Why i should protect him
Summary
Mungkin banyak yang meragukan hubungan kami. Terlebih dengan tuntutan pihak agensi yang semakin lama semakin membuat kami jauh. Membuat beberapa orang bahagia, tetapi tidak sedikit juga yang tersiksa melihat kami terpisah. Kai dan Kyungsoo, kami adalah satu. Sampai kapanpun. Jika kalian percaya, percayai kami hingga akhir.
Rate : M
Cast : KAISOO
Other Cast : Member of EXO-K and all of SM artist and staff
Genre : Romance, Hurt
YAOI, Boys Love
Don't Like, Don't Read
Happy Reading
Chapter 9 [END]
.
.
.
.
[PREVIOUS]
"ani-ani, jangan berkata seperti itu hyung. Andwae! Kyungsoo hyung pasti sembuh. Operasi ini adalah operasinya yang terakhir, aku bisa jamin itu." Kai mengoceh tidak karuan, ia bahkan berusaha menenangkan dirinya sendiri. Tubuh Kai semakin bercucuran keringat menunggu operasinya selesai, ditambah lagi pernyataan manager hyung barusan. Kai terus menggerutu, ia mengatakan bahwa 'Kyungsoo pasti sembuh' berulang kali sambil berjalan mondar mandir didepan dua managernya yang sedang duduk. Kai sungguh tidak bisa tenang sama sekali. Sudah hampir sejam ia seperti itu.
Tapi sepertinya, Tuhan tidak mengindahkan kata-kata Kai barusan, Kai dan kedua manager melihat para dokter yang mengoperasi Kyungsoo mulai kerepotan, hingga salah satunya berlari keluar ruangan operasi membawa kantung darah.
.
.
.
.
.
"HYUNG!" Kai berteriak kemudian berlari mendekati pintu ruang operasi.
.
.
.
Why i should protect him
.
.
Elektrokardiogram sudah hampir menunjukkan garis lurus, dan sedikit lagi suaranya menunjukkan tak ada detak lagi—seiring dengan kerja keras para dokter memainkan alat kejut jantung di dada Kyungsoo. Mereka berulang kali memberikan aba-aba kemudian menempelkan pada tubuh putih mulus itu, berulang kali, hingga mereka nyaris menyerah, pun dengan Kai dan kedua managernya yang melihat dari luar pintu ruang operasi. Kai menangis, hingga akhirnya kedua managernya memeluk tubuh yang bergetar itu.
.
.
Kyungsoo POV
.
.
Aku berdiri ditengah panggung. Melantunkan sebuah lagu dengan harmonisasi yang sempurna, teriakan para fans menyemangatiku. Mereka melebarkan banner bertuliskan namaku, atau tulisan yang paling indah, "We are one", dan tulisan itu selalu membuatku tersenyum, membuatku selalu ingin menggenggam erat tangan delapan orang pria yang selalu setia bersamaku. Hatiku selalu bergetar melihat para fans memainkan lighstick mereka ketika aku dan yang lain bernyanyi, membentuk silver ocean, sungguh! Tidak seorangpun mampu menjelaskan betapa berartinya fandom ini bagiku. Dan EXO-L? Mereka adalah pelengkap kami berdelapan.
Aku tidak tahu, tapi tiba-tiba aku merasakan hal yang aneh, semua fans berhenti berteriak. Aku menatap bingung ke arah mereka. Aku mencari kedelapan sosok member lainnya, tapi mereka juga tidak ada, bahkan, Kai? Mengapa dia tiba-tiba tidak disisiku begini? Aku memegang mic dengan erat kemudian bertanya kepada semua fans dimana keberadaan memberku, tapi tak ada yang bersuara sama sekali, mereka semua menatapku nanar, kemudian mereka menangis. AKu sungguh tidak tahu apa yang terjadi.
Baru saja aku ingin menuruni tangga panggung menghampiri mereka, tapi tiba-tiba, aku merasakan sesak didadaku, sungguh sakit sekali rasanya. Aku tersungkur diatas stage kemudian menangis, aku merasakan detak jantungku sedikit lagi berhenti, dan mataku sepertinya tak mampu lagi terbuka,
"KYUNGSOO HYUNGGG!" Akhirnya aku mendengar suara seseorang, dan itu adalah suara kekasihku, aku mencari-cari keberadaannya dengan mata yang sudah hampir tertutup.
