Chapter 9
Introducing: Maretha Bonnefoy – Monaco, and Seysichlla Bonnefoy - Seychelles
.
.
"Kau melawan siapa Matt? Aku sih melawan ketua kontingen Water. Si Braginski itu..." tanya Alfred. "Kalau aku melawan si tomato freak Carriedo! Mwahahahahaha!" kata Arthur dengan tawa nistanya. 'Kesambet arwah siapa, Iggy jadi kayak gini...' batin Alfred. "HOI! JONES! KIRKLAND! WILLIAM! KITA RAPAT SEBENTAR! PENTING NIH!" teriak Xelophina dari jauh.
Arthur, Matthew, dan Alfred langsung mengikuti Xelophina ke ruang istirahat tadi. Di dalam.., hanya terlihat beberapa orang peserta Wind yang juga bertugas di WESC. "Baiklah..., kita mulai..." kata Xelophina.
"Wait a sec, guys... Ini kan rapatnya WESC. Kenapa kita disuruh ikut?" tanya Arthur. Xelophina menghela nafas panjang. "Makanya dengerin dulu.." katanya. "Syero memberi tahuku bahwa ada seseorang yang ingin-, memaksa bertemu Leticia di MarBes. Sayangnya calon adik iparmu itu bisa dengan mudah mengalahkannya dan menahannya.
"Yang ingin diberikan hanyalah sebuah surat dengan segel. Tapi segel itu tidak bisa dibuka oleh WESC. Dan setahuku, segel surat seperti itu hanya diproduksi di Fire. Mereka serba tertutup." Lanjut Xelophina. Semua memperhatikannya. "Lalu?" tanya Arthur tidak sabar. "Masalahnya, gara-gara informasi mengenai surat itu bocor ke mata-mata 5 negara, badan intel kelima negara langsung bergerak. Kabar burungnya, Fire akan melakukan hubungan militer dengan Light dan menyerang Wind dan Water tepat setelah pentatrophy." Jawab Xelophina.
Semua langsung terperangah. "What the f***? Mereka mau memicu Perang Negara 2 ya?" kata Arthur. Semua setuju. "WESC, SEMC, LSAIM, FESG, dan GMSM sampai turun tangan. Berarti sudah parah.." kata Alfred. "Benar..., dan masalah lainnya...," lanjut Xelophina. "KAK! Principality of Oceana telah diserang Fire!"
"!" Perhatian langsung tertuju pada Darrel Onyxus Volvacea, adik Xelophina. "Ka-kamu yakin?" tanya Xelophina. Darrel mengangguk, "Kak Samuel akan kembali ke Water dan Pentatrophy akan ditunda." Xelophina berjalan ke arah pintu dan mengambil mantelnya. "Xelo, kau mau kemana?" tanya Arthur. Xelophina berhenti berjalan dan menoleh sedikit ke arahnya. "Menemui Samuel dan ketua panitia pentatrophy." Jawab Xelophina dingin.
"!?"
.
.
Trang trang trang! 2 pedang saling beradu. "Kurang cepat, sayang... Kesesesese."
Syut Hup tep. "Apanya yang kurang cepat?"
Ser.., darah menetes. "A-apa?!"
"Aku harus berterima kasih pada kak Arthur yang sudah melatihku berpedang." Katanya sambil menjilat noda darah di ujung pedangnya. Sang lawan menatapnya tajam. "Kalau begitu, kita lihat siapa yang menang berikutnya..." jawab Gilbert dingin.
Mereka kembali berlari dengan pedang terhunus. Trang! Trang! Trang! Pedang kembali beradu. "Kenapa kau memihak mereka, Leticia? Fire jauh lebih awesome dibandingkan Wind! Fire adalah tanah kelahiranmu yang AWESOME, Leticia!" kata Gilbert di sela-sela pertarungan sengit itu.
