The Doll
Disclaimer : Furudate Haruichi
By : Hikari Chikanatsu
Warning : OC, OOC, Typo, Pairing belum ditentukan karena ini genrenya mysteri gitu :v Dsb (dan saya bingung.)
Setelah mengobati Kageyama dan Sugawara, kini suasana di dapur sunyi tak ada yang bersuara, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Sebaiknya kita keluar dari rumah saja dulu" ucap Ayah Hinata memecah kesunyian yang tadinya tercipta.
"Tapi paman ba-"
"Kita tidak bisa seperti ini terus bukan? Menurutku kita akan keluar dari rumah ini dan mencari orang yang bisa menetralkan dan membebaskan Sho-chan selain pendeta Shimura kalau tidak nanti akan banyak orang yang terluka" potong Ayah Hinata tegas.
"Paman benar Kageyama, Kita harus mengutamakan Keamanan dulu" ucap Daichi sembari memberikan penjelasan agar sang Kouhai mengerti.
"Tapi bagaimana dengan Hinata? bagaimana kalau Yuuki melakukan sesuatu padanya?" ucap Kageyama khawatir.
"Tenang Kageyama-kun, kau ingat Yuuki bilang Sho-chan miliknya? Itu berarti Sho-chan sangat berharga untuknya jadi. . . dia tidak mungkin melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa Sho-chan. Yah walaupun tak bisa ku pungkiri kalau aku juga khawatir meninggalkannya disini. Tapi kita bahkan tidak tau dimana Yuuki itu menyembunyikannya jadi. . kurasa kita memerlukan bantuan pendeta atau semacamnya untuk menemukannya"
"Baiklah. . paman benar" sahut Kageyama setuju dengan keputusan yang telah dibuat.
"Kalau begitu ayo, ah tunggu sebentar ya. ." Ayah Hinata meninggalkan dapur dan pergi ke ruang kerjanya.
Tak lama kemudian ia kembali kedapur dengan menenteng sebuah tas.
"Anata. . kau darimana? Dan melakukan apa?" tanya Kouko.
"Aku mengambil Laptop dan Ponselku. Inginnya sih bawa komputer tapi itu kan berat"
"Anata seriuslah sekarang anak kita dalam bahaya dan kau masih ingin mengurusi keadaan perusahaan? Dan apa itu tadi? Oh kau masih bisa bercanda disaat seperti ini?!" protes Kouko.
"Santai Kouko santai. . nanti kau juga tahu kenapa aku membawa ini"
Sedangkan tim karasuno minus Hinata plus Natsu hanya menatap mereka heran.
"Baiklah ayo kita pergi" ajak Ayah Hinata sambil menenteng tas Laptop dan kunci mobil ditangannya.
Mereka pun keluar dari rumah keluarga Hinata dengan mulus. Tak ada gangguan dari Yuuki atau apapun. Ayah Hinata sedikit merasa ada yang aneh saat mereka keluar dari rumah tersebut. Bagaimana tidak merasa aneh, biasanya Yuuki akan menghalangi apapun yang akan terjadi tapi kali ini tidak. Tidak sama sekali.
"A. . Anata apa yang kau lakukan disana?" tanya sang Istri yang melihat sang Suami tengah memandang Intens rumah mereka.
"Tidak. . tidak apa-apa, aku hanya heran kenapa dia membiarkan kita dengan mudah untuk keluar. Entah apa lagi yang ia rencanakan sekarang" ucap Ayah Hinata sambil berjalan memasuki dan mengeluarkan mobilnya dari bagasi. Anggota tim Karasuno minus Hinata hanya terdiam saat mendengar perkataan Ayah Hinata.
'Benar, apa yang dikatakan paman memang benar. Seperti ada sesuatu yang aneh' batin mereka.
oOo
Tim Karasuno plus anggota keluarga Hinata kini tengah berada didalam mobil milik kepala keluarga Hinata.
"Paman kita akan kemana?" tanya Tsukishima penasaran.
"Kita kerumah sakit, kita harus bertanya dengan Shimura, apa ada orang yang bisa dipercaya selain dia untuk mengurus hal ini" sahut Ayah Hinata tanpa menoleh karena sibuk memperhatikan jalan.
Saat melewati perempatan, mobilnya melaju dengan kecepatan rata-rata, tak lambat dan juga tak terlalu cepat.
Ayah Hinata tak sengaja melihat sesosok anak berlari dijalan yang akan dia lewati. Anak yang dia lihat mirip dengan Hinata Shoyo, anaknya. Sontak saja ia langsung mengerem mobilnya dengan tiba-tiba saat mobilnya akan menabrak anak itu. Membuat semua yang ada di mobil terlonjak kaget, untungnya tak ada yang terluka.
"A. . Anata. . kenapa kau tiba-tiba mengerem?" tanya sang istri.
Kyu shock, ia langsung bergegas turun dari mobil dan memeriksa setiap sudut tempat yang ada didekat mobilnya. Tadi ia merasa menabrak anak itu, anak yang mirip dengan Sho-channya. Dengan wajah pucat pasi dan panik ia mencari-cari keberadaan anak itu. Namun hasilnya nihil.
Anggota tim karasuno pun ikut keluar dari mobil, mereka penasaran ada apa gerangan dengan kepala keluarga Hinata ini.
