. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
Satu minggu setelah insiden
Sudah satu minggu setelah insiden penyerang di Konoha oleh teroris. Dan aktifitas di sekolah kembali seperti biasanya walaupun banyak yang tidak bisa melupakan kejadian itu, terutama murid-murid yang terlibat. Tapi untuk pemeran utama kita dia tidak terlalu memikirkan hal yang sudah lewat, karena jalannya sebagai penyihir pasti akan menuntunnya ke kisah-kisah yang tidak bisa ia simpulkan begitu saja.
Sinopsis :
Nama Sihir di jepang sudah dikenal pada awal zaman Edo, sihir terus berkembang banyak menimbulkan efek positif dan efek negatif. Salah satu efek negatifnya adalah hancurnya sistem Kekaisaran hingga sepuluh tahun yang dikenal sebagai sepuluh tahun yang kosong atau tahun kekosongan. Tapi tak mau terus terpuruk para penyihir yang masih bertahan mengibarkan bendera putih dan saling bertukar pikiran. Hingga terbentuklah sistem pemerintahan baru di jepang yang dikenal sebagai Ten Pillar. Uzumaki Naruto seorang penyihir muda nan misterius mengikuti jalan penyihirnya yang akan menuntunnya pada sejarah yang belum ia ketahui.
.
.
.
.
.
. Disclaimer : Naruto, Masashi Kishimoto
Highschool Dxd, Ichiei Ishibumi
Dan bukan milik saya.
Rated : T-M
Genre : Action, Adventure, Comedy(Soon), Ecchi(Soon), Magic, Shonen
.
.
.
Arc 2 : Tottori Arc
Chapter 9 : Orang Aneh itu adalah Rivalku dan persiapan Misi pertama
.
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
Jam Sepulang Sekolah, Sore Hari
Di Gedung Tua, Klub Penelitian Hal Gaib
Hari ini Naruto merasakan hal yang baru ia lakukan pertama kalinya. Di ruangan yang bertema gaya eropa abad pertengahan kini dihiasi sedekimian rupa lebih berwarna di meja tamu banyak sekali makanan dan minuman beraneka ragam sampai berkumpulnya banyak orang yang terciptanya suasana ramai, itu adalah sejenis pesta dari ciri-ciri yang pernah Naruto baca di salah satu buku hadiah ulang tahun dari ibunya.
"perhatiannya semuanya... !", ucap Rugal dengan keras agar suaranya terdengar oleh semua orang disana
"yosh tanpa basa-basi lagi untuk dilantiknya Naruto sebagai pemegang kursi Elite, kursi kesepuluh, bersulang", ucap Rugal lagi sambil mengangkat gelas minumnya diikuti semua orang lalu meminumnya
Naruto yang hanya celingak-celinguk lalu mengikuti gerakan yang dilakukan semua orang disana. Di ruangan penelitian hal gaib ada sekitar enam belas orang disana, yaitu delapan orang dari Klub Sasta minus satu yaitu Saji jadi hanya tujuh, enam orang dari Klub penelitian hal gaib, dua orang dari komite kedisiplinan, dan satu orang yang hanya menyadang status siswa saja.
Naruto yang tak tau harus ngapain hanya duduk disofa sambil minum jus anggunya sampai ia dipanggil oleh Rias
"Naruto !", panggil Rias yang ikut duduk disamping kanan Naruto diikuti Akeno yang juga duduk di samping kiri Naruto
"E-e-eto ! Senpai ?",
"Naruto-kun kenapa wajahmu seperti itu ?", tanya Akeno mengelus pipi kiri Naruto
"Akeno benar, pesta ini untukmu kenapa kau jadi jadi murung seperti itu...em ! jangan salah paham dulu bukannya aku khawatir atau apa padamu, hemm", Rias ikut bertanya sambil membuang mukannya
Naruto hanya diam tertunduk memegangi gelas berisi jus jeruknya, lalu menggenggam tangan Akeno yang masih mengelus pipinya sontak membuatnya terkejut, menuntun tangannya yang menggenggam tangan Akeno ke pahanya. Akeno hanya diam menuruti Naruto.
