Vongola Academy Love Story

Rate : M (?)

Pairing : 6927, 10027, D18, 8059, XS, BF

Warning : Mengandung typo, gaje, OOC, Shonen ai (BL) dan hanya diperuntukkan Fujoshi sejati dan diharapkan untuk pemula siap-siap mengalami gatal-gatal hidung yang tidak biasa *BLETAK

Akari: Minna-san! Akhirnya part 2nya selese juga! XD

Yuki: woi, baka! cepat balas review2ny ntuh!

Akari: ok! Minna, atashi akan membalas review2 yg masuk! XD

bhiblu21: ok, di chap ini 8059ny udah keluar, kok! XD

CursedCrystal: Yap! Si Mukkun kadi pramugari jadi-jadian! *ditrident Mukkun* ok, aku udah apdet nih cerita geje! X3

Nakyo Hibasawa: eh? Ah..*salting tau-tau dapat pernyataan cinta* yosh, udah apdet! XD

Minami Sawada: Thanks jempolnya! XD

RoSeLapucell: ehehehe, nih 8059 udah keluar kok di ! X3

Rakane Chigekusa: updet kilat? Nggak ada updet petir, y? *Yuki:*nabok akari* garing tau!)

Halcalilove12: Gya~~butuh berapa ember buat nampungny? XD ok, udah apdet, nih! X3

Marionette-M: ehehehe*salting karena dapat pernyataan cinta lagi en sok malu2 kucing* (Yuki: Woi, akari-baka! Narsis amat sih elu?)

Rui Arisawa: Gya~~ aku mau liat! Dimana aku bisa liat gambarny?

Kurea Cavallone: ohohoho..siapa bilang? Ntar kalo yama nggak ikut gak seru dong... XD

CrePe: Hoe? Dino ver om? O.o

Black134: hehehehe..thanx.. yap, bagian ini udah ada l-l-lemonny k-k-kok!*tergagap-gagap*(Yuki: woi! Puasa malah nulis adegan l-l-lemon!*ikut2an tergagap*)

Yosh, Yuki-kun! Bacain summary ama disclaimernya! X3

Yuki:...Summary: kelas X.4 memenangkan lomba festival dengan ide mereka yaitu cafe maid! Tsuna dan murid-murid lainnya pun menuju Hawaii! Gimana perjalanan Tsuna dkk disana?

Disclaimer: KHR hanya punya Amano Akira seorang :( sampe kapanpun...

Akari: Warning! Shonen ai alias BL ,DON'T LIKE DON'T READ... yang penting DON'T FLAME! ok?

All: Ok, Happy Reading, Minna ! XD3

CHAPTER VI : Tragedy in Hawaii Part 2

Tsuna yang shock karena telah kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya, yaitu keperaw- maksudnya keperjakaannya yang telah direnggut oleh Byakuran tadi, sedang berjalan-jalan di tepi pantai yang berada di dekat hotel tempatnya menginap. Tsuna berjalan dengan lunglai. Meskipun begitu dia ingin sekali keluar untuk mencari sesuatu yang bisa menghilangkan kesedihannya.

Flashback

"Hen..hentikan..ngh..B-Byakuran-san.." erang Tsuna dan berusaha menghentikan kegiatan Byakuran yang semakin menggila itu.

"Kau telah mengambil sesuatu yang berharga bagiku, sebagai gantinya kau harus mengikuti semua kemauanku, Tsunayoshi-kun..."Byakuran memeluk Tsuna dengan erat karena semakin lama Tsuna terasa gelisah dan selalu berusaha untuk melepaskan pelukan itu.

"Hhh...Byakuran-san...hh..Apa m-maksudmu..?A-aku tidak mengerti.." kata Tsuna terengah-engah dan mukanya makin memerah.

"Sssh, Tsunayoshi-kun.. jangan banyak bergerak dan bertanya, nanti penyakitmu bertambah parah.." Bisik Byakuran di telinga Tsuna, kemudian menggigit daun telinga kemerahan milik Tsuna itu.

"AAH!"erang Tsuna. Byakuran mengambil bubur dan obat yang ditaruhnya tadi, kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.

