WHAT HAPPEN .
Pairing : Yewook .
Chapter : 9/? .
Type Story : Boys Love/DLDR .
Author : Indah aiyu araira .
Summary : " Satu hari dimana aku tidak ingat sesuatu yang penting dan semuanya berubah "
A/n : follow dong uykayukkka di twitter yak? Mention for folback hehe *promosi*.
.
Ryeowook memainkan ponselnya bosan dan sudah berulang kali dia mengirimkan pesan berbeda ke nomor yang sama namun tidak ada balasan . Dia jenuh, fakta bahwa dia sangat membenci rumah sakit itu sangat jelas . Sebagus apapun kamar rawat inapnya kalau namanya rumah sakit yah tetap saja dia benci . Rasanya dia ingin segera keluar dari sini dan ikut dengan jadwal bersama super junior namun apa daya , berjalan saja ia masih dibantu alat .
.
Pintu kamar inap Ryeowook terbuka dan menampakan pria paruh baya dengan wanita tua disebelahnya, Ryeowook menatapnya dengan mata berbinar . " AYAH ! IBU ! " serunya bahagia .
.
Ryeowook menghujani ibunya dengan kecupan berkali kali di wajah wanita itu sementara ayahnya mendengus kesal karena merasa diacuhkan anak laki lakinya . " EKHM! " dehemnya .
.
" maafkan aku ayah, bersedia memelukku ?" dan tanpa diperintah dua kali, pria kim itu memeluk anaknya dengan sangat erat .
.
" kau merindukan kami? " Tanya ibu Ryeowook, mengusap rambut anaknya lembut . .
"TENTU SAJA! Bagaimana bisa kalian melupakan anak manis satu satunya yang sedang sakit" . Ryeowook cemberut.
.
" bukan begitu wookie-yaa, diluar banyak wartawan. Dan banyak gadis gadis yang meneriaki namamu, berharap kau turun dan sedikit menyapa mereka . Kami tidak bisa melalui kerumunan sebanyak itu" Ibu Ryeowook menjelaskan sambil mengeluarkan sesuatu dari tas jinjingnya. Ayahnya keluar sebentar kemudian masuk lagi ke dalam dan mengunci pintu kamar mereka . " Oh ya , kalian bertindak seperti maling" .
.
Ayah Ryeowook mengoreksi " ayah hanya berjaga jaga wook, ibumu membawakanmu jjangmyeon. Kau tau kan pasien hanya boleh makan makanan dari rumah sakit? " .
.
" dan ibu ingin kau banyak makan supaya cepat sembuh, kau sudah kehilangan banyak lemak kau tau? " Ibu Ryeowook menambahkan sambil mencubit pipi puteranya .
.
.
Ryeowook memperhatikan ibunya yang menuang jjangmyeon di dalam sebuah mangkuk kecil . Ryeowook membuka mulutnya lebar lebar tepat saat suapan pertama masuk ke dalam mulutnya. "apa rasanya hambar? " Ibu Ryeowook bertanya khawatir .
.
" tenang saja bu, ini sangat enak. Aku suka jjangmyeon buatan ibu" Ryeowook memberi pujian dengan mulut penuh makanan . "Telan dulu makanananmu, anak manja" ayah Ryeowook memberi saran .
.
.
.
'tok tok tok' .
'tok tok tok' .
.
.
.
Ayah Ryeowook sudah mengambil siaga satu sementara ibu ryeowook sudah menyembunyikan makanannya dibawah ranjang Ryeowook agar tidak terlihat . Tebakan pertama , apa mungkin itu suster? .
.
" siapa diluar? Kami sedang berbicara serius jadi kami harus mengunci pintunya" Ayah Ryeowook berkata dari balik pintu .
.
.
" ini aku, Yesung " .
.
.
Mendengar nama Yesung, Ryeowook buru buru bangkit dan ibunya menahannya. "luka jahitan di perutmu belum kering, jangan macam macam" .
