Fairy Tail © Hiro Mashima

A Fairy Tail Fanfiction

Three Heart for One Love

By Yusa-kun

Warning : AU, Typo(s), OOC.

.

.

.

.

.

Setelah kejadian di gudang olahraga, Lucy dan Natsu kembali tidak bertegur-sapa. Setiap berpapasan dengan Natsu, Lucy hanya bisa menundukkan kepalanya. Tanap diketahui oleh Natsu, Lucy selalu memperhatikan Natsu. Saat Natsu mengobrol, tertidur dikelas, tertawa bersama teman-temannya. Lucy tidak melewatkannya sekalipun.

"Lucy" panggil Sting

Lucy yang sedang menulis agenda kelas pun, akhirnya berhenti menulis dan menoleh kearah Sting.

"Ada apa?" Tanya Lucy.

"Hari sabtu kau tidak berencana kemana-kemana kan? Ayo kita pergi kencan" ajak Sting dengan senangnya.

"Eh?" Lucy mengingat kalau sabtu ini adalah hari pertunjukkan band Natsu. Lucy berpikir untuk tidak melihat pertunjukkan band Natsu.

"Baiklah, ayo kita pergi" jawab Lucy sambil mengangguk.

"Yosh! Hari sabtu aku akan menjemputmu di apartemen. Oke" ucap Sting sambil berlari menuju teman-temannya.

Lucy menghela nafas dan kembali menulis agenda kelas.

XXX

"Kau belum menceritakan tentang apa yang terjadi di gudang olahraga beberapa waktu lalu, otak api" ujar Gray

Natsu sedang duduk bersandar dan menutup kedua matanya.

"Loh? Memang ada kejadian apa?" Tanya Gajeel

Mereka bertiga sedang berada diatap sekolah seperti biasanya. Yang mereka lakukan hanya mengobrol hingga bel masuk.

Natsu akhirnya membuka matanya dan memelototi Gray.

"Tidak ada apa-apa" jawab Natsu

"Kau menyembunyikan sesuatu, Salamander" ucap Gajeel

Natsu mengerjap-ngerjapkan matanya dan tertawa.

"Ketahuan sekali ya?" Ucap Natsu dengan konyolnya.

Gajeel dan Gray bersweatdrop.

"Ada apa kemarin?" Tanya Gray lagi.

"Lucy hanya takut gelap, aku hanya menenangkannya. Memangnya salah?" Jawab Natsu

"Benar cuma itu?" Tanya Gray yang tidak percaya.

"Kau tidak berbuat yang aneh-aneh?" Tambah Gajeel

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Natsu terpojok. Mana mungkin Natsu bilang pada kedua temannya kalau ia sudah mencium kekasih orang lain.

Natsu tiba-tiba berdiri. "Urusaiiii!" Ujarnya

Natsu langsung berlari keluar dari atap meninggalkan teman-temannya.

"Dia malah kabur" ucap Gajeel

"Pasti terjadi sesuatu yang tidak-tidak" timpal Gray. Gajeel hanya mengangguk.

XXX

"Natsu!" Ujar seorang guru yang berada dihadapannya.

Pasti kalian bertanya-tanya kenapa guru itu bisa berteriak memanggil nama Natsu. Karena Natsu sekarang tertidur didalam kelas.

Guru itu pun melayangkan penghapus papan tulis kearah Natsu. Lucy pun menoleh kebelakang.

"Ittaaaaiii yoo, Gray, kau kurang ajar!" Natsu sudah berdiri tetapi matanya masih tertutup sambil mengelus kepalanya yang terkena penghapus papan tulis yang sengaja dilayangkan kepadanya oleh guru dikelas.

Siswa lainnya hanya tertawa, termasuk juga Lucy. Natsu sadar kalau ia ditertawakan. Ia menoleh kearah Lucy, memandang Lucy sedang tertawa. Lucy tidak menyadari hal itu.

"Natsu! Kenapa kau malah menyalahkan ku!" Gerutu Gray

"Memangnya siapa lagi kalau bukan kau yang jahil" sahut Natsu. Gray menunjuk kearah dimana guru itu sedang berdiri. Natsu menoleh kearah yang ditunjuk oleh Gray.

Guru itu pun menjadi murka.

"Natsuuuuu!" Ujar guru itu.

Natsu pun tersenyum.