"HYUNGGGG! GWAENCHANA? HYUNG BUKA MATAMU! JANGAN IKUTI TUBUHMU YANG MULAI MELEMAH!"
Kai terlihat marah padaku, tapi tatapannya sungguh pilu. Setelahnya, aku bisa melihat para fans melebarkan lagi banner mereka dan meneriakkan namaku.
Aku melihat ketujuh memberku berdiri sejajar dibelakang Kai, mereka meneriakiku—menyuruhku untuk bangun. Aku menuruti perkataan mereka, aku mencoba bangkit dan berjalan perlahan mendekat kearah mereka, tetapi sekali lagi, aku sungguh tidak mengerti, mengapa aku tidak bisa menggapai mereka—begitupun dengan mereka. Mereka hanya bisa menatapku dengan tatapan pilu.
"KYUNGSOOO OPPA FIGHTINGGGG!" teriak para fans sambil menangis, mereka berteriak seperti itu berulang kali, aku sungguh ingin menangis, tapi mataku sedikit lagi tertutup, aku bahkan ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu, Kai. Aku mencintai semua memberku, dan aku sangat-sangat mencintai kalian semua EXO-L, tapi aku tidak mampu mengatakannya.
.
.
.
.
Kyungsoo menarik nafas panjang dengan membusungkan dadanya, matanya melebar seperti orang terkejut. Tubuhnya bercucuran keringat, ia bisa melihat para dokter yang ada dihadapannya menghela nafas.
Kai hampir berprasangka buruk pada Tuhan, ia mengusap airmatanya kemudian memeluk kedua manager hyungnya. Sungguh, ia ingin langsung menerobos masuk kedalam ruang operasi jika diizinkan.
.
.
.
.
.
"Ne ssaem?" Ucap Kai setelah mengangkat telepon dari ayah keduanya itu.
"Bagaimana operasinya Kai?"
"Agak mengkhawatirkan, tapi syukurlah semuanya berjalan lancar ssaem"
"Syukurlah, aku rindu sekali dengan anakku yang satu itu. Kapan kalian akan kembali?"
"Molla. Aku akan tanyakan padanya dulu."
"YA! Sebentar lagi EXO akan comeback. Pulanglah sesegera mungkin!"
"Ah! Aku hampir lupa kalau aku adalah Kai EXO yaaaa"
Lee soo man tertawa kecil mendengar jawaban Kai,
"Pulang secepatnya dan bawa Kyungsoo padaku."
"SIAP BOSSS!"
Kai tersenyum kemudian menutup teleponnya. Ia lebih memikirkan Kyungsoo dibandingkan karirnya, bahkan, mungkin juga tidak apa-apa jika Kyungsoo tidak bisa kembali ke EXO, asal Kyungsoo selalu disisinya, agak egois memang, tapi Kai akan tetap memperjuangkan Kyungsoo dulu sampai EXO bisa kembali menjadi bersembilan.
.
.
.
.
.
Kyungsoo meletakkan kepalanya dilengan Kai, ia mulai terlihat bermanja-manjaan dengan kekasihnya setelah sekian lama berpisah.
"Hyung, mengapa kau selalu menggemaskan dan minta ingin diterkam,hm?"
"Eoh? memang aku ingin diterkam" ejek Kyungsoo sambil terus menyembunyikan wajahnya dilengan Kai.
"Kau ingin kita masuk koran? 'Dua pria tidak tahu malu bercinta didalam pesawat', kau mau begitu?" tanya Kai dengan wajah menakut nakuti. Kyungsoo terkekeh geli kemudian menunjukkan wajahnya—mendongak menatap wajah Kai. Manis, sungguh manis sekali, Kai bisa diabetes saat itu juga.
"Kau hebat, hyung"
"eoh? hebat kenapa?"
"kau sungguh hebat menjalani semuanya sendirian. Bahkan saat-saat menegangkan kemarin, kau masih mampu bertahan."
"kau tahu kenapa?" Kai menggelengkan kepanya—sambil tetap menatap wajah kekasihnya.
"jantungku sudah hampir berhenti berdetak, dan mataku sudah sangat sulit untuk terbuka, tapi saat itu, aku melihat kau, member EXO dan para fans dihadapanku. Kalian menangis, tapi sambil meneriakiku. Kalian semua memerintahkanku untuk bangun, dan para fans berteriak menyemangatiku. Kalau mengingatnya lagi, aku ingin menangis. Semuanya seperti nyata, Kai." jelas Kyungsoo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Kai langsung mengecup kening Kyungsoo, untuk menenangkan.
