Huaaaa, akhirnya bisa juga update fanfic ini! *sujud syukur* Meski harus begadang, tapi demi readers tercinta waktu nggak jadi masalah buat author *lebay* :D Gomawo untuk semua reviewnya. Maaf kalau belum bisa bales. Beneran belum bisa secara teknis ini mah *author gaptek, harap maklum* Tapi semoga kegaptekan ini membuat readers tetap kasih review ya, hehe. Oke, author harap part ini nggak mengecewakan para KyuNa shippers. Last say, happy reading for you all :)
Waktu hampir menunjukkan tengah malam, namun seorang yeoja tak juga bergeming dari duduk diamnya. Hampir tiga puluh menit dia terduduk dalam posisi menangkup kedua kakinya dalam pelukan tangannya. Pandangan matanya kosong menatap cermin besar yang berada di hadapannya. Pantulan tubuhnya dalam cermin menampakkan aliran air mata di kedua pipi tirusnya yang entah semenjak menit keberapa berhasil menelusup keluar.
Cklek. Terdengar suara pintu terbuka dari belakang yeoja itu yang berhasil menyentak kesadarannya untuk kembali memasuki raga.
"Yoona-aa, kau belum pulang?" tanya seorang namja berperawakan kurus dengan belahan rambut yang menutupi kening sebelah kanannya. Namja itu melangkah perlahan ke arah yeoja yang sudah lama dikenalnya itu yang tampak terkejut dengan kedatangannya.
"Ah, Donghae oppa. Aku baru saja mau pulang." Jawab Yoona cepat. Ia bergegas berdiri namun kedua kakinya yang terlanjur kaku akibat tidak bergerak selama tiga puluh menit seolah kehilangan kekuatannya dan membuat yeoja itu terjatuh keras ke lantai kayu ruangan itu. Duk!
"Aaww, aduuh.." rintih Yoona sambil mengernyit kesakitan. Donghae yang melihat itu langsung mendatangi Yoona dan membantu yeoja itu berdiri.
"Neoreul gwaenchanayo?" tanya Donghae khawatir. Yoona membalas pertanyaannya dengan anggukan kepala ragu dan meraih uluran tangannya. Yeoja itu berusaha untuk kembali berdiri dengan bersandar pada satu sisi tubuh sunbaenya.
"Aah, kakiku sakit." Ringis Yoona. Rupanya posisi jatuh yeoja itu tadi membuat pergelangan kaki kirinya terkilir dan sedikit membengkak. Terpaksa ia harus menyeret kaki kirinya sambil dipapah Donghae menuju sofa merah hati di dekat pintu ruangan.
"Mana yang sakit?" tanya Donghae setelah mendudukkan yeoja itu di sofa. Yoona menunjuk pergelangan kaki kirinya dan berkata, "Itu yang sakit, oppa". Donghae mengikuti arah telunjuk Yoona dan perlahan meluruskan kaki kiri yeoja itu. Ia menelusurkan jemarinya di sekitar pergelangan kaki kiri Yoona dan menemukan benjolan merah di dekat mata kaki.
"Apa ini sakit?" tanya Donghae sambil menekan sedikit benjolan merah itu.
"A.. Ah, appo.." ringis Yoona lagi. Tangan kirinya menjulur ke bawah hendak mengusap benjolan itu namun terhalau kibasan tangan Donghae.
"Mian, mianhae. Aku hanya ingin memastikan." Jelas Donghae sambil mengibas tangannya ke atas menjauh dari benjolan itu. Kibasan tangannya tanpa sengaja menepis tangan Yoona yang terjulur.
"Eh, mian. Aku tidak sengaja." Ucap Donghae, lagi-lagi meminta maaf. Yoona tersenyum kecut menanggapi permintaan maaf Donghae yang menurutnya tidak perlu.
"Tidak apa-apa, oppa. Aish, bagaimana aku bisa pulang dengan kaki seperti ini? Benar-benar hari yang buruk." Rutuk Yoona lebih kepada dirinya. Donghae yang mendengarnya mendongakkan kepala dan tersenyum menenangkan.
"Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Donghae lembut. Ia melihat Yoona menatapnya dengan dua mata berbinar senang.
"Jeongmalyo? Ah, gomawoyo oppa." Balas Yoona lega. Setidaknya aku tidak perlu terpincang-pincang ke dorm malam ini, batin yeoja itu senang. Namun, mendadak raut wajah Donghae mengeras dengan telunjuk kanan yang teracung di hadapannya.
"Tapi dengan satu syarat." Pinta Donghae serius. Yoona menarik mundur kepalanya dan menatap kebingungan ke arah namja yang santer digosipkan menjalin hubungan dengan salah satu eonnienya di SNSD.
"Syarat apa oppa?" tanya Yoona penasaran. Kuharap dia tidak memintaku mentraktirnya malam-malam begini seperti yang biasa Kyuhyun oppa lakukan, batinnya. Mendadak hatinya mencelos begitu satu nama itu disebut olehnya sendiri. Kyuhyun oppa, panggilnya sekali lagi. Wajahnya tertunduk begitu memikirkan namja itu kembali. Donghae yang melihatnya terkejut dan salah mengartikan gestur itu.
"Wae? Apa kau tidak mau? Apa kau takut terlihat media?" tanya namja itu yang membuat Yoona kembali mengangkat kepalanya dan menatap tidak mengerti.
"Nde?" Dia tidak mendengarkanku, batin Donghae kecewa. Namja itu menghela napas dan mengulangi kembali syarat yang diajukannya.
"Aku akan mengantarmu pulang, tapi kau harus mau kugendong di punggung dari sini sampai lobby dan dari basement sampai dorm SNSD. Bagaimana?" tanya Donghae. Yoona membelalakkan matanya.
"Tapi.. Tapi.. Kenapa?" tanya Yoona meminta penjelasan.
"Akan memakan waktu lebih lama kalau aku harus memapahmu." Jawab Donghae enteng. Yoona menghembuskan napas lega dan tersenyum.
"Baiklah, kalau oppa ingin seperti itu. Tapi jangan menyalahkanku kalau besok punggungmu menjadi bungkuk karena menggendong tubuhku yang berat, hahaha." Canda Yoona.
"Kau? Berat? Mana mungkin! Jelas-jelas tubuhmu hanya berisi tulang dengan sedikit sekali daging, ckck." Decak Donghae sambil menggeleng tidak percaya. Ia menanggapi candaan Yoona dengan harapan yeoja itu tidak lagi bersedih seperti sesaat lalu yang dilihatnya.
"Mwo? Tulang dengan sedikit sekali daging? Enak saja! Asal oppa tahu, aku punya banyak daging." Rungut Yoona kesal. Donghae menatapnya dengan pandangan ingin tahu yang sangat terlihat dibuat-buat.
"Dimana itu? Aku ingin tahu." Tuntut Donghae sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Di dalam lemari pendingin. Sekarang oppa puas, huh?" balas Yoona sedikit ketus namun bukan dalam artian marah. Donghae tertawa mendengar jawaban itu dan refleks tangan kanannya terulur ke kepala Yoona, mengacak pelan rambut yeoja itu.
"Hahaha, kalau itu tentu saja aku tahu. Sudahlah, bercandanya dilanjutkan besok saja. Lebih baik sekarang aku cepat mengantarmu pulang agar kau bisa beristirahat." Putus Donghae. Yoona yang mendadak kaku akibat acakan pelan di kepalanya langsung tersenyum dan mengangguk mengiyakan, "Baiklah oppa".
" Kalau begitu, kajja, naik ke punggungku." Pinta Donghae sambil mendudukkan diri lebih rendah dari Yoona dan menghadapkan punggungnya ke arah yeoja itu.
"Oppa siap?" tanya Yoona memastikan yang dibalas anggukan Donghae.