"Tsunayoshi, Aa.." Byakuran membuka paksa mulut Tsuna dan menempelkan bibirnya untuk mentransferkan bubur dan obat yang tadi. Tsuna mendesah dan meronta-ronta, kemudian Byakuran melepaskan bibirnya dari mulut Tsuna dan keluarlah segaris saliva yang telah bercampur dengan bubur tadi.

Byakuran membalikkan tubuh Tsuna dan memeluknya dari belakang, kemudian mengambil bubur itu dengan beberapa jarinya, lalu mengangkat kaki Tsuna.

"A-apa yang—AAHHH!!" Tsuna yang tadinya terengah-engah berteriak kesakitan karena satu-persatu jari Byakuran mulai memasuki lubang rektumnya.

"aah..tid..HENTIKAN, BYAKURAN-SAN!" teriak Tsuna yang tidak bisa lagi menahan kesakitannya. Byakuran yang tadinya tidak peduli tiba-tiba tersentak mendengar teriakan Tsuna.

'Byakuran-sama...'

"...Shouichi?"Byakuran melepaskan jarinya yang berada di lubang keperawanan Tsuna lalu memegang kepalanya, karena ia merasa seseorang memanggil-manggilnya. Tsuna yang masih kelelahan terbaring di tempat tidur, kemudian melihat keanehan Byakuran dan menjulurkan tangannya ke Byakuran .

"A-ada ap-"

"! –JANGAN SENTUH AKU!"teriak Byakuran tiba-tiba dan membuat Tsuna kaget.

"A-ah, m-maaf, a-aku hanya-"kata-kata Tsuna terhenti karena tiba-tiba Byakuran membawanya ke dalam ciuman yang panas lagi. Tsuna yang kelelahan hanya bisa membiarkan Byakuran menjelajah rongga mulutnya. Setelah beberapa menit, Byakuran melepaskan ciumannya dan memakai kembali pakaiannya. Byakuran mendekati Tsuna yang terbaring karena kelelahan, lalu membisikkan sesuatu pada Tsuna.

"Dengar, Tsunayoshi. Mulai hari ini, kau milikku. Jadi, kau harus mematuhi semua yang kuperintahkan, atau kau akan tahu akibatnya." Kata Byakuran yang mengeluarkan ultimatumnya, lalu menyunggingkan angel smirknya yang biasa dan keluar dari tempat itu. Tsuna hanya bisa meratapi nasibnya yang nggak pernah mujur itu di tempat tidur sambil menangis sesengukkan.

End of Flashback

Tsuna memegang perutnya yang nyeri, lalu tanpa sadar ia mengeluarkan air mata.

'Uh..aniki...Hibari-san...Gokudera-kun..hiks...'

"MUKURO-SAN! AKU INGIN BERTEMU!" Tsuna semakin menangis sesengukan dan tanpa sadar ia berteriak. Begitu sadar, ia dilihat banyak orang yang kaget mendengar teriakannya. Tsuna langsung menundukkan wajahnya karena malu.

"Tsunayoshi!" Tsuna tersentak sesaat dan mengalihkan pandangannya ke belakang, melihat sumber suara yang memanggil namanya. Matanya tebelalak lebar melihatnya.

"M-Mukuro-san? K-kenapa-" Tsuna kaget melihat Mukuro yang terengah-engah karena kehabisan nafas, sepertinya habis berlari.

"Kamu..hh.. kenapa..kamu.. memanggilku?" tanya Mukuro yang ngos-ngosan. Tsuna langsung bergidik mendengarnya.

'HIEE! Kenapa Mukuro-san ada disini? aku memang ingin ketemu Mukuro-san, tapi bukan disini! Apalagi kalau dia tahu aku dibegituin sama Byakuran-san!' teriak Tsuna dalam hati, kemudian refleks dia menutup mukanya dan berlari meninggalkan Mukuro yang masih ngos-ngosan.

"! Tunggu, Tsu—"

' PYEK!'

"..." Mukuro terdiam beberapa saat.

"DAMN! KENAPA ADA PUP ANJING DISINI, HAH?" umpat Mukuro yang kesal karena pup anjing yang nggak jelas asal-usulnya menghancurkan suasana romantisnya dengan Tsuna, dan menghalanginya untuk mengejar Tsuna.

