Tittle : Pentagon Love

Part : 9/12 end

Author : AM-NYM

Pairing : Eunhae, Yewook. Slight : YeHyuk Kyumin, HaeRy, HenWook, KangTeuk, SiHan, Hanchul, HeeBum

Genre : Romance, Friendship, Drama, Humor (?)

Desclaimer : Eunhyuk sakit, sementara Donghae malah berkeliaran di jalan gak jelas. CHAPTER 9 UPDATE!

Part 9

Matahari terbit diufuk timur memancarkan cahayanya yang hangat. Yesung dan Ryeowook sudah bangun dari tadi. Sementara yang lain masih berada dalam alam mimpi mereka. Ryeowook memutuskan untuk mandi baru membuat sarapan. Sedangkan Yesung, ia sedang asyik memberi makan Ddangkkoma dan keluarganya. Ia sudah selesai mandi dari tadi. Maklum Yesung adalah salah satu anggota yang selalu bangun pagi.

Setelah memberi makan Ddangkkoma dan keluarga kecilnya, Yesung berencana untuk membangunkan yang lainnya. Tentu saja yang mempunyai jadwal yang harus dipenuhi hari ini. Ia pun pergi ke kamar Henry dan Donghae.

"Donghae, Henry, Bangunlah! Kalian ada jadwal hari ini kan?" ujar Yesung membangunkan dua dongsaengnya itu.

"Sebentar lagi hyung..." jawab Donghae. Sementara Henry dengan malas-malasan ia bangun dan keluar kamar. Tak lama kemudian dia datang dengan sebotol air. Yesung yang masih berada disana untuk membangunkan Donghae heran melihat apa yang dibawa oleh Henry.

"Gege! Hari ini kau, Han Geng-ge dan juga Kui Xian-ge harus mengisi acara di ****** kan?" Cepat bangun" ujar Henry sambil menjentik-jentikkan air yang tadi ia bawa. Namun Donghae masih tak mau bangun.

"Sini, biar aku saja yang melakukannya." ujar Yesung. Ia mengerti kenapa Henry membawa sebotol air. Ia mengambil air tersebut dan memasukkannya dalam mulutnya, lalu...

BYURR!

Ia menyemburkannya tepat diwajah anak-anak Donghae. Donghae kaget dan langsung bangun.

"Ya! Hyung!" protesnya. Henry tertawa melihat sikap kedua gege-nya ini. Yang satu aneh bin ajaib yang satu anak kecil banget.

"Ayo cepat kau bersiap! Ada jadwal yang harus kau penuhi hari ini." ujar Yesung sambil terkekeh. Donghae manyun tapi tetap menuruti perkataan Yesung.

Setelah membangunkan Donghae, Yesung pun membangunkan anggota lainnya. Terakhir ia akan membangunkan Eunhyuk.

Yesung membuka pintu kamar Eunhyuk yang tidak terkunci. Ia melihat Eunhyuk masih tertidur, tapi wajah sang dance machine ini memerah dam kelihatan sangat kedinginan dengan keringat bercucuran ditubuhnya. Yesung mendekati Eunhyuk.

"Apa dia sakit?" ujar Yesung. Ia menyentuh dahi Eunhyuk. "Ya ampun! panas sekali badannya!" ujarnya. Tanpa pikir panjang ia lansung pergi kedapur untuk mengambil Es dan handuk.

Ryeowook, Sungmin, Donghae dan Henry yang berada didapur kaget melihat Yesung yang datang dengan wajah panik.

"Ada apa hyung? Kenapa panik begitu?" tanya Ryeowook.

"Eunhyuk sakit, badannya panas sekali." jawab Yesung sambil mengambil es dan memasukkannya kedalam kompres. Tanpa bertanya lebih banya lagi Ryeowook membantu Yesung mengambil obat dan handuk.

"Ini hyung." ujar Ryeowook sambil memberikan obat dan handuk.

