Tujuh belas tahun kemudian...

Jihoon menatap bayangannya di cermin. Tubuhnya sudah terpasang dengan cantik gaun pengantinnya. Belum lagi hiasan berupa mahkota kecil dikepalanya. Lalu pandangannya tertuju pada liontin yang dipakainya. Ia meletakkan buket bunga yang ia pegang ke meja rias dan menyentuh liontin tersebut kemudian membukanya.

"Anak eomma sedang apa?"

"Melihat foto appa."

Jimin jadi ikut melihat objek pandangan jihoon dan memegang liontin tersebut. Tiba-tiba tangannya terkena airmata jihoon.

"Kenapa menangis sayang?" Jimin langsung mengambil tisu dan menghapus airmata jihoon.

"Aku ingin appa yang menemaniku sampai altar." Jihoon terisak pelan dipelukan jimin.

"Keponakkan cantikku kenapa menangis eoh?" Namjoon yang baru datang bersama seokjin langsung menghampiri jihoon yang sudah melepas pelukkan.

"Appa..."

"Samcheon juga appamu sayang. Ayo! Samcheon akan membawamu sampai ke altar."

Jimin mengecup dahi jihoon sebelum menutup tudungnya. Lalu ia membawa jihoon ke dalam pelukannya.

"Putri kecilku."

Jihoon mendengar isakan ibunya membuatnya menangis lagi.

"Eomma."

"Sudah. Jangan menangis lagi." Jimin melepas pelukan dan menghapus airmata jihoon dengan tisu agar tidak merusak make up.

.

Malam sudah tiba pertanda resepsi akan dimulai sebentar lagi. Jimin sudah mengganti gaunnya menjadi sedikit lebih santai. Di kamarnya, Jimin sedang memandangi foto dirinya dan yoongi saat masih sma. Bahkan jimin langsung meninggalkan tempat setelah upacara selesai.

"Astaga! Kenapa sekarang malah dirimu yang seperti ini? Jihoon dan soonyoung sudah berbahagia. Apalagi yang kau fikirkan?" Seokjin baru saja datang dan langsung duduk di samping jimin.

Jimin menghapus airmatanya dan langsung tersenyum.

"Aku hanya kesal eonni. Saat upacara pemberkatan tidak ada. Sekarang sudah mau pesta, dia juga tetap tidak ada."

"Jangan berfikiran seperti itu. Eonni yakin kalau dia sebenarnya sangat ingin datang kesini."

Jimin memeluk kakaknya dan menangis disana.

.

Semua para tamu undangan begitu menikmati musik klasik yang diputar. Beberapa pasangan mulai menari. Terutama pasangan yang baru saja meresmikan hubungan mereka. Sementara jimin, hanya duduk sambil tersenyum pahit melihat pemandangan dihadapannya.

"Jiminnie?" Namjoon mengulurkan tangannya dan jimin menyambutnya. Namjoon memegang pinggan jimin sementara jimin memegang kedua bahu tegap namjoon.

"Dimana jin eonni?"

"Dia mengundangan teman lamanya dan baru saja sampai. Tapi dia segan untuk masuk karena datang sendiri."

Jimin mengangguk sesaat dan mereka mulai berdansa lagi.

"Itu dia."

Jimin menoleh ke belakang. Seokjin dan temannya berjalan mendekati mereka.

"Selamat malam."

"SELAMAT MALAM APANYA? KAU KEMANA SAJA HAH?" Jimin langsung memukul yoongi dengan brutal melampiaskan kekesalannya. "ANAKMU MENANGIS KARENA KAU TIDAK BISA MEMBAWANYA KE ALTAR!"

"Cukup! Cukup!" Yoongi tertawa dan menahan kedua tangan mungil jimin didadanya. Jimin tampak terengah-engah. "Salahmu sendiri yang malah pergi setelah upacara pernikahan."

"Eoh? Kau melihatku pulang?"

"Iya. Bahkan aku berfoto berdua dengan jihoonie."

"Astaga!" Jimin bergumam pelan dan menunduk. Ia kembali menegakkan kepalanya dan menggerakkan tangannya untuk mengusap pipi yoongi.

"Aduh!"

"Rasakan! Siapa suruh kau tidak mengatakan kepadaku!"

Yoongi mengusap pipinya yang baru saja dicubit oleh jimin dan pelakunya langsung pergi begitu saja.

"Jiminnie, kau tidak mau berdansa denganku? Ayolah! Kau sudah tidak muda lagi untuk merajuk seperti itu."

"Appa, berdansa denganku saja." Jihoon yang sedari tadi tertawa dengan suaminya, mencoba membuat jimin cemburu.