"sebenarnya...ini pertama kalinya aku merayakan pesta semeriah ini...", ucapan Naruto membuat semuanya disana terkejut tidak percaya
"hehehehehehe, aneh bukan tapi aku tidak bohong, aku belum pernah merayakan pesta dengan orang sebanyak ini",ucap Naruto lagi dengan tawa hambar membuat semuanya yang tadi terkejut kini hanya diam dengan wajah yang murung
"kalo ulang tahun ?", tanya Akeno dengan nada pelan
"ulang tahun ?, pernah satu kali saat aku berusia lima tahun hanya bertiga, aku, ayah, dan ibu, setelah itu karena pekerjaan ayah dan ibu hanya mengirimiku hadiah", jawab Naruto terlihat lesu
Suasana disana nampak sepi tak ada suara sama sekali, semuanya hanya diam tertunduk merasa tak enak terhadap Naruto.
"i-itu dulu kan beda dengan yang sekarang!...", ucapan Rugal membuat semuanya menatapnya bahkan Naruto ikut menatap Rugal, "sekarang kau punya kami kita bisa mengadakan pesta semaunya, iyakan aibo ?", ucap Rugal lagi tersenyum kepada Naruto
Naruto yang mendengar kata-kata Rugal entah kenapa didada terasa sakit, Naruto tak tau apa yang terjadi tanpa sadar air matanya menetes perlahan dari kedua mata biru indahnya.
"Naruto ?, kenapa kau menangis ?", tanya Rugal panik
"Naruto-Kun ?"
"Na-Naruto ?"
"eh ?, kenapa... aku menangis...kenapa ?", ucap Naruto sambil menyeka air matanya namun terus saja keluar membuat semuanya nampak khawatir termasuk Rugal yang sudah panik histeris
"air mata ?...jika ku ingat-ingat lagi kapan terakhir kali aku menangis ", batin Naruto mencoba mengingat sesuatu namun saat mencoba mengingatnya, ingatannya terlihat samar-samar kemudian menghilang, terkejut membangunkan Naruto dari pikirannya sendiri dilihatnya samping kirinya Akeno terlihat wajahnya nampak khawatir kedua tangannya menggenggam erat tangan Naruto yang tadi menggenggam tangannya.
"kau tidak sendirian Naruto-Kun", ucap Akeno tersenyum membuat Naruto tertunduk masih menangis
"terima kasih", balas singkat Naruto
.
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
KEESOKAN HARINYA
.
.
Gedung kelas Utama, semua murid kini sedang menunggu jam pelajaran pertama dengan jumlah murid yang sangat banyak, banyak juga kegiatan disana sambil menunggu guru datang ada yang ngobrol, bermain kartu yuugi, main panco,main game diponsel, baca buku, melamun, dan tiduran.
Naruto salah satunya kini sedang asik dengan membaca sebuah buku bercover orang dengan rambut runcing keatas warna kuning sedang saling berhadapan dengan alien yang tubuhnya berwarna merah muda diatasnya ada tulisan besar bertulisan Dragon Ball Volume empat puluh.
Disampingnya seorang siswa dengan posisi tidur ala anak sekolahan di kelas, perawakannya mirip dengan pemuda yang bersama ketika insiden di belakang gedung kelas utama, pemudaa yang pernah Naruto panggil dengan nama Shika.
Shikamaru perlahan bangun dari tidurnya wajahnya masih kelihatan mengantuk terlihat dari kantung matanya lalu melirik Naruto sebentar kemudian menguap.
