Kyungsoo rasanya ingin menyiram gadis panda didepannya. Tetapi Kyungsoo urung dan memilih tersenyum palsu. Luhan dan Baekhyun kaget dengan jawaban Tao. "Tapi, bagaimanapun juga, tidur bersama tidak bisa menjamin kehidupanmu selanjutnya dengan tunanganmu itu." Sela Kyungsoo menatap Tao tajam. "Kau seharusnya memikirkan apa tunanganmu akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa denganmu." Kyungsoo tersenyum, berganti Tao yang menatap Kyungsoo tajam, Luhan dan Baekhyun mengangguk-angguk setuju. "kau benar Kyung." Baekhyun tersenyum menanggapi temannya. Sedangkan Luhan hanya diam, karena merasa ada yang janggal antara Kyungsoo dan sepupunya.
"Ah! Bagaimana jika besok kita double date? Besok malam kita ke Hongdae?" Baekhyun menjentikkan jarinya dan memandang bergantian tiga wanita disekitarnya. "double date?" Luhan bertanya kepada Baekhyun bingung, "Double date, Tripple date, itulah! Intinya kita harus membawa pasangan kita masing-masing!" Baekhyun terkikik karena rencananya. Dan memohon Luhan, Kyungsoo dan Tao untuk menyanggupi permintaan Baekhyun. "Tapikan aku tidak mempunyai pacar?" Luhan cemberut karena diantara mereka dirinyalah yang tidak memiliki teman laki-laki. "Kau ajak saja Sehun!" Baekhyun dan Kyungsoo tertawa bersamaan. Sehun adalah mantan Luhan yang sebenarnya Luhan tidak ingin memutuskan hubungan mereka. "Aish kalian ini!" Baekhyun dan Kyungsoo mengeraskan suara tawa mereka. "Lagipula Aku juga ingin melihat calon tunangan Tao." Kyungsoo tertawa ramah menyembunyikan seringaiannya. Luhan menyikut lengan Tao yang melamun dari tadi. Yang sebenarnya Tao bukan melamun, bahkan dia mendengarkan semuanya. "Ah.. Tentu saja. Jika calon tunanganku tidak sibuk." Tao tersenyum gugup didepan Kyungsoo yang menambah seringaiannya.
.
.
.
Kyungsoo sudah berada dirumahnya. Malam ini jam 8 malam Kyungsoo meminta Kris untuk membeli jeruk mandarin kesukaannya. Kyungsoo hanya menggunakan Sexy Sleepwear coklat favoritnya. Dirinya tengah duduk di sofa ruang tengah apartemen itu. Kyungsoo sedang menatap layar ponselnya. Mata bulatnya meniti setiap berita tentang Wu corp yang dicarinya. "Ah ini!" pekik Kyungsoo, jarinya menyentuh sebuah link berjudul 'hubungan antara Keluarga Huang dan Keluarga Wu'. "Dari awal wanita itu memang mencurigakan! Benar dugaanku dia calon tunangan Kris dulu. Ishh menyebalkan" Kyungsoo mengerucutkan bibirnya membaca berita yang dipost lima bulan lalu. Dibawah halaman terdapat berita yang membuat Kyungsoo tersenyum lebar. 'Huang corp memutuskan kerja samanya dengan Wu corp'. Jika terjadi pembatalan kontrak kerja pasti terjadi sesuatu pikir Kyungsoo, katakanlah Kyungsoo kudet dengan berita seperti ini, Kyungsoo lebih banyak membaca berita tentang fashion dunia daripada berita seperti ini. Lagipula hal semacam ini bukanlah berita yang menghebohkan seperti pejabat negara yang korupsi.