"Ah sensei? Gomenasai, sudah membuat keributan. Aku izin ketoilet dulu" Natsu pun keluar dengan santainya dari dalam kelas. Guru itu hanya bisa menghela nafas

"Ayo kita lanjutkan pelajarannya" ucap sang guru

XXX

Setelah kembali dari toilet, Natsu pun akhirnya kembali kekelas lagi dan mengikuti pelajaran dengan benar.

"Yah sekarang, aku akan membentuk kelompok. Satu kelompok itu terdiri dari dua orang" ujar sang Guru.

Guru itu pun menyebutkan nama-nama yang berada dalam satu tim. Sting berharap ia bisa satu kelompok dengan Lucy. Tetapi sayangnya ia tidak satu kelompok dengan Lucy.

"Yah kelompok selanjutnya, Natsu dan Lucy" ujar sang guru.

Natsu dan Lucy tercengang. Sting yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangannya.

Natsu akhirnya mengangkat tangannya.

"Sensei, apa tidak bisa aku bersama dengan yang lain?" Tanya Natsu

Lucy yang mendengarnya hanya merunduk. Matanya terlihat sedih mendengar pertanyaan Natsu.

"Tidak bisa! Sudah jangan banyak menawar!" Ucap guru tersebut

Natsu hanya menghela nafas.

"Baiklah, tugas kalian adalah membuat resensi buku dari novel-novel. Kalian boleh mencari diperpustakaan sekolah, atau diperpustakaan umum. Dikumpulkan minggu besok saat kalian bertemu denganku lagi" terang sang guru.

Para siswa pun menjawab.

"Kelas berakhir" bel pulang pun berbunyi.

Natsu membereskan buku-bukunya kedalam tas. Lucy menoleh kebelakang dan berdeham. Natsu menoleh.

"Ada apa?" Tanya Natsu

"Mau mengerjakan kapan tugasnya?" Tanya Lucy

"Masih seminggu lagi kan? Nanti saja" jawab Natsu dengan santainya.

"Tapi kita harus mencari bukunya diperpustakaan" ucap Lucy

"Yasudah, kau mau aku temani? Keperpustakaan sekolah saja minta temani" gerutu Natsu

Lucy pun mencibir. "Kau kan satu kelompok denganku"

Natsu pun bangkit berdiri. "Izin lah dulu pada pacarmu, aku tidak ingin ada baku hantam saat pergi bersamamu" ucap Natsu

Natsu pun keluar dari kelas. Lucy menatap kepergiannya. Akhirnya Lucy pun menuruti ucapan Natsu untuk meminta izin pada Sting. Sting pun mengizinkannya, karena memang untuk kebutuhan tugas.

XXX

Natsu dan Lucy sudah berada didalam perpustakaan sekolah. Mereka sedang mencari buku yang bisa dibuat resensi. Semua buku bisa dibuat resensinya, tapi kalau tidak tahu isi buku itu, akan sulit membuat resensi.

"Luce, buku ini saja!" Ujar Natsu

Natsu menunjukkan buku komik yang ada ditangannya. Lucy bersweatdrop.

"Natsu! Komik tidak butuh resensi! Yang ditugaskan itu adalah novel. NO-VEL! Bukan komik" ucap Lucy dengan nada kesal.

"Hah, tidak asik" gerutu Natsu

Karena novel diperpustakaan sekolah terbatas, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi keperpustakaan umum. Mereka terlihat senang-senang padahal mereka hanya mencari buku. Akhirnya setelah mendapatkan buku, Lucy dan Natsu pun keluar dari perpustakaan.

"Aku akan baca novel ini dulu" ucap Natsu

Natsu mengangguk. "Kau baca saja, aku tidak suka membaca"

"Bagaimana bisa begitu?" Tanya Lucy

"Yah simpelnya kau ceritakan saja semuanya padaku. Nanti aku yang kerjakan resensinya" jawab Natsu dengan santai.

"Ini tugas kelompok, Natsu! Aku tidak setuju!" Ujar Lucy

"Hah baiklah..baiklah" sahut Natsu yang sekarang mengalah.

Lucy tersenyum.

XXX

Esok harinya, Lucy sedang membaca novelnya disekolah. Natsu melihatnya dan menghampiri Lucy.

