Chapter 9: Bukan Mikan namanya jika tidak seperti itu

Hotaru's POV

Usahaku untuk menjaga kota kecil itu –agar tidak mereka hancurkan– sia-sia.

Disini. Di depan mataku. Berdiri di depan kelasku adalah dia sendiri, seseorang yang sudah kuanggap sebagai teman –bahkan lebih dari itu– dengan senyum menghias wajahnya. Rambut brunettenya masih tetap sama saat kami pertama kali bertemu; dikuncir dua. Mata hazzelnya pun masih menyimpan kehangatan yang terdapat di dalamnya. Dia juga masih tetap terlihat lugu.

Memang aku sangat merindukan dia. Dalam satu tahun dia sangat sering mengirimiku surat, menceritakan bagaimana hari-harinya disana setelah kepergianku. Namun sayang, aku harus membatasi balasanku –bukan karena aku mau. Tapi aku tidak mau dia mengetahui yang sesungguhnya. Jika dia mengetahuinya pasti dia akan sangat sedih. Meski aku tahu saat aku melakukan itu dia pasti akan berpikir bahwa aku tidak peduli padanya dan membenciku. Tapi tak apa dia membenciku selama dia bahagia dan tidak mengetahui kebenarannya.

Sayangnya pikiran itu terbuang saat melihatnya berdiri disana memperkenalkan diri. Rupanya dia mengetahui semuanya dan memutuskan untuk mengejarku kemari.

"Dasar bodoh." Gumamku. 'Well, i love you for it. Itulah yang membuatmu dirimu, Mikan' pikirku. Dan lagi bukan Mikan namanya kalau tidak seperti itu.


Gimana minna? Kalian mau aku nulis bagian apa? Kok kayaknya dari kemarin hotaru pov terus ya? But well… hhe hazzel mau buat ruka pov, tapi susah nih… T.T

Hazzel dapat banyak review menanyakan gimana balas dendamnya hotaru… and well, hazzel sedang memikirkannya. Karena seperti yang aku bilang di synopsis, setiap chapter nggak akan ada hubungannya dengan chapter yang lain, tapi karena banyak yang meminta mungkin akan ada revenge dari hotaru di chapter mendatang. Ditunggu ya… :D

Sekarang review! Have a nice day. Makasih buat yang udah review, fav and alert. Dukung terus ya? XD