Ayah Ryeowook segera membuka pintu , membiarkan Yesung masuk dengan membawa beberapa makanan kecil sementara Ayah Ryeowook mengunci pintunya lagi .
.
.
.
.
" Oh? Ahjumma, Ahjussi, Annyeonghasseyo " Yesung membungkuk hormat .
.
.
Ibu Ryeowook meletakkan mangkuk jjangmyeonnya di nakas, menghampiri Yesung kemudian . "Ya ampun Yesung, sudah berapa lama kita tidak bertemu? Kau semakin chubby kau tau? " Ibu Ryeowook menghujani Yesung dengan pelukan yang sangat erat .
" Berapa kali kami mengingatkanmu? Hah , apa menyebut kami umma dan appa terasa begitu berat?" Ayah Ryeowook gantian memeluk Yesung .
.
.
" maafkan aku" Yesung tersenyum kemudian.
.
.
" Mungkin dia hanya perlu terbiasa sedikit dengan panggilan itu. Kau harus memanggil kami umma dan appa, arra!? " .
Yesung mengangguk .
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
.
" baiklah, ibu tidak akan lama sayang, jadi ibu meninggalkan semuanya pada Yesung" Ibu Ryeowook mulai memberesi peralatan makannya . " jadilah anak baik selama kami tidak berada disampingmu, sayang, kau mengerti? " Ibu Ryeowook berpesan, mengecup kening anaknya kemudian memeluknya hangat .
.
.
" ayah akan membelikanmu mobil mobilan kalau kau nurut" . Ryeowook cemberut , itu kata kata yang selalu dikatakan ayahnya saat mereka akan berpisah . SELALU . " AYAH AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI" .
.
" oke maafkan ayah " Ayah Ryeowook mendekat, memberikan Ryeowook sebuah kecupan hangat di dahi, " Yesung, tolong jaga putra kami. Maaf sudah merepotkan " .
Yesung membungkuk sebagai rasa hormat , "gwenchanayo, tidak apa apa. U-umma " .
" baiklah, kami menitipkan anak kami padamu. Kau bisa mengontrolnya dengan baik" Ibu Ryeowook tersenyum pada Yesung . "biasakan memanggil kami dengan sebutan seperti itu ya? ".
Yesung menangguk lagi . "Nee" .
.
.
.
.
Ryeowook menatap punggung orangtuanya yang keluar dan mulai meninggalkan mereka di dalam ruangan yang sunyi hanya dihuni untuk dua orang .
" Hyuuuung ~ " rengek Ryeowook . " kau tidak membalas pesanku!" Marahnya kemudian .
.
" maafkan aku, kkk e . . . " Yesung mengusap usap pelan rambut Ryeowook, memberi dia kecupan sekilas di bibirnya . "aku merindukanmu" .
Ryeowook tidak dapat menahan semburat merah di pipinya. Benar juga. Ia dan yesung... apa pantas ia menyebut yesung sebagai kekasihnya? .
.
.
" sudah lima belas hari aku disini dan aku sangaat bosan" Ryeowook mengeluh sebagai moment untuk mengalihkan perhatian Yesung .
" ya, aku tau. Tapi ini demi yang terbaik. Kau bisa melakukan apapun saat kau sembuh wook" .
.
.
Ryeowook menggeleng lagi . "kapan? Terlalu lama, aku mulai bosan " .
Yesung menggeleng lagi untuk beberapa kelakuan Ryeowook yang mulai bertingkah kekanakan , "hanya sebentar sampai kau bisa berjalan dengan normal" .
Ryeowook tersenyum kepada Yesung untuk beberapa hal yang tidak bisa ia ungkapkan . Ia menggengam tangan Yesung sebagai reaksi, Yesung mendekatkan dirinya kepada Ryeowook. Saat wajah mereka hanya tersisa beberapa senti, seseorang masuk dan Yesung menghentikan aksinya. Menggaruk kepalanya gatal .
.
" Bagus, lanjutkan terus, maka semua orang akan tau ada apa dibalik kalian ".
.
.
.
[ Drabble wookie ] .
.
.