"Kau sudah selesai membacanya?" Tanya Natsu

"Sebentar lagi" jawab Lucy

Lucy meletakkan bukunya dimejanya dan menoleh kearah Natsu.

"Kita kerjakan saja hari ini" ucap Lucy

"Eh?"

"Kita kerjakan hari ini, bagaimana?" Tanya Lucy

"Terserah saja" jawab Natsu

"Hmm dimana ya enaknya..apa diperpustakaan saja?" Tanya Lucy

"Terserah kau saja" jawab Natsu

"Kalau dirumahmu?" Tanya Lucy

Natsu kaget akan usul yang dikemukakan oleh Lucy. "Tidak setuju"

"Loh kenapa? Kau kan tidak membaca novel ini, jadi seharusnya kau menyediakan tempat untuk mengerjakan resensi ini" terang Lucy

"Kenapa tidak dirumahmu saja?" Natsu balik bertanya kepada Lucy.

"Karena aku sudah membaca novelnya, dan sudah setengah bekerja" ungkap Lucy

Natsu menghela nafasnya "Atur sajalah sesukamu"

Natsu pun berjalan menjauh dari Lucy. Lucy tertawa pelan. Ia tahu Natsu tidak bisa ribut lama-lama dengan Lucy.

XXX

Lucy dan Natsu sudah berada didepan apartemen Natsu. Mereka sudah basah kuyup karena hujan. Lucy turun dari motor Natsu. Natsu membuka helmnya dan turun dari motornya. Lucy melihat apartemen yang cukup mewah didepannya.

"Kau tidak bilang kalau kau tinggal diapartemen mewah" ucap Lucy, matanya tidak terlepas melihat apartemen milik Natsu.

"Kau benar-benar norak. Ayo masuk" Natsu membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan masuk Lucy.

"Norak?" Gumam Lucy

Lucy masuk kedalam apartemen milik Natsu dan duduk diruang tengah. Natsu memperhatikan Lucy yang basah kuyup. Dengan segera Natsu melemparkan handuk kering kearah Lucy.

"Keringkan badanmu" ucap Natsu

Natsu pun masuk kedalam kamarnya untuk mengganti bajunya. Lucy menggosok rambutnya yang basah dan juga wajahnya.

"Apartemennya besar sekali" Lucy pun mengelilingi apartemen Natsu. Saat ia melihat kedapur, dapur milik Natsu benar-benar berantakan.

"Astaga" gumam Lucy

"Lucy? Ngapain kau didapur?" Natsu tiba-tiba sudah berada dibelakangnya. Lucy pun menoleh. Ia pun melihat Natsu sudah mengganti bajunya.

"Ti-tidak, aku hanya melihat-lihat" jawab Lucy dengan gugup.

"Kau tidak berniat untuk mencuri apapun kan?" Ledek Natsu

Lucy memukul Natsu dengan handuknya. "Enak saja kau!"

Natsu tertawa. "Haha bercanda bercanda"

"Kau bisa ganti baju dulu" ucap Natsu

"Ha? Ganti baju?" Tanya Lucy

"Kau mau terkena demam jika tidak mengganti bajumu? Pakai saja dulu bajuku" jelas Natsu

"Apa tidak apa-apa?" Tanya Lucy

"Ya memang kenapa? Bajuku bersih kok walaupun dapurku berantakan seperti itu" jawab Natsu sambil berjalan kembali keruang tengah. Lucy mengikutinya dibelakangnya.

"Bu-bukan begitu-" Lucy kaget karena Natsu sudah menyeretnya berjalan dan menyuruh masuk kekamar Natsu.

"Sudah ganti sana" Natsu pun menutup pintu kamarnya dan menunggu Lucy diluar.

XXX

Lucy yang sudah berada dikamar Natsu hanya melihatnya dengan takjub. Tidak diduga kalau kamar Natsu rapi, karena dapurnya saja berantakan. Lucy melihat pakaian sudah disediakan ditempat tidur milik Natsu. Lucy segera mengambil baju tersebut, saat Lucy meraih t-shirtnya, sekilas ia bisa mencium wangi tubuh yang sama dengan Natsu.

Lucy segera membuka bajunya dan menggantinya. Setelah mengganti, Lucy melipat bajunya dengan rapi dan bersiap untuk keluar dari kamar Natsu. Tapi ia tertahan dan melihat ke meja belajar Natsu. Ia berjalan menghampiri dan melihat sebuah figura yang ada foto anak kecil berambut salmon bersama dengan kedua orang tuanya.

