Mianhae Nae Aegya
.
.
.
Chapter 8
.
.
.
Kini Siwon, Kyuhyun dan Taemin berada di sebuah perkebunan apel. Mereka memilih untuk menikmati suasana alam agar Kyuhyun dapat menenangkan diri sejenak sembari memanem beberapa apel untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Taemin sangat senang dapat memetik buah apel sendiri hingga keranjang miliknya sudah terisi penuh dengan apel berbagai macam ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar.
"Appa kelanjang Temin cudah penuh." Pamer Taemin pada appanya. Siwon menghampiri Taemin unutk membantu anaknya membawa keranjang yang sudah penuh.
"Mau mengisi keranjang appa?" Tawar Siwon yang mendapat anggukan antusias dari Taemin. Taemin berlarian kesana-kemari untuk memetik apel kembali, sedangkan Siwon dan Kyuhyun berjalan berdampingan sembari mengamati Taemin.
KRAUG
Siwon menggigit salah satu apel yang telah dipetik taemin tadi, membuat Kyuhyun mau tidak mau harus menatapnya.
"Oppa kau tidak boleh memakannya, lihat ada larangannya." Tegur Kyuhyun dan menunjukkan plang yang melarang para pengunjung memakan buah yang mereka petik.
"Tenang saja aku akan membayarnya lebih nanti." Balas Siwon.
"Dasar orang kaya." Siwon hanya tersenyum menanggapi ucapan Kyuhyun.
Tidak butuh waktu lama akhirnya keranjang Taemin kini telah penuh kembali. Kemudian merekapun membayar semua apel yang telah dipetik dan beristirahat sejenak di salah satu Caffe disana yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman dari apel.
Mereka memesan jus apel, ice cream apel, dan apel segar yang dilumuri dengan cokelat.
"Kau tidak makan oppa?" Tanya Kyuhyun karena Siwon sedari tadi hanya memandangi mereka berdua yang sedang menikmati makanan.
"Aku tidak suka makanan manis." Tolak Siwon.
"Tapi ini sungguh lezat oppa, kau harus mencobanya, buka mulutmu aaa..." Kyuhyun memasukkan sepotong apel yang berlumuran cokelat ke dalam mulut Siwon.
"Bagaimana?"
"Lumayan."
.
.
.
Menjelang sore, merekapun memutuskan untuk kembali. Siwon mengantarkan Kyuhyun ke rumah sakit karena ada yang harus dibicarakan antara Kyuhyun dengan . Siwon ingin menemani Kyuhyun tapi Kyuhyun menolaknya sehingga Siwon hanya mengantar Kyuhyun kemudian kembali ke rumahnya.
CEKLEK
Kyuhyun membuka pintu ruang rawat Jin Ri, di sana terdapat Mr dan Mrs Park yang setia menemani Jin Ri. Kyuhyun memberikan apel yang tadi sempat ia petik sendiri.
"Dia baru saja tertidur setelah meminum obatnya." Jelas Mrs Park mengenai kondisi Jin Ri.
"Ms Park bisa kita bicara sebentar." Pinta Kyuhyun pada Ms Park, Ms Park melihat kearah suaminya dan mendapat anggukan setuju.
Kyuhyun dan Ms Park pergi ke kantin rumah sakit, keheningan tercipta untuk beberapa saat karena keduanya tidak ada yang memulai percakapan.
Tidak lama kemudian minuman yang mereka pesan pun datang.
"Terima kasih telah merawat Jin Ri selama ini." Kyuhyun memulai percakapan diantara mereka sedangkan Ms Park hanya bisa diam mendengarkan Kyuhyun karena ia tidak tahu harus berkata apa sekarang. Ia sudah pasrah dengan apapun keputusan yang Kyuhyun buat meskipun harus merelakan Jin Ri.
"Kesalahanku adalah aku terlalu takut untuk melawan ayahku sendiri saat itu sehingga aku harus kehilangan anakku. Anak yang bahkan tidak sempat ku sentuh saat ia lahir ke dunia, tidak ku beri ASI, memandikannya bahkan mengganti popoknya. Semua itu kau yang melakukannya Ms Park.." Kyuhyun menghentikan sejenak ucapannya menahan air mata yang setiap saat dapat jatuh membasahi pipinya. "..Kau yang melakukan semua itu, kau yang menggantikan semua yang seharusnya tugasku sebagai Ibu. Lalu bagaimana bisa aku dengan egoisnya ingin menggantikan semua itu. Kau bilang dia selalu menangis saat pertama kau rawat."
Ms Park hanya bisa menggangguk menyetujui perkataan Kyuhyun, air matanya sudah mengalir sejak tadi.
