It's Over

.

.

.

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other..

.

.

.

Rate M

.

.

.

Gendre :

Romance, drama

.

.

.

Warning :

GS, Typo (s), OC

.

.

.

Summary:

Semuanya sudah berakhir. Percayalah.

.

.

.

Kyumin is real

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Chapter 9

Kyuhyun sesekali mengecup punggung tangan kekasihnya, pandangannya tidak lepas dari wajah cantik Sungmin yang tak kunjung sadar dari pingsannya.

Saat itu semua orang sangat panik melihat tiba-tiba Sungmin yang jatuh pingsan. Kyuhyun langsung menggendong tubuh ringkih kekasihnya itu tanpa mendengarkan umpatan Donghae padanya. Yesung bilang yang menjadi penyebab Sungmin pingsan itu karena syok.

Diluar kamar serba pink itu, Donghae tengah berbicara dengan Heechul dan Hangeng mengenai bagaimana hubungan Kyuhyun dan Sungmin untuk kedepan. Dan sudah di putuskan jika pernikahan Kyu Min akan segera di laksanakan.

Kembali kedalam kamar, Kyuhyun tersenyum tipis ketika merasakan gerakan kecil tangan yang ia genggam. Ia pandangi wajah Sungmin yang kini mulai ada reaksi, kelopak mata indah wanita berumur 17 tahun itu tampak bergerak dan tak lama Kyuhyun mendapati foxy eyes itu terbuka.

Sungmin menatap Kyuhyun sendu, wajah itu penuh luka akibat bogeman Donghae. Walau ia masih kecewa tak di pungkuri bahwa dirinya sangat merindukan sosok namja itu.

"Oppa" panggil Sungmin pelan.

Kyuhyun mencondongkan tubuhnya hingga ia bisa mendaratkan kecupan di dahi Sungmin. "Sudah merasa baikan?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menganguk lemah. "Hari ini aku pingsan 2 kali" gumamnya.

"2 kali?" Sungmin menganguk lagi.

Kyuhyun mengulurkan tangannya, mengusap perut Sungmin yang masih datar. "Disini ada aegya?"

Sungmin menangis dan Kyuhyun langsung membawa tubuh Sungmin kedalam pelukannya. "Ssstt.. maafkan Oppa. Apa kau sedih karena sekarang kau sedang hamil?"

Wanita itu menggelengkan kepalanya. "Ani, Minnie senang sekarang Minnie hamil, apalagi ayah dari bayi Minnie itu adalah Oppa. Hanya saja.." Sungmin menghentikan sejenak kalimatnya dan mempererat pelukannya pada Kyuhyun. "Caranya salah" gumam Sungmin pelan.

Bukankah mereka berdua belum menikah. Dan tentu saja hal itu tidak benar. Jika saja mereka sudah menikah terlebih dahulu, maka kebahagian Sungmin akan berkali lipat.

Kyuhyun melepaskan pelukanya, ia menghapus air mata yang terus keluar dari mata bening Sungmin. "Jongmal mianhae. Aku salah, aku brengsek. Aku termakan omongan bodoh hingga kehilangan akal sehatku. Maafkan aku" Kyuhyun berujar lirih.

Sungmin menatap Kyuhyun yang penuh sesal. "Aku pastikan kita akan segera menikah. Aku janji" laki-laki itu tersenyum membuat Sungmin ikut merekahkan senyumannya pula.

Tangan lentik milik Sungmin terulur menyentuh luka memar dan sedikit sobek di pinggri mulut kekasihnya. "Bibir Oppa berdarah" katanya.

"Benarkah?"

Sungmin menganguk imut dan ia mengerjapkan matanya ketika namja itu malah meraup bibirnya dan sedikit melumatnya membuat Sungmin menutup matanya. Lewat ciuman itu, mereka memberitahukan pada masing-masing tentang kerinduan mereka yang sudah 1 bulan tak bertemu.

.

.

.

Hempasan angin yang berhembus membuat Sungmin menutup matanya mencoba menikmati belaian lembut udara segar yang sudah sangat lama ia rindukan. Rengkuhan sebuah tangan membuatnya membuka mata dan menoleh pada pemilik tangan yang melingkar di pundaknya.

Ia tersenyum manis pada sang kakak yang tengah tersenyum padanya. "Selamat datang dirumah" bisik Donghae pelan. Sungmin menganguk dan perlahan air mata memenuhi kedua foxy eyesnya.

Kakak beradik itu kini tengah berada di desa tempat kelahiran mereka, Mokpo. Karena urusan di jepang sana, sudah hampir selesai. Donghae mengajak Sungmin untuk pulang sebagai hadiah ulang tahun yang belum sempat ia berikan pada sang adik sekaligus untuk berziarah pada kedua orang tua mereka dan memberi tahu jika Sungmin sebentar lagi akan menikah.

Donghae menggengam tangan adiknya lalu perlahan turun dari kapal fery yang mereka telah membawa mereka dari Seoul, karena entah mengapa Sungmin sangat ingin naik transportasi itu di bandingkan dengan kereta atau mobil.

"YA! Tunggu aku" teriak seorang namja yang tampak kesusahan untuk turun dari kapal dengan tas punggung besar yang berisi baju dirinya, Sungmin dan juga Donghae. Itu sebagai hukuman kecil yang Donghae berikan pada calon adik iparnya itu, sangat kecil. Apa susahnya membawa tas punggung besar, iya kan?

"Oh, mianhae calon adik ipar. Bagaimana rasanya naik kapal laut eoh?"

Namja itu merilik sinis pada Donghae. Mencoba bersabar untuk tidak terpancing emosi karena kata-kata calon kakak iparnya itu.

"Oppa gwenchana?" Sungmin mengusap keringat dingin namja itu yang tak lain Kyuhyun. Namja berkulit pucat itu tersenyum tipis melihat perhatian yang di berikan oleh kekasihnya.

"Hanya sedikit lemas" Kyuhyun mengusap rambut Sungmin sayang.

"Lemah sekali" Donghae melihat kesembarang arah ketika mengejek Kyuhyun.

Hanya karena dirinya mabuk laut lalu Donghae mengatainya lemah, enak saja! Ingin rasanya Kyuhyun mendaratkan jitakannya di dahi lebar calon kakak iparnya itu.

Sungmin yang mulai merasakan hawa tidak enak langsung mengajak Donghae untuk melanjutkan perjalanan. Ia sudah ingin pulang kerumah kecil mereka yang sudah sangat ia rindukan.

Eunhyuk tidak ikut, karena ada beberapa rapat yang tidak bisa di tinggalkan dan menggantikan Donghae.

