INEVITABLE

.

.

Written by Skynet

Original Story

www asianfanfics com/story/view/1177207/inevitable-mpreg-chanbaek-vixx-wolfau

(ganti spasi dengan titik)

.

.

Baekhyun berada dalam masalah ketika ia tau kalau seorang Alpha yang kuat dan kejam, Chanyeol adalah mate'nya

.

.

Indo Trans

by Beescrescent75

.

.

PART 15

.

.

Enjoy the last chapter^^ *bacanya pelan-pelan dears*

.

.

.

Baekhyun terbangun karena anak-anaknya, mereka masih dalam wujud wolf dan terlihat sangat menggemaskan, dan yang membuatnya bangun adalah karena rengekan mereka. Baekhyun lalu mengusap kepala mereka dan ketiga saling berebut untuk mendapatkan perhatian dari ibunya, Baekhyun terkekeh karenanya, lalu sedikit memberi mereka peringatan.

"Anak-anak! Tenanglah! Daddy kalian sedang tidur." Dan ketiganya langsung diam menunduk sambil memberinya tatapan puppy eyes terbaik mereka, dan itu membuat Baekhyun mengusap kepala mereka lagi.

"Saat Daddy sembuh, kita akan membawa kalian bermain, mommy janji." Saat ia sibuk dengan anak-anaknya, Baekhyun tidak menyadari kalau alphanya tengah menatapnya sambil tersenyum, ia tidak menyadarinya sampai ketika Chanyeol diam-diam mendekatkan kepalanya ke pangkuan Baekhyun sambil merengek.

"Aku juga Mom… usap kepalaku!" Baekhyun terkejut dan memberinya peringatan.

"Kau juga diam! Jangan lupa anak-anak sedang ada disini!" dan ketiga puppy itu langsung menoleh kearah ayahnya,lalu menjilati wajahnya. Telah lama sekali baik untuk Chanyeol dan juga Baekhyun untuk dapat kembali merasakan kehangatan keluarga mereka lagi seperti saat ini.

.

.

.

.

Melarikan diri dari N tidaklah mudah, Ken dan Hongbin memiliki beberapa orang untuk membantu mereka, orang-orang melakukan itu untuk menunjukkan rasa cinta mereka pada sang pangeran. Tentu saja tak seorangpun tau alasan sebenarnya kenapa Ken membantu Hongbin. Mereka pikir Ken adalah seseorang yang baik dan cukup berani untuk melawan saudara-saudaranya.

Kereta mereka harusnya pergi menuju ke kelompok Taehyung, tapi di perjalanan, kereta mereka dihalangi dan dikepung oleh orang-orang kepercayaan N. Jadi mereka tak punya pilihan selain pergi ke kelompok Chanyeol terlebih dahulu dan mungkin setelahnya mereka bisa ke kelompok Taehyung.

Perjalanan itu sungguh panjang dan melelahkan, Hongbin masih terluka sangat parah dari rantai silver itu, dan tidak peduli seberapa sering Ken menjilati luka itu dalam wujud wolfnya, itu tidak akan berhasil karena mereka belum mating. Dua hari dalam perjalanan dengan bekal makanan seadanya, itu sungguh sebuah keajaiban karena mereka berhasil melaluinya.
.

.

.

.
Chanyeol mendapatkan kekuatannya kembali, ia berharap dirinya dapat merasakan kasih sayang suaminya dan kehangatannya lagi, tapi ia terkejut karena tiba-tiba dirinya diusir dari kamarnya.

"Sayang, kau bilang kau memaafkanku!" Chanyeol berkata saat ia didorong keluar dari kamarnya oleh suaminya, yang secara mengejutkan cukup kuat untuk mendorongnya keluar.

"Aku memang memaafkanmu, tapi aku perlu menghukummu karena alasan lain." Chanyeol meletakkan tangannya di daun pintu, mencoba tetap berada di ruangan itu.

"Dan karena?" Baekhyun berhenti sejenak dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

"Kau tidak tau kalau aku hamil lagi, karenamu?" Chanyeol mengedipkan matanya mencoba memproses informasi baru itu lalu setelahnya ia tersenyum layaknya seorang idiot.