Lucy mengangkat figura itu dan memandangnya.

'Ini Natsu?' Pikir Lucy

"Aku seperti pernah melihatnya, jangan-jangan.." Gumam Lucy

"Ayo kita bermain, Luce.."

Lucy teringat akan mimpinya yang menampakkan seorang anak laki-laki kecil yang sebaya dengannya. Lucy menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Apa Natsu adalah anak laki-laki itu?" Gumam Lucy

Tiba-tiba Lucy mendengar ketukan pintu dari luar.

"Kau sudah selesai?" Tanya Natsu dari luar kamar.

"Iya" Lucy pun berlari menuju kepintu dan membukanya.

Natsu melihat sosok Lucy yang sudah memakai T-shirtnya dan juga celana pendeknya.

"Ayo kita kerjakan sekarang" ajak Natsu

Lucy mengangguk.

XXX

Mereka mengerjakan tugas di ruang tengah, mereka dengan serius mengerjakan tugas, sesekali Lucy meminum minuman yang sudah disediakan Natsu. Berdiskusi tentang ini dan itu.

"Selesai!" Ujar Lucy

Natsu pun menguap. "Haaah selesai juga" ucap Natsu

Lucy melirik jam tangannya, sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Natsu memandang Lucy. Lucy pun akhirnya menyadarinya.

"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Lucy

"Aku lapar, kau tidak lapar?" Tanya Natsu

Lucy mengerjap-ngerjapkan matanya. Perutnya tiba-tiba berbunyi. Natsu yang mendengarnya hanya tertawa pelan. Natsu pun bangkit berdiri dan meraih ponselnya.

"Kau mau makanan siap saji?" Tanya Natsu

Lucy mengangguk.

Natsu akhirnya menelepon restoran siap saji. Memesan beberapa makanan untuknya dan juga untuk Lucy. Setelah selesai memesan makanan, Natsu masuk kedalam kamarnya. Lucy pun membaringkan kepalanya dimeja. Matanya pun terpejam. Ia merasa mengantuk, mungkin tidur sebentar tidak ada salahnya.

XXX

Natsu keluar dari kamarnya dan melihat Lucy sudah tertidur dimeja. Tiba-tiba ada yang membunyikan bel apartemen Natsu. Dibukakannya pintu apartemen Natsu, dan terlihat seseorang yang menjadi pengantar makanan yang dipesan oleh Natsu.

Natsu meletakkan makanannya dimeja makannya dan segera membangunkan Lucy.

"Lucy, Lucy bangun..Luce.." Natsu menggoyangkan tubuh Lucy dengan pelan. Akhirnya Lucy pun membuka matanya.

"Ayo makanan sudah makan" ucap Natsu sambil bangkit berdiri tapi tertahan karena Lucy menggenggam tangan Natsu. Natsu pun menoleh.

"Kenapa? Kau tidak mau makan?" Tanya Natsu yang sudah menaikkan sebelah alisnya.

Lucy pun ikut berdiri dan menghadap kearah Natsu. Natsu memandangnya. Lucy menundukkan wajahnya.

"Kau kenapa? Sakit?" Tanya Natsu penuh dengan kekhawatiran.

Lucy menggeleng dan mengangkat wajahnya. Memandang Natsu dengan intens.

"Kenapa kau begitu perhatian padaku?" Tanya Lucy

Natsu terdiam. Wajahnya tertunduk.

"Aku sudah bilang, aku mencintaimu" gumam Natsu. Gumaman Natsu itu tetap terdengar ke telinga Lucy.

"Jangan bertanya lagi, Luce" tambah Natsu

Natsu pun berjalan meninggalkan Lucy. Lucy masih terdiam. Lucy pun menyusul Natsu.

Mereka makan dalam diam, tidak ada percakapan yang khusus. Perlakuan Natsu kepada Lucy pun berubah.

Natsu sudah selesai makan, dan meletakkan piringnya ke tempat pencucian piring.

"Kalau sudah makannya, piringnya taruh saja ditempat cuci piring, nanti ada orang yang membersihkannya. Aku siap-siap untuk mengantarmu dulu" ucap Natsu

Lucy mengangguk.