"Pergi saja dengan ayahmu yang menyebalkan itu!" Jimin membalikkan badannya menghadap jihoon yang tangannya sudah digenggam oleh yoongi.

"Kalian sama saja!"

"Eomma denganku saja."

"Hei! Jangan sentuh ibu mertuamu! Dia hanya milikku!"

Yoongi begitu cemburu dan langsung merebut jimin. Mereka pun kembali pada pasangan mereka masing-masing. Selama berdansa, jimin menatap yoongi dengan marah sementara hanya ditanggapi senyuman santai dari suaminya.

"Jangan bertingkah imut lagi. Kau akan menjadi seorang nenek."

"Biarkan saja! Aku tidak perduli! Aku membencimu."

"Aku juga mencintaimu."

Jimin memalingkan wajahnya yang mulai memerah.

"Kau seperti anak sma yang sedang kasmaran saja."

"Aku mencintaimu oppa." Jimin memeluk yoongi dan menyandarkan kepala didadanya yoongi.

.

"Operasinya berhasil."

Jimin begitu bahagia hingga tubuhnya lemas dan ia langsung memeluk kakaknya. Setelah tiga jam menunggu akhirnya yoongi bisa melewati itu semua.

"Eomma, appa akan bermain dengan jihoonie kan?"

"Iya sayang." Jimin memeluk jihoon setelah melepas pelukan sebelumnya.

.

Setelah enam tahun menjalani masa pemulihan, yoongi benar-benar sembuh dan bahkan kini ia dan jimin tengah membicarakan sesuatu yang serius hingga jimin benar-benar kesal dibuatnya. Pernikahan baru saja dilaksanakan dan yoongi malah mengatakan akan melanjutkan bisnis ayahnya di Jepang. Jimin berbaring membelakangi yoongi.

"Kau bisa ikut kalau kau mau. Ayolah! Jangan seperti ini."

"Bagaimana dengan sekolahnya? Kau harus ingat kau sudah punya anak."

"Aku pasti rutin pulang sebulan sekali."

"Terserah!" Jimin memejamkan matanya dan yoongi hanya menghela nafas.

.

Benar-benar bencana. Gara-gara ada penundaan penerbangan, yoongi yang harusnya sampai sehari sebelum acara penting yang hanya terjadi sekali seumur hidupnya. Kini ia harus menghadapi kemacetan dan sampai di tempat setelah acara selesai. Saat sudah keluar dari mobil, ia tersenyum melihat sosok yang tampak kesal keluar dari tempat.

"Maaf. Aku juga tidak ingin terlambat sayang." Yoongi memasang raut wajah sendu dan kemudian turun untuk menemui anaknya.

"Appa!"

"Yakk! Kau darimana saja eoh? Kau tidak tau jimin pulang karena kesal denganmu?" Tentu saja yang mengomel seokjin.

"Maafkan aku. Salahkan bandara yang menunda penerbangannya." Ujar Yoongi sambil mengusap punggung jihoon yang berada dipelukannya. Lalu ia menepuk punggung soonyoung.

"Temui dia sekarang juga."

"Tidak perlu. Aku akan memberikan kejutan untuknya nanti malam."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya selesai juga ff ini.

Terima kasih buat yang FOLLOW, FAVORITE, and REVIEW. Author jadi semangat menyelesaikan cerita ini karena respon kalian semua. Maaf kalau endingnya tidak sesuai dengan ekspetasi kalian. Sekali terima kasih buat kalian semua.

Sampai jumpa di cerita selanjutnya. ~~~~~~~~~

Follow

AzaleARMY957 | CellineD18 | ChiminsCake | Jeon Wonnie | Jungeunyoon | Kookienoona | Yoonmin95 | alwaysblack.67 | annisadamayanti54 | avis alfi | faneeeyyy | invhayrani | jiminiecute | jungie nuna| kiakia97 | knj12 | kopihitam | lunch27 | mochimol | noona93 | peachimine | rei kumiko | shienya | sugarmin | tobikkoARMY | yehetohorat794 | zielavienaz96 | zizi'd exo

Favorite

AzaleARMY957 | CellineD18 | ChiminsCake | Jeon Wonnie | Jungeunyoon | Kookienoona | Yoonmin95 | alwaysblack.67 | annisadamayanti54 | avis alfi | faneeeyyy | invhayrani | jiminiecute | jungie nuna | kiakia97 | knj12 | kopihitam | lunch27 | mochimol | noona93 | peachimine | rei kumiko | shienya | sugarmin | tobikkoARMY | yehetohorat794 | zielavienaz96 | zizi'd exo