"Terima kasih Wookie-ah." ujar Yesung dan langsung menghilang ke kamar Eunhyuk.
Ryeowook, Sungmin, Donghae dan Henry hanya diam melihat hal itu. Satu pertanyaan yang sama terlintas diotak mereka. 'Kenapa Yesung hyung?'

Meskipun Sungmin, Ryeowook dan Henry tidak tahu dan mengerti masalahnya, mereka tahu bahwa belakangan ini Eunhyuk sangat dekat dengan Yesung. Mereka yakin bahwa Yesung tahu semua masalah yang melibatkan Donghae dan Eunhyuk dan mungkin juga dirinya sendiri.

**********

Eunhyuk merasakan sesuatu yang dingin dan basah didahinya. Perlahan namun pasti ia membuka matanya. Ia bisa melihat Yesung berada disampingnya.

"Hyung..." panggil Eunhyuk.

Yesung kaget. Ia menatap Eunhyuk. Ia sangat khawatir pada sang monyet ini. "Kau sudah bangun hyuk? Bagaimana keadaanmu?" tanyanya khawatir. Eunhyuk tersenyum.

"Aku tidak apa-apa. Gomawo hyung." ujarnya. Yesung tersenyum.

"Sudahlah. Lebih baik kau istirahat dulu, Aku akan membawakan makanan untukmu" ujarnya lalu keluar dari kamar Eunhyuk.

Yesung kembali ke dapur. Ryeowook, Sungmin, Donghae dan Henry masih berada disana.

"Bagaimana keadaan Eunhyuk, hyung?" tanya Sungmin.

"Dia sudah bangun." jawab Yesung. "Oh iya Wookie, bisa ambilkan makanan untuk Hyuk?" tanya Yesung.

"Tunggu sebentar hyung, biar kubuatkan bubur dulu." jawab Ryeowook dan mulai membuat bubur.

Yesung mengangguk, lalu ia menatap Donghae dan Henry yang masih berada disana.

"Kalian masih belum berangkat? Ntar telat lho" tanya Yesung.

"Ah! Iya hyung, kami akan segera berangkat" jawab Donghae lalu bangkit. Henry masih diam ditempatnya, ia sama sekali tidak berniat pergi hari ini. Donghae heran melihat Henry tidak bergerak. "Henry-ah... ayo kita berangkat" ujarnya.

Henry menatap Donghae. "Maaf Dong Hai-ge, sepertinya aku tidak ikut hari ini, lagipula aku juga tidak harus ikutkan..." jawab Henry. Donghae kaget mendengar jawaban Henry.

"Kenapa? Apa kau juga sakit?" tanya Donghae khawatir. Ia menyentuh dahi Henry. "Gak panas kok" ujarnya lagi. Henry menggeleng.

"Aku ingin menjaga En He-ge juga." jawab Henry.

Donghae menghela nafas panjang. Jauh dalam hatinya ia juga mau menjaga Eunhyuk, tapi ada jadwal yang harus ia penuhi hari ini.

"Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu." ujarnya lalu pergi.

************

Donghae... Donghae... dalam kebimbangan hatinya ia pun segera keluar dari rumah. Berat hatinya menginggalkan dorm. Lagipula untuk jadwal hari ini harus ia pergi sendiri tanpa ada satupun temannya yang menemani. Hankyung dan Kyuhyun telah berangkat duluan. Huh, malasnya.

'Assalmualaikum atuk o atuk'

Bunyi ringtone ponsel Donghae berbunyi. Donghae melirik layar ponselnya.

BOCAH SETAN

Donghae mengangkat ponselnya.

"Yeobseyo," sapa Donghae.

"Donghae-ah!" jawab suara di seberang. 'Wah, kurang ajar sekali. berani benar ia memanggil namaku.' batin Donghae kesal.

"Ini Hankyung aaa. Acara kita hari ini dibatalkan. Diundur hingga lusa. Jadi kita bebas hari ini."