"Kau. Tidak. Tahu. Apa-apa. Tentang. Kehidupanku. Gilbert. Beilschmidt!" jawab Leticia dengan penekanan disetiap katanya. Mata biru-merah-nya menatap dua mata merah Gilbert dalam. Menyiratkan kesedihan dan kekecewaan.
Gilbert pun merasakannya. Ia hanya mendengar bahwa Leticia adalah seorang anak yang dibesarkan di panti asuhan. Setelah bertemu dengan Matthew, barulah ia masuk ke militer dan mengabdi untuk negerinya. Tetapi saat Matthew berpihak pada Wind, Leticia mengikuti Matthew dan tinggal di Wind bersama kakak angkatnya. "Leticia..." ucap Gilbert pelan, tapi cukup untuk membuat Leticia menjawab "Apa?"
"Ich liebe dich, Leticia Erie Jones..." kata Gilbert kemudian. Pipi Leticia mendadak merah dan melompat agak jauh ke belakang. "A-a-apa yang kau katakan?!" jawabnya. Leticia mengerti kata-kata itu. Ia pernah mendengarnya dari seorang teman satu panti-nya yang berasal dari Ground. "Kau tak mengerti kalimatku yang AWESOME, Leticia? Apakah perlu kukatakan, 'Je t'aime'?" jawab Gilbert.
Blush! Pipi Leticia bertambah merah. Ia menatap lantai marmer dibawahnya. Untunglah mata-mata WESC tidak ada disitu. "Apa jawabanmu, Leticia? Kau tidak percaya padaku? Aku yang AWESOME ini sudah mencintaimu sejak pertama kali kita ditugaskan bersama*." Kata Gilbert. Gilbert meletakkan pedanganya dan berjalan mendekati Leticia.
Grab! Dipeluknya wanita berambut platinum seperti miliknya itu. "Was ist Ihre Antwort, Leticia? Ich mag es nicht zu warten..." tanya Gilbert. Leticia sempat memberontak agar Gilbert melepaskan pelukannya. Tapi ia tidak bisa karena pelukan dan tenaga Gilbert lebih kuat. Ia akhirnya diam saja saat Gilbert menenggelamkan wajahnya di pundak Leticia.
.
"Je t'aime aussi..."
.
Samuel dan Ivan sedang bercakap-cakap saat Xelophina datang. "Apa benar?" tanya Xelophina. Dua orang itu menoleh bersamaan. "Apanya yang benar, da?" tanya Ivan balik. Xelophina mendengus. "Jangan pura-pura. Kau pikir aku tidak tahu?" Xelophina memandang mereka berdua tajam. Ivan melebarkan senyumnya. "Kalau benar kenapa?"
"Sudah kuduga..." jawab Xelophina. Samuel menghampirinya. "Xelo, kau tidak perlu turut campur. Ini urusan kami, jadi kami-" kata Samuel. Namun segera dipotong Xelophina. "Kami akan bertanggung jawab. Lagipula, semua sektor WESC hingga ke kota kecil sudah bersiaga."
"Kami bisa melakukannya sendiri, da." Kata Ivan. Flap flap, tep. Seekor burung elang tiba-tiba hinggap di bahu Xelophina. Dipunggungnya terdapat surat dengan lambang militer Wind. Xelophina segera mengambil surat itu dan membacanya. Sebuah seringai muncul saat ia selesai membaca. "Menteri pertahanan setuju mengirimkan pasukan. Akulah yang akan maju memimpin pasukan itu." Kata Xelophina sambil menunjukkan surat itu ke Samuel dan Ivan.
.
Arena Tengah Pentatrophy, hari keempat, Final.
"Kembali kita hadir pada hari terakhir Pentatrophy. Kontingen Wind, seperti tahun-tahun sebelumnya, tetap berada di urutan pertama. Disusul oleh Water dan Ground, lalu Light dan yang terakhir Fire di tempat terakhir." Kata sang MC.
