:: The Omega ::

.

.

.

.

Chanyeol tinggal bersama ayahnya di rumah besar dan mereka bisa terbilang kaya, namun kau harus tahu Chanyeol kesepian. Berulang kali ketika kami tengah berdua dia selalu mengatakan bagaimana jika aku tinggal di rumahnya? Maksudnya adalah bergantian menginap, selama ini selalu Chanyeol yang menginap di rumahku sekarang dia ingin aku yang menginap.

Dengan pertimbangan nenek akhirnya aku diizinkan untuk menginap di rumah Chanyeol, ibu selalu bertanya pada nenek dan itu cukup merepotkan.

Oh! Sekarang perutku sudah membesar dan aku sudah berhenti sekolah, kami semua sepakat aku hanya akan ikut ujian ke lulusan saja. Tujuh bulan usia kandunganku, aku dan Chanyeol sangat menanti bayi kami.

Hari ini hari minggu, satu malam aku menginap dan tidur dengan Chanyeol di rumahnya untuk yang pertama kalinya, sangat menyenangkan! Ayahnya selalu pulang larut dan tak ada waktu untuk makan malam bersama dan ketika libur seperti ini rumahnya akan sepi, hanya pelayan saja yang berlalu lalang.

Aku duduk di kursi yang Chanyeol bawa dari dapur, memasangkan kaus kaki dan sepatuku dengan begitu telaten. Aku tersentuh. Hari ini kami akan pergi jalan-jalan, tepatnya melihat perlengkapan bayi.

Dia mendongak, tersenyum menawan padaku lalu mengusap perut besarku. "Aku selalu bahagia," Katanya. "Memilikimu dan si kecil di perutmu ini." Dia menyingkap sweater-ku, mengecup perutku dengan sangat lembut.

Aku tersenyum, menyentuh puncak kepalanya lalu mengusapnya perlahan. Tanganku merayap di wajahnya, menangkupnya lalu merunduk untuk meraup bibirnya yang tebal. Aku selalu terlena ketika bibir itu menyentuh bibirku.

"Mmh..."

Aku memejamkan mataku, aku mendominasi ciuman ini. Menghisap dan melumat bibirnya begitu nikmat, menggigit dan bermain dengan bibir tebalnya benar-benar luar biasa dengan aku sebagai dominan ciuman kami.

Aku menjauh sesaat untuk meraup oksigen untuk paru-paruku lalu kembali menciumnya seperti tidak ada hari esok. Hingga tak sadar aku telah turun dari kursi, berada di atas pahanya dengan kedua tangannya bertumpu pada lantai membiarkan aku tetap mendominasi.

"Chanyeol..." Panggilku bersamaan dengan lepasnya tautan bibir kami.

Pipiku memerah, menatapnya seductive. Aku menarik lepas pakaianku lalu hendak menarik ritsleting celanaku sebelum akhirnya Chanyeol menghentikanku.

"Kau tahu bukan, aku tak akan berhenti sebelum aku puas?" Dia berkata.

Aku mengerang bersemangat lalu mengangguk.

"Fuck me..."

"Kau tahu bukan, tidak semua tempat dapat kau pakai untuk melakukan sesuatu yang intim?"

Aku tersentak, segera meraih pakaianku lalu menunduk malu. Aku tamat! Aku mati!

"Maafkan aku ayah," Chanyeol membantuku dengan pakaianku, memakaikan kembali sweater-ku dengan wajah acuh seolah tak pernah terjadi apapun.

"Kau akan pergi bekerja lagi ayah?"

.

.

.

"Mmh cpkh cpkh..."

"Ahh Chan!"

Meski kami berada di sebuah ruang ganti pakaian disalah satu mall cukup besar di kota ini kami tetap melakukannya. T-tunggu, kami hanya berciuman! Ya hanya berciuman.

"Apa kau lapar?" Dia bertanya setelah mengakhiri ciuman hebat kami.

Aku tak pernah merasa cukup dengan ciumanya namun bibirku terasa sangat kebas dan bengkak, jadi aku tak bisa memaksa diriku untuk kembali berciuman.

"Mmh aku lapar." Jawabku lalu memeluk lehernya dan menyembunyikan wajahku di sana.

Hari ini kami tidak benar-benar membeli sesuatu untuk bayi kami, aku dan Chanyeol bingung. Pada akhirnya aku hanya jalan-jalan dengannya.