"Aku bahagia kau sudah sembuh, hyung. Mianhae karena tidak ada di masa-masa sulitmu." Kyungsoo hanya mengangguk kemudian mengeratkan pelukannya pada tubuh Kai.
"Dan... kau tidak akan pernah kehilangan EXO dan EXO-L. Aku akan berjuang untuk membawamu kembali, hyung"
"Apa tidak apa-apa?"
"Apanya?"
"Aku pikir, kita tidak perlu memaksakan diri, Kai. Aku... sebenarnya tidak mau berpisah dengan kalian. Tapi, bukannya semua sudah terlanjur?"
"Ani. Kau hanya perlu percaya padaku, hyung. Dan kita bisa berjuang bersama-sama."
"arraseo~~" Kyungsoo kembali tersenyum, kemudian mendekap lagi tubuh Kai dengan erat.
.
.
.
SESAMPAINYA DI APARTEMEN KYUNGSOO
.
.
"Kai! cepat mandii! atau aku tidak akan buatkan makan malam untukmu!" Teriak Kyungsoo pada lelaki yang sedari tadi menggeliatkan tubuhnya tak menentu diatas kasur.
"Kan aku bilang aku tidak mau mandi jika tidak mandi bersamamu hyungggg. Tapi kau malah mandi duluan" rengek Kai pada Kyungsoo yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk didepan meja rias. Mendengar hal itu, Kyungsoo membalikkan badannya kemudian berjalan menuju kasur menghampiri Kai.
"YAA! Kalau kita mandi bersama, aku tidak yakin sekarang aku berjalan dengan normal seperti ini" Kai langsung membangunkan dirinya mendekati Kyungsoo sambil terduduk diatas kasur.
"aisshh~~ Kau ini pervert sekali, hyung. Memangnya apa yang kita lakukan kalau mandi bersama?"
Kyungsoo menghela nafas, kemudian dengan cepat tangannya menjitak kepala Kai.
"AWW!" Kai mengelus kepalanya karena kesakitan.
"Jangan banyak basa-basi, cepat mandi!" Kyungsoo menarik tangan Kai dan membawanya sampai ke depan kamar mandi.
"Hyungggg kau baru selesai operasi tapi kenapa sudah binal sekali, sih?" Tanya Kai kemudian menoleh ke bagian perut Kyungsoo kemudian mengelusnya—persis seperti mengelus perut istri yang sedang hamil. "Gwaenchana?"
Kyungsoo berdecih. "YAA! Aku bilang mandi ya mandi!" omel Kyungsoo sambil menengok ke bawah—ke arah Kai yang sedang menempelkan pipinya di perut Kyungsoo. "Kai? Apa kau sudah mulai gila?" ejek Kyungsoo kepada Kai yang bersikap seolah-olah sedang berkomunikasi dengan bayi didalam perut Kyungsoo.
"Hyung, aku bisa mendengar anak kita tertawa" Kai semakin mengajak Kyungsoo bercanda dan... semakin terlihat gila, ia tersenyum ke arah Kyungsoo.
"YAAAA!" Kyungsoo membulatkan matanya dan melototi Kai dengan teriakannya yang sangat kencang.
"ampun hyungggggggggggggggggg" Kai langsung berlari masuk kedalam kamar mandi kemudian menutup pintu kamar mandinya.
Kyungsoo menghela nafas, entah sampai kapan ia harus terus mengomeli pria tersayangnya itu untuk mandi kalau sedang manja begitu. Alasannya selalu sama, inginnya mandi berdua. Tapi Kyungsoo tak pernah bosan, justru hal kecil seperti itulah yang selalu ia rindukan.
ddrrrrttt...dddrrrrtttt...ddrtttttt...
Kyungsoo mencari-cari handphone yang tengah bergetar. Pasti itu handphone Kai, mengingat handphonenya sendiri sedang ia nonaktifkan karena sedang dicharge.
"ANNYYEEEEONGGG" ucap Kyungsoo kepada si penelepon setelah mengambil handphone Kai diatas kasur dan melihat nama dari si penelepon tersebut.
"Kyungsoo?"
"NEEE ANNYEONGHASSEYO MEMBERDEULLLLLLL~~~~"
"wah itu benar kau? tahan dulu! aku akan melakukan video call ne." ucap Chanyeol antusias kemudian mematikan panggilannya.