"Oamm, berhatilah-hatilah nanti ketahuan"
Serasa disinggung Naruto melirik kesebelahnya dilihatnya pemuda bernama Shikamaru sudah bangun kemudian melanjutkan tidurnya lagi
"tenang saja, karena jam pertama pelajaran Kakashi-Sensei aku sudah hapal dengan waktu datangnya...pasti telat", balas Naruto kembali membaca bukuny atau Manganya
"tidak berubah dari dulu...sepertinya belakangan ini kau sibuk sekali ?", balas shika dengan posisi tiduran ala anak sekolahan di kelas
"kau benar, Klub Sastra, Klub penelitian hal gaib sampai komite kedisiplinan meminta bantuanku", Naruto masih membaca manganya
"merepotkan, oooaaammmmm"
Dengan cepat Naruto menutup manganya dan menyebunyikannya di tasnya
"datang", ucap Naruto bersamaan dengan masuknya guru bermasker dengan santainya sambil membaca sebuah buku yang membuat semuanya murid dengan rapinya duduk di kursi masing-masing dengan wajah yang sulit diartikan ketika setiap kali melihat gurunya yang satu ini.
"selamat pagi semuanya, maaf aku telat", ucap Kakashi menaruh bukunya diatas meja
Bukannya selalu telat !
Dia tidak sadar diri !
Buku apa yang sebenarnya yang dia baca ?
Beberapa murid berucap dalam hati setiap pelajaran guru nyentrik yang satu ini.
"sebenarnya aku punya kejutan untuk kalian ", ucapan Kakashi membuat hampir semua jiwa disana tertarik
"hari ini akan ada murid baru, sebenarnya bukan murid juga karena beberapa urusan dia baru bisa masuk hari ini",
Heh ? murid baru ?
Laki-laki ?, perempuan ?
"dan juga dia satu-satunya murid yang masuk dengan jalur rekomendasi!"
Mendengar kata rekomendasi membuat semua jiwa disana tak ayal terkejut dan shock bahkan Naruto sepertinya tertarik dengan kata rekomendasi yang dengan santai keluar dari mulut seorang Kakashi.
"rekomendasi !", ucap Shika yang bangun ketika mendengar kata rekomendasi
"rekomendasi, jalur penerimaan yang tak perlu melakukan tes masuk dan juga walaupun tak punya peringkat, dia dianggap siswa tingkat satu atau Numbers", balas Naruto yang tertarik dengan siapa murid yang dapat masuk lewat jalur rekomendasi
"ooooammmm, jika dijelaskan siswa rekomendasi dalam urutan Numbers adalah angka Nol yang artinya statusnya setingkat dengan peringkat satu tapi dia tak punya hak yang dimiliki peringkat satu ooammm", balas Shika sudah bangun juga penasaran walapun terlihat wajahnya mengantuk
"masuklah...", panggil Kakashi yang membuat semua jiwa disana menatap tajam pintu masuk dengan pandangan penasaran.
Terdengar suara langkah kaki yang menjadi pusat perhatian lebih dari seratus jiwa disana. Perlahan masuklah seseorang yang dapat dilihat dari pakaian yang ia pakai dan cara berjalannya dia adalah laki-laki. Baru beberapa langkah perawakan laki-laki itu sudah nampak terlihat yang membuat sensor para murid perempuan menyala terang, mata berubah menjadi hati, rona wajah yang berlebihan, ngiler ngos-ngosan penuh nafsu, ada juga yang sampai mimisan bak air terjun.
Kyaaaaaaaa keren sekaliiii !
Tam-tampannnnn !
Kyaaaaaa ! kyaaaaa ! kyaaa !
Sedangkan para murid laki-laki hanya bengong terdiam ada yang menutup telinganya, tapi tidak bagi Shikamaru dan Naruto. Shikamaru menatap sang laki-laki lewat mata mengantuknya dengan intens, sedangkan Naruto malah nampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"woy!, ke-kenapa dia ada di-sini ?", ucap Naruto tak percaya dengan apa yang dilihatnya
"maaf Naruto aku tak punya jawaban atas pertanyaanmu ooaaammm"
Sang laki-laki tadi terus berjalan tak peduli dengan suara-suara melengking yang sangat nyaring. Dia berhenti didepan papan tulis yang mirip dengan layar monitor dua raus inchi. (banyangkan saja Hehehehehe).
Lalu sang laki-laki menyentuh bagian ujung bawah layar yang langsung memunculkan sebuah nama dalam huruf kanji.