"Ah, Hankyung hyung? Kau dimana? Kenapa berisik sekali? tanya Donghae. Ternyata Hankyung.

"Aku di toilet aaa. Pulsaku habis jadi aku pinjam ponselnya Kyuhyun. Kau masih di dorm kan? Untunglah, jadi kau tidak usah kemana-mana ini. oke sayang?" Jawab Hankyung dalam satu tarikan napas

.
"Hyuuuung! Kembalikan ponselkuuuuuuuuuuuu. Aku mau pakaiiiiiiiiiii!" terdengar suara lain dari seberang sana. Olala, ialah pemilik ponsel sesungguhnya.

"Nah, sudah dulu ya ganteng. Aku mau kembalikan ponsel setan kecil ini. Iya iyaaaa! Pelit banget sih!" teriak Hankyung tepat di telinga Donghae yang berhasil membuat salah satu main dancer ini meringgis.

"Keluar kau hyung! Aku mau ponselkuuuuuuuuuuuuu! Dasar kau, ganteng-ganteng gak punya modal!" teriak Kyuhyun sambil menggedor-gedor pintu.

Ternyata Hankyung belum memutuskan sambungan telepon. Jadi, Donghae bisa mendengar dengaan jelas apa yang diucapkan Hankyung dan Kyuhyun. Donghae hanya geleng-geleng kepala dari seberang membayangkan kelakuan hyung dan dongsaengnya yang memiliki tinggi lebih dari 180 cm itu.

Donghae menekan tombol merah untuk memutuskan sambungan. Ia takut Kyuhyun kehabisan pulsa seperti Hankyung.

"Ah, nasib. Sudah susah-susah bangun pagi, dandan rapi, tahu-tahunya acaranya tidak jadi." Rutuk Donghae.

"Oh God! Aku harus kemana? Masa aku harus balik lagi? Malu atuh."

Donghae berpikir keras. Bisa saja ia berbalik lagi agar bisa menjaga Eunhyuk. Namun melihat pemandangan Eunhyuk yang sedang terbaring lemah di ranjang hanya akan menyakitkan hatinya.

Ah, ia jadi ingat ketika ia sakit. Member lain panik sampai harus membatalkan konser mereka saat itu. Semuanya lengkap. Satu persatu menghibur Donghae, menyuapinya makanan, meminumkan obat, membantunya berjalan, mengganti popoknya (hehe). Apalagi Eunhyuk, tidak pernah sekalipun ia tidur agar bisa menjaga Donghae. Eunhyuk-lah yang selalu berada di sisi Donghae, dalam suka maupun duka. Perih hati Donghae mengingat semua itu. Ia merasa jadi anak tak tahu diri. Eunhyuk yang selalu bisa diandalkan, Eunhyuk yang selalu berada ada untuknya. Mengapa ia malah tidak ada saat Eunhyuk membutuhkan bantuan?

Rasanya ia ingin cepat-cepat berlalu dari situ. Donghae mendongak ke atas. Kamarnya dan Eunhyuk berada di lantai paling atas. Ia hanya bisa memandangnya dengan sedih dan berjalan sejauh-jauhnya, semampu kakinya melangkah.

Donghae berjalan dan terus berjalan. Tak terasa sudah 2 tahun ia berjalan dan berjalan. Mulai tampak kerutan di wajahnya karena tidak pernah dibasuh, bajunya compang-camping, celana jeans Levi's nya sudah dihiasi robekan dan noda-noda cokelat di sana sini, bagian belakang sepatunya sudah terbuka, di wajahnya pun tumbuh jambang-jambang halus. Bercanda deng!