Ini hari ketigapuluh satu Ryeowook dan ini hari baiknya karena dokter sudah mengizinkan dia Ryeowook sudah jauh lebih baik, bahkan dokter sudah memperbolehkan dia menari dan mengikuti jadwal bersama super junior. Ini semua sangat baik, berkat bantuan orang orang disekelilingnya. Semua orang merayakan kepulangannya termasuk para fans dan juga hyung hyungnya.
Dia tersenyum saat mendapati pesta kecil di dorm menyambut kepulangannya. Semuanya terasa indah, Ryeowook tersenyum lagi . Dia bersyukur dia mengalami hal terburuk dalam hidupnya untuk mendapatkan kebahagiaan seperti ini .
Ryeowook mulai membersihkan semua kekacauan di lantai 12 setelah pestanya selesai . Dia tau, para hyung akan saling menyuruh soal bersih membersihkan . Tapi disini ada Heechul, setidaknya Ryeowook merasa sedikit terbantu .
.
" aku senang kau kembali" Heechul mulai berbicara tapi tangannya tidak berhenti memunguti kertas kertas sampah dari mainan topi topi pesta itu .
Ryeowook mengambil sapu, kemudian mulai menyapu beberapa sudut . "ya, aku juga senang hyung. Kau tau? Aku sangat benci rumah sakit" .
Heechul terkekeh kecil . "kami semua tau itu".
.
" Aku tidak tau, tapi sepertinya Kyuhyun sangat menyukai menanyikan bagianmu, dia seperti seorang jagoan sekarang" Heechul berkata tidak suka . Ya, dia memang tidak suka dengan Kyuhyun yang sekarang makin jahil . "hari ini, aku sudah dua kali hampir mati karena dia" .
Ryeowook terkekeh kecil . "Ya, Kyuhyun memang begitu" .
" kau tau? Dia menginjak kakiku dua kali di stage dan aku tidak bisa berbuat apapun karena di setiap sudut pasti ada kamera" Heechul mulai memasukan kotoran kotoran dan sampah sampah kecil nya kedalam bak sampah .
Ryeowook meletakan sapunya di sudut ruangan dan mulai mengangkat piring piring kotor di bak cuci. "kau bisa membalasnya kapan kapan. Aku siap diperalat hyung" .
Heechul mengusap kepala Ryeowook "kau benar benar bisa diandalkan! Terimakasih ya" .
.
Ryeowook tersenyum lagi . "sama sama" .
Heechul baru saja akan masuk ke dalam kamar, namun ia melihat Ryeowook tidak mencuci pirinnya malah asyik dengan ponselnya .
Heechul penasaran . Dia mendekati dirinya dan coba mengintip Ryeowook sedang berkirim pesan teks dengan siapa . Selama ini Ryeowook begitu tertutup, bahkan pacar Ryeowook saja dia tidak tau.
.
.
.
.
.
" Jongw – "
.
.
.
" HYUNG! " .
Ryeowook buru buru mendekap ponselnya . "apa yang kau lihat!? " .
Heechul mengendikan bahu . "tidak ada, baru namanya saja . JONGW ! " ucapnya . "apa itu nama seorang wanita? Kau tau? Aku melihatmu gila hari ini" .
" APA!?" .
.
" kau selalu tersenyum dengan ponsel!" Heechul mengoreksi . "super junior saling berbagi" Heechul menegaskan prinsip . "kalau kau punya pacar, beritahu kami dong" Heechul menambakhan .
.
Ryeowook mengagguk gugup . JONGW? Apa Heechul tau? .
.
"yasudah, cepat selesaikan pekerjaanmu. Aku ngantuk" Heechul meninggalkan Ryeowook kembali dengan pekerjaannya karena lelah menuntut dirinya untuk segera berbaring di kasur .
Ryeowook memegang dadanya yang jantungan . Dia sudah membuat banyak kecerobohan hari ini sementara Yesung tidak melakukan apapun . Dia tidak pernah berpikir tentang orang orang disekitarnya, terlalu larut dalam bahagianya sendiri . Dia tau Yesung tidak pernah ceroboh dan selalu lebih dewasa di dalam hubungan mereka yang baru seumur jagung tapi Ryeowook sudah membuat banyak kesalahan hari ini .