"Sayang! Kau hamil lagi?" dan pertanyaan Chanyeol itu menghasilkan dorongan kuat dari Baekhyun dan membuatnya keluar dari ruangan itu. Pintu dibelakangnya ditutup dengan sangat keras, tapi Chanyeol nampak tersenyum seperti seorang idiot di depan pintu.

.

.

.

Chanyeol merasa sangat senang untuk menyambut Hongbin dan Ken, ia mendengarkan cerita mereka, dan karena ia berhutang nyawa pada mereka, ia sangat siap untuk melindungi keduanya. Mereka masih berbicara saat Baekhyun datang dan menghentikan langkahnya karena terkejut melihat mereka berdua.

Hongbin sangat kacau, pergelangan tangannya, lehernya dan ankle kakinya terluka sangat parah dan ia hampir saja tidak bisa berdiri dengan tegap kalau tidak dipapah oleh Ken. Itu sungguh menyakiti hati Baekhyun, melihat keadaan si alpha seperti itu.

Tapi sebelum ia dapat menyambut keduanya, ketiga anaknya datang sambil berlari dan mulai memukuli Hongbin yang tidak menghindar atau mencoba bersembunyi dari pukulan ketiganya, ia terlalu baik membiarkan mereka melakukannya, dan ketiganya mulai berteriak padanya.

"Menjauhlah dari Mommy!" Sehun membentak.

"Kau tidak akan bisa mengambil Mommy." Jongin menambahkan.

"Pergi!" Dan Minseok berkata dengan nada tegas.

Ken lalu memeluk alphanya, menghalangi pukulan itu untuk mengenai Hongbin. Lalu Chanyeol dan Bekhyun serentak membentak anak-anaknya.

"Berhenti!" ketiganya langsung berhenti dan berlari kearah ibu mereka tapi Baekhyun tetap memarahinya.

"Kenapa kalian memukul paman Hongbin? Itu sangat tidak sopan!" Chanyeol kemudian meminta maaf pada tamunya dan setelahnya berbalik ke ketiga anaknya.

"Kenapa kalian memukulnya?" dan ketiganya bertatapan satu sama lain sambil mempoutkan bibir mereka dan mulai terisak, Minseok lalu berkata mencoba membela perbuatan mereka.

"Karena tiap kali kita bertemu dengannya, dia akan membawa Mommy pergi!" dan kedua saudaranya mengangguk setuju, sementara Hongbin merasa sangat sedih karena membuat anak-anak itu merasakan kesedihan yang seperti itu.

Baekhyun lalu membungkuk mensejajarkan tingginya dengan anak-anaknya dan mulai menjelaskan pada mereka dengan cara sederhana untuk membuat ketiganya cepat memahaminya.

"Paman Hongbin disini sebagai tamu, jadi dia tidak akan membawa pergi Mommy, ok?" dan ketiganya menganggukan kepala mereka sambil terisak. Mereka terlonjak terkejut saat selanjutnya ayah mereka berkata dengan pelan dan tegas.

"Minta maaflah pada paman Hongbin sekarang! Beri dia pelukan!" setelahnya ketiga anak itu memeluk Hongbin dan mencium pipinya sementara sang alpha merona karena perhatian yang mereka berikan.

"Itu bukan masalah, kalian hanya mencoba melindungi keluarga kalian, aku mengerti."

Kesalahpahaman itu segera dapat diluruskan dengan cepat dan Hongbin tengah dirawat oleh keluarga itu. Anak-anak makin terbiasa dengan Hongbin, dan ia menjadi paman kesayangan mereka.

Mereka akan mengobrol dengannya, bermain dengannya dan akhirnya perjalanan ke kelompok Taehyung tertunda, dan keluarga itu lupa dengan N yang tengah mengincarnya.

.

.

.

Walaupun kelompok wolf terlihat seperti tidak terikat aturan, atau dalam artian hidup tanpa aturan, tapi kenyataannya kelompok mereka masih terikat oleh hukum. Hukum yang dibentuk oleh tetua masing-masing kelompok yang dulu membentuk sebuah perserikatan. Dan perserikatan itu dibentuk untuk memutuskan masalah-masalah rumit atau untuk pelanggaran aturan.

N tau sejak awal kalau Hongbin dan Ken ditakdirkan sebagai mate. Tapi saat ia merasakan keinginan Hongbin untuk menemukan omega lain selain saudaranya, ia memutuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu dan mendukung saudaranya untuk menemukan omega dan mating dengannya selain Ken tentunya.