Aku menjenjangkan leherku ketika dia mulai menggerayangi leherku. Jilatan, hisapan, dan gigitan kecil yang dia berikan pada leherku benar-benar luar biasa. Dia menyingkapkan pakaianku, mengusap perut besarku lalu berakhir di putingku.

"Ahh Chan..." Erangku ketika dia mencubit gemas putingku, memijat dadaku dengan lembut dan membuatku lupa daratan.

Dengan cepat Chanyeol melepaskan pakaianku, membalikan posisiku menghadap cermin di depanku. Tangan besarnya berada di bawah perutku, aku melihatnya menatapku dari cermin, wajah tampannya terlihat kelaparan mengamati tubuhku yang... Aku pikir ini tidak seksi tapi dia menatapku seolah aku adalah Omega terseksi.

"Aku ingin memakanmu," Aku seketika merinding dibuatnya. "Kau sangat seksi." Aku memejamkan mata dan menggigit bibir bawahku ketika tangannya mulai masuk dan mempermainkan kemaluanku.

Dia membelai, meremas, dan memijat penisku membuatku kalang kabut karenanya. "Ja-jangan berhenti mmh..." Pintaku.

"Ngh ahh Chanyeol!" Lenguhku.

Dia memompa penisku dengan tempo cepat, aku kehilangan akalku! "Ahh!" Aku menjerit saat mendapatkan klikmaks-ku.

Chanyeol mengeluarkan tangannya, menunjukan telapak tangannya yang lengket terkotori oleh cairan maniku. Aku memerah hebat saat dia mulai menjilati tangannya, membersihkan maniku hingga benar-benar bersih kesela-sela jarinya.

Sial dia adalah orang teraseksi di dunia ini.

Tok tok tok...

Aku berjengit ketika mendengar ketukan beriringat dari pintu ruang ganti yang kami gunakan.

"Ada seseorang di dalam?"

"Nghmph!"

Aku melenguh keras saat Chanyeol kembali memasukan tangannya dan dengan sengaja meremas penisku dan cepat dia membekap mulutku dengan tangannya yang lain. Kudengar dia terkekeh puas.

"Ya, ada seseorang." Jawabnya kemudian.

"Tuan, beberapa orang akan menggunakan ruangan ini, bisa anda cepat keluar dari sana?"

Dia meraih wajahku, menatapku dengan tatapan menggoda lalu mengecup bibirku. "Kau dengar sayang? Kita harus cepat." Katanya sembari meremas bola kembarku.

"Nghh Chan!" Rengekku.

Chanyeol meletakan jari panjangnya di depan bibirnya yang seksi, mendesis dengan suara seksi agar aku tak mengeluarkan suara keras.

"Sepuluh menit? Bisa menunggu sepuluh menit?" Dia bertanya.

"Hei kau gila? Apa yang kau lakukan di dalam ruang ganti?" Seseorang dengan suara cukup familiar bertanya bersungut-sungut pada Chanyeol.

Aku ingin sentuhan lebih darinya namun aku tak mau kami mendapat masalah. "Chanyeol..." Panggilku sembari menatapnya memintanya menghentikan ini.

"Aku tak bisa menolak wajahmu," Dia tersenyum lembut, mengusap pipiku. "Tapi aku juga tak bisa menolak tubuhmu."

Aku tersentak ketika tiba-tiba dia mendorongku ke tembok, membalikan tubuhku, menurunkan celanaku seluruhnya dan membuatku menungging menumpukan kedua tanganku pada tembok.

Aku mengalihkan jeritanku dengan menggigit tangan Chanyeol yang sengaja menyodorkannya padaku saat dia melesakan kejantanannya pada lubangku. Dia menggeram menikmati remasan lubangku pada kejantanannya.

"Kubilang, apa yang kau lakukan di dalam sana hah?" Orang itu mengulangi pertanyaannya.

"Kubilang, tunggu sepuluh menit, Junmyeon."

.

.

.

Aku sudah tak sekolah, oke aku sudah mengatakannya tapi maksudku karena perut besarku bagaimana bisa aku pergi sekolah? Itu akan sangat menarik perhatian dan aku tak mau, ewh tubuhku tidak bagus untuk dilihat orang-orang di sakolah sekarang ini.