XXXXXX

"...apa maksudnya ini?" Gokudera mengeluarkan deathglarenya begitu melihat Yamamoto yang mengeluarkan healing smilenya seperti biasa, berdiri di depan kamarnya.

"Ah, aku bilang aku akan satu kamar denganmu..oh iya, aku juga bawa Uri kesini." Kata Yamamoto dengan wajah inosen dan mengeluarkan Uri dari dalam tasnya.

"BUKAN ITU, BAKA! KENAPA KAU BISA ADA DISINI? DAN LAGI SEENAKNYA MEMUTUSKAN, MEMANGNYA SIAPA YANG MAU SEKAMAR TERUS DENGANMU?" seru Gokudera yang kesal melihat ketelmian Yamamoto.

"Oh...kamu nggak tahu, ya? Anggota OSIS juga berpartisipasi, makanya aku ada disini, Hayato.." kata Yamamoto sambil cengengesan, lalu memasang wajah seriusnya sambil memegang wajah Gokudera. Gokudera langsung blushing dan segera menepis tangan Yamamoto.

"MESKIPUN KAMU ANGGOTA OSIS..." tiba-tiba omongan Gokudera terhenti. Yamamoto yang melihat Gokudera berhenti ngoceh heran.

"Hei, ada apa, Hayato? Ntar mulutmu aku masukin lidahku, lho.. " goda Yamamoto yang makin mendekatkan wajahnya ke muka Gokudera dan menjulurkan lidahnya. Gokudera yang tadinya terdiam sambil menganga lebar langsung tersadar dan mendorong tubuh Yamamoto. Mukanya tambah merah.

"B-BAKA! APA MAKSUDMU, HA?" seru Gokudera dan segera menutup mulutnya yang tadinya menganga lebar. Yamamoto hanya cekikikan melihat tingkah Gokudera yang menurutnya cute abis.

"Hehehe...habis kamu tiba-tiba jadi bengong, tapi kamu yang lagi bengong itu cute, jadi pengen aku godain, deh..." Gokudera tambah blushing mendengar penyataan Yamamoto.

"SHIT! BUKAN ITU! MAKSUDKU, JADI KAMU ITU ANGGOTA OSIS?" Seru Gokudera yang nggak percaya kalau manusia paling berbahaya yang pernah ditemuinya ini adalah seorang anggota OSIS. Yamamoto yang kali ini melihat ketelmian Gokudera sweatdrop, kemudian tertawa terbahak-bahak. Gokudera bingung dibuatnya.

"WOI! SIAPA YANG NYURUH LOE KETAWA, HA?" Gokudera yang mendengar suara tawa Yamamoto yang makin keras langsung menutup mukanya yang tambah memerah. Melihat Gokudera yang malu Yamamoto menghentikan tawanya, lalu menggantinya menjadi senyuman.

"Menarik...jadi selama ini kamu tidak tahu, Hayato?" kata Yamamoto, lalu memegang tangan Gokudera yang menutupi mukanya yang memerah kayak kepiting rebus itu.

"Bu-buat apa aku ngurusin hal yang nggak penting gitu?" ketus Gokudera dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Wao, Yamamoto salut padanya. Padahal biasanya kalau orang lain tahu dia anggota OSIS pasti langsung menghindari dia karena segan atau lebih tepatnya takut, tapi bukannya menghidar cowok ini malah nggak peduli dan membentaknya.

"KENAPA MALAH DI-" suara Gokudera terhenti, karena Gokudera shock begitu mengetahui bibir Yamamoto menyentuh bibirnya. Beberapa detik kemudian, Yamamoto melepaskan ciumannya.

"Hayato, aku..."

"...Begitu? jadi, karena kamu anggota OSIS, jadi kau bisa melakukan semua hal sesukamu?" ujar Gokudera yang menundukkan wajahnya dan tangannya gemetaran. Yamamoto kaget melihat perubahan Gokudera.

"Bukan begitu, aku-..." tiba-tiba Gokudera berlari meninggalkan Yamamoto. Yamamoto melihat melihat beberapa air yang menetes tepat dibawah tempat gokudera berdiri tadi.

'Dia..menangis?'

"Hayato..ck—HAYATO! TUNGGU! KAU SALAH PAHAM!" teriak Yamamoto dan mengejar Gokudera.

'BRUGH!'