"Paman. . paman kenapa?" tanya Kageyama
"Ta. .tadi. . Sho-chan dia berlari disekitar sini dan. . dan karena itu aku mengerem tiba-tiba. Tapi di.. dia tak ada dimanapun"
"pa. . paman. . mungkin itu hanya halusinasi paman karena kita terlalu memikirkan tentangnya" Sugawara mencoba menenangkan.
"Ka. .kau mungkin benar"
"Baiklah paman, sekarang ayo lanjutkan perjalanannya" sahut Tsukishima.
Mereka pun melanjutkan perjalan menuju rumah sakit. Sekitar sepuluh menit dijalan kini mereka telah sampai di rumah sakit. Dengan cepat mereka memasuki rumah sakit dan menanyakan pada receptionis dimana letak kamar pendeta Shimura. Dan disinilah mereka sekarang, didepan pintu kamar bernomor 212 dengan nama Shimura tertera di dekat pintu. Ayah Hinata mengetuk pintu tersebut dan seseorang dari dalam menyahut menyuruh mereka untuk masuk saja.
Pintu kamar rumah sakit pun bergeser memperlihatkan ruangan yang serba putih dengan seorang laki-laki tengah duduk diranjang rumah sakit yang terlihat empuk. Mereka pun memasuki kamar tersebut.
"Kyu. .!" ucap laki-laki itu sedikit kaget.
"Shimura. . kau tidak apa-apa? Bagaimana keadaan lukamu? Keluargamu bilang kalau kau mendapat beberapa luka yang fatal" tanya Ayah Hinata
"Ah tidak juga. . mereka hanya melebih-lebihkan saja dengan bilang lukaku fatal. Tapi sekarang sudah tidak terlalu sakit. Jadi, apa yang membuatmu kemari? Siapa mereka? Dan. ." sahutnya.
". . . dimana Sho-chan?" tambahnya.
"A. . mereka teman-teman Sho-chan dan etto itu Sho-chan ada dirumah"
"Sendirian?"
"Ah mungkin. . kami tidak dapat menemukannya di-" Shimura bagai mengingat sesuatu
"Mungkin? Astaga Kyu! Apa yang kau pikirkan?! Kenapa kau meninggalkannya dirumah sendirian! Bukankah sudah kubilang sejak kita menyegel boneka itu, jangan pernah meninggalkannya sendirian" ucap Shimura keras.
"Tapi kali ini berbeda, Hinata hilang paman" sela Kageyama.
"Hm? Hinata? ah maksudmu Sho-chan. Begini, Sho-chan lemah bila berkaitan dengan Makhluk semacam Yuuki, apalagi saat Sho-chan bilang mereka berteman jelas Yuuki bisa melakukan hal yang ada diluar dugaan. Kyu, kau lupa insiden sebelum kita menyegel bonekanya?"
"I. . insiden itu. ." ucap Kouko lirih.
"Ya Kouko, insiden saat Sho-chan akan lompat dari beranda lantai dua kamar nya. Itu karena dia dihasut oleh Yuuki dan saat itu kalian meninggalkannya sendirian bukan? Lalu bagaimana bisa kalian membiarkan ia sendirian sekarang? Kalian ingin hal itu terjadi lagi?!"
Kata-kata yang diucapkan Shimura membuat hati orang tua Hinata teriris mereka tidak ingin mendapati anaknya sudah terjatuh dari lantai dua. Beruntung Shimura datang kerumah mereka dengan niatan mengamati gerak-gerik Hinata saat itu.
"Ka. . kau benar. . bagaimana bisa aku seceroboh ini. . ."
". . . Ah tapi. ." Ayah Hinata membuka tas laptopnya dan menyalakannyan laptopnya. Setelah laptopnya menyala, ia langsung membuka sesuatu, yang pastinya membuat bingung semua yang ada disana.
"Tenang Kouko, aku tidak sedang mengurus perusahaan. Aku sedang memeriksa keadaan rumah kita sekarang" ucapnya sambil memutar laptopnya agar semua yang ada disana dapat melihat. Ya disana Ayah Hinata membuka program cctv rumahnya.
"Sejak kapan kau memasangnya?" tanya Ibu Hinata kaget.
"Sejak aku sibuk pergi mengurus perusahaan di Tokyo"
Ibu Hinata hanya mengangguk kecil tanda mengerti. Cukup lama mereka memandangi layar tersebut . sampai mereka melihat Hinata yang berjalan menuruni tangga menuju ke arah dapur dengan memeluk boneka teddy bear yang selama ini dicari oleh Ayah Hinata sembari meneriakkan 'Ibu, Ayah, Natsu kalian dimana?'.
"Tunggu, Hinata sudah tidak dirasuki oleh Yuuki lagi?"ucap Tanaka tak percaya.
*TBC
Chapter 9 Up! maaf baru bisa update ini fict. . . hehe. . .
Terima Kasih bagi kalian yang masih mau menyempatkan waktunya untuk membaca fict buatan Hika-chan ini. .
Dan maaf kalau Hika-chan ngeupdatenya lama hehe. . . *Dilempar sendal
Oke. . Hika-chan usahain entar jadi rajin update deh hehe. . See You minna-san~~