'Akhirnya tetap berjalan sampai akhir...' pikir Xelophina sambil tersenyum. Ia terkejut saat seseorang memanggil namanya. "Jenderal Volvacea.". Xelophina berbalik dan mendapati Matthew berdiri dibelakangnya dengan wajah sedih dan menyesal. "Kenapa Matthew? Ada yang salah?" tanya Xelophina lembut. Matthew terdiam sebentar sebelum akhirnya berkata, "Maafkan saya..., saya ceroboh."
Senyum segera menghilang dari wajah Xelophina. Tatatapannya memancarkan kekecewaan. "Aku tahu... Kita sering melakukan kesalahan. Kau pernah, aku pernah. Kesalahan adalah serpihan hidup kita yang tak akan pernah berhenti terjadi." Kata Xelophina memandang langit biru. Matthew terdiam.
"Kesalahan itu, akan berbuah pada 2 hal. Yang baik, dan yang buruk. Seperti kesalahanmu, hal baiknya, kita saat ini tahu tentang rencana licik duo monarki. Namun buruknya..." Xelophina memandangi langit. "..., Perang Negara 2 akan segera dimulai. Tak lama lagi..." lanjutnya. Wajah Matthew menegang. 'Perang Negara 2?'
.
"Baiklah! Untuk pertarungan pertama, Jenderal Besar Arthur Kirkland dari Wind melawan Jenderal Antonio Fernandez Carriedo dari Light." Kata sang MC. Penonton Wind mulai menyanyikan lagu kebangsaannya sambil kembali membuat bendera Wind dari papan-papan untuk mendukung wakilnya.
"Wind in our homeland..."
"Bring us peace and prosperity..."
"From the great nature already gave us..."
"From the great nature already prepared us.."
"For the wind in our homeland..."
Sedangkan Light meneriakkan yel-yel mereka diiringi tabuhan genderang. "Penonton semakin memanas, dan inilah kedua peserta kita!" kata sang MC. Dari pinggir stadion, terlihat 2 orang peserta sudah berdiri di ujung jembatan yang berlawanan arah. Keduanya memandang dengan tajam seakan akan segera menebaskan senjata mereka begitu pertandingan dimulai.
"Iggy hebat ya, Matt?" kata Alfred dari tribun peserta. Matthew yang ditanyai Alfred tidak menjawab. "Matt?" tanya Alfred lagi. Akhirnya Alfred menoleh ke arah belakang. Namun, Matthew tidak disana. Tidak sedang dalam mode invisible, tapi memang tidak ada disana.
.
-Matthew's POV-
Lagi-lagi aku diseret Francis menuju taman di belakang stadion Grassburner. Aku masih ingat waktu Francis membeberkan tentang rencana Light menyerang Water dan kembali berusaha mempengaruhiku untuk kembali ke Fire. Siapapun tolong selamatkan daku...
Yah, akhirnya sampai juga kami di taman itu. Francis melepaskan genggamannya dan berbalik menghadapku. "Maafkan aku, Matheiu.." katanya memecah keheningan. "Tapi aku, aku, aku benar-benar mencintaimu, mon chere... Jika aku perlu menculikmu dan membawamu kembali ke Fire, akan kulakukan. Meskipun kakakmu akan menyeretmu kembali ke Wind."
Aku termenung. Francis belum pernah serius dalam menyatakan perasaan cintanya pada wanita. Aku sudah habis hitungan berapa kali ia gonta-ganti teman wanita. "Aku bersungguh-sungguh, mon chere... Jika kau menerimaku, aku tak akan berganti haluan lagi..." kata Francis sambil memegang dan mencium tanganku. Aku merasakan kedua pipiku merona.
"Francis..."
"!"
-End of Matthew's POV-
.
.
CTRANG TANG TANG WHUT HUP, tep.
Pertandingan telah dimulai. Arthur dan Antonio gencar melakukan serangan, namun belum ada yang terluka. "Kalahkan aku kalau bisa, tomato freak!" kata Arthur pedas. Antinio membalasnya dengan deathglare yang membunuh. "Aku yang seharusnya mengatakan itu, Arturo!" jawabnya.