"Kyaa!" Tanpa sengaja, yamamoto menabrak seseorang dan orang yang ditabraknya itu terjatuh.

"Aduh...ah, maafkan aku! anda tidak apa-apa?" tanya Yamamoto pada orang yang ditabraknya itu dan mengulurkan tangannya untuk membantu orang itu berdiri.

"Ah, a-aku tidak apa-apa...ini salahku karena malah bengong sambil berjalan.." kata orang itu dan menerima uluran tangan Yamamoto. Yamamoto yang melihat wajah orang yang ditabraknya itu tercengang.

"Chrome-sama?"

XXXXXX

Tsuna masih berlari, menghindari Mukuro yang mengejarnya. Tiba-tiba, perutnya terasa nyeri lagi. Kakinya tersandung oleh batu.

"A-" Tsuna hampir saja mencium tanah jika saja tubuh Mukuro tidak menahannya.

"Mu-Mukuro-san...kenapa kamu mengejarku?" tanya Tsuna karena Mukuro tiba-tiba ada dihadapannya.

"Karena...kamu berlari, jadi aku ngejar, dong! Kamu sendiri, kenapa kamu lari?" ujar Mukuro. Tsuna langsung Blushing.

"Karena...M-Mukuro-san mengejarku, makanya aku berlari.." jawab Tsuna sambil malu-malu.

"..." mereka terdiam beberapa saat.

'Woi! Setelah dipikir, dari tadi omongannya nggak maju-maju, deh!' teriak mereka dalam inner world masing-masing.

Akhirnya Mukuro yang buka mulut duluan.

"Ehm. Baiklah, Tsunayoshi-chan..kenapa kamu menghindariku?" tanya Mukuro lembut, kemudian memegang pipi Tsuna yang kemerahan. Tsuna hanya diam saja, membiarkan Mukuro menyentuh pipinya. Entah kenapa, ia tidak ingin kehilangan kehangatan yang dipancarkan oleh kedua tangan Mukuro saat memegang kedua pipinya. Tanpa sadar, Tsuna meneteskan air mata. Mukuro terkejut melihatnya.

"Hei—kamu kenapa, Tsunayoshi-kun? Apa perutmu terluka saat jatuh tadi?" tanya Mukuro yang panik karena tiba-tiba Tsuna menangis sambil memegang perutnya. Tsuna menggelengkan kepalanya.

"A-aku tidak apa-apa, Mukuro-san..." kata Tsuna yang langsung menyeka air matanya dan mencoba untuk tersenyum.

Bohong. Mukuro tahu Tsuna berbohong padanya. tapi Mukuro tidak menanyakannya lebih lanjut, karena dia tahu perasaan Tsuna sedang tidak stabil. Ia hanya menghela nafas, lalu memeluk Tsuna yang semakin lama semakin gemetaran. Tsuna terkejut karena pelukan tiba-tiba Mukuro.

"Mukuro-san..t-tolong le-lepaskan aku..." lirih Tsuna yang semakin gemetaran. Tapi bukannya melepaskan Mukuro malah mempererat pelukannya. Hal ini membuat Tsuna takut. Takut ia tidak dapat menahan semuanya lagi. Takut jika Mukuro mengetahui kenyataan kalau ia kehilangan sesuatu yang sangat menentukan masa depannya di tangan Byakuran, adiknya sendiri. Takut, ia takut terjaga oleh kehangatan Mukuro saat ini, yang bisa membuatnya melupakan segalanya.

"LEPASKAN AKU!!" refleks Tsuna mendorong tubuh Mukuro, lalu menutup mukanya dengan kedua tangannya yang gemetaran. Mukuro speechless melihat Tsuna yang tiba-tiba mendorongnya. Ia mencoba mendekati tsuna yang semakin aneh keadaannya.

"Hei, Tsu—"

"Wah wah, bukannya dia bilang untuk melepaskannya, Muku-nii?" kata seseorang tiba-tiba. Mukuro melihat ke arah asal suara tersebut.

"..Kau.."

XXXXXX

Gokudera POV

Hah..Baka! kenapa tadi aku lari? Entah kenapa tiba-tiba air mataku keluar.. jadi aku refleks lari supaya si Yakyuu Baka itu nggak melihat mukaku yang jelek gitu.