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
Super Junior sudah menyelesaikan syuting untuk sebuah variety show SJ Foresight . Yesung Leeteuk Shindong Donghae sudah kembali pertama ke dalam van , meninggalkan seorang supir di dalam gedung KBS .
" kemana ahjussi? " tanya Eunhyuk bingung .
" katanya toilet " Shindong menjawab dari belakang . "apa ada yang punya makanan? Aku sangat lapar" .
.
Yesung merogoh tas nya. Ia ingat ia masih punya dua bungkus roti . Dia memberikan satu kepada Shindong yang duduk disebelahnya . "ini" .
.
"Terimakasih" Shindong menerima dengan sungkan . Tatapan mata Shindong tidak pernah lepas dari wajah Yesung . Dia tau Yesung orang yang sangat dewasa dibandingkan dengan imagenya yang selalu terlihat aneh . Mereka tau Yesung lebih dari dunia mengenalnya . Shindong tau seseorang menyukai Yesung sudah sangat lama dan Shindong tidak tahan untuk tidak memberitahukannya pada Yesung . Dia benci mengakui bahwa dirinya tukang mengumbar rahasia tapi dia tidak dapat menyembunyikan itu . Setidaknya Leeteuk tidak tahu apapun .
.
" Hyung" .
Yesung menoleh, mendapati Shindong menatapnya khawatir . "ada apa? ".
" Tidak ada" .
.
Shindong mulai membuka roti pemberian Yesung. Dia tau Yesung pasti curiga sekarang. Tapi dia harus menekan perasaan ini jauh jauh. Tidak, dia masih memikirkan Ryeowook untuk saat ini .
.
Shindong memakan gigitan pertama rotinya dengan perasaan sedih . Dia tau, beberapa orang di grupnya sudah mulai tidak normal sekarang, Dia tau Ryeowook Gay. Itu fakta yang paling menyakitkan dalam hidupnya . Apa Yesung tau ini? .
.
.
Shindong menggeleng lagi. Tidak, Yesung tidak boleh mengetahui apapun .
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
.
Yesung tidak langsung masuk ke dalam kamarnya, dia memutuskan untuk mampir sebentar ke lantai atas hanya sekedar untuk memastikan bahwa Ryeowook sudah tidur dengan nyenyak . Tapi langkahnya terhalang karena seseorang menarik pergelangan tangannya .
.
" Donghae ? " .
.
.
" Mau kemana hyung? " .
" melihat Ryeowook " jawab Yesung singkat . "dia sudah tidur" Donghae menjawab lagi.
" aku hanya ingin memastikan" Yesung menghempaskan tangan Donghae kasar . Donghae tidak mau kalah, ia menyamai langkahnya dengan Yesung dan menghentikan pergerakan anak itu. "Apalagi?".
.
"apa kau ingin memberitahu dunia bahwa kalian tidak normal? " .
" apa kau benar benar ingin menyebarkannya? " Yesung mencengkram keras lengan Donghae . "ya, dan kuharap kita semua bisa tampil lagi sebagai Super Junior setelah itu. Dua vokalis utama sebuah boyband ternyata seorang gay" Donghae meneknakan kata katanya .
Yesung hampir saja meninju Donghae kalau saja ia tidak pintar mengatur emosinya . "mau apa kau sebenarnya? " .
.
"mengingatkan" Donghae menyentak tangan Yesung kasar .
.
.
"kalian sudah membuat banyak orang tau. Apa kalian tidak bisa menghentikan ini? Perasaan kalian dan hubungan tidak jelas seperti ini hanya akan menghancurkan karir kalian . . . hyung" .
.
Yesung menundukan wajahnya dan memalingkan matanya dari Donghae. Sedikit banyak perkataan Donghae memang ada benarnya . "aku tau" .
.