"Dia mencariku saat itu tapi aku tidak ada untuknya hingga ia merasa nyaman bersamamu. Jika sekarang aku melakukan hal yang sama, aku mengambilnya darimu, dia pasti akan menangis mencari Ibunya. Aku...aku tidak bisa jika harus melihatnya selalu menangis. Ku harap kau bisa terus menyayanginya, sekarang dan selamanya." Air mata Kyuhyun pun menetes membanjiri wajahnya.
"A—pa maksudmu sekarang dan selamanya Kyuhyun-ssi?" Tanya Ms Park tidak mengerti dengan perkataan Kyuhyun.
"Aku menyerahkannya padamu, kau yang akan selalu menjadi Ibunya."
"Wae? Kita bisa memberitahunya begitu ia pulih."
"Aniya, ia masih terlalu kecil untuk mengerti. Hal itu akan mempengaruhi pertumbuhannya. Jangan katakan apapun hingga ia sendiri yang bertanya."
"Kamsahamnida Kyuhyun-ssi, kamsahamnida."
"Aku menyerahkan hak asuh padamu tapi dengan syarat." Pinta Kyuhyun
"Apa syaratnya?" Tanya Ms Park penasaran.
"Izinkan aku tetap menemuinya dan biarkan aku yang membiayai semua keperluannya. Kumohon.. hanya ini yang bisa kulakukan untuknya." Mohon Kyuhyun.
"Ne, tentu saja. Kalau begitu mulai sekarang kau harus memanggilku eonni."
"Ne, eonni." Keduanya mengakhiri pembicaraan menegangkan itu dengan senyuman.
Akhirnya satu masalah telah selesai, Kyuhyun ingin menjenguk Hankyung tapi ia urungkan niatnya karena ini sudah terlalu malam. Ia putuskan untuk besok saja menjenguk Hankyung. Setelahnya Kyuhyunpun kembali ke apartemennya.
.
.
.
Keesokan harinya tepat pukul 8 pagi KST, kyuhyun kembali ke rumah sakit. Kali ini bukan untuk menengok anaknya melainkan untuk menjenguk Hankyung. Ia penasaran bagaimana kondisi Hankyung.
CEKLEK
Kyuhyun membuka pintu ruang rawat tempat Hankyung berada. Di dalamnya terdapat seorang wanita seumuran eommanya, mungkin ia adalah eomma Hankyung. Pikir Kyuhyun. Kyuhyun memberi hormat kepada wanita tersebut.
"Annyeong haseyo." Wanita itu menoleh melihat ke arah Kyuhyun dan dapat Kyuhyun lihat wajah wanita itu tampak sedang menahan amarahnya.
"Kau Kyuhyun." Ujar wanita itu.
"Ne, ahjjuma." Jawab Kyuhyun ragu. Wanita itu menghampiri Kyuhyun dan langsung menarik rambut Kyuhyun tanpa ampun.
"Aahhh ahjjuma appo.. apa yang kau lakukan." Teriak Kyuhyun.
"Gara-gara kau anakku menjadi seperti ini, tidak puaskah kau sudah menghancurkan hidupnya sekali dan kini kau kembali menghancurkannya." Marah wanita yang diketahui adalah eomma Hankyung tersebut.
'ini pasti perbuatan appa' Kyuhyun hanya bisa diam menerima perlakuan dari Ms Tan. Ms Tan menangis meraung-raung, ia terus memukul dan menampar Kyuhyun tanpa henti hingga sang suami datang dan menariknya agar tidak melukai Kyuhyun lagi.
"Ya hentinkan, apa yang kau lakukan." Mr Tan mencoba menghentikan tindakan anarkis istrinya.
"Gara-gara wanita itu anak kita menjadi seperti ini, aku harus menghajarnya." Ms tan memberontak mencoba melepaskan diri dari Mr Tan.
"Sudah hentikan kita bisa selesaikan ini dengan baik-baik, tidak perlu dengan kekerasan." Mr Tan mencoba menjadi penengah diantara keduanya.
Akhirnya Ms Tan bisa sedikit tenang, kini mereka bertiga duduk di ruangan tersebut untuk membicarakan semuanya dengan baik-baik. Mr Tan sengaja tidak memilih tempat di luar karena ia tidak mau mengambil resiko jika istrinya mengamuk di tempat umum.
"Kyuhyun-ssi apa yang membawamu datang kemari?" Tanya Mr Tan maksud dan tujuan Kyuhyun datang.
"Aku dengar Han-ge mengalami kecelakan jadi aku ingin melihatnya."
"Sekarang kau sudah melihatnya jadi lebih baik kau pulang sekarang dan jangan pernah muncul lagi." Sinis Ms Tan.
"Tenanglah istrimu, jangan seperti itu." Ujar Ms Tan kepada istrinya.
"Apa sebelumnya Han-ge juga pernah mengalami hal seperti ini?" Tanya Kyuhyun penasaran.