"perkenalkan namaku Uchiha Sasuke, karena ada beberapa urusan aku baru bisa hadir hari ini, mohon bimbingannya", ucap sang laki-laki dengan tegasnya diakhiri berojigi
Kyaaaaa Sasuke-Kun...
Sasuke-Kuuuuuuuuuuuuuuuuuuun...
Diakhir berojigi Sasuke balik menatap semua siswa disana dengan intens bergantian. Dapat dengan jelas dilihatnya saat dia menatap siswi, sang siswi nampak gugup, salah tingkah, mimisan. Dan saat menatap siswa nampak terlihat wajah tidak suka...
"mau bagaimana lagi aku sudah lahir begini, Uchiha Sasuke kau benar-benar orang yang berdosa", ucap Sasuke dalam hati memuji dirinya sendiri.
Masih menatap secara bergantian, kemudian tatapannya terhenti pada satu murid yang ditatapnya lama agar tak salah orang, lalu tersenyum membuat para murid perempuan mimisan massal.
"ke-ketemu !", ucap Sasuke pelan lalu tanpa aba-aba langsung melompat kearah murid yang tadi ditatapnya lama. Mengepalkan tangannya siap memukul.
"KETEMU KAU DOBE!", teriak Sasuke memukul Naruto, tapi dapat ditahan Naruto dengan menangkap kepalan tangannya,
"TE-TEME apa yang kau lakukan!", balas Naruto tak percaya dengan apa yang dilakukan Sasuke yang tiba-tiba menyerangnya
Pemandangan itu pun ayal membuat seluruh murid disana shock dengan kecepatan Sasuke yang dengan cepat sudah berada didepan Naruto dalam hitungan beberapa detik, lain lagi dengan Kakashi yang malah membuang napas
"hah !(membuang napas) sudah kuduga pasti akan begini jadinya", Kakashi berucap dalam hati sambil berjalan ketempat duduk guru
"Te-teme ini ruang kelas kau tau, apa kau sudah gila ?", tanya Naruto masih memegangi kepalan tangan Sasuke yang berada didepannya
"aku tau, aku hanya ingin mengetesmu saja Dobe Rivalku", balas Sasuke menguatkan kepalannya membuat pukulannya yang ditahan Naruto perlahan maju namun Naruto yang menyadarinya juga menguatkan pertahanannya memundurkan pukulan Sasuke.
"oooammmmmm, kalian berdua memang merepotkan", ucap Shikamaru yang kembali keposisi tidurmya karena tau ucapannya akan diabaikan dua orang di sampingnya.
"hentikan kalian berduan kelas akan dimulai !", ucap santai Kakashi yang masih dapat didengar semua murid disana
Di tempat duduk Ino hanya menatap interaksi Naruto dan Sasuke dengan tersenyum hambar, Sakura yang berada disebelahnya juga menatap Naruto dan Sasuke dengan pandangan berbeda
"Sa-Sasuke-Kun kerennnnnn !", ucap Sakura pelan dengan wajah merona.
.
.
Skip Time
.
.
Waktunya istirahat makan siang yang seharusnya para murid berbondong-bondong menuju kantin tapi tidak untuk kelas satu kali ini kebanyakan mereka lebih memilih berdiam dikelas untuk suatu alasan. Alasannya adalah Sasuke, sedari tadi mereka terus menatap Sasuke dengan berbagai pandangan, dari Sasuke nya sendiri dia nampak sedang menunggu sesuatu, Shikamaru yang berada disebelahnya kemudian bangun yang membuat Sasuke menatap Shikamaru.