Sepanjang jalan, Donghae dan Sungmin menyapa orang yang masih mengenali mereka ah, kebanyakan yang mengenali Donghae. Orang desa sedikit lupa dengan Sungmin karena gadis itu pergi ketika masih kecil. Sedangkan Kyuhyun sibuk menggerutu 3 meter di belakang kakak adik itu dengan sesekali membenarkan letas tas besar di punggungnya.

Di persimpangan jalan, terlihat sebuah kedai yang sangat Sungmin hapal. Kedai itu masih tetap sama sejak ia pergi. Tampak seorang wanita paruh baya yang tengah membersihkan kaca jendela kedainya. Sungmin melihat pada Donghae sekilas lalu mendapat anggukan dari kakaknya itu. Wanita mungil itu sedikit berlari dan langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu yang kini terkejut mendapati pelukan tiba-tiba.

"Nuguseyo?" katanya.

Sungmin sembari terisak melepaskan pelukannya. "Kim Ahjumma" cicit Sungmin.

Wanita paruh baya itu yang bernama Kim Ahjumma membelakkan matanya. Benarkan?

"Ya Tuhan. Minnie? Minnie keponakannku?" Kim ahjumma memeluk Sungmin erat ia tidak menyangka bisa bertemu dengan anak kakaknya a.k.a Leeteuk yang pergi ke Seoul seorang diri. Dan kini keponakan perempuannya sudah tumbuh jadi perempuan yang cantik.

"Bogoshippo.. hiks.."

"Ya Tuhan. Dengan siapa kau kemari eoh?" Kim ahjumma melepas pelukannya dan memukul bahu Sungmin pelan. "Nakal, bagaimana kau bisa nekad pergi ke Seoul sendirian eoh? Kau hanya perlu bilang pada Ahjumma dan Ahjumma akan mengantarmu dasar anak bodoh"

"Kim Ahjumma jangan memukul adikku terus" Kim Ahjumma menoleh dan melihat Donghae. "Aigoo, kedua keponakannku pulang eoh.. hiks" ucapnya haru, sudah lama ia tidak melihat kedua keponakannya itu.

Donghae tersenyum, ia memeluk Kim Ahjumma. "Bagaimana kabar Ahjumma, Ahjusshi dan Junsu?" tanyanya.

"Kami baik-baik saja" Kim Ahjumma mengusap wajah Donghae. "Kau menemukan adikmu" ucapnya.

Sungmin memeluk Kim Ahjumma lagi. Ia merasa memeluk ibunya sendiri. "Kemana Ahjusshi dan Junsu?" tanya Sungmin.

"Mereka masih di laut. Mungkin 2 jam lagi mereka pulang. Eoh? Siapa itu?" Kim Ahjumma ternyata baru menyadari sosok tampan yang terabaikan yang sedari tadi terdiam.

Sungmin dan Donghae menepuk dahi mereka masing-masing karena melupakan sosok namja itu. Jika dalam anime bisa dilihat air mata yang sudah dari tadi menganak sungai di wajah Kyuhyun. Ia tidak peduli jika Donghae melupakannya. Tapi ini, Sungmin kekasihnya sendiri pun lupa akan dirinya. Uh sungguh terlalu batin Kyuhyun.

Kyuhyun membungkukan badannya. "Kyuhyun imnida, calo-"

Donghae membekap mulut Kyuhyun sebelum namja itu memperkenalkan diri sebagai calon suami Sungmin. Kyuhyun berontak. "Apa-apaan kau? Yakss" Kyuhyun mengelap mulutnya yang di bekap tadi.

"Nanti saja perkenalan resminya, kau hanya harus menurut pada calon kakak iparmu ini arraso?" bisik Donghae. Kyuhyun mendelik tidak suka. Seorang Cho Kyuhyun di perintah. Menyebalkan.

"Ahjumma, datanglah bersama Ahjusshi dan Junsu nanti malam. Kita makan malam bersama dirumah Hae. Oke"

"Baiklah" ujar Kim Ahjumma sembari melihat Kyuhyun ia penasaran dengan pemuda itu.

"Kalau begitu, Hae dan Minnie pulang kerumah dulu"

"Kaurae, istirahatlah" ucap Kim Ahjumma.

#

"Kyuhyun, buka pintunya kau tidak dengar ada yang mengetuk pintu?"

Kyuhyun yang tengah berbaring di ruang tengah sembari memainkan PSP nya berdecak sebal. "Tidak mau" katanya sembari melanjutkan bermain game.

Jika ada yang bertanya di mana Sungmin? Wanita itu tengah mandi karena ini sudah pukul 5 sore.

Donghae yang tengah membersihkan sayuran berhenti sejenak untuk melihat sahabatnya yang akan segera berganti menjadi adik iparnya itu dengan tampang kesal. "Kau tidak liat aku sedang apa?" ujarnya sedikit keras. Masih ingat bukan jika Donghae mengundang paman dan bibinya untuk makan malam.

Dan kedua namja itu beradu deathglare. "Apa kau?" tantang Donghae. Berdengus, Kyuhyun berdiri dan melangkah menuju pintu. Ingin rasanya ia mencakar wajah namja penyuka ikan itu. Ck! MENYEBALKAN.

Ceklek

Pintu terbuka dan terlihat seorang pemuda yang Kyuhyun kira seumuran dengan kekasihnya.

"Nuguseyo?"

Kyuhyun mengerutkan dahinya. Tidak salah? Harusnya ia yang bertanya seperti itu malah namja remaja di hadapannya yang bertanya padanya.

"Kau yang siapa?"

Pemuda itu memikirkan kepalanya sembari menatap Kyuhyun heran. Tanpa melepas pandangannya dari Kyuhyun, pemuda itu perlahan masuk rumah dan Kyuhyun dengan reflek menutup kedua telinganya ketika dengan tiba-tiba pemuda itu berteriak.

"MINNIEEE-YAAAAAAHHHH"

Kyuhyun tidak menyangka ada yang bisa mengalahkannya dalam dolpin pitch. "Jangan berteriak di rumah orang"

Pemuda itu menoleh. "Ahjusshi tutup pintunya lagi"

GYAAA!

Ingin rasanya Kyuhyun menjambak rambut anak kecil itu sekuat-kuatnya. Ahjusshi? Ahjusshi? Tsk! Dia baby face oke!

"Jangan berteriak Junsu-yah" suara Donghae terdengar.

Pemuda bernama Junsu itu berlari kecil meninggalkan Kyuhyun yang masih merutuk. "Hyung~ Hyung Bogoshippo" Junsu memeluk Donghae.