Dan Hongbin yang kini melarikan diri dengan Ken menandakan kalau itu adalah peringatan keras untuk N dan membuatnya ingin menangkap Hongbin. Bagi N ini adalah sebuah mimpi buruk untuk menghadapi skandal, bayangan saat kedua saudaranya menikah dan memiliki anak dimana tak akan ada kelompok manapun yang akan mengakui kelompok mereka.

Baginya saudaranya itu telah menempatkan keluarga mereka dalam masalah yang memalukan dan ia tidak akan membiarkannya, walau itu artinya ia akan mengorbankan keselamatan kedua saudaranya.

.

.

.

Baekhyun terus terisak memohon pada Chanyeol untuk membantu, tapi apapun yang dilakukan Chanyeol ia tetap tidak bisa membantunya. Ia kemudian menangkup wajah suaminya dengan lembut dan menciumnya untuk membuatnya tenang.

"Aku tidak mampu Baek. Aku tidak bisa, bahkan jika aku harus bertarung dengan mereka. Aku bisa bertarung dengan satu kelompok wolf, atau mungkin dua, tapi tidak untuk semua kelompok wolf. Dan jika aku melakukannya dan kalah, kau akan diserahkan pada alpha lain dan anak-anak kita akan dijual sebagai budak, aku tidak bisa mengorbankan itu!"

Hongbin dan Ken mengangguk menyetujuinya dan Hongbin tersenyum padanya dengan lembut.

"Baek, apa yang dikatakan Chanyeol itu benar, tak seorangpun sanggup melawan semua kelompok wolf."

.

.

.

Bekhyun tidak ingin menerima kekalahan itu, jadi ia sendiri datang ke perserikatan dan memohon belas kasihan untuk keduanya dan mereka berkata padanya.

"Jika mereka berdua mau menerima pasangan yang kami putuskan untuk mereka, kita tidak akan menghukumnya." Semua orang yang mendengarnya merasa senang tapi Hongbin dan Ken menolak tawaran itu dan Ken tetap pada pendiriannya.

"Aku tidak bisa mating dengan alpha lain seberapa keras aku mencobanya apalagi saat aku berada dalam masa heat dan merasa putus asa untuk melakukan mating dengan alphaku."

Hongbin mengangguk membenarkan, mereka telah mencoba tapi tiap kali mereka saling berjauhan takdir tetap akan membawa mereka bersama. Itu sungguh tak ter'elakkan, akhir mereka telah diputuskan saat mereka ditakdirkan sebagai mate.

.

.

.

Kedua saudara itu kemudian dibawa ke gelanggang besar tempat eksekusi hukuman. Mereka saling menautkan tangan mereka, berjalan tanpa rasa takut berdiri di sana dengan beberapa prajurit yang siap menghukum mereka, sambil siap membidik panah mereka kearah keduanya menunggu perintah langsung dari N.

Baekhyun mencoba membela keduanya, berubah ke dalam wujud wolfnya dan melompat ke gelanggang tapi konsekuensi dari apa yang dilakukannya sangat berbahaya, itulah kenapa Chanyeol menggenggamnya, memeluknya dengan sangat erat, memastikan kalau matenya tidak melakukan hal yang bodoh.

N memberi sinyal dan pasangan itu mendapatkan banyak anak panah dari prajurit dan meninggal di tempat itu. Baekhyun mengeluarkan auman kesedihan yang sangat keras sambil terus dipeluk erat oleh Chanyeol.

.

.

.

PART 16 – Last Part

...

..

.

Baekhyun lalu pingsan di dalam pelukan Chanyeol, ia tidak tahan lagi, Chanyeol lalu diberi ijin untuk meninggalkan tempat itu. Ia kemudian membawa omeganya yang tak sadarkan diri ke kamarnya dan membaringkannya di kasur.

Baekhyun mulai sadar dan merasakan rasa sakit yang amat sangat di perutnya, ia mencoba untuk berdiri dan menemukan dirinya mengalami pendarahan, ia melihat darah mengalir dari dalamnya lalu ia berteriak sangat kencang, membuat pengawal memberitahu Chanyeol akan hal itu yang kemudian diikuti Chanyeol yang berlari cepat ke arah omeganya.

"Apa yang terjadi sayang?" Baekhyun mengangkat tangannya yang penuh darah.

