MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : (New) Guru baru di sekolah Jaejoong adalah pacarnya dulu! Belum sempat putus tapi sudah pergi. Dan kini mereka berusaha menjalin hubungan lagi tetapi diganggu oleh penganggu! YunJae!
MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND
Yunho menggeleng-gelengkan kepala melihat dua orang yang sedang ribut di depan kelas 2A. Yang seorang sangat dikenalnya akrab, sedangkan yang seorang lagi adalah orang yang sangat tidak disukainya.
"Yunho hyung, lelaki ini mengangguku!" adu Kyuhyun.
Yunho menarik Kyuhyun mendekat kepadanya. "Apa yang kau lakukan di sini dan kenapa kau bisa ribut dengan lelaki bernama Siwon ini?"
"Aku ke sini untuk mengantarkan surat ijin Jaejoong hyung. Tapi tadi aku bertemu lelaki ini dan dia menanyakan keperluanku, tapi malah dia berusaha merebut surat ijin Jaejoong hyung. Lihat ini, sampai lecek begini." Jelas Kyuhyun sambil menunjukkan sebuah amplop yang sudah lecek.
"Tidak seharusnya anda membuat keributan di sekolah, Tuan Choi. Apalagi sampai menganggu sesuatu yang berhubungan dengan sekolah." Kata Yunho tegas pada Siwon.
Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ah, sudah lupakan saja."
"Apa yang anda lakukan di sini? Anda sama sekali tidak punya urusan di sini."
"Aku sebenarnya hanya ingin menemui seseorang bernama Changmin. Tapi ya sudahlah, aku akan pulang saja." Kata Siwon sambil pergi.
Sementara itu di bangkunya, Changmin menjulurkan kepalanya panjang-panjang agar bisa melihat siapa yang ada di depan pintu. Dia terkesiap begitu melihat seraut wajah yang sangat dikenalnya.
Jantung Changmin berdebar lebih keras. Sejak dia mengenal Jaejoong, sejak itu pula dia mengenal Kyuhyun dan dia langsung menyukai Kyuhyun. Perasaan itu masih ada sampai sekarang, dan perasaan itu tumbuh semakin kuat. Walaupun dia jarang bertemu Kyuhyun, tapi dia selalu bisa berhubungan dengan Kyuhyun lewat Twitter.
"Hei Changmin!"
Changmin tersentak begitu mendengar namanya dipanggil. Dilihatnya Kyuhyun melambai sambil tersenyum lebar ke arahnya. Changmin balas melambai dengan canggung.
"Siapa? Dia tampan sekali." Bisik Yoona.
Changmin tersenyum tipis. "Sepupunya Jaejoong hyung."
"Ya sudah ya hyung, ini aku sudah berikan surat ijinnya. Aku permisi dulu. Bye, hyung. Bye, Changmin!" seru Kyuhyun.
Yunho menutup pintu kelas dan sekilas menatap wajah Changmin yang bersemu merah. Dia tersenyum geli karena kentara sekali kalau Changmin menyukai Kyuhyun.
"Yak anak-anak besok kita ulangan ya.."
: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :
Jaejoong mengganti-ganti channel televisi dengan bosan. Tidak ada acara televisi yang menarik. Bahkan acara musik pun tidak ada.
Jaejoong menoleh ke arah pintu yang terbuka dan melihat Kyuhyun masuk. Jaejoong tersenyum pada Kyuhyun.
"Kyu! Sudah datang rupanya!" seru Jaejoong.
Kyuhyun maju memeluk Jaejoong. Jaejoong membalas pelukan Kyuhyun dengan penuh sayang.
"Hyung sudah baikan?" tanya Kyuhyun khawatir.
Jaejoong mengangguk. "Kau tidak perlu repot ke Seoul untuk menjengukku. Bagaimana dengan sekolahmu?"
Kyuhyun mengibaskan tangan kanannya. "Hyung, aku ini homeschooling. Jadi Appa memintakan ijin padaku untuk tidak masuk selama seminggu. Lagipula lembaga homeschooling ku hanya masuk selama tiga hari dalam seminggu."
"Seminggu itu waktu yang lama. Kau bisa ketinggalan banyak pelajaran. Kau bukan Changmin yang jenius." Komentar Jaejoong.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. "Hyung ini kalau bertemu aku bisanya hanya mengejekku saja!"
Jaejoong tertawa. "Habisnya kau pantas sekali dijadikan bahan ejekan!"