"Aku dataanng!" pekik Yoona seolah dia hendak melompat ke punggung Donghae. Dan benar saja, rupanya dia memang melakukan lompatan kecil ke punggung namja itu. Buk! Tak ayal Donghae merutuki lompatan konyol itu yang membuat punggungnya sedikit nyeri.
"Ya, ya, ya! Kenapa kau malah melompat, huh? Punggungku kan jadi sakit." Dumel Donghae yang justru mengundang gelak tawa Yoona.
"Hahaha, mianhaeyo oppa. Aku membayangkan seolah akan melompat ke dalam kolam renang. Sudah lama aku tidak berenang." Terang Yoona yang semakin membuat Donghae mendumel padanya.
"Memangnya punggungku terlihat seperti kolam renang? Aigoo." Ucap Donghae kesal.
"Hahaha, sudahlah oppa. Lagipula aku sudah minta maaf padamu kan? Lebih baik sekarang kita pulang. Let's go!" teriak Yoona dengan tangan kanan terentang ke depan seolah hendak terbang. Teriakannya tadi rupanya terdengar tepat di belakang telinga Donghae. Reaksinya dapat diduga. Apalagi kalau bukan bertambah omelannya pada Yoona.
"Aish, kau ini! Sudah membuat punggungku sakit, sekarang malah ingin membuatku tuli." Omelan itu hanya ditanggapi Yoona dengan tawa khasnya dan dianggap angin lalu oleh yeoja itu. Donghae bangkit perlahan dari posisinya dengan Yoona berada di gendongannya. Setelah memastikan yeoja itu aman dan tidak akan terjatuh, kedua orang itu segera meninggalkan ruangan dengan sederet omelan tambahan dari Donghae dan gelak tawa Yoona.
-o0o0o-
"Yoong, kau.." ucapan itu terputus dan menggantung di udara begitu sang pemilik suara melihat pemandangan yang membuat hatinya remuk redam. Hampir saja ia berlari mengejar Yoona dan orang itu kalau saja tidak ditahan oleh sentuhan halus di pergelangan tangan kirinya.
"Kyuhyun oppa, ayo kita pulang." Ajak seorang yeoja berwajah cantik yang baru saja keluar dari salah satu ruangan dimana mereka sebelumnya berada. Kyuhyun menoleh dan memaksakan seulas senyum di wajahnya demi melihat kepolosan Seohyun.
"Baiklah. Ayo!" tanggap Kyuhyun cepat. Seohyun turut tersenyum dan berjalan bersisian dengan Kyuhyun menuju lobby gedung SM dan memasuki sebuah mobil van hitam dengan seorang supir dan manajer mereka di dalamnya.
"Kita akan mengantar Seohyun dulu, baru kau Kyuhyun-aa." Ucap sang manajer kepada dua orang yang duduk di bangku tengah.
"Baiklah oppa. Gomapseumnida." Balas Seohyun sopan sambil membungkuk serendah yang bisa ia lakukan dalam kondisi seatbelt melintang di tubuhnya. Sementara Kyuhyun hanya diam dan tidak berminat membalas ucapan manajernya. Ia lebih memilih menempelkan punggungnya ke sandaran kursi dan menatap ke luar jendela. Sebuah pilihan yang salah karena ia harus melihat pemandangan menyakitkan itu sekali lagi.
Kau terlihat senang bersama dengan Donghae hyung. Apa kau mulai meyukainya, Yoong? Lalu aku? Bagaimana dengan perasaanmu kepadaku? Beribu pertanyaan melayang di pikiran Kyuhyun, namun tidak satupun pertanyaan itu mendapatkan jawaban. Kyuhyun menghela napas berat. Tanpa berkata apapun, tangannya meraih tuas di bawah kursi dan merendahkan posisi sandarannya. Kepalanya ia rebahkan dan segera kedua matanya terpejam.