"Ne, beberapa tahun yang lalu saat ia menginjakkan kakinya di Korea ia mengalami kecelakaan dan harus terbaring koma selama sebulan. Dia harus melakukan terapi untuk dapat menggerakkan kakinya kembali dan mengalami hilang ingatan." Papar Ms Tan dengan emosi yang masih menyelimutinya.
"Jadi Han-ge benar-benar datang saat itu, dia menepati janjinya." Tanpa sadar Kyuhyun meneteskan air matanya. Meratapi nasibnya yang seperti drama.
"Aku senang anakku hilang ingatan dan hanya kau yang tidak diingatnya." Ms Tan tersenyum puas
'seharusnya kami bisa bahagia sekarang, aku Han-ge dan Sulli. Mengapa appa begitu tega kepadaku.' Kyuhyun tidak habis pikir mengapa appanya bisa begitu tega melakukan hal seperti itu kepadanya.
Kyuhyun berdiri berjalan sempoyongan keluar dari ruang rawat Hankyung tanpa mengucapkan apapun kepada kedua orang tua Hankyung.
"Lihat, dia bahkan pergi begitu saja, sungguh tidak sopan." Sinis Ms Tan.
.
.
.
Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia begitu marah dan juga frustasi, ia tidak dapat berpikir jernih untuk saat ini. Tak butuh waktu lama akhirnya ia sampai di perusahaan appanya. Segera diparkirkan mobilnya dan berjalan menuju ruangan sang appa. Dihiraukan semua yang menyapanya, tujuannya adalah appanya, pusat dari penderitaannya.
BRAKK
Pintu ruangan KangIn terbuka dengan kasarnya membuat KangIn dan tamunya langsung melihat ke arah Kyuhyun.
"Mohon maaf, sepertinya kita harus melanjutkan pembicaan kita lain waktu." Ujar KangIn kepada tamunya.
"Baiklah KangIn-ssi, kalau begitu saya undur diri." Sang lawan bicarapun membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan ruangan. kangIn menghampiri Kyuhyun dan melayangkan pukulannya.
PLAKKK
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kyuhyun hingga sudut bibir Kyuhyun terluka. Kyuhyun menatap KangIn dengan penuh kebencian, air matanya bahkan tidak keluar sama sekali, mungkin semuanya sudah terkuras habis.
"Hanya ini yang bisa kau lakukan?" Tantang Kyuhyun.
"WAE? KENAPA KAU DIAM SAJA. Kenapa tidak membunuhku sekalian saja, kenapa kau harus menghancurkan hidupku seperti ini." Teriak Kyuhyun dengan penuh emosi.
"Dia tidak pantas untukmu." Jawab KangIn.
"Lalu yang pantas untukku seperti apa eoh? Jika kau tidak melakukannya aku pasti sudah bahagia bersamanya. Mengapa kau begitu kejam padaku? WAE?"
"Aku tidak percaya ada orang sekejam dirimi di dunia ini." Setelah mengucapkannya, Kyuhyun pu pergi dengan emosi yang belum juga hilang.
Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak ada tempat tujuan selanjutnya. Ia hanya mengemudikan mobilnya kemana saja. Kyuhyun akan melewati perempatan jalan, lampu lalu lintas menunjukkan warna merah yang berarti semua kendaraan harus berhenti, namun tidak dengan Kyuhyun. Ia malah menambah kecepatannya dan...
BRAKKK
Terjadilah tabrankan beruntun dan menyebabkan mobil yang dikendarai Kyuhyun terbalik. Semua orang yang berada di lokasi kejadian segera mengerumuni mobil Kyuhyun dan berteriak memanggilnya.
"Aggashi aggashi kau bisa mendengar kami." Tanya beberapa orang disana untuk memastikan kondisi Kyuhyun. Digedornya kaca jendela mobil Kyuhyun dan mencoba untuk membukanya namun tidak bisa terbuka karena Kyuhyun menguncinya.
Kyuhyun memejamkan kedua matanya seraya berucap kata 'mianhae' berulang-ulang.
.
.
.
Mendengar berita kecelakaan yang menimpa Kyuhyun, Leeteuk Kangin dan Siwon segera menuju rumah sakit. Mereka menunggu di depan ruang operasi.
4 jam berlalu...
Akhirnya operasipun selesai, dokter yang menangani Kyuhyun keluar dari ruang operasi.
"Dokter, bagaimana keadaan anak saya dokter?" Tanya Leeteuk cemas.
"Kondisinya belum cukup stabil jadi kami harus terus memantau keadaannya, sekarang Kyuhun-ssi mengalami koma. Kita harus siap untuk segala kemungkinan yang ada. Saya permisi." Jelas sang dokter.
Sakit rasanya mendengar hal tersebut terjadi pada anaknya, Leeteuk tidak dapat membendung kesedihannya. Ia hampir saja terjatuh tapi dengan cepat KangIn menangkapnya.
