Sakura-tearz33: ini nyata atau boongan? Mimpikah? Apa karena sangkin stresnya author ini jadi berhalusinasi? Ini benar chap 9? Cha-chap-chapter 9? GYAAAAAAA! Sakura senang buanget bisa buat ampe sepanjang ini! Makasih makasih makasih! *ditabok*

Sakura tahu... Updatenya macam siput... Karena itu sakura boleh dibantai kok..hiks

Thanks to

KyouyaxCloud

Uchiha Naruto-chan

Namikaze Trisha

CCloveRuki

Anonymous(no name)

Hana-ChanSasuNaru

YukiKN

ttixz lone cone bebe

ikhaosvz

Vii no Kitsune

Kyuu-chan

ayushina

ag-stalker

SN Shi Natoka-chan

Berkat semuanya Sakura bisa buat cerita ini terus berlanjut... Perasaan Sakura amat senang n bahagia pluz kegirangan ketika membaca review reader sekalian^^

P.S : semoga cerita ini disukai. N maaf kalau ceritanya jelek. Sakura sudah berusaha yang terbaik^^

WARNING:bahasa aneh,salah ketik, typos, character OOC, alur aneh,yaoi, author ingusan, pokokna sudah diperingati ma sakura loo..

Please R n R!^^

Disclaimer: I don't own naruto.. Kalo beneran punyaku, bakal kuutamakan sasunaru loo^^ wkwkwk..(Dilempar pisau)

'...Tidak...'

.

.

Hari dimana yang tidak ia inginkan akhirnya terjadi juga.

.

"I-ini b-bo...hong..."

.

.

Air mata pun perlahan-lahan jatuh membasahi pipinya.

Chapter 9

Ingin rasanya pemuda pirang itu meninggalkan tempat itu seketika, namun apa dayanya... Kakinya tidak dapat beranjak dari posisinya mengikuti kehendak hatinya. Sepertinya wanita merah a.k.a. Karin itu menyadari kehadiran seseorang di belakangnya, ia pun menengok ke arah belakang dan terkejut ketika melihat Naruto mematung disana. Kemudian suatu seringai terbentuk di wajahnya. Ia pun melepaskan genggaman Sasuke dan berdiri, kemudian berjalan ke arah Naruto. Naruto pun kaget dan segera menghapus airmatanya di wajahnya hingga sekarang matanya terlihat sedikit memerah.

"Oi, pelacur, ngapain kamu disini? Sekarang kamu sudah lihat jelas kan? Kamu tidak ada sedikit kesempatan pun buat bersama Sasuke-kun. Kamu menjijikan!" Karin yang sekarang tepat berdiri di hadapan Naruto mengacungkan jari telunjuknya ke arah pria tersebut.

"A-apa? Kenapa kamu mengataiku seperti itu!" Bentak Naruto yang merasa tidak senang apa yang dikatakan Karin.

"Hah? Kamu tidak senang kupanggil pelacur? Tapi kamu cocok dengan julukan itu. Buktinya kamu sampai membuntuti Sasuke-kun disini, menganggu kami untuk berduaan."

Naruto yang mendengar itu sedikit terguncang. "Ber-duaan? Memangnya kalian pa-"

"Kami memang PACARAN." Karin pun memotongnya.

Tentu saja hal itu membuat Naruto syok. Melihat wajah Naruto yang makin pucat, Karin semakin tersenyum kemenangan.

"Bo-bohong! Kau bohong! Sasuke tidak suka denganmu!" Teriak Naruto tidak mau kalah.

"Huh... Keras kepala... Sasuke sendiri sudah muak tiap kali kamu terus membuntutinya! Sasuke-kun itu straight! Bukan kayak kamu Gay! Sasuke-kun punya tugas untuk membangkitkan klannya kembali, dan karena itu, diperlukan seorang wanita seperti aku, bukan kamu, Bitch!" Ucap Karin dalam satu nafas. Rasanya hatinya lega sudah karena sudah memaki orang yang paling dibencinya itu.

"Tidak! Kamu bohong! Kamu cuma iri padaku!" Lawan Naruto dengan suara yang lebih agak keras kali ini.