Kyungsoo mengangkat lagi panggilan di handphone Kai, kali ini video call. Kyungsoo langsung menghempaskan tubuhnya keatas kasur kemudian ber-annyeong-ria dengan para membernya.
"KYUNGSOO-YAAAAA!" Teriak pria imut—siapa lagi kalau bukan Baekhyun—menampakkan wajahnya yang imut didepan layar handphone Chanyeol. Kyungsoo tersenyum geli melihatnya, sungguh ia merindukan para membernya.
"Kyung, kau sehat?" Baekhyun masih antusias, bahkan terlihat dari wajahnya yang mulai berseri-seri.
"Ne. kalian?"
"bagaimana bisa kami baik-baik saja tanpamu, kyung?"
"aish, kau jadi seperti Kim Jongin sekarang, atau Chanyeol yang mengajarimu?"
Baekhyun tertawa, tidak lama handphone Chanyeol ditarik paksa oleh Suho. Baekhyun meneriakinya dengan suara cemprengnya.
"YAAA! Aku sedang berbicara dengan kyungie-ku"
Kyungsoo semakin terkekeh geli melihat Baekhyun mengomeli Suho dengan suara cemprengnya itu. Suho memindahkan handphone Chanyeol diatas meja lampu yang mengarah ke tempat para member sedang berkumpul.
"Nah kalo begini kan Kyungsoo bisa melihat semua wajah membernya, tidak hanya wajah kau saja bacon!"
Baekhyun kesal, tapi yang menjitak kepala Suho malah Chanyeol.
"Kyungsoo-yaa? Kapan kita bisa mengunjungimu?" tanya Suho.
"Hmm, mungkin besok"
"Dimana Kai?" Sehun tiba-tiba menyambar.
"Dia sedang mandi."
"Mandi? apa kalian habis melakukan 'itu'?" Chanyeol malah mengejek. Kyungsoo hanya tersenyum.
"Perutku masih sakit karena jahitan, Chanyeol-aaah. Kau ini tidak ada bedanya dengan Kai, hanya kesitu saja pikirannya"
"MEMANG KYUNG! Omeli saja dia!" Baekhyun menambahkan omelan Kyungsoo. Chanyeol langsung menarik kepala Baekhyun masuk kedalam dadanya sambil tertawa kemudian mengusak rambut Baekhyun dengan kasar.
"Kau sedang berbicara dengan siapa, hyung?" Kai tiba-tiba keluar dari kamar mandi—menggunakan boxer hitam dan telanjang dada—sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Kyungsoo tersenyum.
"come here, babe" Kai tertawa mendengar ucapan Kyungsoo barusan. Ia berjalan mendekati Kyungsoo dan melihat apa yang sedang Kyungsoo lakukan. Kai menengok ke layar handphonenya dan mendapati membernya sedang berkumpul bersama. Ia tertawa kemudian menempatkan tubuhnya duduk bersandar pada kepala kasur— disamping Kyungsoo—yang juga sedang menyandarkan tubuhnya ke kepala kasur dengan bantal.
"Kalian video call daritadi tanpaku?" ucap Kai dengan wajah kesal.
"Kita bosan melihat wajahmu. Kita maunya melihat wajah Kyungsoo" Chen mengejek Kai hingga membuat para member tertawa, begitupun dengan Kyungsoo.
"OHO! Baiklah aku matikan! Aku mau bercinta dengan pacarku!"
"EITS! Tunjukkan saja Kai pada kita. Memangnya kenapa?" Chanyeol mengejek dan menantang Kai, semua member kini tertawa geli.
"Ah benarkah kalian mau lihat?" Kai langsung menarik pipi Kyungsoo menghadap kearahnya, kemudian Kai melumat bibir Kyungsoo dengan mesra. Kyungsoo yang sedang memegang handphone Kai terkejut, ia ingin melepaskan ciuman tersebut, tapi Kai lebih kuat darinya. Semua member tertawa geli melihat kelakuan maknaenya itu.
"Ya Kai! Lepaskan! Kyungsoo bisa kehabisan nafas. kau ini nafsu sekali" Baekhyun berteriak dari layar handphone. Kai melepas ciumannya dan tersenyum kearah para membernya (berasa bangga ye). Wajah Kyungsoo memerah, ia memindahkan handphone Kai ke tangan Kai, kemudian menyembunyikan wajahnya yang merah menelusup masuk kedada Kai yang bidang dan memeluknya.