Seohyun yang memperhatikan itu semua sedikit merasa kecewa karena tidak bisa berbincang lebih lama dengan sunbae yang diam-diam dicintainya itu. Namun yeoja itu segera menghibur dirinya dengan pemikiran mungkin oppa kelelahan setelah seharian ini berlatih dance dan menyanyi. Ya, hanya pemikiran-pemikiran positif seperti itu yang membuatnya bertahan dan mampu tersenyum setiap saat. Bukannya ia tidak menyadari adanya ketidaknyamanan dalam proyek duet mereka, namun ia memilih untuk tetap bersikap profesional dalam melakukan pekerjaannya.
Atau.. Apa mungkin Kyuhyun oppa belum bisa menerima akhir hubungannya dengan Yoona eonnie karena proyek ini? Ah, aku tidak mau memikirkan terlalu jauh tentang itu desah Seohyun sebelum akhirnya jatuh tertidur seperti Kyuhyun.
-o0o0o-
Sore itu kesembilan member SNSD baru saja selesai berlatih untuk koreografi single terbaru mereka. Namun, hal ini bukan berarti mereka bisa langsung pulang dan beristirahat di dorm. Setelah diberikan waktu satu jam untuk istirahat, mereka harus kembali berlatih di ruangan yang berbeda karena jadwal latihan selanjutnya adalah latihan vokal yang dibimbing oleh pengajar masing-masing. Pembimbing vokal Yoona bernama Dana, salah satu member girlband CSJH atau dikenal juga dengan nama The Grace yang semakin disibukan dengan aktivitas individunya. Baik Yoona maupun Dana merupakan individu yang memiliki kedisiplinan tinggi. Oleh karena itu, meski waktu istirahatnya masih tersisa 15 menit, Yoona memilih untuk ke ruang latihan lebih awal. Selain dapat melakukan pemanasan terlebih dulu, Yoona juga dapat mempersiapkan diri untuk menunjukkan kemajuan vokalnya seperti yang ditugaskan Dana.
Yoona melangkah cepat menyusuri koridor di lantai tiga menuju ruang latihannya yang berada pada pintu kedua paling ujung. Sesekali ia bertemu dengan sesama anggota keluarga SM lainnya dan saling menyapa serta bertukar kabar. Yeoja itu hampir sampai pada tujuannya ketika telinganya menangkap lantunan suara merdu yang selama ini dirindukannya. Kyuhyun oppa, desis Yoona dalam hati. Mendadak ia melambatkan langkahnya dan mendekati pintu ruangan tempat Kyuhyun dan Seohyun berlatih untuk proyek duet mereka. Kebetulan pintu ruangan itu tidak tertutup rapat dan memperlihatkan setengah tubuh Kyuhyun. Penglihatan itu membuat Yoona kembali dibanjiri perasaan rindu akan sosok yang dicintainya. Bibirnya bergetar hendak menyuarakan nama Kyuhyun dan memanggil namja itu, namun entah kenapa hal itu tidak berhasil dilakukannya. Justru yang ia lakukan adalah berjalan mundur dan menjauh secepatnya dari depan ruangan itu sebelum hatinya kembali terkoyak oleh rindu yang mendalam.
-o0o0o-
Kyuhyun kembali berlatih vokal sore ini bersama Seohyun. Namja itu berusaha keras untuk berkonsentrasi pada bagiannya karena tidak ingin mengecewakan pengajarnya. Selain itu, ia tidak ingin membuat Seohyun terus mengulang lirik bagiannya gara-gara perhatiannya sering teralihkan oleh satu sosok yang terus membayanginya. Im Yoona.
Sore ini entah kenapa hati Kyuhyun berdebar kencang seolah menyadari keberadaan yeoja itu di dekatnya. Debaran itu bertambah kencang dan membuatnya sulit berkonsentrasi. Meski begitu, untunglah dia mampu menjaga vokalnya dan mengingat lirik bagiannya sehingga tidak membuat mereka harus mengulang kembali dari awal. Namun, entah kenapa debaran itu menuntunnya pada pemikiran kalau saat ini Yoona tengah memperhatikannya. Untuk membuktikan hal itu, Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah pintu yang tidak tertutup rapat tepat pada saat seseorang melangkah mundur menjauh dari depan ruangan itu.