"He~ kalau kamu tidak percaya..." Karin pun melirik ke arah belakang sesaat melihat punggung Sasuke yang masih menyandar di batang pohon sakura," Buktikan saja sendiri. Sasuke-kun sudah tidak ingin bicara lagi denganmu."

Tentu saja hal itu membuat tubuh Naruto sedikit terguncang. Dia takut untuk mengetahui kebenarannya. Memang, daritadi Sasuke sama sekali tidak melihat ke belakang, ke arah Naruto dan Karin. Tidak. Dia pasti tidak tahu bahwa dia ada dibelakangnya. Itulah pikir Naruto dalam batinnya.

Karin hanya menyeringai,"Kalau kamu tak berani, biar aku saja. SASUKE-KUN~ Naruto mencarimu!"

Naruto pun hanya menunggu Sasuke untuk berbalik melihat ke arahnya dan kemudian memanggilnya dobe seperti biasa. Namun, Sasuke tak kunjung juga mengubah posisinya daritadi dan terus berada di posisinya tetap.

"Sa-Sasuke..." Akhirnya suara Naruto keluar juga walau terbata-bata. Namun tidak juga Sasuke bergeming. Tubuh Naruto mulai gemetaran.

Tahan... Tahan...

"TE-TEME!"

Si Uchiha itu tetap tidak melihat ke belakang. Pupus sudah harapan Naruto. Air mata yang daritadi ia tahan pun mengalir tambah deras.

"Hiks... TEME BODOOOOOOOOH!" Setelah berteriak yang sangat keras hingga dapat didengar oleh murid lain di dalam gedung KHS, Si pirang itu berlari dengan cepat menjauh dari mereka dengan tak lupa air matanya yang tidak bisa berhenti serta membawa hatinya yang bagai ditusuk dan terkoyak-koyak.

"HAHAHA...! BARU TAHU RASA KAU,PE-"

"...Ng... Dobe...?"

Karin langsung terdiam ketika mendengar suara Uchiha itu.'Tch... Shit! Gara-gara teriakan si brengsek itu terlalu keras...' Karin pun mulai panik. Ia pun langsung berlari ke arah pohon tempat Uchiha bersandar tersebut dan memeluknya. "Sasuke~kun...!"

Pria raven itu langsung mendorong wanita tersebut dengan kasar sehingga wanita itu jatuh ke belakang dan mendarat dengan bokongnya.

"AUW!" Teriak Karin," Itaii, Sasu-"

"Kenapa kau ada disini!" Suara yang dingin keluar dari arah Sasuke. Karin langsung menelan ludah ketika melihat Sasuke melototnya dengan seram. Hawa jahat Uchiha tersebut pun dapat dirasakan menyebar dimana-mana. Sepertinya Sasuke bad mood gara-gara baru bangun, plus muncul yang namanya 'WANITA' yang paling ia benci disampingnya.

Yap! Uchiha Sasuke baru saja bangun dari mimpi indahnya dimana ia mengenggam tangan Kekasih abadinya, Namikaze Uzumaki Naruto, dan saling berpelukan di tempat rahasia berdua mereka. Dan Sasuke merasa hal itu seperti kenyataan, karena ia yakin bahwa dia ada memegang tangan seseorang.

'Apakah Naruto? Tidak, aku bisa membedakan mana tangan Naruto. Tangan yang tadi sangat dingin, sedangkan tangan dobe itu hangat.' Sasuke kemudian kembali melirik ke arah Karin, 'Jadi itu Karin? Tapi... Kenapa rasanya aku mendengar suara Naruto?'

"...Naruto..." Bisik Sasuke sambil berdiri memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celanaya, namun masih dapat didengar oleh Karin, hingga membuatnya sedikit kesal karena Sasuke tidak memperdulikannya tetapi malah menyebut nama orang yang ia benci.

"Oh, pelacur tolol itu? Dia sudah kuusir pergi supaya tidak menganggumu, Sasuke-kun~" ujarnya dengan centil.

"Hah?"