"Aiisshhhh Kyungsoo hyung berbeda sekali kalau disamping Kai. Biasanya ia selalu menyeramkan dan jutek didepan kita. Sekarang pipinya memerah dan menyembunyikan wajahnya ditubuh Kai. Aih manis sekali~~" ucap Sehun sambil menggeleng kepalanya.
Kai tertawa.
"Kai, kau tidak mengerti sekali perasaan pria LDR ya?" Chen mulai lagi mengejek.
"Panggilkan Luhan untuknya hyung, hahahah" Semuanya ikut tertawa mengejek Sehun, pasalnya, hanya Sehun saja yang paling kesepian selama ini.
"Baiklah, sampai ketemu besok, Kai. Jangan melakukan hal 'itu' dulu dengan Kyungsoo, kasihan perutnya yang masih sakit karena jahitan"
Suho berdecih kemudian menutup panggilannya setelah ber-annyeong-ria bersama para member lainnya.
.
.
.
.
.
.
Kai membukakan pintu untuk mempersilahkan Kyungsoo masuk duluan ke dalam ruangan. Kyungsoo tersenyum manis, Kai mengikutinya dari belakang. Lee Sooman langsung beranjak dari kursinya dan membuka kedua tangannya untuk memeluk tubuh Kyungsoo.
"Kyungsoo anakkuuuuuu" sambut Lee Sooman sambil tersenyum kemudian memeluk tubuh mungil itu.
"anja anja" Ia mempersilahkan Kai dan Kyungsoo duduk di sofa ruangannya.
"Bagaimana kabarmu Kyungsoo?"
"Sudah baik ssaem. Ssaem sendiri bagaimana? Pasti enak ya sekarang bisa pulang pergi Amerika, heheh"
"Eisshhh Kyungsoo, aku justru ingin di sini saja... kerja di luar negeri melelahkan, dan membuat kita rindu tanah air."
"Hehehehe iya juga ssaem, aku merasakannya waktu di Jerman kemarin"
"Nah iya kan? Makanya tidak perlu pergi kemana-mana lagi Kyungsoo. Rumah kita itu disini" Kyungsoo tersenyum mendengar ucapan Lee Sooman. Ia jadi merasa nyaman sekarang.
"hm, ssaem, ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa mengetahui tentang Kyungsoo?" Kai bertanya karena saking ingin tahunya.
"Ah Kai, kau sudah mau langsung ke intinya saja, sih. Baiklah, biar aku jelaskan."
Kai tersenyum, sedari tadi memang pembahasan ini yang ingin dia dengar. Kai tidak sabar mengajukan Kyungsoo kembali ke EXO.
"Kyungsoo, mianhae. Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi pada dirimu. Jadi sebelumnya, aku mewakili Youngmin dan agensi ini, ingin meminta maaf padamu."
"Gwaenchana ssaem. Aku mengerti maksud Youngmin, lagipula setelah aku pikir-pikir, kemarin itu adalah pilihan yang sulit. Aku tidak bisa memaksa kalian menungguku karena aku sendiri tidak bisa menjamin bagaimana kesehatanku selanjutnya. Bahkan kemarin, aku berpikir aku akan segera mati karena penyakitku, makanya aku memutuskan untuk pergi."
"Sekarang kau sudah merasa sehat?"
"ne"
"Jadi... Kau mau kembali lagi bersama keluargamu disini?"
Kyungsoo tersenyum sambil mengangguk.
"Syukurlah kau sudah sembuh, bahkan sebelum EXO comeback. Jadi EXO bisa comeback dengan anggota yang lengkap lagi."
"Tapi ssaem, apa Youngmin sudah tahu ini? Dan apa kata netizen nanti terhadap Kyungsoo?" Kai bertanya panik.
"Semenjak Kyungsoo pergi, omset perusahaan turun, Kai. Fans kalian berkurang banyak. Makanya kita mengundur jadwal comeback untuk menunggu keadaan mulai membaik. Youngmin akhirnya cerita padaku tentang Kyungsoo saat dia frustasi banyak management yang membatalkan perjanjian dengan kita."
"Lalu?"
"Syukurnya Youngmin mengerti, dan dia menyesal akan keputusannya mengenai Kyungsoo waktu itu. Aku bersyukur sekali akhirnya Kyungsoo sembuh dan bisa kesini kembali. Aku tidak tahu harus melakukan pengalihan apalagi untuk memblocking masalah ini jika Kyungsoo benar-benar pergi"
"Apa mungkin aku dan Krystal lagi?"