Setelah selesai semuanya, Natsu mengantarkan Lucy pulang keapartemennya.

"Terimakasih" ucap Lucy

Natsu mengangguk. "Sampai jumpa" pamit Natsu

Natsu pun melajukan motornya meninggalkan apartemen Lucy. Lucy masuk kedalam apartemen dan berbaring di tempat tidurnya. Ia mulai menangis.

"Kenapa kau begitu baik..kenapa Natsu.." Gumamnya disela tangis Lucy.

XXX

Hari-hari pun cepat berlalu, Natsu dan teman-teman bandnya sedang sibuk mempersiapkan alat-alat untuk pertunjukkannya. Pertunjukkan itu akan dimulai pada sore hari.

Lucy sedang bersiap untuk pergi kencan dengan Sting. Ia telah memakai dress berwarna cream berbahan sifon dengan motif berbunga. Dan juga memakai kardigan untuk luarannya. Rambutnya setengah dibiarkan jatuh, dan setengah lagi digelung keatas dan menggunakan pita. Setelah selesai, ia tinggal menunggu Sting menjemput.

Lucy membuka laci meja belajarnya, dan nampak sebuah kertas yang terlipat. Lucy mengambilnya dan membukanya. Ternyata itu adalah brosur band Natsu.

"Sekarang pertunjukkan band Natsu ya.." Gumamnya.

'Apa aku sudah benar untuk tidak datang kesana?' pikir Lucy

XXX

Natsu dan yang lainnya sudah bersiap. Mereka tidak memakai kostum yang khusus. Natsu hanya memakai jeans lalu dengan t-shirt berwarna merah dan outer jaket kulit berwarna hitam. Teman-temannya pun berpakaian tidak jauh beda dengan Natsu.

"Ayo kita siap-siap" ujar Natsu

Tamazaki melihat keluar, dan dilihatnya banyak penonton yang sudah berkumpul.

"Penonton kali ini sangat banyak" ucap Tamazaki

"Yossh! Kita harus memberikan pertunjukkan yang memuaskan" ucap Natsu dengan penuh semangat.

Tiba-tiba Gray datang melihat Natsu. Natsu berjalan menghampirinya.

"Kau bersama dengan yang lainnya?" tanya Natsu

"Begitulah.." jawab Gray

Natsu terlihat ceria dan ingin berjalan keluar tetapi ditahan oleh Gray.

"Dia tidak datang, Natsu" ungkap Gray. Natsu menoleh ke Gray dan mengangguk.

Gajeel memegang bahu Natsu. Natsu pun menoleh. "Ayo" ajak Gajeel

Natsu mengangguk.

Band Natsu pun naik keatas panggung.

XXX

"Kau mau pesan apa?" tanya Sting pada Lucy yang masih melihat-lihat menu.

"Hmm kau mau pesan apa? Samakan saja denganmu" jawab Lucy

"Baiklah"

Sting menyebutkan pesanannya kepada pelayan restoran itu. Sedangkan Lucy sedang melamun menatap keluar jendela restoran. Mereka sedang berkencan, dan sekarang sedang makan disebuah restoran untuk menunggu film yang mereka tonton mulai.

'Apa pertunjukkan itu sudah mulai ya?' pikir Lucy

XXX

Irama pun dimulai. Sorak-sorai pun terdengar dari para penonton. Teman-teman Natsu pun juga ikut bersorak. Natsu mulai bernyanyi diiringi dengan sorak sorai para penonton yang ramai.

GO AHEAD, LET'S TAKE IT TO THE TOP
GO AHEAD, WE'RE NEVER GONNA STOP

GO AHEAD, WE'RE FADING TO THE DARK
GO AHEAD, WE'RE NEVER GONNA STOP

nagai nagai yoru ga akeru no wo matezu ni

shikakui yozora no mukou tobidashite
nitamono doushi no kimi wo tsuredashite
bokura ga mezasu no wa himitsu no ano basho

akari no kieta machi ni

ukabu hachijuuhachi no sutoori daremo shiranaichikakute tooihoshi no arika

Natsu pun mencabut mic-nya dari standnya dan meloncat-loncat mengikuti irama.

kagayaki nagaratsukinukeru no sakono hikari wa darenimo ubaenai
meiro no you na
makkura na basho mosono koe ga boku wo michibiitekureru
I'LL KEEP ON SHINING IN MY WAY YEAH!