Mendengar adanya reaksi daru Sasuke-kun sungguh membuat Karin sangat senang karena pertama kalinya Sang Uchiha itu membalas perkataannya.

"Iya, Sasuke-kun!" Jawabnya dengan ceria,"Si tolol itu tadi membuntutimu ke sini! Jadi aku usir dia, dan bilang kalau dia mengganggu kita berpacaran. Lagipula, aku tahu kok kalau Sasuke-kun juga suka padaku tapi malu mengatakannya." Karin langsung menyusupkan tangannya ke arah lengan Sasuke dan menempel padanya, "Aku tahu kamu selalu melirik ke arahku ketika kita berjumpa di koridor." Dan ia pun semakin mengeratkan pelukan di lengan Sasuke tanpa ia sadari bahwa aura yang sangat tidak mengenakkan terus menyebar keluar dari tubuh Uchiha tersebut.

"...Beraninya..."

"Ya kan! Berani sekali ia mendekatimu terus! Dasar memang PELACUR TO-KYAAAAAA!"

Belum sempat Karin menyelesaikan kalimatnya, Sasuke sudah mencengkram leher wanita itu dan mengangkatnya hingga tubuh wanita berambut merah itu sekarang melayang di udara.

"BERANINYA KAMU USIR DAN PANGGIL DOBE PELACUR!"

Mengingat makian dari Karin membuat Sasuke semakin emosi hingga cengkramannya semakin erat.

"A...A...Sa-...Su-Le..pas..." Karin terus meronta-ronta, kedua tangannya menahan tangan Sasuke yang mencengkram lehernya, namun tidak dapat ia lepaskan. Wajahnya semakin membiru. Pasokan udara untuk dihirupnya sudah tidak mencukupi. Ditambah lagi tubuhnya terasa kehilangan kendali dan lemas begitu ia melihat mata Uchiha yang memerah, dihiasi tiga tanda koma.

"Karena kamu dulu termasuk anggota tim Hebi, makanya kubiarkn kamu terus membuntutiku tanpa menyepak pantatmu menjauh dariku." Seringai khas Uchiha pun muncul diwajahnya. Biasanya Karin akan sangat senang ketika melihat seringai Sasuke yang dianggapnya tampan, namun sekarang yang ia rasakan seringai itu sungguh menakutkan."Tapi lain ceritanya kalau kamu berani mengejek Naruto..." Seringai langsung hilang sekejap,"Kau KUBUNUH!"

"GYAAA!" Karin mulai berteriak sekencang mungkin walau sudah kekurangan oksigen,"To-TO..LONG!"

"Hn... Kali ini kumaafkan karena kamu telah banyak membantuku dulu." Sasuke kemudian melepaskan cengkramannya sehingga Karin jatuh membentur tanah.

"KYAA! UHUK! Uhuk...Hosh...Hosh..." Sebenarya Karin sangat penasaran apay yang dimaksud oleh Sasuke dengan kata 'DULU'. Tapi dibandingkan rasa ingin tahunya, ia lebih memilih menghirup oksigen sebanyak-banyaknya yang ia pikir bahwa tidak dapat ia rasakan lagi.

"Tapi..." Ternyata ucapan Sasuke masih berlanjut,"Kalau kamu berani memaki Naruto lagi..." Sasuke langsung membuat beberapa segel tangan dengan cepat hingga membuat Karin terbelalak.

'I-itu kan... Jurus ninja zaman dulu!' Teriak batin Karin yang pernah melihat segel itu di buku-buku lama.

"KATON: GOKYAKU NO JUTSU!"

Muncul semburan api besar dari mulut Sasuke yang mengarah ke arah Karin, membentuk lingkaran memperangkap wanita itu di tengahnya.

"KYAAA! Tolong! Api!" Teriak Karin yang mulai menangis keras.

Sasuke hanya mendengus."Kali ini, api ini hanya mengelilingimu. Tetapi, yang berikutnya akan membakarmu hingga HANGUS!"

Sasuke kemudian beranjak pergi dari sana tidak memedulikan teriakan Karin lagi. Saat ini yang menjadi pikirannya hanya untuk menemukan Naruto sekarang juga.