Donghae menambakan lagi, "aku serius, kau tidak akan tau kalau seseorang yang tidak kau kira tau kalian ada 'apa apa' " .
.
.
Yesung tercekat "apa maksudmu? ".
.
.
Donghae mendekatkan dirinya, membisikan kata kata pada Yesung "kau akan tau nanti" .
.
" sejauh ini, hanya kau yang tau kami hae " Yesung berkata lirih .
.
"Hanya Ryeowook yang aku cinta, aku tidak bisa kehilangan dia lagi. Aku mencintainya. Maafkan aku Donghae " Yesung berkata pedih . "Aku mohon bantuanmu untuk merahasiakan ini dari siapapun".
.
Donghae mengagguk , dia mengerti sedikit banyak perasaan ketakutan Yesung saat memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Ryeowook . "aku tau, aku akan membantumu sebisaku. Jangan tunjukan kemesraan kalian terhadap siapapun hyung. Kumohon... kau tau kita punya banyak member dan kita punya beberapa dari mereka yang instingnya sangat tajam. Sedikit banyak sikap dan perhatianmu pada Ryeowook itu membuat yang lain curiga " .
.
Yesung menatap Donghae mengerti . "aku mengerti" Yesung berbalik dan hendak meninggalkan Donghae untuk kembali ke kamarnya. Ia mengurungkan niatnya untuk melihat Ryeowook . Donghae benar, dia tidak boleh ceroboh jika tidak ingin kehilangan Ryeowook lagi .
.
.
" Hyung... tunggu" .
.
.
Yesung berbalik dan melihat Donghae menatapnya dengan tatapan takut takut . "apa kau sudah mengunjungi ibumu akhir pekan ini? " . Yesung menggeleng .
.
"jika kau bertemu dengan ahjumma, sampaikain salamku padanya" Donghae berkata dari jauh dan mulai melenggang pergi masuk kedalam lift .
Yesung kembali ke dalam dorm nya, sedikit bingung dengan pernyataan Donghae tiba tiba yang menanyakan ibunya .
Yesung memijat pelipisnya lagi. Apa dia harus sesulit ini dengan Ryeowook? .
.
.
Oh ayolah, kalian berdua adalah seorang Idol World, perasaan kalian bisa disebut sebagai penghancuran karir jika semua orang tau kenyataannya. Yesung bisa mengatakan pada semua member kalau dia gay tapi Ryeowook? Dia tidak bisa. Ryeowook tidak boleh kehilangan masa depannya.
.
Tidak .
.
Untuk saat ini dia tidak akan berbuat banyak .
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
.
Shindong sudah selesai make up pertama dan menghampiri Eunhyuk da Heechul .
" sedang main apa? " .
Heechul dan Eunhyuk menarik Shindong untuk duduk di lantai bersamanya . "Kita bermain siapa yang kalah maka dia harus melakukan apa saja. Mau ikutan? ".
Shindong menggeleng. Dia tau Heechul orang yang sangat misterius. "kalian saja. Aku harus mencari sesuatu untuk mengganjal perut" .
Eunhyuk mendengus. "aku doakan ya semoga saja tidak mencret mencret seperti teukie hyung minggu lalu" .
Shindong menambahkan "dia infeksi pencernaah, bukan mencret mencret!" .
"Membela anggota yang tidak ada namanya cari muka!" Heechul membalas sengit , hanya gurauan belaka .
Shindong melengos pergi, tau jika Heechul sedang tidak dalam mood yang baik jadi kata katanya sedikit pedas.
Shindong mendapati dirinya keluar dan mencari angin sebentar, di dalam ruang backstage SJ begitu sesak . Banyak stylish disana , dia heran kenapa Eunhyuk dan Heechul betah berlama lama disana sementara yang lain lebih memilih keluar mencari angin. Yah kecuali Kyuhyun yang selalu ke gereja bersama Siwon jika ada waktu luang .
.
Shindong melihat Ryeowook dan Yesung di ujung koridor yang sangat sepi . Tidak banyak di lalui orang namun cukup menarik perhatian .
