mendengus sebal. Kenapa Semua orang begitu meyebalkan? Manik mata Youngjae menatap memelas kearah Daehyun membuat semua penghuni meja makan itu terkikik geli.

"Sudah berapa lama kau berpacaran dengan Daehyun hm?" Kali ini sang ibu yang ikut menyudutkan Youngjae.

"Sudah lama." Sahut Youngjae masih dengan menatap memelas kearah Daehyun yang tidak menggubrisnya sama sekali, pemuda berkulit tan itu malah sibuk melahap makanannya.

"Lama apanya. Asal paman dan bibi tahu si bengal kesayangan kalian ini baru tahu nama Daehyun beberapa jam yang lalu." Batin Jaebum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

"Kau kenapa Jaebum?" Tanya Nyonya Yoo.

"Tidak ada. Hanya saja sepertinya setelah ini aku harus mendaftarkan temanku untuk Audisi casting menjadi aktor." Jawab Jaebum, pemuda bergigi kelinci itu tersenyum lebar, membuat NyonyaYoo menggangguk mengerti.

"Kau sama sekali tidak berniat untuk memberi tahuku?"

"Untuk apa?" tanya Daehyun acuh, membuat Youngjae semakin merengut sebal.

Satu malam yang berakhir cukup menyenangkan, akankah ada malam yang lain yang akan berakhir lebih menyenangkan dari ini?

.

.

.

.

Pukul 05.00 dini hari, lagi-lagi Youngaje harus mengerang kesal karena ponselnya yang sedari tadi bergetar membuat pemuda manis bersurai coklat madu itu mau tidak mau harus membuka matanya yang masih terasa begitu berat.

"Cepat kerumah atau aku akan memberi tahu Ayah dan Ibumu.

Si tampan Daehyun." Youngjae mengernyit bingung, mencoba mencerna sebait kalimat yang tertera di layar ponselnya. Ayah? Ibu? Memberitahu? Si tampan Daehyun?

"Cihhh." Youngjae kembali meletakkan ponselnya diatas nakas dan berniat kembali menikmati selimut hangatnya tapi...

"Daehyun?" Youngjae langsung menyibakkan selimutnya tanpa babibu pemuda manis itu langsung menuruni anak tangga dengan langkah tergesa.

"Perhatikan langkahmu Youngjae." seru sang Ibu yang rupanya bermalam dirumahnya, bahkan Youngjae sempat lupa jika kedua orang tuanya masih berada dirumahnya.

"Ahhh Aku buru-buru." Seru Youngjae.

"Kemana? Dengan baju piyama seperti itu dan sepagi ini?" Tanya Sang Ibu dengan menatap heran penampilan anak sulungnya itu.

"Ahhh." Youngjae menghentikan langkahnya dan menatap sang ibu dengan cengiran lebar.

"Hanya pergi ke tempat tetangga."

"Dengan penampilan seperti itu?"

"Hehehe, Baiklah aku akan pergi kerumah Daehyun dan aku sudah terbiasa pergi kerumahnya seperti ini, jadi... aku pergi dulu ya bu. Sampai Jumpa!" Youngjae langsung melesat pergi meninggalkan sang ibu yang menatapnya heran.

.

Dengan nafas terengah Youngjae mencoba membuka pintu rumah Daehyun. Youngjae lupa jika rumah Daehyun bukanlah rumah Jaebum yang bisa ia bobol dengan seenak jidatnya.

"Sialan cepat buka pintunya!" teriak Youngjae sembari menekan bel secara random.

CLEK

Pintu berwarna gading yang sedari tadi menjadi korban kekerasan seorang Yoo Youngjae terbuka lebar dan menampilkan sesosok pemuda tampan berkulit tan yang masih sama mengenakan piyama seperti Youngjae, Daehyun yang masih berdiri diambang pintu itu tersenyum lebar.

"Kau mengancamku Huh?!" sungut Youngjae

"Aku hanya menagih hutang. Aku sudah melakukan tugasku dengan sangat baik sekarang giliranmu. Masuklah." Daehyun berjalan mendahului Youngjae. Youngjae yang sedari tadi hanya diam mengekor di belakang Daehyun seketika kedua matanya membulat sempurna ketika pandangan yang sangatttttt tidak menyenangkan menyapa indera penglihatannya, dimana rumah yang cukup besar terlihat seperti kapal pecah.