"Apa kau mau?"
"ANDWAE!"
Lee Sooman tertawa, "Aku juga tidak akan mengizinkan Youngmin mengorbankanmu lagi, Kai."
"Bagus ssaem, jangan menyusahkan aku lagi dengan skandal-skandal menjijikkan seperti itu"
"Baiklah, anakku. Terima kasih untuk kontribusi kalian selama ini, sungguh, aku tidak ingin membebankan semuanya pada kalian seperti ini. Jadi, besok lusa sebaiknya kita mengadakan konferensi pers saja, untuk mengumumkan kembalinya Kyungsoo. Hari ini pasti netizen sudah ramai melihat Kyungsoo datang ke gedung SM"
"Dan aku harus beralasan apa ssaem? Apa aku harus berbohong lagi?"
"Tentu saja tidak, Kyungsoo-yaa, aku bahkan akan menyarankanmu untuk menceritakan apa yang kau alami kemarin, terutama penyakitmu. Apa kau bersedia?"
"Ne, pasti ssaem. Aku lebih suka terbuka seperti itu dengan fansku."
"Oke baiklah, aku akan segera mengurus masalah konferensi pers ini. Dan besok, tentu saja kita harus meeting lagi bersama member yang lain dan Staff EXO lainnya. Kalian mau kemana setelah ini?"
"Kembali ke apartemen ku, ssaem. Member yang lain akan main menjengukku. Ayolah ikut, apa kau sibuk sekali?"
"Hmm, mungkin aku menyusul Kyungsoo. Aku.. banyak sekali urusan sekarang." Ucap Lee Sooman sambil bergaya sombong kemudian tertawa.
Mereka bangkit dari duduk kemudian berjalan menuju pintu untuk keluar.
"Ssaem" Kai tiba-tiba berbicara lirih didepan pintu ruangan yang terbuka.
"Kapan aku dan Krystal konfirmasi putus?" rengek Kai pada Lee Sooman hingga membuat Sooman dan Kyungsoo tertawa geli.
"Tunggu saja Kai, aku akan mengusahakannya mencari waktu yang tepat. Mungkin setelah f(x) selesai comeback bulan ini."
"Yaksoo?" Kai mengacungkan kelingkingnya ke arah Sooman, tapi Sooman terdiam. Ia kemudian mengambil satu tangan Kai dan satu tangan Kyungsoo dan menyatukannya.
"Berjanjilah pada ayah kalian ini bahwa kalian akan terus bersama. Sehebat apapun badainya. Kalian harus percaya satu sama lain. Aku juga janji Kai, kau dan Krystal akan segera konfirmasi putus. Dan Kyungsoo, maaf telah membuatmu tersiksa, tapi percayalah, Kai sangat mencintaimu" Lee Sooman tersenyum kemudian merangkul kedua tubuh yang ada didepannya itu.
Konferensi Pers
.
.
Setelah dua hari kemarin netizen ramai membahas kehadiran Kyungsoo kembali ke gedung SM, kini semua media dan pers sudah ramai berkumpul didepan ballroom SM—tempat konferensi pers diselenggarakan. Acaranya tertutup dan sangat ketat kemananannya, EXO-L yang datang pun dibatasi jumlahnya, dan yang diutamakan tentu saja adalah fansite.
Kai menggenggam tangan Kyungsoo yang mulai gugup di belakang stage. Kyungsoo menceritakan pada Kai bahwa ia takut jika sesampainya diatas panggung ia diserang massa, atau dicaci maki fans, dan segala macam hal yang menakutkan ia bayangkan.
"Hyung, ekstrim sekali sih bayanganmu. Kenapa kau tidak membayangkan saat-saat bercinta denganku saja, hm?"
"Cih Kai! Aku itu bukan dirimu yang selalu membayangkan ha-hal seperti itu"
Kai tertawa mendengar jawaban KYungsoo dengan wajahnya yang masih panik. Sungguh,itu menggemaskan untuk Kai. Kai langsung merangkul tubuh mungil itu dan mengecup pucuk kepala Kyungsoo.
Lampu-lampu sorot menerangi dan mulai terasa silau bagi Kyungsoo, Kyungsoo perlahan mulai melepaskan genggamannya dari tangan Kai saat mereka akan memasuki stage dan mulai berjajar duduk di kursi konferensi. Kyungsoo duduk disamping Kai, ia bisa melihat banner-banner bertuliskan namanya dan banner bertuliskan "we are one", ia merasa mimpinya datang kembali. Semua fans meneriakkan namanya. Kyungsoo tersenyum, saat merasakan tangan Kai menggenggam tangannya dari balik meja.