Ya udahlah, lebih baik aku temuin aja si Yakyuu baka ntuh, pikirku. Aku pun berjalan kembali menuju kamar.

'ah, itu si yakyuu baka!' teriakku dalam hati karena menemukan si Baka itu. kemudian aku berjalan mendekati yakyuu baka yang berdiri dengan seorang perempuan yang cantik dan memiliki rambut panjang berwarna biru tua.

"Hei, Yak—" suaraku terhenti karena tiba-tiba Yamamoto memeluk perempuan itu. aku tercengang dan speechless di tempat.

"Aku rindu padamu.." kata Yamamoto pada cewek itu, yang cukup membuat hatiku sakit. Cewek itu membalas pelukan Yamamoto.

"Aku juga kangen padamu, Takeshi.." kata cewek itu lalu tersenyum lembut.

'Takeshi? Cewek itu memanggil si Yakyuu Baka dengan nama kecilnya...berarti, mereka berdua adalah sepasang kekesih..' aku terdiam di tempat itu. yah, wajar aja sih.. si Yakyuu Baka itu ace klub Baseball, murah senyum yang sumpah bikin aku muak banget melihat senyumnya itu, Lalu..ia juga bisa diandalkan saat dibutuhkan. Jadi, wajar saja 'kan kalau dia punya pacar? Huh..pacar.. aku tertawa geli mengetahui kalau dia punya tambatan hati juga.

...Tapi, kanapa hatiku sakit melihat dia memeluk cewek itu? kenapa aku merasa..cemburu mendengar cewek itu memanggil nama kecilnya? –entahlah, yang pasti saat ini pikiranku kosong. Aku berlari menuju kamarku, lalu menguncinya agar tidak seorangpun bisa memasuki ruangan ini. Ruangan yang akan membantuku mencurahkan segala pikirannku saat ini.

End of Gokudera POV

OoO

"...Kau...BYAKURAN! KENAPA KAU ADA DISINI?" teriak Mukuro yang melihat kedatangan tamu yang nggak diundangnya itu dan memandang sinis Byakuran. Byakuran tidak menggubrisnya dan berjalan mendekati Tsuna.

"Aku hanya ingin mengambil sesuatu.." Kata Byakuran yang sudah berada di samping Tsuna sambil mengeluarkan angel smirknya. Kemudian menggendong tsuna dengan bridal sytle. Tsuna hanya diam saja dan membiarkan Byakuran menggendongnya.

"APA MAKSUDMU? TURUNKAN DIA SEKARANG JUGA!" teriak Mukuro yang semakin marah.

"Tidak akan.. karena, dia telah menjadi milikku, sekarang dan selamanya."

*to be continued..*

Omake:

Mukuro, Hibari dan Dino yang tiba di hawaii segera mencari hotel untuk mereka menginap.

" Selamat datang, apakah anda ingin memesan kamar?" kata resepsionis hotel itu ramah dan kelihatnya murah senyum.

"Ya, aku ingin memesang satu kamar untuk tiga orang."

"Ah, maaf..kamar untuk memuat tiga orang sudah penuh. Yang tersisa hanya 2 kamar untuk dua orang..bagaimana?" mendengar itu, Mukuro langsung mengeluarkan devil smirknya, lalu beribisik-bisik dengan resepsionis hotel itu. Hibari bingung melihatnya, tapi nggak mau ambil pusing dengan kegiatan Mukuro itu.

Resepsionis itu langsung mengambil dua buah kunci kamar dan memberikannya pada Mukuro. Lalu resepsionis itu berbisik kembali pada Mukuro.

"...pst..tuan..nanti saya minta fotonya, ya..saya mau liatin sama teman sesama fujoshi di FB.." bisik resepsionis itu. Mukuro menyeringai lebar dan mengacungkan jempolnya. Hibari tambah heran melihat kelakuan nggak wajar dua herbivore itu, kemudian melihat ke arah Dino yang kepalanya hampir nggak nampak karena tertutup perban.

"...Kenapa wajahmu?" tanya Hibari sok innocent, lalu mendengus meremehkan. Dino tentu aja nggak terima.

"Inhi kfan ghra-ghra khamfu!" seru Dino yang nggak jelas omongannya karena mulutnya juga tertutup oleh perban.