"Kau habis berperang?" tanya Youngjae, Daehyun yang ditanya bukannya menjawab malah tersenyum menyeringai.

"Ini tugasmu sayang... anggap saja berlatih menjadi pendamping yang baik." Ujar Daehyun sembari mengasak surai coklat madu dan berlari secepat kilat sebelum pemuda manis itu mengeluarkan tanduknya.

"Ya Tuhan... bolehkah aku menyesal." Rutuk Youngjae, pemuda manis itu sepertinya lupa jika dia berjanji menjadi pembantu Daehyun dan mau melakukan apapun yang Daehyun perintahkan.

Youngjae beringsut membereskan beberapa majalah dan CD DVD yang berserakan di meja ruang tamu dan lantai.

"Kau bisa meletakkan itu di lemari yang ada di ruang tv." Seru Daehyun dari ruang tv.

"Ya Tuhan... Jung Daehyun kenapa kau menaruhnya sejauh ini?" gerutu Youngjae yang langsung menuju ruang tv dimana disana ada Daehyun yang tengah menikmati acara tv sembari menyeduh Coffe lattenya. Sesekali bibir Daehyun tersenyum simpul, rupanya pemuda tampan berkulit tan itu bukan menikmati acara tv tapi menikmati Youngjae yang sedari tadi menggerutu tidak jelas sembari membersihkan setiap sudut ruangan rumahnya.

"Ngomong-ngomong kau berhutang penjelasan padaku." Ujar Youngjae sembari membersihkan setiap sofa yang ada di ruang tv menggunakan vacum cleaner. Sesekali Youngjae juga mendorong Daehyun agar pindah tempat duduk, tapi pemuda tampan berbibir penuh itu tetap kukuh tidak mau pindah.

"Penjalasan apa?" Tanya Daehyun sembari menyingkirkan vacum cleaner yang Youngjae gunakan untuk membersihkan sofa yang sedang ia duduki.

"Pura-pura lupa? Minggir." Youngjae mendorong paksa Daehyun.

"Ouhhhh menggemaskan sekali." Ledek Daehyun sembari mencubit kedua pipi chubby Youngjae.

"Lepaskan sakit bodoh."

"Kalau penasaran kenapa tidak cari tahu sendiri." Daehyun melepaskan jemarinya dari pipi chubby Youngjae dan melenggang pergi menuju dapur, lagi-lagi Youngjae mengekori Daehyun.

"Setidaknya berikan aku clue." Ujar Youngjae sembari mengelap meja bartender yang ada di dapur yang dua kali lipat lebih luas dari dapur rumah Youngjae.

"Tidak mau..." selesai menenggak air mineralnya Daehyun berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.

"Ayolahhhh bukankah dalam setiap hubungan itu tidak ada rahasia." Bujuk Youngjae yang masih setia mengekori Daehyun hingga masuk kedalam kamarnya yang yahhhh setidaknya Youngjae tidak perlu membersihkan kamar super luas itu karena kamar berwarna biru langit itu terlihat sangat bersih dan rapih.

"Ishhh."

Daehyun menghentikan langkahnya membuat Youngjae meringis kesakitan karena menabrak punggung tegapnya.

"Berarti aku boleh memberitahu Ayah dan Ibumu."

"Awww sakit!" Daehyun mengusap pinggangnya yang terasa panas dan perih akibat mendapat cubitan sayang dari Youngjae.

"Berani kau memberitahu mereka tamat riwayatmu." Sungut Youngjae

"Kau bilang setiap hubungan tidak boleh ada rahasia." Gerutu Daehyun, sembari memilih baju yang terpajang rapih di lemari yang cukup besar itu. Youngjae merengut sebal, benar juga apa yang dikatakan Daehyun. pikir Youngjae.

"Tapi... bisakah kau memberiku clue walaupun hanya satu kumohon.." Youngjae mengerjapkan mata berkali-kali berharap Daehyun akan luluh dengan cara merayunya kali ini. Daehyun mendesah pasrah, manik matanya memandang Youngjae jengah, sedangkan yang di pandang malah tersenyum manis. Ohh Ayolahhhh Yoo Youngjae jangan membuat Daehyun horny di pagi hari bisa-bisa kau diterkam olehnya.