Ya, Donghae berjalan dan terus berjalan. Sampai tibalah ia di depan toko boneka. Ia pun melihat berbagai macam boneka di pajang di etalase toko. Matanya tertumbuk pada sepasang boneka Upin dan Ipin. Aha! Ini kan kesukaan Eunhyuk. Segera ia masuk ke dalam toko dan membeli 2 boneka tersebut. Lalu ia meminta mbak-mbak pramuniaga untuk membungkuskan boneka tersebut secantik mungkin. Donghae memilihkan kertas kadonya. Kertas kadonya bermotif abstrak. Sama seperti tampang Eunhyuk yang ancur-ancuran, sekaligus menggambarkan perasaan hati Donghae saat itu. namun begitu, kertas kado tersebut dihiasi berbagai warna, menggambarkan kepribadian Eunhyuk yang penuh warna dan ramai.

Di seberang toko mainan, ada toko kue. Donghae pun memesan kue tart mungil berwarna pink dan berbentuk hati. Di tengah-tengahnya ia menulis dengan cream berwarna biru turqouise-warna kesukaan Eunhyuk-"get well soon". Ia yang menghias kue itu sendiri. Ia mencurahkan segala perasaannya dalam menghias kue itu. Semoga pesan yang ingin disampaikannya dapat ditangkap Eunhyuk. Donghae pun segera membayar kue pesanannya ke kasir.

"Mbak, saya pengen kuenya diantar ke Jalan Sawo Mentah nomor 56 ya."

"Siap dik." Jawab mbak-mbak pramuniaga.

'Sialan, gue dipanggil adik' umpat Donghae dalam hati.

"Ehm, kira-kira sampainya kapan mbak?" tanya Donghae lagi.

"Kalau tidak besok, lusa dik" jawab si mbak itu lagi.

"Wah, lama sekali. Tapi saya inginnya sekarang mbak. Ini buat teman saya yang lagi sakit."

"Arraseo. Tapi adik harus nambah 5000 lagi." Ucap si mbak tidak punya perasaan.

"Ya udah deh. Nih." Donghae menyerahkan uang 5000.

'Hah, berapapun dah. Buat lo Hyuk' batinnya. Jujur, meskipun ia akui ia menyukai Henry tapi hatinya tetap tak bisa berpaling dari Eunhyuk

"Oh iya, sama ini juga mbak." Donghae menyerahkan kadonya yang satu lagi. "Sekalian."

"Tidak masalah. Tambah lagi 20000." Si mbak berkata dengan penuh kemenangan. Kali ini Donghae tidak dapat menahan amarahnya.

"Mahal amat sih mbak!" protesnya.

"Yah, kalau tidak mau ya sudah." Kata si mbak nyebelin.

Donghae menimbang-nimbang apakah sebaiknya ia mengirimkan kedua kadonya lewa media yang sama. Bisa-bisa kado yang telah ia beli dengan sepenuh hati tidak sampai ke orang yang pantas menerima.

"Dik, Jadi tidak?" tanya si mbak agak mendesak.

"Eh, tidak bisa kurang sedikit mbak?" Donghae coba menawar.

"Tak bisa la yaow. Mau adik ganteng kek, mau adik mirip Donghae Super Junior kek. Harga tetap harga!" tegas si mbak itu lagi.

Donghae yang agak terpancing emosinya segera menyerahkan selembar duapuluhribuan. Namun dengan setengah hati. Si mbak langsung mengambil uang tersebut dari tangan Donghae.

"Oke dik. Segera pesanan segera diantarkan!" wajah jutek si mbak pramuniaga seketika berubah sumringah.

Donghae segera keluar dari toko kue sialan itu. untuk membeli semua kadonya, ia telah menghabiskan separuh dari uang yang ada di dompetnya. Donghae pun melanjutkan perjalanan tak tentu arahnya.

***********

Setengah jam kemudian di dorm Super Junior.

Ting tung ting tung.

Terdengar bel berbunyi diikuti teriakan seseorang dari luar.

"SPADAAAAAA."

Di kamar Eunhyuk, para member lain yang jadwalnya sedang kosong sebangsa Yesung, Sungmin, Ryeowook, dan Henry bergantian menyuapkan makanan untu Eunhyuk dan berbagi cerita lucu.