Rumah Chanyeol sangat sepi tak ada siapapun di sini selain pelayan, mereka tak bersuara dan sangat segan jadi aku tak bisa berbicara dengan mereka karena mereka terlalu segan pada orang-orang yang dibawa Chanyeol maupun tuan Park.

Beberapa kali aku mengirim pesan pada teman-temanku mengabaikan fakta bahwa mereka tengah berjuang, aku kebosan kau tahu. Aku duduk di atas tempat tidur besar Chanyeol, bersandar sembari menikmati camilan yang disuguhkan pelayan di rumah ini. Saat bunyi pendek pertanda aku mendapat notifikasi diponselku aku segera membukanya.

From : Chanyeol

Hei apa yang sedang kau lakukan? Aku akan pulang cepat.

Aku tanpa menunggu waktu lama membalas pesan Chanyeol. Aku tahu mereka sedang ujian untuk kelulusan, aku akan segera menyusul mereka setelah bayiku lahir.

To : Chanyeol

Aku dan bayi kebosanan pulanglah cepat :(

Setelah membalas pesannya aku beranjak dari tempat tidur, mengenakan kembali celanaku lalu turun perlahan ke lantai bawah untuk menemui Chanyeol, aku ingin menjadi orang pertama yang menyambutnya setelah lelah berkutat dengan soal-soal.

Tunggu jangan berpikir yang tidak-tidak tentang celana, aku tidak melakukan masturbasi aku hanya merasa tidak nyaman memakai celana selain celana dalamku.

Aku memegangi perut bagian bawahku saat menuruni anak tangga, guncangan yang terjadi karena aku menuruni anak tangga membuatku merasa sedikit kesakitan dan takut sesuatu terjadi pada kandungan besarku.

Aku mendesah lega ketika telah sampai di lantai dasar, sangat menakutkan menuruni tangga dalam kondisi seperti ini.

Aku sedikit tersentak ketika melihat orang lain di rumah Chanyeol, tentu pria itu bukan pelayan mengingat semua pelayan menggunakan seragam. Pria itu cukup tampan, dia tersenyum padaku dengan siratan yang kurasa tak nyaman atau sejenisnya.

"Se-selamat siang." Sapaku lalu menundukan kepalaku.

"Selamat siang." Balasnya.

"Me-menunggu Cha-Chanyeol?" Tanyaku.

Entahlah aku hanya berpikir dia adalah teman Chanyeol karena dia terlihat sangat muda.

"Kau..." Dia menelitiku sejenak. "Ibu Chanyeol?" Tanyanya tidak yakin.

Aku mengerjap, terkejut dengan apa yang baru saja ditanyakannya. Apa aku terlihat setua itu? Itu jahat sekali!

"A-aku bu-"

"Apa yang kau pikirkan xxx? Dia calon anakku."

Aku terkejut melihat kedatangan ayah Chanyeol, aku tidak tahu beliau ada di rumah.

"Kupikir... kau tak mengatakan apapun padaku!" Pria muda itu memasang wajah protes yang manis, bibir merah mudanya mengerucut.

Aku cukup heran kenapa pria muda itu berbicara seolah Tuan Park sebaya dengannya? Aku yakin dia lebih muda dari Tuan Park.

"Cepat antarkan xxx ke kampusnya ayah," Aku terkejut mendengar dan mendapati Chanyeol sudah berada di samping ayahnya. "Dia akan terlambat untuk kelasnya."

"Hah kau bocah, aku akan melakukannya tanpa kau perintahkan." Tuan Park mengusak rambut Chanyeol sebelum pergi dan di susul pria muda itu.

.

.

To be continued...

.

.

Gak usah mau tau ya siapa sih si xxx itu terus Tuan Park alias bapaknya Chanyeol itu siapa :)

Jujur cyin eyke pyusing yang cocok jadi bapaknya Cy itu siapa :') tebak ae dah si xxx itu ada hubungan apa sama bapaknya Cy :v

btw, selamat malam minggu! terbilang cepat gak saya update-nya? hehe sekalian yang mau ngasih saran siapa yang cocok jadi bapak sama si xxx itu, sok boleh nanti saya tampung. siapa tau saya masukin mereka diextra berikutnya? atau extranya udh sampe sini aja? wkwkwk :v

(2)btw, saya up tergantung respon kalian ya, jadi kalo saya lama up ya itu tergantung respon kalian :)