"Aku pendarahan." Dan Chanyeol tidak mau menghabiskan lebih banyak waktu lagi, ia langsung membawa Baekhyun ke dokter. Dan itu adalah berita buruk untuk Baekhyun dan Chanyeol karena mereka telah kehilangan anak mereka.

Kehilangan anaknya makin menambah depresi dan kesedihan yang dialami Baekhyun, ia mengurung dirinya di kamarnya, menolak untuk keluar dari sana, makan atau bicara pada siapapun bahkan anak-anaknya.

Ketiga anaknya merasa sangat sedih dan merasa diabaikan, kalau saja bukan karena ayah mereka yang selalu ada untuk mereka, merawat mereka dan mencoba menjelaskan pada mereka kalau ibu mereka membutuhkan waktu untuk pulih.

.

.

.

.

Baekhyun masih depresi sampai pada suatu hari ia mendengar nama anak-anaknya dipanggil, ia kemudian berdiri dan membuka pintu untuk melihat apa yang tengah terjadi dan bertanya pada pelayan yang memberitahunya kalau ketiga anaknya telah menghilang.

Baekhyun hampir saja gila memikirkannya, ia berlari diseluruh istana layaknya orang gila sambil memanggil nama anak-anaknya. Saat ia berlari ia menemukan Chanyeol dan membentaknya dengan sangat marah.

"Aku ingin anak-anakku kembali Chanyeol, dalam keadaan baik-baik saja, dan jika terjadi sesuatu pada mereka aku bersumpah kau tidak akan hanya kehilangan mereka!"

Chanyeol kemudian menenangkan suaminya dengan memeluknya dan memberitahunya kalau ia akan mencari anak-anak mereka dan tidak akan kembali sebelum ia menemukannya.

Chanyeol lalu mencari anak-anaknya keluar istana, ia sangat yakin kalau mereka sudah bakal ditemukan kalau mereka masih berada dalam istana saat ini.

.

.

.

Waktu itu hampir senja saat Chanyeol membawa kembali anak-anaknya, ketiganya dalam wujud wolf mereka dan sang ayah nampak sangat marah saat menggendong mereka bertiga.

Ia lalu menurunkan mereka ke lantai dan mereka langsung berlari untuk bersembunyi dibelakang ibunya, karena Chanyeol sangat marah besar saat ini,

"Anak-anak itu! Aku akan mengajari mereka untuk patuh!" Baekhyun kemudian memeluk ketiganya dalam dekapannya, mencium mereka satu-persatu sambil menyembunyikan mereka dari kemarahan ayah mereka. Ia lalu menatap Chanyeol dengan tatapan memohon.

"Channie, tolong tenanglah! Mari kita dengarkan alasan kenapa mereka meninggalkan istana."

Telah berbulan-bulan sejak Baekhyun berbicara padanya atau memanggilnya dengan panggilan itu, jadi ia duduk di ranjang dan mencoba menenangkan dirinya. Baekhyun meminta ketiga anaknya untuk berubah ke wujud manusia mereka, yang mana langsung dituruti oleh ketiga anaknya, tapi mereka masih tetap menyembunyikan kepala mereka di pangkuan ibunya.

"Kenapa kalian meninggalkan istana nak?" terdengar pertanyaan Baekhyun yang sangat lembut, dan Minseok menjawabnya sambil menatap takut padanya.

"Kita ingin bermain bersama Jongdae dan Luhan!" Jongin lalu menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak ingin pergi tapi mereka memaksa." Dan Sehun memukul kepala Jongin yang mana membuat anak itu mengerang,

"Ouch!" selanjutnya Baekhyun memarahinya dengan membentak mereka.

"Sehun berhenti memukul kepala saudaramu! Dan kalian berdua, besok kalian akan mengantarkan kita dan Daddy kalian untuk mengunjungi teman kalian, ok?"

Ketiganya saling menatap satu sama lain dan Minseok menjawabnya.

"Tapi kita tidak bisa!" dan sekarang giliran Chanyeol yang bertanya.

"Kenapa?" Sehun lalu menjawabnya sambil mempoutkan bibirnya.

"Karena tiap saat kita bermain dengan mereka ayah mereka akan datang dan membawa mereka pulang." Jongin lalu menambahkan.

"Ayahnya memohon pada kita untuk pergi!"