••••»»»S.N«««••••

Namikaze Naruto, akhirnya semester kali ini dua kali bolos dari sekolah. Setelah selesai dari kejadian diabaikan Uchiha Sasuke, ia langsung mengambil tasnya dan keluar dari sekolah. Si pria berkulit tan ini tidak mempunyai tujuan, akhirnya pun memutuskan pergi ke perusahaan kakaknya atau termasuk perusahaannya juga, dan sekarang di sinilah ia berada.

"Tuan muda Naruto, selamat datang!" Sahut pegawai-pegawai di Namikaze corp itu begitu melihat kedatangan Tuan yang mereka sayang ini. Namun wajah mereka langsung terlihat kaget ketika melihat mata Naruto merah dan sembab. Naruto pun langsung meneruskan langkahnya tanpa membalas sahutan mereka. Bukannya sombong, cumanya sang malaikat ini sedang menahan air matanya agar tidak jatuh mengalir lagi. Sekarang ia hanya ingin segera bertemu dengan kakaknya. Naruto terus berjalan sambil memandang ke bawah, akibatnya ia menjadi menabrak seseorang. Naruto pun menegakkan kepalanya untuk melihat siapa yang ditabraknya.

"Ck... Naruto? Tidak bisakah kau jalan lihat ke depan?"

"Shi-Shikamaru! Ma-maaf!"

Ternyata orang itu adalah Nara Shikamaru, manajer kakaknya. Usia Shikamaru hanya 1 tahun diatas umur Naruto, namun ia sudah tamat universitas, karena otaknya yang sungguh jenius walau masih kalah dari Kyuubi.

"Hm? Kamu sedang mencari apa?" Tanya Naruto yang heran melihat Shikamaru celingak-celinguk.

"Eh? Tidak. Hanya saja..." Masih juga Shikamaru melihat ke belakang Naruto untuk menunggu seseorang muncul,"Temanmu yang bernama Kiba tidak datang ya?"

"He? Kiba? Ti-tidak... Aku ada urusan penting sama kakakku, sudah dulu ya! Jaa nee!" Naruto langsung melesat melewati Shikamaru.

"Akh! Tunggu! Ada tamu yang da-" sosok Naruto pun sudah hilang,"Mendokusei..."

••••»»»S.N«««••••

'Kyuu... Kyuu...'

Naruto terus mengulang kata-kata itu di otaknya sambil terus melangkah. Ingin rasanya ia segera menemui kakaknya. Selain itu, ia terus mengulang kata-kata itu agar tidak mengingat kembali akan nama Sasuke. Tinggal beberapa langkah lagi ia tiba di depan pintu ruangan utama direktur. Naruto mempercepat langkahnya hingga sampai ia membuka pintu...

"KYUU-KUN~! CHUUUU~"

"LEPASKAN AKU, ITACHI! AKU HARUS KERJA!"

Ia hanya mematung disana.

"Mou... Ita-chan kan pengen bermesraan dengan Kyuu... Hiks..." Itachi pun mulai ngambek dan mengeluarkan wajah terimutnya sebisa mungkin. Dia pun mulai mengeluarkan air mata buaya.

"Eekh! Kenapa kamu menangis!" Panik Kyuubi.

'Yes! Termakan jebakan... Khukhukhu' Tawa Itachi dalam hati.

"Kalau gitu, CHU~" ,Itachi mulai memajukan bibirnya menandakan siap untuk dicium. Sedangkan Kyuubi, ia hanya menghela nafas karena merasa capek plus heran karena bisa kalah dengan Uchiha sulung itu.

"Kali ini saja." Kyuubi langsung melumat bibir Itachi dengan ganas hingga si raven itu mendesah kaget. Dia langsung mengalungkan kedua lengannya di leher pria berambut merah itu dan membalas ciuman tersebut dengan ganas juga. Tentu saja hati Itachi sangat senang, karena akhir-akhir ini Kyuubi mau menciumnya, walau status mereka tidak jelas. Tapi baginya, saat-saat seperti ini sudah cukup baginya. Kyuubi semakin ganas dan mengangkat Itachi hingga naik ke atas meja kerjanya dan bersiap-siap untuk membuka kancing baju Itachi. Namun, ketika ia membuka mata sejenak ia langsung melihat Naruto yang sedang berdiri dengan mulut terngangah.