"Wah ada tamu. Biar ku buka kan pintunya," Sungmin segera beranjak dari tempatnya. Ia pun membuka pintu. Ternyata seorang pria muda dengan seragam dari toko kue terkenal.

"Permisi mas. Ini ada kiriman untuk mas Lee Hyuk Jae" kata si pria muda berpakaian seragam dari toko kue terkenal sambil menyerahkan bingkisannya.

"Kamsahamnida. Dari siapa?" Sungmin menerima bingkisan tersebut.

"Oh, tidak ada nama pengirimnya." Jawab si pria muda berpakaian seragam dari toko kue terkenal sambil memamerkan barisan gigi putihnya. Sungmin terbengong-bengong lalu mengangguk paham.

"Arasseo. Terimakasih banyak ya." hormat Sungmin sambil tersenyum. Si pria muda berpakaian seragam dari toko kue terkenal mengangguk hormat dan pamit.

"Eunhyuk-ah! Ada kiriman untukmuuuuu!" teriak Sungmin sambil berlari-lari kecil menuju kamar Eunhyuk.

"Waaaaah, gege beruntung sekali" ujar Henry takjub sambil geleng-geleng kepala.

"Wow" Ryeowook mengagumi dua bungkusan lucu itu.

"Norak sekali kalian. Seperti tidak pernah dapat bingkisan saja!" ledek Yesung. "Ayo buka!"

"Dari siapa hyung?" tanya Eunhyuk pada Sungmin.

"Molla. Tidak ada nama pengirim."

Sungmin dan yang lainnya membantu membukakan paket Eunhyuk. Lebih tepatnya mengeroyoki paket tersebut karena pernasaran dengan isinya.

"Wuaaaaaah" kekaguman mereka menjadi-jadi.

"Kuenya lucu sekali."

"Hihi. Bonekanya mirip denganmu gege"

"bahkan kertas kadonya sayang untuk dibuang."

"Kira-kira dari siapa ya?" tanya Ryeowook penasaran.

"Hm, pasti dari pengagum rahasia En He-ge" Henry main tebak-tebakan.

Eunhyuk senyum-senyum saja mendengar celotehan hyung dan dongsaengnya. Namun dalam hatinya ia mengetahui, bahwa ini adalah perbuatan Donghae. Siapa lagi yang senang dengan Upin Ipin selain dirinya dan Donghae? Siapa lagi yang tulisannya mirip anak TK selain Donghae? Sementara tulisan member lain lebih mirip tulisan dokter atau cacing kepanasan.

Tidak terasa sudah tiga jam lebih Donghae berjalan. Hari menunjukan pukul 12.30, saat matahari sedang terik-teriknya. Serasa matahari berada tepat di atas kepala kita. perut Donghae merintih, tanda minta dikasih makan. Ia ingat dari pagi ia belum makan apa-apa selain minum 2 gelas air putih. Semalam pun perutnya hanya diisi sebungkus roti keju. Kepala Donghae pusing. Ia berjalan tertatih-tatih sambil memegangi perutnya.
Kini ia telah berada di kawasan pinggiran kota XYZ. Di ujung jalan ia menemukan sebuah bar mini. Ia memasuki bar tersebut. Ternyata tempat itu adalah bar murahan yang biasa diisi oleh (maap) para jablay, om-om senang, para penjahat, dan orang-orang yang biasa melakukan perbuatan maksiat. Donghae memandang sekeliling bar. Tempatnya gelap, kumuh, dan bau. Ingin ia berbalik dari tempat itu, namun nalurinya sebagai lelaki melarangnya.

Semua orang di sana memandangnya. Donghae lalu berjalan ke arah sofa kecil dan duduk di sana. Jujur ia enggan berada di sini. Tapi karena suasana hatinya sedang kacau, kenapa tidak dihancurkan saja semuanya? Pikirnya saat itu.