"Jangan sentuh aku." Leeteuk dengan cepat melepaskan diri dari Kangin.
"Kau membuat putriku koma, bagaimana bisa kau lakukan itu." Maki Leeteuk
"Aku juga tidak menginginkan hal ini yeobo." Bela Kangin.
"Tapi kau sudah merusaknya hingga ia berpikir lebih baik mati daripada hidup. Pergi, aku tidak ingin melihatmu." Usir Leeteuk.
Kangin tidak bisa berkata apa-apa. Ia memilih untuk pergi karena tidak ingin memerkeruh suasana. Ia bukannya tidak punya perasaan, ia juga merasa sedih dengan apa yang dialami putri. Ia tidak menyangka putrinya akan memilih untuk bunuh diri.
Siwon yang sejak tadi menjadi penonton setia adegan KangTeuk memilih untuk menenagkan Leeteuk.
.
.
.
Setiap hari Siwon dan Leeteuk bergantian menjaga Kyuhyun. Leeteuk tidak menginjinkan Kangin untuk datang melihat Kyuhyun. Siang hari Leeteuk yang akan menjaga Kyuhyun karena Siwon harus bekerja sedangkan saat malam Siwon yang akan menjaga Kyuhyun.
Seminggu pun telah berlalu...
"Kyu, apa kau tak lelah tidur terus seperti ini eoh? Apa kau tak kasihan melihat eommamu. Bangunlah Kyu, kau harus bertahan setidaknya demi eommamu." Ujar Siwon seraya menggenggam tangan Kyuhun yang tidak diinfus.
"eung..." Siwon mendengar erangan keluar dari mulut Kyuhyun.
"Kyu Kyu." Panggil Siwon.
Perlahan-lahan Kyuhyun membuka kedua kelopak matanya. Ditatapnya wajah Siwon kemudian beralih melihat ke sekitarnya. Ia ingin mengatakan sesuatu namun sepertinya sangat sulit, mungkin karena sudah seminggu ia tertidur. Kyuhyun mencoba menggerakkan kedua kakinya, namun sangat sulit atau lebih tepatnya tidak dapat digerakkan.
"Kyu apa kau mendengarku? Kyu jawab aku kumohon." Siwon menekan tombol merah yang ada diruangan itu agar dokter segera datang dan mengecek kondisi Kyuhyun. Taka lama kemudian dokterpun datang dan langsung menangani Kyuhyun. Siwon diminta menunggu di luar agar tidak mengganggu kerja dokter.
Siwon mengambil handphonenya dan menghubungi Leeteuk untuk mengabarkan bahwa Kyuhun sudah sadar.
.
.
.
"Siwon, bagaimana dengan Kyuhyun?" Tanya Leeteuk yang baru saja tiba
"Dokter sedang memeriksanya." Jawab Siwon.
Mereka menunggu di luar ruang rawat Kyuhyun. Dokter yang menangani Kyuhyun keluar dan memberitahu kondisi Kyuhyun.
"Kyuhyun-ssi mengalami amnesia akibat benturan dikepalanya sedangkan kakinya untuk sementara tidak dapat digerakkan akibat tulang ekornya yang retak." Leeteuk langsung terduduk lemas mendengar pengakuan sang dokter. Siwon mencoba membantu Leeteuk untuk berdiri.
"Anda jangan khawatir, amnesianya tidak permanen, ingatannya dapat kembali namun jangan terlalu dipaksakan dan juga Kyuhyun-ssi dapat berjalan kembali asalkan ia mau mengalami terapi." Jelas sang dokter.
"Terima kasih dokter." Ucap Siwon.
Siwon memapah Leeteuk untuk masuk ke dalam ruangan Kyuhyun. Di dalam terlihat Kyuhyun sedang tertidur akibat obat bius yang diberikan dokter. Kyuhyun sengaja dibius karena histeris mengetahui bahwa ia tidak dapat berjalan.
"Maafkan eomma tidak bisa menjagamu sayang." Ujar Leeteuk membelai wajah putrinya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Oke chap 8 sampai disini dulu yah, no edit typo bertebaran.. mian wonkyu momentnya cuma sedikit soalnya disini mau fokus untuk menyelesaikan permasalah Kyuhyun dulu..
Kyuhyun jadi amnesia gimana nih? Kira-kira kangin sadar gak ya setelah kyuhyun kecelakaan gini?
Di WP memang dulu saya protek semua karena ada tugas kampus yang mengharuskan mengumpul blog. Kenapa gak pakek blog baru, karena semakin banyak yang mengunjungi semakin besar nilainya, tidak mungkin kan saya buka semua ff untuk dosen saya, tapi sekarang sudah saya buka kok semua passwordnya.
Silakan review, kritik dan sarannya dari reader semua.
ThanKYU..