WHUT! Kembali kapak Antonio diayunkan. Hup, tep. Arthur melompati kapak itu dan mendarat agak jauh dari tempat Antonio berdiri. "Kapakmu menyebalkan, tomato freak." Kata Arthur ketus. Antonio tertawa pelan. "Pedangmu mengganggu..." jawab Antonio.
"Hooo! Pertandingan memanas! Tak hanya bertarung dengan senjata, namun juga dengan kata-kata!" komentar sang MC. "Boleh tidak ya aku menebas MC sialan itu? Malas aku mendengar komentaranya.." kata Arthur. Antonio menyeringai, "Akan kulakukan. Setelah aku mengalahkanmu Arturo.." jawab Antonio.
.
"Kemana si Matthew ini? Dia kan nggak sedang invisible mode, tapi kok nggak kelihatan?" kata Alfred. Ia sekarang sedang berjalan melewati lorong-lorong di stadion Grassburner. "Francis.."
"!" Alfred mendengar suara adiknya. 'Apa Matthew disekitar sini?'pikirnya. Ia segera berjalan kearah taman kecil di dekat situ dan mengintip dari balik sebuah pilar. "Aku mohon, mon chere.. Aku mohon.." kata Francis. 'WTF?! Dia akan mempengaruhi Matthew lagi?!' pikir Alfred yang sudah ketar-ketir. "Tapi aku tidak bisa, Francis... Aku orang Wind. Aku lahir dan besar di Wind. Aku-"
"Tapi Fire yang sudah membesarkan namamu, mon chere... Aku sudah membesarkan namamu!" potong Francis dengan penuh emosi. "Aku sungguh tidak ingin melawanmu, mon chere..." lanjut Francis. "Tapi kau harus! Karena aku tidak akan pernah memberikan Matthew padamu, Francis.." kata Alfred sambil keluar dari balik tembok. "Pilihlah Matt..." Alfred mengokang M110 yang dibawanya. "Pilihlah, Wind, atau dia."
.
Syut, ctang, ctang. "Masih bisa bertahan rupanya? Arturo?" kata Antonio dengan nada mengejek. Arthur mendengus. Dia terlalu meremehkan. Akhirnya kapak Antonio berhasil menggores dada Arthur. "Aku takkan menyerah tomato freak!" jawab Arthur sambil menendang Antonio dan segera menebaskan pedangnya.
Srat! Ser..
"Ukh.." Darah mulai mengalir dari sabetan pedang Arthur. Menggores dari bahu kiri hingga ke pinggang kanan. "Kedua peserta sudah terluka. Bagaimana akan berlanjut?" sang MC memanas-manasi. Penonton terus memberikan dukungan. "Aku akan menang." Kata Arthur sambil berlari menerjang Antonio dengan pedang terhunus.
.
"Pilihlah, Wind, atau dia." Kata-kata Alfred membuat Matthew semakin bingung. 'APA YANG HARUS KULAKUKAN?' jerit Matthew dalam hati. Tahu kalau apapun yang ia pilih pasti membuat Alfred dan Francis bertarung. 'Siapa? Siapa yang harus kupilih?' pikir Matthew. Aura di taman itu menjadi semakin tegang saat Francis menyiapkan pedangnya. "Aku...," akhirnya Matthew buka mulut.
"Aku memilih berjuang bersama Wind. Maafkan aku Francis..." lanjut Matthew. Hati Francis langsung mencelos. 'Aku ditolak. Lagi...' batin Francis. Ia mngeratkan genggamannya di kepala pedangnya yang masih tersarung. "Kau sudah dengar? Ayo Matt. Kita kembali.." kata Alfred. "...napa?"
"!?"
"KENAPA SELALU SEPERTI INI?!" Francis merangsek maju ke arah Alfred. Entah sejak kapan, pedangnya sudah terlepas dari sarungnya. "Tidak!" Matthew berusaha menghalangi Francis. Alfred segera menodongkan senapannya. Yang selanjutnya berjalan dengan lambat.