Cklek
Pintu apartemen mewah itu terbuka menampilkan sosok Kris yang membawa dua plastik ditangannya. Kyungsoo kaget langsung menutup berita yang dibacanya dan beralih ke aplikasi instagramnya. Takut jikalau Kris tau apa yang baru ia baca. Kris membawa plastik itu ke depan Kyungsoo. Dan ikut duduk disamping kekasihnya. "Kenapa kau suka sekali memakai lingerie heum? Kau tau kau sangat menggoda?" Kris mendekatkan mulutnya ke telinga Kyungsoo. Membisikkan suara rendahnya. "Ya! Jangan menggodaku! No sex for 2 years! Ingat itu kris!" Kyungsoo menunjuk hidung Kris, Kyungsoo sudah menghafal betul kebiasaan Kris jika sudah berbisik ditelinganya. "WHAT!" Kris kaget, tidak bercinta selama dua tahun? Seseorang tolong pukul kepala Kris dengan teflon panas! "bagaimana bisa sayang? Aku bisa menahannya jika satu dua bulan. Tapi dua tahun?" Kris memandang Kyungsoo yang mulai memakan jeruk jeruk dihadapannya. "aku ingin fokus dengan kehamilanku dan kelahiranku. Dan aku tidak mau anakku menjadi pervert sepertimu." kata Kyungsoo, menghubungkan sex saat hamil dapat membuat anak mereka menjadi mesum. Kris yang mengerti Kyungsoo yang dalam masa sensitif hanya diam menuruti.
"Yeobo, pinjam ponselmu!" Kyungsoo beraegyo di depan Kris. Mengerucutkan bibir hatinya dan menengadahkan tangannya. "waeyo? Tumben sekali memanggilku Yeobo?" Kris mengambil satu buah jeruk dan membukanya. "Aiish.. Cepatlah!" Kyungsoo melotot dan mencoba mengambil jeruk ditangan Kris. "Baiklah,baiklah!" Kris merogoh saku celana jeansnya dan mengambil benda tipis persegi panjang. Dengan cepat Kyungsoo merobohnya dan mulai mengotak-atik ponsel kekasihnya. Tidak lama Kyungsoo mulai mendatarkan mukanya, "Kris, ini siapa?" Kyungsoo menunjukkan foto perempuan tengah ber'V ria dengan kedua jarinya. "uhhuuuk uhhhuuuk!" Kris tersedak melihat foto Tao berada di ponselnya. "Kenapa ada wanita lain diponselmu hah?" Kyungsoo sudah mulai mempoutkan bibirnya dan melempar kulit jeruk yang ada ditangannya. "A-ahh.. Jangan salah paham sayang! Itu bukan siapa-siapa!" Kris tergagap dan menenangkan Kyungsoo yang sebenernya tidak berhasil. "Siapa!?" Kyungsoo mulai berteriak membuat Kyungsoo gelagapan. "Itu mantan pacarku!" Kris spontan mengatakan yang sebenarnya kepada Kyungsoo, Kyungsoo membulatkan matanya yang mulai menggenang. "YA! Kau membentakku?" Kyungsoo ikut berteriak, membuat Kris bertambah gugup. "Dia hanya mantan pacar sayang. Tidak lebih." Kris mencoba menenangkan Kyungsoo dengan menggenggam tangan kekasihnya. "Tapi kenapa kau menyimpan fotonya?" entah mengapa Kyungsoo terlihat seperti menyudutkan Kris. Kris hanya mengusak rambutnya kasar. "Aku tidak tau jika masih ada fotonya sayang. Percayalah padaku!" Kris memeluk Kyungsoo dan mengusap punggungnya. "Akan kumaafkan! Asalkan kau memberiku dua permintaan!" Kris menyerngitkan dahinya. "apa itu?" Kris merenggangkan pelukannya, tetapi kedua tangannya masih memegang kedua lengan mulus Kyungsoo. "pertama, Berikan aku shoping card!" Kyungsoo mengubah raut mukanya menjadi serius, Kris hanya terkekeh melihatnya. "Yang kedua?" Kris mengusap rambut Kyungsoo lembut. "Kau harus mau pergi jalan-jalan ke Hongdae bersama aku dan teman-temaku! H.A.R.U.S!" Kyungsoo menusuk-nusuk ujung hidung Kris dengan jarinya. Sungguh Kyungsoo sangat lucu saat ini. Kris meraih punggung tangan Kyungsoo dengan lembut dan mengecupnya. "All yout wish baby!" Kris mengusap perut Kyungsoo lembut, dan beralih mengecup perut Kyungsoo yang masih datar.