Yoong, nan jeongmal neo bogoshippo, bisik Kyuhyun dalam hati. Berharap Tuhan mendengar bisikannya dan menyampaikannya pada satu orang istimewa di luar sana.
-o0o0o-
Di awal minggu setelah peristiwa tersebut, pemilik sekaligus pendiri SMent meminta para member Super Junior dan SNSD berkumpul di ruangannya untuk membicarakan proyek besar yang melibatkan kedua kelompok itu. Perintah itu langsung dipatuhi semua member dan tepat di jam pertemuan yang dijadwalkan, mereka telah berada di dalam ruangan cukup luas yang berisikan banyak kursi berlengan dengan sebuah meja kaca bundar melingkar di tengah. Di sanalah mereka semua berkumpul dan memulai pembicaraan mengenai proyek yang dimaksud.
Selama Lee Sooman menjelaskan mengenai detail proyek itu, perhatian Kyuhyun seringkali teralihkan oleh sesosok yeoja yang duduk tepat di hadapannya. Sebenarnya kursi itu telah diduduki oleh Siwon, namun dengan bujukan dan rayuan maut Kyuhyun akhirnya Siwon mau mengalah dan bertukar tempat duduk dengan maknaenya.
Sementara Yoona bukan tidak menyadari kalau Kyuhyun sering memperhatikannya selama pertemuan, namun ia hanya tidak ingin membuncahkan harapan-harapan di dalam hatinya yang belum tentu akan menjadi kenyataan. Jadi, sebelum ia kembali terjatuh atau bahkan jatuh lebih dalam, ia memilih untuk mengabaikan keberadaan Kyuhyun meski perasaannya berkali-kali menjerit meminta indera penglihatannya untuk menatap namja itu walau hanya satu detik.
Kyuhyun terus saja memperhatikan Yoona kalau tidak disenggol oleh Sungmin di samping kirinya dengan tatapan perhatikan-apa-yang-Sooman-sajangnim-jelaskan-atau-kau-tidak-tahu-apa-apa. Mendapat tatapan seperti itu sebenarnya tidak memberikan dampak apapun terhadap Kyuhyun. Namun, karena Yoona tidak juga berpaling untuk sekadar menatapnya balik membuatnya frustasi dan akhirnya menyerah. Perhatiannya kembali ia fokuskan pada penjelasan Lee Sooman. Sampai pada satu penjelasan yang membuat binar di matanya kembali menyala.
"Pada proyek kali ini, kalian tidak hanya akan menyanyi dan tampil berpasangan seperti biasanya. Tetapi juga akan ada mini drama dengan pemeran utama salah satu member dari masing-masing kelompok. Untuk pemeran utama dari SNSD, pihak produser meminta Im Yoona. Sedangkan pemeran utama dari Super Junior jatuh pada Cho Kyuhyun." Jelas Lee Sooman panjang lebar mengenai ketentuan yang ditetapkan pihak penyelenggara proyek.
Jelas hal ini membuat Kyuhyun dan Yoona terbelalak tidak percaya. Keduanya bahkan saling berpandangan untuk memastikan kalau pendengaran mereka tidak salah menangkap informasi yang baru saja disampaikan CEO mereka. Sementara mereka saling berpandangan tidak percaya dalam rasa bahagia, ada seseorang yang juga tidak percaya dengan informasi tersebut. Bedanya, orang tersebut justru merasa kecewa dengan ketentuan itu.
Apa ini artinya aku memang tidak berjodoh dengan Kyuhyun oppa? Batin orang tersebut yang tak lain adalah Seohyun. Yeoja itu merasakan sesak yang luar biasa dan hampir saja menangis kalau tidak ada seseorang yang mendadak menggenggam hangat tangan kanannya. Seohyun menolehkan kepalanya dan mendapati Tiffany di sampingnya tengah tersenyum tipis.
"Aku mengerti perasaanmu, Seohyun-aa."
-o0o0o-