BRUUUUAAAAAK!

Kyuubi langsung mendorong Itachi yang menyebabkan si raven itu jatuh ke belakang membentur lantai dengan keras.

"ITAIII, KY-"

"NA-NARUTO...! I-Ini tidak seper-HEY! KAMU BOLOS SEKOLAH!" Teriak Kyuubi yang cukup gugup.

Butiran air mata sang malaikat pirang itu pun bercucuran kembali akibat melihat Uchiha Itachi yang mengingatkannya akan Sasuke.

Melihat hal itu membuat Itachi sedikit terkejut."Naru-chan! Ada a-"

"Itachi! Bisa tinggalkan kita berdua..." Kyuubi hanya menatap Itachi dengan serius dan Itachi menanggapinya. Ia pun keluar dari pintu tempat Naruto berdiri. Suasana pun sangat hening dan hanya diisi oleh suara isakan lemah Naruto.

"Naruto... Ayo sini ke tempat kakak..." Kyuubi hanya tersenyum dan melentangkan kedua tangannya untuk menandakan menyuruh Naruto ke sisinya.

"Kyuu... HUWEEEEEEE!" Naruto pun langsung berlari ke arah Kyuubi dan memeluknya. Kyuubi hanya mengangkat Naruto dan mendudukannya ke pangkuannya.

"Cup... Cup... Ceritakan apa yang terjadi pada kakak tercintamu ini..." Katanya sambil mengelus-ngelus rambut Naruto. Walau dari luar wajahnya ia tampak tenang saja, namun dalam hatinya sudah terdapat sumpah-sumpahan mati dan maki-makian untuk membunuh orang yang membuat Naruto menangis.

"Kyuu..."

••••»»»S.N«««••••

"Oh, begitu ya?"

Naruto terus mengedipkan matanya berkali-kali mendengar reaksi Kyuubi yang biasa saja setelah menjelaskan semuanya tentang hal Sasuke.

"Tu-tunggu dulu! Kenapa reaksimu hanya begitu!" Teriak Naruto yang sedikit frustasi,"Kamu tidak mendengar ceritaku dengan serius ya! Hmph!"

"Aku dengar dengan serius kok. Memangnya kamu mau reaksiku seperti apa, bocah?" Kyuubi pun hanya bersandar santai di kursinya mengangkat sebelah kakinya dengan memperlihatkan sedikit seringainya yang mampu menjatuhkan berjuta-juta gadis dan cowok uke akibat posenya yang WOW.

"Seharusnya kamu bilang 'Hah kamu Gay!' Atau 'Kamu suka sama si bocah emo itu! Menjijikan!' setelah mendengar bahwa aku suka sama Sasuke! A-Apalagi masalah dia bersama Ka-",Naruto hanya menelan ludah,"Karin... Tapi kenapa kamu hanya bilang 'oh, begitu ya?' Dasar Niichan no BAKA!"

"Hei, stop stop! Buat apa aku memarahimu?" Kyuubi hanya mengernyitkan alisnya,"Aku memang sudah tahu kalau kamu Gay, dan lagipula di Konoha tidak ada larangan tentang hal tersebut, bukan? Jadi tentu saja aku mendukung keputusan yang dibuat oleh adikku ini." Katanya sambil memperlihatkan cengiran khas Namikaze dan mengacak-acak rambut pirang Naruto.

Naruto hanya tersenyum bahagia, memang kakaknya inilah yang paling ia sayangi."Arigatou, Kyuu-nii" katanya sedikit malu-malu. Namun ia terdiam sesaat dan melanjutkan perkataannya lagi,"Tapi sekarang Karin dan Sa-"

"Dan untuk soal itu, itu pasti bukan Sasuke." Kyuubi mulai membuka laptopnya dan mengetik-ngetik sesuatu. "Tidak! Aku jelas-jelas melihat itu punggung Sasuke! Aku tidak mungkin salah orang!"