"Ayah dan ibu mereka ketakutan dan menutup pintu mereka." Minseok berkata sambil mengusap matanya karena menangis.

Dan itu nampaknya adalah hal yang harus mereka selidiki, walau keduanya baik Chanyeol atau Baekhyun dapat menebak kemungkinan alasan kenapa orang tua itu merasa takut. Kedua anak itu mungkin adalah omega dan sangat mungkin bagi keduanya untuk menjadi mate anak-anaknya kelak.

Jadi orang tua itu mungkin merasa takut karena tidak ingin terlibat dengan keluarga Chanyeol yang sangat berkuasa dan mungkin ada alasan lain yang tidak mereka ketahui kecuali mereka melihat sendiri apa yang terjadi.

.

.

.

Chanyeol pergi keesokan harinya dengan omeganya, ketiga anaknya dan beberapa pengawal ke tempat yang mereka tunjukkan. Itu adalah rumah yang kecil dan nampak berjauhan dari rumah-rumah lainnya di desa kecil itu. Ada dua anak omega yang tengah bermain diluar dan ibunya yang tengah mencuci pakaian. Kedua anak omega itu berteriak sangat senang dan memanggil nama temannya ketika mereka melihat ketiganya.

"Minseok! Sehun!" yang mana itu mengalihkan perhatian ibunya yang kemudian langsung dengan cepat meninggalkan aktifitas mencucinya dan membawa anaknya masuk kedalam rumah, mengunci pintu rumahnya. Chanyeol dan Baekhyun saling bertatapan dengan terkejut sambil mengatakan nama secara bersamaan.

"Jisung!"

.

.

.

Dan ternyata kedua omega itu adalah anak Jisung dan Taeyong. Alpha yang baru saja disebutkan mungkin merasakan kecemasan dan ketakutan sang omeganya, karena ia datang sambil berlari dan berdiri di pintunya.

"Tolong jangan sakiti keluargaku! Kita tidak melakukan kesalahan! Aku memastikan kalau tidak seorangpun dari kita mendekat ke istana atau ke desa, aku bersumpah."

Baekhyun merasa kebingungan kenapa Taeyong dan Jisung merasa sangat ketakutan, ia melihat ke arah Chanyeol yang mencoba menghindari tatapan mata langsung dengannya, lalu Baekhyun mendekat padanya dan menepuk lengannya.

"Bisakah kau menjelaskan padaku tentang apa yang ia katakan tadi?" Chanyeol kemudian menatap kearah matenya dengan polos, menunjuk dirinya seolah bertanya apakah ia tengah bicara padanya. Baekhyun lalu memicingkan matanya sambil berkata.

"Ya, kau!" Chanyeol lalu berdehem.

"Aku mungkin telah mengancam untuk membunuh mereka dan anak mereka kalau mereka muncul ke istana." Baekhyun membuka mulutnya karena terkejut dan mulai menampar lengan Chanyeol.

"Kau sungguh kejam, jahat, dan kasar!" Baekhyun membentaknya.

"Dengarkan aku sayang! Aku melakukan itu karena dirimu, Jisung telah menyebarkan rumor jahat dan aku tidak bisa memaafkannya." Baekhyun lalu berjalan kearah si alpha dan tersenyum lembut padanya.

"Tolong katakan pada Jisung kalau ia telah dimaafkan dan kalian berdua dan anak-anak kalian bisa datang dan tinggal di istana dengan kmi." Taeyong lalu melihat kearah Chanyeol untuk memastikan apa yang dikatakan matenya, dan Chanyeol mengangguk membenarkan.

Ia tidak bisa mengambil resiko untuk menolak usulan Baekhyun yang mungkin akan membuatnya depresi lagi dan dibenci oleh ketiga anaknya juga. Lalu Taeyong tersenyum dan masuk ke rumah.

.

.

.

Membutuhkan beberapa waktu untuk meyakinkan Jisung kalau mereka aman, dan si omega muncul dengan takut sambil memeluk erat anak-anaknya. Matanya langsung menitikkan air mata saat melihat Baekhyun dan ia dengan cepat meminta maaf padanya dan merasa menyesal melakukan itu padanya.