Natsu meletakkan kembali mic nya ke standnya. Dan menyanyikan lirik selanjutnya.

sunao ni narezu ni egao de naiteruheiki na furi nante shinakute ii n da yo
minareta keshiki no naka
egaku bokura dake no sutooriminna shitterutookute chikaihoshi no arika

Para penonton bersorak-sorai mengikuti alunan musik yang dibuat oleh band Natsu. Natsu menyanyikan bagian reff diikuti oleh para penonton. Membuat suasana tambah ramai.

tomadoi nagarakakenuketeikesono namida no riyuu wa kikanai yo
hanareba nare no nemurenai yoru wa
kono uta ga bokura wo tsunaidekureru
WE'LL KEEP ON SINGING OUR STUPID SONGS YEAH!

Ishida yang bermain gitar, menyanyikan lirik selanjutnya seperti seorang rapper.

hoshi ni yadoru unmei wa kamisama kimaguresore wo kiseki to nadzuke ginga te ni haireru !
shunkan BAITARITII ON & ON & ON
choukyodai na JIORAMA no ue wo bu chigiru z !
HEY BOYS ! motto motto HEY GIRLS ! madamadamada motto
LET ME HEAR, BOYS & GIRLS SAY WAAAAAAAAA

Penonton pun ikut bersorak.

Kiraware mono de ii saochikoborede kamawanaikaetai kako ga aru naramirai wo kaeteyukeba ii

Lucy dan Sting sudah berada didalam bioskop, menunggu pintu dibuka oleh petugas. Lucy mulai terlihat gelisah dan bimbang. Sting tidak terlalu memperhatikannya.

Lucy akhirnya menggenggam tangan Sting, Sting pun menoleh.

Yureteru tsuki no hikarimukai atte toki wo kasanetaonaji hoshi onaji jidai ni umare deaeta kiseki wowasurenai

"Gomenne, Sting" Lucy pun berlari meninggalkan Sting. Sting menatapnya kaget. Sting melihat kebawah dan melihat sebuah brosur jatuh dari dalam tas Lucy. Sting pun melihatnya dan mengepalkan tangannya.

kagayaki nagaranaite warattakono ibasho wa darenimo yuzurenai

Lucy masih terus berlari ketempat pertunjukkan band Natsu. berlari dengan kencangnya. Gelungan rambutnya pun terlepas, pitanya juga terbang.

kasoku shitsudzukerumukai kaze no nakasono koe wo mamoru kara
toomawari shinagara
mugen ni hirogaru kono sekai woissho ni mi ni ikou

Natsu masih terus menyanyikan lagunya. Penonton pun terus bersorak-sorai menikmati pertunjukkannya.

tatoe yozora nihoshi ga mienakutemonandodemo bokura wa sora wo miagerukirameki wasugu soba ni
WE ALWAYS LIVE UNDER THE SAME STARS!

GO AHEAD, LET'S TAKE IT TO THE TOP
GO AHEAD, WE'RE NEVER GONNA STOP

Lucy akhirnya sampai ditempat pertunjukkan band Natsu. ia bernafas dengan terengah-engah. Ia melihat dari atas, Natsu masih bernyanyi diatas panggung.

GO AHEAD, WE'RE FADING TO THE DARK
GO AHEAD, YOU'LL NEVER BE ALONE

Irama musik pun berhenti. Penonton pun bertepuk tangan dan berteriak "Lagi.. Lagi.."

Lucy melihat Natsu dari kejauhan. Karena panggung dan para penontonnya berada dibawah dan Lucy berada diatas.

Natsu yang berada diatas panggung melihat akan kedatangan Lucy. Dan ia tersenyum.

'Akhirnya..' batin Natsu

"Kalian siap untuk lagu yang selanjutnya?" seru Natsu dengan penuh semangat.

Penonton pun menjawabnya.

Natsu menoleh kebelakang dan mengangguk pada teman-temannya.

Natsu mulai bernyanyi seiring irama dimulai.

I' m ready Go Stay gold-ai yueni No more walls
Itoshiki subete ni sasageru This is The Love Song

Lucy tersenyum saat Natsu mulai bernyanyi. Natsu bernyanyi dengan ekspresif. Penonton berseru dengan kerasnya.