Setelah pulang dari laut mencari ikan membantu sang Ayah. Ibunya –Kim Ahjumma memberi tahu jika kedua sepupunya pulang. Tanpa banyak bicara Junsu bergegas mandi lalu meluncur kerumah sepupunya itu.

"Aku juga merindukanmu. Yah, kau sudah tinggi sekarang" Donghae mengacak rambut Junsu. Kyuhyun menatap malas kedua orang yang menurutnya menyebalkan dan kembali bermain PSPnya.

"Hyung, Minnie mana eoh? Aku sangat sangat sangat sangat sangat merindukannya" ujarnya sembari tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya.

"Minnie sedang ma-"

Ceklek

Pintu kamar mandi terbuka dan seluet tubuh Sungmin yang sudah berpakaian lengkap keluar. Kyuhyun, Donghae dan Junsu reflek menoleh.

"MINNIIEEEE" Junsu sekali lagi berteriak membuat Kyuhyun menutup telinganya lagi.

"Suie? Suie eungh.. sesak" rintih Sungmin. Walau begitu wanita itu tersenyum.

Mata Kyuhyun hampir keluar ketika Junsu memeluk calon istrinya erat. "YAH APA YANG KAU LAKUKAN?" Kyuhyun bergegas mendekati Sungmin dan melepas pelukan Junsu pada calon istrinya.

"AHJUSSHI NUGUSEYO?" kata Junsu heran. Siapa sebenarnya Ahjusshi itu.

"Ahjusshi? YAH! KAU PIKIR AKU MENIKAHI BIBIMU HINGGA KAU MEMANGGILKU AHJUSSHI EOH?" sensi Kyu -_-.

"Kyuhyun jangan berteriak telingaku sakit" Donghae menggorek telinganya yang terasa berdengung, cukup Junsu yang berteriak kini Kyuhyun pun ikut-ikutan. Bayangkan jika dua orang memiliki dolpin pitch dan kedua orang itu sama-sama berteriak.

"Oppa~" lerai Sungmin.

"Minnie, Hyung. Siapa sih Ahjusshi ini?"

Wajah Kyuhyun sudah memerah total sekarang. Tangannya sudah gatal dan akhirnya sebuah jitakan mendarat di dahi Junsu.

"AKU SUAMI SUNGMIN"

"MWO?"

Brak

"YAH!" teriak Kyuhyun ketika Junsu membawa Sungmin ke dalam kamar kekasihnya lalu menutup pintu tak lupa menguncinya dari dalam. "Yah buka pintunya" Kyuhyun mengedor pintu itu, dan tak ada balasan. Namja berkulit pucat itu menempelkan telinganya mungkin seperti itu bisa mencuri dengar apa yang dua orang di dalam kamar bicarakan.

Donghae memutar kedua bola matanya malas, ia berjalan menghampiri Kyuhyun yang masih berusaha mencuri dengar. Dan Pletak!

Kyuhyun meringis memegang kepalanya yang menjadi sasaran jitakan Donghae. "2 alasan kenapa kau tidak perlu curiga dan cemburu" Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.

"Pertama, Junsu sepupuku dan Sungmin. Kedua, Adikku tipe perempuan setia. Jadi buang jauh-jauh pikiran cemburu itu"

"Tetap saja..."

'Kadang aku juga cemburu padamu' lanjut Kyuhyun dalam hati.

"Sudahlah, lebih baik kau membantuku membersihkan sayuran itu" Donghae menunjuk beberapa sayuran berwarna hijau yang berada di meja.

"Aku tidak mau" tolak Kyuhyun.

"Kau membantahku?" desisnya membuat Kyuhyun menekuk wajahnya, kenapa calon kakak iparnya si Ikan Donghae bawel runtuknya.

Dalam kamar, Sungmin duduk di ranjang dengan kepala menunduk sedangkan Junsu melipat kedua tangannya di depan dada sembari terus menatap Sungmin.

"Sebenarnya banyak yang ingin aku tanyakan padamu termasuk alasanmu pergi ke Seoul SENDIRI. Keundae jelaskan yang satu ini dulu apa maksud perkataan Ahjusshi itu, apa benar dia Suamimu?" cecar Junsu pada sepupunya itu.

Sungmin mengangkat kepalanya, memandang Junsu takut-takut. "Namanya Kyuhyun. Cho Kyuhyun bukan ahjusshi"

Junsu tertawa miring. "Kau sampai membelanya. Jadi benar dia suamimu Minnie-yah"

"Se-sebenarnya calon suami. Kami belum resmi menikah" cicit Sungmin.

"Tsk! Kau tidak lihat Sungmin-ah dia sudah tua"

"Ani, Kyu Oppa tidak tua Suie. Dia masih muda bahkan lebih muda dari Hae Oppa"

"Ya! Ya terserah padamu saja. Walau sangat di sayangkan"

"Sebenarnya..."

Junsu mengangkat sebelah alisnya. "Sebenarnya?"

"Aku juga tengah h-ha-hamil Suie.."

1

2

3

"MWORAGO?"

.

.

.

Sejak makan malam dimulai, Junsu tidak pernah melepas pandangannya dari Kyuhyun. Sedangkan namja berkulit pucat itu mencoba tidak perduli dengan tingkah anak kecil itu. Acara makan malam itu sangat hangat di selingi canda gurau membuat Sungmin menyunggingkan senyumannya.

Donghae dan Sungmin menceritakan bagaimana mereka bertemu dan kehidupan Sungmin di Seoul dengan menghilangkan semua cerita tentang Sungmin yang pernah tinggal di tempat laknat.

"Ahjumma terima kasih ya sudah menjaga rumah Appa ini" kata Donghae. Keadaan rumah peninggalan ayahnya a.k.a Kangin- ini tetap bersih. Kim Ahjumma mengusap rambut keponakannya itu.

"Apa kalian akan lama tinggal disini?" tanya Kim Ahjusshi.

"Besok juga kami harus pulang Ahjusshi" kata Donghae.

"Kenapa cepat sekali?" keluh Junsu yang mengalihkan pandangannya sebentar dari Kyuhyun untuk menatap Donghae dan Sungmin.

"Sebenarnya maksud Hae dan Minnie pulang untuk-" Donghae mengeluarkan sebuah undangan yang telah ia siapkan dari sebelum kedatangan Ahjumma dan Ahjusshinya. Pemuda itu menyerahkan undangan itu pada Kim Ahjumma.