"Hyung, aku tadi ke sekolahmu dan bertemu dengan Yunho hyung. Dia keren sekali sekarang!" seru Kyuhyun senang.
Jaejoong tertawa. "Jangan jatuh pada pesona Yunho! Cari yang lain sana!"
Kyuhyun tertawa. "Siapa juga yang Aku tadi juga lihat Changmin. Dia semakin tinggi saja ya sekarang."
Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku juga heran pada anak itu. Dia sudah setinggi itu, tapi dia masih saja hobi minum susu. Apa dia merasa kalau dia kurang tinggi?"
"Hyung pulang kapan?" tanya Kyuhyun.
"Besok pagi, jadi kau harus bantu aku untuk mengepak barang-barang atau kalau tidak, PSP mu akan kusita dan kau tidak kuijinkan untuk meminjam PSP ku." Ancam Jaejoong.
"Jadi aku ke sini hanya untuk dimanfaatkan saja ya? Sudah disuruh mengantarkan surat ijin sampai bertengkar dengan seorang lelaki bernama Siwon, lalu – "
"Apa? Siwon?" potong Jaejoong.
Kyuhyun menatap Jaejoong heran, lalu mengangguk. "Ya. Tadi saat aku mau mengetuk pintu kelas, tiba-tiba saja dia memanggilku dan menanyakan apa urusanku. Begitu kujawab aku mau mengantarkan surat ijin untukmu, dia berusaha merebut surat ijinmu sampai lecek. Akhirnya Yunho hyung datang dan memisahkan kami."
"Aish, pokoknya kau jangan berurusan dengan dia lagi."
"Memangnya kenapa hyung?" tanya Kyuhyun heran.
"Awalnya memang dia baik padaku, tapi sekarang dia jadi agak aneh dan menyebalkan. Tadi saja saat belum jam besuk dia kemari, ternyata dia merayu para suster agar mengijinkannya masuk kemari." Kata Jaejoong kesal.
"Ah, jadi dia menyukaimu?"
Jaejoong mengangguk. "Ya aku tidak tahu sih kalau dia menyukaiku atau tidak. Tapi yang penting, Yunho tidak suka aku dekat-dekat dengannya, jadi aku berusaha menjauhinya karena ada yang aneh dari dia."
Pintu terbuka dan masuklah Kangta. Kangta tersenyum begitu melihat Kyuhyun.
"Kyuhyun! Sudah lama kita tidak bertemu! Terakhir kali kita bertemu kau masih kecil!" Kangta mengulurkan tangannya.
Kyuhyun menerima uluran tangan Kangta. "Senang bisa bertemu anda, Dok. Mau memeriksa Jaejoong hyung ya? Silahkan silahkan." Kyuhyun mempersilahkan.
Kyuhyun sedikit menjauh dari ranjang Jaejoong, memberi Kangta tempat yang luas untuk memeriksa Jaejoong. Kyuhyun memperhatikan Jaejoong yang sedang diperiksa.
"Tekanan darah bagus, denyut jantung bagus. Sudah tidak berdebar-debar lagi kan?" tanya Kangta.
Jaejoong mengangguk. "Tapi kalau di dekat Yunho selalu berdebar-debar."
Kangta dan Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Jaejoong.
"Besok pagi kan kau sudah pulang. Istirahat yang banyak, jangan terlalu memforsir dirimu sendiri. Boa sudah bersedia untuk memeriksamu secara rutin di rumahmu, jadi sebelum Boa mengatakan kau boleh sekolah lagi, kau jangan sekolah dulu." Kangta menasihati.
Jaejoong kembali mengangguk. "Baiklah, akan aku ingat itu. Tapi untuk wisata tiga minggu lagi aku boleh ikut kan?" tanya Jaejoong penuh harap.
"Kau bisa ikut, asalkan kau jangan terlalu memforsir dirimu sendiri. Kalau teman-temanmu main ke sana kemari, kau jangan ikut mereka atau nanti jantungmu tak akan kuat. Jeju dan Nami memang indah tapi kalau kau tidak bisa menjaga dirimu, Jeju dan Nami akan menjadi bencana. Jangan jauh-jauh dari Boa dan kau tidak boleh pergi sendirian. Ajak Changmin ke mana-mana, anak itu bisa menjagamu." Kata Kangta panjang lebar.
"Baiklah Dok, terima kasih."
"Saya keluar dulu ya, baik-baik ya Jaejoong." Kangta menepuk bahu Jaejoong.