Kyuubi kembali melihat ke arah Naruto dengan pandangan bosan."Hm? Kalau begitu, dia pasti lagi tidur. Antara dua alasan itu saja." Naruto pun hanya merasa heran kenapa Kyuubi bisa begitu yakin.

"Ke-kenapa kamu begitu yakin! Lagipula kalau memang begitu, Sasuke pasti juga a-..." Suaranya berubah menjadi lirih,"Akan membenciku... Dia itu kan straight, harus membangun kembali klannya..." Air matanya mengalir kembali. "A-aku...hiks... Kami tidak akan bisa bersatu!"

Naruto hanya menggigit bibirnya untuk menahan isakannya karena ia tak mau kakaknya khawatir padanya. Namun mengingat kenyataan dia dan Sasuke mustahil berhubungan, hatinya terasa tersayat-sayat. Naruto hanya berada dalam lamunannya hingga ia mendengar Kyuubi memanggilnya,

"Naruto" si pirang ini pun hanya melihat ke arah kakaknya dengan mata berair.

"Kamu tahu? Kadang kala ada orang bilang kalau seseorang rela mati demi menemui orang yang dicintainya di kehidupan baru. Dan jika mereka bisa bertemu, berarti mereka berjodoh. Mereka terikat oleh suatu belenggu yang kuat." Naruto hanya merasa heran kenapa kakaknya tiba-tiba bilang padanya hal-hal begini. Padahal Kyuubi sudah tahu seharusnya kalau dia tidak percaya dengan hal gaib seperti itu. "Jadi apa maksudmu,Ky-"

"Kamu percaya dengan reinkarnasi?"

Otomatis amarah Naruto sedikit naik karena ia merasa Kyuubi sedang bermain-main. Mengapa saat-saat begini ia menanyakan hal bodoh seperti itu.

"KYUUBI! KENAPA MEMPERMAINKANKU! KAMU KAN TAHU KALAU AKU TAK PERCA-"

Tiba-tiba bentakan Naruto terhenti. Ia hanya mencerna kembali kata 'REINKARNASI' yang menurutnya tidak asing didengarnya.

'Sa-Sasuke! Teme pernah bertanya hal seperti itu juga!' Dia mulai merasa gusar. Ditambah lagi mimpinya yang selama ini menghantuinya seperti kehidupan lampaunya. Dan baru yang lalu, ia mendapati sebuah foto di kamar Sasuke, mirip dengan kejadian di mimpinya. Kenapa Sasuke bisa mempunyai foto itu? Tidak mungkin semuannya kebetulan saja.

'Ja-Jangan-jangan...'

Naruto hanya menatap kakaknya dengan mata yang terbelalak tidak percaya. Kyuubi pun menanggapi hal tersebut dan sadar bahwa akhirnya si bodoh itu mulai tanggap juga.

"Daripada kamu diam begitu, kenapa tidak kamu langsung sampaikan perasaanmu pada bocah emo itu?" Kyuubi menghentikan utak-atik laptopnya dan memperlihatkan cengirannya kepada adiknya."Sana pergi, Bodoh!" Dan langsung saja Kyuubi menendang Naruto hingga membuatnya terpental ke arah pintu.

"ITAII! KYUUBI BRENGSEK! GRR!" Geram Naruto sambil memegang perutnya yang ditendang. Namun hal itu segera diganti dengan cengiran Naruto."Kyuu-nii, Arigatou!" Dan langsung saja sosok Naruto hilang dari balik pintu. Kyuubi hanya menyandarkan dirinya di kursi dan menatap lurus ke arah laptopnya.

"Baiklah..." Dia menghela nafas. Cengirannya yang tadi telah berubah dratis menjadi seringai yang menakutkan. Matanya yang keemasan telah berubah menjadi merah darah."Wanita ini harus kuberi pelajaran." Saat itu juga, sosok Namikaze Kyuubi lenyap dari kursinya. Di laptopnya pun hanya dapat terlihat profile seorang wanita berkacamata berambut merah dengan nama Karin.