"Undangan? Kau akan menikah Hae-yah"

Sungmin dan Kyuhyun yang tidak berkata apa-apa sedari tadi implus menundukan kepalanya. Bukan undangan pernikahan Donghae melainkan pernikahaan Sungmin dan Kyuhyun.

Wajah Kim Ahjumma dan Kim Ahjusshi berubah setelah melihat nama yang tertera di kartu itu plus sebuah foto kedua sejoli yang akan menikah. –foto Kyuhyun yang memeluk Sungmin dari belakang waktu di jeju-

"Minnie dan nak Kyuhyun?" cicit Kim Ahjumma tidak percaya. Hei keponakannya masih kecil oke 17 tahun.

"Ini mungkin mengejutkan Ahjumma dan Ahjusshi. Tapi itu kenyataanya" kata Donghae. Kim Ahjumma tampak memijit tengkuknya pelan. Ia bingung akan berbicara apa.

Sungmin melihat pada Kyuhyun. Pemuda itu pun merasakan kekhawatiran dari respon Ahjumma dan Ahjusshinya. Kyuhyun menggengam erat tangan Sungmin, memberi ketenangan jika semuanya akan baik-baik saja.

"Ini semua karena ulahmu, Ahjusshi" bisik Junsu membuat Kyuhyun memberikan deathglearenya pada pemuda kecil itu.

"Bisakah kau diam, bocah?" desisnya sinis.

"Apa ada sesuatu di balik ini semua?" Kim Ahjusshi menatap Sungmin, Kyuhyun dan Donghae bergantian. Tak ada jawaban dari ketiga orang itu. Kim Ahjusshi menghembuskan nafasnya. "Nak Kyuhyun, bisakah kita bicara berdua?"

Kyuhyun mendongak menatap Kim Ahjusshi. "Tentu saja, Ahjusshi"

Sungmin menatap kepergian Kyuhyun dan Kim Ahjusshi dengan hati tidak tenang. Kim Ahjumma menangkap raut itu hingga membuat perkiraannya bertambah kuat. "Minnie-yah! Jelaskan semuanya pada Ahjumma" desak Kim Ahjumma.

Kyuhyun tidak bersuara sedikit pun. Kim Ahjusshi mengajaknya untuk duduk di pinggir pantai yang menurut pria paruh baya itu bisa menenangkan pikiran.

"Apa benar ada sesuatu di balik pernikahan Minnie dan dirimu nak?" Kim Ahjusshi menoleh menatap Kyuhyun.

"Cwesonghamnida Ahjusshi" gumam Kyuhyun. Ia dengan berani balas menatap Kim Ahjusshi yang terlebih dahulu menatapnya. "Aku tidak akan menyangkal dengan apa yang Ahjusshi perkirakan tentang pernikahanku dan Sungmin. Karena itu benar. Maaf membuat Ahjusshi kecewa" Kyuhyun menundukan kepalanya.

Ia bisa mendengar helaan nafas Kim Ahjusshi. Pria tua itu memilih kembali melihat deru ombak di hadapannya. Jadi perkiraannya benar eoh?

Untuk beberapa menit diantara dua pria berbeda usia itu tak ada pembicaraan masih asyik dengan pikiran mereka masing-masing.

"Kau benar aku kecewa. Sangat kecewa dengan tindakan kalian berdua" Kim Ahjusshi mulai berbicara menyampaikan sesak didadanya.

"Bukan kalian. Tapi aku, Ahjusshi. Sungmin korban disini" Kyuhyun tidak mau Sungmin disalahkan karena semua ini 100% kesalahannya. Membuat Sungmin mabuk dan memanfaatkan keaadaan itu untuk melakukan tindakan bejatnya.

Brugh

Kyuhyun terhuyung ketika menerima pukulan dari Kim Ahjusshi di wajahnya. Ia bisa merasakan tulang pipinya berdenyut sakit.

Nafas Kim Ahjusshi nampak memburu, ia berusaha mengendalikan emosinya yang naik. Tadinya ia tidak ingin memukul pemuda dihadapannya karena marasa jika keponakannya ikut andil, tapi Kyuhyun mengakui jika dirinya lah yang memang brengsek dan keponakannya yang menjadi korban.

"Sakit?" Kim Ahjusshi membantu Kyuhyun berdiri. Pemuda itu masih memegang tulang pipinya.

"Ne"

"Itu hukuman untukmu, dariku"

"Aku tahu"

"Uri Minnie anak yang baik, dia pendiam dan tak pandai bergaul. Kau telah merusaknya. Aku minta setelah ini, tolong kau jaga dia" Kim Ahjusshi menatap Kyuhyun dengan mata memohon.

.

.

.

Sungmin duduk di tengah dua makam. Makan ayah ibunya. Kedua tangannya mengusap permukaan gundukan itu.

'Umma~ Appa Bogohippo~' batin Sungmin.

Donghae yang berada di belakang adiknya, mengusap punggung bergetar Sungmin. Mereka baru pertama kali ini datang menemui ayah ibu mereka, berdua.

"Appa~ Umma~ Uri Minnie akan menikah" ucap Donghae. "Lelaki itu calon suami uri Minnie. Appa~ Umma" Donghae menunjuk Kyuhyun.

Pemuda berkulit pucat itu membungkukan badannya memberi hormat. "Perkenalkan nama ku Kyuhyun. Calon menantu kalian Ahjumm, Ahjusshi" ujarnya setelah kembali menegakkan badannya lagi. "Ah! Karena sebentar lagi aku akan menjadi menantu kalian. Bolah kan aku panggil Umma, Appa"

Sungmin tersenyum mendengar ucapan kekasihnya, menoleh menatap Kyuhyun yang dimana pemuda itu tengah melempar senyum manis kepadanya.

"Selain meminta restu, aku juga ingin menyampaikan jika sebentar lagi Umma dan Appa akan memiliki cucu" Kyuhyun tersenyum lebar menanggapi delikan sinis dari Donghae membuat Sungmin terkekeh pelan melihat Donghae yang berusaha menjitak Kyuhyun.

Kyuhyun berusaha bersabar melihat Junsu yang tidak melepaskan pelukannya pada Sungmin. Pemuda itu benar-benar cari ribut dengan dirinya.

"Bisa kau lepaskan pelukanmu pada istriku?"

Junsu menatap Kyuhyun dengan wajah malas. "Calon istri"

"Apa bedanya? Sebentar lagi juga status Sungmin benar-benar istriku?" sombong Kyuhyun.

Kim Ahjusshi, Kim Ahjumma dan Donghae geleng-gelang kepala melihat keributan antara Kyuhyun dan Junsu. Ck bukankah Kyuhyun lebih dewasa dari Junsu dan Sungmin? Tapi kenapa kelakuannya seperti anak kecil.