Saat Francis mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dengan dua tangan, Matthew mendorongnya hingga jatuh tersungkur. "MATT!" teriak Alfred melihat adiknya dalam bahaya. "Maafkan aku..., maafkan aku... Maafkan aku, Francis.. Maafkan aku, Alf.." kata Matthew.
JRAS! "MATTHEW! TIDAK!"
Pedang Francis berhasil menembus tubuh Matthew. Alfred yang melihat kejadian itu langsung meraih senapannya yang terlempar agak jauh ke belakang dan menembakkannya ke arah Francis. DOR! Peluru itu mengenai pelipis Francis. Seketika Francis jatuh ke tanah, begitu juga dengan Matthew.
Alfred segera menghampiri Matthew. "Matthew, bertahanlah... Kumohon bertahanlah! Matt!" kata Alfred. Matthew masih belum merespon. Keadaannya sudah parah dan Matthew sudah sekarat. "Uhuk.., Al.."
"Aku disini.. Matt tolong bertahanlah aku, aku akan membawamu ke ruang medis sekarang.." jawab Alfred sambil berusaha menggendong Matthew. Namun segera dicegah oleh Matthew sendiri. "Tidak.., uhuk, perlu Al.. uhuk uhuk." Matthew menjawabnya sambil membatukkan darah. Pedang Francis tepat menembus jantungnya. "Maafkan aku, Al.." kata Matthew lirih.
"Tidak..., Matthew.." Alfred tahu akan berakhir kemana percakapan ini. "Aku, uhuk, minta maaf.., atas segala kesalahanku dulu, Al. Aku telah membuatmu khawa- uhuk, uhuk -tir. Aku .., aku..." kata Matthew lirih. Alfred semakin mengeratkan genggamannya ditangan Matthew. "Matt.., tidak.. Ini..."
"Maafkan aku, Al. Aku, uhuk, akulah yang secara tidak sengaja menyebarkan informasi mengenai, uhuk, surat Francis yang diberikan pada Leticia..." kata Matthew. Pernyataan itu langsung mebuat Alfred terbelalak. 'Jadi Matthew yang...'
"Maafkan aku..."
Dangan Matthew menghembuskan nafas terakhirnya... "MATTHEW! TIDAK! MATT! BANGUNLAH! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU MATT!" teriak Alfred histeris. Baru dua tahun ia bersama Matthew lagi. Namun akhirnya ia ditinggal seperti ini.. "MATT!.. Ukh..., ini bukan salahmu.. Bukan salahmu.., MATTHEW!"
.
"!"
'Tadi itu suara Alfred...' batin Arthur. Ia segera berlari kearah jembatan penghubung dan berlari menuju lorong. Antonio tentu saja terkejut. Begitu juga yang lain. 'Ada apa dengan Alfred? Apakah ada yang terjadi.. Firasatku buruk...' pikir Arthur. Ia berlari kemana kakinya menuntunnya. Dan sampailah ia di taman belakang stadion.
"!"
Ia melihat Alfred, Matthew, dan Francis. "Ada apa ini?" tanyanya. Alfred menoleh. "Iggy.., Iggy.. Matthew.." kata Alfred. Air mata tetap mengalir deras dari matanya. "Apa yang terjadi Alf? Kenapa, kenapa?" Arthur kehilangan kata-kata.
"Matthew.., Iggy..., Matthew..." Alfred menggenggam erat tangan Matthew. Arthur tercekat, kemudian segera berlari ke arahnya. "Bagaimana mungkin..?" kata Arthur. Namun benar. Pedang Francis yang masih menancap di dada kiri Matthew menjelaskan semuanya. "Alfred.., bersabarlah.. Relakan.." kata Arthur sambil merengkuh tunangannya itu dalam pelukan.
"Matt.., Matthew..."
.