Ini adalah pertama kalinya Donghae menginjakkan kakinya di bar. Sebenarnya ia sangat menghindari tempat-tempat seperti ini. ternyata begini suasana di bar-bar dan club-club yang biasa ia tonton di film-film. Tidak terlalu berbeda dengan apa yang ada di bayangannya, nauh lebih parah ketika ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Seorang bartender wanita datang menghampirinya. Pakaiannya minim sekali. Ia membawa baki berisi satu botol bir beserta gelas. Pelayan itu menuangkan bir ke gelas. Donghae meminum bir dari gelas tersebut. Rasanya tidak seenak bir yang biasa ia minum dengan anggota Super Junior lainnya. Ia hampir memuntahkan bir tersebut. namun buru-buru menelan pahit bir tersebut.

"Rokok?" si pelayan menyerahkan sebatang rokok pada Donghae.

Si pelayan mengambil rokok untuk dirinya sendiri lalu menyulutnya ujungnya dengan pemantik api kecil. Donghae mengangguk. Ia pun menyulutkan api untuk rokok Donghae dari rokoknya sendiri. Donghae mengambil rokok tersebut. Setelah mengisap rokoknya, si pelayan pun pergi. Donghae terbatuk karena kepulan asap rokok si pelayan memantul kepadanya. Donghae mengisap rokoknya.

Pahit. Well, ia tidak terlalu baik dalam hal merokok. Beberapa kali ia terbatuk-batuk. Ia tidak suka asap rokok. Asap itu membuatnya sesak napas.

'Ya Tuhan, apa yang telah kulakukan? Kenapa aku begitu kejam pada diriku sendiri?' bisik hati Donghae.

Ia memerhatikan orang-orang di sekelilingnya. Dari raut wajah mereka, terlihat jelas sekali kalau mereka sedang memiliki banyak masalah. Namun wajah-wajah kusut mereka tertutupi oleh tebalnya asap rokok yang ditibulkan oleh mereka sendiri. Donghae memperhatikan seorang pria paruh baya yang sedang asyik mengisap rokoknya. Terlihat sangat menikmati sekali. sesekali pria itu meminum birnya. Sepertinya semua masalah bisa selesai dengan minum2 dan merokok. Ia menyadari bahwa ketika orang-orang di sini (dan dirinya) keluar dari bar ini, beribu masalah akan datang lagi menghampiri. Donghae melihat mereka dengan mata nanar.

Ia menenggak birnya sekali lagi. Ia pun minum dan terus minum. Kepalanya terasa ringan. Ia bahkan sudah lupa bahwa ia perutnya kosong. Donghae mengisap rokoknya yang entah ke berapa kali.

Sekelompok pria berbadan besar melihat ke arahnya. Wajah licik mereka terseyum meremehkan. Donghae tidak peduli, ia terus saja minum dan merokok.

Donghae bangkit dari dari sofa. Ia berjalan ke arah jablay yang hanya memakai kemben pendek dan rok mini. Donghae mendekati jablay tersebut.

"Halo sayang" goda Donghae pada jablay tersebut.

Si jablay diam saja namun bahasa tubuhnya menunjukkan bahwa ia senang digoda. Donghae mencolek pantat si jablay. Merasa terangsang, si jablay duduk di pangkuan Donghae. Donghae semakin agresif menggoda si jablay. Si jablay semakin liar meraba-raba tubuh Donghae. Tiba-tiba sekelompok pria tadi datang mendekati mereka. Ia menarik lengan si jablay sampai terjatuh, lalu ia mendaratkan sebuah bogem mentah ke wajah Donghae.

"Aaarrrggghh" erang Donghae menahan sakit di wajahnya.

"Beraninya kau main-main dengan perempuanku!"

"Siapa kalian?" tanya Donghae di tengah rasa sakitnya.

"Aku? Aku pemilik tempat ini! tadinya aku akan membiarkanmu pergi begitu saja, tapi ternyata kau bermain-main denganku. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, bocah ingusan!"