"Dua hari sebelum pernikahan, akan ada suruhan keluarga Cho yang akan menjembut Ahjumma dan Ahjusshi kemari" ujar Donghae sembari melepas pelukan pada paman dan bibinya.

"Sebenarnya kami bisa ke Seoul sendiri, tidak perlu repot-repot" kata Kim Ahjusshi.

"Tidak apa-apa, itu bukan masalah besar" Donghae melihat pada ketiga orang disampingnya. "Ya! Suie lepaskan pelukanmu. Sebentar lagi kapalnya akan berangkat"

Dengan tak rela Junsu melepas pelukannya pada sepupunya yang masih sangat ia rindukan. "Jaga diri baik-baik ya disana" ujarnya.

Kyuhyun, Sungmin dan Donghae pun berpamitan pada Kim Ahjumma, Kim Ahjusshi dan pada Junsu.

.

.

.

Ballroom itu sangat penuh dengan orang-orang. Maklum saja, di ballroom ini tengah di selenggarakan resepsi pernikahan Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menatap khawatir pada Sungmin yang kini sudah sah menjadi istrinya. Kyuhyun mengusap peluh di kening Sungmin. "Kita ke kamar ya? Kau butuh istirahat. Lihat wajahmu sudah pucat"

Sungmin menggeleng. "Jangan seperti ini. Ke kemar ya" bujuk Kyuhyun. Wanita muda itu malah cemberut dengan muka di tekuk. Kyuhyun tidak tahu harus apa lagi.

"Oppa" Sungmin membisikan sesuatu pada Kyuhyun dan seketika itu Kyuhyun membulatkan matanya.

"Aku tidak bisa"

Sungmin kembali menundukan kepalanya dengan wajah yang beratus-ratus kali tertekuk. Tidak tahan melihat istrinya seperti itu. Kyuhyun mengiyakan keinginan Sungmin membuat wanita itu tersenyum lebar.

Disinilah Kyuhyun dan Sungmin berada, di dapur hotel yang super besar dengan Kyuhyun yang masih mengenakan texido dan Sungmin yang mengunakan gaun pengantin.

Sungmin mengidam. Wanita itu ingin makan pizza buatan tangan suaminya.

Sungmin terkikik geli melihat Kyuhyun yang keteteran mengikuti instruksi chef. "Kyunie fighting" Sungmin tersenyum lebar pada suaminya.

"Hati-hati dengan keringatmu itu, jangan sampai tercampur pada adonan pizza" celetuk Donghae yang ikut serta.

"Vitamin" jawab Kyuhyun asal ucapannya tentu saja tidak serius, ia menghapus peluhnya dengan punggung tangan. Sungmin mengambil tisu dan membantu mengelap keringat di dahi suaminya.

45 menit kemudian pizza ala Kyuhyun tersaji. Pizza itu jauh dari kata sempurna. Kyuhyun berusaha membujuk Sungmin untuk tidak memakannya yang ada wanita itu malah membenamkan wajahnya di dada Donghae lalu menangis.

Akhirnya Kyuhyun dan Donghae merelakan (?) Sungmin untuk memakan pizza itu. Sungmin terlihat lahap sekali.

"Sudah kenyang?" Kyuhyun mengelap sudut bibir Sungmin.

"Um. Oppa besok aku ingin makan ddokbokki buatan Oppa ya" ucap Sungmin ringan tak menghiraukan wajah Kyuhyun dan kakaknya yang menatap horor.

"Aku rasa mulai besok aku harus les memasak" gumam Kyuhyun yang diamini Donghae.

#

Sungmin meremas kain baju bagian dadanya. Resepsi pernikahan sudah selesai sejak 1 jam yang lalu. Kini dirinya sudah memakai piyama dan berbaring di ranjang hotel.

"Bagaimana ini?" gumamnya.

Ini malam pertamanya tidur dengan laki-laki selain Donghae. Waktu di Mokpo juga mereka tidur terpisah.

Pintu kamar mandi terbuka. Buru-buru Sungmin menutup matanya berusaha untuk pura-pura tidur. Kyuhyun berjalan dan menaiki ranjang lalu merebahkan tubuhnya. Kyuhyun terkikik geli. Dia tahu Sungmin belum tidur. Terlihat sangat jelas beberapa kali tubuh Sungmin tersentak kaget.

Kyuhyun menyampingkan tubuhnya, bergeser hingga punggung Sungmin bersentuhan dengan dadanya. Dengan jail Kyuhyun melingkarkan tangannya di perut datar Sungmin, dan benar saja tubuh istrinya tersentak kaget.

"Jangan pura-pura tidur" ucapnya dengan suara rendah.

"..."

Kyuhyun menyerukkan kepalanya di leher Sungmin membuat Sungmin menggeliat kecil karena geli.

"Oppa~"

"Hm?" Kyuhyun menjawab dengan mata tertutup, ia tengah menikmati harumnya strawberry yang menguar dari tubuh istrinya.

"A-a-apa ki-kita a-akan me-melakukan-nya?"

Kyuhyun tersenyum masih dengan mata terpejam. Sungmin bicara terbata, sepertinya Sungmin benar-benar gugup pikir Kyuhyun.

"Apa kau lelah?" tanya Kyuhyun sembari menggesekan kepalanya sesekali mencium rambut istrinya. Sungmin menganguk.

"Kita tidur saja ya"

Sungmin menoleh dan mendapati wajah terpejam suaminya. Hah! Benarkah kini ia sudah menyandang status istri. "Aku boleh tidur?"

Kyuhyun membuka matanya dan melihat mata bulat istrinya tengah menatapnya. "Kenapa kau selalu mengucapkan kata tanya seperti itu? Tentu saja, memangnya Oppa melarangmu?" ucap Kyuhyun. "Tapi.."

Sungmin cemberut ia memalingkan wajahnya lagi. "Kita tidur sambil berpelukan"

Wajah Sungmin yang cemberut terhiasi rona merah di sana. Kyuhyun paling bisa membuatnya merona seperti ini. Gerakan kecil, Kyuhyun berhasil membalikan badannya hingga kini mereka tidur menyamping berhadapan.

Saling memandang. Kyuhyun menyentil ujung hidung Sungmin lalu mendaratkan kecupan di bibir ranum istrinya.

"Aku ingin nama panggilan ku berubah. Sebenarnya aku kurang suka kau memanggilku Oppa" ujar Kyuhyun sembari memeluk Sungmin.

Oppa?