"Heh? Kamu ngomong apa, herbivore?" ujar Hibari yang pura-pura nggak ngerti padahal sebenarnya ngerti sambil tersenyum sinis, lalu memegang wajah Dino yang terluka itu. Dino meringis kesakitan.

"Udah, cukup sampe disini dulu mesra-mesraannya. Nih!" ujar Mukuro yang tiba-tiba nyampuk, lalu melemparkan kunci kearah Hibari. Hibari menangkapnya dan mengeluarkan deathglarenya.

"Enak aja! Lalu, kenapa kuncinya hanya satu? Untuk herbivore ceroboh satu ini mana?" ujar Hibari yang pura-pura jutek, padahal dalam hatinya khawatir si Dino yang terluka nggak dapat kamar.

"Heh? Apa urusanku? Yang kuajak 'kan Cuma kamu, jadi yang ngurusin dia bukan aku,dong! Sudah ya, Aku pergi dulu!" ujar Mukuro nggak peduli lalu lari entah kemana.

"Hei, tung—" Hibari yang melihat Mukuro udah ngilang begitu aja terdiam, lalu melihat ke arah Dino.

"Hei, herbivore..kau bawa uang berapa?"

"Ah, aku cuma bawa uang 1000 yen + 3 koin 100 yen..ehehehe" jawab Dino cengegesan sambil mengeluarkan uang receh itu dari dalam sakunya.

"YAELAH! ITU MAH CUKUPNYA UNTUK BIAYA MASUK KE TOILET UMUM DOANG!" teriak Hibari yang nggak percaya dengan kebodohan orang disebelahnya itu, tapi tetap nekat untuk pergi ke Hawaii dengan bermodalkan uang receh begitu. Dino terpana melihat Hibari yang rupanya bisa juga berteriak marah.

"Hehehe, tenang aja, dengan keberuntunganku aku pasti bisa dapat tempat untuk istirahat. Sudah, ya." Kata Dino lalu membalikkan badannya untuk keluar dari hotel itu. tapi Hibari mencengkram tangan Dino untuk menghalanginya pergi.

"Tunggu..jadi kau mau tidur dimana?"

"Ah, kalau cuacanya bagus aku 'kan bisa tidur di rerumputan dan melihat langit yang bermandikan bintang-bintang, kalau hujan ya tinggal tidur aja di dalam gua yang ada disekitar sini." Jawab Dino enteng. Hibari speechless melihat orang yang menurutnya nggak waras ini, kemudian menghela nafasnya.

"Dasar..kamu bisa sakit, tau! Sudahlah, Malam ini kau tidur di kamarku aja! Cepat bawa barang-barang ini kekamar, baka!" kata Hibari lalu membalikkan badannya, karena nggak ingin Dino melihat mukanya yang tiba tiba memerah. Dino terpana melihat kekhawatiran Hibari padanya, lalu tersenyum lembut dan mengangkut barang-barang mereka menuju kamar tempat mereka menginap. Resepsionis yang melihat tingkah cute kedua orang itu hanya cengar-cengir gaje, lalu meminta pada karyawan hotel lainnya untuk menggantikannya sementara.

'Kata Mukuro-sama, aku hanya perlu menaruh handycam ini di dalam kamar mereka. Kyaa~~ ntar pasti akan kujual rekaman videonya ke E-bay! Aku pasti untung besar~~!'

Ujar Resepsionis itu yang diam-diam mengikuti Dino dan Hibari sambil mengendap-endap dibelakang mereka. Hibari tiba-tiba merinding, karena sepertinya akan ada suatu kesialan yang menimpanya.

XXXXXXX

Akari: Gyaa~~~gile! Akhirnya selese juga chapter ini! Ya 'kan, Yuki-kun? *ngelihat ke arah Yuki*

Yuki: *Tepar di lantai, tubuhnya kejang-kejang dan keluar busa dari mulutnya*

Akari: Ah~~Yuki-kun..sejak kapan lo kena ayan?

Yuki: (baka! Ini gara-gara loe yang nulis yang enggak-enggak!)

Akari: Ya udah deh.. minna, jangan lupa review cerita yang makin lama makin gaje ini, ya! See~you~again di chap. Depan! X3