Sepeninggal Kangta, Kyuhyun berseru keras membuat Jaejoong harus menutup telinganya.
"Ada apa? Kenapa kau berteriak-teriak?" tanya Jaejoong.
"Hyung mau wisata sekolah di Jeju dan Nami? Kenapa tidak bilang? Nanti kan waktu di Jeju aku bisa menemani hyung!" seru Kyuhyun histeris.
Jaejoong tersenyum. Kyuhyun memang tinggal di Jeju sejak dia berumur sembilan tahun.
"Kan kau baru saja sampai, bagaimana bisa aku memberitahumu?"
"Ah, pokoknya nanti kalau hyung sudah sampai Jeju, telepon aku ya? Aku akan mengikuti hyung ke mana pun hyung pergi. Jadi nanti aku dan Changmin bisa menjaga hyung!"
"Ah, baiklah kalau begitu. Terima kasih banyak, Kyu. Kau memang sepupuku yang paling baik."
: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :
Jaejoong merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan senang. Dia menatap sekeliling kamarnya, dia sangat merindukan kamarnya setelah cukup lama berpisah dengan kamarnya.
"Senangnya bisa kembali ke kamar ini lagi. Aku tidak sabar untuk kembali bersekolah." Gumamnya senang.
Leeteuk masuk ke kamar Jaejoong dan meletakkan tas di depan lemari Jaejoong.
"Jangan senang dulu, tunggu sampai sembuh benar baru kau bisa masuk sekolah." Kata Leeteuk.
"Aish, Umma.. Yang penting aku bisa ikut wisata nanti. Aku tidak sabar menunggu!"
Leeteuk tersenyum lalu keluar dari kamar Jaejoong. Sepeninggal Leeteuk, Jaejoong langsung mengambil ponselnya dan memainkan game.
Jaejoong agak sedih karena Yunho tidak bisa menemaninya pulang ke rumah karena Yunho banyak pekerjaan, dia harus memeriksa ulangan dari 10 kelas. Jaejoong sendiri belum ikut ulangan dan dia belum tahu kapan dia bisa ikut ulangan susulan.
Ponsel Jaejoong berkelap-kelip tanda ada pesan masuk. Jaejoong keluar dari game dan membuka pesannya.
From : Yunnie
Boo, sudah sampai rumah? Sekali lagi aku minta maaf tidak bisa menemanimu Boo T.T
To : Yunnie
Sudah, baru saja. Tidak apa-apa. Aku ulangan susulan kapan?
From : Yunnie
Secepatnya. Sebentar lagi masuk ke materi baru jadi kau harus segera susulan.
To : Yunnie
Besok Yunnie ke rumah saja, ulangan di rumah saja ya?
From : Yunnie
Oke kalau begitu.
To : Yunnie
Kau lanjut mengoreksi ya? Semangat, aku mau tidur lagi hehehe ^^
From : Yunnie
Saranghae, Boo.
To : Yunnie
Na ditambah Do jadi nado ~
: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :
Bel tanda berakhirnya jam belajar mengajar pun berbunyi. Yunho bergegas keluar dari kelas 2E menuju ke Kantor Guru.
Yunho segera membereskan barang-barangnya. Yoochun yang melihatnya menendang kursi Yunho.
"Mau ke mana buru-buru?" tanya Yoochun.
"Ke rumah Jaejoong, dia minta ulangan susulan hari ini."
Yoochun mengangkat satu alisnya. "Murid istimewa, eh?"
Yunho menggeleng. "Bukan maksudku mengistimewakan dia, tapi kan dia masih sakit. Aku tidak bisa memaksanya."
"Bagaimana dengan donor jantungnya? Aku sudah tanya-tanya ke teman-temanku yang bekerja di rumah sakit tapi hasilnya nihil."
Yunho tersenyum tipis. "Belum ada perkembangan, hyung. Tapi aku harus tetap berusaha. Mohon doa dan bantuannya, hyung.."
Yoochun mengangkat kedua jempol tangannya. "Selalu!"
Yunho menyandangkan tasnya di bahu. "Aku pergi dulu ya, hyung."
"Cepat cepat cepat, Ara sedang menuju kemari!" seru Yoochun.
Yunho melihat ke arah jendela dan di sana ada Ara yang sedang berjalan ke timur. Yunho buru-buru menuju ke barat, untuk keluar dari pintu belakang.