"Maafkan aku telah menyakitimu! Aku tidak tau arti menjadi seorang ibu sampai aku merasakannya sendiri dan memiliki anak-anakku! Tolong maafkan aku!" Baekhyun kemudian berjalan kearah omega yang menangis itu dan memeluknya dengan lembut.

"Semua telah dimaafkan, sekarang datanglah bersama kami, kau adalah bagian dari keluarga kami sekarang."

.

.

.

Chanyeol mengerang kesal saat lima orang anak itu bermain di kamarnya dan Baekhyun, berlari kesana sini dan berteriak sangat kencang. Mereka nampak sedang memainkan sebuah permainan, dan ia melihat kearah Baekhyun yang nampaknya tengah mencoba menahan tawanya.

"Apakah sekarang kau senang? Kita bahkan tidak memiliki waktu berdua seperti biasanya dan Kyungsoo menjelaskan padaku kalau Jisung dan Taeyong juga mengalami hal yang sama. Anak-anak ini berlarian dan melompat dimana-mana, aku mulai curiga kalau mungkin mereka adalah monyet bukan wolf!"

Anak-anak itu masih tetap melompat di ranjang mereka, mengabaikan fakta kalau Chanyeol dan Baekhyun masih berbaring disana. Baekhyun lalu memukul pelan lengan alphanya sambil tertawa.

"Jangan menyebut mereka monyet! Mereka akan merasa sedih karenanya!"

.

.

Taeyong lalu muncul bersama Jisung di pintu dan memanggil anak-anak.

"Ayo nak! Ayo bermain di kebun!" dan mereka langsung menjerit senang dan berlari keluar sementara Chanyeol menggumamkan kata terima kasih pada keduanya yang meninggalkan tempat itu sambil menutup pintunya.

Chanyeol memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang matenya dengan ciuman-ciuman.

"Biarkan aku memanfaatkan kesempatan ini untuk make love denganmu, kita tidak akan pernah tau lagi kapan kita punya waktu untuk melakukan ini!"

...

..

.

The End

.

.

.

T/N

Hello dears...

Finally... I had finished my second transfic *sign in relief*

So, gimana dears endingnya? Kalau menurut aku si sesuai banget sama judulnya 'INEVITABLE' atau 'Tak terelakkan'. So, sad for Hongbin-Ken but yeah that's inevitable.

Dan siapa yang gemess sama triplet Minseok-Jongin-Sehun? Aww... aku gemess banget sama mereka, apalagi pas Chanyeol gendong mereka bertiga dalam wujud wolf sambil marah... Ughhh cuteness overload banget deh keluarga ChanBaek.

Well sekali lagi terima kasih banyak buat review, fave, follow kalian yang selalu membuat mood aku bertambah untuk mengerjakan transfic ini. *bow*

Oh ya... aku mau kasih rekomen ff ChanBaek bagus yang baru aku baca beberapa waktu yang lalu, judulnya 'Children of the Storm' ini ff berbahasa Inggris dears, baguus banget bener deh Mermaid!AU settingnya, Baekhyun jadi Mermaid disitu. Dan ini ff di baeconandeggs dears^^

Sedikit iklan, aku mau translate fic lagi nih dears. Judulnya 'If The Police Ask' dengan cast ChanBaek tentunya. Langsung aja cek mampir di profil aku ya...

Update malem minggu ini khusus buat CB shippers dimanapun kalian berada, stay healthy, be happy and support our OTP yah dears...

See u in the next stories^^

.

.

.

#lovesign

.

.

.

Special thanks to

BunnyB96, xiaobao, gloriadelafenni, mara997, chanNhye,

parkbaexh614, baekkiaerii, baekpie461, real610304, keys13th,

jeyjong, park rinhyun-uchiha, yoogeurt, myzmsandraa99,

minami kz, little ooh, zilver iluna, taeyonhyun, ssuhoshnet,

ay, chanbmine, crush, daeri2124, lywoo, ellaqomah, nurfadillah,

markeu noona, winter park chanchan, littlejasmine2, metroxylon,

eun810, Jung hara, myungie, yuichanzu, yousee,

tiara696, daebaktaeluv, denss, who me, kaijongin88scn,

bilaeri, chanbelong2baek, tkxcxmrhmh

Find who i am, puppybyun,ikakaaaaaaaa, shantisolekah9,

dydyt, baekkumaa, n3208007, guest, narashikaino, minj7,

athena gergious, sehunboo17, ludlud