••••»»»S.N«««••••

"Chikusou! Naruto.. Dimana kau?"

Sudah dua jam Sasuke mencari malaikat tercintanya, namun masih tidak dapat ditemukan sosok itu. Karena tidak dapat ditemukan di sekolah, Sasuke pun bolos pelajaran dan menuju apartemen Naruto. Tapi, hasilnya nihil, si pirang itu tidak ada di rumah juga.

DRRT DRRT

Sasuke segera mengambil handphoneny dan melihat nama DOBE di layarnya. Ia pun segera mengangkatnya.

"DOBE! KAMU DI MANA?"

"Te-teme..." Suara Naruto pun terdengar dari sana,"Bisa kita ketemu? Aku di taman..."

"BAIKLAH, TUNGGU AKU DI SANA!" Sasuke langsung menutup handphonenya dan berlari ke arah menuju taman.

Sedangkan Naruto, saat ini ia sedang duduk di ayunan di taman. Sebenarnya ia masih ragu, apakah dia akan menyatakan cintanya atau tidak. Lagipula bisa saja cerita reinkarnasi dengan mimpinya selama ini hanya kebetulan atau bisa dibilang omong kosong. Tapi ia sudah bertekad, daripada duduk diam begini tidak mendapat hasil, lebih baik memberanikan diri. Dan saat Naruto sibuk dengan pikirannya sendiri, ia terkejut ketika ada yang menepuk pundaknya. Ia pun segera berdiri dan berbalik melihat ke arah belakang untuk melihat orang yang menepuknya.

"Sasu-" Wajah ceria Naruto langsung lenyap begitu saja.

••••»»»S.N«««••••

'Sedikit lagi...'

Sasuke terus berlari untuk segera sampai di taman walau keringatnya terus bercucuran menandakan bahwa dia sudah lelah akibat ditambahnya panas terik siang matahari . Tapi tidak dihiraukannya karena yang paling utama baginya adalah untuk menjelaskan kesalahpahaman tadi pagi. Ketika sang Uchiha itu sampai di tujuan, ia melihat rambut berwarna pirang yang tak kalah sinarnya dengan matahari di balik semak. Ia pun tidak menghabiskan waktu lagi dan memotong jalan lewat semak tersebut.

"Na-!"

"LEPASKAN AKU!"

"Aih-aih... Kamu tambah manis kalau marah...hehehehe"

Terdapat tiga orang pria berandalan yang sedang mengelilingi Naruto agar tidak dapat kabur dari mereka. Dua laki-laki sedang menahan kedua lengan Naruto dan satu lagi memegang dagunya.

"Hmm~kamu bolos'kan? Kalau gitu ayo main dengan kami~" ,Kata pria yang sedang memegang dagu Naruto dan mengusap-usap bibir kemerahan pria pirang tersebut dengan jempolnya.

"KU-KUBILANG LEPASKAN!" Teriak Naruto yang mulai takut. Timing mereka datang sangat buruk karena saat itu sedang tidak ada seorang pun di taman tersebut.

"Khukhu..." Pria tersebut mulai mendekatkan bibirnya ke bibir cherry yang menggoda itu,"Ayo kita nikmati..." Hampir sedikit lagi pria tersebut berhasil menciumnya, namun tiba-tiba terhenti karena mendengar suara yang sangat berat dan dingin.

"...LEPASKAN DIA..."

"SASUKE!" Teriak Naruto dengan nada yang gemilang.

Suara ancaman Sasuke berhasil membuat ketiga orang pria tersebut merinding. Ditambah lagi lototannya yang mematikan. Namun pria yang berniat mencium Naruto itu tidak mau lepas begitu saja, malahan sengaja memanasi Sasuke.

" He! Memangnya kalau tidak kenapa!" Dia pun mencium tengkuk Naruto dan hal itu membuat mata Sasuke terbelalak lebar. Setelah selesai menciumnya, laki-laki itu hanya menyeringai,"Tuh aku sudah cium dia. Gimana?"

"...Khukhu..."