Panggilan itu membuat Sungmin terlihat seperti adiknya yang memanggil dia bukan sebagai kekasih melainkan kakak.

"Oppa ingin aku memanggil Oppa, apa?" Sungmin mendongak melihat Kyuhyun.

"Aku ingin kau memanggilku Kyunie, seperti tadi kau menyemangatiku ketika membuat pizza"

Sungmin tersenyum. "Kyunie~"

"Joha"

"Tapi, Oppa tidak adil. Aku memanggil Oppa dengan Kyunie. Lalu Oppa memanggilku apa? Kau? Kau?" entah mengapa mood Sungmin kembali buruk. Ia ingat Kyuhyun jarang sekali memanggil nama kesayangannya –Minnie. Kebanyakan Sungmin atau ya seperti Sungmin bilang, kau.

"Aku sudah menyiapkannya kok" Kyuhyun mengecup kening Sungmin. "Mingie~" ucapnya rendah. Sungmin mendadak malu mendapat panggilan baru untuknya.

"Aku tidak mau ada yang menyamai. Itu nama panggilan yang aku berikan dan hanya aku yang berhak memanggilmu, Mingie" kata Kyuhyun cepat.

Dia tahu Sungmin pasti akan menanyakan kenapa Mingie bukan Minnie.

"Arraseo Kyunie~" ucap Sungmin malu-malu.

"Mingie~"

"Heum?"

Cup

Kyuhyun mengecup bibir Sungmin ketika istrinya itu mendongak. Ia mengulum bibir bawah Sungmin. Kedua belah bibir itu saling mengecap bibir pasangan masing-masing. Hingga hampir kehabisan nafas. Kecupan singkat di pipi yang Sungmin layangkan untuk Kyuhyun dan setelah itu mereka tersenyum kemudian mulai menyelami alam mimpi.

.

.

.

"Kyunie kiri sedikit"

"Begini"

"Sedikit lagi"

"Seperti ini?"

"Sedikit lagi~ stop"

Sungmin tersenyum lebar melihat foto pernikahannya yang di cetak 20r, kini telah tegap terpasang di dinding kamarnya.

Jika pasangan baru menikah lainnya pergi bulan madu, tidak terjadi pada Kyuhyun dan Sungmin. Kyuhyun tidak mau ambil resiko untuk Sungmin dan babynya jika di bawa pergi jarak jauh, masih ingat Sungmin langsung jatuh sakit setelah pulang dari Mokpo, jadi ia memutuskan menunggu babynya lahir hingga beberapa bulan sampai bisa di bawa bulan madu bersama.

Sedari tadi Kyuhyun sibuk memasang wallpaper baru di kamar Sungmin dan baru saja selesai dengan memasang foto pernikahannya. Kyuhyun berniat membawa Sungmin tinggal di rumah yang telah ia beli jauh-jauh hari, namun Sungmin masih ingin bersama satu rumah dengan kakaknya. Jadilah ia mengalah.

"Mingie"

"Ne Kyunie?" Sungmin yang tengah melipat pakaian Kyuhyun menoleh pada suaminya.

"Aku lapar"

Sungmin melihat pada jam dinding, ia menepuk dahinya. Saking senangnya mendekor ulang kamar, ia sampai lupa waktu. Sekarang sudah petang dan dia belum memasak. Ya walau ia belum bisa memasak sehebat Eunhyuk.

"Kalo begitu Mingie mau masak dulu. Kyunie pasti capek, lebih baik Kyunie mandi saja. Sisanya biar besok lagi" setelah berkata Sungmin segera meluncur menuju dapur.

Kyuhyun yang memang sudah merasa lelah, memilih membershikan dirinya. Dia yang biasanya duduk di kantor mengurusi berkas-berkas kini harus bersusah payah mendekor kamar Sungmin yang akan menjadi kamarnya juga.

Setelah beres dengan urusan membersihkan diri, Kyuhyun memutuskan untuk turun kebawah. Ia melihat Sungmin dan berniat membantu tapi istrinya itu melarang berdalih jika ia ingin memasak sendiri untuk suaminya tanpa ada campur tangan. Jika sudah bertegad seperti itu, Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya sembari menunggu ia duduk diruang tengah dan menonton acara berita.

"Kyunie~"

Kyuhyun tersenyum. Ia bersyukur karena kehamilan istrinya, Sungmin kini lebih manja dan tidak malu-malu lagi padanya. Seperti sekarang ini, Sungmin memeluk lehernya dari belakang.

Kyuhyun mengusap kepala Sungmin yang di benamkan di ceruk lehernya.

"Kyunie harum" katanya.

"Mingie~ sedang masak kan? Nanti gosong loh"

Sungmin melepas pelukannya baru menyadari jika ia masak. Entah mengapa ia selalu ingin berdekatan dengan suaminya. "Hampir lupa" cengir Sungmin. "Kyunie telpon Hae Oppa, suruh cepat pulang? Kita makan bersama" teriak Sungmin sembari berlalu menuju dapur.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Sungmin. Ia meronggoh saku celananya dan menghubungi kakak iparnya.

Ketika ia sedang berbicara dengan Donghae di telpon, sepasang tangan lentik kembali memerangkap lehernya.

"Ya sudah, cepat pulang istriku menunggumu" Kyuhyun menutup panggilan. "Mingie kenapa meninggalkan masakan lagi eoh?" tanyanya.

"Kyunie~"

Kyuhyun menoleh dan mendapati istrinya tengah menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca. Jika istrinya ada diambang pintu dapur lalu yang memeluk leher ini..

"Seohyun"

Kyuhyun berdiri setelah melepaskan tangan gadis itu dilehernya. Ya tuhan! Ia lupa dengan keberadaan gadis itu dirumah kakak iparnya ini.

'Shit! Aku lupa ada makluk lain dirumah ini' batin Kyuhyun.

"Aku senang Oppa tinggal disini. Dengan begitu kita akan sering bertemu" Seohyun melempar senyum mautnya pada Kyuhyun yang membuat pria itu bergedik.

Kyuhyun hendak pergi dan menghampiri Sungmin. "Kyunie jangan ganggu aku memasak. Lebih baik Kyunie di kamar saja dan tutup pintunya" kata Sungmin sembari melihat lurus pada Seohyun.

"Tidak apa-apa kalau Kyunie tinggal sendiri?" tanya Kyuhyun yang kini berdiri di samping Sungmin.

"Hm" Sungmin menganguk yakin. "Nanti kalau sudah siap makan malamnya. Mingie panggil Kyunie" lanjut Sungmin.