"kau sama sekali tidak berubah, tukang tidur", ucap Sasuke dengan nada bicara yang dibuat elegan yang malah membuat fangirls Sasuke yang terbentuk secara mendadak dan cepat makin histeris meneriaki namanya penuh nafsu
"ooooaammmmm, sama sepertimu, tuan tebar pesona"
"hn...kau bisa mendengarnya kan suara indah-indah itu Shika", balas Sasuke mulai narsis
"la-lama tak berteme Sasuke-Kun", ucap Ino yang menghampiri Sasuke dengan terseyum masam
"hn...Ino ya, yah sudah lama tidak bertemu bagaimana kabarmu ?", balas Sasuke dengan nada bicara dibikin lembut bak pangeran negeri dongeng yang membuat para fangirls nya makin histeria
"em, kabarku baik", balas Ino masih tersenyum masam
"jadi, kenapa kau bisa ada disini dan juga aku baru tau kau adalah murid rekomendasi, sejujurnya aku penasaran dengan itu tak taunya itu kau Teme...", ucap Naruto yang mendadak sudah ada disamping Ino lalu mengelus kepala Ino
"Na-Naru-Kun hehehehehe", balas ino keenakan saat dielus Naruto
"tentu saja aku mau bikin kejutan untukmu, wahai Rivalku", balas Sasuke mengibaskan rambut panjang bagian sampingnya menimbulkan efek kingclong yang sekali lagi membuat fangirls Sasuke menjerit histeris separu dari mereka bahkan sudah tumbang bersimbah darah mimisan mereka sendiri.
"Hn, dasar memang berdosanya aku ini !", ucap Sasuke lagi ala drama panggung. Naruto hanya swetdrop mendengarnya sambil menutupi kedua telinga Ino yang terlihat kebingungan kenapa telinganya ditutupi.
.
.
Skip Time
.
.
Sepulang sekolah
.
Setelah jam sekolah berakhir Naruto pergi ke kantor kepala sekolah untuk mendiskusikan masalah permintaan yang lalu.
"bagaimana, mau pergi sendiri atau bentuk sebuah tim ?", tanya KepSek aka ayah Naruto
"maunya sih pergi sendiri tapi mungkin aku butuh satu orang lagi, apa ayah ada rekomendasi ?", tanya balik Naruto yang sedang asik duduk disofa mewah disana sambil membaca manganya yang tidak sempat ia baca dikelas tadi
"rekomendasi ya ?, bagaimana dengan murid rekomendasi ?",
"he ? hah, ayah saat kubilang rekomendasi bukan berarti harus murid rekomendasi, cih apalagi murid rekomendasinya dia", balas Naruto menutup manganya dengan wajah terlihat tidak suka
"Hn...apa ada yang bilang butuh murid rekomendasi?", ucap Sasuke yang sedang bersandar di dinding sebelag pintu masuk dengan bergaya keren
"woy jangan masuk sembarangan ketok dulu napa", balas Naruto menaruh manganya di meja didepannya
"Hn..maaf aku lupa kalau begitu...", Sasuke berjalan keluar menutup pintu lalu mengetok pintu kemudian masuk kembali bersandar dengan kerennya, lalu kembali mengucapkan, " Hn...apa ada yang bilang butuh murid rekomendasi ?", membuat Naruto dan KepSek aka ayah Naruto swetdrop.
"AYAH, APA BENAR ORANG ANEH INI MURID REKOMENDASI !", teriak Naruto meminta kejelasan setelah melihat kelakuan Sasuke kepada ayahnya yang juga nampak berwajah aneh
"hahahahahaha ( tertawa hambar), sayangnya iya Naruto", balas KepSek aka ayah Naruto hanya bisa pasrah dengan jawabannya sendiri
"tenang saja Naruto, aku Uchiha Sasuke si murid rekomendasi akan jadi patnermu", ucap Sasuke yang sudah duduk berhadapa dengan Naruto dengan nada elegannya sambil terseyum.
"hah (membuang napas), baiklah", balas Naruto kembali mengambil manganya melanjutkan membacanya
"omong-omong Sasuke, apa barangmu sudah datang semua ?", tanya KepSek aka ayah Naruto pada Sasuke yang masih duduk dengan gaya keren masa kini
"menurut jadwal seharusnya sudah datang semua sore ini paman Minato",
"begitu !, bagaimana apa kau suka tempatnya ?"
"Hn, tenang saja aku suka"
"bukannya mansion itu terlalu besar untukmu yang tinggal sendirian Teme!", Naruto kini yang bertanya walaupun masih fokus membaca manganya
"dengar Naruto Rivalku, untuk orang yang berdosa sepertiku mansion sebesar itu sangat layak, lagipula para pekerja disana akan tinggal disana, jadi aku tak akan sendirian", balas Sasuke dengan bicara ala drama panggung diakhiri dengan kedipan mata yang sebenarnya tidak dapat Naruto lihat.