Nanihitotsu shitsu kusanai yō ni kakaekonda mama ikite kita
Te o nobasu kakugo ga nainara kore ijō nani mo tsukamenai

Saat Natsu bernyanyi, mata Natsu terfokus pada Lucy. Lucy menyadari akan hal itu. Lucy pun ikut membalas menatap Natsu. Pandangan mereka begitu lembut.

Are you ready? Go! Stay gold kirameki kireigoto narabe Here we go
Tsutaetai no wa itsu datte kotoba janai

Natsu menyanyikan lirik selanjutnya. Tangannya terulur kearah Lucy. Lucy melihatnya. Lucy mendengarkan lirik lagunya.

Koe ni naranai kokoro no sakebi wa dore dake atsumereba todoku nodarou
Kakegae no nai itoshiki subete ni owaranai uta o utai tsuzukeru yo

Hontōni daijina mono nante ikutsu mo aru wake janai
Nariyuki de te ni ireta mirai wa mayowazu koko ni oite iku yo

Lucy menutup mulutnya. Ia melihat pandangan mata Natsu menyiratkan sebuah kesedihan.

Ai yueni No more walls tokimeki sekirara koete Bring it on
"Soko ni ai ga aru ka dō ka" sore ga subete

Lagi-lagi Natsu bernyanyi dengan mengulurkan tangannya kearah Lucy. Ia memandang kearah Lucy dengan tatapan terluka.

Osae kirenai afureru omoi wa doko made kasanetara todoku nodarou
Kakegae no nai itoshiki subete ni owaranai uta o utai tsuzukeru yo

Penonton bersorak saat Natsu mengarahkan microfonenya. Penonton pun bertepuk tangan mengikuti irama.

Hey, I' m gonna take you higher! Baby, All you need is love!

Life is going on Say yeah! Uchū reberu agete Here we go again
Ai mo kokoro mo nai yōna uta utawanai yo

Natsu pun menyanyikan lagu bagian reff nya dengan gaya yang sama, terus mengulurkan tangannya kearah Lucy dan memandangnya. Yang berbeda kali ini adalah Lucy pun ikut mengulurkan tangannya. Natsu yang melihatnya tercengang tetapi ia tetap bernyanyi. Terlihat airmata yang keluar dari mata indah milik Lucy.

Koe ni naranai kokoro no sakebi wa dore dake atsumereba todoku nodarou
Kakegae no nai itoshiki subete ni owaranai mirai o egaki tsuzukeru yo

Ai do believe in love believe in love
This is The Love Song

Irama musik berhenti dan nyanyian Natsu pun berhenti. Pandangan Natsu masih tertuju pada Lucy. Ia melihat jelas kalau Lucy menangis. Dan tiba-tiba Lucy pun berlari keluar dari sana, membuat Natsu panik.

Natsu yang tidak memikirkan apapun, akhirnya turun dari panggung dan mengejar Lucy. Para anggota band yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Gray yang melihatnya segera ambil tindakan. Dan segera menggantikan Natsu.

XXX

Lucy keluar dari tempat pertunjukkan Natsu sambil menangis. Ia berlari secepat mungkin untuk menjauh. Dadanya terlalu sesak dan sakit.

"Lucy!" panggil Natsu yang berada dibelakangnya mengejar Lucy. Lucy tidak menoleh, Lucy mendengar teriakan Natsu, tapi ia tidak mau menoleh.

"Lucy! berhentiii!" teriak Natsu

Natsu masih terus mengejar Lucy yang berlari darinya.

'Ada apa dengannya' pikir Natsu.

Nafas Natsu sudah terengah-engah dan masih terus berlari. Lucy pun berlari menyebrangi jalan raya. Saat sudah sampai diseberang, Lucy menoleh kebelakang, melihat Natsu yang berhenti ditengah jalan. Lucy melihat Natsu bernafas dengan tersengal-sengal. Lucy berjalan dengan cepat dan saat berjalan, ia menyadari kalau ada sebuah mobil berkecepatan tinggi melewatinya. Ia berhenti dan melihat Natsu masih berdiri ditengah jalan raya.

'Tidak, ia bisa tertabrak!' pikir Lucy.

Lucy dengan segenap kekuatannya berlari secepat mungkin untuk menghampiri Natsu. Airmatanya keluar kembali dari mata karamelnya.