"Baiklah" dengan sengaja Kyuhyun mengecup bibir Sungmin lalu melesat menuju kamarnya dan Sungmin di lantai dua.

Sepeninggalan Kyuhyun, Sungmin masih berdiri memandang Seohyun. Risih dengan pandangan itu, Seohyun menatap Sungmin tajam.

"Kau berani sekarang ya? Menyebalkan sekali. Kau pasti besar kepala karena ada Hae Oppa dan Kyuhyun Oppa di belakangmu" dengus Seohyun. Ia menabrakkan bahunya pada bahu Sungmin lalu meninggalkan wanita muda itu.

"Kenapa Seohyun eonni mengganggu suami orang?" gumam Sungmin.

Ia sendiri pun tidak tahu kenapa bisa bicara seperti itu. Entahlah, ucapannya tadi tiba-tiba keluar ketika melihat suaminya di rangkul oleh perempuan lain. Dia tidak suka.

"Ah! Masakanku" pekik tertahan Sungmin ketika bau gosong menusuk hidungnya.

.

.

.

"Kyunie~"

"Hm?"

Sungmin yang tengah berbaring sembari bersandar di dada bidang Kyuhyun, di kamar mereka. Ia mendongak.

"Menurut Kyunie, Seohyun eonni bagaimana?"

Kyuhyun menatap Sungmin tidak mengerti. "Kenapa membicarakan dia? Sudahlah aku tidak mau bahas, malas"

"Ck! Sepertinya Seohyun eonni menyukai Kyunie deh" Kyuhyun menggaruk rambutnya mendengar celetukan Sungmin. Sudah jelaskan! Kenapa Sungmin baru sadar sekarang. Ckck!

"Kalau Kyunie di suruh memilih antara Mingie dan Seohyun eonni. Mau pilih yang mana?"

"Kenapa bicara yang tidak penting seperti itu. Tentu saja aku akan memilih MingieKyu~ sayang" kata Kyuhyun dengan nada imut. Sungmin terkikik.

"Mingie~ lelah?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menggeleng. "Ani, wae?"

Kyuhyun tersenyum tanpa diketahui Sungmin. Ia meraih dagu Sungmin lalu mendongakkan hingga mereka saling bertatapan. "Boleh malam ini Kyunie melakukannya"

Sungmin menatap Kyuhyun dengan ekpresi terkejut dan rona merah menghiasi wajahnya.

Tanpa menunggu jawaban Sungmin, Kyuhyun mengecup bibir plum istrinya. Membuai lembut lewat gerakan pelan bibirnya membuat Sungmin merasa nyaman. Sungmin mencengkram kerah piyamanya merasa gugup.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun ketika Sungmin mendorongnya menjauh.

"Aku.. aku" Sungmin tidak tahu pasti apa yang ia rasakan saat ini. Dalam pikirannya berkecamuk dengan pertanyaan. Apakah Kyuhyun mencintainya tulus atau hanya menginginkan tubuhnya?

Kyuhyun tahu kerisauan hati Sungmin. Mungkin istrinya masih kecewa terhadap perbuatanya dulu. "Apa yang kau pikirkan?"

Sungmin menatap Kyuhyun tepat pada kedua manik kelam suaminya. "Apa Kyunie sungguh mencintai Mingie?" lirih Sungmin.

Kyuhyun melihat sebuah keraguan di kedua foxy esyes Sungmin. "Mingie meragukan Kyunie? Apa karena perbuatan Kyunie waktu itu. Hingga Mingie menganggap Kyunie orang yang hanya menginginkan tubuh Mingie begitu?"

Sungmin menundukan kepalanya. Apa yang Kyuhyun bilang memang 100% benar. Ia ragu Kyuhyun mencintainya. Tapi bukan berarti dia tidak mencintai Kyuhyun hanya sedikit sulit karena perbuatan yang telah suaminya itu lakukan.

"Kyunie tahu, Kyunie salah. Tapi sungguh demi Tuhan! Kyunie mencintai Mingie"

Sungmin memberanikan menatap wajah tampan Kyuhyun. Mencari kebohongan yang mungkin ia temukan di kedua mata Kyuhyun tapi nihil. Yang ia lihat adalah sebuah keyakinan disana.

Sungmin memeluk Kyuhyun. Ia tidak ragu lagi sekarang. "Maafkan Mingie~"

#

Dengan wajah yang sudah memerah, Sungmin memalingkan wajahnya. Kyuhyun tersenyum dan hampir terkikik melihatnya. Ia mengulurkan tangannya membuat wajah Sungmin kembali memandangnya.

"Kenapa?"

"Mingie malu~" cicit Sungmin dan kembali memalingkan wajahnya. Kini keadaan dirinya dan Kyuhyun sama-sama nexed. Baru pertama kali ini ia telanjang bulat di hadapan laki-laki, ya walaupun sebelumnya ia pernah bertelanjang sebelumnya tapi ia sungguh tak ingat apapun ketika itu.

"Jangan malu" dengan itu Kyuhyun mengecup leher mulus Sungmin membuat lenguhan keluar dari mulut kecil istrinya.

Kyuhyun terus memberikan kecupannya dari leher, pundak, dada dan kini berakhir mengecup perut datar Sungmin.

Sungmin mengerang ketika Kyuhyun memasukkan batang tegangnya pada lubang sempitnya. Sungmin dengan jelas kini merasakan sengatan listrik kenikmatan akan gerakan keluar masuk junior Kyuhyun di liang vaginanya.

"Ahh.. ahh.. Kyunie~..."

"Buka matamu, Mingie sayang" Kyuhyun mengusap peluh yang berada di pelipis Sungmin. Wanita itu menggeleng, terlihat jelas tengah merasakan gerakan pelan kepemilikan Kyuhyun yang terus menggesek dinding vaginanya.

"Buka matamu, ku mohon" pinta Kyuhyun sekali lagi.

Dan kali ini, Sungmin membuka matanya. Pandangan sayu yang terlihat membuat nafsu Kyuhyun bertambah. "Kyunie~" panggil Sungmin.

"Oh god" gumam Kyuhyun.

"Ohh.. ahhh.. ahh.. ahh.. Kyu..eummm...sshhh.."

Kyuhyun ingin sekali mempercepat tusukannya tapi ia ingat jika dalam perut Sungmin ada sebuah kehidupan, baby nya.

"AHH.." Sungmin klimaks terlebih dahulu. Ia tidak bisa menahan buncahan kenikmatan itu lebih lama lagi.

"Tahan sebentar. Kyunie belum keluar" geram Kyuhyun. Ia terus memaju mundurkan juniornya. Menyentuh titik ternikmat Sungmin yang sejak tadi terus ia tumbuk.