"Kirkland! Jones! Apa yang terja..., di..." kata Xelophina begitu datang. Setelah mendengar kabar bahwa Arthur meninggalkan arena ditengah pertandingan, Ia segera mencari Arthur. "Aku..., turut berduka cita..." kata Xelophina sambil berjalan mendekati Arthur, Alfred dan jasad Matthew. Tak lama, semua peserta kontingen Wind dan Fire datang. Panitia Pentatrophy pun turut menghampiri.
"Ukkhh..." Alfred kembali menangis. "JENDERAL!" kata seorang peserta dari Fire sembari menghampiri jasad Francis. "Francis.." kata Sanders. Semua melepaskan topi dan meletakkannya di depan dada. Tanda belasungkawa. "Kita akan hentikan Pentatrophy sekarang..." kata ketua panitia Pentatrophy.
.
.
Fohnmore dan Grassburner, keesokan harinya..
"Jenderal Besar Camp Militer Utama Wind selaku Inspekur Upacara tiba di tempat pemakaman, barisan disiapkan." Kata pembaca susunan upacara.
.
"Menteri Departemen Pertahanan Fire selaku Inspekur Upacara tiba di tempat pemakaman, barisan disiapkan." Kata pembaca susunan upacara.
.
"SIAAAAP! GRAK!" kata Xelophina dan Sanders selaku komandan upacara.
.
"Laporan komandan upacara."
.
Xelophina dan Sanders berjalan maju kearah inspektur upacara dan berhenti kira-kira 1.,5 meter dari inspektur upacara. "Lapor, upacara pemakaman SIAP dimulai." Kata Xelophina dan Sanders. "Lanjutkan." Jawab inspektur upacara. "LANJUTKAN." Kata Xelophina dan Sanders sebelum berbalik dan kembali ke tempat semula.
.
"Pembacaan riwayat hidup."
.
Leticia masuk ke tempat pemakaman sambil membawa sebuah map. "Riwayat hidup. Satu, nama, Matthew Jones William. Pangkat, a, Mantan Jenderal Kingdom of Fire. B, Kolonel resimen 12 batalyon 1, Fohnmore. NRP, 71234509. Jabatan, perwira menengah Angkatan Darat Wind."
.
Larsen masuk ke tempat pemakaman sambil membawa sebuah map. "Riwayat hidup. Satu, nama, Francis Bonnefoy. Pangkat, Jenderal Military of Fire. NRP, 40112453. Jabatan, perwira tinggi Angkatan Darat Fire."
.
"Dua, pendidikan. A, umum, sekolah umum dasar, sekolah umum menegah pertama, sekolah umum menengah atas. B, militer, pelatihan kader tentara Fire, pengembangan tentara menengah Wind. Tiga, dilahirkan di East Muson pada hari 1 bulan 21 tahun 20. Anak kedua dari almarhum bapak Abraham Fritzgerald Jones dan almarhumah ibu Kelly Maria William. Meninggalkan dua orang saudara, dimana terdiri dari, seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan."
.
"Dua, pendidikan. A, umum, sekolah khusus dasar, sekolah khusus menegah pertama, sekolah khusus menengah atas. B, militer, pelatihan kader tentara Fire, sekolah (camp) mata-mata FSEG, pengembangan tentara menegah. Tiga, dilahirkan di Grassburner pada hari 1 bulan 21 tahun 18. Anak pertama dari almarhum Jenderal Nicolaes Franḉois Bonnefoy dan almarhumah ibu Vrillya Lemercier Bonnefoy. Meninggalkan dua orang adik perempuan."
.
"Empat"
.
"Tanda jasa yang dimiliki, Bintang Dharma, Bintang Sakti, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Satyalencana Teladan, Satyalencana Kesetiaan."
.
"Tanda jasa yang dimiliki, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Sakti, Bintang Sewindu MOF, Satyalencana Teladan, Satyalencana Kesetiaan, Satyalencana Peristiwa."
.
"Lima, meninggal pada hari 20 bulan 24 tahun 48 dalam usia 30 tahun karena terbunuh. Selesai."
.
"Aphel persada."
.
"Saya, Jenderal Besar Camp Militer Utama Wind, atas nama negara dan Military of Wind. Dengan ini, mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa dari,"
.