Lagi, pria itu meninju perut Donghae. Donghae kehilangan keseimbangannya dan jatuh. Ia berusaha bangkit. Namun...

"Aaaaarggghhh"

Sekelompok pria yang terdiri dari 5 orang itu mengeroyok Donghae sambil membabi buta.

"Dasar bocah busuk. Anak kecil sepertimu tidak pantas berada di sini. "Si pria tidak henti-hentinyanya mengucapkan kata-kata sumpah serapah sambil terus menyiksa Donghae.

"Memang aku tidak pantas berada di sini bersama binatang-binatang seperti kalian!" ujar Donghae kesal sambil meronta.

Orang-rang yang berada di sana panik menyaksikan perkelahian yang tidak seimbang itu. Para wanita menjerit-jerit. Tidak ada perlawanan dari Donghae.

"Pergi kalian semua! Akan kuhabisi bocah busuk ini!"

Donghae merasa tubuhnya melemah. Ia tidak bahkan tak sanggup bangkit lagi. Ia merasa nyawanya sudah di ujung tanduk.

"Appaaaa...

... kalau memang aku harus mati sekarang...
... aku ingin berada di sisimu...
... hanya di sisimu..."

"Hyung...
... dongseang...
... tolong aku...
... Eunhyuk... maafkan aku...
... aku tidak bisa bersamamu di hari-hari terakhirku...
... selamat tinggal semua..."

Setelah itu semuanya jadi gelap dan ia tidak ingat apa-apa lagi.

To be continued

Karena kemaren-kemaren Eunhyuk di siksa terus-terusan, sekarang giliran Donghae. Akhirnya bisa balas dendam juga ke bocah limat tahun ini. khukhukhu #devillaugh. Buat yang menanti-nanti Donghae menderita, ini udah cukup kan? #plak

Jangan lupa Review. Hehehehe ^^

Balasan review :

Phumie : Kasian hyukkie..donghae oppa buruan balikan lg,biar hyukkie ga ganggu yesung ma wookie hehe..

:p

Jawab : sabar ya... sekarang Donghae nya masu disiksa dulu. hehehe

pu3TeukieHyukieHaeKyu : ^Crta nua rme, kch,nd Unyuk oppa, kga tga unyuk oppa cdihh,,

^Update nua eang cpat yha, qlo bsa s'cpatt klatt ,,#plak

Jawab : ini termasuk kilat kan? Makasih review nya ^^

Nikwon : hore hore sdh lnjut lg,ksihan Wookie&Eunhyuk jd sprti it,mengapa oh mengapa jd bgtu...LLAANNJJUUTTKKAANN semangat :DDDDD

Jawab : tanyakan saja pada rumput yang bergoyang #plak.

Jongwoonieswife-sj : phuaaahh...

mengerikan!

update kilat chingu...

Jawab : SIAP!

Lee haenna : Hae masih suka hyuk kan?

Persatukan haehyuk~~*teriakpaketoa*

Jawab : masih... dia gak bisa berpaling dari Eunhyuk. Oh iya, ini EunHae lho, bukan HaeHyuk. Meskipun gak jelas siapa yang jadi seme atau uke disini #plak

Tzera : wew...

banyak bnget yang suka ama mochi *termasuk saya*

hahahah ngebanyain umin jadi anak sma..

pasti lucu dah :)

Jawab : iya, habis dia lucu banget sih... imut pula. Umin jadi anak SMA? Liat di Intimate Note aja. Sungmin nya centil di sana. hehehe

Ines : Msh lama?

Yah hiks hiks mkn pnsrn yg pntng eunhae bersatu tp jngn lama'' jga gk tega sma eunhyuk wkwkwkwkwk

Jawab : iya masih lama... mereka nyatu di akhir cerita #plak *ngasih bocora dikit* hehehe

Dimohon Review nya