"Kyu.. ohh... ahh... lelahh~"

"Sebentarrr lagihh ohh..." beberapa kali tusukan akhirnya Kyuhyun sampai pada puncaknya.

Kyuhyun mengeluarkan spremanya di luar. Ia sempat membaca sebuah artikel jika sperma bisa mengancam keselamatan bayinya.

Kyuhyun menahan tubuhnya dengan kedua sikut agar tidak menindih Sungmin sepenuhnya. Wajahnya ia cerukkan keleher Sungmin, ia masih menikmati saat-saat pelepasan kenikmatannya.

"Kyunie~ haus"

Kyuhyun tersenyum mendengar rengekan Sungmin. Ia bangkit dan membantu Sungmin duduk. Untung setiap akan tidur, ia selalu menyiapkan air di nakas. Kyuhyun menyerahkan gelas pada Sungmin.

Sungmin hampir tersedak ketika matanya melihat pada junior Kyuhyun yang masih mengeluarkan sisa sperma, membuat suaminya itu tertawa.

"Ishh" dengus Sungmin. Wanita itu pun menutup dadanya, ia baru sadar jika keadaanya masih telanjang.

"Kenapa di tutupi seperti itu" goda Kyuhyun.

"Kyunie cerewet" Sungmin mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun membawa Sungmin untuk berbaring dan dirinya pun demikian. Meraih selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua.

Kyuhyun mengusap pipi mulus Sungmin. Mendaratkan ciuman kilat pada bibir shap M itu. "Jaljayo nae sarang"

"Jalja Kyunie" dan mereka pun mulai memejamkan mata.

.

.

.

Kyuhyun sesekali tersenyum ketika para karyawan menyapanya. Pria muda itu kini berada di Cho Group yang dimana perusahaan yang di pegang ayahnya. Urusan bisnis hingga Hangeng menyuruhnya untuk datang.

Kyuhyun keluar dari lift, dengan tegap ia berjalan menuju ruangan ayahnya. Bersamaan dengan ia akan membuka pintu, pintu itu lebih dulu terbuka dari dalam. Seorang pria paruh baya keluar dan yang membuat Kyuhyun menaikan sebelah alisnya. Pria tua itu terus melihatnya dengan sorot entahlah, marah? Benci? Dan Kyuhyun tidak suka itu.

"Cih! Ada apa dengan pria itu?" gumam Kyuhyun. Ia pun masuk keruang ayahnya.

#

Sosok pria paruh baya yang baru saja keluar dari Cho Grup, pria itu buru-buru masuk kedalam mobilnya.

Wajahnya memerah karena marah. "Aku sudah cukup bersabar" monolognya. Langsung saja ia meronggoh ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Cari waktu yang tepat. Jalankan rencana yang sudah aku buat" ujarnya.

"..."

Panggilan itu terputus. "Cih, ayah dan anak sama saja. Kalian liat saja apa yang bisa aku lakukan" pria itu mengeluarkan sebuah foto yang selalu ia bawa kemana pun.

"Lee Sungmin, ah salah. Kini namamu Cho Sungmin. Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu, sayang" gumamnya.

.

.

.

TBC

Chapter 9 up.

Eottoke chapter kali ini?

Membosankan? Mian ne, mungkin beberapa chapter lagi menuju END. Masih ada 2 konflik lagi yang belum tuntas, si Ahjusshi ma si Seohyun /plak. Makasih buat chingudeul yang udah ngoreksi dan kasih sarannya ^^. Maaf ga bisa balas review, cos aku ga pandai balas review entar malah jatohnya chingudeul ilfeel deh #pelukKyu.

Chapter 7

ratu kyuhae, Sanshaini Hikari, Cho Hyun Ah SparKins 137, cloudswan, Bunnyming1186, Lilin Sarang Kyumin, nova137, babychoi137, uchie chan, leejisung4, may moon 581, Shywona489, Ai Rin Lee, minnie kyumin, Aegyeo789, leedidah, abilhikmah, 137KyuMin, aismamangkona, kimRyan2124, IMYuraw26, rinatya12kmsyjs, allea1186, Cho Ocean, snow drop 1272, LiveLoveKyumin, Frostbee, Chominhyun, TiffyTiffanyLee, 143 is 137, kyuxmine, kiran theacyankEsa, auliaJC, Kikyu Cho, ShinJiWoo920202, dewi k tubagus, thiafumings, yuli love kyumin, Rnye, sitara1083, kimteechul, ayudesy1222, sungmin saranghae 96, kimhyera96, xelo, kyumin coplen, Shin, Kim RyeoSung342409, keikofeyla, Anggunyu, Yaya Saya, PaboGirl, Guest, Gye0mindo, fariny, sandrimayy88, Guest, ChoLee, Cywelf, diahmiftachulningtyas, MinnieGalz, melee, rinie moet, shalza, Chikyumin, pumpkin, yolyol, joy, anakyumin, asdfghjkyu, ouhji, GyuMing, Sarah Basri, dhinarizki, tarry24792, Xiao Lulu, minniekyu, Guest

Chapter 8

ratu kyuhae, Cho Hyun Ah SparKins 137, Shywona489, Bunnyming1186, via elf 1, farahauliaputri21, diahmiftachulningtyas, Chominhyun, babychoi137, snow drop 1272, cloudswan, kiran theacyankEsa, HZT Barbie, Ega EXOkpopers, aismamangkona, Rinda Cho Joyer, allea1186, LiveLoveKyumin, leedidah, nova137, rinie moet, kimRyan2124, sungmin saranghae 96, auliaJC, kimteechul, ayudesy1222, 143 is 137, xelo, kyuxmine, abilhikmah, Cho Ocean, dewi k tubagus, sandrimayy88, yolyol, fonami joy niellee, 137KyuMin, minnie kyumin, teukiangle, Kikyu Cho, thiafumings, riakyuminshiper, TiffyTiffanyLee, Lilin Sarang Kyumin, Cho Adah Joyers, Sanshaini Hikari, yuli love kyumin, ShinJiWoo920202, Frostbee, pumpkin, melee, Cywelf, AngeLeeteuk, Anggunyu, Kim RyeoSung342409, Guest, Guest, Guest, keikofeyla, PaboGirl, ajid kyumin, Sarah Basri, ouhji, Chikyumin, ChoLee, tarry24792, fariny, Yaya Saya, Shin, Guest, MinnieGalz, mandakyumin, Guest, Guest, sitara1083, kyuna13

See next chapter semua #lambai_tangan