Disclaimer: Amano Akira-sensei ~ Saya pinjem character KHR! Ya! :)
A/N: Psst, ini flashbackan pengkhianatan Hibari terhadap Dino! /diinjek/ Jadi penulisannya pakai italic semua. Omong-omong jangan lupa praktekin apa yang Dino laukin, ya! /APA/dilindes/


Bonus chapter:

Begadang


"Hn, pertanyaan terakhir," kata Alaude. Dino langsung tegang. "Rumus keliling alas kubus."

...astaga pertanyaannya, terdengar begitu mudah di telinga kita, tapi entah kenapa pertanyaan itu terdengar begitu sulit-sesulit-sulitnya di telinga Dino.

Dino berpikir keras. Rasanya ingin dia buka buku paket yang ada di hadapannya saat ini. Tapi ada tangan Alaude di atas buku itu. Gimana mau bukanya hayo? Nyentuh aja borgol udah lansung melingkar di pergelangan tangan.

Alaude masih menunggu. Keponakannya itu mikirnya kadang emang lemot. Tapi entah kenapa kalau ada Romario ikut-ikutan ngajarin dia belajar, dia pasti bisa mikir cepet, mungkin 3.1 Gbps (?) kali kalau diibaratin pakai kecepatan koneksi internet. Kalau kata Fon sih, "Itu karena kalau ada Romario aura membunuhmu jadi samar-samar gitu, Alaude. Jadi Dino nggak tegang, mikirnya juga bisa agak santai." Dan setelah mengatakan hal itu, mulutnya Fon hampir mau diborgol. Untung borgol itu buat tangan, bukan buat mulut, jadi Fon bisa selamat.

"Hmm, e-enam ka-kali sisi ka-kali si...si?"

"Yang jelas."

"Enam kali sisi kali sisi!"

Alaude mengangguk pelan. "Hn, benar. Sekarang kau boleh tidur. Dan aku ingin ketika pulang sekolah, kau menunjukkan nilai ulangan yang selevel sama wajahmu itu (?), paham?" Dino mengangguk. "Kok masih belum tidur?"

"Masih ada Alaude-san."

"Memangnya kenapa kalau ada aku di sini?"

"Nggak kenapa-napa, hehe." Dino memaksakan tawanya. "Kau tau? Sekarang sudah jam setengah sepuluh malam? Kau ingat peraturan di rumah ini, kan?"

"Tentu aku ingat, Alaude-san! Aku sama Kyoya nggak boleh tidur di atas jam sembilan malam, hehe. Tapi Alaude-san, sekarang kan sudah lewat jam sembilan malam? Kenapa Alaude-san nggak memborgo—eh…"

Alaude menyunggingkan senyuman tipis, sangat tipis. "Kalau untuk belajar pengecualin," balasnya, lalu dia berjalan keluar kamar. Ketika di luar kamar, Alaude tidak langsung turun ke bawah, ke ruang keluarga terus langsung jbjb sama Fon. Biasa, nungguin Liga Inggris. Omong-omong Alaude sama Fon suka MU lho! Eh, melenceng dari topik kan. Dia berdiri sebentar di depan pintu, terus ngintip si Dino sama Hibari; ya! DINO SAMA HIBARI ITU TIDUR DI SATU KAMAR YANG SAMA! SATU KAMAR! Tapi beda tempat tidur lah, ih kalian yang fujo/fudan jangan mikir yang aneh-aneh deh!

Setelah sudah yakin kalau dua keponakannya itu sudah tertidur pulas. Alaude turun ke bawah, ke ruang keluarga dan langsung nungguin Liga Inggris bareng Fon.

Dino mengintip keadaan di sekitar kamar dan pintu dari balik selimutnya yang bergambar kuda. "Aman," gumamnya, lalu dia bangun dan berjalan ke rak buku dan mengambil beberapa komik yang dibeliin sama Fon pas mereka—termasuk Hibari dan Alaude— pergi ke toko buku, hebatnya Alaude nggak tau kalau Fon beliin Dino komik~ Abis itu Dino mindahin lampu belajarnya ke tumpukan laci (?) yang ada di samping tempat tidurnya. Setelah itu, dia membaca komik-komik itu dengan syahdu ditemanin cahaya dari sinar lampu belajar, yang beralih fungsi jadi lampu baca komik itu.

Beberapa lama kemudian

Hibari terbangun dari alam mimpi (?), lalu dia lansung turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamar. "Mau kemana, Kyoya?" tanya Dino tanpa menoleh ke si Kyoya. "Toilet," jawab Hibari terus dia langsung ngacir ke toilet yang ada di bawah.

Beberapa menit kemudian

Hibari kembali dari toilet, dan Dino masih syahdu baca komik.

FYI, saking syahdunya baca komik, Dino nggak sadar kalau jarum jam pendek dan jarum jam panjang itu sudah hampir bersatu di angka dua belas.

"Kyoya, kok kamu lama banget ke toiletnya?" tanya Dino. Lampu kamar yang tadinya mati entah kenapa jadi idup. "Lho, Kyoya, kamu kok bisa idupin"—Dino menoleh ke saklar yang ada di dekat pintu kamar—"lampunya...oh Tuhan! Alaude-san ngapaian ke sini...oh ya ampun... ALAUDE-SAN!"

Alaude langsung mengambil borgolnya yang selalu nyangkut di pinggangnya. Walau pun dia sedang menggunakan celana tidurnya (?), borgol kecintaannya itu masih bisa bergelantungan di pinggangnya.

"Hn, hukuman."

Alaude pun memberikan hukuman pada Dino. Hibari kembali ke alam mimpi. Fon mencoba nenangin Alaude, terus nyuruh dia supaya ngasih hukumannya besok pagi aja. Nggak begitu membantu memang, tapi mendingan dihukum pagi-pagi lah daripada tengah malam.

Sejak malam itu, Dino jadi takut begadang. Kalau teman-temannya takut begadang karena takut ngeliat makhluk gaib yang keluar pas tengah malam, kalau Dino mah, takut begadang gara-gara takut ngeliat makhluk nyata yang lebih seram dari makhluk gaib, yang berkeliaran nggak Cuma di tengah malam. Dan gara-gara itu juga, dia jadi parnoan setiap kali Hibari bangun tengah malam buat ke toilet.


A/N: Argh, saya ubah deh saya ubah. Saya bakal nambahin bonus chapter tiap kali saya ada mood aja... Jadi bonus chapternya nggak jadi di post tiap 5 chapter sekali, setuju nggak? :)