Yunho bergegas menuju area parkir guru dan mengeluarkan mobilnya, kemudian menyetir dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Jaejoong.
Sesampainya di rumah Jaejoong, Yunho melihat dua mobil diparkir di halaman dan Yunho tahu dua mobil itu bukan milik keluarga Jaejoong. Yunho mengangkat bahu lalu keluar dari mobilnya dan membunyikan bel.
Pintu terbuka dan muncullah Kyuhyun.
"Ah, Yunho hyung! Ada apa hyung kemari?" tanya Kyuhyun.
"Jaejoong memintaku kemari, dia harus ikut ulangan susulan." Jawab Yunho. "By the way, siapa yang datang?" Yunho melirik ke arah dua mobil yang diparkir di halaman.
"Oh, hanya keluarga. Satu mobil milik keluargaku dan satu yang lainnya milik Ryeowook hyung."
Yunho mengangkat satu alisnya. "Ryeowook hyung naik mobil sekarang? Biasanya kan bersama Yesung hyung."
Kyuhyun menggeleng. "Itu karena hari ini Yesung hyung tidak bisa menjemputnya, jadi dia bawa mobil sendiri. Ya sudah, ayo masuk. Jaejoong hyung sudah ada di kamar."
Yunho masuk ke dalam rumah Jaejoong dan menemukan Yesung serta Ryeowook yang sedang berbincang di Ruang Tamu.
"Ah, Yunho! Ada apa kemari?" tanya Yesung.
"Aku akan memberi Jaejoong ulangan susulan, hyung."
Yesung mengangkat satu alisnya. "Ulangan susulan? Memangnya anak itu bisa? Dia tidak pernah belajar." Komentar Yesung.
Yunho tertawa. "Dia pasti bisa, hyung."
"Sudah, ayo cepat. Jaejoong hyung sudah menunggu di atas!" seru Changmin tidak sadar.
Yunho membungkukkan badannya pada Yesung dan Ryeowook lalu mengikuti Kyuhyun ke lantai dua. Kyuhyun berhenti di depan kamar bertuliskan 'BooJae'.
"Ini kamar Jae hyung, masuk saja. Tapi kau jangan macam-macam ya!" Kyuhyun memperingatkan.
Yunho tertawa. "Kau anak lima belas tahun memangnya tahu apa?"
"Pokoknya hyung tidak boleh macam-macam pada Jae hyung."
Yunho mengacak-acak rambut Kyuhyun. "Kau tenang saja, akan aku jaga hyung mu dengan sepenuh hati."
Yunho membuka pintu kamar Jaejoong dan menemukan Jaejoong yang sedang tiduran sambil membaca komik Crayon Sinchan. Begitu melihat Yunho, Jaejoong langsung melompat bangun dan secepat mungkin menyembunyikan komiknya di bawah selimut.
"Yunnie!" Jaejoong langsung memeluk Yunho.
Yunho tertawa melihat tingkah kekasihnya. "Hei stop stop! Kau membuatku tak bisa bernapas!"
Jaejoong melepaskan pelukannya. "Soal ulangannya jangan terlalu susah ya!"
"Tergantung, kau sudah belajar apa belum."
"Sudah kok, aku sudah baca catatan dan buku paket."
Yunho mengambil komik Crayon Sinchan yang tadi dibaca Jaejoong. "Ini yang kau sebut buku catatan dan buku paket?"
Jaejoong nyengir. "Maaf, habisnya aku capek membaca Fisika jadi aku baca Crayon Sinchan saja deh."
"Itu komik yang akan merusak masa kanak-kanak. Sudah, ayo kita mulai saja ulangannya."
: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :
Yunho memarkir mobilnya di garasi rumahnya. Sambil bersiul-siul riang, dia memasuki rumahnya.
"Baru pulang dari mana saja, Yun?" tanya Jonghyun.
Yunho mengangguk. "Aku dari rumah Jaejoong, memberinya ulangan susulan."
Jonghyun mengangguk mengerti. "Ulangan susulan atau ulangan susulan? Berdua saja di kamarnya?" goda Jonghyun.
"Tentu saja. Hei, jangan berpikir yang aneh-aneh! Aku profesional, tadi kami hampir seperti saat belajar di sekolah."
"Ah, mukamu mesum begitu."
"Yaa, Umma!"
Jonghyun tertawa dan meninggalkan Yunho. Yunho naik ke lantai dua. Dia mampir ke kamar adiknya, tapi Jessica tidak ada jadi Yunho langsung pergi ke kamarnya.
