Disclaimer : Masasshi Kishimoto
1.
"Aku tidak percaya kalau aku masih hidup."
Danzou yang tadi dilemparkan layaknya roket air dan terbang sejauh tuju kilometer akhirnya bisa mendarat. Dengan selamat, meski tenggorokannya masih sangat sakit.
"Sayangnya hidupmu itu tinggal sebentar lagi."
Tanpa Danzou sadari, di belakangnya Sasuke sudah menempelkan mulut pistol ke pungggungnya. Tidak, lebih tepat dibilang ke jantungnya.
"Kau ini. . ? oh. . ."
Sasuke yang sekarang berdiri di belakang Danzou bukanlah Sasuke yang Naruto kenal. Secara fisik memang orang itu masih sama, tapi secara psikologis yang di dalam adalah orang dengan kepribadian yang sangat berbeda.
Yang sekarang menodong Danzou adalah sasuke Psyco. Sasuke yang pikirannya berasal dari masa depan.
"Terjadi perang dunia di masa depan, kau harusnya sudah tahu itu tapi kau tahu tidak penyebabnya?"
Setelah memastikan kalau Naruto selamat, Sasuke segera mengasingkan diri dari teman-temannya lalu bertukar dengan pikirannya sendiri yang dari masa depan.
Waktu yang dimiliki oleh Sasuke Psyco sangatlah terbatas, karena itulah dia harus memilih waktu yang tepat untuk kembali ke masa lalu. Karena itulah, meski dia ingin menolong tapi dia memutuskan untuk tidak membantu Naruto mengatasi Trident.
"Ada tiga hal yang mendorong perang dunia ketiga sampai pecah."
Tiga. Reaktor HDlevel berhasil dibuat oleh RECN.
Dua. Source code dari program DOLL tidak disebarluaskan dengan lisensi GUN/GLP.
Satu. Naruto melakukan sebuah kesalahan besar.
"Membiarkanmu tetap hidup."
Setelah itu, suara tembakan terdengar dan Danzoupun jatuh. Pakaian yang dia kenakan memang melindunginya dari G-Force, tapi benda itu tidak cukup kuat untuk dijadikan rompi anti peluru.
"Tinggal dua lagi hal lagi."
2.
Bola api yang mengelilingi kami menghilang, setelah itu Hinata menginjakan kakinya ke udara lalu dalam sekejap aku bisa merasakan ada sebuah pijakan hangat di bawah kakiku.
"Uuuuuuu. . . . ."
Dia mengeluarkan suara aneh.
Selain digunakan untuk di sekitar pemiliknya untuk dijadikan pelindung, grafiti force juga bisa ditempatkan di sebuah koordinat tertentu sesuai keinginan penggunanya. Dan kali ini Hinata membuat grafiti force ukuran besar berbentuk setengah lingkaran dengan api yang menyala ganas di bagian bawahnya.
Membuat kami berdua bisa turun dari ketinggian dengan pelan.
"Ada apa Hinata?"
Untuk suatu alasan dia sedang cemberut.
"Kenapa cuma di kening? padahal aku sudah menyiapkan diri."
Ciumanku tadi hanya mendarat di keningnya. Sebab aku bukan kekasihnya, aku harus menahan diri dengan susah payah untuk tidak mencoba bibirnya.
"Untuk melakukan itu aku harus mendapat persetujuan dulu dari Hanabi."
Aku bisa melakukannya, dan aku yakin Hinata juga tidak akan menolak. Tapi aku sudah membuat janji dengan adikku. Jika dia belum bilang ok, maka aku tidak akan melanjutkan lebih dari yang sudah kulakukan tadi.
"Tapi Hinata, semua yang tadi kukatakan itu benar."
"Aku tahu itu."
Dia melihat ke arah lain.
"Bersama dengnamu membuatku bahagia, karena itulah aku akan memberimu perintah yang harus kau turuti."
Hinata kembali menatapku.
"Tetaplah bersamaku dan jangan meninggalkanku!"
Hinata tersenyum lalu bilang.
"Diterima."
Ini baru benar-benar end, jika reader sekalian sudah sampai di sini berarti sudah saatnya ucapkan Good bye pada DOLL V1. Tinggal klik next aja buat volume selanjutnya.
Doll akan dibagi menjadi tiga volume.
Semoga saya bisa nulis semua volumenya sampe end.
Sekali lagi, terima kasih. Selama menulis fic ini, meski saya harus begadang karena pulang malam tapi saya merasa senang. Dan saya akan lebih senang lagi kalau apa yang saya tulis ini bisa membuat para readernya juga ikut senang.
Silahkan katakan apa yang mau kalian katakan di akhir dari DOLL ini. Sebab besok, seminggu lagi, sebulan lagi atau sampai waktu yang masih belum bisa ditentukan. Kalian nggak akan menemukan chapter baru.