"Sebelumnya, Aku ingin mengucapkan maaf kepada semua fansku, kepada semua EXO-L. Dan kepada semua member-memberku. Mianhae karena telah pergi begitu saja.
"Selama tiga bulan terakhir, aku menjalani pengobatan di Jerman. Aku memisahkan diri dari EXO karena aku divonis kanker lambung oleh dokter"
Semua fans dan pers terkejut,
"Sungguh saat itu adalah hal-hal yang sulit bagiku. Aku bahkan tidak memberitahu siapapun mengenai penyakitku kecuali managerku."
"Kemungkinan hidupku sangat kecil saat itu jika aku tidak fokus pada pengobatanku. Makanya, aku pikir aku harus mengundurkan diri dari EXO, karena, jika saja EXO tetap menunggu sampai pengobatanku selesai, aku tidak tahu apakah aku masih bisa hidup atau tidak, aku benar-benar sudah putus asa saat itu"
Kyungsoo mulai terisak, suaranya semakin bergetar,
"Bukan hal yang mudah juga, meninggalkan segala hobbyku, sahabat-sahabat dan keluargaku di SM bahkan meninggalkan para fans, sungguh itu adalah hal yang paling menyakitkan bagiku."
"Kalian bisa sebut ini sebagai suatu keajaiban, mukjizat atau takdir Tuhan. Setelah tiga bulan aku menjalani kemoterapi, menjaga makananku, bedrest dan operasi berkali-kali, akhirnya... aku bisa sehat seperti semula lagi." Kyungsoo tersenyum dan mengusap air mata dipipinya.
"Hal paling sulit apa yang pernah dialami selama tigabulan kemarin?" Tanya salah seorang pers.
"Hal paling sulit bagiku, adalah... saat aku menjalani operasi yang terakhir. Operasi itu menentukan antara hidup dan matiku. Dan sebenarnya, aku sudah hampir mati kemarin. Tapi, yang membuatku bertahan adalah, saat aku kritis, mataku sudah hampir tertutup dan jantungku sedikit lagi berhenti berdetak, tapi... aku melihat member EXO dan para fans dihadapanku. Kalian menangis, tapi sambil meneriakiku. Kalian semua memerintahkanku untuk bangun, dan para fans berteriak menyemangatiku. Itu semua masih teringat jelas diingatanku, dan aku tahu, bahwa yang menjadi bagian dalam hidupku adalah, para member dan para fansku."
Kyungsoo meneteskan airmatanya setelah sedari tadi menahannya selama bercerita. Kai mengelus punggung Kyungsoo dan para fans mulai berteriak,
"ULJIMA! ULJIMA! ULJIMA! ULJIMA! ULJIMA!"
Kyungsoo tersenyum kemudian mengusap airmatanya setelah staff memberinya tisu.
Salah seorang fans mengacungkan tangan setelah MC memberi kesempatan untuk bertanya,
"Kyungsoo oppa, aku disini bukan untuk bertanya, karena sedari tadi oppa sudah menceritakan semuanya hingga membuat kita semua tau apa yang sebenarnya. Disini, aku hanya ingin mengatakan sesuatu mewakili para EXO-L lainnya yang tidak semuanya bisa hadir disini.
"Untuk semua member EXO, kalian adalah bagian dari hidup kami. Kami selalu mendukung apapun keputusan kalian, bahkan kehidupan pribadi kalian yang tidak terekspos oleh media sekalipun. Kami menghargai privasi kalian, kami selalu mempercayai kalian dan kami selalu mempercayai apa yang kami percaya, apapun yang membuat kalian nyaman, apapun yang kalian suka, dan apapun yang membuat kalian bahagia, kami, EXO-L, akan selalu berada disisi kalian. We are, EXO. EXO, Saranghaja"
Para member menitikkan air matanya. Mereka kemudian memberi symbol love dengan jari mereka kepada para fans. Jika bisa, mereka akan membawa semua fans kedalam pelukan mereka (Bisain dong) :((
.
.
.
Semua member bergegas keruang tunggu setelah acara selesai, tapi Kai dan Kyungsoo? Kai memeluk Kyungsoo dibelakang stage,
"Hyung, kau hebat hyung" Kyungsoo mengangguk dan tersenyum dalam pelukan Kai.