Yunho langsung menyalakan komputer dan mengecek website Lembaga Jantung Korea Selatan. Dia tersenyum begitu melihat nama Jaejoong sudah ada di daftar prioritas.
"Nice, terima kasih Jay hyung! Aku berutang banyak padamu!" seru Yunho senang.
Yunho merogoh kantongnya dan mengambil ponselnya. Dia mengernyitkan keningnya begitu melihat nomor tak dikenal di ponselnya.
From : 082123456789
Annyeong, Yunho Oppa! Ini Ara. Oppa, nanti malam ke Mirotic Cafe ya, sepupuku mengadakan acara ulang tahun di situ. Nanti kau datang ya? Temani aku. Kutunggu!
Yunho menggeleng-gelengkan kepalanya membaca pesan dari Ara. Sepertinya dia benar-benar harus memberitahu Ara kalau dia itu gay agar Ara bisa menjauh darinya.
: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :
Esoknya, Jaejoong sudah masuk sekolah. Begitu dia memasuki kelasnya, teman-teman sekelasnya langsung ribut menyambutnya dan menanyakan dia sakit apa. Tetapi Jaejoong hanya tersenyum dan menjawab bahwa dia tidak apa-apa.
Satu-satunya orang yang tidak suka dengan kedatangan Jaejoong adalah Ara. Ketika baru memasuki kelas 2A, dia tersenyum tapi begitu melihat Jaejoong, dia langsung cemberut.
"Oh, kau sudah masuk." Kata Ara datar.
Jaejoong tersenyum sinis dan tidak membalas perkataan Ara. Sedangkan teman-teman sekelasnya yang lain hanya menatapnya bingung.
"Anak-anak, ada sedikit pengumuman mengenai wisata kita nanti. Sebenarnya saya pribadi sangat ingin menjadi guru pendamping kelas ini." Jaejoong berani bersumpah saat Ara mengatakan ini, Ara menatapnya tajam. "Harapan saya terkabul, sebenarnya. Tapi saya tidak sendirian karena Jung Yunho akan menjadi partner saya dalam mendampingi kelas ini."
Seisi kelas langsung ribut. Terutama para siswi yang masih normal dan para siswa yang berstatus uke. Tapi banyak juga yang melenguh karena tidak mau bersama Ara sepanjang perjalanan.
"Bagus sekali hyung, nanti Yunho seongsaenim bisa menjagamu bersama-sama denganku." Kata Changmin senang.
Jaejoong tersenyum tipis. "Aku yakin Yunho yang memaksa administrasi sekolah agar mengaturnya seperti itu. Tapi kenapa Miss Ara juga ada.. Dia benar-benar menganggu."
"Kim Jaejoong, quiet please!" seru Ara keras.
"Yes Miss." Jawab Jaejoong datar, bahkan tidak memandang Ara.
Diperlakukan seperti itu membuat Ara naik darah. Dia meremas kertas yang ada di genggamannya. Dia bersiap melempar kertas itu ke kepala Jaejoong ketika dilihatnya kepala Yunho menyembul di jendela.
Langsung saja Ara membuang kertas itu dan langsung memperbaiki rambutnya, membuat semua siswa heran. Dikiranya Yunho sedang mengintip ke arahnya. Ara mengira bahwa Yunho ingin meminta maaf padanya karena kemarin tidak datang ke acara ulang tahun sepupu Ara. Ara benar-benar malu pada semua orang kemarin. Dia sudah menyombongkan bahwa kekasihnya akan datang tetapi nyatanya Yunho yang diakuinya sebagai kekasih tidak datang.
Tapi harapan Ara yang melambung begitu tinggi itu pun terjatuh ketika melihat arah pandang Yunho yang ternyata bukan ke arahnya, melainkan ke arah Jaejoong. Ara menggeram kesal.
"Buka Lembar Kerja Siswa kalian dan kerjakan Uji Kompetensi 4!" Ara memberi perintah, lalu keluar dari kelas untuk menemui Yunho.
: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :
Yunho memainkan pulpennya bosan. Dia tidak ada kerjaan dan juga tidak ada teman. Yoochun dan Junsu keduanya sama-sama sedang mengajar dan Yunho lupa membawa laptop hari ini. Lengkaplah penderitaannya.
Yunho melihat ke sekeliling Ruang Guru. Hanya ada enam guru. Yunho malas mengajak para guru itu bicara karena mereka semuanya sudah tua dan tentunya bahan pembicaraan mereka dengan Yunho tidak akan nyambung.