"Saya, menteri Pertahanan Fire, atas nama negara dan Military of Fire. Dengan ini, mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa dari,"
.
"Nama, Matthew Jones William, pangkat, a, mantan Jenderal Kingdom of Fire, b, Kolonel resimen 12 batalyon 1, Fohnmore, NRP 71234509. Jabatan perwira menengah kemiliteran Angkatan Darat Wind. Anak kedua dari bapak Abraham Fritzgerald Jones, meninggal pada hari 20 bulan 24, tahun 48 pada jam 11:00 waktu CNV."
.
"Nama, Francis Bonnefoy, pangkat, a, Jenderal Military of Fire, NRP 40112453. Jabatan perwira tinggi Angkatan Darat Fire. Anak kedua dari almarhum Jenderal Nicolaes Franḉois Bonnefoy, meninggal pada hari 20 bulan 24, tahun 48 pada jam 11:00 waktu CNV."
.
"Penurunan jasad ke liang lahat, barisan diistirahatkan."
.
"Penurunan jasad ke liang lahat. Istirahat ditempat, SERENTAK! GRAK!" kata Xelophina dan Sanders memberi aba-aba.
.
8 orang tentara berstatus senior tingkat 2 Letnan 1 segera mengelilingi liang lahat. 4 perwira militer berstatus senior 1 Kapten mengangkat bendera Wind yang menutupi peti.
.
8 orang tentara berstatus senior tingkat 1 Kapten segera mengelilingi liang lahat. 4 perwira militer berstatus Kolonel mengangkat bendera Fire yang menutupi peti.
.
East Muson, Pemakaman Matthew
Alfred yang berdiri di barisan divisi 2, berusaha untuk tidak menangis lagi. 'Matthew...' kata Alfred dalam hati. Kakinya bergetar dan hampir jatuh terduduk jika Arthur tidak segera mengangkat tangan tanda meminta izin untuk meninggalkan barisan. Begitu diizinkan, ia menarik Alfred ke pinggir.
"Kuatkan dirimu, Alf..." kata Arthur. Alfred menyandarkan kepalanya di bahu Arthur dan menangis. "Matt.." bisik Alfred disela-sela tangisnya. Arthur memahami hal itu. Mereka terpisah selama 10 tahun, sebelum akhirnya kembali bersatu namun hanya untuk 2 tahun. Sebelum Matthew kembali ke hadirat Yang Maha Kuasa. "Relakan, Al..., ia tidak akan tenang kalau kau seperti ini terus... Tabahlah Al... Tabahlah.." kata Arthur mencoba menenangkan tunangannya itu.
Setelah peti masuk ke liang lahat sepenuhnya, Alfred, Arthur, dan Leticia dipersilahkan untuk melemparkan bunga calla lily ke dalam liang lahat. Disusul oleh teman-teman Matthew di camp pengembangan tentara menengah Wind. Setelah itu barulah ke-40 perwira tinggi lainnya. Yang terakhir, tanah mulai mengubur peti dan bunga-bunga calla lily itu.
.
Grassburner, sesaat setelah pemakaman Francis.
"Yang tabah, ya, Maretha..." kata Sanders. Maretha masih menangis sambil mendekap adiknya, Seysichlla. "Kak Francis..." kata Seysichlla. "Nanti aku kasih coklat, deh... Ku suruh Kak Bella buatin coklat, terus dikirim ke rumah, ya?" kata Larsen berusaha menghibur dua teman baiknya itu. Seysichlla mengangguk pelan.
Sanders berdiri kembali lalu mengajak Maretha, Sesichlla dan Larsen pulang. "Ayo..., Bella pasti sudah menunggu dirumah." Kata Larsen. Mereka pun meninggal makam Francis ditemani angin dan kelopak bunga mawar merah.
.
East Muson, sesaat setelah pemakaman Matthew.