Shindong memutuskan untuk berhenti, bukan untuk mengintip tapi untuk berjaga jaga . Setidaknya, menghindari kemungkinan terburuk akan lebih banyak orang yang tau tentang mereka .
.
.
.
[ Drabble Wookie ].
.
.
Yesung mengajak Ryeowook duduk disamping kemudinya. Ryeowook sangat manis dengan sweater ungu muda dan celana panjang putih ditambah make up tipis di wajahnya juga eyelinernya sangat kentara . " aku seperti sedang melihat wajah malaikat sekarang" Yesung mulai mencubiti pipi tirus Ryeowook .
"kau kurus kau tau? Banyak banyak makan wookie-ahh " Yesung menambahkan .
" Hyung, aku bersumpah jika kau mengungkit soal makan lagi, aku pastikan mobilmu tidak akan selamat" Ryeowook mengancam dengan nada yang dibuat seram, tapi terdengar seperti gurauan di telinga Yesung .
Yesung mulai menstarter mobilnya . "coba saja kalau berani" .
.
.
Yesung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sementara sesekali matanya curi pandang ke arah Ryeowook yang menatapnya sebal .
" jangan tatap aku dengan tatapan bayi seperti itu, tidak mempan tau" Yesung terkekeh pelan .
"Iya! Harusnya kau bilang kita akan pergi ke rumah orangtuamu dan aku akan memakai pakaian yang lebih bagus dari ini. Kau tau? Aku sangat marah Hyung!" Ryeowook berujar sebal .
Yesung menghentikan mobilnya sejenak dan mencium kening Ryeowook sekilas . "maafkan aku, tapi kau jauh lebih manis dengan hanya mengenakan pakaian seperti ini wook" .
Ryeowook memalingkan wajahnya , antara sebal dan malu . "tetap saja aku tidak biasa" .
"kau akan biasa, lagipula aku hanya akan mengunjungi keluargaku, kita datang kesana sebagai teman wook, bukan sebagai sepasang kekasih" Yesung mengingatkan dengan sedih .
"iya, aku tau".
Yesung menggengam sekilas tangan Ryeowook . "kau tidak akan meninggalkan aku kan? ".
Ryeowook menoleh cepat "apa kau bergurau? " Ryeowook memajukan wajahnya hanya sekedar untuk memberi kecupan ringan di dahi Yesung "aku akan selalu bersamamu" .
.
.
.
"aku akan selalu melindungimu. Tetap berada di belakangku, ryeowook-ahh" .
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
.
Ryeowook turun dari mobil Yesung dan menggengam tangan Yesung hangat sebelum kemudian melepaskannya . Mereka masuk dari pintu belakang Handel & Gretel . Tersenyum saat menemukan Jongin masih setia di meja kasir melayani beberapa pembeli yang datang .
Yesung membawa Ryeowook naik ke atas, tempat orangtuanya bersantai . Menggengam tangan Ryeowook lagi, memberi kekuatan agar tidak takut . Yesung tau dia punya perasaan tidak enak , dia tau sesuatu pasti akan terjadi setelah ini hanya saja dia tidak tau apa .
.
.
" annyeonghasseyo ahjumma " Sapa Ryeowook saat dia dan Yesung masuk ke dalam ruang tengah rumah Yesung . "Oh? Silahkan duduk" .
Ryeowook menatap wajah ibu Yesung takut takut . Dia bisa merasakan tatapan tidak suka yang ditujukan ibu Yesung padanya . Tapi dia coba menghiraukannya .
"umma, bogoshipo" Yesung bangun dan memeluk ibunya dari belakang tapi lagi lagi ibunya hanya diam .
Yesung merasa ummanya sangat dingin , seperti menolak berinteraksi dengan mereka . Tapi Yesung mencoba berpikiran positif sekarang . Mungkin ibunya sedang tidak dalam mood yang bagus .
.
.
" Ibu benci mengatakan ini, tapi ibu tidak suka kau membawa Ryeowook kesini".
.
TBC ! .