"ya ya ya, baiklah...hump apa ini Goten dan Trunk bergabung jadi kakek kakek hahahahahahaha"
.
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
Malam harinya
Naruto kini berada tengah berada di sebuah Mall yang tidak jauh dari wilayah Konoha Internasional Magic School. Kenapa Konoha dengan sistem sekolah asrama membiarkan Naruto berada disana, itu karena jika seorang murid menerima sebuah permintaan atau Quest, dengan menyerahkan atau memperlihatkan tanda persetujuan dari KepSek kepada pihak keamanan yang berjaga disetiap sudut Konoha, mereka mendapatkan ijin keluar dari Konoha untuk membeli keperluan seputar Quest mereka. Itulah kenapa sekarang Naruto berada disana.
Nampak Naruto sedang mencari keperluannya mirip ketika sedang berbelanja pada umumnya. Ketika sedang berada di bagian makanan perhatian sempat tertuju pada sebuah produk ramen instan yang sedang diskon namun teralihkan ketika melihat seorang perempuan yang perawakannya mirip sekali dengan Ino, bedanya bagiam rambut pirangya dibiarkan tergerai beda dengan ini yang diikiat buntut kuda sedang kesusahan mengambil produk makanan yang diletakkan tinggi. Setelah memikirkan dengan otak jeniusnya Naruto memustuskan mendekati perempuan itu setelah mengambil dua lusin ramen instan yang sedang diskon tadi.
"aneh, biasanya Ino selalu memberitahu saat mendapat Quest?", batin Naruto memikirkan kebiasaan Ino yang selalu memberitahunya jika melakukan sesuatu
Naruto berhenti tepat disamping perempuan mirip Ino masih berusaha mengambil produk makanan yang letaknya lebih tinggi darinya. Naruto kembali berpikir sejenak dengan otak jeniusnya
"jika saja perempuan ini bukan Ino, bisa bikin malu kalau salah orang...parah banget (Saiyakuda)...", Naruto terus berpikir kemudian nampak tersenyum
"dapat, memang aku yang terhebat ( Saikou da Ore)"
Kemudian Naruto mengambil produk makanan yang sama dengan yang diinginkan oleh perempuan mirip Ino itu yang sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Naruto. Lalu Naruto sedikit mencolek bahunya yang langsung mendapat perhatiannya
"ini barang yang ingin kau ambil kan ?", ucap Naruto menyodorkan sebuah kaleng bertulisan GreatMeat.
"ehhhhhh !, ternyata bukan Ino, untung saja modusku berhasil", ucap Naruto dalam hati ketika melihat ternyata perempuan itu bukan Ino
Tapi perempuan itu tak kunjung mengambil daging kaleng tersebut, malah kelihatan wajah perempuan itu terlihat sedang memikirkan sesuatu
"It's the Stuff You Want to Grab Right ? ( ini barang yang ingin kau ambil kan ?) ", ucap Naruto lagi dalam bahasa inggris ketika melihat sang perempuan memikirkan sesuatu. Lalu nampak respon sang perempuan berubah menatap Naruto dan mengambil daging kaleng tersebut dari Naruto
"Thank's, Sorry I don't Understand Japanese Language", balas sang gadis tersebut tersenyum
"It's okay, but lately a lot tourists are coming", balas Naruto dengan bahasa inggris yang lancar
"you're right, japanese is the right place for travel, by the way may i know your name ?"
"of course, my name is Naruto Uzumaki, you can call me Naruto"
"let me introduce myseft Naruto, my name is Lucy Hertifiilia nice to meet you", balas perempuan itu yang bernama Lucy dengan tersenyum.
.
.
.
.
TBC...
.
.
.
.
Arc 2 : Tottori Arc
Chapter 10 : Quest pertama di SMA dimulai, Let's Go...Go...Doki..Doki...Ghostto
.
.