Setelah memberi ucapan bela sungkawa pada Alfred dan Leticia, semua orang pulang. "Jones, Erie, aku benar-benar minta maaf." Kata Xelophina berusaha menghibur Alfred. "Terima kasih, Jenderal." Jawab Alfred. "Terima kasih, Presdir." Lalu Leticia. "Kirkland..." kata Xelophina lagi. Arthur mengangguk.
"Alfred, aku tahu ini berat.. Tapi, mari kita pulang. Kau juga Leticia..." kata Arthur. Alred mengangguk. Leticia bangkit berdiri lalu menggandeng tangan kakak angkatnya itu. "Ayo kak..." katanya. Dan saat mereka berbalik meninggalkan makam Matthew, angin kencang berhembus. Dan berdirilah bayangan Matthew, berdiri tersenyum menatap kakaknya.
.
.
.
Tbc to Next Chapter
.
.
.
A/N: WADUUUH! Rasanya cepet banget alurnya... Saya sering nge-blank sih soalnya! Ehm, mungkin setelah membaca ini banyak yang bertanya, 'Kalo Franada bareng-bareng meninggal disini, berarti mereka nggak muncul lagi di chapter berikutnya dong?'
Jawabannya,
SALAH BESAR!
Franada tetap ada meskipun dalam bentuk Dream atau Flashback. Penjelasan kali ini, untuk tanda jasa, saya terpaksa pake yang ada di Indonesia. Secara, saya lebih ngeh kalo tanda jasa yang di Indonesia. Saya kan anak Indonesia! *bangga100%
Lalu, untuk prosesi pemakaman sampai sesaat setelah pemakaman, urutan tempatnya adalah
East Muson
Grassburner
Bersamaan
Bersamaan
Bersamaan
Bersamaan
East Muson
Grassburner
Bersamaan
Bersamaan
East Muson
Grassburner
Bersamaan
Bersamaan
East Muson
Grassburner
*) Baca lagi 5 Countries, 5 Loves, 5 Wars chapter 5. Ada adegan dimana Leticia disuruh untuk membunuh Alfred dan Matthew didampingi oleh Gilbert. Cinta bisa bersemi dimana saja, man...
Lalu, di chapter 8, Xelophina telah rapat dengan mata-mata WESC inti dan Senior. Sedangkan rapat yang bersama Arthur, Alfred, and Matthew itu adalah rapat umum WESC. Rapat umum itu semua ikut rapat. Tapi karena yang senior dan inti udah rapat duluan, jadi disini yang ikut rapatnya hanya mata-mata junior
Well, ini seperti dalam Introducing, Maretha adalah Monaco, Seysichlla adalah Seychelles. Dulu siapa ya yang pernah minta saya buatin fanfic RusiaxMonaco dan Spamano? Chapter depan dua pairing itu ada lho...
CNV adalah Center Naturevalley. Lalu Darrel Onyxus Volvacea, tentu saja adiknya Xelophina! Sebetulnya itu adiknya Alexious. Saya jelasin nanti aja ya? Bella sudah pasti Belgia. Apalagi ya? Yang ingin tahu model stadion Grassburner, lihat aja Kiba TV Animation Series. Bagus lho stadionnya.
Ada lagi pemberitahuan, fic ini akan segera di-publish ulang di fandom bahasa Inggris oleh D Alicia-Mafioso. Tentu saja atas seijin saya... Well, kalau ada yang ingin meminta gambar Xelophina bisa langsung melihat Avatar saya. Itu Xelophina lho...
Tambahan,
LSAIM = Light Spy Agency of Intelegent Movement
FSEG = Fire Spy Elite Group
GMSM = Ground Military Spy Movement
Alicia-kun, maaf kalo saya ganti soal LSAIM-nya.
Well, Next Chapter is:
The Kingdom of Light
Main Pairing: Spain X South Italy/Romano – Antonio F.C. X Lovino V. Slight USA X UK – Alfred F. J. X Arthur K. and Russia X Monaco – Ivan B. X Maretha B.
Akhir kata, Review for a bit pleaseeee...