.
.
.
Kyungsoo tengah mengatur suhu ac di kamarnya. Lalu beranjak duduk ditengah ranjang besarnya dan memakai body lotion bearoma mint yang sejuk dikulitnya.
"Soo, belum tidur?" Kris masuk kedalam kamar dengan celana training putih dan longshirt dark blue. Lalu ikut duduk disampung Kyungsoo dan memakaikan body lotion di kaki kanan Kyungsoo. Kyungsoo hanya tersenyum dan melanjutkan mengurut kaki kirinya.
"Semua lampu sudah dimatikan?"
"Sudah. Ayo kita tidur!" Kris menyimpan botol body lotion Kyungsoo diatas meja nakas. Menarik Kyungsoo masuk kedalam selimut dan memeluknya, menyembunyikan tubuh mungil Kyungsoo didekapannya.
"Kris?"
"eum?"
"kapan kita menikah?" Tiba-tiba Kyungsoo bertanya hal yang cukup mengagetkan Kris. Suasana malam masih tenang, detik suara jam dinding memenuhi ruangan itu.
"terserah kamu saja, Soo! Kamu dan mamakan yang menyiapkan semuanya kan?" Kris masih terpejam, merasakan dingin ac yang biasa diterimanya.
Kyungsoo melepaskan diri dari Kris, membalik bantalnya, dan kembali memeluk Kris. "Lalu bagaimana dengan orang tuaku di Goyang?"
"Tentu saja mereka harus diundang." Kris membuka matanya. Chu~ Kris mengecup pipi Kyungsoo. Kris mengambil ponselnya di meja nakas, jarinya menari-nari diatas layar flat ponsel keluaran terbaru merek ternama di Korea, menunjukkan sesuatu kepada Kyungsoo.
"wooah, ini indah sekali Kris? Ini dimana?" Kyungsoo merebut ponsel Kris dan memandangi gambar pantai dan kamar-kamar kecil diatas laut.
"Ini di Maldives, sayang." Kris menyelipkan tangan kanannya dibawah leher Kyungsoo, tangan kirinya bergerak menarik pinggang Kyungsoo.
"Aku ingin kesana. Aku belum pernah kesana." Kyungsoo memperbesar gambar diponsel Kris dan mengamati setiap detail gambar yang diambil dari atas langit.
"Bagaimana jika kita menikah disana?"
"MWO?"
Kyungsoo membulatkan mulutnya, tawaran Kris membuat tubuh Kyungsoo melayang seketika. Siapa yang menyangka akan diajak untuk menikah di surga dunia seperti Maldives? Lihat saja Kyungsoo sekarang, matanya membulat, mulut menganga, dan juga tangannya yg mengcengkram selimut yang menutupi tubuhnya dengan erat.
"Kyung?"
Kris memanggil Kyungsooo, takut kekasihnya kenapa-kenapa.
Grep
"Tentu aku mau Kris!" Kyungsoo memeluk Kris erat dan mengangguk-anggukkan kepalanya didada bidang Kris. Kyungsoo rasanya ingin melompat saat itu juga.
.
.
.
Tbc/
Readers, maaf. Apa sebelumnya saya terlihat seperti marah-marah? :o
Mungkin saat itu sedang emosional, dan saya khawatir ada readers yang marah. Mungkin men'cap' saya sebagai author yg tidak bertanggung jawab dan suka marah-marah.
Setelah saya mempublish catatan hati saya, saya merasa takut, Readers semuanya mencaci-maki saya dikomentar -,.-
Sebenarnya saya bikin ch ini sudah lama semenjak ch 7 dipublish, tetapi saya menunggu lama, tetapi yang review tidak kurang dari 10. Jadi yang awalnya saya semangat karena tanggapan readers di ch 6, langsung surut dan berubah menjadi emosi saat ch 7 tidak meningkat reviewnya.
Dan anggap saja ch 8 sebagai sesi 'thanks to' dan 'catatan hati seorang author.
Semoga Ch depan bisa lebih panjang dan update cepat. (kecuali saya menunggu review dari readers, jd disaat saya merasa cukup akan saya update.)
Thanks :)
#Bow