Natsu sudah berdiri tegak, ia menoleh dan melihat mobil yang akan segera menabraknya. Disitulah Natsu mendengar Lucy memanggilnya.

"NATTSUUU!"

Natsu terdorong kebelakang dan..

BRAAAK!

Natsu membelalakkan matanya. Didepannya, Lucy tertabrak mobil karena berusaha menyelamatkannya.

"Luce..LUCYYYY!" teriak Natsu

Natsu berlari menghampiri Lucy yang sudah tergeletak tak berdaya. Pakaian yang dipakai oleh Lucy pun banyak terkena darahnya. Natsu merengkuh tubuh Lucy. Ia menangis sejadi-jadinya. Lucy tidak sadarkan diri. Saat Natsu memegang kepala Lucy, Natsu bisa merasakan darah Lucy mengalir keluar. Natsu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak..tidak..bangun Luce..bangun..aku mohon..jangan lagi.." gumam Natsu disela tangisnya

Warga yang melihat kecelakaan itu segera memanggil ambulans.

Lucy pun membuka matanya dan samar-samar melihat wajah Natsu yang menangis. Lucy pun tersenyum.

"Ss-syukurlah Ka-Kau ti-tidak ap-apa, Nat-su" ucap Lucy dengan lirihnya. Lucy berusaha mengangkat satu tangannya dan menyentuh wajah Natsu. Natsu tercengang. Natsu merasa de javu akan kejadian ini.

Natsu menangis mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Lucy.

"Luce..kenapa kau lagi-lagi menyelamatkan aku.." ucap Natsu didalam tangisnya.

Natsu melihat Lucy tersenyum "Karena aku mencintaimu...Nat..su.." gumam Lucy

Natsu membelalakkan matanya saat mendengar gumamam Lucy. Dan ia melihat Lucy sudah memejamkan matanya dan tidak bergerak sedikitpun.

"Luce..Lucy..bangun..Luce..LUCYYYYY!"

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued


Hai minna...ketemu lagi dengan author yang gajenya gak ketolongan hehe XD. nah akhirnya chapter ini selesai juga fiuuuh. beribu rintangan dalam menyelesaikan chapter ini wkwk *lebay* XD

Bagaimana menurut kalian chapter kali ini? gaje? emg iya wkwkwk XD apalagi dibagian Natsu dkk nyanyi! huuum.

Lagu pertama yang dinyanyiin apa para readers tahu judulnya? mau aku kasih tahu gaak? hmm kasih tau sekarang aja deh... lagu itu judulnya hoshi no arika yang dibawakan oleh band LM.C dan lagu ini juga jadi soundtrack anime Nurarihyon no Mago: Sennen Makyou. Entahlah tapi aku suka aja ama lagu ini hihi XD Teruuus untuk lagu kedua, judulnya itu The Love Song, yang nyanyiin juga band yang sama, LM.C dan juga soundtrack anime yang sama XD lirik lagunya tuh pas bgt ama keadaan Natsu ama Lucy wkwkwk XD

Udah deh gitu dulu aja penjelasannya, mohon reviewnya ya readers yang paling saya cintai~~~

Nah ini balasan review utk chapter kemaren!

ameru chan : Aduuuh ancemannya serem sekalee :s tapi tapi..tenang saja, disini Lisanna hanya berperan sebagai sahabat Natsu dan Lucy. Gada hubungan cinta-cintaan ama Natsu wikikikik XD

TheZarkMon : Hehe makasih! Ini sudah update loh XD

Fi-chan nalupi : Tuh kan, engga digebukin aja Lucy udah ketabrak mobil :( *gadahubungannyakaliiii* hmm mungkin moment nalunya dichapter ini kurang deh...gomeeeennn! XD

shiko miomi : Hmm Lucy itu amnesia waktu kecil. Di chapter 3 kan Natsu kasih tahu Gray kalo Lucy hilang ingatan. Mungkin, selebihnya akan aku buat sebuah chapter special flashback *berpikirkeras* #spoilerbingit

winha heartfilia : Duh Lucy nya jangan dipentokin, kan dia ditabrak mobil dichapter ini kasian Xd

Baiklah, udeh semua dibaleskan? author pamit undur diri dulu ya~~

Jangan lupa review sebanyak-banyaknya yaa!

Jaa nee XD