Sekali lagi Yunho melihat ke kertas yang baru saja diberikan petugas administrasi padanya. Isinya tentang pendamping kelas saat wisata nanti. Nama 'Jung Yunho' tertulis tepat di samping kelas 2A. Tak sia-sia Yunho merayu petugas administrasi sekolah. Tapi sayangnya, pendamping setiap kelas ada dua dan partner Yunho adalah Ara.
Yunho bangkit dari kursinya dan keluar dari Ruang Guru. Awalnya dia ingin ke kafetaria, tapi godaan untuk menuju kelas 2A lebih kuat. Akhirnya Yunho melangkahkan kakinya menuju kelas 2A.
Yunho mengintip lewat jendela dan dia mendesah kecewa begitu mengetahui bahwa yang sedang mengajar adalah Ara.
Yuno tersentak ketika melihat Ara membentak seseorang dan begitu Yunho tahu siapa orang yang dibentak Ara, seketika dia berubah menjadi panas. Coba saja kalau Ara bukan perempuan, pasti Yunho akan langsung memukulinya karena kesal.
Yunho kembali memperhatikan Jaejoong sambil tersenyum senang. Hari ini dia tidak ada jadwal mengajar di 2A, jadi memperhatikan Jaejoong dari luar kelas cukup untuk mengobati kekecewaannya.
"Yunho Oppa!"
Yunho tersentak begitu mendengar suara yang sangat dikenalnya. Dia menoleh dan menemukan Ara sedang berjalan ke arahnya.
"Apa yang Oppa lakukan di sini dan kenapa Oppa memandangi Kim Jaejoong?" tanya Ara kesal.
"Yah, memangnya tidak boleh memandangi siswa sendiri?" Yunho bertanya balik dengan santai.
Ara menghentakkan kakinya ke lantai. "Oppa kenapa seperti itu?! Kemarin aku meminta Oppa untuk datang ke Mirotic Cafe, tetapi kenapa Oppa tidak datang?" tanya Ara dengan suara rendah, agar para siswa tidak mendengarnya.
"Kau pikir aku tidak punya pekerjaan yang lebih penting dibanding menghadiri acara ulang tahun sepupumu itu?" balas Yunho sarkastik.
"Tapi aku sudah terlanjur mengatakan kepada orang-orang bahwa kekasihku akan datang! Tetapi nyatanya Oppa tidak datang."
"Yah, aku kan bukan kekasihmu."
"Tapi setidaknya Oppa datang! Aku kan sudah mengundang Oppa kemarin!"
"Memangnya kemarin aku berjanji mau datang? Tidak kan?"
Ara menggigit bibirnya. Yunho memandang Ara tidak suka. Satu-satunya orang yang diketahuinya yang suka menggigit bibir hanyalah Jaejoong dan Yunho tidak suka jika ada orang yang melakukan itu di depan matanya.
"Berhentilah menggigit bibirmu, Miss Ara." Kata Yunho datar.
"Oppa, kau ini kenapa berlaku seperti itu kepadaku? Kepada guru lain kau tidak pernah sesinis itu, tapi kenapa kau seperti tidak suka padaku?" tanya Ara hampir menangis.
Yunho menggelengkan kepalanya. "Miss Ara, bukannya aku tidak menyukaimu. Tapi sifatmu yang membuatku kurang menyukaimu."
"Sifatku yang mana? Beritahu aku agar aku bisa memperbaikinya, kumohon." Pinta Ara.
Yunho melihat Junsu muncul di koridor, sebelum Junsu berpikir yang tidak-tidak, Yunho bergegas pergi tapi tak disangkanya, Ara menariknya dalam pelukannya.
"Yun, apa yang kau lakukan?! Kau selingkuh?!"
.
.
To Be Continued..
.
.
Aku mau hiatus setelah ff ini selesai, sekitar 2 bulan.
Tapi aku pribadi juga gak kepengen hiatus lama-lama, jadi doain aja ya biar ntar masa hiatusnya bisa cepet.
Aku bakal hiatus setelah My Teacher Is My (Ex)Boyfriend selese, dan rencananya sampe 15 chapter. Jadiii masih ada 6 chapter yang harus aku selesain dan aku berusaha cepet nyelesainnya.
Udah deh ya cuap-cuapnya, makasih atas perhatiannya ! ^^