Tanpa menjawab Daehyun berjalan kearah ranjangnya yang berukuran king size sembari membuka kancing piyamanya.

"Hei! Ka-kau mau apa?" Tanya Youngjae tergagap, jujur saja Youngjae merasa ada hawa aneh yang menyelimuti dirinya, pipi chubbynya menjadi semerah tomat manik mata hazelnya bergerak random agar tak menatap pemandangan yang menurutnya tak pantas itu.

Melihat tingkah Youngjae yang seperti seorang gadis remaja membuat Daehyun tersenyum menyeringai.

" Menurutmu?" Daehyun menaikan sebalah alisnya dengan bibir penuh yang menyeringai.

"Oh shit! dia tamp-brengsek."batin Youngjae, manik matanya menatap tidak suka akan Daehyun yang memandangnya penuh nafsu.

"Ya Tuhan... kenapa kau ciptakan makhluk semesum dia?" jerit Youngjae dalam hati.

"Sudah terlanjur masuk, tidak mau mandi bersama?" Tawar Daehyun dengan nada yang cukup seduktif, membuat Youngjae merapalkan sumpah sarapahnya.

"Sialan! Aku kesini hanya meminta clue."

"Ahhh Clue?" Daehyun tersenyum jahil.

"Ayahmu adalah kolega bisnis Ayahku saat di Jepang. Kau ini rupanya bodoh sekali ya. Kau bisa memecahkan ribuan teka-teki yang ada di game-game bodoh itu, tapi tidak bisa memecahkan teka-teki tentang hidupmu sendiri."

"Ohhh hanya kolega, aku kira ada yang penting, aku hanya takut jka ayahku lebih tahu tentangmu dan aku tidak tahu sama sekali." Jelas Youngjae

"Wahhhh bilang saja kau penasaran tentangku, jangan membuat alasan klise seperti itu." Ujar Daehyun sembari melepaskan celana piyamanya.

"Kau mau apa huh?!" Tanya Youngjae sangsi.

"Sudah ku bilang aku mau mandi. Mau sampai kapan kau berdiri dan menonton seperti itu?"

"Bibir tebal sialan!"

BLAM

Youngjae keluar kamar Daehyun dengan cara membanting daun pintu kamar berwarna putih itu.

"Lagi." Gumam Daehyun miris sembari menatap pintunya yang harus diganti setelah ini.

.

Daehyun menuruni anak tangga dan langsung menuju dapurnya yang ternyata Youngjae masih disana tengah sibuk mengoleskan selai coklat pada dua potong roti.

"Ku kira kau sudah pulang." Daehyun langsung mendudukan dirinya pada kursi yang berada di depan meja bartender. Youngjae mendongak dan mendapati Daehyun yang sudah selesai mandi dan hanya mengenakkan pakaian kasual.

"Kau tidak bekerja?" Tanya Youngjae sembari menyodorkan sepotong roti dan secangkir coklat panas pada Daehyun.

"Wow kau seperti seorang istri yang tengah mengusir suaminya untuk bekerja." Tutur Daehyun dan langsung melahap roti itu tanpa ragu.

"Kau tidak menaruh racun kan?"

"Bisakah kau diam dan makan saja?" Ujar Yougjae yang juga tengah menikmati acara sarapannya.

"Aku tahu aku pergi sangattt lama jadi... wajar jika kau lupa, ingatlah perlahan." Daehyun tersenyum simpul.

"Maksudmu?"

.

.

.

.

.

.

TBC

Yeyy diUp Again T-T maaf lamaaaaa, kalian tahu? SAM sibukk :(, pokoknya terima kasihh banyak atas Review kalian Reader-nimm, walau pun gak SAM bales, tapi selalu SAM baca kok Review kalian, tapi... :(( you know lahh, mind to review again? XD

Dannn SAM bawa FF barunya kak Anni Jung nihh , judulnya "Egoistic" liat diprofil SAM yahh :D

Makasih sama yang udah berkunjung ke nih FF^^

RnR again Juseyoooo~~

Senang Anda menikmatinya^^

© SAM or Daejae24 2018

See You Next Time^^ pai pai~~~