"Eng?" Ketiga pria termasuk Naruto hanya kaget ketika mendengar suara tawa kecil yang mengerikan dari arah Uchiha tersebut yang sedang sambil menutupi wajahnya dengan tangan pucatnya sendiri.

"HUWAHAHAHAHAHAHA!"

Suara tawa tersebut makin keras. Ketiga orang tersebut mulai ketakutan dan tanpa sadar mereka telah melepaskan Naruto. Tetapi Naruto tidak kabur, karena saat ini ia juga sedikit ketakutan melihat tingkah Sasuke yang aneh itu.

"...Kalian tahu? Uchiha tidak pernah berbagi dengan barang mereka..." Kata Sasuke masih dengan nada tertawa kecil. Trio pria tersebut langsung kaget mendengar nama UCHIHA. Dalam pikiran mereka gawat sudah mereka berurusan dengan orang kaya. Tapi tanpa mereka ketahui, mereka telah berurusan dengan monster yang berbahaya.

"Tapi kalau masih ada yang memaksa merebut milik Uchiha, maka..." Suara tawa itu lenyap total. Ketiga orang tersebut hanya bergidik merinding ketika melihat tangan yang menghalang mata Sasuke telah berubah menjadi merah darah.

Saat itu juga si raven tersebut membuat segel tangan dengan cepat dan Naruto hanya terbelalak kaget karena ia merasa pernah melihat segel tersebut.

"C H I D O R I !"

Sasuke langsung melaju ke arah pria yang mencium Naruto tersebut dengan cepat hingga membuat pria tersebut tidak dapat berkutik.

Tap tap tap

"M-A-T-I" Tangan yang penuh aliran listrik tersebut pun dikibaskan dengan cepat untuk menembus tubuh pria tersebut, tapi siapa sangka ada yang menghalangnya dan orang itu adalah...

"SASUKEEEEEEEE!"

.

.

J L E E B !

.

.

Mata onyx Sasuke membulat sempurna. Percikan darah memuncrat ke wajah pucatnya. Wajahnya semakin pucat tidak percaya melihat apa yang terjadi di depannya. Tangannya yang penuh listrik, Chidori, menembus perut seorang pria berambut pirang, Naruto! Pria yang lain langsung melarikan diri meninggalkan mereka.

Tidak... Ini mimpi...

Sebuah tangan berkulit tan menyentuh pipi pria pucat tersebut, dan hanya memperlihatkan cengiran khasnya walau mulutnya penuh darah...

"Teme... A-Aku tidak ingin kamu membunuh orang..."

Bohong... A-Aku...

Naruto pun memuntahkan darah. Rasa sakit di perutnya bukan main. Ia tidak ingin mati begitu saja sebelum dapat menyampaikan apapun.

"A-Aishiteru, Sa-su...ke..."

.

Mata biru langit itu pun tertutup dan perlahan-lahan tubuhnya lepas dari tangan yang menusuknya dan jatuh ke tanah. Berbagai gambaran peristiwa muncul melayang ke otaknya seperti pecahan ingatannya sebelum ia kehilangan kesadaran penuhnya. Akibat hal tersebut, aliran air mata jatuh dari matanya yang sudah terpenjam.

.

.

'Te-teme... Aku senang kita bertemu lagi...'

.

.

Cuaca yang cerah tadi pun mulai gelap seketika dan hujan turun dengan deras. Sasuke yang masih membatu tidak percaya apa yang sudah terjadi. Tangannya penuh darah... Dan lagi-lagi... Darah itu adalah darah orang yang dicintainya.

.

.

"Ti-tidak... Kumohon... Tidak lagi"

.

.

Mata merah tersebut pun mulai mengalirkan air mata.

.

.

"HUWAAAAAAAAAAAAAAAA!"

.

To be Continued

Huff! Akhirnya selesai juga... Gimana ceritanya?^^

Chapter kali ini Sakura sengaja panjangin dikid.. Hehehehe

Otak Sakura lagi stress! Sebentar lagi ujian semester! Aaaerrrrgghhh! Belum lagi masih ada olimpiade yang menyusul! Stesss tingkat dewa!

Sakura akan berusaha apdet cepat

Huehuehuehue...

But

Review please^^