"Aku mohon jangan pernah lagi pergi dariku, hyung"
"neee" jawab Kyungsoo pelan.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu"
"ARRAAA~~ Kau ini bawel sekali Kai."
"Ah hyung! Aku sedang romantis, kau malah membuyarkan semuanya" Kai melepas pelukannya dan mengomel didepan Kyungsoo.
"Aku sudah tahu kau mencintaiku"
"Baiklah, kalau begitu, aku belum tahu bahwa kau mencintaiku"
Kyungsoo berdecih menatap Kai malas, ia membalikkan badannya dan ingin bergegas pergi. Tapi Kai menarik tangannya,
"Hyung? Katakan padaku bahwa kau mencintaiku"
Kyungsoo tak menjawab. Ia langsung menangkupkan kedua tangannya ke pipi Kai, mempertemukan bibir mereka dan mulai melumat mesra. Kali ini Kyungsoo duluan yang memulai, Kai tersenyum dalam ciumannya.
"Kau agresif, hm?" ejek Kai disela-sela ciumannya.
Kyungsoo langsung menggigit bibir Kai dengan kasar.
"AWWW! APPOOO HYUNG!"
"RASAKAN!" Kyungsoo berlari dan Kai mulai mengejarnya. Para staff SM yang melihatnya hanya tertawa. Kai menggapai tubuh Kyungsoo yang sedikit lagi sampai didepan member lain yang sudah berkumpul untuk segera pulang. Kai langsung menggendong tubuh Kyungsoo.
"YAAA KAAAIII TURUNKAN AKUU!"
Semua member menengok ke arah Kai dan Kyungsoo. Mereka hanya terkekeh.
"Kau butuh kamar?" ejek Chanyeol.
"Tentu saja, hyung. Ayo cepat kita kembali ke dorm. aku sudah tidak sabar"
Kai mendahului member lain menuju mobil, Kai sudah benar-benar tidak sabar sekarang. Sesekali Kai mengusakkan rambutnya di leher Kyungsoo yang sedang ia gendong ala bridal style, dan itu sukses membuat Kyungsoo menggeliat kegelian.
"EUNGGGHH KAAAIIII BERANI BERANINYA KAUUUUUU!" Lenguh Kyungsoo sambil berteriak didalam dekapan Kai.
Hari itu, EXO mengumumkan kembalinya Kyungsoo kedalam grup mereka, dan akan segera comeback dalam waktu dekat. Mereka yakin sekali bahwa comeback mereka akan berhasil, karena member mereka sudah lengkap sekarang. Netizen menanggapi konferensi pers mereka dengan baik, netizen mengagumi kekuatan dan kejujuran Kyungsoo, begitu juga kesetiaan EXO.
EXO. Fans mereka yang awalnya berkurang, kini bahkan bertambah banyak. Kaistal seperti sudah terkubur dalam, karena hal tersebut—tentu saja—sudah tidak ada pentingnya.
EXO sibuk dengan comebacknya selama sebulan penuh, bahkan hampir tidak ada waktu lagi bernapas lega. Kyungsoo semakin banyak diundang di berbagai acara untuk berbagi kisah dan motivasinya, dan Kai? Ia berjanji tidak akan pernah melewatkan lagi sedikitpun tentang kekasih tersayangnya.
"COMEBACK KALIAN SUKSESSS! AYO KITA BERLIBUR BULAN DEPANNNNNN!" Teriak Lee Sooman di ruang latihan setelah EXO selesai menggelar comeback terakhirnya.
.
.
.
.
END
YAAAYY!
Akhirnya selesai jugaaaaaaaaaaa, fyuh~
Makasih buat dukungan yu gais yu gais yang udah ngikutin cerita ini yhaaa.
Buat masukannya (apa yang masuk(?)), buat support dan partisipasi kalian, bahkan ada yang bilang ini romance and humor wkwkw udah gue ganti ya cuy maapin, biar kejutan aja tiba-tiba sad angst gitu yekan? wkwkw
Kalian terddabeeesss lah pokoknya!
SEMOGA KAISTAL BENERAN CEPET BUBAR. AAMIIN
Next aku mau fokus ke story satu lagi, baca dong baca:)
NEED YOUR SUPPORT BANGET GAIS FOR SOME SECRETS.
Gomawoooo LOVE LOVE LOVE^^^^^
